• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh manajemen hubungan pelanggan terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh manajemen hubungan pelanggan terhadap"

Copied!
147
0
0

Teks penuh

“Pengaruh Customer Relationship Management Terhadap Inovasi Produk Pada Usaha Mikro Kecil Menengah Di Kampung Industri Kecil Pulogadung”. Bagaimana Customer Relationship Management Secara Parsial Mempengaruhi Inovasi Produk Pada Usaha Mikro Kecil Menengah Di Desa Industri Kecil Pulogadung.

Gambar 2.1  Proses Perencanaan Produk Baru ............................................
Gambar 2.1 Proses Perencanaan Produk Baru ............................................

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perumusan Masalah

Pembatasan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Pembahasan

LANDASAN TEORI

Tinjauan Pustaka

  • Manajemen Operasi
    • Strategi Operasi
  • Inovasi Produk
    • Definisi Inovasi Produk
    • Tipe Inovasi
    • Mengembangkan Budaya dan Strategi
    • Proses Pengembangan Produk Baru Efektif… . 14
    • Inovasi dan Keunggulan Kompetitif
  • Manajemen Hubungan Pelanggan
    • Definisi Manajemen Hubungan Pelanggan
    • Mengembangkan Strategi CRM
    • Hubungan CRM dan Inovasi

Ho3: Tidak terdapat dampak signifikan dan positif antara kemitraan jangka panjang terhadap inovasi produk. Ho4 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara pemecahan masalah bersama terhadap inovasi produk.

Rerangka Pemikiran

  • Variabel dan Pengukuran
  • Definisi Operasional Variabel

Pengembangan Hipotesis

METODOLOGI PENELITIAN

Pemilihan Objek Penelitian

Jenis dan Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan sesuatu, baik itu ciri maupun fungsinya (Malhotra, 2007). Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh manajemen hubungan pelanggan terhadap inovasi produk pada usaha mikro, kecil dan menengah di desa industri kecil Pulogadung. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional yaitu desain penelitian berupa pengumpulan data hanya dari sampel tertentu.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang secara umum akan mengkaji dampak manajemen hubungan pelanggan terhadap inovasi produk pada usaha mikro, kecil dan menengah di desa industri kecil Pulogadung.

Metode Pengumpulan Data

Informasi yang diperoleh tidak hanya melalui daftar pertanyaan saja, tetapi juga dapat diperoleh dari informasi tambahan yang menarik dan dapat digali atau ditemukan lebih lanjut. Data sekunder adalah data primer yang diperoleh pihak lain atau data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pengumpul data primer maupun oleh pihak lain, yang biasanya disajikan dalam bentuk tabel atau diagram (Sugiarto dkk, 2001). Data sekunder dalam penelitian ini berupa tinjauan pustaka sesuai dengan topik penelitian dimana data diperoleh dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pengelola Kawasan PPUMKMP Pulogadung dan juga internet.

Populasi dan Sampel

  • Populasi
  • Sampel
  • Ukuran Sampel

Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 perusahaan yang merupakan bagian dari populasi 273 perusahaan industri garmen di Desa Industri Kecil Pulogadung. Pengambilan sampel didasarkan pada rumus Slovin, dimana besarnya populasi diketahui dengan menentukan toleransi kesalahan pengambilan sampel sebesar 10% atau 0,1:

Metode Pengambilan Sampel

Teknik Pengolahan Data

  • Uji Instrumen
    • Uji Validitas
    • Uji Reliabilitas

Validitas adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran untuk mengukur apa yang seharusnya diukur Aaker, Kumar dan Day (2004). Uji validitas dilakukan untuk membuktikan bahwa instrumen yang dibuat untuk mengukur benar-benar mengukur apa yang hendak diukur. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan atau dapat mengungkap data variabel yang diteliti secara akurat.

2011) Uji validitas dilakukan dengan mencari korelasi masing-masing indikator dengan skor total menggunakan rumus teknik korelasi product moment Pearson. Instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur setiap variabel adalah dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari beberapa pertanyaan, sehingga perlu dilakukan uji reliabilitas (reliabilitas) terlebih dahulu dari setiap variabel yang akan digunakan. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur konsistensi atau kestabilan tanggapan seseorang dari waktu ke waktu terhadap suatu pertanyaan, sehingga suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel atau tidak.

Uji reliabilitas diukur dengan menggunakan Cronbach’s Alpha untuk mengetahui konsistensi internal antar variabel dalam instrumen, apakah instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dan berhubungan atau tidak, dengan nilai koefisien berkisar di atas 0,60 hingga 0,70 atau lebih ( Sekaran, 2006). Jika Cronbach’s Alpha mendekati 1 maka menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan reliabel atau jawaban responden akan cenderung sama walaupun diberikan kepada responden dalam bentuk pertanyaan yang berbeda. Dasar pengambilan keputusan jika: Cronbach's Alpha > 0,6 (Konstruk reliabel) Cronbach's Alpha <0,6 (Konstruk tidak reliabel) Rumus Cronbach's Alpha.

