• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM AKUN @TARRABUDIMAN TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF ANAK REMAJA

N/A
N/A
Gemilang Makmur .P

Academic year: 2023

Membagikan " PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM AKUN @TARRABUDIMAN TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF ANAK REMAJA "

Copied!
128
0
0

Teks penuh

(1)

(Survei pada Remaja karang taruna Sukabumi Selatan)

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi

Disusun oleh:

DERYL RAVY ([email protected])

051603503125106

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SATYA NEGARA INDONESIA

2021

(2)

i

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SATYA NEGARA INDONESIA

NAMA : Deryl Ravy

NIM : 051603503125106 PEMINATAN : Hubungan Masyarakat

Pengaruh Media Sosial Instagram Akun @Tarrabudiman Terhadap Perilaku Konsumtif Anak Remaja (Survei Anak Remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan) Jumlah halaman : xiii + 89 halaman + 19 lampiran

Bibliografi : 31 buku

ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi mengenai pengaruh media sosial instagram akun Tarra Budiman terhadap perilaku konsumtif anak remaja.

Teori yang digunakan dalam penelitian yakni teori audience dengan menggunakan kekuatan khususnya media sosial instagram yang mana menunjukkan adanya pemberitahuan mengenai informasi sekitarnya melalui rangsangan.

Dalam penelitian ini penulis akan melakukan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivistic dengan metode survey yang bersifat eksplanatif. Pengumpulan data menggunakan Non Probability Sampling dengan populasi berjumlah 78 dengan angka korelasi 0,369 yakni menunjukan adanya pengaruh media sosial instagram akun Tarra Budiman terhadap perilaku konsumtif anak remaja.

Dari hasil penelitian dan kesimpulan penulis memberikan saran-saran secara teoritis dan praktis agar penelitian ini selanjutnya bisa dikembangkan dengan mendalam lagi.

Kata Kunci : Teori Audience, Media Sosial, Instagram Pembimbing I : Achmad Budiman.,S.Sos.,M.Ikom

Pembimbing II : Sandra Olifia, M Si

(6)

v

FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCES SATYA NEGARA INDONESIA UNIVERSITY

NAME : Deryl Ravy

NIM : 051603503125106

STUDY PROGRAM : Communication Science REQUIRECMENT : Punblic Relations

The Influenceof Social Media Instagram Account @Tarrabudimanon Behavior Consumptive Teens (Survey of Youth with Youth in Karang Taruna, Sukabumi Selatan)

Number Of Pages : xiii + 89 Pages + 19 Attacment Bibliography : 31 Books;

ABSTRACT

This research is based on the influence social media Instagram Tarra Budiman's account on teenage consumptive behavior.

The theory used in this research is the audience theory with which uses the strength of the social media, especially Instagram indicates notification of surrounding information through stimuli.

In this research, the writer will conduct research with quantitative approach with a positivistic paradigm with an explanative survey method.

Collecting data using Non Probability Sampling with a population of 78 with a correlation number of 0.369, which shows the influence of social media Instagram Tarra Budiman's account on consumptive behavior of adolescents.

From theresearchresultsandconclusions the authors provide suggestions theoretically and practically sothat this researchis further can be developed more deeply.

Keywords : Audience Theory, Social Media, Instagram Advisor I : Achmad Budiman.,S.Sos.,M.Ikom

Advisor II : Sandra Olifia, M Si

(7)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan proposal skripsi dengan judul “PENGARUH SOSIAL MEDIA AKUN @TARRABUDIMAN TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF ANAK REMAJA (Survei Karang Taruna Sukabumi Selatan) ini dengan baik dan tepat waktu.

Dalam proses pembuatan laporan proposal skripsi ini penulis tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih untuk kedua Orang Tua saya Bapak Ucu Sulaeman dan Ibu Fuji Nurahyana yang tidak henti-hentinya mendoakan serta memberikan kasih sayang dan dukungan kepada penulis dan mendukung selama berjalannya pembuatan Skripsi ini dan izinkan penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada :

1. Dra. Merry L. Panjaitan, MB.A selaku Rektor Universitas Satya Negara Indonesia (USNI).

2. Dr. Radita Gora Tayibnapis, S.Sos, M.M selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Satya Negara Indonesia (FISIP USNI) 3. Sandra Olifia, M.Si selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi

Universitas Satya Negara Indonesia (IKOM USNI)

4. Achmad Budiman, S.Ikom., M.Ikom selaku Dosen Dosen Pembimbing I yang selalu memberikan support dan bimbingannya

5. Sandra Olifia, M.Si selaku Dosen Pembimbing II yang juga tiada henti memberikan nasehat kepada nulis

(8)

vii

6. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Satya Negara Indonesia, khususnya yang telah memberikan ilmunya kepada penulis sejak semester awal hingga akhir.

7. Keluarga tercinta: Papah dan Mamah yang selalu mendoakan, memberi motivasi serta support setiap waktu.

8. Devyta Zahra selaku adik kandung satu-satunya yang selalu memberi support.

9. Endang Purwanti, Yasir Abdul Basith, Muhammad Erdin Khatami, Nanda Yulia sebagai teman diskusi serta memberi saran dan semangat kapan pun.

10. Muhammad Reza, Zaky Uray, Achmad Zulfikar, Ivan Sidarto, Mia Miranda, Rizki Ramadhan selaku teman perskripsian yang selalu memberi support satu sama lain.

11. Teman-teman penulis FISIP USNI 2016, khususnya teman-teman dalam satu bimbingan yang selalu memberi dukungan dan sharing bersama.

(9)

viii

12. Keluarga Besar FISIP 2016 yang selalu kompak dan setia memberi dukungan.

Penulis menyadari bahwa proposal skripsi ini jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan proposal Skripsi ini.

Jakarta, Maret 2020

Deryl Ravy

(10)

ix

DARTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN/ORISINALITAS .... Error! Bookmark not defined.

TANDA PERSETUJUAN SIDANG SKRIPSI ... Error! Bookmark not defined.

TANDA PENGESAHAN SIDANG SKRIPSI ... Error! Bookmark not defined.

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DARTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 10

1.3 Tujuan Penelitian ... 10

1.4 Manfaat Penelitian ... 11

1.4.1 Manfaat Teoritis ... 11

1.4.2 Manfaat Praktis ... 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 12

2.1 Landasan Teorotis ... 12

2.2 Teori Audience ... 12

2.2.1 Asumsi audience ... 14

2.3 Landasan Konseptual ... 15

(11)

x

2.3.1 Komunikasi ... 16

2.3.4 Media Sosial ... 18

2.3.5 Instagram ... 20

2.3.6 Remaja ... 21

2.3.7 Perilaku Konsumtif ... 22

2.4 Kerangka Pemikiran ... 22

2.5 Hipotesis... 24

BAB III METODELOGI PENELITIAN ... 25

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 25

3.1.1 Tempat Penelitan... 25

3.1.2 Waktu Penelitian ... 25

3.2 Desain Penelitian ... 25

3.2.1 Paradigma Penelitian... 25

3.2.2 Pendekatan Penelitian ... 26

3.2.3 Metode Penelitian ... 27

3.2.4 Sifat Penelitian ... 28

3.3 Populasi dan Sampel ... 29

3.3.1 Populasi ... 29

3.3.2 Sampel ... 29

3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel ... 30

3.4 Operasional Variabel ... 31

3.4.1 Definisi Variabel ... 31

3.4.2 Definisi Operasional ... 32

3.4.3 Operasional Variable ... 35

3.5 Reliabilitas dan Validitas ... 37

3.5.1 Uji Reliabilitas ... 37

3.5.2 Uji Validitas ... 40

3.6 Teknik Pengumpulan ... 43

3.7 Teknik Analisis Data ... 45

3.7.1 Uji Korelasi ... 45

3.7.2 Determinasi ... 47

(12)

xi

3.7.3 Uji Regresi Linier Sederhana ... 48

3.8 Uji Hipotesis Penelitian ... 50

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 51

4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian ... 51

4.1.1 Sejarah Media Sosial Instagram ... 51

4.1.2 @tarrabudiman ... 51

4.1.3 Perilaku Konsumtif ... 54

4.1.4 Remaja ... 54

4.1.5 Profil Karang Taruna Sukabumi Selatan ... 55

4.2 Hasil Penelitian ... 55

4.2.1 Karakteristik Responden ... 56

4.2.2 Hasil Jawaban Responden ... 59

4.2.3 Analisis data ... 78

4.2.4 Hipotesis Penelitian... 82

4.3 Pembahasan ... 84

BAB V PENUTUP ... 87

5.1 Kesimpulan ... 87

5.2 Saran ... 88

5.2.1 Saran Teoritis ... 88

5.2.2 Saran Praktis ... 88 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN – LAMPIRAN

(13)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Variabel X dan Y ... 35

Tabel 3.2 Tingkat Realibilitas ... 38

Tabel 3.3 Pengaruh Media Sosial Instagram Akun @tarrabudiman (X) 39 Tabel 3.4 Perilaku Konsumtif Anak Remaja ... 39

