KARYA ILMIAH TERAPAN
PENGARUH TIDAK OPTIMALNYA FUEL OIL SEPARATOR TERHADAP KINERJA MESIN INDUK
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Diploma III Pelayaran
DHANI ARIS SANDI NIT.03.15.128/T
AHLI TEKNIKA TINGKAT III
PROGRAM DIPLOMA III
POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA TAHUN 2019
i
PENGARUH TIDAK OPTIMALNYA FUEL OIL SEPARATOR TERHADAP KINERJA MESIN INDUK
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Diploma III
DHANI ARIS SANDI NIT.03.15.128/T
AHLI TEKNIKA TINGKAT III
PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
TAHUN 2019
ii
PERNYATAAN KEASLIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Dhani Aris Sandi
Nomor Induk Taruna : 03.15.128/T
Program Diklat : Ahli Teknika Tingkat III Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul:
PENGARUH TIDAK OPTIMALNYA FUEL OIL SEPARATOR TERHADAP KINERJA MESIN INDUK
Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri. Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.
SURABAYA,...2019
Dhani Aris Sandi
iii
PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN
Judul : PENGARUH TIDAK OPTIMALNYA FUEL OIL
SEPARATOR TERHADAP KINERJA MESIN INDUK
Nama Taruna : Dhani Aris Sandi
NIT : 03.15.128/T
Program Diklat : Ahli Teknika Tingkat III
Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan
SURABAYA, ...2019
Menyetujui:
Pembimbing I Pembimbing II
(Didik Dwi Suharso, S.Si.T, M.Pd) (Elly Kusumawati, SH, M.H) Penata Muda Tk.I (III/b) Penata Tk.I (III/d)
NIP.19770920 200912 1 001 NIP.19811112 200502 2 001
Mengetahui : Ketua Jurusan Teknika
Monika Retno Gunarti, S.Si.T, M.Pd Penata (III/c)
NIP.19760528 200912 2 002
iv
PENGARUH TIDAK OPTIMALNYA FUEL OIL SEPARATOR TERHADAP KINERJA MESIN INDUK
Disusun dan Diajukan Oleh:
Dhani Aris Sandi 03. 15. 128/ T Ahli Teknika Tingkat III
Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Karya Ilmiah Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya
Pada Tanggal………2019 Menyetujui :
Penguji I Penguji II Penguji III
Didik Dwi Suharso, S.Si.T.M.Pd Penata Muda Tk. I (III/b) NIP. 19770920 200912 1 001
Dr. Capt. Tri Cahyadi, MH, M.Mar Pembina (IV/a)
NIP. 19730704 199803 1 001
Elly Kusumawati, SH,M.H Penata Tk. I (III/d) NIP. 19811112 200502 2 001
Mengetahui : Ketua Jurusan Teknika
Monika Retno Gunarti, S.SiT.,M.Pd Penata (III/c)
NIP.19760528 200912 2 002
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas segala kuasa, berkat, dan anugerahNya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah terapan ini. Adapun proposal karya ilmiah terapan ini disusun guna memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III di Politeknik Pelayaran Surabaya dengan mengambil judul “Pengaruh Tidak Optimalnya Fuel Oil Separator Terhadap Kinerja Mesin Induk“.
Dalam usaha menyelesaikan penulisan karya ilmiah terapan ini, dengan penuh rasa hormat penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, dorongan, bantuan, serta petunjuk yang berarti.
Penulis sangat menyadari bahwa dalam karya ilmiah terapan ini masih banyak terdapat kekurangan baik dalam hal penyajian, materi, maupun teknik penulisan. Oleh karena itu penulis mengharap koreksi dan saran yang nantinya dapat digunkan untuk menyempurnakan karya ilmiah terapan ini. Penulis berharap semoga karya ilmiah terapan ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis khusunya.
Surabaya, . . . 2019
DHANI ARIS SANDI NIT. 03.15.128.1.42
vi
ABSTRAK
DHANI ARIS SANDI. Kapal dapat digunakan sebagai transportasi laut dengan menggunakan tenaga penggerak. Tenaga penggerak kapal yang kita kenal diantaranya adalah mesin diesel, steam engine, gas turbine, steam turbine. Dalam Karya Ilmiah Terapan ini yang akan penulis bahas adalah tentang bagaimana Fuel Oil Separator bekerja menunjang kinerja mesin induk dan apakah dampak yang di timbulkan apabila Fuel Oil Separator tidak bekerja secara optimal. Pada Karya Ilmiah Terapan ini Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dimana penelitian ini data yang di hasilkan berupa data deskriptif yang di peroleh dari data-data berupa tulisan, kata-kata dan dokumen yang berasal dari sumber atau informan yang di teliti dan dapat di percaya.
