Pengaruh Media Animasi Hologram Terhadap Minat Belajar Siswa di SMP Negeri 3 Balusu Kecamatan Balusu Kabupaten Barru. Minat belajar generasi milenial sebagian besar mengalami kemunduran, peserta didik yang menjadi bagian dari sistem pendidikan tidak lagi berfungsi sesuai fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar siswa pada penggunaan media animasi hologram tahun ajaran 2019/2020.
Pengaruh media animasi hologram terhadap minat belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Balusu Kecamatan Balusu Kabupaten Barru dapat teratasi. Minat belajar generasi milenial sebagian besar mengalami kemunduran, siswa yang merupakan bagian dari sistem pendidikan tidak lagi berfungsi sesuai fungsinya (Muslimat, 2018). Hal ini disebabkan oleh kombinasi metode dan minat belajar siswa yang tidak sesuai dan tidak sejalan dengan kondisi dan suasana pembelajaran.
Minat siswa dalam belajar merupakan suatu hal yang penting dalam proses belajar mengajar yang fleksibel.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dapat dijadikan referensi dalam penggunaan animasi hologram dan pengaruhnya terhadap minat belajar siswa dalam menggunakan media. Jika animasi hologram terus digunakan maka dampaknya terhadap prestasi akademik siswa dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di sekolah.
Pengertian Media Animasi a. Media
Oleh karena itu penggunaan media tentunya memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar, khususnya hasil belajar siswa. Penggunaan animasi dalam proses pembelajaran sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pengajaran, serta meningkatkan hasil belajar. Minat belajar atau dorongan belajar timbul dari suasana belajar yang akan memberikan motivasi dan kebebasan untuk mengeksplorasi atau menganalisis pengalaman belajar.
Secara harfiah, model pembelajaran adalah strategi yang digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar, sikap belajar siswa, kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial dan mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Pengertian hologram berasal dari salah satu website bahwa hologram adalah teknologi fotografi yang menangkap cahaya yang tersebar dari suatu benda dan kemudian menyajikannya dalam bentuk 3 dimensi. Biasanya, hologram adalah rekaman fotografis dari bidang cahaya, bukan gambar yang dibentuk oleh lensa, dan digunakan untuk menampilkan gambar tiga dimensi penuh dari subjek yang diholografikan, terlihat tanpa bantuan kacamata khusus atau alat optik lainnya. .
Kata Hologram berasal dari istilah Yunani “Holos” yang berarti “keseluruhan” dan “Gram” yang berarti “penampakan”. Hologram dibentuk oleh kombinasi dua berkas cahaya yang koheren dan memiliki bentuk mikroskopis. Dengan teknologi yang diciptakan dalam bentuk hologram dapat diselaraskan dengan dunia pendidikan di negeri ini, dan diadaptasi bersama menjadi informasi pembelajaran yang akan disajikan oleh tenaga pengajar saat menyampaikan materi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah minat belajar siswa di SMPN 3 Balusu yang kurang. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan siswa dengan mengambil dua kelas sebagai sampel penelitian, dimana satu kelas untuk media animasi hologram dan satu kelas tidak. menggunakan media yang biasa disebut kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan dengan menganalisis permasalahan kebutuhan maka dilakukan penerapan animasi pada kelas yang berbeda. Setelah dilakukan penelitian pada kedua kelas tersebut maka dapat diketahui hasilnya dan apa rekomendasi selanjutnya untuk pengembangan animasi holografik dalam dunia pendidikan.
Hipotesis tersebut merupakan asumsi sementara peneliti, sehingga hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh media animasi hologram terhadap minat belajar siswa VII. kelas di SMP Negeri 3 Balusu Kecamatan Balusu Kabupaten Barru. Media animasi hologram Ha berpengaruh terhadap minat belajar siswa, dan media animasi hologram tidak berpengaruh terhadap minat belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental yang mencakup satu kelas dan mempunyai kelas perlakuan atau eksperimen.
