PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN PERHATAIN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MTSN 4 KOTA PADANG DENGAN
MOTIVASI BELAJAR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
, Yola Malinda ProgramStudi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
This study aims to analyze: 1) pedagogic competence of teachers to student learning motivation. 2) the influence of parents' attention on learning motivation. 3) the influence of teacher pedagogic competence on learning achievement. 4) the influence of parents' attention on learning achievement. 5) the influence of parents' attention on learning motivation. The type of research is associative research. The population of the study were all students of class VII which amounted to 258 people. Technique of sampling with Proposional Random Sampling with sample size 155 people. Data analysis technique used is Path Analisys. Result of research indicate that: (1) Pedagogic competence of teacher have a significant effect to student's learning motivation, where obtained by coefficient of line 0,468 and tcount 5,544>
ttable 1,97580. (2) Attention parents significantly influence the student's learning motivation, which obtained the value of coefficient path 0.203 and tcount 2.409> ttable 1,97580. (3) Teacher pedagogic competence has a significant effect on student achievement, where the value of coefficient of lane 0,626 and tcount 11,088> ttable 1,97580. (4) Attention parents significantly influence student achievement, which obtained the coefficient value of the path 0.222 and tcount 4.235> ttable 1,97580. (5) Learning motivation has a significant effect on student achievement of MTsN 4 Padang, where the coefficient value of 0,133 and tcount 2,685> ttable
1,97580 is obtained
Keywords: Teacher Pedagogic Competencies, Parents' Attention, Learning Achievement and Learning Motivation
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan langkah awal dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Keberhasilan dalam dunia pendidikan akan berdampak pada kemajuan bangsa. Suatu bangsa akan dapat mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan melalui pendidikan. Dengan kata lain, kemajuan dan perkembangan bangsa sangat tergantung kepada kualitas pendidikan yang ada. Kemajuan dalam
dunia pendidikan tidak akan terlepas dari peranan semua pihak, baik peserta didik, tenaga pendidik, pemerintah, lembaga pendidikan serta masyarakat.
Pendidikan dikatakan berkualitas apabila hasil yang yang diperoleh pihak- pihak terkait memuaskan. Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari prestasi belajar selama menempuh masa
pendidikan. Menurut Syah (2008:141),
“prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan dalam sebuah program”.
Prestasi belajar adalah penilaian atau pengukuran yang dilakukan setelah siswa mengikuti proses pembelajaran yang diukur melalui tes dan kemudian hasilnyadinyatakan dalam bentuk huruf ataupun angka.
Pendidikan dikatakan berhasil apabila proses pembelajaran dapat berjalan
dengan lancar, efektif dan efisien.Keberhasilan proses pembelajaran siswa dapat didlihat dari tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan di sekolah.Dan hasil belajar yang diperoleh oleh siswa sesuai dengan tujuan pendidikan. Akan tetapi hal itu belum terwujud karena masih terdapat prestasi belajar siswa yang kurang memuaskan, seperti yang dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
Tabel 1: Nilai Rapor Semester I Siswa MTsN 4 Padang
No Kelas Jumlah
Siswa KKM Nilai Rata-Rata
Siswa Tuntas
Siswa Tidak Tuntas
Tuntas (%)
Tidak Tuntas
(%)
1 VII 1 36 80 82,69 36 0 100 0
2 VII 2 37 80 80,84 27 10 72,97 27,03
3 VII 3 37 80 80,31 22 15 59,46 40,54
4 VII 4 37 80 81,84 20 17 54,05 45,94
5 VII 5 37 80 81,79 21 16 43,24 56,76
6 VII 6 37 80 79,35 24 13 64,86 35,14
7 VII 7 37 80 79,00 25 12 67,57 32,43
Sumber: Tata Usaha MTsN 4 Padang
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil belajar IPS siswa kelas VII masih ada yang memperoleh nilai di bawah KKM. Dimana KKM yang ditentukan sekolah adalah 80, sementara kelas yang memperoleh rata-rata di atas KKM adalah kelas VII 1 dengan nilai rata- rata 82,69, kelas VII 2 dengan nilai rata- rata 80,84, kelas VII 3 dengan nilai rata- rata 80,31, kelas VII 4 dengan nilai rata-
rata 81,84 dan kelas VII 5 dengan nialai rata-rata 81,79. Sedangkan kelas yang memperoleh nilai dibawah KKM adalah kelas VII 6 dengan nilai rata-rata 79,35, dan kelas VII 7 dengan nilai rata- rata79,00,
Prestasi belajar merupakan proses akhir dari pembelajaran di sekolah yang ditunjukan melalui nilai yang diberikan oleh guru dari sejumlah bidang studi yang
telah dipelajari oleh peserta didik. Setiap pembelajaran tentu menginginkan hasil yang maksimal. Kemaksimalan hasil yang dicapai oleh peserta didik tidak akan dapat dipisahkan dari kemampuan guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Guru merupakan faktor penentu keberhasilan pendidikan. Guru yang diharapkan dapat membantu memaksimalkan prestasi siswa adalah guru yang memiliki kompetensi.