Tabel 3.5 Uji Validitas Pengaruh Media Sosial Instagram @tarrabudiman ... 42 Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Perilaku Konsumtif Anak Remaja ... 43

Tabel 3.7 Skor Pengumpulan Kuisioner ... 45

Tabel 3.8 Tingkat Korelasi ... 46

Tabel 4.1 Berdasarkan Jenis Kelamin Responden ... 57

Tabel 4.2 Berdasarkan Usia Responden ... 58

Tabel 4.3 Berdasarkan Status Responnden ... 59

Tabel 4.4 Tanggapan Responden dari soal dengan menggunakan Media Sosial Instagram dapat mewakili saya untuk berinteraksi ... 60

Tabel 4.5 Tanggapan Responden dari soal Pada akun Instagram @tarrabudiman menjadi perantara saya dalam berkomunikasi dengan pengguna lainnya ... 61

Tabel 4.6 Tanggapan Responden dari soal Akun Instagram @tarrabudiman selalu aktif berinterakasi dengan para followers nya ... 62

(14)

xiii

Tabel 4.7 Tanggapan Responden dari soal Akun Instagram

@tarrabudiman memiliki daya tarik yang unik ... 63 Tabel 4.8 Tanggapan Responden dari soal Akun Instagram

@tarrabudiman menambah informasi saya dalam gaya

berpakaian ... 64 Tabel 4.9 Tanggapan Responden dari soal Media Sosial instagram

akun @tarrabudiman membatu saya dalam mendapatkan

style gaya berpakaian ... 65 Tabel 4.10 Tanggapan Responden dari soal Saya menyukai hal-hal yang

disukai dari akun @tarrabudiman dalam gaya

berpakaiannya ... 66 Tabel 4.11 Tanggapan Responden dari soal Saya merasa tertarik dengan

gaya berpakaian setelah melihat postingan akun

@tarrabudiman ... 67 Tabel 4.12 Tanggapan Responden dari soal Saya melihat postingan

instagram akun @tarrabudiman karena memiliki daya tarik ... 68 68 Tabel 4.13 Tanggapan Responden dari soal Saya melihat postingan

media sosial instagram akun @tarrabudiman karena ingin mengekspresikan sebagian bagian dari gaya hidup terutama dalam berpakaiannya ... 69 Tabel 4.14 Tanggapan Responden dari soal Saya mencontoh gaya

berpakaian dari media sosial instagram akun

@tarrabudiman karena adanya keinginan dalam diri saya ... untuk dipuji 70

(15)

xiv

Tabel 4.15 Tanggapan Responden dari soal Gaya berpakaian dalam akun instagram @tarrabudiman bisa menjadi salah satu

referensi dalam kebutuhan gaya berpakaian ... 71 Tabel 4.16 Tanggapan Responden dari soal Gaya berpakaian yang

stylish seperti akun instagram @tarrabudiman salah satu

tuntutan di zaman sekarang ini ... 72 Tabel 4.17 Tanggapan Responden dari soal Gaya berpakaian yang

digunakan menjadi style lalu di upload melalui sosial media instagram adalah salah satu kepuasaan dalam diri pribadi ... 73 Tabel 4.18 Tanggapan Responden dari soal Gaya berpakaian akun

instagram @tarrabudiman bisa sangat mencerminkan gaya hidup dalam mengeskpresikan dalam gaya berpakaian yang menjadi sesuatu ketertarikan untuk membeli ... 74 Tabel 4.19 Tanggapan Responden dari soal Style dalam gaya

berpakaian adalah merupakan salah satu yang dapat mengekspresikan seseorang dari bentuk komunikasi tidak

langsung ... 75 Tabel 4.20 Tanggapan Responden dari soal Saya mengutamakan gaya

berpakaian saya seperti yang ditampilkan pada akun media sosial instagram @tarrabudiman ... 76 Tabel 4.21 Tanggapan Responden dari soal Saya merasa nyaman

melihat gaya berpakaian seperti @tarrabudiman dalam

postingannya di akun sosial media instagram ... 77

(16)

xv

Tabel 4.22 Korelasi ... 79 Tabel 4.2.3 Hasil Regresi Linier Sederhana ... 81 Tabel 4.2.4 Uji T ... 83

(17)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Platforms Internet

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ... 23

Gambar 3.1 Paradigma Penelitian ... 26

Gambar 3.2 Uji Realibilitas... 38

Gambar 3.3 Uji Validitas ... 41

Gambar 3.4 Uji Korelasi ... 46

Gambar 3.5 Uji Determinasi ... 48

Gambar 3.6 Uji Regresi... 49

Gambar 3.7 Uji Hipotesis ... 50

(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi zaman sekarang berkembang semkain pesat, seiring perkembangan zaman gilir berganti dari pengetahuan saat ini ke pengetahuan yang paling terbaru. Setiap pengetahuan memberikan manfaat serta inovasi yang menghasilkan hal positif bagi pelaku konsumtif khususya masyarakat, semakin mudah mencari informasi masyrakat mudah mendapatkan informasi serta wawasan yang luas. Seiring dengan berkembang teknologi, sayangnya banyak juga pengetahuan yang beredar pengetahuan yang pesannya tersurat bersifat positif serta pengetahuan yang pesannya tersirat yang bersifat negatif. Berkembangnya teknologi khusus nya di bidang internet semakin pesat yang berdampak bagi masyarakat khususnya masyarakat konsumtif di era globalisasi saat ini, tidak hanya masyarakat berkalangan clusster, bahkan masyarakat berkalangan ekonomi kebawah pun sudah mengenal teknologi internet secara mudah dan praktis. Misalnya seperti multimedia, telekomunikasi dan internet sangat berpengaruh dalam gaya hidup khususnya masyarakat yang bersifat konsumtif, internet sendiri singkatan dari (interconnection-networking) yaitu sebuah system global jaringan komputer yang saling menghubungkan antara satu dengan yang lain baik itu berbeda pulau, negara maupun benua. Internet Protocol Suite atau yang sering kita dengan TCP/IP merupakan standardisai yang

(19)

berfungsi menghubungkan perangkat satu dengan perangkat yang lain dengan melakukan pertukaran data berbasis internet.

Perkembanagan media massa terus pesat bahkan sangat cepat masuk ke penjuru dunia di berbagai negara negara. Dengan itu masyarakat dapat mudah melakukan pertukaran informasi sebagai proses antara komunikator dengan komunikan dengan menggunakan media yang berbasis internet. Terlebih penggunaan internet khusus nya media massa yang bersifat elektronik sangat banyak digunakan di kalangan masyarakat baik itu masyarakat clusster, maupun masyarakat ekonomi ke bawah yang dipergunakan untuk sehari hari.

Media massa merupakan karakteristik yang diantara nya mempublisitaskan yang menyebarluaskan kepada masyarakat atau publik, serta pesan yang isinya, aneka ragam dan dari seluruh dunia yang bersifat umum, mengenai segala aspek kehidupan serta semua peristiwa di berbagai tempat, maupun menyangkut mengenai kepentingan umum sebagai sasarannya masyarakat umum.

