• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kombinasi warna terhadap kunjungan lalat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh kombinasi warna terhadap kunjungan lalat"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KOMBINASI WARNA TERHADAP KUNJUNGAN LALAT RUMAH (Muaca domestica L.) DI TPAS DESA TUNGKAL SALATAN

KECAMATAN PARIAMAN UTARA KOTA PARIAMAN Silvia Susanti, ,

Program Studi Pendidikan Biologi Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat

Email : Silvia [email protected]

ABSTRACT

Musca domestica L. is cosmopolitan insect. Actifity of fly is given effect by rise, temperature, dampness, water, foods. Then, the life of house fly are developed of organic unsure such as rubbish, feces of human and animals, residue of food, and bad others unsure. Fly has sensitivity toward the difference long of light wave (color). Nomore of color can be known and happily by fly because fly is sensitifity toward color. The purpose of research is done in April 2014 at TPAS Village of tungkal Selatan Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. The research is done with Complete Random Design like 7 treatment 4 replay as action A, B, C,D, E, F, and G with combination color: A tretmennt: black and white of B treatment: yellow ang white of C treatment: red and white of D treatment: yellow and red of E treatment: yellow and blue of F treatment: white and blue of G treatment: black and yellow. The result of research show combination color that are too much to is visited house fly which are yellow and red of 800 individual with avarage 200, combination color that too little is visited by house fly that is black and white of 349 individual with avarage 87,25. After doing the analysis of can be concluded thet combination color does not affect visitting Muaca domestica L.

Key word : Musca domestica L, color, and Enticement.

Pendahuluan

Serangga adalah salah satu kelas dari sekumpulan besar hewan dalam filum Arthropoda yang mempunyai lapisan penutup luar yang kukuh dan beralur membentuk segmen badan. Lebih dari 72%

hewan termasuk golongan serangga.

Serangga merupakan salah satu hewan yang tidak mempunyai tulang belakang yang memiliki sayap (Susetya, 1994).

Musca domestica L. adalah serangga yang (kosmopolitan) bisa di temui dimana - mana dalam setiap aktivitas manusia, khususnya di dalam rumah. Karena itulah lalat ini secara umum dikenal sebagai lalat rumah. Sesuai dengan namanya lalat ini lebih aktif pada tempat yang terlindung cahaya. Lalat jenis ini banyak ditemukan di peternakan ayam, kandang kuda, sampah, feses hewan dan peternakan lainnya (Borror,1992).

Aktivitas lalat dipengaruhi oleh sinar, temperatur, kelembaban, air, makanan, dan tempat perindukan. Pada malam hari tidak aktif, kecuali bila ada sinar buatan. Lalat rumah berkembang biak pada zat organik seperti sampah, kotoran manusia dan hewan, sisa makanan, dan zat yang membusuk lainnya. Lalat juga menyukai makanan manusia seperti gula, susu, dan makanan atau bahan pangan lainnya, baik padat maupun cair. Lalat hanya makan dalam bentuk cair atau basah, sehingga makanan padat harus dibasahi dengan air ludah, ditelan, dikeluarkan lagi, berulang-ulang hingga basah. Mekanisme inilah yang diduga sebagai cara penyebaran agen penyakit pada makanan, disamping yang menempel pada kaki, bulu, dan tubuhnya.

Lalat hinggap beristirahat di lantai, tali jemuran, jeruji, ranting, dan tempat runcing lainnya di sekitar sumber makanan atau sampah, yang terlindung dari angin dan terik

(2)

matahari (Rozendaal, 1997 dalam Putri, 2013).

Dalam kehidupan sehari-hari lalat rumah menjadi penting karena dapat menjadi vektor berbagai penyakit yang diakibatkan oleh berbagai macam organisme patogen seperti virus, bakteri, protozoa dan cacing. Hal ini ditunjang oleh perilaku lalat rumah yang suka berpindah-pindah tempat antara makanan dan feses untuk makan dan bertelur (Erdyanti, 2002).

