• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN TIPE STUDENTS TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN TIPE STUDENTS TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) "

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN TIPE STUDENTS TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

TERHADAP SIKAP SOSIAL

(

Studi Kausal Materi PAI Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 02 Depok

) JAWA BARAT

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Magister Agama (M.Ag)

Dalam Ilmu Agama Islam

Oleh:

RISMA ARMAWATI NIM: 213810105

KONSENTRASI ILMU TARBIYAH PROGRAM STUDI ILMU AGAMA ISLAM

PASCA SARJANA MAGISTER (S2)

INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA

1438H/2017M

(2)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN TIPE STUDENTS TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

TERHADAP SIKAP SOSIAL

(

Studi Kausal Materi PAI Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 02 Depok

) JAWA BARAT

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Magister Agama (M.Ag)

Dalam Ilmu Agama Islam

Oleh:

RISMA ARMAWATI NIM: 213810105

Pembimbing :

DR. Hj. Nadjematul Faizah, SH., M. Hum DR. Esi Hairani, M. Pd

KONSENTRASI ILMU TARBIYAH PROGRAM STUDI ILMU AGAMA ISLAM

PASCA SARJANA MAGISTER (S2)

INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA

1438H/2017M

(3)

i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Tesis dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan Tipe Students Teams-Achievement Division (STAD) Terhadap Sikap Sosial (Studi Kausal Materi PAI Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 02 Depok)” Jawa Barat yang disusun oleh Risma Armawati Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 213810105 telah melalui proses bimbingan dengan baik dan dinilai oleh pembimbing telah memenuhi syarat ilmiah untuk diujikan di sidang munaqasyah.

Pembimbing I, Pembimbing II,

DR. Hj. Nadjematul Faizah, SH., M.Hum DR. Esi Hairani, M.Pd

Tanggal : Tanggal :

(4)

ii

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : RISMA ARMAWATI

Nim : 213810105

Konsentrasi : Magister Agama Islam (Ilmu Tarbiyah)

Judul Tesis “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan Tipe Students Teams- Achievement Division (STAD) Terhadap Sikap Sosial (Studi Kausal Materi PAI Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 02 Depok)” Jawa Barat

Menyatakan bahwa tesis ini bukan karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar di suatu perguruan tinggi. Sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau ditampilkan orang lain kecuali kutipan-kutipan dan ringkasan-ringkasan yang secara tertulis terdapat dalam naskah dan semuanya telah jelas sumber serta disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila suatu hari terdapat kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Jakarta, Juli 2017 Penulis,

(RISMA ARMAWATI) Nim. 213810105

(5)

iii

LEMBAR PENGESAHAN

Tesis dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan Tipe Students Teams-Achievement Division (STAD) Terhadap Sikap Sosial (Studi Kausal Materi PAI Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 02 Depok)” Jawa Barat oleh Risma Armawati, dengan Nomor Induk Mahasiswa 213810105 telah diujikan di sidang Munaqosyah Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta pada hari Rabu, 16 Agustus 2017 dan dinyatakan LULUS dengan yudisium/ predikat AMAT BAIK.

Tesis ini telah disahkan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Magister Agama (M.Ag) pada Program Studi Ilmu Agama Islam Pascasarjana Magister Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ).

Direktur Program

DR. KH. Ahmad Munif Suratmaputra, MA Panitia Ujian

Keterangan Tanda Tangan Tanggal

DR. KH. Ahmad Munif Suratmaputra, MA Ketua Sidang

DR. H. Muhammad Azizan Fitriana, MA Sekretaris

Prof. DR. H. Aziz Fakhrurrazi, MA Penguji 1

DR. H. Oka Gunawan, M.Ag Penguji II

DR. Hj. Nadjematul Faizah, SH., M.Hum Pembimbing 1

DR. Esi Hairani, M. Pd Pembimbing II

(6)

iv

ميحرلا نمحرلا للها مسب

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia dan hidayahNya yang telah menganugerahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini.

Shalawat dan salam penulis sampaikan kepada sosok teladan bagi ummat sepanjang masa yang menjadi panutan dalam menjalani kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW.

Penulisan tesis ini sebagai bagian dari tugas akhir penulis dalam menyelesaikan studi penulis untuk memperoleh gelar magister dalam kajian Ilmu Agama Islam program studi Ilmu Tarbiyah pada Program Pascasarjana Institut Ilmu Al- Qur`an Jakarta. Banyak hal yang telah penulis lewati dalam penyelesaian tesis ini, kendala- kendala serta keterbatasan penulis dalam melakukan penelitian merupakan bagian dari penyelesaian tesis ini yang akhirnya dengan izin Allah tesis yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan Tipe Students Teams-Achievement Division (STAD) Terhadap Sikap Sosial (Studi Kausal Materi PAI Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 02 Depok)” Jawa Barat dapat terselesaikan dan masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki di masa yang akan datang.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:

1. Ibu Prof. DR. H. Huzaemah Tahido Yanggo, MA, Rektor Institut Ilmu Al- Qur`an (IIQ) Jakarta. Yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu dalam proses penambahan intelektual dan spiritual penulis.

(7)

v

2. Bapak DR. KH. Ahmad Munif Suratmaputra, MA, Direktur Program Pascasarjana Institut Ilmu Al- Qur`an (IIQ) Jakarta. Yang telah banyak memberikan pelayanan, pengalaman, pembelajaran selama menimba ilmu di Program Pascasarjana Institut Ilmu Al- Qur`an (IIQ) Jakarta.

3. Ibu DR. Hj. Nadjematul Faizah, SH., M.Hum dan Ibu DR. Esi Hairani, M. Pd yang dengan sabar membimbing dengan penuh kasih, memberikan waktu, kritik, saran, kesempatan, dan motivasi beliau dalam penyusunan tesis ini.

4. Bapak Prof. DR. H. Aziz Fakhrurrazi, MA dan Bapak DR. H. Oka Gunawan, M.Ag sebagai penguji sidang penulis, yang dengan sangat baik membimbing serta memberikan arahan dengan penuh kasih, memberikan waktu, kritik, saran, kesempatan, dan motivasi beliau dalam proses revisi tesis ini.

5. Ibunda tercinta Hj. Caon yang selalu menyertakan doa untuk penulis disetiap sujudnya, yang senantiasa memberikan cinta, dukungan, motivasi yang tidak ternilai yang sangat berarti bagi penulis. Teman hidup, sebagai suami, sahabat, imam dalam keluarga Dede Hermawan, malaikat-malaikat kecil yang sholeh yang kini semakin tumbuh dan berkembang, Omar Zaky Hermawan, dan adik bayi yang kini telah hadir Fawwaz Alfarizi Hermawan. Terimakasih..

secara sadar kalian jua yang selalu memberi dukungan, memberikan semangat dengan penuh cinta dan pengorbanan bagi penulis selama menjalani studi di Institut Ilmu Al- Qur`an Jakarta, babah & ema mertua serta kakak-kakaku yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga Allah senantiasa mencurahkan kasih sayangNya untuk kita semua.

