• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kompensasi kerja terhadap kinerja tenaga

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh kompensasi kerja terhadap kinerja tenaga"

Copied!
154
0
0

Teks penuh

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui remunerasi atas kerja pendidik dan tenaga kependidikan MAN 1 Ponorogo, (2) untuk mengetahui kinerja pendidik dan tenaga kependidikan MAN 1 Ponorogo, dan (3) untuk mengetahui apa pengaruh upah kerja terhadap kinerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di MAN 1 Ponorogo. Oleh karena itu, kontribusi upah tenaga kerja terhadap kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di MAN 1 Ponorogo berpengaruh signifikan melalui perhitungan Fhitung > Ftabel.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Apakah ada pengaruh yang signifikan antara kompensasi kerja terhadap kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di MAN 1 Ponorogo.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Bagi peneliti dapat mengidentifikasi dan memecahkan masalah terkait besarnya pengaruh yang terjadi antara kompensasi terhadap kinerja guru dan tenaga kependidikan. Bagi pembaca dapat digunakan sebagai wawasan pengetahuan tentang pengaruh gaji terhadap kinerja guru dan tenaga kependidikan serta dapat digunakan sebagai retrospektif untuk penelitian selanjutnya.

Sistematika Pembahasan

Dalam penelitian ini terdapat persamaan yaitu penelitian tentang biaya dan keduanya dilakukan di sebuah lembaga pendidikan. Namun pada penelitian ini terdapat perbedaan yaitu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif sedangkan pada penelitian yang dilakukan penulis menggunakan pendekatan regresi kuantitatif yang hanya berfokus pada remunerasi dan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.

Landasan Teori 1. Kompensasi

Kinerja

Definisi stipulatif, penentuan makna yang diberikan oleh UU Kepegawaian, terdapat dalam Pasal 1 angka 1 dan Pasal 3(1) UU No. Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. , diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas negara, atau diserahi tugas negara lainnya dan menerima gaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengertian Pegawai Negeri Sipil menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang.

Adapun penjelasan atau pengertian dari Pejabat Pemerintah Pusat dan Pejabat Pemerintah Daerah dapat dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 09 Tahun Ini. 28 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1 & ayat 2 tentang Kewenangan Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.

Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja

Kesulitan dalam mengidentifikasi jumlah imbalan yang bernilai bagi karyawan, karena mengidentifikasi imbalan bagi karyawan. Penghargaan intrinsik ini memiliki dimensi keragaman kerja, otonomi pekerjaan dan identitas produk, umpan balik pada tugas dan pentingnya tugas. Untuk mengantisipasi hambatan dalam penerapan sistem penghargaan yang efektif, manajemen dapat menggambarkan dan mengukur kinerja dengan jelas dengan menciptakan dimensi kinerja, melatih dan memotivasi manajer untuk melakukan penilaian kinerja, dan mengidentifikasi penghargaan yang dinilai oleh karyawan.

Dalam menciptakan keterkaitan antara kinerja dan penghargaan, manajemen harus merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem yang benar-benar dapat memberikan penghargaan dengan perilaku yang diinginkan. Apabila terdapat hambatan dalam penerapan sistem reward yang efektif yang dapat diatasi, maka apapun bentuk keputusan manajemen mengenai kompensasi atau.

Kerangka Berfikir

Pengajuan Hipotesis

Ha : Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di MAN 1 Ponorogo dipengaruhi secara signifikan oleh upah kerja. Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan upah kerja terhadap kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di MAN 1 Ponorogo. Berdasarkan jenis datanya, penelitian ini bersifat kuantitatif yang dapat diartikan sebagai proses pencarian pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat untuk mencari informasi tentang apa yang ingin kita ketahui.

Rancangan penelitian terdiri dari dua variabel, dimana variabel adalah karakteristik seseorang atau objek yang memiliki “variasi” antara satu orang dengan orang lain atau satu objek dengan objek lainnya. Setelah data terkumpul, data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif berupa angka-angka yang dapat diperoleh dari hasil pengukuran sehingga dapat diketahui apakah ada pengaruh kompensasi kerja terhadap kinerja mengajar dan pendidikan. staf di MAN 1 Ponorogo.

