• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh manajemen risiko, good corporate - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh manajemen risiko, good corporate - IBS Repository"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

Manajemen risiko yang digunakan dalam penelitian ini adalah risiko kredit yang diukur dengan non-performing loan (NPL), risiko likuiditas yang diukur dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) dan risiko operasional yang diukur dengan menggunakan Basic Indicator Approach (BIA). Good Corporate Governance (GCG) dalam penelitian ini diukur dengan nilai komposit GCG dan permodalan diukur dengan Capital Adequacy Ratio (CAR). Dalam penelitian ini good Corporate Governance (GCG) diukur dengan nilai komposit GCG dan permodalan diukur dengan Capital Adequacy Ratio (CAR).

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran  ...................................................................
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ...................................................................

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Perumusan Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Penelitian ini terdiri dari beberapa bab yang selanjutnya dijelaskan lebih rinci dalam beberapa subbab. Bab ini terdiri dari penjelasan objek penelitian, metode pengumpulan data, jenis dan sumber data, penggunaan variabel dan teknik analisis data.

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

  • Teori Keagenan (Agency Theory)
  • Teori Likuiditas Bank (The Commercial Loan Theory)
  • Perbankan
    • Pengertian Perbankan
    • Jenis-jenis Bank
  • Manajemen Risiko
    • Risiko Kredit
    • Risiko Likuiditas
    • Risiko Operasional
  • Good Corporate Governance
  • Permodalan
  • Profitabilitas

Penelitian Terdahulu

Pengembangan Hipotesis

  • Pengaruh Risiko Kredit terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Risiko Likuiditas terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Risiko Operasional terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Permodalan terhadap Profitabilitas

Kerangka Pemikiran

METODOLOGI PENELITIAN

Objek penelitian

Jenis, Sumber, dan Teknik Pengumpulan Data

  • Jenis Data
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, tata kelola perusahaan yang baik dan permodalan terhadap profitabilitas. Objek yang digunakan adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan periode data tahun 2011 sampai dengan tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan teori-teori sebagai landasan literatur, jurnal penelitian, peraturan terkait dan buku bacaan yang mendukung penelitian ini.

Caranya dengan membuka website objek yang diteliti, sehingga dapat diperoleh laporan tahunan, gambaran umum tentang bank dan perkembangannya, yang kemudian digunakan oleh peneliti. Situs yang digunakan adalah website masing-masing Bank Pembangunan Daerah (BPD), website Bank Indonesia (BI), website Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan situs perbankan terkait.

Populasi dan Sampel

Operasionalisasi Variabel

  • Variabel Dependen
  • Analisis Regresi Data Panel
  • Uji Normalitas
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Multikolinieritas
    • Uji Autokorelasi
    • Uji Heterokedastisitas

Dalam penelitian ini permodalan diukur dengan Capital Adequacy Ratio (CAR). Dengan kriteria pengujian Ho diterima jika nilai probabilitas pada penampang Chi-kuadrat > 0,05 dan Ha diterima jika nilai probabilitas pada penampang Chi-kuadrat < 0,05. Uji Hausman dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktural pendekatan model regresi peneliti yaitu antara pendekatan fixed effect atau random effect (Widarjono, 2009:244).

Dengan kriteria pengujian Ho diterima jika nilai probabilitas pada random cross section > 0,05 dan Ha diterima jika nilai probabilitas pada random cross section < 0,05. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi menemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak ada korelasi antar variabel independen (Ghozali, 2013). Ho = tidak terdapat masalah autokorelasi pada model Ha = terdapat masalah autokorelasi pada model.

Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari sisa pengamatan yang satu ke pengamatan yang lain atau disebut dengan varians yang tidak sama atau tidak konstan.Jika varians dari residu dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain adalah konstan, maka disebut dengan homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas (Gujarati, 2007). Syarat pengambilan keputusan tersebut adalah jika nilai probabilitas lebih besar dari α = 5% maka H0 diterima dan jika nilai probabilitas lebih kecil dari α = 5% maka Ha diterima.

