Ketiga, Pengaruh Penggunaan Skincare Toko Online Pada Media Instagram Terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswi Semester V FUAD IAIN Ponorogo Tahun 2021. Judul : Pengaruh Skincare Toko Online Pada Media Instagram Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswi FUAD IAIN Ponorogo.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis pengaruh skin care di toko online media instagram terhadap perilaku konsumsi mahasiswi FUAD IAIN Ponorogo.
Manfaat Penelitian 1. Manfaat secara teoritis
Sistematika Pembahasan
Pendahuluan
Landasan Teori
Metode Penelitian
Hasil Penelitian
Analisis Data
Penutup
Media sosial
Media sosial adalah media untuk berinteraksi satu sama lain dan dilakukan secara online, memungkinkan orang untuk berkomunikasi satu sama lain tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.1 Media massa biasanya dianggap sebagai sumber berita dan hiburan. 5 Dewi Untari, Dewi Endah Fajariana, “Strategi pemasaran media sosial Instagram (studi deskriptif pada akun @Subur_Batik),” Jurnal Sekretaris Manajemen, 2 (2018).
Online Shop Skincare a. Pengertian Online Shop
Toko online atau toko online adalah sarana melakukan pembelian melalui internet sebagai sarana pemasaran dengan menggunakan website atau katalog. Belanja online telah menjadi salah satu pasar interaktif yang menjadi tren di kalangan masyarakat maju.
Perilaku Konsumtif
Menurut Lina & Rosyid ada tiga aspek perilaku konsumen antara lain pembelian impulsif, pemborosan dan pencarian kesenangan: 16. Terlalu percaya diri pada penjual dan sikap tidak stabil dapat menimbulkan perilaku konsumen.
Gaya Hidup Konsumtif Dalam Perspektif Islam
QS. 17:26) Ya, pemboros-pemboros ini adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu sangat durhaka kepada Tuhannya. QS. 17:27).
Teori Uses dan Gratifications
Seperti yang ditekankan Littlejohn, “media dipandang sebagai satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan pribadi, dan individu dapat memenuhi kebutuhannya melalui media atau dengan beberapa cara lain”. Khalayak dianggap mengetahui kebutuhannya dan dapat bertanggung jawab atas pilihan media yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Telaah Penelitian Terdahulu
Niat membeli produk kecantikan melalui Instagram (studi kasus konsumen versus minat beli melalui situs Intragram). Peneliti sebelumnya telah mengemukakan pengaruh sikap konsumen terhadap niat beli, sedangkan peneliti telah mengemukakan pengaruh pengguna Instagram terhadap perilaku konsumsi seseorang.
Kerangka Berpikir
Dari tugas akhir ini terdapat kesamaan objek yang diteliti dengan objek yang diteliti oleh peneliti yaitu jejaring sosial Instagram. Banyaknya dukungan yang mendukung membuka halaman toko online semakin memudahkan konsumen dalam memenuhi segala kebutuhannya. Perilaku konsumen dapat disebabkan oleh seringnya pembelian atau penggunaan jasa atau barang yang tidak didasarkan pada faktor kebutuhan.
Tidak sedikit konsumen yang akan melakukan perilaku konsumsi untuk mendukung rasa percaya diri, harga diri, sekedar untuk mengikuti tren dan untuk menciptakan rasa kepuasan bagi diri mereka sendiri. Sehingga muncul pengaruh toko online skin care terhadap perilaku konsumsi yang disebabkan oleh seringnya transaksi di toko online.
Hipotesis Penelitian
Ha : Terdapat pengaruh skincare online media Instagram terhadap perilaku konsumsi mahasiswa FUAD IAIN Ponorogo. Ho : Tidak terdapat pengaruh skin care online media Instagram terhadap perilaku konsumsi mahasiswa FUAD IAIN Ponorogo. Berkaitan dengan judul penelitian ini, maka hipotesis yang diuji adalah “Ha” yang artinya ada pengaruh produk skin care online media Instagram terhadap perilaku konsumsi mahasiswi FUAD IAIN Ponorogo.