Keberhasilan siswa dalam pembelajaran semata-mata bukan karena memiliki kecerdasan saja melainkan banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya. Guru juga mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkat keberhasilan yang diperoleh siswa.
Dimana guru dalam pembelajarn berfungsi sebagai fasilitator yang akan membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimum. Adapun guru yang dapat menjadi fasilitator yang baik adalah guru yang memiliki kompetensi. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan dalam mengelola pembelajaran, memahami peserta didik dan menilai atau mengevaluasi hasil yang diperoleh oleh peserta didik
Guru harus memiliki dan mengembangkan berbagai kompetensi sebagai seorang guru yang profesional yang tinggi agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang semakin kompleks. Pemerintah mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelanggaraan pendidikan yang merupakan wujud usaha dari pemerintah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas bangsa.
Dengan adanya peningkatan profesinalisme guru, maka kompetensi guru akan ikut meningkat sehingga dapat meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar. Adanya peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat terjadi secara berkelanjutan, sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dan dapat memberikan hasil kerja yang memuaskan.
Pemerintah telah merumuskan empat jenis kompetensi guru dalam Undang- Undang No.19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Guru yang kompeten ditandai dengan terpenuhinya keempat kompetensi.:
METODE PENELITIAN
Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka jenis penelitian ini adalah berupa deskriptif dan asosiatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendekripsikan atau menjelaskan sesuatu hal seperti apa adanya. Sedangkan penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.Menurut Sugiyono (2009:56) hubungan yang terbentuk bersifat sebab akibat dimana adanya variabel yang mempengaruhi (independen) dan variabel yang dipengaruhi (dependen).
Penelitian ini berlangsung di MTsN 4 Kota Padang yang beralamat di Jln.
Parak Laweh yaitu pada siswa kelas VII, dimana waktu penelitiandilaksanakan pada bulan Agustus 2017 dengan jumlah sampel sebanyak 155 orang siswa. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis induktif yang terdiri dari uji normalitas, analisis jalur dan uji t
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat pada uji analisis jalur sub- struktur satu sebagai berikut:
Tabel2: Analisis Jalur Su-Struktur I (Motivasi Belajar Sebagai Variabel Intervening Variabel
Endogen
Variabel Eksogen
Koefisien Jalur
T
Hitung Sig Ket
Motivasi Belajar
Kompetensi Pedagogik Guru (X1)
0,468 5,544 0,000 Signifikan
Perhatian Orang Tua (X2)
0,203 2,409 0,017 Signifikan
F hitung : 47,852 F sig : 0,000 R square : 0,386 Sumber: Olahan Data Primer, 2018
Berdasarkan tabel dapat terlihat nilai F hitung = 47,852 < Ftabel = 2,66dan pada signifikan 0,000 < α = 0,05. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kompetensi pedagogik guru (X1) dan perhatian orang
tua (X2) terhadap motivasi belajar (X3) di MTsN 4 Kota Padang.