Media tidak di dominasi ideologi palsu atau cara pikir terhadap kondisi sebenarnya. Tetapi media di dominasi dengan menanamkan secara mendalam pada semua kegiatan masyarakat. Jadi media tidak di di dominasi oleh salah satu kelompok masyarakat kepada yang lain , tetapi persuasif dan tidak sadar. Media mendominasi minat golongan tertentu atas golongan yang lain,dan media jelas jelas memainkan peran yang sangat besar dalam proses tersebut (McQuaail, 2009:433)

(20)

Dalam era modern ini media sosial tidak hanya di gunakan untuk pertukaran informasi dan komunikasi saja bahkan banyak digunkan pada masyrakat yang menjadikan media sosial sebagai gaya hidup dalam cerminan berperilaku konsumtif. Media sosial sebagai media baru (new media) yang melahirkan begitu banyak situs yang berbasis aplikasi seperti email, blog, game online dan lain sebagainya. Media baru (new media) bagian dari lanskap teknologi, sosial dan budaya yang jauh lebih luas yang merujuk bentuk tekstula baru, hiburan dan pola konsumsi media, dalam penggunaan dan penerimaan gambar dan media komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu media tidak hanya di gunakan sebagai komunikasi saja tetapi banyak pihak pihak khusus yang memanfaatkan media saat ini seiring berkembang nya teknologi digunakan sebagai sarana pendidikan, sarana bisnis, sarana industri dan lain sebagainya. Disini bisa di lihat banyaknya peluang masyarakat sebagai bahan acuan atau alat ukur mereka dengan berperilaku konsumtif.

Media sosial banyak berbagai macam tergantung kebutuhan dari setiap individu tersebut, seperti youtube, bigo live, twitter, facebook, instagram.

Instagram merupakan jejaring sosial berbasis intrernet berupa foto dan video, yang bisa di akses lewat situs komputer atau aplikasi yang bisa di unduh lewat pc dan hanphone, yang sering banyak digunakan dikalangan masyarakat baik itu kalangan clusster maupun kalangan bawah yang ruang lingkup informasi nya bisa di diperoleh berbagai negara ke negara lainnya.

(21)

Media sosial merupakan jejaring sosial berbasis internet yang mudah di pergunakan masyarkat untuk berpartisipasi, membuat dan membentuk web atau Blog sebagai sumber informasi bagi masyrakat pelaku konsumtif yang haus akan informasi tentang apa yang terjadi saat ini atau yang sedang populer. Web atau Blog merupakan sarana informasi yang berupa komunikasi bersifat dialog interaktif. Dialog interaktif merupakan informasi yang di berikan khalayak melalui media elektronik contoh nya Televisi, Radio, Forum forum yang audien nya tersebut ikut berpartisipasi berupa mendengar serta menyimak dan menanyakan seputar redaksi dari progam atau topik tersebut.

Bagi McLuhan dan Innis, media merupakan perpanjangan pikiran manusia, jadi media yang menonjol dalam penggunaan membiaskan masa historis apapun. Ada dua analogi yang memiliki perbedaan signifikan namun akibat nya berdampak nyata, yaitu media berat, media berat yang kuno seperti gulungan naskah, tanah liat, atau batu sangat kuat dan karenanya mengikat waktu (time binding) karena dapat bertahan sangat lama. Sesuatu yang di tulis di atas batu, misalnya, biasanya kuat, tidak berubah, dan tahan lama, tetapi sulit untuk dipindahkan dan kurang mengikat bagi bnayak orang dalam area yang luas contohnya yaitu prastasi. Sebaliknya media yang mengikat ruang (space binding) seperti kertas biasanya ringan dan mudah dipindahkan, sehingga dapat memudakan komunikasi dari satu tempat ke tempat lain contohnya yaitu Buku,Majalah dan lain sebagainya.

(22)

Gaya hidup masyarakat cepat sekali berubah seiring perkembangan nya teknologi apalagi media sekarang amat sangat mudah di akses dari macam perangkat. Masyarakat cendrung berlaku konsumtif yang berkeinginan mengarah kepada gaya hidup borju yang lebih mengutamakan keinginan mereka daripada kebutuhan mereka sendiri.

We Are Sosial adalah lembaga yang surveyer data data pengguna aplikasi media sosial berbasis internet di seluruh dunia. Di Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun .Berdasarkan laporan dari situs HootSuite, pada tahun 2020 disebutkan bahwa ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia. Dengan Total Populasi (jumlah penduduk): 272,1 juta, Pengguna Mobile Unik: 338,2 juta, Pengguna Internet: 175,4 juta, Pengguna Media Sosial Aktif: 160 juta. Berikut grafik di bawah ini :

(Sumber : Platform survey Hootsuite 2020) Gambar 1.1 Platforms Internet

(23)

dan Platforms media sosial yang paling aktif, antara lain : Pengguna Youtube di Indonesia sebanyak 88% dari jumlah populasi.

Pengguna Whatsapp di Indonesia sebanyak 84% dari jumlah populasi.

Pengguna Facebook di Indonesia sebanyak 82% dari jumlah populasi.

Pengguna Instagram di Indonesia sebanyak 79% dari jumlah populasi.

(Sumber : Platform survey Hootsuite 2020)

Jumlah pengguna internet Indonesia Tahun 2020. Situs:. HootSuite

Instagram merupakan jejaring sosial berbasis intrernet berupa foto dan video, yang bisa di akses lewat situs komputer atau aplikasi yang bisa di unduh lewat pc dan hanphone, yang sering banyak digunakan dikalangan masyarakat baik itu kalangan clusster maupun kalangan bawah yang ruang lingkup informasi nya bisa di diperoleh berbagai negara ke negara lainnya.. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna instagram terbanyak yakni 89%. Instagram saat ini menjadi media yang digunakan untuk mengekspresikan diri untuk semua kalangan baik remaja maupun orang dewasa. Instagram sendiri mempunyai

(24)

banyak fitur yang disajikan dan digemari masyarakat. Tidak hanya menampilkan dan mengunggah foto, video, tetapi instagram saat ini terus menambah fitur – fitur yang mampu membuat masyarakat untuk lebih sering menggunakannya.

Konsep instagram sendiri yaitu dengan menjadi following dan followers.

komunikasi yang terjalin antara sesama pengguna akun dapat terjalin dengan memberikan tanda suka dan juga mengomentari foto/video yang telah di unggah oleh pengguna lainnya. Oleh itu followers juga menjadi salah satu unsur yang penting, dimana jumlah tanda suka dari para followers sangat mempengaruhi apakah foto tersebut dapat menjadi sebuah foto yang popular atau tidak. Maka siapa yang akun tersebut banyak jumlah followersnya biasanya banyak disebut juga sebagai selebgram atau kepanjangan dari selebratis instagram. Selebgram tersebut yang sangat mempengaruhi pola serta gaya hidup masyarakat untuk berperilaku konsumtif serta ingin di liat mewah atau borju.

Seperti kita ketahui bahwa aplikasi sosial media Instagram tidak terlepas dari influencer. Influencer sendiri yaitu cap label yang di berikan oleh masyarakat khususnya pengguna aktif instagram kepada salah satu akun instagram yang lain yang di kategorikan sebagai bidang nya masing masing, contoh seperti Tobias justin atau yang sering kita kenal jessnolimit, ia merupakan Influencer khususnya di bidang gaming. kini Influencer sudah menjadi profesi yang menjanjikan seiring semakin berkembangnya media sosial dan seseorang bisa mendapat label influencer dari pengguna aktif media sosial dengan mudah berkat rajin nya ia selalu memposting, snapgram dengan ciri khas dan bidang nya masing masing.

(25)

Pada 2020 ini ada banyak influencer bermunculan di media sosial. Mereka datang dari berbagai bidang, gaming, fashion, travel, beauty hingga lifestyle.

Adapun influencer yang tidak asing lagi nama nya di media sosial instagran seperti Attahalilintar yang gaya bahasa trend nya sampai sekarang

“Ahhsiapp”. postingan Instagram Attahalilintar sebanyak 2.166 dan 15,1 Juta followers dan ada juga influencer di dalam media sosial intagram yaitu Karin Novilda atau yang sering kita dengar Awkarin yang sempat populer dengan lagu berjudul “kamu suci aku penuh dosa”. postingan Instagram Awkarin sebanyak 6.763 dan 5,5 Juta followers.