(8)

vi

6. Ayahanda tercinta alm H. Dedi Suhaedi yang telah lama sudah kembali menghadap sang pencipta. Harapan, pesan dan cinta abah InsyaAllah selalu ananda wujudkan. Semoga segala amal dan ibadah abah menjadi syafaat dan amal jariyah yang tak terbatas. Aamiin 7. Bapak Ibu rekan- rekan civitas akademika konsentrasi Ilmu Agama

Islam program studi Ilmu Tarbiyah yang telah menjadi keluarga, sahabat, dan penyemangat bagi penulis selama menjalani studi di Institut Ilmu Al- Qur`an Jakarta;

8. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Depok beserta staff jajarannya yang telah baik bekerjasama kepada penulis dengan memberikan kesempatan, waktu dan data-data yang diperlukan dalam menyelesaikan karya tulis ini.

9. Pimpinan Perpustakaan UIN Pascasarjana, perpustakaan IIQ Jakarta, Perpustakaan Ibnu Khaldun Bogor, dan Perpustakaan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, di mana penulis mendapatkan banyak informasi. Serta pihak- pihak lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, namun memiliki kontribusi yang sangat besar kepada penulis dalam penyelesaian tesis ini.

Untuk semua teman seperjuangan PPs Institut Ilmu Al-Qur‟an. Sdri.

Darna Diko atau dengan sapaan Vivin, Ning Lulu, Elsa, Neng Elok, Ibu Hj. Sumiati, Ka Amelia, Bapak Misbah, Bapak Sholahudin, dan yang lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Terima kasih untuk semua dukungan, semangat, do‟a, dan waktu untuk sharing, dan semua hal yang kita lalui bersama selama penulis menyelesaikan program S2 di Institut Ilmu Al-Qur‟an ini. Semoga persahabatan &

persaudaran kita semua selalu terjaga. Aamiin

Penulis berharap dan berdo`a agar Allah memberikan balasan yang baik atasa segala kebaikan dan kemudahan serta dukungan dan motivasi

(9)

vii

yang telah membantu penulis, penulis hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih. Dan penulis berharap tesis ini dapat bermanfaat dan dapat menambah khazanah dalam pendidikan Amīn yā Rabb al-`Alamīn.

Ciputat, Juli 2017 Penulis,

RISMA ARMAWATI

(10)

viii ABSTRAK

Risma Armawati : Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe (213810105) Group Investigation (GI) dan tipe Student Teams Achievement Division (STAD)Terhadap Sikap Sosial

(

Studi Kausal Materi PAI Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 02 Depok

).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap sikap sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok..

Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian survey (survey research) dengan pendekatan kausalitas, yaitu suatu cara mengumpulkan informasi dari populasi dengan tujuan untuk menjelaskan dan menerangkan fenomena yang terjadi dengan cara meneliti hubungan pengaruh antar variabel.Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok, namun pengambilan sampel dari 9 kelas yang ada dilakukan dengan cara teknik probability sampling, berupa random sampling.

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, metode wawancara, dan metode angket. Validitas instrumen angket menggunakan validitas konstruk, konsistensi internal, reliabilitas angket digunakan rumus alpha. Analisis data menggunakan analisis jalur (t test). Kesimpulan dari penelitian ini adalah:

1. Model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berpengaruh langsung positif terhadap sikap sosial siswa, artinya perubahan kualitas model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) akan menyebabkan peningkatan kualitas sikap sosial siswa.

2. Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) berpengaruh langsung positif terhadap sikap sosial siswa, artinya perubahan kualitas model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) akan menyebabkan peningkatan kualitas sikap sosial siswa.

3. Secara parsial Model Pembelajaran Kooperatif tipe group investigation/GI (X1) dan Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division/STAD (X2) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap variabel Sikap Sosial Siswa (Y), artinya perubahan kualitas model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI), dan model

(11)

ix

pembelajaran STAD secara bersama-sama akan menyebabkan peningkatan sikap sosial siswa.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif GI, Model Pembelajaran Kooperatif STAD, dan Sikap Sosial Siswa.

(12)

x ABSTRACT

The influence of cooperative learning model of Group Investigation (GI) type and Student Teams Achievement Division (STAD) toward social attitude (Causal Study on Islamic Teachings Subject on Student class

VIII of Junior High School 02 Depok)

The purpose of this research is to know whether there is influence of cooperative learning model of Group Investigation (GI) type and Student Teams Achievement Division (STAD) toward social attitude of VIII students of SMP Negeri 2 Depok

This research used survey research method with causality approach, that is a way to collect information from population in order to explain and explain the phenomenon that occurs by examining the relationship of influence between variables. As for the subject of this research is all students of class VIII of SMP Negeri 2 Depok, but the sampling of 9 classes is done by probability sampling technique, in the form of random sampling.

Data collection in this research is done by observation method, interview method, and questionnaire method. The validity of questionnaire instruments is done by using construct validity, internal consistency, and questionnaire reliability are used alpha formulas. Data analysis is here using path analysis (t test). The conclusions of this study are:

1. The learning model of cooperative investigation (GI) has an influence on the social attitude of the student, which means that the change in the quality of cooperative learning model of type group investigation (GI) will lead to an improvement in the quality of social attitude.

2. Learning Model Student Team Achievement Division (STAD) has a direct positive effect on social attitude of student, meaning that the change of learning model quality of Student Team Achievement Division (STAD) will cause the improvement of the quality of students' social attitude.

3. Partially Learning Model Cooperative group investigation (X1) and Cooperative Learning Model Student Teams Achievement Division (X2) simultaneously have a direct positive and significant effect on Student Social Attribute (Y) variable, it means change of quality of cooperative learning model type Group investigation (GI), and STAD learning model together will lead to improved student social attitudes.

Keywords: cooperative learning model of Group Investigation (GI) type, Student Teams Achievement Division (STAD, social attitude.

(13)

xi

نازيمو يعامجلا قيقحتلا نازيم ىلع ينواعتلا ميلعتلا جهنم اهيلع بترتي يتلا راثلآا ةيبرتلا ةدامل ةيببس ةسارد( مهل ةيعامتجا فقاومل بلاطلا يدانل يحاجنلا عيزوتلا

ثلا ىوتسملا بلاطل ةيملاسلإا ةينيدلا مقر ةيموكحلا ةطسوتملا ةسردملا نم نما

2

)قوفيدب يتاوامرأ امسير

نيواعتلا ميلعتلا جهنم اهيلع بتتري تيلا راثلآل مدعلاو دوجولا ةفرعم لىإ ثحبلا اذه فدهي ةيعامتجا فقاولم بلاطلا يدانل يحاجنلا عيزوتلا نازيمو يعاملجا قيقحتلا نازيم ىلع نم نماثلا ىوتسلما بلاطل مقر ةيموكلحا ةطسوتلما ةسردلما

2 .قوفيدب

ثحبلا في ةقيرط يهو ،ةيببسلا ةبراقلما عم يقيقحتلا ثحبلا جهنم لمعتسي ،ثحبلا اذه فيو ثدتح تيلا رهاوظلا ىلع حرشلاو نايبلل فدهي كلذو ةيلكلا تانايبلا نم تامولعلما نع وكيس يذلاو .نئارقلا ينب ةيرثلأا ةقلاعلا ىلع ثحبلا ةيلمعب عيجم وه ثحبلل اعوضوم ن