Dari hasil analisis jalur pengaruh variabel kompetensi pedagogik guru (X1) terhadap variabel motivasi belajar (X3) menunjukkan koefisien jalur PX3X1 = 0,468. Nilai thitung = 5,544 dengan tingkat
level sig 0,000< 0,05. Berdasarkan analisis data tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajarberpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang.
Ini memberikan gambaran bahwa apabila siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi maka prestasi belajar tersebut akan meningkat.
Pengaruh variabel perhatian orang tua (X2) terhadap variabel motivasi belajar (X3) menunjukkan koefisien jalur PX3X2= 0,203. Nilai thitung 2,409 dengan tingkat level sig 0,017 < 0,05. Data tersebut menunjukkan bahwa perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa di MTsN 4 Kota Padang.Ini memberikan gambaran bahwa apabila orang tua memberikan perhatian yang baik kepada anaknya maka prestasi belajar
siswa tersebut juga akan baik. Hasil analisis data pada sub struktur 1 dapat dimasukan ke dalam persamaan jalur sebagai berikut:
X3 = Px3x1 X1 + Px3x2 X2 X3 = 0,468 X1 + 0,203 X2
Besar koefisien pengaruh variabel lain terlihat dari nilai koefisien residual (Px31) dapat dihitung sebagai berikut:
Px3ε1 = √
= √
= 0,614
Berdasarkan perhitungan dengan analisis jalur diketahui besarnya pengaruh lain terhadap motivasi belajar selain kompetensi pedagogik guru dan perhatian orang tua adalah sebesar 61,4% dengan perhitungan (0,614)
Berikut Sub struktur II dalam penelitian ini menguji pengaruh kompetensi guru dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa MTsN 4
Kota Padang dengan motivasi belajar sebagai variabel intervening. Berikut hasil pengolahan data pada sub struktur II.
Tabel 3: Hasil Analisis Jalur Sub-Struktur II (Dimana Variabel Motivasi Belajar Sebagai Variabel Intervening)
Variabel Endogen
Variabel Eksogen
Koefisien Jalur
T
Hitung Sig Ket
Prestasi Belajar
Kompetensi Pedagogik Guru (X1)
Perhatian Orang Tua (X2)
Motivasi Belajar (X3)
0,626 0,222 0,133
11,088 4,235 2,685
0,000 0,000 0,008
Signifikan Signifikan Signifikan
F hitung : 171,687 F sig : 0,000 R square : 0,773 Sumber: Olahan Data Primer Tahun 2018
Berdasarkan tabel diatas terlihat nilai Fhitung = 171,687 < Ftabel = 2,66 dan pada signifikan 0,000 < α = 0,05. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kompetensi pedagogik guru (X1), perhatian orang tua (X2) dan motivasi belajar (X3) terhadap prestasi belajar (Y) di MTsN 4 Kota Padang.
Dari hasil analisis jalur pengaruh variabel kompetensi pedagogik guru (X1) terhadap variabel prestasi belajar (Y) menunjukkan koefisien jalur PY1X1 = 0,626. Nilai thitung = 11,088 dengan sig 0,000 < 0,05. Berdasarkan analisis data tersebut menunjukkan bahwa kompetensi
pedagogik guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang. Ini memberikan gambaran bahwa apabila kompetensi guru bagus maka prestasi belajar akan lebih baik juga.
Pengaruh variabel perhatian orang tua (X2) terhadap variabel prestasi belajar (Y) menunjukkan koefisien jalur PYX2 = 0,222. Nilai thitung 4,235 dengan sig 0,000
< 0,05 data tersebut menunjukkan bahwa perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang. Ini memberikan gambaran bahwa apabila perhatian orang tua bagus maka prestasi belajar akan bagus juga.
Pengaruh variabel motivasi belajar (X3) terhadap variabel prestasi belajar (Y) menunjukkan koefisien jalur PYX3= 0,133 . Nilai thitung 2,685 dengan sig 0,008 < 0,05 data tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang.
