PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN CELEBRITY ENDORSER TERHADAP MINAT BELI ULANG DENGAN BRAND TRUST SEBAGAI VARIABEL
INTERVENING
(Studi Kasus Pada Pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang)
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen
Oleh:
SITI ROHANI NPM. 21601081343
UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN MANAJEMEN 2020
PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN CELEBRITY ENDORSER TERHADAP MINAT BELI ULANG DENGAN BRAND TRUST SEBAGAI VARIABEL
INTERVENING
(Studi Kasus Pada Pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang)
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen
Oleh:
SITI ROHANI NPM. 21601081343
UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN MANAJEMEN 2020
iv ABSTRACT
This study aims to determine and analyze the influence of Social Media and Celebrity Endorsers on Repurchase Intention with Brand Trust as Intervening Variables in Ms Glow Aesthetic Clinic Malang Customers. The population and sample of this study are 91 customers of Ms. Glow Aesthetic Clinic Malang. In this study data collection techniques used in the form of questionnaires and interviews. The tool used for data analysis in this study is to use a software application in the form of SPSS. Data analysis method in this research uses path analysis (Analysis Path). The instrument test in this study is in the form of a Normality Test, Reliability Test, Validity Test, t Test and Sobel Test. The analysis shows that Social Media and Celebrity Endorser have a direct and significant effect on Brand Trust. While Social Media and Celebrity Endorser have a direct and significant effect on Repurchase Intention. Whereas Brand Trust has a direct and significant effect on Repurchase Intention. Whereas Social media and Celebrity endorser have a direct and indirect impact on the Repurchase intention through the Brand trust.
Keywords: Social Media, Celebrity Endorser, Brand Trust, and Repurchase Intention.
v ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Media Sosial dan Celebrity Endorser terhadap Minat Beli Ulang dengan Brand Trust sebagai Variabel Intervening Pada Pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang.
Populasi dan sampel penelitian ini adalah pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang sebanyak 91 responden. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa kuesioner dan wawancara. Alat yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan aplikasi software berupa SPSS. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur (Analysis Path). Uji instrumen pada penelitian ini yaitu berupa Uji Normalitas, Uji Reliabilitas, Uji Validitas, Uji t dan Uji Sobel. Hasil analisis menunjukkan bahwa Media Sosial dan Celebrity Endorser berpengaruh langsung dan signifikan terhadap Brand Trust. Sedangkan Media Sosial dan Celebrity Endorser berpengaruh langsung dan signifikan terhadap Minat Beli Ulang.
Sedangkan Brand Trust berpengaruh langsung dan signifikan terhadap Minat Beli ulang. Sedangkan Media sosial dan Celebrity endorser berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap Minat beli ulang melalu Brand trust.
Kata Kunci: Media Sosial, Celebrity Endorser, Brand Trust dan Minat Beli Ulang.
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di zaman era globalisasi ini, gaya hidup masyarakat Indonesia selalu berubah-ubah (dinamis). Berbagai tren berbelanja diadaptasi oleh masyarakat Indonesia, mulai dari midnight shopping sampai dengan yang sedang tren sekarang adalah berbelanja melalui internet (ecommerce) atau yang biasa disebut dengan online shop. Dengan semakin maraknya penggunaan internet, perdagangan secara elektronik (ecommerce) dilakukan oleh bisnis-bisnis dengan berbagai ukuran. Teknologi yang semakin canggih terus berkembang sejalan dengan perkembangan zaman. Revolusi marketing yang semakin maju mulai dari revolusi marketing 1.0, 2.0, 3.0, dan sekarang sudah memasuki era revolusi 4.0. Dimana di era sekarang internet dan media digital (media sosial) semakin maju dari revolusi 3.0. (Kotler, Philip, 2010:3).
Teknologi informasi khususnya internet saat ini sangat mempengaruhi dunia marketing bahkan, pemanfaatan internet untuk marketing dianggap sebagai trend setter. Semakin tingginya penggunaan internet berbanding lurus dengan pemanfaatannya di dunia marketing sehingga, dikatakan bahwa marketing online mulai populer sejalan dengan makin populernya penggunaan internet. Pencarian informasi dan kemudahan dalam pengunaan media sosial merupakan tahap terpenting dalam pengambilan keputusan pada saat berbelanja di media sosial. Strategi dan alat komunikasi dengan
2
konsumen saat ini mengalami perubahan yang sangat signifikan sebab kehadiran media sosial.