Remaja zamansekarang ini seiring perkembangan teknologi sudah sangat pesat. Dengan perkembangan yang semakin maju, dampaknya bisa terlihat pada perubahan gaya hidup pada masyarakat. Kecenderungan perubahan gaya hidup remaja sekarang mengarah pada kehidupan yang terlihat di media social khususnya Instagram yang mudah diakses oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan remaja memiliki kecenderungan untuk selalu mengikuti perkembangan jaman (up to date). Dampak lainnya bisa terlihat pada kecenderungan masyarakat yang semakin aktif pada dunia sosial media. Dalam hal ini mereka selalu megikuti trend yang sedang berlangsung di dunia dan di khalangannya. Seperti kasus anak – anak yang rela membeli pakaian yang sedang trend digunakan saat itu. Karena mereka tidak mau ketinggalan zaman oleh teman – temannya.

Remaja merupakan proses pertembuhan antara anak anak menuju dewasa yang di dalam nya terdapat ikatan emosial untuk menjadi lebih giat apa yang ia

(26)

sukai walaupun terkadang masih bimbang dengan jati diri yang masih belum paham tentang dirinya sendiri serta ingin di lihat oleh teman teman nya apa yang mereka punya dan usahakan.

Remaja sering kita dengar juga sebagai fase dimana seseorang antusias untuk mengikuti seiring perkembangannya teknologi. Selain itu mereka merupakan salah satu yang aktif dalam menggunakan jejaring sosial. Di dalam sosial media Instagram terdapat banyak influencer yang dapat mempengaruhi gaya hidup dikalangan remaja terutama Karang Taruna Sukabumi Selatan. Karena dalam sosial media instagram terdapat banyak influencer yang menjadi acuan para remaja di Karang Taruna Sukabumi Selatan untuk berperilaku konsumtif sehingga menjadikan bahan konsumsi atau pengaruh pada fashion karena mengikuti postingan influencer di sosial media instagram atau trend yang sedang banyak di tiru oleh masyarakat.

Penulis mengambil salah satu artis yang cukup popular yaitu bernama Tarra Budiman yaitu ia merupakan salah satu brand amabasador Adidas, dan, ia juga pemilik dari brand Shinning Bright. Tidak diragukan lagi ia kerap sebagai panutan remaja zaman sekarang.

(27)

(Sumber : Akun Instagram Tarra Budiman,) 1.2 Rumusan Masalah

Adanya pengaruh media sosial Instagram akun Tarra Budiman terhadap perilaku konsumtif anak remaja.

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian diatas tujuan dari penulis untuk mengetahui pengaruh media sosial instagram akun Tarra Budiman terhadap perilaku konsumtif anak remaja (Survey Karang Taruna Sukabumi Selatan) .

(28)

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, bagi anak remaja saat ini, agar bisa memilah dan memilih contoh yang sesuai dengan usia mereka dalam melihat sosial media Instagram bagi anak remaja saat ini.

1.4.1 Manfaat Teoritis

1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan bagi penelitian ilmu komunikasi khususnya mengenai pengaruh sosial media instagram terhadap perilaku konsumtif anak remaja. Bagi mahasiswa setelah membaca hasil penilitian ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh informasi, wawasan serta pengetahuan mengenai pengaruh sosial media Instagram di era saat ini dan juga dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan informasi untuk penelitian lainnya.

2. Bagi penulis penelitian dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta lebih memilih yang mana harus di contoh dan ditiru dari sosial media.

1.4.2 Manfaat Praktis

Manfaat dari penilitian ini diharapkan memberikan masukan kepada pihak – pihak yang berkaitan dengan terpengaruh nya perkembangan media sosial Instagram pada Karang Taruna Sukabumi Selatan Serta peniliti juga mengharapkan remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan tidak mudahnya terpengaruh yang mengakibatkan berperilaku konsumtif penggunaan sosial media Instagram atau lebih efektif dalam menggunakan social media Instagram.

(29)

12

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teorotis

Penelitian ini dilandasi teori yang terkait dengan tujuan penelitian berdasarkan keselarasan penulis dengan judul pengaruh sosial media instagram terhadap perilaku konsumtif anak remaja. Adapun teori yang penulis gunakan seperti yang dijelaskan dibawah ini.

2.2 Teori Audience

Dalam penelitian ini, teori yang saya gunakan yaitu teori audience yang dimana teori tersebut memiliki arti penting untuk memahami komunikasi melalui media sejak teori komunikasi modern pertama kali dirumuskan hampir satu abad yang lalu. Teori ini mengikuti iklim keilmuan yang terus berubah dan gaya intelektual dalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, yang memengaruhi cara proses komunikasi dikonseptualisasikan dan cara tradisi akademis merisetnya.

(Stephen W, 2016:77).

Titik penekanan pada pola komunikasi ini ialah satu term yang diaplikasikan ke realitas yang makin beragam dan kompleks. Istilah ini, karenanya, memiliki banyak makna tambahan yaitu sekelompok orang yang diberi, dan memperhatikan pesan komunikasi yang di produksi seseorang dan dimaksudkan untuk di sampaikan kepada mereka agar dipahami, dirasakan, dan direspons dengan cara-cara tertentu.

(30)

Rentang makna audiensi mencakup, di satu sisi, ide sekelompok pemirsa yang berkumpul di satu lokasi fisik yang sama yang memerhatikan beberapa jenis kegiatan. Di sisi lain, audiensi bisa individu anonim yang tersebar, yang berada di rumah masing-masing tetapi secara bersamaan melihat konten yang ditawarkan oleh media massa tertentu.

Teori audiensi memiliki pola komunikasi dimana audiensi berhubungan dengan distribusi kekuasaan antar produsen konten media. Media dapat dibagi menjadi tiga jenis, menurut Boerdewijk dan Ben van Kaam. Sampai 1980-an, audiensi dari media transmisi klasik seperti radio dan televisi tidak mengontrol produksi konten atau penerimaan konten: mereka dapat dijangkau hanya ketika broadcaster memilih untuk menstransmisikan pesan secara sentral kepada mereka.

audiensi media konsultasi seperti media cetak, di sisi lain, aktif memilih k-apan mereka akan mengakses konten dan konten apa yang mereka pilih terakhir, media percakapan mengandalkan pada relasi komunikasi yang dicirikan oleh co- produksi makna dialogis di mana pengirim dan penerima bergantian peran.

Aspek persoalan dalam teori audiensi ialah apabila audiensi merupakan publik yang aktif secara politik atau kelompok privat dan pasif. Dalam hubungan ini publik didefinisikan sebagai kelompok yang di mobilisasikan oleh kekuatan politik atau kultural yang ekssis secara independen (seperti partai politik atau kelompok penting kultural) dan di layani oleh media yang disediakan oleh publik.

Secara tradisional audiensi dianggap sebagai sekelompok domestik yang lemah dan pasif secara politik, di kuasai oleh, dan tergantung pada media dan sering berorientasi hiburan. Akan tetapi sebagai konsekuensi dari meningkatnya

(31)

mediatisasi semua aspek kehidupan modern dan kualitas partisipatoris dari kultur konvergensi media.

Teori audiensi diberi label secara metaforis dalam teori media sebagai jarum hipodermik atau teori jarum suntik. Menurut teori hipodermik, pesan media dapat dilihat ssebagai suati yang di suntikkan kedalam kulit penerima. Jadi efek media di anggap langsung segera, dan kuat. Kemunculan teori ini adalah konsekuensi langsung dari kemunculan teknologi penyiaran baru radio, yang memungkinkan untuk pertamakalinya menjangkau telinga konsumen dan warga negara di satu negara secara simultan (Stephen W, 2016:78).

Berdasarkan uraian di atas penulis memahami bahwa proses persuasi melalui media yang melakukan kampanye publik, dapat memicu perilaku individu dengan cara mempertemukan komunikator dengan kosumtif (komunikan).