Ciri - ciri dari lalat rumah tubuh berwarna coklat dan kehitam-hitaman, pada thorax terdapat 4 garis hitam dan 1 garis hitam medial pada abdomen punggung, vein ke empat dari sayap berbentuk sudut, antena mempunyai 3 segmen, mata terpisah, metamorfosisnya sempurna serta tubuh lalat jantan lebih kecil dari tubuh lalat betina.

Lalat rumah hidup disekitar tempat kediaman manusia di seluruh dunia. Jenis lalat ini yang paling banyak diantara jenis- jenis lalat. Karena fungsinya sebagai vektor dari berbagai bibit penyakit disertai jumlahnya yang banyak dan hubungannya yang erat dengan lingkungan hidup manusia, maka jenis lalat ini merupakan jenis lalat yang terpenting ditinjau dari sudut kesehatan manusia (Sitanggang, 2001).

Secara teoritis lalat dapat mengenali warna. Indera penglihatan serangga (termasuk lalat) ada 3 macam, yaitu kulit, mata ocelli, dan mata facet (mata majemuk).

Bias sinar dari benda ditangkap oleh omatidia (bagian dari mata facet) dan diteruskan ke retina dan masuk otak serangga. Pancaran warna yang paling kuat (kuning) paling mudah dikenali oleh serangga (Santoso, 1997).

Seperti serangga pada umumnya lalat mempunyai dua alat penerima rangsang cahaya yaitu mata tunggal (oseli) dan mata majemuk (faces). Mata tunggal mempunyai lensa kornea tunggal sedangkan mata majemuk terdiri dari banyak omatidium yang dilapisi dengan lensa kornea segi enam. Mata tunggal berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya yang diterima, sedangkan mata majemuk berfungsi sebagai pembentuk bayangan yang berupa mozaik atau gambar yang berupa 2-3 dimensi (Annonimous, 2010).

Lalat mempunyai kepekaan (sensitivitas) terhadap perbedaan panjang gelombang cahaya (warna). Tetapi, tidak semua warna dapat dikenali dan disenangi oleh lalat karena lalat peka terhadap warna tertentu (Annonimous, 2010), lalat lebih tertarik pada warna kuning (Kusnaedi, 1999), dan warna putih (Bennet, 2003), serta kurang tertarik (takut) pada warna biru (Azwar, 1989).

Banyak yang berpendapat garis hitam putih pada zebra berguna untuk menyamarkan diri di lingkungannya.

Namun, sebuah kajian baru mengungkap bahwa pola tersebut ternyata berguna mengusir lalat, karena warna hitam putih seperti pada gambar catur biasa mengacaukan pandangan lalat rumah yang suka hinggap pada makanan atau yang ada pada lingkungan di sekitar rumah (Annonimous, 2010).

Berdasarkan hal di atas telah dilakukan penelitian Pengaruh Kombinasi Warna Terhadap Kunjungan Lalat Rumah (Musca domestika L.)di TPAS Desa Tungkal Selatan Kec. Pariaman Utara Kota pariaman. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : untuk mengetahui kombinasi warna yang menpengaruhi kunjungan lalat rumah.

Metode Penelitian

perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perlakuan A, B, C, D, E, F, dan G dengan kombinasi warna, A:

(hitam dan putih), B: (kuning dan putih), C:

(merah dan putih), D: (kuning dan merah), E: (kuning dan biru), F: (putih dan biru), G:

hitam dan kuning). Media perangkap yang dibuat dari papan triplek, papan yang di sediakan sebanyak 28 potong yang masing – masing berukuran 30 x 20 cm kemudian papan tersebut diberi cat minyak yang dikombinasikan seperti papan catur. Setelah diberi cat papan dibiarkan kering, sebelum penelitian dimulai terlebih dahulu permukaan papan dengan kombinasi warna tersebut dilapisi dengan lem, lem yang diguakan yaitu lem tikus. Setelah itu diletakkan umpan diatas permukaan tengah papan, umpan yang digunakan dalam penelitian ini adalah udang basah.

