• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Berdasarkan observasi awal pada bagian HR, ditemukan beberapa permasalahan yang menjadi fenomena penelitian di PT Domas Agrointi Prima Kuala Tanjung terkait kepemimpinan, motivasi, Organizational Citizenship Behavior terhadap kinerja karyawan. Permasalahan terakhir mengenai Organizational Citizenship Behavior terhadap kinerja adalah tingkat kehadiran di PT Domas Agrointi Prima masih belum optimal dan mengalami naik turun karena masih adanya karyawan.

Identifikasi Masalah

Selain itu, apabila pegawai yang tidak hadir bekerja pada suatu bagian yang pekerjaannya harus diselesaikan pada hari itu juga, maka tentunya harus ada pegawai yang menggantikan posisi pegawai yang tidak hadir tersebut. Masih kurangnya perilaku pegawai yang merelakan pekerjaannya dan cenderung kurang memiliki loyalitas kerja sehingga menyebabkan rendahnya kinerja pegawai.

Batasan dan Rumusan Masalah

Apakah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel intervening pada PT Domas Agrointi Prima Kuala Tanjung. Apakah motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel intervening pada PT Domas Agrointi Prima Kuala Tanjung.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Organizational Citizenship Behavior (OCB) dapat diartikan sebagai perilaku bebas individu, yang tidak berhubungan langsung dengan sistem penghargaan dan mampu meningkatkan keefektifan fungsi organisasi, Organs dalam Deny (2017). Terdapat pengaruh Organizational Citizenship Behavior terhadap Kinerja Karyawan pada PT Domas Agrointi Prima Kuala Tanjung.

LANDASAN TEORI

Uraian Teori

  • Kinerja Karyawan
    • Pengertian Kinerja Karyawan
    • Manfaat Kinerja Karyawan
    • Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
    • Indikator Kinerja Karyawan
  • Organizational Citizenship Behavior
    • Pengertian Organizational Citizenship Behavior
    • Manfaat Organizational Citizenship Behavior
    • Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Organizational
    • Indikator Organizational Citizenship Behavior
  • Kepemimpinan
    • Pengertian Kepemimpinan
    • Manfaat Kepemimpinan
    • Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan
    • Indikator Kepemimpinan
  • Motivasi Kerja
    • Pengertian Motivasi Kerja
    • Jenis-jenis Motivasi Kerja
    • Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi Kerja
    • Indikator Motivasi Kerja

Menurut Mangkunegara (2013), faktor yang mempengaruhi kinerja adalah faktor kemampuan dan faktor motivasi. 1) Faktor kemampuan. Menurut Purwanto (2020) mengatakan: “Motivasi adalah daya penggerak yang menyebabkan seorang anggota suatu organisasi mau dan mampu mengerahkan kemampuan, keterampilan, tenaga dan waktunya untuk melakukan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawab dan pemenuhannya. kewajiban mereka dalam rangka mencapai tujuan dan berbagai usulan organisasi yang telah ditentukan sebelumnya.” Menurut Pamelo & Aloko (2015), motivasi merupakan kunci keberhasilan organisasi untuk menjaga kelangsungan kerja dalam organisasi dengan metode dan bantuan yang kuat agar dapat bertahan.

Kerangka Konseptual

Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Hasibuan & Bahri, 2018), (Manihuruk & Tirtayasa, 2020), (Fadillah & Nasution, 2022), (Khatulistiwa et al., 2021) menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh terhadap perilaku kewargaan organisasi. Organisasi membutuhkan karyawan yang terlibat dalam "Perilaku Kewarganegaraan yang Baik", seperti membuat pernyataan konstruktif tentang kelompok. Hasil penelitian yang dilakukan (Jufrizen et al., 2020), (Ticoalu, 2015) (Suzana, 2017), menunjukkan bahwa perilaku kewargaan organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Hasil penelitian yang dilakukan (Gultom, 2014) menunjukkan bahwa perilaku Organizational Citizenship berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.

Gambar 2.6 Kerangka Konseptual
Gambar 2.6 Kerangka Konseptual

Hipotesis

Temuan ini memberikan implikasi bahwa dampak perilaku kewargaan organisasional terhadap kinerja karyawan searah, jika nilai variabelnya searah. Artinya variabel Organizational Citizenship Behavior tidak berperan dalam memediasi motivasi terhadap kinerja pegawai. Pengaruh motivasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai variabel intervening pada pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.

Pengaruh motivasi dan kepemimpinan pelayan terhadap kinerja pegawai dengan menggunakan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai variabel intervening pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh.