Variabel Penelitian 1. Variabel Penelitian
Satuan Eksperimen dan Perlakuan
Prosedur Penelitian
Instrumen Penelitian
Lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk memperoleh data aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan bantuan media animasi hologram. Siswa mendengarkan penjelasan guru.. f) Siswa bertanya kepada guru apakah ada materi yang belum dipahami.. g) Siswa antusias melaksanakan proses pembelajaran. Siswa aktif menjawab pertanyaan guru i) Siswa menjawab ulangan/kuis sesuai kemampuannya masing-masing j) Siswa bersama guru melakukan evaluasi k) Siswa berdoa dan mengucapkan salam penutup.
Angket respon siswa digunakan untuk memperoleh data respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan selama penelitian. Kuesioner untuk dijawab siswa diterima siswa pada saat proses pembelajaran menggunakan media animasi hologram selesai.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini data yang dianalisis adalah minat belajar siswa dengan media animasi hologram. a) Minat belajar siswa. Dikatakan kriteria keberhasilan minat belajar siswa pada penelitian ini baik jika minimal 10% siswa terlibat aktif dalam kegiatan positif selama pembelajaran. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan pada populasi yang berdistribusi normal.
H0 = Data berasal dari populasi yang berdistribusi normal H1 = Data berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal.
Kriteria Minat belajar Siswa
Analisis Statistik Deskriptif Data Penelitian
Sebelum dilakukan proses pembelajaran pada kelas eksperimen dengan menggunakan media animasi hologram, untuk mengetahui minat siswa mempelajari mata pelajaran yang dipelajarinya adalah dengan menentukan nilai kuantitatif dengan cara menjumlahkan skor angket respon responden sesuai dengan frekuensi respon. Berdasarkan data pada tabel diatas diketahui bahwa penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 3 Balusu melalui data angket dengan jumlah responden sebanyak 21 orang menunjukkan bahwa skor tertinggi adalah 45, skor terendah adalah 22. Dari uraian di atas terlihat bahwa minat belajar siswa termasuk dalam kategori baik yaitu pada interval 51 -60 dengan nilai rata-rata-.
Setelah proses pembelajaran tanpa menggunakan media animasi hologram, mengetahui perbandingan dampak terhadap minat belajar siswa yaitu dengan cara menyebarkan angket untuk mengetahui minat belajar siswa pada mata pelajaran yang dipelajari, menentukan nilai kuantitatif dengan cara menjumlahkan skor jawaban kuesioner responden menurut frekuensi jawaban. Berdasarkan data tabel diatas diketahui bahwa penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Balus dengan menggunakan kuesioner terhadap 21 responden. Dari uraian di atas terlihat bahwa minat belajar siswa tergolong sangat baik setelah penerapan media animasi hologram yaitu pada interval diatas 60 dengan nilai mean sebesar 78,52 yang diperoleh dari standar deviasi dan mean dari siswa pascates. minat belajar.
Berdasarkan data pada tabel 4.10 diketahui bahwa dilakukan di SMP Negeri 3 Balusu melalui data angket terhadap 21 responden menunjukkan skor tertinggi adalah 18, sedangkan skor terendah adalah 9.
Analisis Statistik Inferensial a. Uji Normalitas Data
Jadi kesimpulannya siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan media animasi hologram menunjukkan minat siswa lebih tinggi yaitu rata-rata 78,52 dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode tanpa menggunakan media yaitu rata-rata 59,04. Uji Sampel Berpasangan Uji T merupakan uji yang digunakan untuk membandingkan selisih dua mean dari dua sampel berpasangan dengan asumsi data berdistribusi normal. Selanjutnya selisih kedua sampel tersebut mempunyai perbedaan yang signifikan berdasarkan hasil keputusan uji Paired Sample t Test yaitu jika nilai signifikannya sebesar 0,000.
Pembahasan Penelitian
Hal ini terlihat ketika dalam proses pembelajaran siswa diberikan gambar sesuai dengan materi yang dijelaskan, kemudian guru menginstruksikan siswa untuk memperoleh materi dengan memberikan petunjuk kegiatan pembelajaran, guru juga memperlihatkan gambar yang tidak sesuai dengan materi. itulah yang sedang dibicarakan. agar siswa dapat mengenali perbedaannya. Hal ini menunjukkan bahwa dengan fokus pada penggunaan media animasi hologram siswa mampu mencapai tujuan yang maksimal. Hal ini dapat diketahui Berdasarkan hasil analisis data pretest sebagai pembanding posttest diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 59,04 sedangkan nilai rata-rata posttest sebesar 78,52.