Ini memberikan gambaran bahwa apabila motivasi belajar bagus maka prestasi belajar juga akan bagus. Hasil analisis data pada sub struktur II dapat dimasukan ke dalam persamaan jalur sebagai berikut:
Y = Pyx1 X1 + Pyx2 X2+ Pyx3X3
Y = 0,626X1 + 0,222X2 + 0,133X3
Besar koefisien pengaruh variabel lain terlihat dari nilai koefisien residual (PY2) dapat dihitung sebagai berikut:
ΡYε2 =√
= √ = 0,227
Berdasarkan perhitungan dengan analisis jalur diketahui besarnya pengaruh lain terhadap prestasi belajar selain kompetensi pedagogik guru, perhatian orang tua dan motivasi belajar adalah sebesar 22,7% dengan perhitungan (0,227). Adapun bagan hasil pengolahan data sub struktur II dapat dilihat pada gambar berikut :
ɛ
2Gambar1: Sub Struktur Koefisen Jalur X1, X2, X3 TerhadapY Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru
Terhadap Motivasi Belajar di MTsN 4 Kota Padang
Dari hasil analisis jalur pengaruh variabel kompetensi pedagogik guru (X1) terhadap variabel motivasi belajar (X3) menunjukkan koefisien jalur PX3X1 =
0,468. Nilai thitung = 5,544 dengan tingkat level sig 0,000 < 0,05. Berdasarkan analisis data tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang. Ini memberikan gambaran bahwa Motivasi belajar
(X3) Kompetensi
Pedagogik Guru (X1)
Perhatian Orang Tua (X2)
Prestasi belajar (Y) 0,468
0,203 0,133
0,614
0,626
0,222
0,227
ε
1apabila siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi maka prestasi belajar tersebut akan meningkat.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama diketahui bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa di MTsN 4 Kota Padang. Semakin bagus kompetensi pedagogik guru maka motivasi belajar siswa juga akan menjadi tinggi.
Temuan penelitian ini membuktikan bahwa kompetensi pedagogik guru merupakan faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa karena guru yang memiliki kompetensi yang bagus tentu akan menjadikan siswa yang lebih giat dalam belajar. siswa yang giat dalam belajar akan memiliki motivasi belajar yang tinggi dan akan menghasilkan prestasi yang bagus. kompetensi pedagogik guru di MTsN 4 Kota Padang mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. Artinya motivasi belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran yang telah diberikan kepadanya sesuai dengan kriteria atau ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan. Dimana dalam prakteknya kompetensi pedagogik guru juga dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa.
Hal ini sesuai dengan hasil yang dilakukan oleh penelitian Reni Safitri (2012) dengan judul “Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru dan
Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 7 Solok Selatan Melalui Disiplin Belajar”. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa:
Kompetensi Pedagogik Guru, Lingkungan Sekolah, dan Disiplin Belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.
Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa di MTsN 4 Kota Padang
Pengaruh variabel perhatian orang tua (X2) terhadap variabel prestasi belajar (Y) menunjukkan koefisien jalur PYX2 = 0,222. Nilai thitung 4,235 dengan sig 0,000
< 0,05 data tersebut menunjukkan bahwa perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang. Ini memberikan gambaran bahwa apabila perhatian orang tua bagus maka prestasi belajar siswa akan bagus juga.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua diketahui bahwa perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa di MTsN 4 Kota Padang. Semakin baik perhatian orang tua maka akan meningkatkan motivasi belajar siswa.
Temuan penelitian ini membuktikan bahwa perhatian orang tua merupakan faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa karena perhatian orang tua yang baik tentu akan lebih membuat siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi.
perhatian orang tua mempengaruhi
motivasi belajar siswa di MTsN 4 Kota Padang. Dengan adanya perhatian orang tua yang baik maka siswa akan memiliki motivasi dalam belajar. Artinyamotivasi belajar siswa adalah hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Dimana dalam prakteknya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh perhatian orang tua.
Menurut nailus syaadah (2010:70) dalam skripsinya bahwa ada pengaruh positif perhatian orang tua terhadap motivasi belajar. Dimana orang tua akan membantu siswa untuk mendapatkan motivasi belajar yang baik. Semakin besar tingkat perhatian orang tua maka akan semakin besar pula motivasi belajar siswa.