مقر ةيموكلحا ةطسوتلما ةسردلما نم نماثلا ىوتسلما نم ةبلطلا 2

تانايبلا ذخأو .قوفيدب

.ةيئاوشع يهو ،ذخلأا ةيناكمإ ةقيرط ةطساوب لجاعت نأ نكيم ةيعرفلا ةللآا ةيقدصو .تييكنلأا جهنمو راولحا جهنمو قيقحتلا جهنم للاخ نم هلمع تم تانايبلا عجمو تيلا ةيتيكنأ ةيدامتعاو ةيلخادلا ةماقتساساو ةيبييترلا ةيقددلا ماددتساب وه ثحبلا نكمتي اها .قئارطلا ليلتح للاخ نم اهلمع تم تانايبلا ليلتح ةيلمعو .رفدلا زومر ماددتسا عم

:يلي ام ثحبلا اذه نم صدلتيو وم ىلع بتتري يعاملجا قيقحتلا نازيم ىلع نيواعتلا ميلعتلا جهنم امأ .بلاطلل ةيعامتجا فقا

قيقحتلا نازيم ىلع نيواعتلا ميلعتلا جهنم ةلوثالم يعونلا يريغتلا للاخ نم ثديح كلذو

.ةيعامتجاسا فقاولما ةيقرت في رود هل يذلا يعاملجا

(14)

xii

ةيبايجإ ةرشابم راثآ هلف بلاطلا يدانل يحاجنلا عيزوتلا نازيم ىلع نيواعتلا ميلعتلا جهنم امأ ةيعامتجا فقاولم عيزوتلا نازيم ىلع نيواعتلا ميلعتلا جهنم ةلوثالم يعونلا يريغتلا وهو بلاطلل

.ةيعامتجاسا فقاولما ةيقرت في رود هل يذلا بلاطلا يدانل يحاجنلا ميلعتلا جهنمو يعاملجا قيقحتلا نازيم ىلع نيواعتلا ميلعتلا جهنم نإف ،ةيعرفلا ةرظنلا ىلعو حاجنلا عيزوتلا نازيم ىلع نيواعتلا فقاوم نئارقل ةيبايجإ ةرشابم راثآ امله بلاطلا يدانل ي

.بلاطلل ةيعامتجا

نيواعتلا ميلعتلا جهنم ،يعاملجا قيقحتلا نازيم ىلع نيواعتلا ميلعتلا جهنم :ةيحاتفلما ةملكلا

.بلاطلل ةيعامتجا فقاوم ،بلاطلا يدانل يحاجنلا عيزوتلا نازيم ىلع

(15)

xiii

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB- LATIN

Transliterasi adalah penyalinan dan penggantian huruf abjad yang satu ke abjad yang lain. Dalam penulisan tesis ini, penulis mengacu kepada buku pedoman Akademik Program Pascasarjana IIQ Jakarta tentang sistem transliterasi sebagai berikut:

A. Konsonan

Arab Latin Arab Latin Arab Latin

ا

: a

ز

: z

ق

: q

ب

: b

س

: s

ك

: k

ت

: t

ش

: sy

ل

: l

ث

: ts

ص

: sh

م

: m

ج

: j

ض

: dh

ن

: n

ح

: h

ط

: th

و

: w

خ

: kh

ظ

: zh

ه

: h

د

: d

ع

: „

ء

: „

ذ

: dz

غ

: gh

ى

: y

ر

: r

ف

: f

(16)

xiv A. Vokal

Vokal Tunggal Vokal Panjang Vokal Rangkap - Fathah : a

أ

: ā ْ

ْ ي...

: ai

- Kasrah : i

ي

: ī

ْ و... ْ

ْ : au - Dhammah : u

و

: ū

B. Kata sandang

a. Kata sandang yang diikuti oleh alif lam (

لا

) qamariyah

ditransliterasikan sesuai dengan bunyinyah. Contoh:

ةرقبلا

ْ: al-Baqarah

ةنيدلما

: al-Madīnah

b. Kata sandang yang diikuti alif lam syamsiyah ditransliterasikan sesuai dengan bunyinyah. Contoh:

يمرادلا :

ad-Dārimī

سمشلا

: as-Syams c. Syaddah (Tasydīd)

Syaddah (Tasydīd) dalam sistem aksara Arab digunakan lambang ْ ّ) ), sedangkan untuk alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan cara menggandakan huruf yang bertanda tasydid. Aturan ini berlaku secara umum, baik tasydid yang berada di tengah kata, di akhir kata ataupun yang terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyah. Contoh:

َنْيِذَّلا َّنِا :

Inna al-ladzīna

َنيِذَّلا اَّنَمأ :

Ammannā billāhi

(17)

xv d. Ta Marbūthah (ة)

Ta Marbūthah (ة) apabila berdiri sendiri, waqaf atau diikuti oleh kata sifat (na’at), maka huruf tersebut dialihaksarakan menjadi huruf „h‟.

Contoh :

ةدئفلاا

: al-afidah ةَّيِملاجساسا ُةَعِماَجلجا : al-jāmi‟ah al- Islāmiyyah.

Sedangkan Ta Marbūthah (ة) yang diikuti atau disambungkan (di- washal) dengan kata benda (ism) maka dialih aksarakan menjadi huruf “t”. Contoh :

ةبصان ةلماع :

āmilatan Nāshibah e. Huruf Kapital

Sistem penulisan huruf Arab tidak mengenal huruf kapital, akan tetapi apabila telah dialih aksarakan maka berlaku ketentuan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia, seperti penulisan awal kalimat, huruf awal nama tempat, nama bulan, nama diri dan lain-lain.

Ketentuan yang berlaku pada EYD berlaku pula dalam alih aksara ini, seperti cetak miring (italic) atau cetak tebal (bold) dan ketentuan lainnya. Adapun untuk nama diri yang diawali dengan kata sandang, maka huruf yang ditulis kapital adalah awal nama diri, bukan kata sandangnya. Contoh „Ali Hasan al-„āridh, al‟Asqallāni, dan seterusnya. Khusus untuk penulisan kata Al-Qur‟an dan nama-nama surahnya menggunakan huruf kapital. Contoh: Al-Qur‟an, Al- Baqarah, Al-Fātihah dan seterusnya.

