• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kinerja keuangan berdasarkan metode economic

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh kinerja keuangan berdasarkan metode economic"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) PADA PERUSAHAAN SEKTOR SEMEN YANG

TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Rofina Inda1, Abdul Sumarlin2, Rohani3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

The research aims to analyze financial performance using Economic Value Added (EVA) in cement sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the year of 2017-2019. The research method was descriptive with a quantitative approach. Data collection was documentation. The data analysis techniques used the Economic Value Added (EVA) formula. The results show that during the 2017-2019 period based on the Economic Value Added (EVA) method, it is known that the performance of the INTP, SMBR, SMCB, SMGR, WSBP, and WTON companies has decreased every year in producing economic added value for the company.

Keywords: Financial Performance, Economic Value Added.

PENDAHULUAN

Perkembangan perekonomian tidak terlepas dari ketersediaan infrastruktur sebagai sarana dan prasarana pendukung.

Pembangunan infrastruktur ditandai dengan semaraknya pembangunan fisik misalnya jalan dan jembatan serta berkembangnya sektor properti. Pembangunan sarana fisik tersebut membutuhkan semen sebagai material yang diperlukan dalam proses pengerjaannya.

Semen sudah dianggap sebagai komoditas strategis dalam industri modern sehingga permintaan terhadap semen cukup besar.

Pasokan semen yang masih terbatas dipenuhi dengan ekspansi melalui pembangunan pabrik dan penambahan kapasitas produksi. Ekspansi membutuhkan modal, perusahaan dapat memilih alternatif melakukan go public di bursa efek. Perusahaan go public adalah perusahaan yang sudah menjual sahamnya kemasyarakat umum.

Bertambahnya pesaing disetiap saat membuat perusahaan harus berusaha menampilkan yang terbaik, baik dalam segi kinerja perusahaan, maupun dalam segi manajemen keuangan. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan diperlukan untuk menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut. Salah satu ukuran kinerja perusahaan adalah kinerja keuangan yang

merupakan indikator bagi keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan.

Kinerja keuangan ditinjau dari laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan secara transparan dan konsisten ataupun melihat seberapa besar emiten dapat memberikan nilai tambah bagi kekayaan pemegang saham. Dalam mengukur kinerja perusahaan dimana nilai kerja perusahaan yang diukur dengan konsep Economic Value Added (EVA) berkorelasi positif dengan tingkat pengembalian saham. Economic Value Added (EVA) merupakan alat komunikasi yang efektif baik untuk penciptaan nilai yang dapat dijangkau oleh manajer ini yang akhirnya mendorong kinerja perusahaan dan untuk menghubungkan dengan pasar modal.

Perhitungan EVA dapat digunakaan secara mandiri tanpa memerlukan data pembanding seperti standar industri atau data perusahaan lain sebagai konsep penilaian dengan menggunakan analisis rasio.

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: Bagaimana kinerja keuangan berdasarkan metode Economic Value Added (EVA) perusahaan sektor semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2019?

Tujuan penelitian: Untuk mengukur kinerja keuangan dengan menggunakan Economic Value Added (EVA) pada

(2)

perusahaan sektor semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Manfaat penelitian ini adalah: (i) Teoritis, sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya dalam melakukan analisis kinerja keuangan dengan menggunakan Economic Value Edded (EVA) pada perusahaan Sektor Semen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. (ii) Praktis, sebagai masukan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak manajer perusahaan, pemerintah dan masyarakat tentang analisis kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan Economic Value Adeed (EVA).

TINJAUAN LITERATUR

Pengertian kinerja menurut Fauzi (2020) merupakan prestasi yang dicapai oleh seorang karyawan dalam setiap melaksanakan tugasnya, dimana karyawan tersebut dapat menggunakan segenap kemampuan pengetahuan, bagi tenaga kerja yang berbasis keahlian, kinerjanya diukur berdasarkan kemampuan skill dan attitude-nya pada setiap saat melakukan tugasnya. Menurut Fahmi (2017) kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.

