Bagaimana pengaruh ROA (Return on Assets) terhadap return saham yang tercatat pada indeks LQ-45 periode 2010-2013. Bagaimana pengaruh TATO (Total Asset Turnover) terhadap return saham yang tercatat pada indeks LQ-45 periode 2010-2013. Bagaimana pengaruh DER (Debt to Equity Ratio) terhadap return ekuitas yang tercatat pada indeks LQ-45 periode 2010-2013.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Perumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada manajemen perusahaan dalam menetapkan kebijakan khususnya mengenai keuangan dan kewajiban lainnya berdasarkan analisis kinerja keuangan. Penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan menambah pengetahuan penulis dalam analisis kinerja keuangan khususnya yang berkaitan dengan return saham.
LANDASAN TEORI
Pasar Modal
Saham
- Return Saham
- Pengertian Return Saham
- Komponen Return Saham
- Rumus Return Saham
Kinerja Keuangan
- Pengertian Kinerja Keuangan
- Tujuan Penilaian Kinerja
Analisis Saham
- Analisis Fundamental
- Rasio Keuangan
- Return On Asset
- Total Asset Turnover
- Debt to Equity Ratio
- Earning Per Share
Tingkat Suku Bunga
Penelitian Terdahulu
Kerangka Pemikiran
Hubungan Antar Variabel Terhadap Return Saham
- Pengaruh ROA terhadap return saham
- Pengaruh TATO terhadap return saham
- Pengaruh DER terhadap return saham
- Pengaruh EPS terhadap return saham
- Pengaruh Tingkat Suku Bunga terhadap return saham
METODOLOGI PENELITIAN
Objek Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kinerja terhadap return saham yang terdaftar pada indeks LQ-45 periode 2010-2013. Tujuan penelitian ini terdiri dari variabel independen, kinerja keuangan ROA (Return on Assets), TATO (Total Asset Turnover), DER (Debt to Equity Ratio), EPS (Earnings per Share) dan Suku Bunga.
Populasi dan Sampel Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
- Variabel Terkait
- Variabel Bebas
Menurut Ross (2010), return on assets merupakan perbandingan antara laba bersih suatu perusahaan dengan total aset perusahaan. Total aset turnover merupakan salah satu rasio aktivitas yang digunakan untuk mengetahui efisiensi suatu perusahaan dalam mengelola bisnisnya. Rasio utang terhadap ekuitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat leverage (penggunaan utang) terhadap total ekuitas pemegang saham.
Rasio ini menunjukkan komposisi atau struktur modal dari total pinjaman (hutang) terhadap total modal yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi DER maka semakin besar pula komposisi total hutang (jangka pendek dan jangka panjang) dibandingkan dengan total modal itu sendiri sehingga berdampak semakin besar pula beban perusahaan terhadap pihak eksternal (kreditur). Penghasilan per per saham merupakan perbandingan antara pendapatan yang dihasilkan (laba bersih) dengan jumlah saham yang beredar.
Metode Analisis Data
- Teknik Pengolahan Data
- Penentuan Model Regresi Data Panel
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heterokedastisitas
- Uji Autokorelasi
Regresi yang dilakukan dengan menggunakan jenis data berupa data panel disebut model regresi data panel. Pada tahap ini diperlukan penelitian untuk menguji struktur model guna mengetahui apakah telah terjadi perubahan pada struktur model regresi atau tidak. Setelah menganalisis hasil uji Chow dan memperoleh hasil bahwa hipotesis nol ditolak, maka perlu dilakukan uji Hausman untuk mengetahui perubahan struktural jenis pendekatan model regresi penelitian yaitu antara fixed effect atau pendekatan jenis efek acak.
Ghozali (2009) menjelaskan bahwa tujuan uji normalitas adalah untuk memeriksa apakah variabel perancu atau residu dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak. Uji multikolinearitas digunakan untuk memeriksa apakah ditemukan adanya korelasi antar variabel independen dalam suatu model regresi. Tujuan pengujian ini adalah untuk menguji apakah model regresi mempunyai variansi yang tidak sama antara sisa pengamatan yang satu dengan pengamatan yang lain.