(18)

xvi

DRAFT TABEL

Tabel 1 Indikator Sikap Sosial Siswa ... 38

Tabel 2 Kategori Model Pembelajaran ... 53

Tabel 3 Implikasi Model Pembelajaran Kooperatif ... 61

Tabel 4 Tahapan-tahapan Kemajuan Siswa dalam Pembelajaran Menggunakan Metode Group Investigation ... 75

Tabel 5 Kerangka Operasional GI ... 77

Tabel 6 Indikator Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI ... 83

Tabel 7 Pedoman Pemberian Skor Peningkatan Individu ... 90

Tabel 8 Penghargaan Kelompok ... 93

Tabel 9 Indikator Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ... 96

Tabel 10 Tahapan-tahapan dalam Penelitian ... 97

Tabel 11 Ikhtisar & Perbandingan Model-model Pengajaran ... 102

Tabel 12 Jumlah Siswa Kelas 8 SMP Negeri 2 Depok ... 111

Tabel 13 Kisi-kisi Instrumen ... 115

Tabel 14 Kisi-kisi Instrumen ... 118

Tabel 15 Kisi-kisi Instrumen ... 122

Tabel 16 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas dan Reabilitas ... 124

Tabel 17 Data Siswa SMP Negeri 02 Depok ... 133

Tabel 18 Data Kelas SMP Negeri 02 Depok ... 133

Tabel 19 Data Ruang Lain SMP Negeri 02 Depok ... 134

Tabel 20 Distribusi Frekuensi untuk Pembuatan Grafik Histogram & Polygon Varibel Y ... 135

Tabel 21 Distribusi Frekuensi untuk Pembuatan Grafik Histogram & Poligon Varibel X1 tipe GI ... 138

Tabel 22 Distribusi Frekuensi untuk Pembuatan Grafik Histogram & Poligon Varibel X2 tipe STAD ... 140

(19)

xvii

Tabel 23 Uji Normalitas Variabel Y (Sikap sosial siswa) ... 142

Tabel 24 Uji Normalitas Variabel X1 ... 143

Tabel 25 Uji Normalitas Variabel X2 ... 143

Tabel 26 Test of Homogeneity of Variances ... 144

Tabel 27 Anova Uji Linieritas Variabel X1 ... 144

Tabel 28 Anova Uji Linieritas Variabel X2 ... 145

Tabel 29 Perhitungan Nilai Koefisien Jalur Berdasarkan Signifikansi t hitung ... 146

Tabel 30 Rangkuman Hasil Analisis Pengaruh Langsung & Pengaruh Total pada Model Hipotetik Penelitian ... 147

Tabel 31 Tabel Koefisien ... 147

Tabel 32 Uji Regresi Secara Parsial (Uji t) ... 148

Tabel 33 Uji Regresi Secara Bersama-sama (uji F) ... 149

Tabel 34 Hasil Analisis determinasi ... 150

Tabel 35 Model Summary ... 151

(20)

xviii

DRAFT GAMBAR

Gambar 1 Model Reliabel ...7

Gambar 2 Model Pembelajaran ... 41

Gambar 3 Paradigma/kerangka Berpikir Hubungan 3 Variabel ... 107

Gambar 4 Uji T Model GI dengan Y ... 127

Gambar 5 Uji T Model STAD dengan Y ... 128

Gambar 6 Uji Regresi Parsial ... 130

Gambar 7 Distribusi Frekuensi untuk Pembuatan Grafik Histogram Varibel Y (Sikap sosial siswa) ... 136

Gambar 8 Diagram Histogram Distribusi Frekwensi Sikap Sosial Siswa ... 137

Gambar 9 Distribusi Frekuensi untuk Pembuatan Grafik Histogram & Polygon Varibel X1 (Model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation) ... 138

Gambar 10 Diagram Histogram Distribusi Frekwensi Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI ... 139

Gambar 11 Distribusi Frekuensi untuk Pembuatan Grafik Histogram & Polygon Varibel X2 Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD ... 140

Gambar 12 Diagram Histogram Distribusi Frekwensi Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI ... 141

Gambar 13 Model Hipotetik Penelitian ... 146

(21)

xix DAFTAR ISI

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i

SURAT PERNYATAAN ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK INDONESIA ... viii

ABSTRAK INGGRIS ... x

ABSTRAK ARAB ... xi

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ... xiii

DRAFT TABEL... xvi

DRAFT GAMBAR ... xviii

DAFTAR ISI ... xix

BAB I PENDAHULUAN1 A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

C. Pembatasan Masalah ... 6

D. Perumusan Masalah ... 7

E. Tujuan Penelitian ... 8

F. Manfaat dan Kegunaan Penelitian ... 8

G. Studi Pustaka ... 9

BAB II KAJIAN TEORETIK A. Deskripsi Teoretik ... 17

1. Sikap Sosial Siswa ... 17

2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI ... 38

3. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ... 86

B. Teori – teori Belajar Modern yang Melandasi Model Pembelajaran ... 102

C. Kerangka Berpikir ... 105

(22)

xx

D. Hipotesis Penelitian ... 106

E. Model Hipotetik Penelitian ... 107

BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian ... 109

B. Tempat dan Waktu ... 109

C. Metode Penelitian ... 110

D. Populasi dan Sampel Penelitian ... 110

E. Teknik Pengumpulan Data ... 112

F. Instrumen Penelitian ... 114

G. Uji Prasarat Analisis ... 124

H. Teknik Analisa Data... 125

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum SMP Negeri 02 Depok ... 133

B. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Sikap Sosial Siswa (variabel Y) ... 135

2. Model Pembelajaran Kooperatif GI ... 137

3. Model Pembelajaran Kooperatif STAD ... 139

C. Uji Persyaratan Analisa Data... 141

1. Uji Normalitas a. Uji Normalitas Variabel Y (Sikap sosial siswa) .... 142

b. Uji Normalitas Variabel X1 (GI) ... 142

c. Uji Normalitas Variabel X2 (STAD) ... 143

2. Uji Homogenitas ... 143

3. Uji Linearitas dan Signifikansi ... 144

a. Hasil Uji Linieritas variabel X1 ... 144

b. Hasil Uji Linieritas variabel X2 ... 145

(23)

xxi

D. Analisis Pengujian Model ... 145

E. Pengujian Hipotesis ... 147

1. Uji Regresi Linier Berganda ... 147

2. Uji Regresi Secara Parsial (Uji t) ... 148

3. Hasil Uji Regresi Secara Bersama-sama (Uji F) .. 149

4. Analisis Determinasi (R2)... 150

F. Keterbatasan Penelitian ... 151

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 153

B. Implikasi ... 154

C. Saran ... 154 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN.

(24)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pada bab I ini peneliti akan menjelaskan mengenai latar belakang mengapa peneliti memilih judul penelitian ini dan meneliti di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Depok. Sebagaimana menurut J.