Menurut Helfer dalam Niyati (2019) pengukuran kinerja keuangan perusahaan bisa dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu: (i) Earning measures, yang mendasarkan kinerja pada accounting profit, (ii) Cash flow measures, yang mendasarkan kinerja pada arus kas operasi, (iii) Value measures, yang mendasarkan kinerja pada nilai (value based management).

Menurut Munawir dalam Syah (2016) ada beberapa tujuan dari pengukuran kinerja keuangan perusahaan yaitu: (i) Mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi. (ii) Mengetahui tingkat solvabilitas, yaitu Solvabilitas menujukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi, baik keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. (iii) Mengetahui tingkat rentabilitas yaitu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam periode tertentu. (iv) Mengetahui tingkat

stabilitas Usaha yaitu Stabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil, yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya serta membayar beban bunga atas hutang-hutangnya tepat pada waktunya.

Menurut Hery (2015) Laporan keuangan merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis. Selain itu laporan keuangan juga memberikan dasar untuk memberikan kompensasi kepada partisipan atau pemegang saham. Bagi pemilik perusahaan bagian yang penting dan kompensasi mereka adalah peningkatan nilai perusahaan. Laporan keuangan sangat penting bagi manajemen organiasasi yang efisien. Empat jenis laporan keuangan menurut Prihadi (2019) yaitu (i) Neraca yang menggambarkan posisi keuangan berupa aset, utang, dan ekuitas (modal) pada suatu saat. (ii) Laporan laba rugi yang menggambarkan kinerja yang tercermin dari laba, yaitu selisih pendapatan dan biaya selama satu periode. (iii) Laporan perubahan ekuitas yang berisi perubahan ekuitas yang berasal dari kinerja internal berupa laba dan pembagian deviden, serta pengaruh dari perubahan komposisi setoran modal. (iv) Laporan arus kas yang memberikan gambaran bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama satu periode.

Menurut Septiana (2019) Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan atau perusahaan, baik pada saat tertentu maupun periode tertentu.

Menurut Wardiyah (2017) laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Menurut Prastowo (2015) Para pemakai laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berbeda meliputi: (i) Investor, Para investor dan penasehatnya berkepentingan terhadap resiko yang melekat dan hasil pengembangan dari investasi yang dilakukannya. (ii) Kreditur (pemberi pinjaman), Para kreditor tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. (iii) Pemasok dan kreditor usaha

(3)

lainnya, Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. (iv) Shareholders (para pemegang saham), Para pemegang saham berkepentingan dengan informasi mengenai kemajuan perusahaan, pembagiaan keuntungan yang akan diperoleh, dan penambahan modal untuk busines plan selanjutnya.

Istilah Economic Value Added (EVA) mula-mula dipopulerkan oleh Stren Steward Management Servis, yaitu sebuah perusahaan konsultan di Amerika Serikat sekitar tahun 90- an. Menurut Handini (2020) Economic Value Added (EVA) adalah suatu laba ekonomis yang sesungguhnya dalam tahun berjalan, dan hal ini sangat berbeda dengan laba akuntansi.

Menurut Witjaksana (2019) Economic Value Added (EVA) merupakan jumlah uang dan dapat diperoleh dengan mengurangkan beban modal dari laba operasi bersih (net operating profit). Menurut Rudianto dalam Masruroh (2018) keunggulan Economic Value Added (EVA) diantaranya yaitu: (i) Menyelaraska tujuan manajemen dan kepentingan para pemegang saham dimana EVA menunjukkan ukuran operasi dari manajemen yang menggambarkan tingkat keberhasilan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi investor, (ii) Memberikan pedoman bagi manajemen untuk meningkatkan laba operasi tanpa tambahan dana/modal, piutang, atau mengivenstasikan dana yang mampu memberi imbalan tinggi, dan (iii) Sistem manajemen yang mampu memecahkan semua masalah bisnis, mulai dari strategi dan pergerakannya hingga keputusan operasi sehari-hari.

Kelemahan EVA menurut Rudianto (2016) antara lain: (i) Sulitnya menentukan biaya modal yang benar-benar akurat, terutama perusahaan go public yang sulit dalam perhitungan sahamnya dan (ii) Analisis EVA hanya mengukur faktor kuantitatif saja sementara untuk mengukur kinerja perusahaan secara optimal diperlukan pertimbangan faktor kualitatif selain kuantitatif.