Populasi dan Sampel 1. Populasi

Sampel

Sampel adalah keseluruhan bagian yang menjadi objek penelitian yang sebenarnya untuk memilih individu yang akan dijadikan sampel disebut sampling.6. Sampel adalah bagian dari seluruh individu yang menjadi objek penelitian 7 Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik populasi itu. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa sampel mengambil sebagian dari populasi yang dianggap representatif dengan menggunakan metode penelitian.

Penelitian ini juga mengikuti pendapat bahwa jika kurang dari 100 maka akan diambil semuanya sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Jadi dalam penelitian ini pengambilan sampel jenuh yaitu teknik pengambilan sampel dimana seluruh populasi digunakan sebagai sampel.

Instrumen Pengumpulan Data

Mengingat jumlah tenaga pendidik dan kependidikan adalah 44 orang atau total populasi tenaga pendidik di MAN 1 Ponorogo.

Teknik Pengumpulan Data

Skala yang digunakan adalah skala Likert, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian fenomena sosial ini telah ditentukan secara khusus oleh peneliti yang selanjutnya disebut variabel penelitian. Metode ini digunakan untuk mencari data tentang hal-hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, risalah rapat, dan sebagainya.

Teknik Analisis Data

Cara untuk menentukan apakah instrumen tersebut valid atau tidak bagi responden adalah dengan mengkonsultasikan hasil perhitungan korelasi dengan tabel nilai koefisien korelasi product moment pada taraf kesalahan/signifikansi 5%. Nilai alpha dikaitkan dengan tabel r product moment, jika nilai alpha lebih besar maka konstruk kalimat yang merupakan dimensi variabel adalah reliabel. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel kompensasi dapat dikatakan sangat reliabel.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel kinerja dapat dikatakan sangat reliabel.

Tabel 3.4  Interpretasi Nilai r
Tabel 3.4 Interpretasi Nilai r

Uji Asumsi

Dengan demikian, uji normalitas ini mengasumsikan bahwa data setiap variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Dalam persamaan regresi juga perlu dilakukan pengujian apakah varian dari residual satu pengamatan sama atau tidak dengan yang lain. Jika residualnya memiliki varians yang sama disebut homoskedastisitas dan jika variansnya tidak sama/berbeda disebut heteroskedastisitas.

Regresi Linier Sederhana

Pengujian dilakukan untuk menguji signifikansi regresi sederhana yaitu untuk melihat pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Jika hasil uji hipotesis dengan menggunakan regresi sederhana menunjukkan bahwa Ho ditolak, berarti ada pengaruh antara variabel bebas dan. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu dengan melihat keluaran SPSS tabel Anova B.

Untuk mengetahui berapa persen variabel dependen dipengaruhi oleh variabel independen, yaitu dengan mengalikan R kuadrat dengan 100%.

HASIL PENELITIAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Aliyah Negeri 1 Ponorogo
  • Identitas dan Profil MAN 1 Ponorogo a. Nama
  • Letak Geografis
  • Visi, Misi dan Tujuan Lembaga a. Visi Madrasah
  • Struktur Organisasi MAN 1 Ponorogo

Dalam pelaksanaannya MAN 1 Ponorogo sama dengan SMA lainnya, hanya saja MAN 1 Ponorogo merupakan lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Kementerian Agama yaitu di realisasinya terdapat perbedaan kecil pada isi kurikulum yaitu jumlah jam pendidikan agama mendapat porsi yang lebih besar dibandingkan dengan sekolah menengah pada umumnya. Dengan demikian, MAN 1 Ponorogo merupakan lembaga pendidikan yang seimbang isi, karena selain pendidikan umum yang memadai, siswa juga mendapat pendidikan agama yang cukup. Untuk tahun ajaran 2018/2019, MAN 1 Ponorogo mempekerjakan 55 orang tenaga pendidik, dimana 37 orang berstatus PNS dan 18 orang guru GTT.

Siswa yang masuk MAN 1 Ponorogo berasal dari berbagai daerah, misalnya Ponorogo, Madiun dan Magetan. Siswa MAN 1 Ponorogo tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 605 siswa, terdiri dari kelas X sampai dengan kelas XII.