“Media sosial merupakan suatu kegiatan komunikasi pemasaran interaktif, yaitu dimana pemasaran interaktif ini merupakan kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung memperbaiki citra, meningkatkan kesadaran atau menciptakan penjualan produk dan jasa” Amalina A, 2016 (Kotler & Keller, 2009:175). Sebagai contoh salah satu media sosial yaitu Faceebook.
Pada awal tahun 2020 tepatnya bulan April seluruh dunia digemparkan dengan adanya virus yang disebut corona atau saat ini dikenal dengan subutan COVID-19. Virus ini dapat menular dan jika telah tertular seseorang akan mengalami demam, batuk, sesak nafas, kejang – kejang, bahkan sampai meninggal dunia. Dengan adanya hal tersebut Pemerintah diseluruh dunia memberlakukan “Lockdown/PSBB” untuk meminimalisir penularan virus tersebut. Hal itu juga menyebabkan pengguna internet diseluruh dunia meningkat drastis, diberbagai Negara pengguna facebook naik tajam. Dikutip dari Kompas.com, 4 Mei 2020 pada triwulan pertama 2020, jumlah pengguna aktif harian (DAU) facebook mengalami peningkatan signifikan, yakni bertambah 77 juta orang menjadi 1,73 miliar. Jumlah peningkatan itu menjadi yang tertinggi sejak 2011 lalu. Secara total, jumlah pengguna facebook pada kuartal I-2020 ini bertambah 105 juta orang, sementara jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) facebook menjadi 2,60
3
miliar, atau meningkat 10 persen dibandingkan kuartal I-2019. Sementara untuk aplikasi – aplikasi yang ada di bawah naungan facebook Icn, yakni facebook sendiri, ditambah Instagram, WhatsApp, dan Messenger, jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) diklaim telah menembus angka 3 miliar.
Seiring dengan perkembangan zaman dan saat ini telah memasuki era revolusi 4.0, internet dan media sosial semakin berkembang yang semula media sosial hanya facebook, twitter dan web, saat ini sdah ada whatsApp, instagram, youtube, tiktok, dan lain sebagainya. Dimana semua media sosial saat ini menjadi ladang bisnis dan marketing bagi para produsen dan para pelaku pasar. Tak hanya itu saja saat ini banyak toko – toko beralih menjual produk mereka melalui media sosial (online shop). Mereka menganggap dengan adanya online shop memberikan kemudahan kepada konsumen dalam berbelanja, tanpa harus keluar rumah cukup dengan smartphone mereka dapat memesan barang yang mereka inginkan.
Semakin maraknya pengguna media sosial pada dewasa ini, memberikan ruang kepada mereka yang berprofesi sebagai public figure, atau yang biasa disebut dengan selebriti (Artis). Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat para pelaku pasar harus memutar strategi untuk memikat konsumen agar tetap royal terhadap produk. Sehinga banyak para produsen suatu produk barang ataupun kosmetik yang menggunakan selebriti untuk menarik pelanggan, yang biasa disebut dengan celebrity endorse. Celebrity endorsement yaitu suatu advertising yang memakai orang yang sudah banyak dikenal di masyarakat atau public figure untuk mendukung suatu iklan
4
Siregar, F.R.A, 2019 (Shimp, 2003). Dengan adanya hal tersebut dapat membantu para pelaku pasar dalam berbisnis dan meningkatkan penjualan, seperti yang kita ketahui bahwa popularitas seorang selebriti sangat berpengaruh terhadap pemasaran suatu produk. Semakin selebriti dikenal atau diketahui oleh publik maka akan semakin cepat juga produk yang kita jual dikenal publik juga.