. Fuel Oil Separator diperlukan guna menghasilkan minyak yang bersih untuk proses pembakaran mesin induk. Bahan bakar yang bersih dapat menunjang kinerja mesin induk. Tetapi selama pelayaran sering terjadi masalah–masalah terhadap pesawat seprator yang mengakibatkan pesawat separator tersebut tidak dapat berfungsi secara optimal dan mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat digunakan untuk membersihkan bahan bakar.
Akibatnya proses pembakaran dalam motor diesel menjadi tidak sempurna karena disebabkan oleh Nozzel Injector yang tersumbat kotoran. Maka dari itu perlu di adakan perawatan secara berkala pada Fuel Oil Separator agar selalu bekerja secara optimal yang nantinya diperoleh bahan bakar bersih/murni dan perlu juga dilakukan pembersihan terhadap Nozzel Injector untuk mencegah penyumbatan pada lubang Nozzel.
Kata kunci : Fuel Oil, Separator, Mesin Induk.
vii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……… i
PERYATAAN KEASLIAN...………...ii
PERSETUJUAAN SEMINAR KIT....……….iii
PENGESAHAN..………...iv
KATA PENGANTAR...………v
ABSTRAK………vi
DAFTAR ISI.………...vii
DAFTAR TABEL……….ix
DAFTAR GAMBAR……….x
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ………...1
1.2 Rumusan Masalah ...………...……….3
1.3 Batasan Masalah...3
1.4 Tujuan Penelitian...…...………...…………...3
1.5 Manfaat Penelitian …..………...…..4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Review Sebelumnya...5
2.2 Landasan Teori...6
2.2.1 Separator...6
2.2.2 Grafity Disc...9
2.2.3 Spesific Gravity...10
viii
2.2.4 Prinsip Kerja Pesawat Separator...11
2.2.5 Jenis-Jenis Bahan Bakar Mesin Diesel...16
2.3 Kerangka Penelitian...18
BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian...19
3.2 Jenis Penelitian...20
3.3 Lokasi Penelitian...21
3.4 Metode Pengumpulan Data...21
3.5 Teknik Analisis Data...23
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian………...26
4.2 Hasil Penelitian………...27
4.3 Pembahasan Masalah………..33
BAB V. PENUTUP 5.1 Kesimpulan……….40
5.2 Saran………...40 DAFTAR PUSTAKA
ix
DAFTAR TABEL
Nomor
2.1 Review Penelitian Sebelumnya...5 2.2 Rumus Specific Grafity...10 4.1 Diagram Hasil Perbandingan...35
ix
DAFTAR GAMBAR
Nomor
2.1 Kerangka Penelitian...18 4.1 Konstruksi Pesawat Purifier...28
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Menurut Akbar Yudhistira (2009), transportasi laut memegang peranan penting dalam perdagangan Internasional dan dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan serta semakin pesatnya laju pembangunan khususnya dalam bidang pelayaran, maka pengusaha banyak yang menggunakan jasa angkutan dalam usahanya. Dalam hal ini kapal sebagai alat transportasi laut dapat mengangkut barang dalam jumlah yang besar dari suatu pulau ke pulau lain dalam suatu negara atau ke negara lain secara efisien. Sehingga arus perdagangan antar negara dapat berjalan dengan lancar.
Untuk menunjang kelancaran angkutan laut tersebut di atas, maka kelancaran dari pengoperasian gerak kapal harus berjalan dengan baik, untuk itu kelancaran pengoperasian kerja mesin kapal harus berjalan baik pula.
Dalam pengoperasian kapal diperlukan bahan bakar yang tidak sedikit jumlahnya. Untuk itu digunakan jenis bahan bakar yang murah harganya agar dapat menekan biaya operasional. Salah satu contoh jenis bahan bakar yang dimaksud yaitu Fuel Oil (FO).
Fuel Oil tidak dapat langsung digunakan pada mesin kapal karena mempunyai viskositas (kekentalan) yang tinggi dan masih mengandung endapan yang berupa Lumpur, pasir dan air. Dimana endapan ini akan menyebabkan penyumbatan pada lubang nozzle injector.
2
Hal ini pernah terjadi di atas kapal Mt Sc.Warrior I yang berlayar pada tanggal 13 mei 2015. Saat kapal sedang berlayar tiba-tiba kinerja mesin induk mengalami ketidak optimalan pada proses pembakaran, setelah di telusuri oleh masinis jaga hal ini di sebabkan karena ada penyumbatan pada lubang nozzel injector yang di sebabkan oleh kotornya bahan bakar yang masih mengandung lumpur. Agar hal ini tidak terjadi maka bahan bakar harus dibersihkan dengan cara memisahkan endapan tersebut dengan pesawat purifier yang oleh orang kapal disebut juga Separator.
Separator ini berfungsi sebagai pemisah bahan bakar agar endapan – endapan tersebut tidak ikut masuk ke service tank (tangki harian), sehingga bahan bakar yang ada di service tank selalu dalam keadaan bersih dan siap pakai untuk mesin kapal. Bahan bakar yang bersih akan selalu dibutuhkan selama mesin beroperasi. Tersedianya bahan bakar yang bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kapal-kapal dengan trayek pelayaran antar negara, antar benua, atau world wide dimana untuk satu kali perjalanan kapal ditempuh dalam waktu pelayaran lebih dari satu bulan lamanya.