Untuk melihat apakah dalam perusahaan telah terjadi EVA atau tidak, dapat ditentukan dengan kriteria yang dikemukakan oleh Zahara (Yunus, 2019) yaitu: (i) Jika EVA > 0 Berarti telah terjadi proses nilai tambah ekonomis lebih setelah perusahaan membayarkan semua kewajiban, (ii) Jika EVA < 0 Berarti tidak

terjadi proses nilai tambah pada perusahaan karena harapan para penyandang dana. Dengan kata lain, perusahaan tidak mampu membayarkan kewajibannya kepada para kreditur dan (iii) Jika EVA = 0 Berarti titik impas atau break event point tidak terjadi nilai tambah ekonomis, tetapi perusahaan membayar semua kewajibannya kepada para kreditur.

Berdasarkan latar belakang dan pembahasan yang dikemukakan sebelumnya maka hipotesis yang diajukan adalah: kinerja keuangan perusahaan sektor semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017-2019 dengan menggunakan pendekatan Economic Value Added (EVA) dapat meningkatkan nilai tambah ekonomis.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kuantitatif.

Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif karena uraian mengenai hasil penelitian yang dimuat dalam suatu analisis yang terkait dengan hasil penelitian.

Berdasarkan tujuan penelitian yang saya angkat, yaitu Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Metode Economic Value Added (EVA) pada Perusahaan Sektor Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Maka tempat dalam penelitian ini yaitu pada Bursa Efek Indonesia yang berlokasi di JL DR.

Ratulangi No 124 Mario Kecamatan Mariso Kota Makassar. Penelitian ini akan dilaksanakan selama kurang lebih dua (2) bulan.

Menurut Riduwan (2015) menjelaskan bahwa Populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian. Menurut Riduwan (2015) menjelaskan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti.

Variabel dalam penelitian ini adalah Economic Value Added (EVA) sebagai pengukuran kinerja keuangan perusahaan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Menghitung Net Operating Profit After Tax

(NOPAT).

Tabel 1. NOPAT PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

(4)

Tahun Laba

(Rugi) Pajak NOPAT 2017 2.287.274 427.456 1.859.818

2018 1.400.228 254.291 1.145.937 2019 2.274.427 439.122 1.781.305

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 2. NOPAT PT Semen Baturaja (persero) Tbk

Tahu n

Laba

(Rugi) Pajak NOPAT

2017 208.947.15 4

62.298.72 2

146.675.4 32 2018 145.356.70

9

69.281.98 8

76.074.72 1

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 3. NOPAT PT Holcium Indonesia Tbk

Tahun Laba (Rugi) Pajak NOPAT 2017 690.455 67.590 622.865 2018 684.197 143.788 540.409 2019 407.610 91.442 316.168

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 4. NOPAT PT Semen Indonesia (persero) Tbk

Tahu

n Laba (Rugi) Pajak NOPAT 2017 2.748.546.3

63

700.520.4 49

2.048.025.

914 2018 4.104.959 1.019.255 3.085.704 2019 3.195.775 824.542 2.371.233

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 5. NOPAT PT Waskita Beton Precast Tbk

Tah

un Laba (Rugi) Pajak NOPAT 201

7

1.156.234.0 12.013

155.903.86 1.503

1.000.330.

150.510 201

8

1.355.548.3 11.604

252.075.52 3.422

1.103.472.

788.182 201

9

949.090.135

.544

142.941.38 2.618

806.148.75 2.926 Sumber: data diolah (2020).

Tabel 6. NOPAT PT Wijaya Karya Beton Tbk

Tah

un Laba (Rugi) Pajak NOPAT 201

7

419.501.62 0.159

79.042.760.

767

340.458.8 59.392

201 8

619.251.30 3.685

132.611.12 9.232

486.640.1 74.453 201

9

626.270.54 4.710

115.558.81 1.307

510.711.7 33.403 Sumber: data diolah (2020).

