• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh media power point terhadap hasil belajar ips

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh media power point terhadap hasil belajar ips"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

Hakikat Media Pembelajaran

Oleh karena itu guru mempunyai peranan penting dalam pembelajaran guna merangsang perhatian dan motivasi siswa, salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Selain menyenangkan, media pembelajaran harus mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan individu siswa. Proses pembelajaran hendaknya mempunyai berbagai macam metode dan media pembelajaran yang baik sehingga dapat lebih mudah menunjang siswa dalam memahami dan menerima materi.

Media pembelajaran sendiri terbagi menjadi tiga bagian yaitu media audio, visual dan audiovisual. Jenis media pembelajaran antara lain : 1) Media audio. Menurut Arsyad beliau mengatakan bahwa: “Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar bahkan membawa pengaruh psikologis pada siswa.” Selain menyenangkan, media pembelajaran harus mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan individu siswa.

Media pembelajaran dapat memberikan siswa pengalaman berbagi terkait peristiwa di lingkungannya, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya.

Hakikat Media Berbasis Teknologi

Menurut Fadli dan Ikawati, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh jika seorang guru menggunakan media pembelajaran multimedia berbasis Power Point: Salah satu caranya adalah dengan digunakannya media pembelajaran berbasis Power Point oleh guru. sebagai media pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media Power Point akan meningkatkan tingkat keberhasilan penyampaian materi dan meningkatkan apresiasi siswa serta memudahkan pengembangan materi atas apa yang diajarkan.

Media Power Point yang digunakan dalam penelitian ini adalah media Power Point mengenai permasalahan sosial di daerah. Media Power Point ini juga dilengkapi dengan video pembelajaran sehingga dapat memperjelas pemahaman siswa terhadap permasalahan sosial yang terjadi di daerah. Dengan menggunakan media Power Point pada saat kegiatan pembelajaran diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang konsep-konsep abstrak dalam pembelajaran IPS.

Dengan menggunakan media peta berupa Power Point, guru diharapkan dapat meningkatkan proses penggunaan media dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.

Hakikat IPS

Sedangkan Nu'man Sumantri dan kawan-kawan (Yaba, 2017:4) merancang IPS sebagai bahan ajar IPS yang disederhanakan untuk keperluan pendidikan di sekolah dasar, menengah, dan atas. Artinya ilmu sosial diartikan sebagai kajian ilmu sosial yang terpadu dan pengembangan potensi kewarganegaraan. Menurut Triant, ilmu-ilmu sosial merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, sejarah, dan lain-lain.

Dalam hal ini Sumantri berpendapat bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial sendiri merupakan kumpulan ilmu-ilmu sosial yang...telah dipilih dan diadaptasi untuk digunakan dalam program pendidikan di sekolah atau kelompok belajar lain yang setingkat. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan lain sebagainya. Menurut Mulyono Tj. apakah Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan suatu cara pandang terhadap pelajaran ilmu sosial dengan menggunakan lebih dari satu pendekatan seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dll sehingga perlu dilakukan integrasi pendekatan-pendekatan ilmu-ilmu tersebut dalam menguasai ilmu-ilmu sosial yang dapat diterapkan.

Berdasarkan pendapat-pendapat yang dikemukakan para ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (SHPI) merupakan suatu program pendidikan dan rangkuman dari beberapa mata pelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sosial yang disatukan dalam suatu pendekatan dari ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi. . sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan lain sebagainya dan dapat dipelajari berdasarkan berbagai peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan permasalahan sosial.

Hakikat Hasil Belajar

Kurikulum jenis ini disebut “The Wedding Horizon atau Expanding Environment Curriculum” (Mukminan, 1996: 5) dalam Hayati. Kurikulum jenis ini didasarkan pada asumsi bahwa anak pertama kali mengenal atau perlu memperoleh konsep-konsep yang berkaitan dengan lingkungan terdekatnya. atau diri mereka sendiri. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara utuh, sebagai hasil pengalamannya dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Bukti seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (Oemar Hamalik. 2006: 30).

Asep Jihad dan Abdul Haris menyatakan bahwa hasil belajar adalah tercapainya suatu bentuk perubahan perilaku yang cenderung menetap pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dari proses pembelajaran yang dilakukan dalam waktu tertentu. Dari beberapa pengertian belajar yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa hasil dan kegiatan belajar akan dipandang sebagai perubahan tingkah laku yang positif sebagai akibat dari pengalaman, perubahan tersebut terjadi dalam diri individu sebagai akibat dari pengalaman siswa dalam hidupnya. berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga dapat mempengaruhi pemikiran siswa dalam bertindak. Joko S dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu (1) faktor internal dan (2) faktor eksternal, faktor internal merupakan faktor yang ada dalam diri individu belajar, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang ada diluar individu tersebut.

Setiap proses belajar mengajar yang dilaksanakan selalu berorientasi pada pencapaian tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Apabila guru telah berusaha semaksimal mungkin menciptakan kondisi bagi siswa untuk belajar, namun hasil yang diperoleh belum maksimal, hal ini disebabkan karena proses itu sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain: Hasil belajar apa pun dapat dilengkapi dengan materi yang ditetapkan dalam kurikulum.Rumusan tujuan pendidikan dalam sistem pendidikan nasional, baik tujuan kurikuler maupun tujuan pembelajaran, menggunakan klasifikasi hasil belajar oleh Benjamin Bloom yang dikenal dengan Taksonomi Bloom.

