ةرقبلا
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas maka fokus penelitian dan penyelesaian pembelajaran PAI di kelas VIII SMP Negeri 2 Depok Tahun pelajaran 2015-2016 dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI terhadap sikap sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok?
2. Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran koopratif tipe STAD pada mata pelajaran PAI terhadap sikap sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok?
3. Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI dan tipe STAD pada mata pelajaran PAI terhadap sikap sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Depok?
Berdasarkan perumusan masalah penelitian di atas maka hipotesis penelitian ini adalah :
1. Hipotesis 1:
Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara metode pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap sikap sosial siswa di kelas VIII SMP Negeri 2 Depok tahun pelajaran 2015/2016.
2. Hipotesis 2:
Terdapat Pengaruh Antara Metode pembelajaran STAD terhadap sikap sosial siswa di kelas VIII SMP Negeri 2 Depok tahun pelajaran 2015/2016.
3. Hipotesis 3
Terdapat Pengaruh Antara Metode pembelajaran Group Investigation (GI) dan STAD terhadap sikap sosial siswa di kelas VIII SMP Negeri 2 Depok tahun pelajaran 2015/2016.
Berdasarkan hipotesis penelitian di atas maka di bawah ini merupakan paradigma/kerangka berpikir hubungan tiga variabel (multivariate) :
Gambar 1.
Model Reliabel
X1 (Tipe GI)
Y
Sikap sosial Siswa X2 (Tipe STAD)
8
Keterangan:
X1 : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) X2 : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD)
Y : Sikap Sosial Siswa E. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat tujuan yang akan penulis teliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk:
1. Mendeskripsikan, mengukur dan menguji hipotesis apakah terdapat pengaruh yang signifkan mengenai model kooperatif tipe Group Investigation (G1) terhadap sikap sosial siswa.
2. Mendeskripsikan, mengukur dan menguji hipotesis apakah terdapat pengaruh yang signifkan mengenai model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap sikap sosial siswa.
3. Mendeskripsikan, mengukur dan menguji hipotesis apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan Group Investigation (G1) secara bersama-sama (simultan) terhadap sikap sosial siswa.
F. Manfaat dan Kegunaan Penelitian 1) Manfaat Teoretis
Untuk menambah pengetahuan tentang pengembangan pembelajaran PAI Sekolah Menengah Pertama melalui penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain penyebab terjadinya masalah.
2). Manfaat Praktis
a. Membuat pembelajaran yang menyenangkan dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan STAD yang melibatkan aktifitas siswa.
b. Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan STAD menjadi masukan bagi guru dalam menyusun strategi pengajaran dengan lebih memperhatikan perbedaan indvidual terutama perbedaan siswa dalam menyelesaikan kesulitan belajar.
c. Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat melatih siswa dalam memecahkan suatu masalah, menambah motivasi dan kreatifitas dalam belajar PAI lebih tinggi, serta siswa diharapkan terbiasa dan dapat menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.
9 G. Studi Pustaka
Berikut ini beberapa hasil penelitian terdahulu yang masih relevan yang sangat dibutuhkan penulis untuk meneliti kajian selanjutnya. Karena dengan mengetahui hasil penelitian terdahulu penulis akan dapat mengetahui dari membandingkan serta membedakan dengan kajian penelitian yang akan diangkat oleh penulis, yaitu:
1. Laila Fitriana. S850209108. (2010). Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Tipe Group Investigation (GI) dan STAD Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa. Komisi Pembimbing I Dr. Mardiyana, M.Si dan Pembimbing II Drs. Pangadi, M.Si. Tesis. Surakarta: Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Menelaah efektifitas model pembelajaran cooperative dengan model pembelajaran group investigation (GI) dan model pembelajaran STAD terhadap prestasi belajar geometri. (2) Apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar sedang maupun rendah? (3) Apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran cooperative dengan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar? Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2010 sampai Juni 2010 dengan populasi siswa kelas VIII SMP Di Surakarta. Sampel penelitian ini diperoleh dengan gabungan Stratified Random Sampling dan Cluster Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 9, SMP Negeri 16, SMP Negeri 24. Pengumpulan datanya dilakukan dengan metode dokumentasi, metode tes, dan metode angket. Validitas instrumen tes menggunakan validitas isi, reliabilitas tes digunakan uji KR-20, derajat kesukaran butir soal, daya beda butir soal. Validitas instrumen angket menggunakan validitas konstruk, konsistensi internal, reliabilitas angket digunakan rumus alpha.