Menghitung Invested Capital

Tabel 7. Invested Capital PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Total Hutang dan Ekuitas

Utang Jangk a Pendek

(tanpa bunga)

Invested Capital Tahu

n (1) (2) (1-2)

2017 28.863.67

6 3.479.024 25.384.6 52 2018 27.788.56

2 3.925.649 23.862.9 13 2019 27.707.74

9 3.873.487 23.834.2 62 Sumber: data diolah (2020).

Tabel 8. Invested Capital PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Total Hutang dan

Ekuitas

Utang Jang ka Pendek

(tanpa bunga)

Invested Capital Tahu

n (1) (2) (1-2)

2017 5.060.337.2 48

668.827.96 7

5.059.668.

421 2018 5.538.079.5

03

636.408.21 5

4.901.671.

288 Sumber: data diolah (2020).

Tabel 9. Invested Capital PT Holcium Indonesia (Persero) Tbk Total Hutang dan

Ekuitas

Utang Jangk a Pendek

(tanpa bunga)

Invested Capital Tahu

n (1) (2) (1-2)

2017 19.626.403

. 5.384.803 14.241.6 00 2018 18.667.187 9.739.775 8.927.41

2 2019 19.567.498 2.963.506 16.603.9

92 Sumber: data diolah (2020).

(5)

Tabel 10. Invested Capital PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Total Hutang dan

Ekuitas

Utang Jang ka Pendek

(tanpa bunga)

Invested Capital Tah

un (1) (2) (1-2)

2017 48.963.502.

966

8.803.577.

054

40.159.925 .912 2018 50.783.836 8.179.819 42.604.017 2019 79.807.067 12.240.252 67.566.815

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 11. Invested Capital PT Waskita Beton Precast Tbk

Total Hutang dan Ekuitas

Utang Jangka Pendek (tanpa

bunga)

Invested Capital Ta

hun (1) (2) (1-2)

201 7

14.919.54 8.673.755

7.593.431.366 .806

7.326.117.

306.949 201

8

15.222.38 8.589.814

7.327.262.600 .178

7.895.125.

989.636 201

9

16.149.12 1.684.330

5.979.916.258 .397

10.169.205 .425.933 Sumber: data diolah (2020).

Tabel 12. Invested Capital PT Wijaya Karya Beton Tbk

Total Hutang dan Ekuitas

Utang Jang ka Pendek

(tanpa bunga)

Invested Capital Tahu

n (1) (2) (1-2)

2017 7.067.976.

095.043

4.216.314.3 68.711

2.851.661.

726.332 2018 8.881.778.

299.672

5.248.086.4 59.534

3.633.691.

840.138 2019 10.337.895

.087.207

6.195.054.9 60.778

4.142.840.

126.429 Sumber: data diolah (2020).

Menghitung Weight Average Cost Of Capital (WACC).

Tabel 13. WACC PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Tah

un D Rd 1-

Tax E Re WA

CC 201

7

14,9 2%

2,8 0%

22, 9%

85,0 7%

7,5 7%

61,2 1%

201 8

16,4 3%

0,8 5%

22, 1%

83,5 6%

4,9 3%

52,3 5%

201 9

16,7 0%

3,1 8%

24, 6%

83,2 9%

7,7 1%

21,5 5%

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 14. WACC PT Semen Baturaja (persero) Tbk

Tah

un D R

d 1-

Tax E Re WA

CC 201

7

32,5 5%

0

% 42,4

7%

67,4 4%

4,29

% 0%

201 8

37,2 7%

0

% 91,0

7%

62,7 2

2,19

% 0%

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 15. WACC PT Holcium Indonesia Tbk

Tah

un D Rd 1-

Tax E Re WAC

C 201

7

63,3 3%

0,01

% 10,8

%

33,6 6%

8,65

%

31,14

% 201

8

65,6

2% 0% 26,6

%

34,3 7%

8,17

% 0%

201 9

64,3

1% 0% 28,9

%

35,6 8%

4,52

% 0%

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 16. WACC PT Semen Indonesia Tbk Tah

un D R

d 1-

Tax E Re WA

CC 201

7

37,8 3%

0

% 34,2

0%

62,1 6%

6,7

2% 0%

201 8

35,7 8%

0

% 33,0

3%

64,2

% 9,4

6% 0%

201 9

57,5 3%

0

% 24,4

5%

24,4 6%

6,9

% 0%

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 17. WACC PT Waskita Beton Precast

