PENDAHULUAN
Rumusan masalah
Tujuan penelitian
Manfaat Penelitian
Sehingga dapat menjadi masukan bagi para orang tua khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk dijadikan acuan dalam membangun rumah tangga demi tumbuh kembang anaknya. Kesehatan mental anak juga diharapkan dapat berkembang dengan baik karena anak adalah kredibilitas rumah tangga.
TINJAUAN PUSTAKA
Faktor-faktor konflik dalam Rumah Tangga
Membesarkan anak dengan cara seperti ini menjadikan mereka manja dan selalu bergantung pada orang tua, sehingga tidak percaya diri jika bertemu dengan teman yang bisa berdiri sendiri (tidak selalu bergantung). Lebih lanjut, pandangan tanggung jawab orang tua terhadap pembinaan generasi langsung merupakan tugas pendidikan.
Pembinaan Mental
Dari beberapa hal atau faktor yang telah dijelaskan di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa tidak ada keluarga yang tanpa masalah, namun yang menjadi permasalahan adalah sejauh mana kita mampu mengelola hal-hal tersebut untuk dijadikan peluang dan tantangan dalam upaya kita dalam mendidik anak kita. Dari pengertian di atas, baik secara etimologis maupun terminologis, dapat disimpulkan bahwa pikiran adalah perwujudan unsur-unsur kejiwaan atau rohani dengan unsur jasmani dan unsur lahiriah yang timbul dalam bentuk tindakan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Mentalitas merupakan suatu permasalahan yang sangat mendesak dalam kehidupan manusia terutama dalam menjalankan suatu kegiatan atau usaha, hanya dengan mentalitas yang baik maka akan tercipta kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup, serta dapat mengatasi hambatan-hambatan dalam hidup.
34; Orang yang sehat mentalnya tidak akan mudah menyerah, pesimis atau apatis karena ia bisa menghadapi segala rintangan atau kegagalan dalam hidupnya dengan tenang dan wajar serta menerima kegagalan tersebut sebagai pembelajaran yang akan membawa kesuksesan nantinya. Apabila kegagalan tersebut dihadapi dengan sikap sabar maka akan dapat dilakukan analisa, mencari sebab-sebab yang menimbulkan atau mencari faktor-faktor yang tidak pada tempatnya. Dengan demikian dapat dijadikan pembelajaran dalam upaya kedepannya yaitu terhadap segala hal. hindarilah kegagalan apa yang terjadi di masa lalu.” Oleh karena itu jelaslah apa yang menentukan adanya ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan dan kesehatan mental seseorang. Orang yang sehat mentalnya akan mampu menunda pemuasan kebutuhan untuk sementara waktu dan berusaha berusaha untuk mencapainya. mencapai kebutuhan dan keinginannya, tanpa perasaan cemas atau penjelasan dalam dirinya sehingga seseorang tetap tenang dan kuat.
Oleh karena itu, tidak siap menghadapi keadaan yang terjadi juga merupakan proses pembentukan karakter dasar, intelektual, dan emosional yang dimaknai oleh alam dan lingkungan manusia. Dengan demikian, betapapun sederhananya peradaban suatu masyarakat, suatu proses pendidikan harus dikembangkan di dalamnya, oleh karena itu sering dikatakan bahwa pendidikan telah ada sejak awal mula peradaban manusia hingga saat ini. Islam telah menunjukkan permasalahan terpenting dalam pendidikan anak baik sebagai orang tua maupun sebagai pendidik.
Konsep Pendidikan Islam
Dengan demikian, ada pula yang berpendapat bahwa istilah yang benar adalah Al-Ta'lim, seperti yang diungkapkan Abd. 34; Hakikat pendidikan Islam tidak lain hanyalah mengajarkan dan menanamkan ilmu pengetahuan pada setiap individu agar ilmu pengetahuan tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek dan cabang di dunia Islam.” Namun para pembaharu pendidikan Islam saat ini cenderung menggunakan istilah Al-Terbiyah sebagai istilah yang lebih tepat dan tepat untuk konsep-konsep Islam yang relevan dengan tuntutan dan tantangan era modern.