“Pengaruh Perhatian Orang Tua, Disiplin Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 2 Sawahlunto”. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa perhatian orang tua, disiplin belajar, dan kemampuan berpikir kritis berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa di MTsN 4 Kota Padang
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga diketahui bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa
di MTsN 4 Kota Padang. Semakin bagus kompetensi pedagogik guru maka presyasi belajae siswa juga akan bagus.
Dari hasil analisis jalur pengaruh variable kompetensi pedagogik guru(X1)terhadapvariabelprestasi belajar (Y) menunjukkankoefisienjalurPYX1 = 0,626Nilaithitung= 11,088dengan sig 0,000
< 0,05. Berdasarkan analisis data tersebut menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa di MTsN 4 Kota Padang. Inimemberikan gambaran bahwa apabila kompetesni pedagogik guru bagus prestasi belajar siswa akan lebih baikj uga.
Temuan penelitian ini membuktikan bahwa kompetensi pedagogik guru merupakan faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar karena apabila guru yang menguasai kompetensi pedagogiknya secara maksimal akan membantu mendorong siswa untuk memperoleh prestasi yang lebih baik pula.
Artinya prestasi belajar adalah hasil belajar siswa yang baik setelah melakukan proses pembelajaran. Dimana dalam prakteknya prestasi belajar ini akan dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik guru di MTsN 4 Kota Padang.
Besarnya pengaruh kompetensi pedagogik guru(X1) terhadap prestasi belajar(Y) secara langsung dapat dilihat dari persentase sebesar 39,2% dan
pengaruh kompetensi pedagogik guru(X1) terhadap prestasi belajar(Y) melalui motivasi belajar(X3) secara tidak langsung sebesar 3,89% dengan total kompetensi pedagogik guru(X1) terhadap prestasi belajar(Y) adalah 43,09%. Dimana, besarnya pengaruh perhatian orang tua(X2) terhadap prestasi belajar(Y) secara langsung adalah 4,92% dan besarnya pengaruh perhatian orang tua(X2) terhadap prestasi belajar(Y) secara tidak langsung adalah 1,39% dengan total pengaruh prestasi belajar(X2) terhadap prestasi belajar(Y) adalah 6,31%.
Besarnya pengaruh motivasi belajar(X3) terhadap prestasi belajar(Y) secara langsung adalah 1,77% dengan total pengaruh motivasi belajar(X3) terhadap prestasi belajar adalah 1,77%, total pengaruh variabel eksogen terhadap endogen adalah 51,77% dan besarnya pengaruh variabel lain berdasarkan perhitungan analisis jalur adalah 48,83%
Menurut Prasetyo dan Kusumantoro (2005:20) dalam penelitiannya bahwa ada pengaruh positif kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar. Dimana guru yang menguasai kompetensi pedagogiknya secara maksimal akan membantu mendorong siswa untuk memperoleh prestasi yang lebih baik pula.
Begitupun sebaliknya, jika guru tidak menguasai kompetensi pedagogiknya
maka prestasi belajar siswa juga akan terpengaruh olehnya.
Hal ini sesuai dengan hasil yang dilakukan oelh penelitian Reni Safitri (2012) dengan judul “Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 7 Solok Selatan Melalui Disiplin Belajar”. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa:
Kompetensi Pedagogik Guru, Lingkungan Sekolah, dan disiplin belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.
Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar di MTsN 4 Kota Padang
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis keempat diketahui bahwa perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang. Semakin baik perhatian orang tua maka akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa perharian orang tua merupakan faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar karenaprestasi belajar siswa yang baik akan mendorong siswa untuk belajar dengan baik sehingga akan menghasilkan prestasi yang baik pula.
Pengaruh variable perhatian orang tua (X2) terhadap variable prestasi belajar (Y) menunjukkan koefisienjalurPYX2 = 0,222. Nilai thitung 4,235dengan sig 0,000 <
0,05 data tersebut menunjukkan bahwa
perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa di MTsN 4 Kota Padang. Ini memberikan gambaran bahwa apabila perhatian orang tua bagus maka prestasi belajar siswa akan bagus juga.