Supranto dalam bukunya menyebutkan bahwa latarbelakang merupakan suatu uraian singkat yang menunjukkan alasan mengapa masalah tersebut perlu diriset dengan menggunakan judul tertentu.1 Dalam pengertian lain latar belakang masalah dalam penelitian adalah menceritakan hal-hal yang melatarbelakangi mengapa peneliti memilih judul penelitiannya. Di dalam latar belakang masalah, terdapat informasi-informasi terkait dengan masalah yang akan diteliti dan tersusun secara sistematis.2

Latar belakang merupakan dasar atau titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca atau pendengar mengenai apa yang ingin kita sampaikan. Adapun latar belakang masalah peneliti adalah sebagai berikut:

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Depok, merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Depok, yang beralamat di Jl. Bango Raya, No. 6 Pancoranmas - Depok, Jawa Barat.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Depok ini telah meluluskan siswa-siswa berprestasi dan telah banyak pula menjuarai berbagai macam perlombaan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga di tingkat internasional. SMP Negeri 2 Depok merupakan sekolah favorit di Kota Depok. Program pembelajaran unggulan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Depok adalah dibukanya kelas Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa yang disingkat menjadi CIBI dan kelas Akslerasi, yang selanjutnya penulis akan menggunakan singkatan CIBI. Kata „cerdas istimewa‟ adalah istilah yang digunakan bagi seorang anak yang mempunyai kecerdasan luar biasa, maksudnya kecedasannya berada di atas rata-rata anak seusianya. Di SMP Negeri 2 Depok Siswa Kelas CIBI masa belajarnya bisa sama dengan kelas regular dengan tempo belajar 3 tahun lamanya, tetapi kelas Akselerasi adalah siswa CIBI yang melampaui kecerdasan dan bakat diatas rata–rata siswa yang lain. Dalam kelas CIBI tumbuh kembang seorang anak cerdas istimewa mempunyai pola tumbuh kembang yang khusus. Ia mempunyai pola tumbuh kembang yang skalanya besar (mengalami lompatan perkembangan dengan kapasitas yang besar), yakni cepat mendahului teman sebayanya, dan tidak sinkron.

1 J. Supranto, Proposal Penelitian dengan Contoh, (Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 2004) cet-1, h. 10

(25)

2

Anak CIBI membutuhkan bentuk-bentuk pendidikan yang berbeda dari anak-anak lainnya. Ia membutuhkan pendidikan yang mampu merangsang pengembangan intelektualnya. Dan agar dorongan internalnya berupa pengembanan intelektualnya dapat disalurkan melalui kegiatan-kegiatan yang positif. Maka dalam hal ini di SMP Negeri 2 Depok anak-anak CIBI selain mendapatkan layanan, perlindungan dalam mendapatkan lingkungan belajar yang memberikan hak dan tempat agar mereka mampu tumbuh dan berkembang, mereka juga akan mendapatkan hak pelayanan pendidikan dengan masa belajarnya selama 2 tahun bisa lulus sekolahnya, jadi dengan kata lain dapat dikatakan bahwa siswa kelas CIBI belum tentu kelas Akselerasi tetapi siswa kelas Akselerasi merupakan hasil seleksi dari siswa kelas CIBI.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Depok sesuai visi misi dan tujuan sekolah yang didapatkan dari profil sekolah adalah sebagai salah satu penyelenggara pendidikan yang mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa serta mampu mengembangkan pengetahuannya sesuai dengan syari‟at Islam serta terwujudnya peserta didik yang disiplin, berprestasi dan berbudi luhur berlandaskan iman dan taqwa. Agar dapat terwujud perlu diberikan arahan dalam hal ini adalah pendidikan agama.

Melalui pendidikan agama ini SMPN 2 Depok diharapkan peserta didiknya dapat mengembangkan potensi taqwa kepada Nya. Sebab apabila potensi ini berkembang dengan baik, maka individu akan mampu mengendalikan potensi kognitifnya agar tidak berwujud dalam bentuk perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama yang telah tertanam dalam dirinya. Oleh karena itu, kualitas keagamaan peserta didik akan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan atau pendidikan yang diterimanya. Sehingga dalam hal ini sikap keagamaan siswa berhubungan dengan pemahaman peserta didik terhadap pendidikan agama Islam.

Dalam hal ini Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu membentengi siswa dari berbagai pengaruh negatif lingkungan, sekaligus dapat menjadi agen sosial (social agent) menuju masyarakat yang lebih berperadaban (civil society). Diharapkan output Perubahan yang diperoleh setiap individu di SMP Negeri 2 Depok setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Oleh karenanya Pendidikan Agama Islam diharapkan dapat dipahami dengan baik oleh siswa, agar dengan pemahaman ini siswa dapat mengaktualisasikan nilai- nilai agama yang diperoleh dalam praktek kehidupannya. Selain itu adanya faktor dari guru yang diharapkan dapat menyampaikan materi secara komunikatif, edukatif dan persuasif sehingga tujuan yang diharapkan dapat terpenuhi. Berdasarkan uraian diatas, maka Pendidikan

(26)

3 Agama Islam memiliki peran dalam penanggulangan perilaku yang kurang baik melalui interaksi edukatif yang dilakukan antara guru dan siswa.

Perilaku siswa di SMP Negeri 2 Depok yang sebagai tempat penelitian tentunya diharapkan tidak hanya dipengaruhi oleh tiga ranah, yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Karena tiga ranah tersebut masih terbatas pada pengaruh pendidikan di sekolah. Selain unsur pendidikan di sekolah, perilaku siswa juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan keluarga dan masyarakat. Ketika siswa melakukan aktualisasi diri dan bersosialisasi, hal itu merupakan refleksi dari kondisi psikis siswa yang berpengaruh dari pendidikan di sekolah, interaksi antara siswa dengan keluarganya dan interelasi antara siswa dengan masyarakat lingkungannya.

Seperti yang dikatakan oleh para pakar pendidikan, bahwa saat ini pembelajaran seharusnya tidak lagi berpusat pada guru (teacher center), melainkan berpusat pada siswa (student center), dimana siswa sebagai pusat belajar harus aktif dalam proses pembelajaran. Guru sebagai pengajar sekaligus fasilitator hendaknya senantiasa melakukan upaya perbaikan dalam kegiatan belajar mengajar, dan belajar merupakan suatu proses perubahan dari tidak mengerti menjadi lebih mengerti. Dan salah satu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada student centered adalah pembelajaran kooperatif (Cooperative learning). Dalam pelaksanaan pembelajaran ini guru tidak lagi dominan, namun siswalah yang aktif untuk memecahkan masalah maupun mengkonstruksi pengetahuan baik secara kelompok maupun individual.

Sesuai dengan istilahnya, bahwa Pembelajaran kooperatif berarti pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan, sebagai latihan hidup di masyarakat. Pembelajaran Investigasi Kelompok dalam hal ini dengan (Group Investigation), adalah sebagai salah satu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa sejak dari perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi.

Sehingga metode pembelajaran ini menuntut keaktifan dari siswa sebagai subjek sekaligus objek pendidikan dan pengajaran. Siswa tidak hanya sebagai objek yang diam tanpa ada upaya dari diri sendiri untuk bisa bagaimana seharusnya dia belajar. Selain itu metode GI menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok (group process skills).

Selain dengan Group Investigation, pembelajaran dengan model kooperatif yakni dengan metode Student Team Achievement Divisions (STAD) yakni merupakan metode pembelajaran yang dipandang paling sederhana dan paling langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif.

(27)

4

Pembelajaran kooperatif ini tidak jauh berbeda dengan pembelajaran tradisional, sehingga guru dan siswa dapat secepatnya menyesuaikan diri.

Kesederhanaan ini terlihat pada saat penyajian informasi, tahap ini tidak jauh berbeda dengan penyajian materi pembelajaran tradisional.

