PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Menurut Kotler, pemasaran menyentuh kehidupan setiap orang, seperti halnya transportasi, sebagai alat untuk membantu masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari. Pemasaran berfungsi untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi, mengukur pasar sasaran mana yang paling dapat dilayani, dan menentukan produk dan jasa yang sesuai untuk melayani pasar sasaran. Menurut Kotler (2000:4), definisi pemasaran adalah “suatu proses sosial dan manajerial yang melaluinya individu dan kelompok memperoleh kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan penawaran produk yang bernilai satu sama lain.”
Menurut Kotler dan Armstrong (2001:07), pemasaran adalah “suatu proses sosial dan manajerial yang memungkinkan individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk secara timbal balik. Menurut Kotler, jasa adalah berbagai tindakan atau pertunjukan ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak kasat mata dan tidak menimbulkan hak kepemilikan atas apa pun. Konsumen tidak dapat melihat jasa yang ditawarkan namun dapat melihat berbagai bukti fisik yang dapat dikaitkan dengan jasa yang ditawarkan.
Hal serupa juga dilakukan oleh Taksi Putra, perusahaan taksi ini selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpangnya. Jika produk jasa yang dihasilkan perusahaan tidak sesuai dengan harapannya, biasanya konsumen akan berhenti membeli produk jasa yang ditawarkannya.
Pengertian Kualitas Pelayanan
Misalnya saja ketika Anda naik taksi, pelayanannya dilakukan saat kita berada di dalam taksi menuju tujuan kita. Cepat dan akurat artinya pelayanan yang diberikan tidak lama dan harus tersampaikan dengan baik dan akurat. Jasa adalah setiap tindakan atau aktivitas yang dapat diberikan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada hakikatnya tidak berwujud dan tidak menimbulkan kepemilikan apa pun.
Berdasarkan pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa jasa adalah suatu tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada hakekatnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan harta benda. Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang diberikan dengan ramah, jujur, cepat, tepat dan beretika baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan penerimanya.
Dimensi Kualitas Pelayanan
Jaminan dapat diukur dengan sikap karyawan yang terus menerus bersikap sopan kepada konsumen, karyawan mempunyai pengetahuan untuk menjawab pertanyaan konsumen. Empati dapat dilihat dari memahami apa yang dibutuhkan konsumen, karyawan dapat memberikan perhatian yang dipersonalisasi, dan karyawan mengetahui kebutuhan konsumen secara spesifik. Menurut Arief, kualitas pelayanan merupakan senjata ampuh bagi keunggulan perusahaan, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang jasa.”
Hasil suatu penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara kualitas (apa yang diterima pelanggan) dan pangsa pasar. Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus menjadi fokus perhatian dan menjadi bahan strategi manajemen perusahaan dalam mengelola bisnisnya. Kualitas pelayanan sendiri dapat diukur dengan melihat bahwa perusahaan memberikan pelayanan yang terbaik, perusahaan dapat memenuhi janji pelayanan yang tepat, dan pelayanan yang diberikan merupakan pelayanan prima.
Perilaku Konsumen
Jumlah konsumen di suatu negara merupakan potensi pasar berbagai jenis barang dan jasa konsumen di negara tersebut. Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap barang dan jasa berkembang seiring berjalannya waktu dan mempengaruhi perilaku mereka ketika membeli suatu produk. Sama halnya dengan pemasaran jasa, karena sifatnya yang tidak berwujud, banyak penyedia jasa yang akan selalu memuaskan keinginan konsumen terhadap produk jasa yang ditawarkan.
Meningkatnya permintaan terhadap jasa disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk jasa yang ditawarkan. Kebutuhan dan keinginan konsumen dapat berubah sewaktu-waktu karena perilaku konsumen bersifat dinamis, dan pada akhirnya penyedia jasa akan mengikuti perkembangan dan perubahan perilaku konsumen dan pelanggan. Menurut Launden dan Albert J. Della Bitta dalam Husein Umar (2003:11) perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai: “suatu proses pengambilan keputusan dan aktivitas fisik individu yang terlibat dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau mengeksploitasi barang dan jasa”.
Sedangkan menurut Richard Wosniak dalam Husein Umar (2003:11), “perilaku konsumen adalah suatu bagian dari aktivitas hidup seseorang, termasuk segala sesuatu yang diingatnya tentang suatu barang atau jasa yang dapat ia tekuni hingga akhirnya menjadi seorang konsumen.” Setiap budaya terdiri dari subkultur, subkultur yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik terhadap anggotanya. Kelas-kelas sosial ini merupakan kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam masyarakat, terstruktur secara hierarkis, dan anggotanya memiliki nilai, minat, dan perilaku yang sama.
Sedangkan menurut Peter dan Olson, pengertian subkultur adalah sekelompok orang tertentu dalam suatu masyarakat yang mempunyai makna budaya yang sama.” Menurut Kotler, perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, misalnya kelompok referensi, keluarga, dan sosial. peran dan status Kelompok referensi adalah kelompok yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen.
Pemasar mencoba mengidentifikasi kelompok referensi dari pasar sasaran tertentu yang menjadi pasar konsumen. Dan kelompok referensi menciptakan tekanan kesesuaian untuk mempengaruhi pilihan produk atau merek konsumen pada saat itu. Menurut Kotler, keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh beberapa karakteristik pribadi seperti: .. 1) Usia dan tahapan dalam siklus hidup.