(3)

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan 4 kali ulangan dengan analisis data Sidik Ragam

Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian tentang pengaruh kombinasi warna terhadap kunjungan lalat rumah (Musca domestica L.) di TPAS Desa Tungkal Selatan Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 1: Hasil pengambilan sampel di TPAS di Kenagarian Tungkal Selatan Kec. Pariaman Utara Kab. Padang Pariaman

Perlakuan Ulangan Total Rata-rata SD 1 2 3 4

H - P K - P M - P K - M K - B P - B H – K

70 169 198 248 229 148 129

46 308 158 73 234 122 133

67 106 96 167 191 298 143

166 207 222 312 105 166 152

349 790 674 800 759 734 557

87,25 53,57 197,5 84,63 168,5 55,07 200 103,39 189,75 59,67 183,5 78,44 139,5 10,34

Pada tabel 1. Terlihat bahwa Jumlah lalat rumah yang berkunjung dan tertangkap paling sedikit pada media dengan kombinasi warna hitam dan putih (87,25 ekor dengan standar deviasi ± 53,57), dan media yang paling banyak tertangkap dengan kombinasi warna kuning dan merah (200 ekor dengan standar deviasi ± 103,39).

Jumlah lalat rumah yang berkunjung dan tertagkap pada kombinasi warna tidak berpengaruh terhadap kunjungan lalat rumah. Diduga warna yang disediakan sebagai perangkap adalah warna yang disukainya seperti warna kuning, karna warna tersebut memiliki pancaran yang paling kuat dan mudah dikenali oleh serangga. Santoso (1997) menyatakan bahwa warna kuning adalah warna yang bisa dan mudah dikeali oleh serangga, dan kunjungan lalat rumah juga di pengaruhi oleh panjang gelombang yang di pancarkan oleh warna objek tertentu, warna kuning merupakan warna yang spektrumnya dapat menarik padangan mata lalat. Menurut pendapat Metcklaf (dalam pipi 2013), serangga lebih tertarik pada spektrum warna kuning – hijau dengan panjang gelombang 500 – 600 nm.

Hal ini terjadi karena selain faktor warna kunjungan lalat rumah juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti ketersediaa makanan, suhu, kelembaban, cahaya dan faktor lainnya. Sesuai dengan

pendapat Rozendaal (dalam Sayono dkk, 2005) menyatakan bahwa kepadatan dan penyebaran lalat sangat dipengaruhi oleh reaksi terhadap cahaya, suhu dan kelembaban udara, serta warna dan tekstur permukaan tempat.

Umpan yang digunakan juga menjadi salah satu tidak berpengaruhnya kunjungan lalat terhadap kombinasi warna yang digunakan, diduga lalat sangat menyukai umpan karena baunya yang busuk dan menyengat. Sesuai dengan pendapat Sayono (2005) bahwa lalat tertarik pada bau – bauan tajam, menyengat dan bau – bauan yang busuk. Disertai dengan pendapat Pipi (2013) bahwa lalat menyukai zat – zat organik yang busuk, kotoran dan feses.

Kombiasi warna yang

mempengaruhi kunjungan lalat rumah yaitu hitam dan putih diduga lalat hanya menyukai warna yang cerah dan tidak menyukai warna yang gelap. Megacu pada Jumar (2000) bahwa warna gelap kurang berpegaruh terhadap padangan mata serangga. Dan sesuai dengan pendapat Hadi (2009) pada umumnya persepsi serangga terhadap warna berbeda dengan manusia dalam kisaran visualya bergeser kearah panjag gelombang yang lebih pendek, serangga umumya hanya tanggap terhadap empat daerah spektrum yaitu kuning hijau, hijau biru, biru lembayung, dan ultraviolet.