Di SMP Negeri 2 Depok salah satu pendekatan pembelajaran yang dilakukan dan yang berorientasi pada student centered adalah pembelajaran kooperatif (Cooperative learning). Dalam pelaksanaan pembelajaran ini guru tidak lagi dominan, namun siswa-lah yang aktif, sehingga pembelajaran kooperatif memiliki orientasi seperti yang telah disebut di atas, yakni secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan, sebagai latihan hidup di masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Depok pada tahun pelajaran 2013/ 2014 dengan judul “Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) Pada Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Depok Tahun Pelajaran 2013/2014”, membuktikan bahwa metode pembelajaran kooperatif GI mampu meningkatkan hasil belajar IPS di SMP Negeri 2 Depok. Sehingga dengan demikian metode ini dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya meskipun pada mata pelajaran lain.

Selain dengan menggunakan metode Group Investigation (GI) adapula penelitian lain yang juga dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Depok dengan menggunakan metode STAD (Student Team Achievement Divisions). Yakni penelitian dengan judul Pengaruh Metode STAD terhadap Aktifitas Belajar PAI Siswa di SMP Negeri 2 Depok tahun Pelajaran 2013/ 2014 yang membuktikan bahwa metode STAD berpengaruh terhadap aktifitas belajar PAI siswa di SMP Negeri 2 Depok.

Dari hasil penelitian oleh kedua guru tersebut di atas, ditemukan beberapa hal yang menjadi sorotan tentang kualitas yang mencakup kemampuan peserta didik, yaitu mengenai sikap sosial. Maka dari itu dalam hal ini untuk permasalahan yang penulis tekankan dan diteliti adalah kemampuan sikap sosial siswa yang meliputi sikap jujur, tanggungjawab, kerjasama, santun dan percaya diri.

Alasan peneliti melakukan penelitian di SMP Negeri 2 Depok adalah bahwasanya sekolah tersebut merupakan sekolah yang memiliki kemampuan baik dari segi pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif khususnya dengan Tipe Student Team Achevement Division (STAD) dan Group Investigation (GI)nya, dan juga

(28)

5 pada program pembelajarannya. Sebelum demikian itu, makna pengaruh dari definisi judul di atas berarti, “Suatu daya yang ada dalam sesuatu yang sifatnya dapat memberi perubahan kepada yang lain3. Sedangkan menurut Menurut Badudu Zain, „pengaruh‟ adalah : “daya menyebabkan sesuatu terjadi, dalam arti sesuatu yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain dengan kata lain pengaruh merupakan penyebab sesuatu terjadi atau dapat mengubah sesuatu hal ke dalam bentuk yang kita inginkan.”4 Dengan demikian maka penulis ingin mencari tau dan meneliti ada tidaknya pengaruh dari kedua metode belajar dari model pembelajaran kooperatif tersebut.

SMP Negeri 2 Depok merupakan salah satu sekolah negeri yang mempunyai input atau data masukan siswa yang memiliki prestasi belajar yang bervariasi. Karena prestasi belajar yang bervariasi inilah maka peran serta atau keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar beraneka ragam. Yang salah satu problem yang sejak dulu muncul dalam proses pembelajaran adalah berkenaan dengan model pembelajaran atau secara lebih spesifik berkenaan dengan metode mengajar, dimana salah satunya adalah bahwa proses pembelajaran didominasi oleh model pembelajaran konvensional atau tradisional dengan metode ceramah sebagai metode andalannya. Oleh karena itu menimbulkan rasa ingin tahu lebih peneliti tentang bagaimana metode GI dan STAD di sekolah tersebut.

Penetapan SMP Negeri 2 Depok sebagai lokasi penelitian adalah dengan alasan sekolah tersebut merupakan sekolah favorit dan memiliki akreditasi A. Sekolah ini merupakan sekolah yang telah menggunakan metode pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif, khususnya pada tipe GI dan tipe STAD. Sekolah SMP Negeri 02 Depok merupakan sekolah inti dan sering dikunjungi oleh sekolah dari daerah lain sebagai obyek melakukan studi banding. Siswa yang belajar di sekolah ini berasal dari latar belakang keluarga yang bervariasi status sosial dan kemampuan ekonominya. Dengan latar yang seperti itu, perlu diteliti mengenai pendekatan, strategi dan metode yang dilakukan di sekolah ini dalam menerapkan nilai-nilai karakter di dalamnya.

Maka berdasarkan latar belakang di atas, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian di SMP Negeri 2 Depok dengan judul "Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Sikap Sosial (Studi Kausal Materi PAI Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 02 Depok

)”.

3 W.J.S. Poewadarmita, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Balai Pustaka, 1996), hal.664

4 Badudu Zain, Kamus Umum Bahasa Indonesisa, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,1996), hal.1031

(29)

6

B. Identifikasi masalah

Dari latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya di kelas VIII SMP Negeri 2 Depok Tahun ajaran 2015-2016 dapat di identifikasikan beberapa permasalahan yang muncul antara lain :

1. Metode pembelajaran secara konvensional/tradisional yang selama ini diterapkan di SMP Negeri 2 Depok

2. Siswa memiliki minat dan perhatian pada pelajaran PAI

3. Metode Group Investigation (GI) yang diterapkan pada mata pelajaran PAI berpengaruh pada sikap sosial siswa di SMP Negeri 2 Depok

4. Metode Student Team Achievment Division (STAD) yang diterapkan pada mata pelajaran PAI berpengaruh pada sikap sosial siswa di SMP Negeri 2 Depok

5. Metode Group Investigation (GI) dan metode Student Team Achievment Division (STAD) yang diterapkan pada mata pelajaran PAI dapat secara bersama/ secara simultan berpengaruh pada sikap sosial siswa di SMP Negeri 2 Depok

6. Hasil belajar PAI siswa SMP Negeri 2 Depok telah mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

7. Pendidikan Agama Islam yang diajarkan di sekolah SMP Negeri 2 Depok terwujud dan sesuai dengan yang diajarkan ke dalam sikap sosial siswa

8. Sikap sosial siswa sudah menggambarkan sikap jujur, tanggungjawab, kerjasama, santun dan percaya diri siswa SMP Negeri 2 Depok

C. Pembatasan masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas penulis memilih point 3, 4, dan 5, maka penelitian ini dibatasi pada:

1. Model pembelajaran kooperatif tipe GI siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok.

2. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok.

3. Model pembelajaran kooperatif tipe GI dan Model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi PAI siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok.

Alasan peneliti memilih 3 poin pembatasan masalah dari identifikasi masalah adalah; berangkat dari model pembelajaran GI dan STAD yang telah diaplikasikan kedalam kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 2 Depok khususnya pada materi PAI yang telah berhasil dalam mencapai tujuan pembelajaran di sekolah tersebut, sehingga

(30)

7 penelitian ini mengarah pada pengaruh model pembelajaran kooperatif GI dan STAD pada mata pelajaran PAI terhadap sikap sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas maka fokus penelitian dan penyelesaian pembelajaran PAI di kelas VIII SMP Negeri 2 Depok Tahun pelajaran 2015-2016 dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI terhadap sikap sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok?

2. Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran koopratif tipe STAD pada mata pelajaran PAI terhadap sikap sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok?

3. Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI dan tipe STAD pada mata pelajaran PAI terhadap sikap sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok?