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa Al-Tarbiyah berasal dari kata: Pertama, Raba-yarbu yang artinya bertambah, tumbuh. Pendidikan Islam merupakan suatu pengenalan yang ditanamkan secara bertahap kepada manusia tentang segala sesuatu dalam tatanan keberadaan, sehingga bermuara pada pengenalan dan pengenalan akan tempat yang selayaknya Tuhan dalam tatanan keberadaan. 34; Pendidikan Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang untuk berkembang secara optimal dengan ajaran Islam, atau bimbingan kepada seseorang untuk menjadi muslim yang sebesar-besarnya.”
34;Pendidikan Islam adalah suatu usaha, kegiatan yang dilakukan oleh pendidikan untuk membentuk pribadi yang berkepribadian muslim.” 34;Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum agama Islam yang mengarah pada pembentukan kepribadian utama menurut Islam. standar". Pendidikan Islam merupakan upaya untuk mengembangkan, mendorong dan mengajak manusia ke arah yang lebih jauh berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia, sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik dari segi akal, perasaan dan kinerja. Berdasarkan beberapa definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli pendidikan di atas maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pendidikan Islam tidak dapat dipisahkan dari suatu proses bimbingan yang diberikan seseorang kepada orang lain untuk mengubah manusia, mengembangkan, mendorong dan mengajak ke arah yang lebih baik. berkepribadian maju dan muslim yang tentunya tidak menyimpang dari tuntunan atau ajaran Islam.
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan obyek penelitian
- Variabel penelitian
- Definisi Operasional Variabel
- Populasi dan Sampel
- Instrumen Penelitian
- Teknik pengumpulan data
- Teknik Analisis data
Distribusi frekuensi pernyataan anak tentang orang tuanya berangkat tanpa salam dan pulang terlambat. Seperti yang terjadi di Desa Barammamase, Kabupaten Takalar, sebagian orang tua melarang anaknya mengenakan pakaian terbuka, misalnya tank top. Distribusi frekuensi pernyataan anak mengenai tindakan orang tuanya ketika melihat anaknya berpakaian seksi atau tidak sopan.
Perilaku psikologis anak tergantung pada pemikiran dan perilaku orang tua dengan pola asuh anak dan lingkungannya. Distribusi frekuensi pernyataan anak bahwa orang tuanya merupakan contoh yang baik bagi perilaku anak sehari-hari di rumah. Tabel di atas menunjukkan bahwa 12 orang anak atau 75% menyatakan bahwa orang tuanya selalu menjadi teladan yang baik bagi dirinya dalam berperilaku sehari-hari.
Tabel di atas menunjukkan 3 orang anak atau 18,75% menyatakan selalu diajak orang tuanya membaca Al-Quran di rumah. Distribusi frekuensi pernyataan anak tentang orang tua sering kali bercanda dengan orang tua dan anak tentang suatu hal. Menurut Anda, apakah orang tua sering kali menjadi contoh yang baik dalam berperilaku sehari-hari bagi anak di rumah?
HASH PENELITIAN
Konflik Rumah Tangga di Desa Barammamase Kec. Galesong
Permasalahan yang menjadi pemicu konflik dalam keluarga adalah perselisihan dalam membesarkan anak, kebanyakan orang tua membesarkan anaknya dengan caranya sendiri tanpa mempedulikan kondisi anak sehingga membuat anak merasa tidak nyaman berada di rumah. Ekspresi marah pada orang tua memang berbeda-beda, ada yang memarahi hanya dengan kata-kata, namun ada juga orang tua yang melakukannya dengan kata-kata. Hal-hal seperti itu memicu anak semakin marah kepada orang tuanya bahkan membencinya, namun ada juga orang tua yang tetap bisa menerima anaknya pulang malam jika ada acara tertentu dan sudah meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuanya.
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa 9 orang anak (56,25%) mengatakan bahwa orang tua memberitahukannya ketika mengetahui anaknya pergi tanpa pamit, 7 orang mengatakan bahwa orang tua (43,75%) mengatakan bahwa orang tuanya memarahinya jika menemukan bahwa anak mereka pergi tanpa pamit, dan 0 hingga 0% anak mengatakan bahwa orang tuanya akan meninggalkan anaknya begitu saja jika mengetahui anaknya pergi tanpa memberi tahu orang tuanya telah mengucapkan selamat tinggal. Pada umumnya orang tua mengharapkan anaknya berpenampilan sopan dan tidak menyimpang dari norma yang berlaku di masyarakat. Terkadang kriteria anak dalam memilih teman baik tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan orang tua sehingga menimbulkan konflik antara orang tua dan anak.