Sehingga dapat menstimuli komunikasi massa hingga dapat berdampak pada ketertarikan konten yang di berikan melalui media.

2.2.1 Asumsi audience

Asumsi dari teori audiensi ini yaitu media massa yang memicu individu akan lebih mengerti mengenai pemberitahuan informasi yang ada melalui rangsangan sekitarnya yang memaksanya untuk dapat mengharapkan dan memperhatikan interaksi komunikasi yang berlangsung secara sadar agar muncul respons atau timbal balik. Sebab-akibat yang bersifat aksi-reaksi, bahwa model ini mengasumsikan komunikasi verbal/ non verbal, tatap muka, melalui media akan merangsang orang lain memberikan respon dengan cara tertentu. Yakni bahwa

(32)

media secara langsung dengan cepat memiliki efek yang kuat dan berdampak kepada komunikan.

Teori ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tegantung kepada kredibilitas (stimulus), yakni kredibilitas terkait komunikasi, misalnya pengetahuan, sikap, tindakan sangat menetukan keberhasilan perubahan perilaku individu, kelompok, atau masyarakat.

Penulis memahami bahwa bedasarkan uraian diatas, Teori audience adalah teori yang tepat untuk membahas adanya pengaruh media sosial instagram akun Tarra Budiman terhadap perilaku konsumtif anak remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan.

Apabila dikaitkan dengan permasalahan ini penulis memahami bahwa Teori Audience adalah teori yang membahas tentang perubahan sikap komunikan yang dipicu oleh akun Tarra Budiman di media sosial instagram, yang menjadi stimulus atau pesan kepada anak remaja sebagai bentuk perhatian, pengertian, dan penerimaan sehingga jika stimulus diterima maka akan berdampak pada perubahan sikap yang mengakibatkan berperilaku konsumtif, seperti ingin meniru gaya berpakaian Tarra Budiman terhadap anak remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan.

2.3 Landasan Konseptual

(33)

2.3.1 Komunikasi

2.3.1.1 Definisi Komunikasi

Menurut Carl I. Hovland, Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan kepada penerima (komunikan) untuk mengubah perilaku (Kustini Henny, 2012:5)

Weaver, 1949 menyatkan bahwa komunikasi adalah prosedur melalui mana pikiran (stimulus) seseorang (komunikator) dapat mempengaruhi pikiran orang lain (komunikan) (Kustini Henny, 2012:8)

Harold D Laswell memperkenalkan 5 formula dalam proses terjadinya interaksi komunikasi (Kustini Henny, 2012:5), yaitu :

a. Who, yakni yang mengartikan siapa yang mengatakan.

b. Says What, yakni yang mengartikan dengan menyatakan apa c. In Which Channel, yakni yang mengartikan saluran apa d. To Whom, yakni yang mengartikan ditunjukkan kepada siapa e. With What Effect, yakni yang mengartikan pengaruh apa.

2.3.1.2 Sifat Komunikasi

Dalam sifat komunikasi, terdapat empat sifat secara umum yang biasa kita temukan sehari hari (Mulyana Deddy, 2014:261), antara lain :

1. Komunikasi Verbal menyatakan pikiran, perasaan melalui lisan dan tulisan.

2. Komunikasi NonVerbal menyatakan pikiran, perasaan melalui isyarat dan gambar/symbol.

(34)

3. Komunikasi tatap muka menyatakan pikiran, perasaan secara langsung (face to face)

4. Komunikasi bermedia adalah menyatakan pikiran perasaan melalui ruang maya.

Terkait persoalan remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan melalui soial media Instagram, masalah ini sangat berkaitan dengan komunikasi yang bersifat NonVerbal yang dimana komunikasi tersebut melalui gambar/symbol yang mempengaruhi perilaku konsumtif.

2.3.1.3 Tujuan Komunikasi

Dalam tujuan komunikasi, terdapat lima tujuan yang secara sadar merubah perilaku komunikan (Mulyani Tri, 2004:43), antara lain :

1. Mengubah perilaku.

2. Mengubah keterampilan.

3. Mengubah pengetahuan.

4. Mengubah sistem sosial.

5. Mengubah budaya.

Terkait persoalan remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan melalui soial media Instagram ini sangat berpengaruh pada perilaku berpakaian anak remaja yang komunikasi tersebut bersifat NonVerbal dalam bentuk symbol/gambar yang mudah di terima sehingga sangat mudah mengubah perilaku konsumtif anak remaja.

(35)

2.3.4 Media Sosial

2.3.4.1 Definisi Media Sosial

Media sosial adalah sarana bagi individu maupun kelompok untuk berbagi atau menerima pesan/informasi berupa teks, gambar, video dan audio dengan satu sama lain dan dengan perusahaan ataupun organisasi dan sebaliknya (Aditiawarman, 2019:50).

Menurut Marjorie Clayman meyatakan bahwa media sosial adalah alat pemasaran baru yang memungkinkan untuk mengetauhi pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin (Aditiawarman, 2019:51).

M.Terry mendefinisikan bahwa media sosial merupakan suatu media komunikasi dimana pengguna dapat mengisi kontennya secara bersama dan menggunakan teknologi penyiaran berbasis internet yang berbeda dari media cetak dan media siaran tradisional (Aditiawarman, 2019:51).

Berdasarkan uraian diatas penulis memahmi bahwa media sosial instagram merupakan suatu media online berbasis internet yang menjadi alat bantu penyampaian dan memperoleh pesan/informasi baik itu dari individu, organiasi maupun perusahaan.

Bila dikaitkan dengan penelitian media sosial ini adalah suatu alat bantu dengan mengaplikasikan komunikasi massa sebagai memperoleh pesan/informasi yang bersumber dari individu, kelompok ataupun perusahaan baik itu berupa symbol/gambar dan diterima oleh khalayak banyak yang berdampak dan berpengaruh terhadap sosial media khsusnya anak remaja.

(36)

2.3.4.2 Pengaruh Media Sosial

Dalam pengaruh sosial media terdapat dua efek yang ditimbulkan dari pelaku pengguna (Liliweri Alo, 2015:325-326), antara lain :

1) Efek positif

Media sosial memungkinkan seseorang untuk berbagi pesan/informasi yang telah di updete dengan orang lain. Hubungan jarak jauh yang sebelumnya ditandai oleh tiadanya komunikasi kini akan terus dipelihara.

Singkatnya media sosial juga membantu seseorang untuk membangun jaringan komunitas yang bisa saja efektif melintasi batas batas fisik di lingkungannya. Bagi orang yang sedang berada dalam suasan batin yang tidak nyaman, atau sedang dalam kecemasan sosial cenderung memilih media sosial untuk melepaskan perasaan (curhat) kepada teman-temannya melalui media sosial.

2) Efek negatif

Ancaman terberat media sosial dapat minumbulkan batas penggunanya melewati kadar porsi seseorang karna cenderung lebih santai dan mudah untuk mengakses internet, dari berbagai kalangan manapun bisa di akses lewat media sosial. Ini yang menyebabkan gejolak emosional yang mendorong orang mempercayai seseorang secara sadar.

2.3.4.3 Penggunaan Media Sosial

Van Djik 2013, mengkategorikan bahwa penggunaan media sosial secara umum dapat dilihat dari berapa lama durasi si pengguna aktif dan memang sudah

(37)

menjadi faktor kebutuhan sehari hari. Yakni di bagi menjadi dua unsur untuk penggunaan media sosial (Putra Yudha, 2019:104), yaitu :

a. Intensitas, hal ini dapat dilihat dari perkembangan bagaimana hubungan individu dengan perangkat.

b. Appertain, yakni yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaburasi, karena itu media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.

Media sosial sendiri didefinisikan sebuah media online berbasis jaringan internet, dengan para penggunanya bisa dengan mudah mengakses berbagai pesan/informasi yang diperoleh melalui web, blog, jejaring sosial, wiki, dan forum dari berbagai penjuru dunia.