Artinya media animasi hologram dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar mata pelajaran. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar siswa antara siswa yang diajar menggunakan media animasi dengan sebelum siswa diajar tanpa media animasi. Artinya hipotesis diterima bahwa media animasi hologram berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di kelas VIIA di SMP Negeri 3 Balusu. Pengaruh media animasi terhadap proses pembelajaran pre dan post test ditunjukkan melalui uji hipotesis.
Dengan demikian dapat dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh minat belajar siswa kelompok eksperimen menggunakan media animasi hologram pada siswa kelas VIIA di SMP Negeri 3 Balusu. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Berdasarkan analisis data diketahui bahwa aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media animasi mencapai persentase rata-rata sebesar 81,94% setelah dua kali pertemuan. Hal ini sesuai dengan kriteria pencapaian tingkat aktivitas siswa yang masuk dalam kategori sangat tinggi.
Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial, teori dan penelitian yang relevan, serta hasil observasi pelaksanaan pembelajaran di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh media animasi hologram terhadap minat belajar siswa kelas VII SMP Negeri. 3 Balusu, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh media animasi hologram terhadap minat belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Balusu Kecamatan Balusu Kabupaten Barru. Dengan demikian dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti animasi hologram berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Balusu Kecamatan Balusu Kabupaten Barru.
Saran
- Isilah identitas saudara/i pada kolom yang telah disediakan 2. Cara Mengisi angket sebagai berikut
Sekolah hendaknya selalu mendukung guru dalam mengenalkan media kepada siswa sejak dini. Peneliti diharapkan mampu mengendalikan diri dan menyadarkan peserta didik akan pentingnya pendidikan untuk memperoleh pengetahuan yang luas agar dapat diterapkan di dunia kerja dan di masyarakat. Aritonang, Keke T. 2008. Minat Dan Motivasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa". Jurnal Pendidikan Penabur - No. 10/Tahun 7/Januari 2018 A.
Kuesioner ini digunakan untuk tujuan ilmiah saja. Oleh karena itu, jawaban apa pun yang diberikan tidak akan mempengaruhi nilai atau prestasi Anda di kelas. Benar (4) jika Anda hanya setuju dengan pernyataan tersebut. - Diragukan (3) apabila anda mempunyai keraguan terhadap pernyataan tersebut. Anda cukup mendapatkan jawabannya dengan memberi tanda centang ( ) di sebelah alternatif jawaban yang tersedia, tergantung situasi yang Anda alami selama ini.
Jika anda ingin mengoreksi jawaban yang sudah anda isi, cukup beri tanda () pada jawaban yang anda anggap salah dan buatlah yang baru. 4 Saya tidak suka belajar karena materinya kurang menyenangkan. 5 Saya suka belajar karena cara penyampaiannya. 10 Saya memperhatikan pelajaran karena saya takut dengan guru yang dimaksud. 11 Guru saya memberi saya cara belajar yang baik.
4 Media animasi Hologram wajib digunakan pada semua mata pelajaran. 5 Media animasi Hologram tidak cocok.
Daftar Nama Siswa
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah : SMP Negeri 3 Balusu
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA Nama Sekolah : SMP Negeri 3 Balusu
1 Siswa menyiapkan perlengkapan belajar 20 2 Siswa berdoa sebelum memulai pembelajaran 21 3 Siswa memperhatikan motivasi yang diberikan 20 4 Siswa memperhatikan baik-baik guru. menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. 17 10 Siswa menjawab ulangan/kuis sesuai kemampuannya 20 11 Siswa melakukan evaluasi bersama guru 20 12 Siswa berdoa dan mengucapkan salam penutup 21. Suasana kelas eksperimen menggunakan media animasi hologram).