Berdasarkan perumusan masalah penelitian di atas maka hipotesis penelitian ini adalah :

1. Hipotesis 1:

Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara metode pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap sikap sosial siswa di kelas VIII SMP Negeri 2 Depok tahun pelajaran 2015/2016.

2. Hipotesis 2:

Terdapat Pengaruh Antara Metode pembelajaran STAD terhadap sikap sosial siswa di kelas VIII SMP Negeri 2 Depok tahun pelajaran 2015/2016.

3. Hipotesis 3

Terdapat Pengaruh Antara Metode pembelajaran Group Investigation (GI) dan STAD terhadap sikap sosial siswa di kelas VIII SMP Negeri 2 Depok tahun pelajaran 2015/2016.

Berdasarkan hipotesis penelitian di atas maka di bawah ini merupakan paradigma/kerangka berpikir hubungan tiga variabel (multivariate) :

Gambar 1.

Model Reliabel

X1 (Tipe GI)

Y

Sikap sosial Siswa X2 (Tipe STAD)

(31)

8

Keterangan:

X1 : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) X2 : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD)

Y : Sikap Sosial Siswa E. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat tujuan yang akan penulis teliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk:

1. Mendeskripsikan, mengukur dan menguji hipotesis apakah terdapat pengaruh yang signifkan mengenai model kooperatif tipe Group Investigation (G1) terhadap sikap sosial siswa.

2. Mendeskripsikan, mengukur dan menguji hipotesis apakah terdapat pengaruh yang signifkan mengenai model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap sikap sosial siswa.

3. Mendeskripsikan, mengukur dan menguji hipotesis apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan Group Investigation (G1) secara bersama-sama (simultan) terhadap sikap sosial siswa.

F. Manfaat dan Kegunaan Penelitian 1) Manfaat Teoretis

Untuk menambah pengetahuan tentang pengembangan pembelajaran PAI Sekolah Menengah Pertama melalui penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain penyebab terjadinya masalah.

2). Manfaat Praktis

a. Membuat pembelajaran yang menyenangkan dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan STAD yang melibatkan aktifitas siswa.

b. Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan STAD menjadi masukan bagi guru dalam menyusun strategi pengajaran dengan lebih memperhatikan perbedaan indvidual terutama perbedaan siswa dalam menyelesaikan kesulitan belajar.

c. Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat melatih siswa dalam memecahkan suatu masalah, menambah motivasi dan kreatifitas dalam belajar PAI lebih tinggi, serta siswa diharapkan terbiasa dan dapat menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.

(32)

9 G. Studi Pustaka

Berikut ini beberapa hasil penelitian terdahulu yang masih relevan yang sangat dibutuhkan penulis untuk meneliti kajian selanjutnya. Karena dengan mengetahui hasil penelitian terdahulu penulis akan dapat mengetahui dari membandingkan serta membedakan dengan kajian penelitian yang akan diangkat oleh penulis, yaitu:

1. Laila Fitriana. S850209108. (2010). Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Tipe Group Investigation (GI) dan STAD Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa. Komisi Pembimbing I Dr. Mardiyana, M.Si dan Pembimbing II Drs. Pangadi, M.Si. Tesis. Surakarta: Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Menelaah efektifitas model pembelajaran cooperative dengan model pembelajaran group investigation (GI) dan model pembelajaran STAD terhadap prestasi belajar geometri. (2) Apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar sedang maupun rendah? (3) Apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran cooperative dengan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar? Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2010 sampai Juni 2010 dengan populasi siswa kelas VIII SMP Di Surakarta. Sampel penelitian ini diperoleh dengan gabungan Stratified Random Sampling dan Cluster Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 9, SMP Negeri 16, SMP Negeri 24. Pengumpulan datanya dilakukan dengan metode dokumentasi, metode tes, dan metode angket. Validitas instrumen tes menggunakan validitas isi, reliabilitas tes digunakan uji KR-20, derajat kesukaran butir soal, daya beda butir soal. Validitas instrumen angket menggunakan validitas konstruk, konsistensi internal, reliabilitas angket digunakan rumus alpha.

Analisis data menggunakan analisis variansi (Anava). Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran cooperative tipe GI lebih baik dari pada model pembelajaran cooperative tipe STAD (2) Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi lebih

(33)

10

baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar sedang maupun rendah. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran cooperative dengan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar.5

2. Budiyono, Gendot (2010). Penerapan Metode Group Investigation Dipadu dengan Game Puzzle untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso. Tesis, Program Pasca Sarjana Program Studi Konsentrasi Pendidikan IPA SMP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj.

Mimien Henie Irawati, M.S. (II) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah. M.Pd.

Observasi awal yang dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran Biologi di kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso terdapat beberapa masalah antara lain: (1) ketika pembelajaran berlangsung, siswa cenderung ramai, tidak memperhatikan penjelasan guru, berbicara dengan temannya dan bermain HP, (2) dalam menyelesaikan suatu tugas, siswa dengan karakteristik yang sama cenderung untuk mengelompok menjadi satu, sehingga terbentuk kelompok-kelompok homogen di kelas, (3) saat diberi tugas untuk berdiskusi siswa mengerjakan sendiri-sendiri, siswa yang berkemampuan lebih tinggi tidak pernah membagi pengetahuannya kepada siswa yang lemah, (4) menurut beberapa siswa metode ceramah dan tanya jawab yang diterapkan oleh guru kurang menarik minat dan perhatian siswa, karena hanya siswa tertentu saja yang aktif berpendapat. Dari permasalahan tersebut juga meng¬akibatkan rendahnya hasil belajar siswa, setiap tes selalu ada siswa tidak tuntas belajar yang jumlahnya lebih kurang 40% jumlah siswa di kelas. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso, (2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso, tujuan tersebut dicapai dengan pembelajaran menggunakan metode group investigation yang dipadu dengan game puzzle. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, siklus pertama terdiri dari empat kali pertemuan, dan siklus kedua terdiri dari enam kali pertemuan. Peneliti sebagai pengelola instrumen, perancang tindakan dan guru. Prosedur pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan

5 https://core.ac.uk/download/files/478/16507080.pdf, diakses tanggal 10 Februari 2016 pukul 19:00 WIB

(34)

11 tindakan oleh guru dan siswa dalam metode GI yang dipadu dengan game puzzle, lembar observasi aktivitas belajar siswa dalam metode GI yang dipadu dengan game puzzle, pemberian test hasil belajar kognitif dan afektif setiap akhir siklus dan pengisian lembar penilaian hasil belajar psikomotorik. Tahap-tahap penelitian meliputi planning, implementing, observing dan reflecting yang pelaksanaannya disesuaikan dengan GI yang dipadu dengan game puzzle.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode GI yang dipadu dengan game puzzle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso. Aktivitas belajar siswa dari siklus I 73,63% dengan kriteria baik dan pada siklus II sebesar 89,57% dengan kriteria sangat baik, sehingga terjadi peningkatan 15,94%. Terdapat peningkatan hasil belajar kognitif dari siklus I sebesar 74,07% dan siklus II sebesar 96,29% sehingga ada peningkatan sebesar 22,22%, hasil belajar afektif tidak terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II, tetapi nilai hasil belajar afektif sangat bagus yaitu sebesar 96,29%. Peningkatan terjadi juga pada hasil belajar psikomotor dari siklus I sebesar 77,78% menjadi 100%

pada siklus II sehingga ada peningkatan sebesar 22,22%. Dari hasil penelitian dapat disarankan, agar guru menggunakan metode GI yang dipadu dengan game puzzle untuk pembelajaran Biologi pada materi yang dapat diinvestigasi. Guru bisa mencari bentuk permainan lain yang disukai siswa yang berguna sebagai penguatan konsep dan dipadukan dengan metode pembelajaran yang relevan. Teknik tersebut sesuai dengan sifat anak SMP yang masih suka bermain.6 3. Rizky Ridlo Rahmanda Putri (2010), Penerapan Model Pembelajaran