Metode Analisis Data

  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Normalitas
    • Uji Multikolinieritas
    • Uji Autokorelasi
    • Uji Heteroskedastisitas

Inov : Inovasi produk Inf : Berbagi informasi Plg : Keterlibatan pelanggan Mtr ​​: Kemitraan jangka panjang Prb : Pemecahan masalah bersama. Hal ini dikarenakan banyak pengusaha UMKM yang memahami bagaimana membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan sehingga dapat saling membantu dalam memberikan saran dan masukan terkait pengembangan dan inovasi produk dan layanan UMKM. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama) variabel independen manajemen hubungan pelanggan (berbagi informasi, keterlibatan pelanggan, kemitraan jangka panjang dan pemecahan masalah bersama) terhadap inovasi produk.

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.17 variabel keterlibatan pelanggan, secara umum terlihat jelas penilaian responden dalam hal ini pemilik atau pengelola operasional setuju dengan keterlibatan pelanggan, karena pada penilaian skala antara 1 – 5, variabel keterlibatan pelanggan rata-rata penilaian responden 3,96, hasil ini melebihi standar penilaian minimal 3. Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 4.18 variabel kemitraan jangka panjang secara umum jelas penilaian responden dalam hal ini pemilik atau pengelola operasi setuju dengan adanya kemitraan jangka panjang, karena skala penilaian antara 1 – 5, untuk variabel kemitraan jangka panjang rata-rata penilaiannya responden adalah 4,15, hasil ini melebihi standar penilaian minimal 3. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.19 terhadap variabel pemecahan masalah bersama, secara umum terlihat bahwa penilaian responden dalam hal ini pemilik atau Para pengelola usaha setuju dengan adanya pemecahan masalah bersama, karena pada skala penilaian antara 1 – 5, untuk variabel pemecahan masalah bersama rata-rata skor responden adalah 4,01, hasil ini melebihi standar penilaian minimal 3.

Pemecahan masalah dalam hal ini biasanya berupa evaluasi kecacatan produk dan modifikasi produk yang tidak laku. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.20 terhadap variabel inovasi produk, secara umum terlihat bahwa penilaian responden dalam hal ini pemilik atau manajer operasional setuju dengan adanya inovasi produk, karena dari skala penilaian antara 1 – 5, variabel inovasi produk rata-rata penilaian responden 4,04, skor tersebut melebihi standar penilaian minimal 3. Hal ini dikarenakan ketika terjadi gangguan pada proses produksi atau distribusi, perusahaan dapat mencari solusi dari pelanggan. masalah.

Uji Hipotesis

  • Uji t
  • Uji F
  • Uji Model

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

  • Company Profile
  • Visi dan Misi
  • Tujuan

Pengembangan PIK Pulogadung pada awalnya ditujukan untuk menjadi lingkungan lengkap penunjang kegiatan industri, komersial, dan residensial bagi pengusaha industri kecil. Sesuai dengan perkembangan persaingan global antar perusahaan, BLUD mempunyai master plan pengembangan PIK Pulogadung yaitu dari kawasan industri dan pemukiman menjadi kawasan terpadu dengan kawasan perbelanjaan dan wisata industri. Hal ini dicapai dengan mengundang kerja sama investor swasta yang peduli terhadap kesejahteraan UKM PIK Pulogadung.

Sedangkan fasilitas mall berkapasitas 500 kios/toko disediakan untuk lebih meningkatkan pertumbuhan industri dan perekonomian di tingkat daerah, bagi para pengusaha UKM di PIK Pulogadung dan sekitarnya. Sedangkan Pondok Boro diperuntukkan bagi pekerja yang bekerja, merupakan pilihan hunian terjangkau di kawasan PIK Pulogadung yang bisa diperoleh dengan cara sewa. Fasilitas kerja dan tempat tinggal serta barak kerja di PIK Pulogadung berjumlah 852 unit dan memfasilitasi 465 UKM dari 5 sentra produksi sebanyak 124 unit.

Susunan sentra produksi UKM di PIK Pulogadung adalah sebagai berikut: - Sentra pendukung UKM sandang sebanyak 273 unit. Sebagai pusat pengembangan industri kecil, keberadaan PIK Pulogadung telah menciptakan lapangan kerja yang luas sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan efisien. Para pengusaha dan sekitar 6000 pekerja di PIK Pulogadung dibekali dengan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, program pembinaan, pelatihan dan konseling yang diadakan secara rutin oleh Pusdiklat dan Fasilitas Bersama di PIK Pulogadung.