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa 8 anak atau 50% menyatakan bahwa orang tua memarahinya ketika melihat anaknya mengenakan pakaian yang seksi atau tidak senonoh, 8 anak atau 50% menyatakan bahwa orang tuanya memarahinya ketika melihat anaknya berpakaian seksi. pakaian seksi atau tidak senonoh. pakaian yang seksi atau tidak senonoh dan 0 hingga 0% anak menunjukkan bahwa orang tua membiarkannya begitu saja ketika melihat anaknya mengenakan pakaian yang seksi atau tidak senonoh. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penyebab konflik antara anak dan orang tua bisa berasal dari kedua belah pihak. Dari pihak orang tua, anak merasa perilakunya tidak sesuai dengan harapan orang tua, dan dari pihak anak, orang tua merasa kurang memahami dirinya.
Pengaruh Konflik Rumah Tangga Terhadap Perkembangan Mental
Dari tabel diatas terlihat 6 anak atau 37,5% menyatakan orang tua selalu mengajak anaknya sholat setiap hari, 10 anak, 62,5% anak menyatakan orang tua terkadang mengajak anaknya sholat sholat setiap hari, dan 0 %. anak menyatakan bahwa orang tua tidak pernah mengajak anaknya sholat setiap hari. Dari keterangan di atas dapat dipahami bahwa orang tua mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan mental anak dalam kehidupannya, karena orang tua adalah orang pertama dan utama yang anak mengetahui dan membentuk karakter mental anak yang baik dan buruk. Dengan bantuan ini orang tua dapat segera mengetahui kesulitan belajar yang dialami anaknya, orang tua berharap anaknya menjadi anak yang shaleh dan bertakwa.
Berdasarkan tabel diatas terlihat 3 orang anak atau 18,75% menyatakan bahwa orang tuanya selalu mengajak anaknya membaca Al-Quran di rumah, 13 orang anak atau 81,25% menyatakan bahwa orang tuanya kadang-kadang mengajak anaknya membaca Al-Quran di rumah. rumah dan 0% anak mengatakan bahwa orang tuanya tidak pernah mengajaknya membaca Al-Qur'an di rumah. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa 11 anak atau 68,75% menyatakan orang tua sering bercanda dengan anaknya mengenai hal-hal yang lucu, 5 anak atau 31,25% menyatakan bahwa orang tua terkadang bercanda dengan anaknya tentang hal-hal yang lucu, dan 0% menyatakan Anak-anak mengatakan bahwa orang tua tidak pernah bercanda dengan anaknya tentang hal-hal yang lucu. Permasalahan antara orang tua dan anak, misalnya, orang tua terlalu sering memarahi anak tanpa menjelaskan sesuatu kepada anak, dan mudah menghukum anak.
34; Ramlah mengatakan, kedekatan orang tua dan anak bisa terjadi ketika orang tua berinteraksi atau terbuka dengan anaknya, begitu pula sebaliknya, anak yang terbuka dengan orang tuanya, dalam artian anak merasa nyaman bercerita atau curhat dengan anaknya. orang tua. Namun terkadang hal ini banyak terjadi ketika orang tua menyikapi anaknya dengan ekspresi mengabaikan anak, menghina bahkan meledek anak sehingga anak merasa memilih untuk bergaul. Di sisi lain, anak juga perlu mengomunikasikan harapannya kepada orang tuanya dan belajar memahami maksud orang tua di balik perkataan yang mereka sampaikan kepada anaknya.
Metode komunikasi yang digunakan orang tua dan anak saja tidak cukup untuk menyampaikan pesan yang diinginkan agar dapat memahami pesan sesuai makna sebenarnya. Takalar yang artinya orang tua harus memperhatikan dan membimbing anaknya dengan memberikan pengaruh positif melalui sikap, perkataan dan tindakannya.
Saran