Teknik Pengujian Hipotesis

Sedangkan nilai standar deviasi variabel ini sebesar 0,79%, hal ini menunjukkan bahwa nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-ratanya, sehingga hal ini menunjukkan bahwa perputaran aset relatif stabil. Skewness pada variabel ini sebesar 0,086648 yang berarti skewness positif menunjukkan sebaran data mempunyai ekor yang panjang di sebelah kanan, sedangkan nilai kurtosisnya adalah. Nilai standar deviasi pada variabel ini sebesar 2,3477%, hal ini menunjukkan bahwa nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai mean yang menunjukkan bahwa data pada variabel ini terdistribusi dengan baik.

Berdasarkan tabel 4.2 diperoleh hasil bahwa dari 95 observasi sampel, diperoleh mean (rata-rata) nilai GCG seluruh sampel Bank Pembangunan Daerah pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 adalah sebesar 2,219232 dengan nilai rata-rata variabel tersebut 2. Nilai standar deviasi Variabel ini sebesar 0,501481, hal ini menunjukkan bahwa nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai mean yang menunjukkan bahwa data pada variabel ini terdistribusi dengan baik. Skewness pada variabel ini sebesar 0,556081 yang berarti skewness positif menunjukkan sebaran data mempunyai ekor yang panjang ke arah kanan.

Jika Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), The Basic Indicator Approach (LnBIA), Good Corporate Governance (GCG), Capital Adequacy Ratio (CAR) diabaikan, maka nilai Return on Assets (ROA) tetap konstan. adalah 0,198608. Koefisien regresi Good Corporate Governance (GCG) sebesar 0,001291 menunjukkan Return on Assets (ROA) perusahaan.

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Berdasarkan Tabel 4.2 terlihat bahwa dari 95 sampel observasi, rata-rata nilai LDR seluruh sampel Bank Pembangunan Daerah pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 adalah sebesar 0,875262 atau sebesar 87,5262% dengan nilai median sebesar 87,68%. Nilai standar deviasi variabel ini adalah sebesar 0,658864, hal ini menunjukkan bahwa nilai standar deviasi tersebut lebih kecil dari nilai rata-ratanya, sehingga hal ini menunjukkan bahwa variabel LnBIA mempunyai tingkat pergerakan yang kecil atau relatif stabil. Nilai kurtosisnya adalah 1,935961, karena kurang dari 3 maka sebaran datanya bersifat platikurtik dibandingkan dengan data yang berdistribusi normal.

Berdasarkan Tabel 4.2, dari 95 sampel observasi, rata-rata nilai CAR seluruh sampel Bank Pembangunan Daerah pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 adalah sebesar 0,180497 atau 18,0497%, dengan nilai median sebesar 17,82%. Sedangkan nilai standar deviasi variabel ini sebesar 3,62%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai standar deviasinya lebih kecil dari nilai meannya, sehingga hal ini menunjukkan bahwa variabel LDR mempunyai tingkat pergerakan yang kecil atau relatif stabil. Hal ini terlihat dari hasil koefisien regresi sebesar 0,0000 dan probabilitas sebesar 0,0000 lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05.

Dari data yang diperoleh, nilai NPL Bank Pembangunan Daerah menunjukkan kondisi sangat baik, dimana rata-rata nilai NPL yang dimiliki perbankan adalah sebesar 2,59% yang berarti lebih kecil dari yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu masing-masing 5%. . Hal ini ditunjukkan dengan hasil koefisien regresi sebesar 0,0295 dan probabilitas sebesar 0,0295 lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05.

Tabel 4.2  Statistik Deskriptif
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif

Statistik Deskrptif

  • Penentuan Model Regresi Data Panel
    • Uji Chow
    • Uji Hausman
  • Hasil Regresi Data Panel
  • Uji Normalitas
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Multikolinieritas
    • Uji Autokorelasi
    • Uji Heterokedastisitas
  • Uji Hipotesis (Uji t)

Analisis dan Pembahasan

  • Pengaruh Risiko Kredit terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Risiko Likuiditas terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Risiko Operasional terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Permodalan terhadap Profitabilitas

Semakin tinggi nilai NPL suatu bank maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya risiko kredit yang dialami bank tersebut. Selain itu, risiko kredit yang ditimbulkan oleh kredit bermasalah dapat menjadi faktor penentu bagi suatu bank dalam menghasilkan keuntungan dari total aset yang dimilikinya. Hal ini ditunjukkan dengan hasil koefisien regresi sebesar 0,013125 dan probabilitas sebesar 0,0166 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 yang berarti jika terjadi kenaikan nilai LDR sebesar 1% maka akan berpengaruh terhadap penurunan nilai LDR. peningkatan nilai ROA sebesar 0,013125 atau 1,3125%.