Hal ini didukung dengan data empiris, dan pernyataan hipotesis berlaku untuk populasi, maka hipotesis penelitian akan menjadi kesimpulan. Sedangkan “Ho” ditolak yang artinya tidak ada pengaruh skin care di toko online media Instagram terhadap perilaku konsumsi mahasiswi FUAD IAIN Ponorogo. Hal ini karena tidak didukung oleh data empiris yang artinya tidak berlaku untuk populasi, sehingga hipotesis penelitian tidak menjadi suatu kesimpulan.
Dalam penelitian yang dilakukan penulis yaitu menggunakan metode kuantitatif karena menganggap adanya fenomena dan sebab akibat. Penelitian kuantitatif terasa sesuai dengan objek yang akan diteliti untuk mengungkapkan ada atau tidaknya hubungan dari masalah yang akan diteliti. Metode penelitian kuantitatif didefinisikan sebagai metode yang didasarkan pada filosofi positivisme, yang digunakan untuk menyelidiki populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang diterapkan.
Variabel Penelitian dan Instrumen Penelitian 1. Variabel
- Definisi Operasional
- Reliabilitas
- Uji Statistik
- Sejarah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah bermula dari peralihan
- Visi dan Misi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah kampus Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN) yang difokuskan pada salah satu fakultas yaitu Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Sedangkan alasan memilih mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah karena besar kemungkinan mahasiswi banyak menggunakan media sosial Instagram untuk melihat dan membeli produk atau bahkan hanya untuk melihat gaya hidup seseorang yang mendorong perilaku konsumtif.
Populasinya juga tidak hanya jumlah objek atau mata pelajaran yang dipelajari, melainkan seluruh ciri dan ciri dari objek atau mata pelajaran tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling yaitu semua individu dalam populasi diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan dokumentasi untuk mengetahui profil mahasiswi FUAD, visi dan misi FUAD.
Dari hasil perhitungan validitas item-item instrumen di atas, terdapat 25 item pernyataan berupa kuesioner variabel perilaku konsumen. Sejarah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, diawali dengan peralihan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, yang diawali dengan peralihan status Fakultas Syari'ah Ponorogo IAIN Sekolah Tinggi IAIN Ponorogo (1 Juni 9) di Negeri Po Sunan Amgo pada 19 Juni 9 Juni Menteri Agama. Dari nama Jurusan Ushuluddin, Adab dan Dakwah, kini menjadi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah yang meliputi tiga jurusan, yaitu Al-Quran dan Tafsir (IAT), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI).
Sebagai pusat kajian dan pengembangan ilmu di bidang Ushuluddin, Adab dan Dakwah yang unggul dengan terwujudnya masyarakat madani pada tahun 2022. Melaksanakan kerjasama yang sangat baik dengan instansi terkait di bidang Ushuluddin Adab dan Dakwah di tingkat nasional dan internasional pada tahun 2022.
Deskripsi Data
Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran di bidang tafsir Al-Quran dan komunikasi penyiaran Islam unggulan kepada masyarakat madani. Data variabel penggunaan skin care toko online di media sosial Instagram dan perilaku konsumsi diperoleh melalui pengiriman kuesioner. Sedangkan untuk angket, skor jawaban berupa angka yang diinterpretasikan sedemikian rupa sehingga mudah dipahami.
Data Variabel Toko Online Skin Care di Media Instagram Berdasarkan sebaran kuesioner variabel Instagram sebagai media belanja online mahasiswa fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah tahun akademik 2020/2021 IAIN Ponorogo. Dari tabel di atas terlihat bahwa untuk skin care pada toko online di media Instagram skor tertinggi yang dicapai adalah 57 poin dengan frekuensi 2 orang. Berdasarkan sebaran angket variabel perilaku konsumen mahasiswa fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah tahun ajaran 2020/2021 IAIN Ponorogo, dapat diketahui hasil tingkat perilaku konsumen mahasiswi semester V sebagai berikut.