2.3.5 Instagram

2.3.5.1 Definisi Instagram

Nama instagram sendiri berasal dari insta dan gram, “insta” yang berasal dari kata instant dan “gram” yang berasal dari telegram, dapat disimpulkan dari namanya yang berati menginformasikan atau membagi foto atau video kepada orang lain dengan cepat. Instagram dapat diartikan menampilkan dan menyampaikan pesan/informasi berupa foto atau video pendeksecara cepat lewat aplikasi yang dapat di akses oleh orang lain (Willya Evra, 2012:290).

(38)

Menurut Jubilee, Instagram adalah sebuah aplikasi yang khususnya popular di media sosial sebagai media digital untuk menciptakan atau membentuk sebuah komunitas yang saling berbagi foto atau video antara anggota dengan anggota yang lainnya baik itu organisasi maupun perusahaan dari berbagai penjuru dunia. Intagram menyerupai galeri berukuran raksasa dimana setiap orang bisa melihat hasil karya pengguna instagram yang lain dan menciptakan jaringan pertemanan. Jika ditarik kesimpulan paling sederhana, instagram adalah aplikasi untuk memotret, mengedit dan menyebar foto atau video tersebut ke komunitas pengguna instagram lainnya (Enterprise, 2012:2).

2.3.6 Remaja

2.3.6.1 Definisi Remaja

Remaja sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, istilah ini menunjukan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya dimulai dari usia 13 pada pria dan usia 12 pada wanita. Masa ini bertepatan dengan masa remaja yang merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan pernannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewasa (A. Octavia Shilphy, 2020:1).

Menurut klasifikasi World Health Organization (2002) salah satu pakar psikologi perkembangan Hurlock (2002) menyatakan bahwa masa remaja ini dimulai pada saat anak mulai matang secara seksual dan berakhir pada saat mencapai usia dewasa secara hukum. Masa remaja di bagi menjadi dua fase yakni

(39)

fase remaja awal dan fase remaja akhir. Masa remaja awal dimulai pada saat anak anak mulai matang secara seksual yaitu pada usia 13 tahun sampai usia 17 tahun, sedangkan masa remaja akhir meliputi priode setelahnya sapai dengan 18 tahun, yaitu usia dimana seseorang dinyatakan dewasa secara hukum (A. Octavia Shilphy, 2020:1).

Menurut Hurlock mengatakan bahwa masa remaja secara psikologis adalah usia dimana tidak terkontrol nya pribadi si remaja sehingga sering muncul perbuatan yang diinginkan dirinya seperti berhura-hura, pergi keluar malam, ingin mencoba hal baru, dan mulai saling menyukai lawan jenis (A. Octavia Shilphy, 2020:2).

2.3.7 Perilaku Konsumtif

2.3.7.1 Definisi Perilaku Konsumtif

Perilaku Konsumtif adalah studi tentang bagaimana pelaku konsumtif mencari informasi, mempertimbangkan, membuat keputusan alokasi sumberdaya yang dimiliki untuk memilih, menggunakan, menghentikan penggunaan barang/jasa/ide untuk memuaskan dirinya (Abidin Zainal, 2017:215).

Leon Warlas 1894, Perilaku Konsumtif yaitu yang pada dasarnya bagaimana konsumen mendayagunakan sumber daya yang ada (uang) dalam memuaskan keinginan seseorang tersebut (Arifin Imamul, 2010:24).

2.4 Kerangka Pemikiran

(40)

Anzuar Jualiandi dalam bukunya Metodologi Penelitian Bisnis menyatakan bahwa, kerangka berpikir ini adalah suatu model konseptual

mengenai penjelasan ilmiah mengenai preposisi antar konsep/antar konstruk atau pertautan/hubungan antarvariabel penelitian. bagaimana teori behubungan dengan segala macam factor yang telah atau sudah diidentifikasi yakni sebagai masalah yang penting (Irfan, 2014:109)

Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Gambar 2.1 (Kerangka Pemikiran)

Table uraian di atas adalah suatu penjabaran kerangka pemikiran penulis yang akan menjadi dasar dari penelitian ini. Teori audiensi sangat terkait dengan

Facebook

Akun IG

@tarrabudim an Pelaku Konsumtif

Remaja Karang Taruna

Sukabumi Life Style

Kebutuhan Primer

Twetter Instagram

Media Sosial

(41)

media sosial Instagram yaitu akun Tarra Budiman pada komunikasi massa melalui media massa dengan adanya suatu pesan/informasi berupa gambar/symbol yang memicu terjadi Stimulus pada komunikan sehingga menimbulkan berperilaku konsumtif terhdap anak remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan.

2.5 Hipotesis

Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpula data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jaaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik (Sugiyono, 2018:63).

Berdasarkan kerangka berpikir diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

Ho : Tidak ada pengaruh sosial media Instagram Akun Tarra Budiman terhadap perilaku konsumtif anak remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan.

Ha : Ada pengaruh sosial media Instagram Akun Tarra Budiman terhadap perilaku konsumtif anak remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan.

(42)

25

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitan

Penelitian ini dilakukan di RW.08 Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 11560, Indonesia.

3.1.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan mulai pada bulan November 2020 – Febuari 2021.

3.2 Desain Penelitian

Penulis dalam penelitian ini menggunakan Paradigma Positivistik, dengan menggunakan pendekatan Kuantitatif, menggunakan metode Survei dan penelitian ini bersifat deskriptif.

3.2.1 Paradigma Penelitian

Positivistik merupakan paradigma dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Reynolds mengatakan bahwa paradigma positivistik atau empiris, mengasumsikan bahwa kebenran objektif dapat ditemukan dan bahwa proses penyelidikan yang menemukan kebenaran- kebenaran ini dapat, tidaknya sebagian, bernilai netral. Seorang empiris berusaha

(43)

X = Kualitas Alat Sosial Media Instagram

Y = Kualitas yang dihasilkan

Perilaku Konsumtif Anak Remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan

untuk bersikap objektif dan bekerja demi pengendalian, atau arah atas konsep konsep penting dalam teori. Perilaku dan pernyataan dapat memiliki makna yang banyak dan dapat diinterpretasikan dengan berbagai cara. Pendekatan positivistik bergerak sepanjang teori (Lynn, 2017:48).

Paradigma positivistik menggambarkan proses untuk melakukan studi yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa segala gejala itu dapat dikalsifikasikan dan hubungan gejala bersifat sebab-akibat dengan memfokuskan kepada beberapa variable saja (Sugiyono, 2018:42).

Penelitian ini menggunakan paradigma yang terdiri atas sebab akibat yang mengakar menjadi dua variable (X dan Y), yakni variable independent dan variable dependen. Hal ini dapat digambarkan seperti bagan dibawah ini :

Gambar 3.1 Paradigma Penelitian 3.2.2 Pendekatan Penelitian

Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan riset yang dampaknya terhadap komunikan menjadi motivasi dengan dikaitkan menggunakan metode paradigma positivis dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan permasalahan. Paradigma penelitian dengan pendekatan kuantitatif bersandar pada pengumpulan melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merusmuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan (Sugiyono, 2018:41).

(44)

Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini juga disebt sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme (Sugiyono, 2018:8).

Menurut Borg and Gall (1989) menyatakan bahwa penelitian Kuantitatif menggunakan metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis dengan berbasis pertanyaan yang tetap (quesioner) yang pada dasarnya semua responden akan menajawab semua pertanyaan yang diajukan oleh sipeneliti, lalu dipresentasekan berbasis angka-angka dan dirangkai menggunakan analisis statistik (Sugiyono, 2018:7).

3.2.3 Metode Penelitian

Metode survei adalah salah satu metode yang digunakan dalam penelitian ini, dengan metode riset dari beberapa macam jenis kuesioner sebagai instrument yang menjadi tolak ukur dalam pengumpulan datanya. Dikemukakan khusus tentang metode survey, karena metode ini sebagai bagian dari metode kuantitatif mempunyai ciri khas tersendiri, terutama dengan adanya kelompok kontrolnya.

Instrument utama untuk mendapatkan informasi dari sejumlah responden selama survei berlangsung agar hasil dari pengumpulan dan analisis data sosial bersifat sangat terstruktur dan mendetail (Sugiyono, 2018:72).

Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian metode survey adalah metode yang bertujuan memperoleh pesan/informasi kepada

(45)

khalayak secara menyeluruh. Dengan demikian metode penelitian survey dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono, 2018:5).