Pelayaran dapat terganggu bila penyediaan bahan bakar yang bersih tersebut tidak tersedia. Hal ini mungkin saja terjadi jika Separator sebagai pesawat yang berfungsi untuk mendapatkan bahan bakar yang bersih mengalami kerusakan yang serius sehingga harus berhenti beroperasi. Padahal selama pelayaran dan mesin beroperasi, kebutuhan akan bahan bakar tersebut harus selalu tetap tersedia.
3
Kerusakan pada pesawat Separator dapat mengakibatkan adanya masalah yang menyebabkan kerja motor diesel terganggu. Pengetahuan tentang cara merawat dan memperbaiki separator ini penting untuk dipelajari.
Dengan dilatarbelakangi oleh adanya kerusakan pada Fuel Oil Separator dan pengaruh yang ditimbulkannya. maka penulis membuat tulisan ini dengan judul “ pengaruh tidak optimalnya Fuel Oil Separator terhadap kinerja mesin induk ”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah dampak yang ditimbulkan apabila Fuel Oil Separator tidak bekerja secara optimal?
2. Bagaimana cara mengoptimalisasi Fuel Oil Separator guna bekerja menunjang kinerja mesin induk?
1.3 Batasan Masalah
Mengingat sangat luasnya permasalahan yang dikaji dan keterbatasan penulis, penulis membatasi permasalan pada hal- hal yang menyebabkan tidak optimalnya kinerja Fuel Oil Separator yang di karenakan adanya ketidak sempurnaan proses de-sludging pada bowl.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penulisan Karya Ilmiah Terapan di antaranya adalah :
4
1. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila Fuel Oil Separator tidak bekerja secara optimal.
2. Untuk mengetahui bagaimana cara mengoptimalisasi Fuel Oil Separator guna bekerja menunjang kinerja mesin induk.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari karya ilmiah ini adalah:
1. Secara Praktis
a. Mengetahui hal-hal yang dapat menyebabkan menurunnya kinerja mesin induk.
b. Mengetahui pengaruh pesawat Fuel Oil Separator terhadap kualitas bahan bakar.
c. Menyadari pentingnya perawatan dan perbaikan pada pesawat Fuel Oil Separator.
2. Secara Teoritis
a. Para pembaca dapat dengan mudah dapat memahami hal-hal yang terkait pada pesawat Fuel Oil Separator.
b. Sebagai bahan masukan untuk para taruna-taruni Politeknik Pelayaran Surabaya khususnya jurusan teknika, yang akan melaksanakan kegiatan praktek layar (prala). Juga untuk para taruna-taruni junior.
c. Sebagai bahan untuk menambah pengetahuan dan membantu pembaca meningkatkan perbendaharaan ilmu.
d. Dan juga sebagai bahan acuan untuk penelitian yang lebih lanjut.
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Review Penelitian Sebelumnya
Tabel 2.1 Review Penelitian Sebelumnya
No Penulis Judul Hasil
1.
2.
Dhika (2011)
Rizky Yohana (2015)
Penggunaan grafity disc pada purifier yang tidak sesuai dengan buku petunjuk
Pengaruh
pemurnian bahan bakar marine fuel oil pada purifier terhadap mesin induk di kapal
• Kemampuan purifier adalah memisahkan antara minyak , air dan lumpur. Ini sangat di pengaruhi oleh ukuran grafity disc karena, dalam purifier minyak yang akan masuk akan berputar maka didalamnya dipasang grafity disc. Hal ini bertujuan untuk mengatur cara pelemparan sehingga zat cair yang masuk, yang mempunyai berat jenis lebih berat akan terlempar lebih jauh sedangkan berat jenis yang lebih ringan(minyak lumas) masuk atau turun melalui lubang-lubang piringan.
• Diperoleh hasil yang optimal pada kinerja mesin induk di karenakan telah di lakukan pemurnian pada bahan bakar marine fuel oil secara berkesinambungan sehingga tidak mengakibatkan penyumbatan pada nozzel injector saat proses pembakaran pada mesin induk.
6
Berdasarkan penelitian dari Dhika dan Rizky Yohana terdapat persamaan dan perbedaan, persamaannya adalah kedua peneliti tersebut melakukan penelitian tentang kemampuan Fuel Oil Separator guna menghasilkan bahan bakar murni/bersih yang berpengaruh pada kinerja mesin induk. Sedangkan perbedaan dari dua penelitian di atas adalah yang pertama oleh Dhika, menerangkan peran purifier sebagai media pemisah antara minyak,air dan lumpur yang nantinya di hasilkan bahan bakar yang bersih. Yang kedua oleh Rizky Yohana, menerangkan penyebab proses pembakaran pada mesin induk tidak sempurna yang disebabkan adanya kotoran/partikel padat sehingga terjadi penyumbatan pada bagian nozzel injector. Disini penulis membuat penelitian yang berjudul ”PENGARUH TIDAK OPTIMALNYA FUEL OIL SEPARATOR TERHADAP KINERJA MESIN INDUK” untuk memperkuat dua penelitian sebelumnya.