(4)

Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa perangkap yang menggunakan kombinasi warna kuning dan kombinasi warna putih rata-rata lalat yang tertagkap hampir sama banyak yaitu kuning dan merah 200 ekor ; kuning dan putih 197,5 ekor; kuning dan biru 189,75 ekor; putih dan biru 183 ,5 ekor

; merah dan putih 168,5 ekor ; hitam dan kuning 139,5 ekor. Diduga warna-warna tersebut tidak mempengaruhi kujungan lalat.

Lalat tidak menyuka warna – warna yang gelap dan lalat hanya menyukai warna- warna yang terang yang memiliki spektrum warna 500-600 nm. Hadi (2009) menyatakan bahwa serangga umumnya hanya tangap terhadap empat daerah spektrum yaitu kuning hijau, hijau biru, biru lembayung dan ultraviolet.

Hasil analisis sidik ragam pengaruh kombinasi warna terhadap kunjungan lalat rumah tidak berpengaruh nyata. Dimana F–

hitung (1,64) lebih kecil dari pada F- tabel 5% (2,75) dan F- tabel 1% (3,51). Dapat kita simpulkan kombinasi warna tidak mempengaruhi kunjungan lalat rumah.

Hasil penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik analisis ragam untuk melihat pengaruh kombinasi warna terhadap kunjungan lalat rumah di desa Tungakal Selatan Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lalat yang tertangkap pada kombiasi warna rata – rata sama banyak dikarenakan warna – warna retsebut adalah warna yang disukai lalat. Dan lalat yang paling banyak tertangkap pada kombinasi warna kuning dan merah 800 individu denga rata – rata 200. Dan lalat yang paling sedikit ditemukan pada kombinasi warna hitam dan putih 349 individu dengan rata – rata 87,25.

Saran

Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian tentang jenis-jenis lalat yang terdapat di TPAS karena pada saat penelitian selain lalat rumah (Musca domestica L.) ditemukan beberapa jenis lalat lain.

Daftar Pustaka Annonimous. 2010

(http://caramencegah.com/search/yan g+termasuk+ordo+diptera). Diakses pada tgl 23 tahun 20I3

Azwar, A. 1989. pengantar IlmuKesehatan Lingkungan. Cetakan Keempat.

Jakarta: Mutiara Sumber Widya.

Borror, J. Donal, Jhonson F. Dan Chartles A. Triplehorn. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga, edisi ke enam (Diterjemahkan oleh Soetiyono Pratosoedjono). Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.

Hadi, H. M. 2009. Biologi Insekta Entomologi. Edisi pertama : yogyakarta. Graha Ilmu.

Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta : Jakarta.

Kusnaedi. 1999. PengendalianHama Tanpo Pestisida. Jakarta : Penebar Swadaya.

Putri, Y. P. 2013. Skripsi: Keanekaragaman Lalat (Cyclorrapha Diptera) Pada Lokasi Penjualan Ikan Segar Di Kota Padang: Program Studi Pendidikan Biologi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Santoso, L. 1997. Pengantar Entomologi Kesehatan Jilid I. Semarang: FKM Undip. Dalam sayono, pengaruh posisi dan warna impregnated cord Terhadap jumlah lalat yang terperangkap

Sayono, M. S dan Martini. Jurnal Litbang Universitas Muhammadiyah Semarang.

Pengaruh aroma umpan dan warna kertas perangkap terhadap jumlah lalat yang tertangkap

Sitanggang, 2001. Makalah : lalat dan pengendaliannya.

(5)

Stuart.M. B.2003. Jurnal Musca domestica.

I5http://www.ThePiedpiper.com/

Maret 2004.

Susetya, N. P. 1994. Serangga Disekitar Kita. Kanisuis : Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu alat tulis menulis untuk mencatat jumlah lalat yang ditemukan, kamera sebagai media dokumentasi, dan perangkap