Celebrity endorser juga banyak dimanfaatkan oleh pelaku pasar dibidang kecantikan, tak heran jika produk kecantikan juga menjadi trend sekarang, salah satunya adalah skin care routine. Skin care routine adalah produk kecantikan yang biasa orang gunakan setiap hari, berbeda dengan kosmetik yang dipakai saat diperlukan saja. Skincare routine umumnya terdiri dari : krim siang dan malam untuk wajah, toner, pembersih wajah dan lain – lain. Penggunaan skincare ini juga biasanya harus sesuai dengan jenis kulit wajah, seperti misalnya terdapat skincare untuk kulit normal, berminyak dan berjerawat. Saat ini banyak para selebriti memposting atau mengeshare skincare mereka, sehingga banyak para remaja sampai orang dewasa tertarik untuk mencoba skincare tersebut. Disamping itu juga para pelaku pasar khususnya klinik kecantikan dan produk kecantikan menggunakan selebriti endorse untuk mempromosikan produk mereka.
Para pelaku pasar dapat juga meningkatkan penjualan dengan membangun kepercayaan akan merek. Kepercayaan seorang pelanggan pada merek (brand trust) diartikan sebagai keinginan dari pelanggan untuk bersandar pada sebuah merek dengan resiko – resiko yang mungkin akan
5
dihadapi oleh konsumen, sebab ekspektasi pada merek akan menyebabkan hasil yang positif ataupun negatif Amalina A, 2016 (Lau & Lee, 1999, dalam Riana, 2008). Dengan meningkatkan kepercayaan akan merek tersebut maka konsumen akan loyal dan setia terhadap produk tersebut.
Setelah pelanggan mulai percaya akan merek, maka seorang konsumen akan mulai minat untuk membeli ulang produk tersebut. Menurut Abdullah & Tantri (2012) dalam (Hidayat R & Devrina R, 2019) minat beli ulang adalah suatu minat dalam pembelian yang didasarkan pada pengalaman pembelian yang pernah dilakukan dimasa lalu. Seorang konsumen akan melakukan pemebelian kembali atas produk jika seorang konsumen tersebut sudah percaya dengan produk tersebut.
Kota Malang sering disebut juga kota Mahasiswa, tak heran jika terdapat banyak universitas di kota Malang. Dengan adanya hal tersebut membuat para pelaku pasar mulai dari usaha makanan, minuman dan klinik kecantikanpun didirikan di kota Malang. salah satu klinik kecantikan dan produk kecantikan yang terkenal adalah Ms Glow Aesthetic Clinic Malang . Ms Glow merupakan salah satu produk skin care dan kosmetik, dimana produk lokal ini sangat diminati oleh setiap kalangan, sebab Ms Glow sendiri sudah memiliki Aesthetic clinic dibeberapa kota, melihat tak banyak produk skin care yang memliki klinik membuat Ms Glow semakin diminati. Tak hanya itu saja Ms Glow juga sudah memiliki ijin BPOM dan juga sudah bersertifikasi halal, dan pastinya sudah aman digunakan. Ms Glow sendiri memiliki rangkaian perawatan yang lengakap yaitu Perawatan untuk kulit
6
berjerawat, kulit kering, produk-produk pencegah penuaan dini hingga pencerah kulit yang menawarkan hasil akhir glowing bak perempuan Korea sudah tersedia lengkap di Ms Glow dan telah disertifikasi keamanannya.
Tidak heran Ms Glow segera mendapat tempat di hati masyarakat (TabloidBintang, 2019).
Saat ini banyak konsumen melakukan pembelian suatu produk via online, sebab adanya kemudahan saat membeli suatu produk tersebut tanpa harus mendatangi toko penjual. Diera revolusi 4.0 ini tidak hanya produk pakaian (fashion), sepatu, sandal, dan lain – lain yang dapat dijual secara online, tetapi sekarang makanan juga dapat dipesan secara online seperti Gofood. Tidak hanya itu saja yang dapat kita pesan secara online, produk kecantikan juga dapat kita pesan secara online, baik melalui media sosial ataupun website, seperti produk kecantikan Ms Glow ini juga dapat dipesan secara online. Dibalik kemudahan tersebut terdapat gap atau kesenjangan yang membuat para pelaku pasar khususnya penjualan melalui online (media sosial) harus berhati – hati, sebab saat ini banyak sekali produk – produk palsu yang di kemas mirip dengan produk aslinya termasuk produk kecantikan Ms Glow.