Analisis data menggunakan analisis variansi (Anava). Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran cooperative tipe GI lebih baik dari pada model pembelajaran cooperative tipe STAD (2) Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi lebih
10
baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar sedang maupun rendah. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran cooperative dengan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar.5
2. Budiyono, Gendot (2010). Penerapan Metode Group Investigation Dipadu dengan Game Puzzle untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso. Tesis, Program Pasca Sarjana Program Studi Konsentrasi Pendidikan IPA SMP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj.
Mimien Henie Irawati, M.S. (II) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah. M.Pd.
Observasi awal yang dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran Biologi di kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso terdapat beberapa masalah antara lain: (1) ketika pembelajaran berlangsung, siswa cenderung ramai, tidak memperhatikan penjelasan guru, berbicara dengan temannya dan bermain HP, (2) dalam menyelesaikan suatu tugas, siswa dengan karakteristik yang sama cenderung untuk mengelompok menjadi satu, sehingga terbentuk kelompok-kelompok homogen di kelas, (3) saat diberi tugas untuk berdiskusi siswa mengerjakan sendiri-sendiri, siswa yang berkemampuan lebih tinggi tidak pernah membagi pengetahuannya kepada siswa yang lemah, (4) menurut beberapa siswa metode ceramah dan tanya jawab yang diterapkan oleh guru kurang menarik minat dan perhatian siswa, karena hanya siswa tertentu saja yang aktif berpendapat. Dari permasalahan tersebut juga meng¬akibatkan rendahnya hasil belajar siswa, setiap tes selalu ada siswa tidak tuntas belajar yang jumlahnya lebih kurang 40% jumlah siswa di kelas. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso, (2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso, tujuan tersebut dicapai dengan pembelajaran menggunakan metode group investigation yang dipadu dengan game puzzle. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, siklus pertama terdiri dari empat kali pertemuan, dan siklus kedua terdiri dari enam kali pertemuan. Peneliti sebagai pengelola instrumen, perancang tindakan dan guru. Prosedur pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan
5 https://core.ac.uk/download/files/478/16507080.pdf, diakses tanggal 10 Februari 2016 pukul 19:00 WIB
11 tindakan oleh guru dan siswa dalam metode GI yang dipadu dengan game puzzle, lembar observasi aktivitas belajar siswa dalam metode GI yang dipadu dengan game puzzle, pemberian test hasil belajar kognitif dan afektif setiap akhir siklus dan pengisian lembar penilaian hasil belajar psikomotorik. Tahap-tahap penelitian meliputi planning, implementing, observing dan reflecting yang pelaksanaannya disesuaikan dengan GI yang dipadu dengan game puzzle.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode GI yang dipadu dengan game puzzle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Bondowoso. Aktivitas belajar siswa dari siklus I 73,63% dengan kriteria baik dan pada siklus II sebesar 89,57% dengan kriteria sangat baik, sehingga terjadi peningkatan 15,94%. Terdapat peningkatan hasil belajar kognitif dari siklus I sebesar 74,07% dan siklus II sebesar 96,29% sehingga ada peningkatan sebesar 22,22%, hasil belajar afektif tidak terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II, tetapi nilai hasil belajar afektif sangat bagus yaitu sebesar 96,29%. Peningkatan terjadi juga pada hasil belajar psikomotor dari siklus I sebesar 77,78% menjadi 100%
pada siklus II sehingga ada peningkatan sebesar 22,22%. Dari hasil penelitian dapat disarankan, agar guru menggunakan metode GI yang dipadu dengan game puzzle untuk pembelajaran Biologi pada materi yang dapat diinvestigasi. Guru bisa mencari bentuk permainan lain yang disukai siswa yang berguna sebagai penguatan konsep dan dipadukan dengan metode pembelajaran yang relevan. Teknik tersebut sesuai dengan sifat anak SMP yang masih suka bermain.6 3. Rizky Ridlo Rahmanda Putri (2010), Penerapan Model Pembelajaran
Group Investigation (GI) untuk Meningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas X Multimedia 2 SMK Nasional Malang.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran GI (Group Investigation). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Tahapan yang digunakan dalam penelitian adalah perencanaan, pemberian tindakan kelas, observasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, lembar observasi, dan catatan lapangan. Analisis data dalam penelitian ini bersifat kualitatif, berupa kata-kata atau kalimat dan kuantitatif, berupa angka. Data kualitatifnya berupa catatan lapangan, observasi, dan wawancara.