2.2 Landasan Teori
Dalam penelitian ini penulis berlandaskan teori Fenomenologi, menurut Jonathan Sarwono (2006) teori Fenomenologi dapat di artikan sebagai upaya studi tentang pengetahuan yang timbul karena rasa kesadaran ingin mengetahui. Objek pengetahuan berupa gejala atau kejadian-kejadian yang terjadi pada suatu objek yang di teliti.
2.2.1 Separator
Dikutip dari BP3IP (2008:94) Separator adalah pesawat bantu yang berfungsi untuk memisahkan minyak, air dan kotoran dengan menggunakan gaya sentrifugal yang bekerja berdasarkan perbedaan berat jenis dan minyak, air dan kotoran, sehingga zat yang mempunyai berat jenis lebih besar akan
7
dahulu terlempar keluar. Pesawat separator bekerja berdasarkan gaya sentrifugal dalam rotasi mangkok yang sangat cepat, gaya gravitasi akan diganti dengan gaya sentrifugal yang menjadi ribuan kali lebih besar.
Pesawat separator ini sangat penting, karena banyaknya proses yang ditempuh oleh bakan bakar itu sendiri mulai dari tangki penyimpanan didarat atau pemindahan minyak dari tangki – tangki yamg mengalir melalui pipa – pipa saluran yang dapat mempengaruhi (membawa) kotoran – kotoran yang berbentuk lumpur,air,partikel kecil (pasir) serta benda – benda asing lainya yang mengalir ikut bersama-sama minyak tersebut.
Cairan mengalir dan dibagi sesuai dengan jarak antara mangkok dimana fase liquid atau cairan dipisahkan satu sama lain oleh aksi gaya sentrifugal, akibat gaya sentrifugal cairan yang berat (lumpur, air dan sedimen) akan terlempar lebih jauh dari titik pusatnya karena berat jenisnya lebih besar dan menuju ke bawah tempat sedimen berkumpul. Sedangkan minyak yang telah dibersihkan akan mengalir ke atas dibagian atas plat – plat yang berbentuk kerucut (bowl), sedangkan air dan kotoran lainnya seperti lumpur, pasir dan sedimen mengalir ke atas menuju saluran keluar yang letaknya di bawah saluran keluaran minyak bersih.
Untuk kapal yang mesin induk hanya menggunakan bahan bakar marine fuel oil, bahan bakar yang masuk ke pesawat separator sudah cair, dengan demikian pemisahan yang dilakukan di dalam alat pemisah akan dapat terproses dengan baik serta endapan-endapan dan kadar air dapat dipisahkan dari bahan bakar dengan sempurna. Pada bahan bakar MFO suhu yang digunakan pada proses purifikasi yaitu sekitar 600C - 800C.
8
Diatas kapal separator sangat penting untuk menunjang kelancaran pengoperasian kapal. Karena alat ini berfungsi untuk memisahkan minyak dengan air dan lumpur yang terkandung dalam bahan bakar, bahan bakar biasanya mengandung air dan endapan karena panjangnya proses yang ditempuh oleh minyak mulai dari diproduksi sampai dibakar dalam silinder motor.
Maka dari itu minyak harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dipergunakan, adapun berbagai cara membersihkan minyak antara lain :
1. Filterisasi
Filterisasi atau penyaringan dilakukan untuk menyaring butiran – butiran besar dari endapan yang terkandung dalam minyak. Butiran – butiran tersebut bisa berupa pasir atau karat yang tercampur, tetapi saringan tidak dapat memisahkan air dan minyak Saringan pada sistem bahan bakar pada umumnya menggunakan type wire gauze yang dibuat dengan lubang kasar atau halus, tergantung dari posisi unit saringan itu pada sistem bahan bakar. Filter lubang kasar biasanya digunakan untuk minyak yang dingin dan filter dengan lubang halus digunakan untuk minyak yang telah dipanaskan. Saringan – saringan ini harus dibersihkan secara teratur agar aliran bahan bakar lancar dan saringan berfungsi dengan baik.
2. Penambahan Chemical (bahan kimia)
Penambahan bahan kimia dilakukan untuk menjaga agar partikel - partikel pada minyak tidak mengendap pada tanki penampungan dan tetap melayang sehingga dapat dibersihkan pada separator, serta menetralisir
9
kadar belerang pada minyak untuk mencegah terjadinya korosi pada klep dan pipa gas buang mesin induk.