Pemilihan selebriti endorser untuk produk kecantikan seperti Ms Glow ini harus tepat, Ms glow sendiri memilih Jesika Iskandar sebagai selebriti endorser mereka. Pemilihan Jesika Iskandar sebagai celebrity endorser bukan tanpa alasan, Jesika Iskandar adalah artis atau selebriti yang sudah dikenal oleh masyarat. Tak hanya itu saja Jesika Iskandar juga
7
memiliki paras yang cantik, selain cantik Jesika Iskandar juga Pemain film, juga seorang presenter tak heran jika Jesika Iskandar memiliki banyak fans.
Dengan hadirnya media sosial yang memberikan kemudahan berbelanja dan Celebrity endorser yang membantu mempromosikan dan membangun kepercayaan merek pada produk dari Ms Glow diharapkan para Mahasiswa dan Mahasiswi di Kota Malang tertarik dengan produk skin care Ms Glow. Agar memiliki wajah yang sehat dan bersih serta awet muda sepeti Jesika Iskandar sebagai celebrity endorser produk skin care tersebut.
Dari pemaparan di atas, maka judul untuk penelitian ini “Pengaruh Media Sosial dan celebrity Endorser Terhadap Minat Beli Ulang dengan Brand Trust Sebagai Variabel Intervening (Studi kasus pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas tersebut, maka yang menjadi permasalahan dari penelitian ini adalah:
a. Apakah Media Sosial berpengaruh langsung terhadap brand trust pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang?
b. Apakah celebrity endorser berpengaruh langsung terhadap brand trust pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang?
c. Apakah media sosial berpengaruh langsung terhadap minat beli ulang pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang?
d. Apakah celebrity endorser berpengaruh langsung terhadap minat beli ulang pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang?
8
e. Apakah brand trust berpengaruh langsung terhadap minat beli ulang pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang ?
f. Apakah media sosial dan celebrity endorser berpengaruh tidak langsung Terhadap minat beli ulang dengan brand trust sebagai variabel intervening pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian dari rumusan masalah di atas, maka penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui apakah Media Sosial berpengaruh langsung terhadap brand trust pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang
b. Untuk mengetahui apakah celebrity endorser berpengaruh langsung terhadap brand trust pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang.
c. Untuk mengetahui apakah media sosial berpengaruh langsung terhadap minat beli ulang pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang.
d. Untuk mengetahui apakah celebrity cndorser berpengaruh langsung terhadap minat beli ulang pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang.
e. Untuk mengetahui apakah brand trust berpengaruh langsung terhadap minat beli ulang pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang.
9
f. Untuk mengetahui apakah media sosial dan celebrity endorser berpengaruh tidak langsung Terhadap minat beli ulang dengan brand trust sebagai variabel intervening pada pelanggan Ms Glow Aesthetic Clinic Malang.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Bagi Peneliti
Diharapkan penelitian ini menjadi tolak ukur bagi peniliti dalam mengembangkan keilmuan dalam bidang marketing.
b. Bagi Perusahaan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pihak management Ms Glow dalam pemilihan strategi pemasaran yang lebih efektif dalam peningkatan kualitas produk baik dari volume penjualan maupun pertumbuhan pelanggan.
82 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh media sosial, celebrity endorser, brand trust dan minat beli ulang. Berdasarkan hasil dari pembahasan sebelumnya didapatkan kesimpulan yaitu sebagai berikut:
a. Media Sosial berpengaruh langsung terhadap Brand Trust.
b. Celebrity Endorser berpengaruh langsung terhadap Brand Trust.
c. Media Sosial berpengaruh langsung terhadap Minat Beli Ulang.
d. Celebrity Endorser berpengaruh langsung terhadap Minat Beli Ulang.
e. Brand Trust berpengaruh langsung terhadap Minat Beli Ulang.
f. Brand Trust dapat memediasi hubungan Media sosial dan Celebrity endorser terhadap Minat beli ulang.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, dan terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yaitu :
a. Pada penelitian ini hanya menggunakan dua variabel independen yaitu media sosial dan celebrity endorser yang dapat mempengaruhi brand trust dan minat beli ulang.
b. Penelitian ini hanya menggunakan sampel dari satu klinik kecantikan dan produk skin care serta kosmetik dari sekian banyak klinik kecantikan dan
83
produk skin care serta kosmetik dikota Malang. Semoga peneliti selanjutnaya dapat mengambil sampel lebih banyak dari banyak klinik kecantikan dan skin care serta kosmetik, sehingga hasil yang didapat lebih akurat dan mendalam.