Perhatian orang tua
siswamempengaruhiprestasi belajar siswa di MTsN 4 Kota Padang. Dengan perhatian orang tua yang baik maka akanmeningkatkanprestasi siswa. Artinya perhatian orang tua adalah pemusatan tenaga atau aktivitas jiwa dari orang tua terhadap anaknya untuk merespon hal yang dilakukan oleh anaknya.Dimana dalam prakteknya prestasi belajar siswainiakandipengaruhiolehperhatian orang tua.
Besarnya pengaruh kompetensi pedagogik guru(X1) terhadap prestasi belajar(Y) secara langsung dapat dilihat dari persentase sebesar 39,2% dan pengaruh kompetensi pedagogik guru(X1) terhadap prestasi belajar(Y) melalui motivasi belajar(X3) secara tidak langsung sebesar 3,89% dengan total kompetensi pedagogik guru(X1) terhadap prestasi belajar(Y) adalah 43,09%. Dimana, besarnya pengaruh perhatian orang tua(X2) terhadap prestasi belajar(Y) secara langsung adalah 4,92% dan besarnya pengaruh perhatian orang tua(X2) terhadap prestasi belajar(Y) secara tidak langsung adalah 1,39% dengan total pengaruh
prestasi belajar(X2) terhadap prestasi belajar(Y) adalah 6,31%.
Besarnya pengaruh motivasi belajar(X3) terhadap prestasi belajar(Y) secara langsung adalah 1,77% dengan total pengaruh motivasi belajar(X3) terhadap prestasi belajar adalah 1,77%, total pengaruh variabel eksogen terhadap endogen adalah 51,77% dan besarnya pengaruh variabel lain berdasarkan perhitungan analisis jalur adalah 48,83%
Sejalan dengan menurut pendapat para ahli yaituDalyono (2010:59) mengatakan bahwa faktor orang tua besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan, cukup atau kurang perhatian dan bimbingan orang tua, rukun atau tidaknya kedua orang tua, akrab atau tidaknya hubungan orang tua dengan anak- anak serta tenang atau tidaknya situasi dalam rumah.
“Pengaruh Perhatian Orang Tua, Disiplin Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 2 Sawahlunto”. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa perhatian orang tua, disiplin belajar, dan kemampuan berpikir kritis berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa di MTsN 4 Kota Padang
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kelima diketahui bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa di MTsN 4 Kota Padang. Semakin tinggi motivasi belajar siswa maka akan meningkatkan prestasi belajar siswa dalam belajar.
Temuanpenelitian ini membuktikan bahwa motivasi belajarmerupakan faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa karena motivasi belajar yang tinggi akan mendorong siswa untuk belajar dengan lebih baik lagi sehingga akan menghasilkan prestasi yang baik.
Pengaruh variabel kepuasan kerja guru (X3) terhadap variabel kinerja guru (Y) menunjukkan koefisien jalur PYX3= 0,133 . Nilaithitung2,685dengan sig 0,008<
0,05 data tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadapprestasi belajar siswa di MTsN 4 Kota Padang. Ini memberikan gambaran bahwa apabila motivasi belajar bagus maka prestasi belajar siswa juga akan bagus.
Motivasi belajar mempengaruhi prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang.
Dengan moitivasi belajar yang tinggi maka akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Artinya motivasi belajar adalah suatu perubahan energi didalam pribadi seseorang yang ditandai timbulnya
perasaan reaksi untuk mencapai tujuan.Dimanadalamprakteknyaprestasi belajar akan dipengaruhi oleh motivasi belajar. Motivasi sendiri bukan merupakan suatu kekuatan yang netral atau kekuatan yang kebal terhadap pengaruh faktor- faktor lain, misalya: pengalaman masa lampau, taraf intelegensi, kemampuan fisik, situasi lingkungan, cita-cita hidup dan sebagainya (Martin Handoko, 1992:9).