Tbk

Tah

un D Rd 1-

Tax E Re WA

CC 201

7 50,9

5%

0,1 1%

15,5 8%

49,0 4%

13,6 7%

26,0 5%

201 8

48,2 1%

0,5 2%

22,8 4%

51,7 8%

13,9

%

34,0 5%

201 9

49,6 2%

0,4 9%

17,7 3%

50,3 7%

9,91

%

28,4 2%

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 18. WACC PT Wijaya Karya Beton Tbk

Tah D Rd 1- E Re WA

(6)

un Tax CC 201

7

61,1 2%

0,5 4%

23,2 1%

38,8 7%

12,3 8%

11,4 4%

201 8

64,6 8%

0,7 8%

27,2 5%

35,3 1%

15,5 1%

40,4 1%

201 9

66,4 4%

0,7 9%

22,6 2%

33,9 3%

14,5 5%

33,8

% Sumber: data diolah (2020).

Menghitung Capital Charges.

Tabel 19. Capital Charges PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Tahu n

WAC C

Invested Capital

Capital Charges 2017 61,21

%

25.384.65 2

15.537.945.48 9 2018 52,35

%

23.862.91 3

12.492.234.95 6 2019 21,55

%

23.834.26 2

5.136.283.461 Sumber: data diolah (2020).

Tabel 20. Capital Charges PT Semen Baturaja (persero) Tbk Tahun WACC Invested

Capital

Capital Charges 2017 0% 5.059.668.421 0 2018 0% 4.901.671.288 0

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 21. Capital Charges PT Holcium Indonesia Tbk

Tahun WACC Invested Capital

Capital Charges 2017 31,14% 14.241.600 4.434.834

2018 0% 8.927.812 0

2019 0% 16.603.992 0

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 22. Capital Charges PT Semen Indonesia (persero) Tbk Tahun WACC Invested

Capital

Capital Charges 2017 0% 40.159.925.912 0

2018 0% 42.604.017 0

2019 0% 67.566.815 0

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 23. Capital Charges PT Waskita Beton Precast Tbk

Tah un

WAC C

Invested Capital

Capital Charges 201 26,05 7.326.117.306. 1.908.453.55

7 % 949 8.460

201 8

34,05

%

7.895.125.989.

636

2.688.290.39 9.471 201

9

28,42

%

14.114.866.84 4.752

4.011.445.15 7.278 Sumber: data diolah (2020).

Tabel 24. Capital Charges PT Wijaya Karya Beton Tbk

Tah un

WAC C

Invested Capital

Capital Charges 2017 11,44

%

2.851.661.726 .332

326.230.105.

610 2018 40,41

%

3.633.691.840 .138

1.468.374.87 2.599 2019 33,8

%

4.142.840.126 .429

1.400.279.96 2.733 Sumber: data diolah (2020).

Menghitung Economic Value Added (EVA).

Tabel 25. EVA PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Tahu

n NOPAT Chapital

Charges EVA 2017 1.859.8

18

15.537.945.4 89

- 15.536.085.

671 2018 1.145.9

37

12.492.234.9 56

- 12.491.089.

019 2019 1.781.3

05

5.136.283.46 1

- 5.134.502.1

56 Sumber: data diolah (2020).

Tabel 26. EVA PT Semen Baturaja (persero) Tbk

Tahu

n NOPAT

Chapita l Charge

s

EVA

2017 146.675.43

2 0 146.675.43

2 2018 76.074.721 0 76.074.721

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 27. EVA PT Holcium Indonesia Tbk

Tahun NOPAT Chapital

Charges EVA 2017 622.865 4.343.834 -3.720.969

2018 540.409 0 540.409

2019 316.168 0 316.168

(7)

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 28. EVA PT Semen Indonesia (persero) Tbk

Tahu

n NOPAT

Chapita l Charge

s

EVA

2017 2.048.025.91

4 0 2.048.025.9

14 2018 3.085.704 0 3.085.704 2019 2.371.233 0 2.371.233

Sumber: data diolah (2020).