METODE PENELITIAN

Pendekatan Penelitian

Menurut (Sugiyono, 2016), penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Menurut (Juliandi, Irfan & Manurung, 2015) penelitian kuantitatif adalah penelitian yang permasalahannya tidak ditemukan pada awalnya, tetapi masalah tersebut ditemukan setelah peneliti terjun ke lapangan dan jika peneliti menemukan masalah baru maka masalah tersebut menjadi diteliti kembali. sampai semua permasalahan jenuh dan terjawab. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan kinerja karyawan sebagai variabel intervening pada PT Domas Agrointi Prima Kuala Tanjung.

Defenisi Operasional Variabel

Berdasarkan hasil pengolahan data, variabel Organizational Citizenship Behavior terhadap Kinerja Pegawai menghasilkan nilai yang mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Jufrizen et al., 2020), (Ticoalu, 2015) (Suzana, 2017) menunjukkan bahwa Organizational Citizenship Behavior berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Gultom, 2014) yang menunjukkan bahwa Organizational Citizenship Behavior dan Kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Saat ini saya sedang meneliti pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel intervening pada PT.

Table 3.1 Indikator Kinerja Karyawan
Table 3.1 Indikator Kinerja Karyawan

Tempat dan Penelitian

Populasi dan Sampel

Menurut (Sugiyono, 2015), populasi adalah wilayah umum yang terdiri dari obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Domas Agrointi Prima Kuala Tanjung yang berjumlah 104 karyawan. Berdasarkan populasi yang ada, diperoleh jumlah sampel minimum dengan menggunakan rumus Slovin, kemudian disusun perhitungan sampelnya sebagai berikut.

Berdasarkan perhitungan Slovin di atas, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 51 orang karyawan PT Domas Agrointi Prima Kuala.

Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan sampel ini menggunakan metode Nonprobability Sampling dengan menggunakan teknik Incidental sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, siapapun yang ditemui peneliti secara kebetulan dapat dijadikan sampel (Sugiyono, 2018). Kuesioner merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara membuat daftar pertanyaan berupa kuesioner yang ditujukan kepada karyawan pada objek penelitian yaitu PT Domas Agorinti Prima Kuala Tanjung dengan menggunakan skala likert dalam bentuk checklist dimana setiap pertanyaan mempunyai 5 pilihan. Dalam teknik pengumpulan data penelitian, setelah data kuesioner dibagikan kepada responden, selanjutnya kuesioner penelitian diuji kelayakannya dengan terlebih dahulu menguji validitas dan reliabilitas (Purwanto et al., 2021).

Teknik Analisis Data

  • Outer Model (Analisis Model Pengukuran)
  • Inner Model (Analisis Model Struktural)
  • Path Analysis (Analisis Jalur)
    • R-Square
    • F-Square
  • Mediation Effect
    • Direct Effect
    • Inderect Effect
    • Total Effect

Analisis univariat dalam penelitian ini digunakan untuk memprediksi hubungan langsung maupun tidak langsung antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai variabel intervening (Kartini & Rustanto, 2018). Temuan ini mengandung arti bahwa pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan bersifat sepihak, jika nilai variabel X2 (Motivasi) meningkat maka nilai variabel Y (Kinerja Karyawan) juga meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh pada penelitian dan pengolahan yang telah dilakukan mengenai Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel intervening pada PT.

Pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel intervening tidak signifikan sehingga Organizational Citizenship Behavior tidak memediasi pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Data
  • Deskripsi Responden
  • Deskripsi Variabel
    • Variabel Kepemimpinan (X1)
    • Variabel Motivasi Kerja (X2)
    • Variabel Organizational Citizenship Behavior
    • Variabel Kinerja Karyawan

Dari tabel 3.9 terlihat jawaban responden variabel manajemen setiap pernyataan mendapat jawaban yang berbeda-beda dengan persentase tertinggi (54,90%) yaitu pernyataan atasan mampu menangani sikap karyawan yang tidak menentu dengan baik, hal ini menunjukkan atasan memberikan kepercayaan agar pegawai dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Dari Tabel 4.4 terlihat jawaban responden variabel motivasi setiap pernyataan memperoleh jawaban yang berbeda-beda dengan persentase tertinggi (58,82%) yaitu pernyataan bahwa atasan selalu memberikan pujian kepada setiap pegawai yang melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. , karena atasan selalu menyampaikan informasi dengan jelas dan cepat kepada seluruh karyawannya. Dari tabel 4.5 terlihat jawaban responden terhadap variabel Organizational Citizenship Behavior setiap pernyataan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda dengan persentase tertinggi (62,75%) yaitu pernyataan saya akan mengikuti kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh perusahaan karena saya berani. menerima risiko apa pun untuk bertanggung jawab menjawab dan.