3.2.4 Sifat Penelitian

Penelitian eksplanatif adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengetauhi atau memperoleh pesan/informasi tentang apakah perubahan suatu variabel seiring atau mempengaruhi perubahan variabel yang lain. Penelitian eksplanatif bisa disebut juga sebagai pra eksekusi. Dengan adanya pra eksekusi ini sangat membantu untuk merancang perencanaan secara berurai dengan jelas dan benar sesuai apa yang sebenarnya diperlukan di masyarakat sehingga mencukupi keseluruh persoalan dalam setiap fasenya (Sutinah, 2005:18).

Penelitian eksplanatif sangat relevan dengan menggunakan metode yang berbasis sensus, yang dimana metode berbasis sensus ini merupakan penelitian dengan melakukan pengumpulan data dari keseluruhan objek dengan menagmbil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan untuk mendapatkan informasi yang spesifik dengan cara menggunakan kuesioner dari berbagai macam bentuk dan macam yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Dini, 2007:30).

Berdasarkan uraian diatas penulis memahami bahwa penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanatif yang mana penelitian ini menggunakan metode survey sebagai cara memperoleh informasi dengan melakukan metode

(46)

berbasis sensus melaui bantuan quesioner sebagai pusat memperoleh pesan/informasi kepada responden khsusnya anak remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan.

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek baik itu manusia, hewan, tumbuhan, dan benda alam lain yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu (Sugiyono, 2018:80).

Populasi adalah semua anggota dari objek yang ingin kita ketauhi isinya mengenai suatu permasalahan yang kita teliti kemudian di pelajari dan disimpulkan dengan beberapa metode-metode yang sudah ditetapkan (Eriyanto, 2011:109).

Berdasarkan uraian diatas populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah 78 anak remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan.

3.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karekteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mepelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan

(47)

waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2018:81).

Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel, pengambilan sampel dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu Probability Sampling dan Nonprobability sampling (Sugiyono, 2018:82-84), yaitu :

1. Probability sampling : dilakukan menggunakan panduan matematis dengan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

2. Nonprobability sampling : dilakukan menggunakan panduan matematis dengan teknik pengambilan sampel yang tidak membei peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk di pilih menjadi sampel.

Jumlah sampel yang di ambil 78 orang sampel, penulis mengambil seluruh jumlah populasi sebagai sampel dikarenakan jumlah populasi yang ada memiliki jumlah yang relatif kecil. Dan mempermudah dalam penghitungan hasil penelitian agar terlihat jelas dari banyaknya populasi.

3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel

Terdapat berbagai teknik sampel yang digunakan yakni untuk pengambilan sampel menentukan sampel mana yang akan digunakan dalam sebuah penelitian. Non Probability Sampling adalah pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Non Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi

(48)

setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2018:83).

Penulis dalam penelitian ini akan menggunakan teknik sampling dari Non Probabilitas Sampling yakni Sampling kuota. Sampling kuota merupakan metode penetapan sampel dengan menentukan kuota terlebih dahulu terhadap suatukelompok, sebelum quota suatu kelompok terpenuhi maka penelitian belum dianggap selsai. Hal ini sering di lakukan bila peneliti sudah melakukan riset terlebih dahulu (Sugiyono, 2018:85).

Berdasarkan uraian diatas dengan populasi yang telah ditentukan yakni 78 orang.

3.4 Operasional Variabel

3.4.1 Definisi Variabel

Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2018:38).

Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam variabel (Sugiyono, 2018:39), yakni :

1. Variable bebas (Independen) adalah variabel yang sering disebut juga stimulus, prediktor, antecedent. Yakni merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya

(49)

variabel dependen (terikat) yaitu Media sosial instagram. Dalam penilitian ini dapat dilihat dan di ukur dari sikap yang meliputi Sosial presense, media richness dan Self presentation, self disclosure dengan pengukuran tersebut dapat dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini untuk selanjutnya dibuat kuesioner.

2. Variabel terikat (Dependen), adalah variabel yang sering disebut juga variabel output, kriteria, konsekuen. Yakni merupakan variabel yang di pengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dijadikan sebagai indicator dalam penelitian ini untuk kemudian selanjutnya dibuat kuesioner dalam penelitian untuk mengetahui perilaku konsumtif khususnya anak remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan terkait dengan menggunakan media sosial instagramnya.

3.4.2 Definisi Operasional

Dalam sub bab penelitian ini, adapun pemahaman dari definisi operasional (Mahi, 2018:41), yakni sebagai berikut :

1. Variabel (X) Media Sosial Instagram a. Kehadiran Sosial (social presence)

Sebagai pesan/informasi berupa audio, visual ataupun audiovisual baik fisik maupun nonfisik seperti blog sosial, podcast, weblog yang terjadi ketika proses komunikasi.

b. Kekayaan Media (Media richness)

(50)

Membantu seseorang untuk memeperjelas dan meyakinkan menggunakan media sosial untuk menyampaikan sebuah pesan/informasi kepada khalayak.

c. Presentasi Mandiri (self presentation)

Merupakan keinginan untuk mengendalikan kesan kepada orang lain untuk membangun persepsi kepada orang lain sehingga muncul image yang bagus terhadap dirinya lalu menjadi cirta untuk dirinya terhadap masyarakat khalayak agar reputasi itu tetap terjaga dengan stabil dan baik.

d. Pengungkapan Diri (self disclosure)

Secara sadar atau tidak sadar personalpun mengungkapkan apa yang ia suka berupa informasi tetang pribadinya baik itu perihal pikiran, perasaan kepada orang baru kita kenal sebagai persepsi pertama kepada orang lain untuk menilai dirinya kalau dirinya tersebut ingin akrab dengan orang tersebut. Contoh nya seperti pertama kali seseorang mendaftar kuliah lalu ia bertemu dengan teman yang ia tidak kenal sdambil didalam kelas menunggu dosen ia berbicara dengan orang tersebut.

2. Variabel (Y) Perilaku Konsumtif a. Style

Style merupakan gaya hidup yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari khususnya para remaja, kerap berguna untuk mengapresiasikan diri

(51)

mereka agar ingin dilihat oleh temannya dan orang banyak. Penelitian mengkhususkan disini style yang dimaksud yaitu bagaimana seseorang itu berbusana atau berpakaian dengan hypebeast.

b. Kebutuhan Primer

Sandang pangan papan adalah kebutuhan primer makhluk hidup khususnya manusia. Sandang saat ini kerap sering disebut juga dengan pakaian/busana. Seiring berkembang nya zaman pakaian/busana tidak hanya untuk sekedar berpakaian yang berfungsi menutup aurat, melindung dari panas terik matahari dan dinginya udara malam, namun sudah menjadi gaya hidup yang mewah seakan-akan menjadi pamer terhadap orang-orang sekitar karena pakaian/busana bisa menilai diri kita terhadap orang lain dari segi kualitas hidup. Dari sinilah kita bisa menarik kesimpulan bahwa pakaian/busana sangat penting dan menjadikan salah satu prioritas dan kualitas dalam peran menjalani hidup yang dimiliki serta dipakai oleh manusia tersebut.

(52)

3.4.3 Operasional Variable

Tabel 3.1 Variabel X

Variable Dimensi Indikator Skala

Pengaruh Sosial Media Instagram

Kehadiran Sosial (Sosial Presence)

Media Sosial Intagram dapat mewakili dalam berinteraksi

Likert

Kekayaan Media (Media Richness)

Media Sosial Instagram sebagai wadah yang berfungsi mengurangi ketidak jelasan, ketidaktahuan dan menambah keyakinan sebuah pesan/informasi

Likert

Presentasi

Mandiri (Self Presentation)

Media sosial mewakili kepribadian serta mengajak orang orang untuk menjadi bagian dari gaya hidup

Likert

(53)

Pengungkapan Diri (Self Diclosure)

Mengungkapkan pikiran atau perasaan tentang hal – hal yang disukai dan tidak disukai melalui media sosial.