Tabel 29. EVA PT Waskita Beton Precast Tbk

Tah

un NOPAT Chapital

Charges EVA 201

7

1.000.330.1 50.510

1.908.453.5 58.460

- 908.123.40

7.950 201

8

1.103.472.7 88.182

2.688.290.3 99.471

- 1.584.817.

611.289 201

9

806.148.75 2.926

4.011.445.1 57.278

- 3.205.296.

404.316 Sumber: data diolah (2020).

Tabel 3. EVA PT Wijaya Karya Beton Tbk Tah

un NOPAT Chapital

Charges EVA 201

7

340.458.8 59.392

326.230.10 5.610

14.228.75 3.782 201

8

486.640.1 74.453

1.468.374.8 72.599

- 981.734.6

98.146 201

9

510.711.7 33.403

1.400.279.9 62.733

- 889.568.2

29.330 Sumber: data diolah (2020).

Berdasarkan perhitungan EVA PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk pada tabel 25 menunjukkan tahun 2017 sampai 2019 EVA bernilai negatif atau kurang dari nol yaitu, tahun 2017 sebesar Rp - 15.536.085.671, tahun 2018 Rp - 12.491.089.019 dan 2019 sebesar Rp- 5.134.502.156. Jadi EVA pada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengalami penurunan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa EVA pada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk periode 2017 sampai 2019 memiliki EVA yang selalu

<0 (negatif) dan tingkat pengembalian yang dihasilkan belum melebihi biaya modal.

Hal tersebut menunjukkan bahwa manajemen perusahaan belum mampu menciptakan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan dan para pemegang saham.

Berdasarkan perhitungan EVA PT Semen Baturaja (persero) Tbk pada tabel 26 menunjukkan telah terjadi kenaikan EVA pada tahun 2017 sebesar Rp 146.675.432, tahun 2018 kembali menurun menjadi Rp 76.074.721. Berarti EVA yang dihasilkan positif (>0). Hal tersebut menunjukkan bahwa manajemen prusahaan mampu menciptakan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan dan para pemegang saham

.

Berdasarkan perhitungan EVA PT Holcium Indonesia Tbk pada tabel 27 menunjukkan telah terjadi kenaikan EVA pada tahun 2018 sebesar Rp 540.409, tahun 2019 sebesar Rp 316.168 dan pada tahun 2017 menurun sebesar Rp -3.720.969. Sehingga dapat dikatakan bahwa EVA pada PT Holcium Indonesia Tbk memiliki nilai EVA yang selalu >0 (positif), walaupun setiap periodenya mengalami penurunan dan menunjukkan bahwa tingkat pengembalian yang dihasilkan melebihi nilai biaya modal. Hal tersebut menunjukkan bahwa manajemen perusahaan telah mampu menciptakan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan dan pemegang saham.

Berdasarkan perhitungan EVA PT Semen Indonesia (persero) Tbk pada tabel 28 menunjukkan nilai EVA yang tertinggi pada tahun 2017 sebesar Rp 2.048.025.914, tahun 2018 sebesar Rp 3.085.704 dan 2019 menurun lagi menjadi Rp 2.371.233. Jadi nilai EVA pada PT Semen Indonesia (persero) Tbk mengalami perubahan yang fluktuatif.

Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai EVA pada PT Semen Indonesia (persero) Tbk telah memiliki nilai EVA yang selalu >0 (positif), dan menunjukkan bahwa tingkat pengembalian yang dihasilkan melebihi nilai biaya modal.

Hal ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan telah mampu menciptakan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan dan pemegang saham.

Berdasarkan perhitungan EVA PT Waskita Beton Precast Tbk pada tabel 29 menunjukkan dari tahun 2017 sampai 2019 EVA bernilai negatif, yaitu tahun 2017 sebesar Rp -908.123.407.950, tahun 2018 Rp - 1.584.817.611.289 dan 2019 sebesar Rp -

(8)

3.205.296.404.316. Jadi EVA pada PT Waskita Beton Precast Tbk mengalami penurunan. Sehingga dapat dikatakan bahwa EVA pada PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2017 sampai 2019 memiliki EVA yang selalu <0 (negatif) dan tingkat pengembalian yang dihasilkan belum melebihi biaya modal. Hal tersebut menunjukkan bahwa manajemen perusahaan belum mampu menciptakan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan dan para pemegang saham.