Deskripsi Data

  • Deskripsi Data Kompensasidi MAN 1 Ponorogo Deskripsi data tentang skor kompensasi di
  • Deskripsi Data Kinerja di MAN 1 Ponorogo

Dalam analisis ini untuk mendapatkan jawaban mengenai kompensasi di MAN 1 Ponorogo, peneliti menggunakan teknik perhitungan Mean dan Standard Deviation untuk menentukan kategori kompensasi apakah tinggi, sedang atau rendah. Untuk menentukan level tinggi, sedang, atau rendah dikelompokkan menggunakan SPSS versi 21.0 for Windows. Deskripsi data skor kinerja di MAN 1 Ponorogo diperoleh dari skor kuesioner yang dibagikan kepada responden.

Dalam analisis ini untuk mendapatkan jawaban terkait kinerja di MAN 1 Ponorogo, peneliti menggunakan teknik perhitungan mean dan standar deviasi untuk menentukan apakah kategori kinerja tinggi, sedang, atau rendah. Dengan demikian secara umum kinerja MAN 1 Ponorogo dapat dikatakan berada pada kategori sedang dengan jumlah responden sebanyak 27 orang.

Analisis Data 1. Uji Asumsi

  • Uji Hipotesis
  • Koefisien Determinasi (R 2 ) dan Interpretasi a) Koefisien Determinasi (R 2 )

Uji linieritas penelitian ini diuji dengan menggunakan SPSS versi 21.0 for Windows, dua variabel dikatakan memiliki hubungan linier jika nilai signifikansi penyimpangan terhadap linieritas >. Berdasarkan uji linieritas di atas diperoleh nilai signifikansi >α (0,598 > 0,05), yang berarti terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel kompensasi terhadap kinerja. Untuk mengetahui apakah gaji kinerja berpengaruh terhadap kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di MAN 1 Ponorogo, peneliti menggunakan teknik perhitungan linier sederhana dengan menggunakan SPSS versi 21.0 for windows.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak yang berarti Ha diterima yaitu terdapat pengaruh yang signifikan kompensasi terhadap kinerja di MAN 1 Ponorogo tahun pelajaran 2018/2019. Dari hasil tersebut diperoleh koefisien R2 sebesar 0,336 yang berarti pengaruh kompensasi terhadap kinerja di MAN 1 Ponorogo tahun pelajaran 2018/2019 sebesar 33,6%, dan 66,4% dipengaruhi oleh faktor lain.

Gambar 4.1  Uji Heteroskodastisitas
Gambar 4.1 Uji Heteroskodastisitas

Interpretasi dan Pembahasan 1. Kompensasi

  • Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan a. Interpretasi
  • Pengaruh Kompensasi Kerja terhadap Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan di MAN 1

Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa kompensasi pendidik dan tenaga kependidikan di MAN 1 Ponorogo berada pada kategori sedang dengan jumlah responden sebanyak 18 orang. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Ponorogo berada pada kategori sedang dengan jumlah 27 responden. Artinya remunerasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di MAN 1 Ponorogo.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompensasi berpengaruh terhadap kinerja guru dan tenaga pengajar di MAN 1 Ponorogo tahun pelajaran 2018/2019. Artinya tinggi rendahnya kinerja guru dan tenaga kependidikan di MAN 1 Ponorogo dipengaruhi oleh kompensasi.

PENUTUP

Saran

Hanif, “Sistem Kompensasi PNS Berbasis Kinerja” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (Journal of Islamic Economics and Business) Volume 1 Nomor 2016. Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Skripsi Farmasi Berkah, Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Manajemen, Universitas Widyatama. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1) – ayat (2) tentang Kewenangan Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.

Penghargaan Berbasis Kinerja: Implikasi Reformasi Manajemen Kompensasi Pegawai Negeri Sipil" Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS 2014. Dampak Implementasi Sistem Kompensasi Berbasis Kinerja Terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya” Kebijakan dan Manajemen Publik, Volume 2, Nomor 2014.

Gambar

Tabel 3.4  Interpretasi Nilai r
Gambar 4.1  Uji Heteroskodastisitas

Referensi

Garis besar