Dari tabel di atas terlihat bahwa dari segi perilaku konsumen skor tertinggi adalah 60 poin dengan frekuensi sebanyak 3 orang. Setelah semua data terkumpul tentang penggunaan produk skin care pada toko online di media Instagram dan tentang perilaku konsumsi mahasiswa FUAD IAIN Ponorogo tahun 2021. Untuk mengetahui tingkat pengaruh Instagram dan perilaku konsumsi, rating yang terkumpul harus diklasifikasikan/dikategorikan yaitu tinggi, sedang, rendah.
Analisis Data Variabel Instagram Sebagai Media Online Shopping Analisis data ini digunakan untuk mengetahui tingkat penggunan
Jadi, dari perhitungan di atas terlihat bahwa nilai rata-rata (mean) adalah 49,68, kemudian nilai varian yang dihitung adalah 14,98, dan nilai standar deviasi adalah 3,87. Dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan skor di atas lebih dari 54 dikategorikan sebagai pengguna Instagram wanita FUAD semester lima tinggi. Namun, jika skornya lebih rendah, responden cenderung lebih rentan menggunakan Instagram sebagai media belanja online.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial Instagram pada mahasiswa FUAD IAIN Ponorogo tahun 2021 termasuk dalam kategori sedang yaitu memiliki frekuensi tertinggi yaitu sebanyak 39 responden dengan persentase sebesar 78%.
Analisis Data Variabel Perilaku Konsumtif
Jadi, dari perhitungan di atas terlihat bahwa nilai rata-rata (mean) adalah 52,64, kemudian nilai varian yang dihitung adalah 20,07, dan nilai standar deviasi adalah 4,47. Hasil perhitungan di atas memperoleh skor lebih dari 57 dan dikategorikan sebagai perilaku konsumtif tingkat tinggi mahasiswa FUAD semester V. Hasil perhitungan kategori tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi skor responden cenderung semakin kuat atau resisten terhadap perilaku konsumtif.
Kategorisasi atau peringkat perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo tahun 2021 dapat dilihat dari tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa FUAD IAIN Ponorogo tahun 2021 termasuk dalam kategori sedang yang memiliki frekuensi tertinggi yaitu 33 responden dengan persentase 68%. Dimana toko online pada media instagram digunakan sebagai media untuk memenuhi kebutuhan berupa menjaga penampilan dan keinginan untuk mencoba produk baru.
Analisis Pengaruh Skincare Online Media Instagram Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab.
Analisis Pengaruh Online Shop Skincare Pada Media Instagram Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswi Fakultas Ushuluddin Adab
- APAKAH MEMILIKI AKUN INSTAGRAM
Artinya penggunaan skin care pada toko online di media instagram berpengaruh 15% terhadap perilaku konsumsi mahasiswi Ushuluddin Adab dan Dakwah semester 5 tahun 2021.
Dari hasil perhitungan koefisien determinan ((R²) di atas diketahui bahwa skin care pada toko online di media Instagram berpengaruh sebesar 15% terhadap perilaku konsumen. Dapat disimpulkan bahwa Fhitung Ftabel diterima, jadi Ha yang artinya ada pengaruh antara skin care di toko online di media Instagram terhadap perilaku konsumen mahasiswi Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo. mahasiswa semester lima Fakultas Ushuluddin Ada b dan Dakwah IAIN Ponorogo tahun 2021 dengan kategori sedang yaitu 39 responden dengan persentase 78%.
Berdasarkan hasil perhitungan data toko online skin care pada media, Instagram berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen mahasiswi semester V Fakultas Ushuldin Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo. So Ha diterima yang artinya ada pengaruh antara skin care toko online di media instagram terhadap perilaku konsumsi mahasiswi semester 5 di Perguruan Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo tahun 2021. Kemudian koefisien determinasi sebesar 15% yang berarti penggunaan produk skin care toko online instagram berpengaruh sebesar 15% terhadap perilaku konsumsi mahasiswa.
Saya akan melakukan repurchase jika merasa cocok dengan produk skincare yang ditawarkan di akun toko online Instagram. Saya membeli produk di akun belanja online Instagram yang sangat saya inginkan, padahal produk itu tidak terlalu penting.