6http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/11132, diakses tanggal 10 Februari 2016 pukul 19:00 WIB
12
Data kuantitatifnya terdiri atas data keterlaksanaan pembelajaran, data aktivitas, dan data prestasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK Nasional Malang yang berjumlah 40 siswa.
Berdasarkan penelitian selama proses pelaksanaan tindakan diperoleh persentase keterlaksanaan model pembelajaran GI, pada siklus I sebesar 79,3 % dan pada siklus II sebesar 95,7%. Persentase aktivitas belajar fisika siswa juga meningkat dari siklus I ke II sebesar 73,12 % ke 86,25%. Jumlah siswa yang mempunyai nilai mencapai KKM sebelum diterapkan model pembelajaran GI adalah 14 siswa dengan persentase ketuntasan siswa sebesar 35 %. Berdasarkan analisis prestasi belajar fisika siswa siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 65%. Jumlah siswa yang mempunyai nilai mencapai KKM pada siklus I adalah 26 siswa. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 90%. Jumlah siswa yang mempunyai nilai mencapai KKM pada siklus II adalah 36 siswa .Dari data tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan ketuntasan belajar dan nilai rata-rata tes prestasi dari siklus I ke siklus II sebesar 25%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran GI dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas X MM 2 SMK Nasional Malang.
Dalam penelitian lain yaitu Devita Mayasari dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan Balok) Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Boyolangu Tahun Ajaran 2010/2011”, dari hasil penerapan model pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa:
Ada pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terhadap hasil belajar matematika pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar (kubus dan balok) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Boyolangu tahun ajaran 2010/2011.
4. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Pokok Bangun Ruang Kelas VIII F MTs Negeri 1 Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011. Penelitian ini sangat sesuai dengan masalah yang ada yaitu kurangnya peran serta aktif peserta didik ketika mengikuti pembelajaran. Selain itu materi bangun ruang merupakan materi yang abstrak, yang mana membutuhkan imajinasi yang tinggi bagi setingkat SMP/sederajat dalam memahami konsep. Maka dengan model pembelajaran group investigation peserta didik berperan aktif dalam pembelajaran dan mempunyai pengalaman dalam mengadakan penyelidikan konsep rumus bangun ruang. Penelitian ini bertujuan
13
“Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar pada materi pokok bangun ruang bagi peserta didik kelas VIII F MTs Negeri 1 Semarang.”
5. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Pelaksanaan penelitian dibagi dalam tiga tahap yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada pra siklus, hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik diperoleh dari 1 tahun yang lalu. Pada siklus I dan II terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil pengamatan dan refleksi akan dijadikan bahan rujukan untuk pelaksanaan siklus berikutnya. Sehingga proses dan hasil pelaksanaan siklus berikutnya diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Dari setiap siklus akan diukur hasil belajar dan ketuntasan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pra siklus diperoleh rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar pada pra siklus adalah 52.97 dan 26.32%. Setelah dilakukan siklus I rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar mengalami peningkatan yaitu menjadi 57.89 dan 52.63%. Pada siklus II setelah diadakan refleksi pelaksanaan tindakan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar adalah 74.90 dan 91.89%. Dari hasil tersebut disimpulkan dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada materi pokok bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII F MTs Negeri 1 Semarang tahun pelajaran 2010/2011.
6. Angga Adistia Wijaya, Kuni Afifah, Julian Dwi Jackson H.P (2014) Jurusan Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Semarang dengan judul peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI AP SMK Widya Praja Ungaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe role playing (bermain peran) pada mata diklat pelayanan prima. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan materi dengan menggunakan model pembelajaran bermain peran yang ditandai dengan ketercapaian hasil belajar siswa minimal 75% dari keseluruhan siswa mendapat nilai 75 dan seluruh siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI AP SMK Widya Praja Tahun Ajaran 2014.
Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes evaluasi yang berupa tes objektif pada tiap akhir siklus dan lembar observasi untuk siswa dan guru. Hasil
14
penelitian ini diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 74,5 dengan ketuntasan klasikal 72,5%. Rata-rata hasil belajar siklus 2 sebesar 81,625 dengan ketuntasan klasikal 95%. Adapun sikap siswa terhadap pembelajaran pada siklus 1 sebesar 63,10% dan pada siklus 2 mencapai 84,4%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar pada kompetensi dasar menerapkan prinsip-prinsip pelayanan prima dengan menggunakan penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Widya Praja tahun Ajaran 2014.7
7. Yunita Kurniawan, Nanik Dwi Nurhayati, Sri Mulyani, (2014) peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran group investigation (GI) pada materi kelarutan kelas XI semester genap SMA Negeri Kebak Kramat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) aktivitas belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2014/2015, (2) prestasi belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklusnya terdapat empat tahapan yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2014/2015. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Peningkatan aktivitas siswa dapat dilihat dari siklus I diperoleh 85,0% dan pada siklus II diperoleh hasil 97,1%. Sedangkan peningkatan prestasi belajar meliputi aspek pengetahuan dan sikap. Pada aspek pengetahuan, ketuntasan belajar siswa dari 65,7% pada siklus I meningkat menjadi 80,0% pada siklus II. Dari aspek sikap menunjukkan bahwa terdapat peningkatan presentase dari 82,9% pada siklus I menjadi 97,1% pada siklus II, sedangkan ketercapaian dari aspek keterampilan adalah 100% pada siklus I. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan
7Jurnal, Angga Adistia Wijaya, Kuni Afifah, Julian Dwi Jackson H.P Jurusan Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Semarang
15 model pembelajaran Group Investigation (GI): (1) dapat meningkatkan aktivitas belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2014/2015 dan (2) dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2014/2015.8
8 http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/kimia/article/view/6622, diakses tanggal 11 Februari 2016 pukul 20:00 WIB
153 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis terhadap hasil penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap sikap sosial siswa pada materi PAI di SMP Negeri 02 Depok dapat disampaikan beberapa temuan penelitian sebagai berikut:
Pertama, Oleh karena nilai t hitung > t tabel (3,543> 2,034) atau pada p-value (kolom Sig) = 0.025 yang lebih kecil dari 0.05 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achevement Division (STAD) dengan Sikap Sosial Siswa. Jadi dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achevement Division (STAD), berpengaruh terhadap Sikap Sosial Siswa di SMP Negeri 2 Depok. Dan secara simultan berpengaruh positif terhadap sikap sosial siswa. Jadi, pada Model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini berpengaruh langsung positif terhadap sikap sosial siswa, artinya perubahan kualitas dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD akan menyebabkan peningkatan kualitas sikap sosial pada siswa misalnya: dapat saling bekerjasama dan bergotong royong, bertanggung jawab, lebih memiliki rasa keingin tahuan dalam belajar, saling menghormati/menghargai, dan senang dengan model pembelajaran.
Kedua, Oleh karena nilai t hitung > t tabel (2,352> 2,034) atau pada p-value (kolom Sig) = 0.025 yang lebih kecil dari 0.05 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dengan Sikap Sosial Siswa. Jadi dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI), berpengaruh terhadap Sikap Sosial Siswa di SMP Negeri 2 Depok. Dan secara simultan berpengaruh positif terhadap sikap sosial siswa. Jadi, pada Model pembelajaran kooperatif tipe GI ini berpengaruh langsung positif terhadap sikap sosial siswa, artinya perubahan kualitas dari model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation akan menyebabkan peningkatan kualitas sikap sosial pada siswa misalnya: dapat bekerjasama, gotong royong, aktif dan semangat dalam belajar, bertanggungjawab, dan lebih termotivasi.
Ketiga, Dari uji ANOVA atau Uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 9,703. Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, α = 5%, df 1 (jumlah variabel–1) = 2, dan df 2 (n-k-1) atau 36-2-1 = 33 (n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independen), hasil diperoleh untuk F tabel sebesar 2,89 (Lihat pada lampiran). Nilai signifikansi yang dipersyaratkan diterima adalah lebih kecil dari 0,05. Karena 0,000 < 0,05, dan F hitung > F
154
tabel (9,703> 2,80) maka dapat dikatakan bahwa variabel Model Pembelajaran Kooperatif GI (X1) dan Model Pembelajaran Kooperatif STAD (X2) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Sikap Sosial Siswa (Y). Artinya perubahan kualitas model pembelajaran baik tipe STAD dan juga GI akan menyebabkan peningkatan kualitas sikap sosial siswa yaitu: dapat saling bekerjasama, menghormati/menghargai, bergotong royong, memiliki semangat, aktif, senang dan termotivasi lebih dalam belajar.