Group Investigation (GI) untuk Meningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas X Multimedia 2 SMK Nasional Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran GI (Group Investigation). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Tahapan yang digunakan dalam penelitian adalah perencanaan, pemberian tindakan kelas, observasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, lembar observasi, dan catatan lapangan. Analisis data dalam penelitian ini bersifat kualitatif, berupa kata-kata atau kalimat dan kuantitatif, berupa angka. Data kualitatifnya berupa catatan lapangan, observasi, dan wawancara.

6http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/11132, diakses tanggal 10 Februari 2016 pukul 19:00 WIB

(35)

12

Data kuantitatifnya terdiri atas data keterlaksanaan pembelajaran, data aktivitas, dan data prestasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK Nasional Malang yang berjumlah 40 siswa.

Berdasarkan penelitian selama proses pelaksanaan tindakan diperoleh persentase keterlaksanaan model pembelajaran GI, pada siklus I sebesar 79,3 % dan pada siklus II sebesar 95,7%. Persentase aktivitas belajar fisika siswa juga meningkat dari siklus I ke II sebesar 73,12 % ke 86,25%. Jumlah siswa yang mempunyai nilai mencapai KKM sebelum diterapkan model pembelajaran GI adalah 14 siswa dengan persentase ketuntasan siswa sebesar 35 %. Berdasarkan analisis prestasi belajar fisika siswa siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 65%. Jumlah siswa yang mempunyai nilai mencapai KKM pada siklus I adalah 26 siswa. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 90%. Jumlah siswa yang mempunyai nilai mencapai KKM pada siklus II adalah 36 siswa .Dari data tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan ketuntasan belajar dan nilai rata-rata tes prestasi dari siklus I ke siklus II sebesar 25%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran GI dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas X MM 2 SMK Nasional Malang.

Dalam penelitian lain yaitu Devita Mayasari dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan Balok) Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Boyolangu Tahun Ajaran 2010/2011”, dari hasil penerapan model pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa:

Ada pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terhadap hasil belajar matematika pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar (kubus dan balok) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Boyolangu tahun ajaran 2010/2011.

4. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Pokok Bangun Ruang Kelas VIII F MTs Negeri 1 Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011. Penelitian ini sangat sesuai dengan masalah yang ada yaitu kurangnya peran serta aktif peserta didik ketika mengikuti pembelajaran. Selain itu materi bangun ruang merupakan materi yang abstrak, yang mana membutuhkan imajinasi yang tinggi bagi setingkat SMP/sederajat dalam memahami konsep. Maka dengan model pembelajaran group investigation peserta didik berperan aktif dalam pembelajaran dan mempunyai pengalaman dalam mengadakan penyelidikan konsep rumus bangun ruang. Penelitian ini bertujuan

(36)

13

“Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar pada materi pokok bangun ruang bagi peserta didik kelas VIII F MTs Negeri 1 Semarang.”

5. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Pelaksanaan penelitian dibagi dalam tiga tahap yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada pra siklus, hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik diperoleh dari 1 tahun yang lalu. Pada siklus I dan II terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil pengamatan dan refleksi akan dijadikan bahan rujukan untuk pelaksanaan siklus berikutnya. Sehingga proses dan hasil pelaksanaan siklus berikutnya diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Dari setiap siklus akan diukur hasil belajar dan ketuntasan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pra siklus diperoleh rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar pada pra siklus adalah 52.97 dan 26.32%. Setelah dilakukan siklus I rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar mengalami peningkatan yaitu menjadi 57.89 dan 52.63%. Pada siklus II setelah diadakan refleksi pelaksanaan tindakan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar adalah 74.90 dan 91.89%. Dari hasil tersebut disimpulkan dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada materi pokok bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII F MTs Negeri 1 Semarang tahun pelajaran 2010/2011.

6. Angga Adistia Wijaya, Kuni Afifah, Julian Dwi Jackson H.P (2014) Jurusan Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Semarang dengan judul peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI AP SMK Widya Praja Ungaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe role playing (bermain peran) pada mata diklat pelayanan prima. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan materi dengan menggunakan model pembelajaran bermain peran yang ditandai dengan ketercapaian hasil belajar siswa minimal 75% dari keseluruhan siswa mendapat nilai 75 dan seluruh siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI AP SMK Widya Praja Tahun Ajaran 2014.

Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes evaluasi yang berupa tes objektif pada tiap akhir siklus dan lembar observasi untuk siswa dan guru. Hasil

(37)

14

penelitian ini diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 74,5 dengan ketuntasan klasikal 72,5%. Rata-rata hasil belajar siklus 2 sebesar 81,625 dengan ketuntasan klasikal 95%. Adapun sikap siswa terhadap pembelajaran pada siklus 1 sebesar 63,10% dan pada siklus 2 mencapai 84,4%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar pada kompetensi dasar menerapkan prinsip-prinsip pelayanan prima dengan menggunakan penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja tahun Ajaran 2014.7

7. Yunita Kurniawan, Nanik Dwi Nurhayati, Sri Mulyani, (2014) peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran group investigation (GI) pada materi kelarutan kelas XI semester genap SMA Negeri Kebak Kramat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) aktivitas belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2014/2015, (2) prestasi belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklusnya terdapat empat tahapan yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2014/2015. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Peningkatan aktivitas siswa dapat dilihat dari siklus I diperoleh 85,0% dan pada siklus II diperoleh hasil 97,1%. Sedangkan peningkatan prestasi belajar meliputi aspek pengetahuan dan sikap. Pada aspek pengetahuan, ketuntasan belajar siswa dari 65,7% pada siklus I meningkat menjadi 80,0% pada siklus II. Dari aspek sikap menunjukkan bahwa terdapat peningkatan presentase dari 82,9% pada siklus I menjadi 97,1% pada siklus II, sedangkan ketercapaian dari aspek keterampilan adalah 100% pada siklus I. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan

7Jurnal, Angga Adistia Wijaya, Kuni Afifah, Julian Dwi Jackson H.P Jurusan Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Semarang

(38)

15 model pembelajaran Group Investigation (GI): (1) dapat meningkatkan aktivitas belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2014/2015 dan (2) dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2014/2015.8

8 http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/kimia/article/view/6622, diakses tanggal 11 Februari 2016 pukul 20:00 WIB

Referensi

Dokumen terkait