5.3 Saran
Adapun beberapa saran dari hasil penelitian ini yaitu antara lain : a. Bagi Perusahaan (Pemilik)
Perusahaan maupun pemilik usaha hendaknya mererapakan langkah – langkah yang strategis untuk meningatkan penjualan serta kualitas suatu produk agar mampu meningkatkan kepercyaan terhadap merk dan minat pembelian kembali oleh pelanggan.
b. Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya, untuk meningkatkan penjualan peneliti disarankan untuk :
1) Menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi brand trust dan minat beli ulang untuk lebih memperkuat hasil analisis penelitian.
2) Peneliti selanjutnya dapat menambah sampel penelitian agar mendapatka hasil penelitian yang lebih akurat.
84
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, T & Tantri, F. 2012. Manajemen Pemasaran. Depok : Raja Grafindo Persada.
Adityo A, dkk. 2015. Social Media Nation. Prasetiya Mulya Publishing, Jakarta.
Aaker, David A. 2008. Manajemen Ekuitas Merek: Memanfaatkan Nilai dari suatu Merek. Terjemahan oleh Aris Ananda. Cetakan Ketiga. Jakarta:
Mitra Utama.
Ahmed Z, et al. 2014. “Effect of brand trust and customer satisfaction on brand loyalty in Bahawalpur”. Journal of Sociological Research ISSN 1948- 5468 2014, Vol. 5, No. 1.
Amalina, A. 2016. “Pengaruh Social Media Marketing Terhadap Brand Loyalty Dengan Brand Trust Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Follower Twitter Mizone @Mizoneid)”. Jurnal ilmu manajemen. Vol. 4, No. 3, 1- 12.
Arief, G.M, Heppy, M. 2015. “Pengaruh Sosial Media Marketing Melalui Instagram Terhadap Minat Beli Konsumen Sugar Tribe”. Vol. 2, No. 3, 1- 7.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Belch,G.E & M.A. Belc, 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective. Sixth Edition. New York: The McGraw Hill/Irwin.
Chaudhuri, A & Holbrook, M.B. 2001. “The Chain of Effects from Brand Trust and Brand Affect to Brand Performance: The Role of Brand Loyalty”.
Journal of Marketing (Online), Vol. 65, Iss.2, pp.81-94.
Chen, C.C.V., & Chen, C.J. 2017. “The Role of Customer Participation for Enhancing Repurchase Intention”. Journal Management Decision, Vol. 55 Issue: 3, 547-562.
Delgado-Ballester, E, et al. 2003. “Development And Validation Of A Brand Trust Scale”. International Journal of Market Research (Online), Vol. 45, No. 1, pp. 35-54.
Farrinadewi, E. 2008. Merek dan Psikologi Konsumen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.
Cetakan Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
85
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23, Edisi 8. Cetakan ke 8. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, Damodar. 2003. Ekonometri Dasar. Terjemahan: Sumarno Zain. Jakarta:
Erlangga.
Hauer, C. (2010). Application-Specific Reels. Wire Cable Technol. Int., 38(2), 66- 67.
Hidayat, R & Devrina, R. 2019. “Analisis Pengaruh Variasi Produk dan Labelisasi Halal Terhadap Kepuasan Konsumen Untuk Meningkatkan Minat Beli Ulang pada Kosmetik Wardah (Studi pada konsumen kosmetik wardah Kota Batam). Journal of Business Administration. Vol. 3, No. 1, 40-52.
Hillier, dkk. 2003. “Customer Repurchase Intention A General Structural Equation Model.” European journal of Marketing, Vol. 37, No. 11/12, 1762-1800.
Infomercial.2019.tabloidbintang.com.https://www.tabloidbintang.com/gaya- hidup/read/130615/ms-glow-produk-kecantikan-lokal-yang-berkualitas- bagi-kulit-dan-menjanjikan-keuntungan-materi.
Kotler, P, dkk. 2007. Marketing Management. A South Asian Perspective (2012).
Person Education, 340.
Kotler, P. dan Kevin L. K. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi 13. Jilid 2.
Jakarta: PT. Gelora.