Kerangka pikir
Hipotesis
Metode Pengumpulan Data
Jenis dan Sumber Data
Populasi dan Sampel
Metode Analisis Data
Putra Transpor Nusantara Cabang Makassar, dengan pertanyaan “Berapa rating anda terhadap pelayanan transportasi Taksi Putra di PT. Putra Transpor Nusantara Cabang Makassar, dengan pertanyaan “Menurut anda, apa pengaruh keluarga terhadap perilaku konsumen dalam memilih jasa angkutan taksi Putra di PT. Tanggapan responden mengenai pengaruh keluarga terhadap perilaku konsumen dalam memilih jasa angkutan taksi pria di PT.
Tanggapan responden mengenai pengaruh organisasi terhadap perilaku konsumen dalam memilih jasa angkutan taksi pria di PT. Putra Transpor Nusantara Cabang Makassar menanyakan “Menurut anda bagaimana pengaruh pekerjaan terhadap perilaku konsumen dalam memilih jasa transportasi taksi Putra di PT. Tanggapan responden mengenai pengaruh pekerjaan terhadap perilaku konsumen dalam memilih jasa transportasi taksi pria di PT.
Putra Transpor Nusantara Cabang Makassar, menanyakan “Menurut anda bagaimana pengaruh motivasi terhadap perilaku konsumen dalam memilih jasa transportasi taksi Putra di PT. Tanggapan responden mengenai pengaruh motivasi terhadap perilaku konsumen dalam memilih jasa transportasi taksi pria di PT.
Variabel dan Definisi Operasional
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Filosofi Organisasi, Visi, Misi dan Nilai
Manajemen Taksi Putra
Citra Transpor Nusantara dengan sistem Owner Operator atau driver sebagai pemilik menggunakan merk TAKSI PUTRA. Setelah kewajiban pokok, bunga, dan kewajiban lainnya terpenuhi, kendaraan taksi tersebut dinyatakan lunas kepada pengemudi. Pola pengelolaan usaha dengan sistem pemilik-pengelola berbeda dengan pengelolaan usaha swasta pada umumnya dan dapat dikatakan sebagai penerapan semangat koperasi.
Taksi Putra beroperasi secara bertahap sejak 12 Januari 1996, dengan jumlah pengemudi sebanyak 1.475 unit hingga saat ini.
Struktur Organisasi
Pada tabel diatas jawaban responden mengenai pengaruh keluarga terhadap perilaku konsumen dalam pemilihan jasa transportasi di PT. Putra Transpor Nusantara cabang Makassar menanyakan “Menurut anda, apa pengaruh organisasi terhadap perilaku konsumen dalam memilih jasa transportasi di PT. Jawaban responden mengenai proses pembelajaran tentang perilaku konsumen dalam memilih jasa angkutan taksi pria di PT.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Variabel Penelitian
Putra Transpor Nusantara cabang Makassar menyatakan 53,2% “sangat berpengaruh” atau sebanyak 46 responden, dan 46,8% “cukup berpengaruh” atau sebanyak 54 responden dengan jumlah 100 responden atau 100% konsumen. Putra Transpor Nusantara Cabang Makassar menyatakan 51,4% “kurang berpengaruh” atau sebanyak 38 responden, dan 38,5% “tidak berpengaruh”. Putra Transpor Nusantara Cabang Makassar menyatakan 60,6% “sangat berpengaruh” atau sebanyak 50 responden, 36,4% “cukup berpengaruh” atau sebanyak 44 responden.
Putra Transpor Nusantara cabang Makassar menyatakan 37,3% “sangat berpengaruh” atau sebanyak 62 responden, 57,7% “cukup berpengaruh” atau sebanyak 62 responden, dan 5% “kurang berpengaruh” atau sebanyak 8 responden dengan sebanyak 100 responden.konsumen atau 100%.
Analisis Korelasi Product Moment
Dari hasil pengolahan data diperoleh korelasi yang sangat kuat sebesar 0,826 antara variabel kualitas pelayanan (X) dengan variabel perilaku konsumen (Y). Setelah koefisien korelasi (rxy) diketahui, langkah selanjutnya adalah pengujian hipotesis, yang dilakukan dengan menentukan apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Untuk mengetahui apakah hipotesis yang digunakan di atas dapat diterima atau ditolak, maka akan dilakukan pengujian sebagai berikut.
Dengan memperhatikan tabel nilai “r” product moment dapat diketahui df sebesar 98 pada taraf signifikan dan pada taraf signifikan. Oleh karena itu, nilai r sebesar 0,826 tampak > (lebih besar) dari r tabel sebesar 0,195 pada taraf signifikansi 5% dan 0,254 pada taraf signifikansi 1%, sehingga hipotesis valid. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Kualitas Pelayanan (X) terhadap variabel Perilaku Konsumen (Y), digunakan analisis Koefisien determinasi dengan rumusan sebagai berikut.
Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh koefisien determinasi (KP) sebesar 68,2% sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan (X) mempunyai pengaruh sebesar 68,2% terhadap perilaku konsumen (Y), sisanya sebesar 31,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
- Riwayat Hidup
- Kisi-kisi Kuisioner
- Kuisioner
- Data Kuisioner
- Tabel Nilai Koefisien Korelasi “r” Product Moment
- Surat Izin penelitian
- Persetujuan Izin Penelitian
- Kartu Kontrol Bimbingan Skripsi
Berdasarkan uraian di atas, berikut penulis sampaikan beberapa saran untuk perbaikan manajemen di PT. Untuk lebih meningkatkan keinginan konsumen maka pimpinan perusahaan harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan yang ada di PT. Putra Transpor Nusantara Cabang Makassar dengan menjaga kualitas produk yang ada di dalam perusahaan dan menjaga fasilitas yang ada di dalam perusahaan.
Sebaiknya pihak perusahaan lebih memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga konsumen dapat merasakan kepuasan ketika menggunakan jasa taksi laki-laki PT.