3. Menggunakan Tangki Pengendap
Dengan menggunakan gravitasi bumi dan berdasar pada berat jenis masing – masing zat maka air, lumpur yang lebih berat akan berada dibawah, dan minyak yang lebih ringan akan berada diatas, dan dibantu dengan pemanasan untuk MFO dipanaskan 50º C guna mempercepat pemisahan antara minyak dan air, kemudian air dan lumpur tersebut dicerat / dibuang.
4. Menggunakan Purifier
Purifier adalah merupakan cara yang paling efektif dibanding dengan cara-cara yang lainnya, itu dikarenakan separator menggunakan gaya sentrifugal, dan dimana gaya sentrifugal tersebut adalah 10.000 kali lebih besar dibanding dengan gaya tarik bumi atau gravitasi bumi sehingga dengan cara ini dapat memisahkan antara minyak dan air dengan cepat.
2.2.2 Gravity Disc
Dikutip dari separator manual (1997:37) dalam separator ALFA LAVAL MPOX-205 terdapat gravity disc yang mempunyai diameter dalam yang telah ditentukan sesuai dengan spesific gravity minyak yang akan dibersihkan, bagian gravity disc untuk pemisahan air dapat digunakan untuk pemisahan minyak dan air dengan cara menggunakan perbedaan specific gravity dari minyak dan air, dimana air mempunyai berat jenis yang lebih besar dibanding berat jenis minyak, dan untuk mendapatkan purifikasi yang
10
sempurna dalam pemilihan gravity disc harus dengan diameter yang tepat (sesuai dengan Instruction Manual Book).
Pada kenyataannya bahwa water sealing dalam drum pemisah tidak dapat dihilangkan, sehingga minyak tidak dapat mendekati dinding badan drum dan minyak akan tertinggal disekeliling luar dari leher cover, jika peristiwa ini terjadi karena pemilihan gravity disc yang tidak tepat maka minyak akan mengalir keluar pada sekeliling dari sepanjang leher cover bersama air dan kemudian water sealing hilang.
2.2.3 Spesific Gravity
Temperatur suatu cairan dalam hal ini bahan bakar (MFO) sangat berpengaruh terhadap specific gravity bahan bakar tersebut. MFO mempunyai specific gravity 0,801 – 0,990 pada temperatur constant 15º C. Pada waktu kita melakukan bunker, kita mendapat keterangan tentang besarnya specific gravity bahan bakar tersebut. Namun specific grafity yang kita dapatkan tersebut adalah specific gravity saat bahan bakar tersebut diproduksi oleh pabrik pembuatnya , yaitu temperature constant 15º C. Di bawah ini adalah rumus untuk mengubah specific gravity berdasarkan temperature.
Tabel 2.2 Rumus Spesific Grafity
Spesific Gravity X = specific gravity 15º C [ ( X – 15 ) . C }
Keterangan :
a) Spesific Gravity X = specific gravity pada temperatur yang dikehendaki b) X = temperatur yang kita hendaki
c) Specific Gravity = specific gravity yang kita peroleh saat bunker
11
d) C = constanta untuk pengubahan specific gravity tiap 1º C.
Untuk MFO = 0,00065
Dari rumus diatas dapat kita gunakan untuk specific gravity bahan bakar sesuai temperatur yang kita hendaki. Sehingga dapat kita gunakan untuk mencari specific gravity pada temperatur pemisahan di dalam pesawat purifier, walaupun bahan bakar yang kita terima saat bunker memiliki specific gravity yang berbeda – beda sesuai dengan tempat supplier berada (Surbakty, 2008).
2.2.4 Prinsip Kerja Pesawat Separator
Auxilary Engine (2010), proses kerja dari pesawat separator ini antara lain adalah sebagai berikut :
1) Sentrifugal
Berdasarkan cara pemisahan sentrifugal dalam rotasi mangkok yang cepat, gaya gravitasi diganti dengan gaya sentrifugal yang menjadi ribuan kali lebih besar, disamping dengan cara pemisahan sentrifugal ada yang menggunakan sistim mengendap (gaya gravitasi) dalam tangki pengendap, yaitu memisahkan kotoran dan air dari minyak dengan memakai perbedaan specific gravity antara minyak, air dan kotoran, tetapi cara sentrifugal lebih cepat dan dapat memisahkan dengan baik.
Cairan mengalir dan dibagi sesuai dengan jarak antara mangkuk dimana fase liquid atau cairan dipisahkan satu sama lain oleh aksi gaya sentrifugal. Akibat gaya sentrifugal, cairan yang berat (lumpur, air dan sedimen padat) akan terlempar lebih jauh dari titik pusatnya, karena berat jenisnya lebih besar dan menuju kebawah tempat sidemen berkumpul.