Likert

Variabel Y

Variabel Dimensi Indikator Skala

Perilaku Konsumtif anak Remaja

Style - Keinginan untuk dipuji

- Kebutuhan - Tuntutan - Kepuasaan - Mengekspresikan

Likert

Kebutuhan Primer - Prioritas - Kenyaman

Likert

(54)

3.5 Reliabilitas dan Validitas

3.5.1 Uji Reliabilitas

Reliabilitas alat ukur adalah kesesuaian alat ukur dengan yang diukur, sehingga alat ukur itu dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Mendesain penelitian yang reliabel adalah tujuan yang ingin dicapai oleh setiap peneliti hal ini karena peneliti tidak ingin diproses pengumpulan data akan gagal karena memiliki instrument yang buruk (Sugiyono, 2018:121).

Realibilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Hal ini berarti menunjukan sejauh mana alat pengukur dikatakan konsisten, jika dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama (Eriyanto, 2011:130).

Suatu alat ukur memiliki reliabilitas bila alat ukur tersebut secara konsisten memberikan hasil atau jawaban yang sama terhadap gejala yang sama, walaupun digunakan berulang kali, reliabilitas mengandung arti bahwa alat ukur tersebut stabil. Kriteria pengujian reliabilitas dilakukan dengan melihat Confisien Cronbach’s Alpha yang cukup diterima (Acceptable atau Reliable) adalah bernilai lebih dari 0,6. Dasar pengambilan keputusan uji reliabilitas yaitu jika :

Cronbach’s Alpha >0,6 Cronbach’s Alpha dapat diterima (acceptable/reliable) Cronbach’s Alpha <0,6 Cronbach’s Alpha tidak dapat diterima (poor acceptable/reliable)

Koefisien Alpha Cronbach :

(55)

Gambar 3.2 Uji Reliabilitas Keterangan :

α : Koefisien reabilitas alpha K : Jumlah item

Sj : Varians responden untuk item 1 Sx : Jumlah varians skor total

Tingkat realibilitas Berdasarkan Nilai Alpha Tabel 3.5 Tingkat Realibilitas

Alpha Tingkat Reliabilitas 0,00-0,20 Kurang Reliabel

>0,20-0,40 Sedikit Reliabel

>0,40-0,60 Cukup Reliabel

>0,60-0,80 Reliabel 0,80-1,00 Sangat reliabel

Cara yang digunakan untuk mendapatkan nilai alpha pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan SPSS 25.

(56)

Tabel 3.3

Pengaruh Media Sosial Instagram Akun @tarrabudiman (X) Sumber: Output SPSS 25 (diolah oleh penulis)

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

,968 10

Berdasarkan table diatas reliabilitas dilakukan terhadap item pernyataan yang dinyatakan valid. Suatu variabel dikatakan sangat reliable atau handal jika jawaban pertanyaan selalu konsisten. Jadi hasil koefisien reliabilitas variabel X (Pengaruh Sosial Media Instagram) adalah sebesar 0,930 ternyata memiliki

“Cronbach’s Alpha” lebih besar dari 0,6, yang berarti variabel X dinyatakan reliabel atau memenuhi syarat.

Tabel 3.4

Perilaku Konsumtif Anak Remaja (Y) Sumber: Output SPSS 25 (diolah oleh penulis)

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

,931 8

(57)

Berdasarkan table diatas reliabilitas dilakukan terhadap item pernyataan yang dinyatakan valid. Suatu variable dikatakan sangat reliable atau handal jika jawaban pertanyaan selalu konsisten. Jadi hasil koefisien reliabilitas variabel Y (Perilaku Konsumtif Anak Remaja) adalah sebesar 0,882 ternyata memiliki

“Cronbach’s Alpha” lebih besar dari 0,6, yang berarti variabel Y dinyatakan reliabel atau memenuhi syarat.

3.5.2 Uji Validitas

Validitas alat ukur adalah akurasi alat ukur terhadap yang diukur walaupun dilakukan berkali – kali dan dimana – mana. Validitas alat ukur sama pentingnya dengan reliabilitas alat ukur itu sendiri. Ini artinya, bahwa alat ukur haruslah memiliki akurasi yang baik terutama apabila alat ukur tersebut digunakan sehingga validitas akan meningkatkan bobot kebenaran data yang diteliti (Sugiyono, 2018:121).

Validitas/kesahihan adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang diukur. Validitas ini menyangkut akurasi instrumen. Untuk mengetahui apakah kuesioner yang disusun tersebut itu valid/sahih, maka perlu diuji dengan uji korelasi antara skor (nilai) tiap-tiap butir pertanyaan dengan skor total kuesioner tersebut (Eriyanto, 2011:132).

Teknik Korelasi Pearson Product Moment dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Rumus Product Moment Coefficient

(58)

Gambar 3.3 Uji Validitas Keterangan :

Exy : Korelasi X dan Y

∑y : Jumlah skor dalam sebaran Y

∑xy : Jumlah hasil kali skor X dan skor Y yang berpasangan

∑x2 : Jumlah skor yang dikuadratkan dari X

∑y2 : Jumlah skor yang dikuadratkan dari Y

N : Banyaknya subjek skor X dan skor Y yang berpasangan X : variabel bebas

Y : variabel terikat

Dalam penulis untuk menguji validitas kuesioner yang dibuat, penulis menggunakan 20 Anak Remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan sebagai sampel uji validitas dengan r tabel 0,444.

(59)

Tabel 3.5

Uji Validitas Pengaruh Media Sosial Instagram Akun @tarrabudiman

Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan

Korelasi Pearson Korelasi Pearson

T1 0,803 0,444 VALID

T2 0,801 0,444 VALID

T3 0,782 0,444 VALID

T4 0,906 0,444 VALID

T5 0,904 0,444 VALID

T6 0,939 0,444 VALID

T7 0,920 0,444 VALID

T8 0,909 0,444 VALID

T9 0,917 0,444 VALID

T10 0,946 0,444 VALID

Dari hasil pengujian untuk variabel X (Pengaruh Sosial Media Instagram Akun @tarrabudiman) pada tabel 3.6 bahwa variasi nilai 1-12 pernyataan memiliki nilai yang valid, yaitu di atas nilai rtabel sebesar 0,444. Hasil ini dapat dinyatakan layak untuk dilakukan model pengujian selanjutnya.

Gambar

Tabel 4.7  Tanggapan Responden dari soal Akun Instagram
Tabel 4.15  Tanggapan Responden dari soal Gaya berpakaian dalam  akun instagram @tarrabudiman bisa menjadi salah satu
Tabel 4.22  Korelasi .....................................................................................
Gambar 2.1   (Kerangka Pemikiran)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Judul Penelitian yang peneliti ambil yaitu : RESPON FOLLOWERS PADA PESAN MORAL MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Studi pada Followers akun Instagram Ketimbang Ngemis Malang) yang

TERHADAP AKUN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM AKTRIS MUSLIMAH INDONESIA (Studi Kualitatif Persepsi Mahasiswi Muslim Universitas Sebelas Maret Surakarta terhadap Akun Media

Hal yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk disfemisme pada kolom komentar di akun media sosial Instagram @jokowi. (2) bagaimana

Prosedur transaksi jual beli akun instagram dimulai dengan cara mempromosikannya di sosial media instagram, kemudian menunggu respon dari pihak pembeli untuk melakukan perjanjian

Pada bagian ini penulis membahas mengenai keterkaitan antara karakteristik khas yang dimiliki oleh remaja dengan perilaku konsumtif, serta bagaimana perilaku konsumtif

15 data alasan tersebut diantaranya yaitu, memposting konten secara bebas denga jumlah yang lebih banyak, memantau akun Instagram seseorang, membuat akun Instagram yang lebih

Kerangka Konseptual diadaptasi dari Fuchs, 2014 Kerangka konseptual ini dapat diterangkan sebagai berikut bahwa media sosial dalam hal ini akun gosip @lambe_turah di Instagram

Paparan Media Sosial Instagram Dengan Perilaku Seks Bebas Remaja Penelitian ini dilakukan dan menggunakan uji chi-square yang telah dilakukan memperoleh nilai p-value yaitu sebesar