Kotler, P. 2010. Marketing 3.0. Jakarta : Erlangga
Kusuma, K. 2018. Pemediasian Kepuasan Konsumen Pada Pengaruh Kualitas Layanan Dan Harga Terhadap Minat Beli Ulang Perusahaan Sinar Karya Pemenang. Doctoral dissertation, Universitas Ciputra.
Lau, G.T, Sook, H.L. 1999. “Consumers Trust in a Brand and the Link to Brand Loyalty”. Journal Of Market Focused Management. Vol. 4, 341-370.
Lianda, F. 2009. “Pengaruh Kepuasan dan Kepercayaan Mahasiswi Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi USU Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Sampo Sunsilk”. Digital Library Universitas Sumatera Utara (Online).
Mufariq, M.F., & Juanim, H. 2018. Pengaruh Citra Merek Dan Media Sosial Terhadap Minat Beli Ulang Pelanggan (Survey Pada Pelanggan Distro Flatten Supreme Bandung). Doktoral dissertation, Perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpas Bandung.
Pratama
K.R.2020.Kompas.com.https://tekno.kompas.com/read/2020/05/04/21090 037/-lockdown-di-berbagai-negara pengguna-facebook-naik-tajam.
86
Rakhmat, J. 2005. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Rahaju Edi, E. 2018. “Pengaruh Karakteristik Bintang Iklan dan E-Commerce Terhadap Minat Beli Ulang Produk Fashion di Kota Madya Madiun.
Jurnal ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi. Vol. 7, No. 2, 108-111.
Riana,G. 2008. “Pengaruh Trust in a Brand Terhadap Brand Royalty pada Konsumen Air Minum Aqua di Kota denpasar”. Buletin Studi Ekonomi, Vol. 13, No. 2, 184-202.
Rani, O. 2016. “Pengaruh Kualitas Produk, Kepercayaan Merek, Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Merek”. Doctoral dissertation, Tesis, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Rini, E.S,&Astuti, D.W. 2012. “Pengaruh Agnes Monica Sebagai Celebrity Endorser Terhadap Pembentukan Brand Image Honda Vario”. Jurnal Bisnis dan Manajemen. Vol. 6, No. 1, 1-12.
Rinaldi, A & Suryono, B.S. 2018. “Analisis Pengaruh Kualitas Informasi, Kualitas Sistem, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Ulang dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening (Studi pada pelanggan Traveloka di Kota Semarang). Diponegoro Journal of Management. Vol. 7, No. 2, 1-14.
Rossiter, J.R & Percy, L. 1987. Advertising and Promotion Management.
Singapore: McGraw – Hill.
Semuel, H, Kelvin, Y.S . 2018. “Promosi Melalui Sosial Media, Brand Awareness, Purchase Intention Pada Produk Sepatu Olahraga”. Vol. 12, No. 1, 47 – 52.
Setiawan, L. 2018. “Pengaruh Celebrity Endorser Terhadap Purchase Intention dengan Brand Awereness Sebagai Variabel Mediasi pada Produk Green Tea Esprecielo Allure”. Vol. 12, No. 1, 53-60.
Shimp,T.A. 2003. Periklanan Promosi & Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran.Terpadu, Jilid I, Edisi 5,Erlangga, Jakarta.
Shimp, T.A, 2007,Integrated Marketing Communication in advertising and promotion, Thomson. South-Wetsern.
Siregar, F.R.A. 2019. “Pengaruh Celebrity Endorser terhadap Purchase Intention Kue Medan Napoleon dengan Brand Image Sebagai Variabel Intervening”.
Tesis Magister Manajemen. 1-73.
Sudjana, Nana. 2009. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.
87
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Afabeta
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Sumarwan, U. 2015. Perilaku Konsumen , Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi kedua. Cet 3. Bogor: Ghalia Indonesia.
Supranto, J. 2008. Statistika Teori dan Aplikasi. Edisi ketujuh. Jakarta: Erlangga Utarsih, H. 2014. “Pengaruh Celebrity Endorser Terhadap Minat Beli Kartu As
(Studi Kasus pada Penduduk Bandung)”. Vol. 1, No. 2, 1-8.
Wulansari, A. 2013. “Pengaruh Brand Trust Dan Perceived Quality Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Produk Sari Roti (Studi Pada Konsumen Di Perumahan Gresik Kota Baru, Manyar Gresik)”. Jurnal Ilmu Manajemen, Vol. 1, No. 2, 1-14.