Berdasarkan hal tersebut, maka hasil belajar yang direncanakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang diperoleh melalui kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, jika kita melihat standar kompetensi dan kompetensi inti sebagai harapan yang diperoleh siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, maka keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini adalah sejauh mana standar kompetensi dan kompetensi inti tersebut tercapai. Hasil belajar IPS pada penelitian ini hanya dibatasi pada penguasaan materi pembelajaran IV. kelas yang diberikan dengan mengacu pada indikator pembelajaran yang telah disusun dalam kurikulum yaitu hasil tes belajar siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar yang menggunakan model keterampilan proses.

Kerangka Pikir

Media pembelajaran merupakan alat yang membantu guru untuk mempercepat pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. Media yang menarik dan mendidik memotivasi siswa untuk memperhatikan pembelajaran, mereka merasa senang ketika melihat materi yang dipelajari disimulasikan dengan bantuan media pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti tertarik menggunakan media Power Point dalam proses pembelajaran peta sumber daya alam Indonesia di kelas.

Media pembelajaran Power Point memotivasi siswa untuk memperhatikan pelajaran yang telah dijelaskan di hadapannya, sehingga motivasi tersebut dapat membuat siswa lebih cepat memahami materi pembelajaran dan meningkatkan hasil belajarnya. Oleh karena itu peneliti menduga penggunaan media pembelajaran Power Point dapat meningkatkan kemampuan belajar dan hasil belajar siswa IV. kelas di SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba.

Gambar 2.1 Kerangka Pikir  Media Pembelajaran Power Point
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Media Pembelajaran Power Point

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Variabel dan Defenisi Operasional Variabel

Hasil belajar IPS merupakan keterampilan yang diperoleh siswa setelah belajar dengan menggunakan media Power Point. H1 = Terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran berupa Power Point terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Ho = Tidak terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran berupa Power Point terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros.

Berikut ini adalah hasil deskriptif pencapaian hasil belajar umum siswa kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros tahun pelajaran 2020/2021 yang diajarkan dengan menggunakan media Power Point. Distribusi Frekuensi dan Persentase Kumulatif Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros pada Pretest. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros pada Post Test.

Terlihat bahwa Hitung 2 < Tabel 2 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros pada pre test berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Melalui penggunaan media presentasi Microsoft Power Point, siswa kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros dapat meningkatkan hasil belajarnya melalui instrumen berupa rangkaian soal dalam LKS, Pretest, post test dan informasi via Power Media titik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah diajar menggunakan metode media Power Point.

Dalam penelitian ini digunakan media pembelajaran Power Point yang terdiri dari pengukuran hasil belajar yaitu sebelum menggunakan media Power Point dan setelah menggunakan media Power Point. Penelitian ini membuahkan hasil yang signifikan yaitu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar Kelas IV Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Sesuai dengan hipotesis penelitian, penolakan H0 dan penerimaan H1 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran berupa Power Point terhadap hasil belajar IPS siswa di SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros.

Pengaruh keberhasilan media power point terhadap hasil belajar IPS siswa di SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros tidak lepas dari peran peneliti dalam menggunakan media power point karena media power point merupakan media yang menarik dan banyak variasinya. berupa gambar, huruf, dan grafik yang digunakan dalam proses pembelajaran IPS. Terdapat pengaruh penggunaan media Power Point terhadap hasil belajar IPS siswa SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros sehingga metode ini cocok digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Rerata skor hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros sebelum diajar menggunakan metode media Power Point adalah 9,69. Rerata skor hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros setelah diajar menggunakan metode media Power Point adalah 14,57.

Tabel.A.1.Data Nilai dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Hasil belajar yang diperoleh Kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros pada saat pre test berdistribusi normal. Hasil belajar yang diperoleh Kelas IV SDN 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros pada saat post test berdistribusi normal.

Kriteria  pengujian  adalah  jika    2  hitung lebih  kecil    2  tabel ,  dengan  derajat kebebasan  (dk)  =  k  –  3  pada  taraf  signifikan  0,05    maka  sampel  berasal  dari  populasi yang terdistribusi normal
Kriteria pengujian adalah jika  2 hitung lebih kecil  2 tabel , dengan derajat kebebasan (dk) = k – 3 pada taraf signifikan 0,05 maka sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal

Populasi dan Sampel

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pikir  Media Pembelajaran Power Point
Kriteria  pengujian  adalah  jika    2  hitung lebih  kecil    2  tabel ,  dengan  derajat kebebasan  (dk)  =  k  –  3  pada  taraf  signifikan  0,05    maka  sampel  berasal  dari  populasi yang terdistribusi normal
Tabel  4.1:  Pengolahan  data  hasil  belajar secara umum  murid  kelas  IV  SDN  118  Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros
Gambar 4.1 Distribusi frekuensi skor hasil belajar murid kelas IV SDN 118 Inpres  Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros pada pretest.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Boeat kaoa pllola aoak NESTLE'S KlNDERMEEL FARINE lACrtE Soap!. IIIOOdabdllDlllk