Menurut Fernald yang dikutip oleh Fasti Rola (2006:5-7) dalam Anik Widiastuti (2007:15) mengatakan terdapat pengaruh motivasi belajar, lingkungan belajar dan kesiapan belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas VII MTsN 4 Kota Padang.”. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa motivasi belajar, lingkungan belajar, dan kesiapan belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.
KESIMPULAN
Berdasarkan kepada permasalahan dan pertanyaan dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kompetensi pedagogik guru berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar di MTsN 4 Kota Padang. Dimana diperoleh nilai koefisien jalur sebesar 0,468 dan thitung
sebesar 5,544> ttabel sebesar 1,97580 dengan nilai kompetensi pedagogik guru signifikan 0,000 < 0,05 berarti
Haditerima dan Ho ditolak. Artinya apabila kompetensi pedagogik guru meningkat sebesar satu-satuan, maka motivasi belajar siswa akan meningkat sebesar 0,468 satuan dengan asumsi variabel perhatian orang tua tetap.
2. Perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar di MTsN 4 Kota Padang. Dimana diperoleh nilai koefisien jalur sebesar 0,203 dan thitung sebesar 2,409 > ttabel
sebesar 1,97580 dengan nilai perhatian orang tua signifikan 0,017 < 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak.
Artinya apabila perhatian orang tua meningkat sebesar satu-satuan, maka motivasi belajar siswa akan meningkat sebesar 0,203 satuan dengan asumsi variabel kompetensi pedagogik guru tetap.
3. Kompetensi pedagogik guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang . Dimana diperoleh nilai koefisien jalur sebesar 0,626 dan thitung sebesar 11,088
> ttabel sebesar 1,97580 dengan nilai kompetensi pedagogik guru signifikan 0,000< 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya apabila kompetensi pedagogik guru meningkat sebesar satu- satuan, maka prestasi belajar akan
meningkat sebesar 0,827 satuan dengan asumsi variabel perhatian orang tua dan motivasi belajar tetap.
4. Perhatian orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar di MTsN 4 Kota Padang. Dimana diperoleh nilai koefisien jalur sebesar 0,222 dan thitung sebesar 4,235 > ttabel sebesar 1,97580 dengan nilai perhatian orang tua signifikan 0,000< 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya apabila perhatian orang tua meningkat sebesar satu-satuan, maka prestasi belajar akan meningkat sebesar 0,222 satuan dengan asumsi variabel kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar tetap.
5. Motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi di MTsN 4 Kota Padang. Dimana diperoleh nilai koefisien jalur sebesar 0,133 dan thitung
sebesar 2,685 > ttabel sebesar 1,97580 dengan nilai motivasi belajar signifikan 0,008 < 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya apabila motivasi belajar meningkat sebesar satu-satuan, maka prestasi belajar akan meningkat sebesar 0,133 satuan dengan asumsi variabel kompetensi pedagogik guru dan perhatian orang tua tetap.
DAFTAR PUSTAKA
Mona Amelia, (2015). "Pengaruh Adversity Quotient,Iklim Kelas, DanKebiasaan Belajar TerHadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI.Is Sma Negeri Di Kabupaten Tanah Datar." Economica, Vol.4No.1(149-159).
http://dx.doi.org/10.22202/economica.
2015.v4.i1.263
Nashar. (2004). Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal Dalam Kegiatan Pembelajaran. Jakarta: Delia Press.Slameto. (2010). Belajar dan
Faktor-faktor yang
Mempengaruhinya. Jakarta: rineka cipta.
Purwanto, M. N. (2003). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Stevani. (2015). Analisis Disiplin Kerja Guru Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ips Kelas Viii Di Smp N 8Padang.|Economica,Vol.4 No.1(102- 108)
http://dx.doi.org/10.22202/economica.
2015.v4.i1.625
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor- faktor yang Mempengaruhinya.
Jakarta: rineka cipta.
Syah, M. (2008). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
PT Remaja Rosada Karya.
Undang-undang No. 14 tahun (2005) pasal 1 ayat (1) tentang Guru dan Dosen.
Walgito. (2004). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offste.