12
Minyak yang telah dipisahkan dari kotoran akan menjadi ringan karena perbedaan berat jenis, kemudian minyak bersih tersebut akan mengalir dibagian atas plat-plat yang berbentuk kerucut selanjutnya minyak tersebut akan terdorong naik menuju saluran keluar minyak bersih, sedangkan air dan kotoran lainnya mengalir ke atas menuju saluran keluar yang letaknya di bawah saluran keluaran minyak bersih. Dengan cara pemisahan tersebut, maka tidak akan lagi terjadi percampuran antara minyak dengan air dan kotoran-kotoran.
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa fungsi dari pesawat separator adalah untuk memisahkan antara cairan bahan bakar dari kotoran dan air. Sehingga didapatkan bahan bakar yang bersih dan dapat dipergunakan dengan baik untuk pengoperasian mesin induk.
2) Purifikasi
Proses purifikasi (pemisahan) bahan bakar yang sempurna dari sedimen padat dan kadar air yang ada di dalam bahan bakar, harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang tersebut dibawah ini, yaitu : a) Persyaratan sentrifugal
Untuk dapat memberikan percepatan sentrifugal adalah dengan memperbesar garis tengah dari bowl dan juga dapat menambah kecepatan sudutnya dari jumlah putaran, tetapi semua ini ada batas – batasnya, karena adanya tekanan bahan bakar yang timbul dalam dinding sentrifugal yang berputar pada kecepatan keliling yang tinggi untuk menjaga hal – hal yang tidak diinginkan. Dengan ini
13
dibuatlah bahan-bahan khusus bowl, dari sentrifugal yang telah dicoba dengan kecepatan jauh lebih tinggi dari kecepatan kerjanya.
b) Bahan bakar dalam bowl
Kita mengusahakan agar cairan bahan bakar yang masuk ke dalam alat pemisah tidak melebihi beban yang terlalu berat, sehingga dengan demikian proses pemisahan cairan akan berjalan lebih sempurna.
c) Pemisahan bahan bakar dan kotoran serta air
Untuk memenuhi syarat yang ketiga cairan dibagi-bagi dengan menggunakan plat-plat yang berbentuk kerucut yang disebut bowl.
Alat ini berjumlah banyak dan tersusun, masing-masing plat terdapat clearance tipis dan rata, sehingga kotoran-kotoran akan menempel pada plat tersebut.
d) Separator
Berputarnya separator dengan lancar dan terdengar sangat halus akan terasa pada bearing atau spiral gear. Ini juga berpengaruh bila dihubungkan dengan motor penggerak gear, dan bila separator tidak berputar dengan lancar dimungkinkan bearing mengalami kekocakan, hal ini diakibatkan karena dudukan (rumah) bearing membesar maka spindle tampak bergeser atau tidak center bila bergerak.
Disamping terdengar suara yang bising dan kasar, getaran ini juga dapat menimbulkan kerusakan pada komponen yang lainnya, hal
14
ini dapat dilihat pada ampere meter yang tampak bergerak tidak normal akibat beban yang terlalu berat.
e) Sealing water
Sebelum melakukan pengoperasian separator, water sealing harus di masukkan dalam drum assembly saat purifier beroperasi pertama kali yang berguna untuk mengangkut keluar sisa-sisa kotoran yang masih berada dalam disc bowl yang diakibatkan oleh banyaknya bahan bakar kotor yang masuk dalam separator, sehingga jika disc bowl bersih dari kotoran maka proses purifikasi dalam separator bisa berjalan lebih sempurna.
f) Bowl
Pada bowl kadang-kadang tidak berputar dengan normal dan suara terdengar sangat kasar atau tidak halus. Hal ini dapat disebabkan oleh rem atau brake masuk (menekan poros horisontal motor), akibatnya bowl akan sulit berputar, sehingga beban motor akan bertambah atau ampere naik, maka MCB (Magnetic Contactor Breaker) pada saklar akan jatuh. Untuk itu perlu diadakan pengecekan ulang pada setiap bagian purifier sebelum menjalankan.
g) Kebersihan disc
Akibat dari gaya sentrifugal pada proses purifikasi, lumpur dan sedimen padat yang berat jenisnya lebih besar dari pada berat jenisnya bahan bakar akan terlempar keluar, dan bahan bakar bersih mengalir ke bagian dalam disc menuju ke saluran keluar minyak bersih. Kotoran yang terlempar keluar akan menempel dan tertampung
15
pada dinding bowl bagian dalam dan sebagian pada sela-sela disc, pada saat blowing tidak seluruh kotoran tersebut dapat bersih sempurna, sehingga masih ada sisa-sisa endapan kotoran yang menempel pada dinding bowl bagian dalam dan sela-sela disc, untuk itu perlu dilakukan pembersihan secara manual pada bagian tersebut, sehingga proses purifikasi dapat berjalan sempurna.
h) Pemasangan poros
Dengan putaran yang tinggi dan bekerja terus menerus serta menahan beban berat, maka bila ini berlangsung terus menerus akan berakibat poros mengalami perubahan, bila ini berlangsung terus menerus tanpa adanya perawatan maka akan mengakibatkan poros menjadi aus dan putaran poros tidak senter. Hal ini berpengaruh pada kumparan motor listrik yang berakibat dapat terbakarnya kumparan tesebut, serta akan berpengaruh pula pada jalannya pengoperasian pesawat separator.