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Data
    • Karakteristik Responden
  • Teknik Pengolahan Data
    • Uji Validitas
    • Uji Reliabilitas
  • Metode Pengambilan Data
    • Uji Variabel Asumsi Klasik
    • Uji Hipotesis

Konstanta adalah – 0,267; Artinya jika nilai variabel berbagi informasi, keterlibatan pelanggan, kemitraan jangka panjang dan pemecahan masalah bersama bernilai konstan (tidak berubah), maka inovasi produk yang dilakukan UMKM akan mengalami penurunan sebesar 0,267. Koefisien regresi variabel berbagi informasi sebesar 0,141; Artinya jika nilai variabel keterlibatan pelanggan, kemitraan jangka panjang dan pemecahan masalah bersama bernilai konstan (tidak berubah), sedangkan variabel berbagi informasi meningkat satu satuan maka inovasi produk yang dilakukan UMKM akan meningkat sebesar 0,141. Koefisien regresi variabel keterlibatan pelanggan sebesar 0,368; Artinya jika nilai variabel berbagi informasi, kemitraan jangka panjang, dan pemecahan masalah bersama bernilai konstan (tidak berubah), sedangkan variabel keterlibatan pelanggan meningkat satu satuan, maka inovasi produk yang dilakukan UMKM akan meningkat sebesar 0,368.

Koefisien regresi variabel kemitraan jangka panjang sebesar 0,340; Artinya jika variabel pembagian informasi, keterlibatan pelanggan dan penyelesaian masalah bersama bernilai konstan (tidak berubah), sedangkan variabel kemitraan jangka panjang bertambah satu satuan maka inovasi produk UMKM akan meningkat sebesar 0,340. Dengan demikian hipotesis Ho1 dapat digunakan sebagai prediktor signifikan yang berarti variabel berbagi informasi tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap inovasi produk. Dengan demikian hipotesis ini dapat dijadikan sebagai prediktor signifikan yang artinya variabel keterlibatan pelanggan berpengaruh signifikan dan positif terhadap inovasi produk.

Dengan demikian Hipotesis Ha3 dapat dijadikan sebagai prediktor signifikan yang artinya variabel kemitraan jangka panjang berpengaruh signifikan dan positif terhadap inovasi produk. Dengan demikian hipotesis ini dapat dijadikan sebagai prediktor signifikan artinya variabel pemecahan masalah secara bersama-sama berpengaruh signifikan dan positif terhadap inovasi produk. Penerapan manajemen hubungan pelanggan yang diukur melalui pertukaran informasi dengan pelanggan, keterlibatan pelanggan dengan UMKM dalam proses pengembangan produk baru, menjalin kemitraan jangka panjang dengan pelanggan, dan penyelesaian masalah bersama antara pelanggan dan UMKM, dapat berdampak pada UMKM dari segi produk. inovasi. dilihat dari peluncuran produk, produk baru, perluasan produk dan pengembangan produk UMKM.

Tabel 4.11  Hasil Uji Autokorelasi
Tabel 4.11 Hasil Uji Autokorelasi

Implikasi Manajerial

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan pengujian hipotesis secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Customer Relationship Management (CRM) (berbagi informasi, keterlibatan pelanggan, kemitraan jangka panjang, pemecahan masalah bersama) terhadap inovasi produk. Dalam hal ini pertukaran informasi berupa spesifikasi produk, harga pasar pesaing dan informasi lainnya terjadi antara perusahaan dengan pelanggannya atau sebaliknya. Hipotesis yang digunakan terbatas pada manajemen hubungan pelanggan yang terlihat pada pembagian informasi, keterlibatan pelanggan, kemitraan jangka panjang, pemecahan masalah bersama dan inovasi produk, sehingga kami berharap dapat mengembangkan lebih lanjut penelitian selanjutnya seperti manajemen hubungan pelanggan ke arah proses inovasi.

Variabel yang digunakan hanya sebatas variabel manajemen hubungan pelanggan (berbagi informasi, keterlibatan pelanggan, kemitraan jangka panjang dan pemecahan masalah bersama) dengan inovasi produk. Oleh karena itu, diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain dalam mengukur inovasi produk, seperti penerapan teknologi dan lain sebagainya. Pengaruh praktik integrasi internal versus eksternal terhadap kinerja berbasis waktu dan kinerja bisnis secara keseluruhan, Jurnal Manajemen Operasi, Vol. Peran informasi pasar dalam keberhasilan/kegagalan produk baru”, Jurnal Manajemen Inovasi Produk, Vol.

Anteseden khusus hubungan dari keterlibatan pelanggan dalam pengembangan produk baru”, Jurnal Internasional Manajemen Teknologi, Vol. Menjelajahi peran pembelajaran pasar dalam strategi bersaing, European Journal of Marketing, Vol. Saya bernama Restia Simaguci, mahasiswa semester VIII Jurusan Manajemen STIE Indonesia Banking School, sedang menulis skripsi dengan judul “Pengaruh Customer Relationship Management terhadap Inovasi Produk pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kota Industri Kecil Pulo Gadung".

Berbagi informasi Keterlibatan pelanggan Kemitraan jangka panjang. solusi2, Kemitraan jangka panjang, Keterlibatan pelanggan, Pemecahan masalah kolaboratif,. Prediktor: (Konstan), Pemecahan masalah bersama, Berbagi informasi, Keterlibatan pelanggan, Kemitraan jangka panjang. Konstan) Berbagi Informasi Keterlibatan Pelanggan Kemitraan Jangka Panjang.

Saran

Referensi

Dokumen terkait