Tabel 4.6 menunjukkan jawaban responden variabel kinerja pegawai pada setiap pernyataan memperoleh jawaban yang berbeda-beda dengan persentase tertinggi (54,90%) yaitu pernyataan saya senang jika pekerjaan selesai tepat waktu dan jika selesai. itu akan memberikan hasil yang memuaskan pada waktunya.

Tabel 4.2  Identitas Responden
Tabel 4.2 Identitas Responden

Analisis Data

  • Outer Model (Analisis Model Pengukuran)
  • Inner Model (Analisis Model Struktural)
    • Path Analysis ( Analisis Jalur)

Temuan ini berarti bahwa pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan bersifat searah: semakin besar variabel X1 (kepemimpinan) maka nilai variabel Y (kinerja karyawan) juga meningkat. Berdasarkan hasil pengolahan data variabel kepemimpinan terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh Organizational Citizenship Behavior diperoleh bahwa pengaruh tidak langsung kepemimpinan terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh Organizational Citizenship Behavior adalah tidak signifikan. Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel intervening tidak signifikan, sehingga Organizational Citizenship Behavior tidak memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.

Informasi yang diberikan sebagai data penelitian dalam rangka penyusunan skripsi program Sarjana Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang berjudul “Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai Variabel Intervening” .

Gambar 4.1Model Persamaan Structural
Gambar 4.1Model Persamaan Structural

Analisis Data

  • R-Square
  • F-Square

Pengujian Hipotesis

  • Direct Effect
  • Inderect Effect
  • Total Effect

Jika nilai koefisien jalur standar T statistik > 1,96 maka terdapat pengaruh yang signifikan, dan sebaliknya jika nilai koefisien jalur standar T statistik < 1,96 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan. X2 pada Z: Koefisien jalur = 0,379 dan P-value = 0,126 (>0,05) yang berarti pengaruh Z terhadap Y: Koefisien jalur = 0,016 dan P-value = 0,949 (>0,05) yang artinya ada pengaruh Z (Organizational Citizenship Behavior) terhadap Y (kinerja karyawan) adalah positif dan tidak signifikan.

Pengaruh total merupakan penjumlahan dari pengaruh langsung dan tidak langsung (Juliandi, 2018).

Tabel 4.11  Hasil Uji Direct Effect
Tabel 4.11 Hasil Uji Direct Effect

Pembahasan

Berdasarkan hasil pengolahan data variabel Motivasi terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh Organizational Citizenship Behavior dapat diketahui bahwa pengaruh tidak langsung motivasi terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh Organizational Citizenship Behavior tidak signifikan. Peran Organizational Citizenship Behavior (OCB), kepemimpinan transformasional dan digital terhadap kinerja melalui mediasi komitmen organisasi pada bisnis keluarga.

PENUTUP

Kesimpulan

Ketika motivasi meningkat, maka Organizational Citizenship Behavior akan meningkat dan cukup signifikan untuk mempengaruhinya.

Saran

Domas Agrointi Prima Kuala Tanjung untuk dapat dan mampu memberikan motivasi kerja yang lebih kepada para karyawannya sehingga para karyawan yang bekerja nantinya merasakan adanya kesempatan untuk melakukan pengembangan diri guna meningkatkan keterampilannya dalam bekerja karena hal ini akan memberikan semangat dalam bekerja. menjadi lebih mudah. Domas Agrointi Prima Kuala Tanjung untuk lebih meningkatkan dan mempertahankan Organizational Citizenship Behavior yang dimiliki oleh para karyawan, serta lebih meningkatkan hubungan antar rekanan, guna mencapai tujuan perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya agar memperluas objek penelitiannya guna meningkatkan generalisasi hasil penelitian pada semua jenis perusahaan, pekerjaan dinas dan lain-lain.

Penulis merekomendasikan agar peneliti selanjutnya mengambil sampel yang cukup besar untuk memberikan hasil yang representatif.

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu Kepemimpinan dan Motivasi dengan satu variabel intervening yaitu Organizational Citizenship Behavior dan menggunakan pengukuran kinerja pegawai. Pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional terhadap kinerja karyawan dengan locus of control sebagai variabel moderasi. Pengaruh budaya kerja, kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pegawai biro pemerintah dan otonomi daerah sekretariat daerah provinsi kalimantan selatan.

Pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap Kinerja Pegawai PT Taspen (PERSERO) Kantor Cabang Cirebon. Faktor penentu kepuasan kerja dan kinerja karyawan: Motivasi, gaya manajemen, (Tinjauan Studi Literatur Manajemen Sumber Daya Manusia). Bersama ini saya Siti Nurhafizah mahasiswa FEB UMSU mohon kesediaannya untuk mengisi kuesioner ini.

Referensi

Dokumen terkait