Bagian ujung poros yang berbentuk tirus akan menyebabkan permukaan tidak rata lagi karena terkikis dan aus karena gesekan.
i) Drive gear
Pada drive gear ini terpasang pada poros motor bila digerakkan atau diputar terlihat putarannya. Bila putarannya terlihat tidak rata maka akibatnya seolah-olah dayanya terputus-putus. Ini akibat dari pemasangan yang tidak benar, sehingga menyebabkan gear berubah.
16
2.2.5 Jenis- Jenis Bahan Bakar Mesin Diesel
Menurut Burghart Kingslei (1984 : 47) ada bermacam-macam jenis bahan bakar untuk keperluan mesin diesel dimana bahan bakar tersebut sudah terpisah menurut kelasnya masing-masing sehingga antara satu dengan yang lainya memiliki sifat dan kualitas yang berbeda.
Adapun jenis-jenis bahan bakar mesin diesel jenis cair antara lain:
1) HSD (High Speed Diesel Oil)
Bahan bakar HSD ini mempunyai kelas destilasi paling tinggi atau yang prima, bahan bakar ini sangat bersih dimana bahan bakar ini mempunyai cetan rating antara 40 dan 65.
2) MDF (Marine Diesel Fuel)
Jenis bahan bakar ini diperoleh dari hasil destilasi minyak bumi dengan cara menggunakan selisih titik didih dari ikatan yang terdalam dari minyak bumi. Beberapa dari produk destilsi yang terpenting adalah gas yang mudah terbakar seperti propana dan butana kemudian produk cairan seperti bensin, minyak gas, dan minyakdiesel atau MDF. Bahan bakar ini sangat bersih dimana bahan bakar ini mempunyai cetan rating antara 40 dan 65.
3) MDO (Marine Diesel Oil)
Jenis bahan bakar ini mempunyai sifat yang sama dengan HSD Oil, bahan bakar ini sangat bersih sehingga dapat langsung digunakan pada mesin diesel dan bahan bakar ini sangat baik untuk mesin-mesin diesel putaran tinggi.
17
4) MFO (Marine Fuel Oil)
Jenis bahan bakar ini mempunyai kekentalan (viskositas) antara 0,9-1 SAE atau bahkan lebih sehingga pada penggunaanya harus mengalami beberapa proses terlebih dahulu seperti proses pamanasan dan pembersihan dengan menggunakan pesawat separator. Apabila sudah melewati proses-proses tersebut dan bahan bakar sudah dinyatakan bersih maka bahan bakar itu dapat langsung digunakan.
18
2.3 Kerangka Penelitian
Gambar 2.1 Kerangka Penelitian
PENGARUH TIDAK OPTIMALNYA FUEL OIL SEPARATOR TERHADAP KINERJA MESIN INDUK
Rumusan Masalah
➢ Bagaimana cara mengoptimalisasi Fuel Oil Separator guna bekerja menunjang kinerja mesin induk ?
➢ Apakah dampak yang ditimbulkan apabila Fuel Oil Separator tidak bekerja secara optimal?
Tujuan Penelitian
➢ Untuk mengetahui bagaimana cara mengoptimalisasi Fuel Oil Separator guna bekerja menunjang kinerja mesin induk
➢ Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila Fuel Oil Separator tidak bekerja secara optimal
Manfaat Penelitian
• Teoritis
• Praktis
METODE PENELITIAN
• Kualitatif
METODE PENGUMPULAN DATA
• Wawancara
• Observasi HASIL PENELITIAN
ANALISA DATA
KESIMPULAN SUMBER DATA
• Perwira kapal
• Awak kapal
19
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan Penelitian
Karya ilmiah terapan ini, menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Menurut Hayat Ruhyat dalam buku Metode Penelitian Pendidikan (2013:283) Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara, catatan lapangan, gambar, foto, dan lain-lain.
Adapun alasan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif adalah karena dalam penelitian ini data yang di hasilkan berupa data deskriptif yang diperoleh dari data-data berupa tulisan , kata-kata dan dokumen yang berasal dari sumber atau informan yang di teliti dan dapat dipercaya
Dalam penelitian kualitatif perlu menekankan pada pentingnya kedekatan dengan orang-orang dan situasi penelitian, agar peneliti memperoleh pemahaman jelas tentang realitas dan kondisi kehidupan nyata.
Metode penelitian merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang metode-metode penelitian, ilmu tentang alat-alat dalam penelitian. Untuk menunjang penulisan karya ilmiah terapan ini, harus diperhatikan jenis penelitian apa yang sebaiknya digunakan serta teknik pengumpulan data dan teknik analisa data yang tepat untuk mendukung penulisan karya ilmiah terapan ini.
