BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Landasan Konseptual
2.3.1 Komunikasi
2.3.1.1 Definisi Komunikasi
Menurut Carl I. Hovland, Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan kepada penerima (komunikan) untuk mengubah perilaku (Kustini Henny, 2012:5)
Weaver, 1949 menyatkan bahwa komunikasi adalah prosedur melalui mana pikiran (stimulus) seseorang (komunikator) dapat mempengaruhi pikiran orang lain (komunikan) (Kustini Henny, 2012:8)
Harold D Laswell memperkenalkan 5 formula dalam proses terjadinya interaksi komunikasi (Kustini Henny, 2012:5), yaitu :
a. Who, yakni yang mengartikan siapa yang mengatakan.
b. Says What, yakni yang mengartikan dengan menyatakan apa c. In Which Channel, yakni yang mengartikan saluran apa d. To Whom, yakni yang mengartikan ditunjukkan kepada siapa e. With What Effect, yakni yang mengartikan pengaruh apa.
2.3.1.2 Sifat Komunikasi
Dalam sifat komunikasi, terdapat empat sifat secara umum yang biasa kita temukan sehari hari (Mulyana Deddy, 2014:261), antara lain :
1. Komunikasi Verbal menyatakan pikiran, perasaan melalui lisan dan tulisan.
2. Komunikasi NonVerbal menyatakan pikiran, perasaan melalui isyarat dan gambar/symbol.
3. Komunikasi tatap muka menyatakan pikiran, perasaan secara langsung (face to face)
4. Komunikasi bermedia adalah menyatakan pikiran perasaan melalui ruang maya.
Terkait persoalan remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan melalui soial media Instagram, masalah ini sangat berkaitan dengan komunikasi yang bersifat NonVerbal yang dimana komunikasi tersebut melalui gambar/symbol yang mempengaruhi perilaku konsumtif.
2.3.1.3 Tujuan Komunikasi
Dalam tujuan komunikasi, terdapat lima tujuan yang secara sadar merubah perilaku komunikan (Mulyani Tri, 2004:43), antara lain :
1. Mengubah perilaku.
2. Mengubah keterampilan.
3. Mengubah pengetahuan.
4. Mengubah sistem sosial.
5. Mengubah budaya.
Terkait persoalan remaja Karang Taruna Sukabumi Selatan melalui soial media Instagram ini sangat berpengaruh pada perilaku berpakaian anak remaja yang komunikasi tersebut bersifat NonVerbal dalam bentuk symbol/gambar yang mudah di terima sehingga sangat mudah mengubah perilaku konsumtif anak remaja.
2.3.4 Media Sosial
2.3.4.1 Definisi Media Sosial
Media sosial adalah sarana bagi individu maupun kelompok untuk berbagi atau menerima pesan/informasi berupa teks, gambar, video dan audio dengan satu sama lain dan dengan perusahaan ataupun organisasi dan sebaliknya (Aditiawarman, 2019:50).
Menurut Marjorie Clayman meyatakan bahwa media sosial adalah alat pemasaran baru yang memungkinkan untuk mengetauhi pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin (Aditiawarman, 2019:51).
M.Terry mendefinisikan bahwa media sosial merupakan suatu media komunikasi dimana pengguna dapat mengisi kontennya secara bersama dan menggunakan teknologi penyiaran berbasis internet yang berbeda dari media cetak dan media siaran tradisional (Aditiawarman, 2019:51).
Berdasarkan uraian diatas penulis memahmi bahwa media sosial instagram merupakan suatu media online berbasis internet yang menjadi alat bantu penyampaian dan memperoleh pesan/informasi baik itu dari individu, organiasi maupun perusahaan.
Bila dikaitkan dengan penelitian media sosial ini adalah suatu alat bantu dengan mengaplikasikan komunikasi massa sebagai memperoleh pesan/informasi yang bersumber dari individu, kelompok ataupun perusahaan baik itu berupa symbol/gambar dan diterima oleh khalayak banyak yang berdampak dan berpengaruh terhadap sosial media khsusnya anak remaja.
2.3.4.2 Pengaruh Media Sosial
Dalam pengaruh sosial media terdapat dua efek yang ditimbulkan dari pelaku pengguna (Liliweri Alo, 2015:325-326), antara lain :
1) Efek positif
Media sosial memungkinkan seseorang untuk berbagi pesan/informasi yang telah di updete dengan orang lain. Hubungan jarak jauh yang sebelumnya ditandai oleh tiadanya komunikasi kini akan terus dipelihara.
Singkatnya media sosial juga membantu seseorang untuk membangun jaringan komunitas yang bisa saja efektif melintasi batas batas fisik di lingkungannya. Bagi orang yang sedang berada dalam suasan batin yang tidak nyaman, atau sedang dalam kecemasan sosial cenderung memilih media sosial untuk melepaskan perasaan (curhat) kepada teman-temannya melalui media sosial.