Berdasarkan perhitungan EVA PT Wijaya Karya Beton Tbk pada tabel 30 menunjukkan bahwa nilai EVA tahun 2017 bernilai positif atau lebih dari nol yaitu sebesar Rp 14.228.753.782. Namun pada tahun 2018 dan 2019 nilai EVA yang dihasilkan bernilai negatif atau kurang dari nol yaitu sebesar Rp - 981.734.698.146 dan Rp -889.568.229.330.

PENUTUP

Berdasarkan pembahasan diatas dan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan dengan menggunakan Economic Value Added (EVA) diketahui bahwa kinerja INTP, SMBR, SMCB, SMGR, WSBP, dan WTON, keenam perusahaan tersebut selalu bergerak secara fluktuatif menurun setiap tahunnya dalam menghasilkan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan.

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka peneliti memberi beberapa saran sebagai berikut: 1) Bagi Akademis, Hasil penelitian diharapkan mampu menjadi metode dalam pengaplikasian metode- metode penilaian kinerja keuangan yang ada sehingga dapat menjadi referensi bagi pihak akademis dalam proses akademik baik pada proses pencarian data, perhitungan data, maupaun dalam pembahasan metode yang digunakan. 2) Bagi Manajemen Perusahaan, Manajemen perusahaan perlu menerapkan strategi-strategi khusus untuk memaksimalkan kinerja dan memperoleh keuntungan untuk kelancaran perusahaan. 3) Bagi Investor, Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk lebih cermat dalam melakukan investasi di perusahaan sub sektor semen. Selain itu investor perlu memperhatikan kondisi eksternal selain kondisi internal keuangan perusahaan dalam memperkirakan prospek bisnis perusahaan pada masa yang akan datang. 4) Bagi Peneliti

Selanjutnya, Penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi untuk mengembangkan penelitian sejenis dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, I. (2017). Analisis Kinerja Keuangan.

Bandung. Alfabeta

Fauzi, A & Nugroho, R.H. (2020). Manajemen Kinerja. Jawa Timur. Airlangga University Press

Handini, S. (2020). Manajemen Keuangan.

Surabaya. Scopindo Media Pustaka Hery. (2015). Analisis Kinerja Manajemen.

Jakarta. Gramedia Widiasarana Idonesia Masruroh, L. (2018). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Pertambangan Menggunakan Metode Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA). Skripsi Dipublikasikan.

Universitas Negeri Yogyakarta

Niyati, W. & Lubis, I. (2019). Analisis Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Metode Economic Value Added (EVA) Pada PT. Adaro Energi Tbk Periode 2011-2017. Universitas Pamulang.

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan. 10(1): 26-42

Prastowo, D. (2015). Analisis Laporan

Keuangan. Yogyakarta. Upp Stim YKPN

Prihadi, T. (2019). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta. PT Gramedia Riduwan. (2015). Dasar-dasar Statistika.

Bandung. Alfabeta cv

Rudianto. (2016). Akuntansi Manajemen.

Jakarta. Grasindo

Septiana, A. (2019). Analisis Laporan Keuangan. Jawa Timur. Duta Media Publishing.

Syah,S. R. (2016). Perbandingan Return On Aset (ROA) Dengan Economic Value Added (EVA) Dalam Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Bank Sulselbar. Skripsi Tidak Dipublikasikan.

Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE) Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP)

Wardiyah, M.L. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Bandung. CV Pustaka Setia.

Witjaksana, B. (2019). Model Activity Based Management Change Order Berbasis Economic Value Added. Surabaya. Qara Media.

(9)

Yunus, M. (2019). Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Metode Economic Value Added (EVA). STIEM Bongaya Mkassar. Jurnal Tangible 4 (2): 295-311

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Diversitas Gender Direksi, Pendidikan Direksi, dan Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016