Model regresi yang lebih baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak ada heteroskedastisitas karena data cross-sectionalnya mengandung ukuran yang berbeda-beda (kecil, sedang, dan besar). Tujuan pengujian adalah untuk menguji apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara confounding error pada periode t dengan confounding error pada periode t-1 (sebelumnya) Ghozali (2009).
Analisis Regresi Berganda
RETURN_SHAMi,t : Return persediaan pada perusahaan i dan tahun t ROAi,t : Return on assets pada perusahaan i dan tahun t TATi,t : Total Asset Turnover pada perusahaan i dan tahun t DERI,t : Debt to Equity Ratio pada perusahaan i dan tahun t EPSi,t : Laba per saham pada perusahaan i dan tahun t SBi,t : Suku bunga pada perusahaan i dan tahun t.
Pengujian Hipotesis
- Uji F (Simultan)
- Uji T (Parsial)
- Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
Ho1 : Return on Asset tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45. Ho5: Suku bunga (SB) tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45. Ha5 : Suku Bunga (SB) berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45.
Variabel TATO (Total Asset Turnover) berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ-45 periode 2010-2013. Variabel EPS (Earning per share) berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45 periode 2010-2013. Variabel Return on Assets (ROA) tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ-45 periode 2010-2013.
Variabel Earnings per Share (EPS) berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45 periode 2010-2013. Variabel tingkat suku bunga berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45 periode 2010-2013.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Pasar modal merupakan sarana intermediasi antara pihak yang mempunyai kelebihan dana (unit surplus) dan pihak yang mengalami kesulitan pendanaan (unit defisit). Di Indonesia, pasar modal dikenal dengan nama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlokasi di kawasan SCBD Jl. Saham LQ-45 terdiri dari 45 saham paling likuid, nilai dan frekuensi transaksi saham tertinggi, serta memiliki kapitalisasi pasar besar.
Pemantauan perkembangan stok berarti penilaian stok dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada awal Februari dan awal Agustus. Artinya, jika ada saham yang tidak memenuhi kriteria lagi, maka akan digantikan oleh saham yang memang memenuhi kriteria. Untuk menjamin keadilan dalam pemilihan saham, BEI memiliki komite penasihat yang terdiri dari para ahli di industri pasar modal, yaitu praktisi, akademisi, dan profesional pasar modal independen (www.idx.co.id). Berdasarkan perusahaan yang ada dan kriteria pemilihan sampel yang ditetapkan penulis, diperoleh 20 perusahaan sebagai sampel penelitian ini.
Informasi pada Tabel 4.1 diatas merupakan perusahaan Indeks LQ-45 yang menjadi subjek penelitian ini. Dengan jumlah objek penelitian sebanyak 20 orang dan periode observasi penelitian tahun 2010 sampai dengan tahun 2013, maka jumlah observasi dalam penelitian sebanyak 80 observasi.
Analisis Hasil Penelitian
- Statistik Deskriptif
- Penentuan Model Regresi Data Panel
- Uji Normalitas
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heterokedastisitas
- Uji Autokorelasi
- Analisis Regresi Berganda
- Teknik Pengujian Hipotesis
- Uji Parsial (Uji t)
- Koefisien Determinasi (R 2 )
Koefisien regresi return on assets (ROA) sebesar -0.337802 yang berarti variabel ROA berpengaruh negatif terhadap return saham perusahaan indeks LQ-45 tahun 2010-2013. Koefisien regresi untuk laba per share (EPS) sebesar 4.995056 yang berarti variabel EPS berpengaruh positif terhadap return saham perusahaan indeks LQ-45 tahun 2010-2013. Koefisien regresi minat sebesar 7.964797 yang berarti variabel minat berpengaruh positif terhadap return saham perusahaan indeks LQ-45 tahun 2010-2013.
Ho2 : Total Asset Turnover tidak berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45. Ho3: Debt to equity tidak berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45. Ha3: Rasio debt to equity berpengaruh terhadap return on equity pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45.