2) Efek negatif
Ancaman terberat media sosial dapat minumbulkan batas penggunanya melewati kadar porsi seseorang karna cenderung lebih santai dan mudah untuk mengakses internet, dari berbagai kalangan manapun bisa di akses lewat media sosial. Ini yang menyebabkan gejolak emosional yang mendorong orang mempercayai seseorang secara sadar.
2.3.4.3 Penggunaan Media Sosial
Van Djik 2013, mengkategorikan bahwa penggunaan media sosial secara umum dapat dilihat dari berapa lama durasi si pengguna aktif dan memang sudah
menjadi faktor kebutuhan sehari hari. Yakni di bagi menjadi dua unsur untuk penggunaan media sosial (Putra Yudha, 2019:104), yaitu :
a. Intensitas, hal ini dapat dilihat dari perkembangan bagaimana hubungan individu dengan perangkat.
b. Appertain, yakni yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaburasi, karena itu media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.
Media sosial sendiri didefinisikan sebuah media online berbasis jaringan internet, dengan para penggunanya bisa dengan mudah mengakses berbagai pesan/informasi yang diperoleh melalui web, blog, jejaring sosial, wiki, dan forum dari berbagai penjuru dunia.
2.3.5 Instagram
2.3.5.1 Definisi Instagram
Nama instagram sendiri berasal dari insta dan gram, “insta” yang berasal dari kata instant dan “gram” yang berasal dari telegram, dapat disimpulkan dari namanya yang berati menginformasikan atau membagi foto atau video kepada orang lain dengan cepat. Instagram dapat diartikan menampilkan dan menyampaikan pesan/informasi berupa foto atau video pendeksecara cepat lewat aplikasi yang dapat di akses oleh orang lain (Willya Evra, 2012:290).
Menurut Jubilee, Instagram adalah sebuah aplikasi yang khususnya popular di media sosial sebagai media digital untuk menciptakan atau membentuk sebuah komunitas yang saling berbagi foto atau video antara anggota dengan anggota yang lainnya baik itu organisasi maupun perusahaan dari berbagai penjuru dunia. Intagram menyerupai galeri berukuran raksasa dimana setiap orang bisa melihat hasil karya pengguna instagram yang lain dan menciptakan jaringan pertemanan. Jika ditarik kesimpulan paling sederhana, instagram adalah aplikasi untuk memotret, mengedit dan menyebar foto atau video tersebut ke komunitas pengguna instagram lainnya (Enterprise, 2012:2).
2.3.6 Remaja
2.3.6.1 Definisi Remaja
Remaja sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, istilah ini menunjukan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya dimulai dari usia 13 pada pria dan usia 12 pada wanita. Masa ini bertepatan dengan masa remaja yang merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan pernannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewasa (A. Octavia Shilphy, 2020:1).
Menurut klasifikasi World Health Organization (2002) salah satu pakar psikologi perkembangan Hurlock (2002) menyatakan bahwa masa remaja ini dimulai pada saat anak mulai matang secara seksual dan berakhir pada saat mencapai usia dewasa secara hukum. Masa remaja di bagi menjadi dua fase yakni
fase remaja awal dan fase remaja akhir. Masa remaja awal dimulai pada saat anak anak mulai matang secara seksual yaitu pada usia 13 tahun sampai usia 17 tahun, sedangkan masa remaja akhir meliputi priode setelahnya sapai dengan 18 tahun, yaitu usia dimana seseorang dinyatakan dewasa secara hukum (A. Octavia Shilphy, 2020:1).
Menurut Hurlock mengatakan bahwa masa remaja secara psikologis adalah usia dimana tidak terkontrol nya pribadi si remaja sehingga sering muncul perbuatan yang diinginkan dirinya seperti berhura-hura, pergi keluar malam, ingin mencoba hal baru, dan mulai saling menyukai lawan jenis (A. Octavia Shilphy, 2020:2).
2.3.7 Perilaku Konsumtif
2.3.7.1 Definisi Perilaku Konsumtif
Perilaku Konsumtif adalah studi tentang bagaimana pelaku konsumtif mencari informasi, mempertimbangkan, membuat keputusan alokasi sumberdaya yang dimiliki untuk memilih, menggunakan, menghentikan penggunaan barang/jasa/ide untuk memuaskan dirinya (Abidin Zainal, 2017:215).
Leon Warlas 1894, Perilaku Konsumtif yaitu yang pada dasarnya bagaimana konsumen mendayagunakan sumber daya yang ada (uang) dalam memuaskan keinginan seseorang tersebut (Arifin Imamul, 2010:24).