Tinggi rendahnya nilai LDR suatu bank dapat mempengaruhi laba yang dihasilkannya. Selain itu, risiko likuiditas yang diukur dengan Loan to Deposit Ratio dapat dijadikan salah satu faktor penentu bagi suatu bank dalam menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya. Artinya, semakin rendah risiko operasional yang dialami suatu bank, maka semakin besar kemungkinan bank tersebut menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya.

Hal ini ditunjukkan dengan hasil koefisien regresi sebesar 0,016063 dan probabilitas sebesar 0,4349 lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05 yang berarti semakin tinggi CAR maka semakin besar pula ROA yang dihasilkan suatu bank. Selain itu, faktor lain yang dapat mempengaruhi permodalan suatu bank adalah adanya peraturan PBI no.

Implikasi Manajerial

Semakin tinggi nilai NPL yang dimiliki oleh BPD maka semakin besar pula kredit bermasalah yang dihadapinya, sehingga berdampak pada semakin rendahnya ROA yang dihasilkan oleh bank tersebut. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa besarnya risiko likuiditas yang dihadapi BPD mempengaruhi profitabilitas yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan bahwa risiko likuiditas dapat dijadikan sebagai parameter pengukuran profitabilitas BPD.

Risiko likuiditas yang dihadapi BPD dapat dicegah salah satunya dengan menjaga tingkat likuiditasnya. Sebaliknya, imbal hasil total aset yang dimiliki BPD akan meningkat jika nilai LnBIA rendah, hal ini mungkin disebabkan oleh rendahnya biaya operasional bank. Besarnya risiko operasional yang dimiliki BPD dapat diminimalisir salah satunya dengan memiliki nilai LnBIA yang rendah karena rendah.

Tingginya risiko operasional BPD dapat disebabkan oleh peningkatan nilai LnBIA yang dapat mengakibatkan penurunan laba BPD. Hal ini menunjukkan jika nilai LnBIA rendah maka laba yang dihasilkan BPD akan meningkat.

PENUTUP

Kesimpulan

Risiko kredit yang diukur dengan Non Performing Loan (NPL) mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap profitabilitas Bank Pembangunan Daerah yang diukur dengan Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai NPL yang dimiliki BPD maka semakin rendah pula keuntungan atau keuntungan yang diperoleh bank tersebut. Risiko likuiditas yang diukur dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas Bank Pembangunan Daerah yang diukur dengan Return On Asset (ROA).

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai LDR yang dimiliki oleh BPD maka laba yang dihasilkan oleh bank tersebut semakin meningkat. Risiko operasional yang diukur dengan Basic Indicator Approach (LnBIA) mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan return on assets (ROA). Permodalan yang diukur dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas Bank Pembangunan Daerah yang diukur dengan Return on Assets (ROA).

Keterbatasan dan Saran

Diharapkan bagi peneliti selanjutnya tidak hanya menggunakan risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko operasional saja, namun juga menambah atau menggunakan jenis risiko lainnya seperti risiko pasar, risiko hukum dan lain sebagainya, sehingga pada penelitian selanjutnya dapat menilai risiko-risiko yang dihadapi perbankan. . dari berbagai aspek. Dampak Praktik Tata Kelola Perusahaan terhadap Struktur Modal dan Profitabilitas Perusahaan: Studi terhadap Perusahaan Hotel dan Restoran Terpilih di Sri Lanka. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor: 13/23/DPNP Perihal: Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 5/21/DPNP tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum.

Peraturan Bank Indonesia Nomor: 15/02/PBI/2013 tentang Penetapan Status dan Pengawasan Selanjutnya Terhadap Bank Umum Konvensional. Peraturan Bank Indonesia Nomor: 15/15/PBI/2013 tentang Cadangan Minimum Bank Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional. Analisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio dan Biaya Operasional Bank Terhadap Profitabilitas Bank Umum di Indonesia Periode 2000-2007.

Pengaruh Good Corporate Governance (GCG) terhadap Profitabilitas dan Kinerja Saham Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh perputaran kas, kecukupan modal dan risiko operasional terhadap profitabilitas pada perusahaan perbankan di BEI.

Referensi

Dokumen terkait