Ho4: Earnings per share tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45. Dari hasil uji t di atas (secara parsial) dapat disimpulkan bahwa dari lima variabel independen (ROA, TATO, DER, EPS dan suku bunga) yang diyakini mempengaruhi return saham, hanya tiga variabel (TATO, EPS). , SB), merupakan statistik yang mempengaruhi return saham perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45 periode 2010-2013.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh ROA terhadap return saham
- Pengaruh TATO terhadap return saham
- Pengaruh DER terhadap return saham
- Pengaruh EPS terhadap return saham
- Pengaruh Tingkat Suku Bunga terhadap return saham
Hal ini menunjukkan bahwa variabel ROA (Return on Assets), TATO (Total Asset Turnover), DER (Debt to Equity Ratio), EPS (Earnings Per Share) dan Suku Bunga menjelaskan sebesar 27,7064% variansi return saham. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Raden Mas Gian Ismoyo Kusumo (2011) yang menemukan bahwa variabel TATO berpengaruh terhadap return saham. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial variabel debt-equity rasio (DER) mempunyai nilai probabilitas sebesar 0,9981 diatas taraf signifikansi 5% yang berarti ketika Ho diterima maka variabel debt-equity rasio (DER) tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 periode 2010-2013.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Raden Mas Gian Ismoyo Kusumo (2011) dan Kurnia (2012) yang menemukan bahwa variabel DER tidak berpengaruh terhadap return saham. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial variabel Earning per Share (EPS) mempunyai nilai probabilitas sebesar 0,0412 dibawah tingkat signifikansi 5% yang berarti menolak Ho maka variabel EPS berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang tercatat di bursa efek. Indeks LQ-45 periode 2010-2013. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wajid Khan, Arab Naz, Madiha Khan, Waseem Khan, Qaiser Khan, Shabeer Ahmad (2013) yang menemukan bahwa variabel EPS berpengaruh terhadap return saham.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial variabel suku bunga mempunyai nilai probabilitas sebesar 0,0054 dibawah tingkat signifikansi 5% yang berarti menolak variabel Ho maka suku bunga berpengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar di LQ-45. indeks periode 2010-2013. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dheny Wahyu Fuadi (2009) yang menemukan bahwa variabel tingkat suku bunga berpengaruh terhadap return saham.
Implikasi Manajerial
Variabel Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh terhadap profitabilitas saham perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ-45 periode 2010-2013. Artinya kinerja perusahaan semakin membaik dan mempengaruhi harga saham, sehingga dapat menarik perhatian investor untuk berinvestasi dan akan mempengaruhi return saham perusahaan tersebut. Variabel Debt Equity Ratio (DER) tidak mempunyai pengaruh terhadap return saham perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45 periode 2010-2013.
Bagi investor dan calon investor, variabel Total Asset Turnover, Earnings per Saham dan Suku Bunga digunakan sebagai informasi dan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi saham yang tepat karena ketiga variabel tersebut berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45 periode 2010-2013. Kinerja keuangan terhadap return saham industri otomotif dan produk terkait di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham (studi kasus pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia).
Analisis pengaruh price-earnings ratio (PER) dan return on equity (ROE) terhadap return saham perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 pada periode pasar saham Indonesia. Pengaruh perbedaan rasio keuangan dan nilai tambah ekonomi terhadap return saham perusahaan manufaktur di BEJ.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Bagi emiten, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk menjaga dan menjaga kinerja keuangan perusahaan guna meningkatkan nilai perusahaan sehingga saham perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ-45 dapat menarik minat investor untuk berinvestasi, yang pada akhirnya meningkatkan imbal hasil ekuitas. . Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menambahkan rasio keuangan lainnya karena sangat mungkin rasio keuangan lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini mempunyai pengaruh terhadap return saham. Selain itu, Anda dapat menambahkan variabel makroekonomi lainnya seperti inflasi, nilai tukar dan lain sebagainya, serta menambah periode penelitian yang lebih lama dengan memperbanyak sampel penelitian untuk melakukan analisis harga saham perusahaan dengan lebih baik dan akurat.
Menganalisis Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Return Saham Di Bursa Efek Indonesia, Skripsi FE, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Analisis pengaruh suku bunga, volume perdagangan dan nilai tukar terhadap return saham sektor real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh Kinerja Perusahaan Dan Kondisi Keuangan Terhadap Return Saham Dengan Metode Interval: Studi Kasus Pada Saham LQ 45, Disertasi Magister Manajemen Undip, Semarang.
Analisis pengaruh DER, CR, ROE dan TAT terhadap return saham (studi pada saham-saham indeks LQ45 periode 2009-2012 dan investor yang terdaftar pada perusahaan sekuritas di wilayah Semarang.