20
Berdasarkan permasalahan yang diangkat, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
Penelitian kualitatif pada dasarnya landasan teoritisnya bertumpu secara mendasar pada fenomenologi dan menggali makna dalam penelitian. Karena itu, pada bagian ini fenomenologi dijadikan sebagai dasar teoritis utama sedang lainnya yaitu interaksi simbolik, kebudayaan, dan etnometodologi dijadikan sebagai dasar tambahan yang melatarbelakangi secara teoretis penelitian kualitatif
3.2 Jenis penelitian
Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Penelitian kualitatif menurut Moleong (2007:6) adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian kualitatif bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti. Penelitian kualitatif berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat atau kepercayaan orang yang diteliti dan kesemuanya tidak dapat diukur dengan angka.
21
Dari definisi tersebut penulis menggunakan penelitian kualitatif karena dengan metode ini penulis dapat mengetahui cara pandang objek penelitian lebih mendalam yang tidak bisa diwakili angka-angka statistik. Jika subjek kita ubah menjadi angka-angka statistik maka penulis akan kehilangan sifat subjektif dari perilaku manusia. Melalui metode kualitatif saya dapat mengenal orang (subjek) secara pribadi.
3.3 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada waktu penulis melaksanakan praktek laut (PRALA) di kapal milik perusahaan pelayaran. Di karenakan seluruh taruna-taruni Politeknik Pelayaran Surabaya pada saat semester V dan VI melaksanakan program dari institusi yaitu praktek laut (PRALA), dimana program ini wajib di laksanakan selama kurang lebih 1 tahun.
Dan tempat di laksanakannya penelitian di lakukan di atas kapal pada saat melaksanakan praktek laut selama 1 tahun dengan mengumpulkan data yang di dapat nantinya di atas kapal.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Dalam menyusun Karya Ilmiah Terapan ini mengemukakan beberapa metode atau teknik pengumpulan data, data adalah suatau informasi yang digunakan dalam suatu penelitian agar dapat membantu untuk gambaran yang jelas bagi objek yang diteliti dapat dibahas dan ditelaah. Biasanya data yang diperoleh dengan analisis, data yang akan disajikan adalah data primer dan data sekunder.
22
a. Data primer
Data primer merupakan sumber data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli atau pihak pertama. Data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan riset atau penelitian. Data primer dapat berupa pendapat subjek riset (orang) baik secara individu maupun kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Manfaat utama dari data primer adalah bahwa unsur-unsur kebohongan tertutup terhadap sumber fenomena. Oleh karena itu, data primer lenih mencerminkan kebenaran yang dilihat.
b. Data sekunder
Data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media pertama. Data sekunder pada umumnya
berupa bukti, catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip, baik yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Manfaat dari data sekunder adalah lebih meminimalkan biaya dan waktu, mengklasifikasikan permasalahan-permasalahan, menciptakan tolak ukur untuk mengevaluasi data primer, dan pengeluaran uang dan pengorbanan waktu dapat dihindari dengan menggunakan data sekunder. Manfaat lain dari data sekunder adalah bahwa seorang peneliti mampu memperoleh informasi lain selain informasi utama.
Adapun data-data yang digunakan dalam penulisan proposal karya ilmiah terapan ini didapat dari :
23
a. Buku-buku yang berhubungan dengan Separator/Purifier yang didapat di perpustakaan.
b. Laporan-laporan dan data pengamatan langsung tentang kejadian yang didapat dari kapal.
c. Melalui wawancara langsung dengan chief engineer dan second engineer yang memahami tentang optimalnya kinerja FO Separator pada saat praktek laut.
3.5 Teknik Analisis Data
Penyajian untuk penulisan proposal ini adalah menggunakan metode Deskriptif. Yaitu penulisan yang berisi paparan dan uraian mengenai suatu obyek permasalahan yang timbul pada saat tertentu.
Metode ini digunakan untuk memaparkan secara rinci dengan tujuan memberikan informasi mengenai masalah yang timbul dan berhubungan dengan materi pembahasan proposal ini.
Dalam pemaparan proposal ini penulis menggunakan jenis penelitian studi kasus. Adapun ciri-ciri penelitian studi kasus antaranya adalah :
1. Merupakan penelitian yang mendalam tentang suatu unit tertentu yang hasilnya merupakan gambaran lengkap dan terorganisasi dengan baik tentang studi kasus tersebut.
2. Cenderung untuk meneliti jumlah unit yang kecil tetapi variable dan kondisi yang besar jumlahnya.
24
Analisis data :
a. Memfokuskan data dengan tema penelitian.
b. Mengurutkan dan mengelompokkan data.
c. Menyimpulkan hasil analisa berdasarkan hipotesis.
d. Menyampaikan saran-saran terhadap permasalahan tersebut yang nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut.
Aktivitas dalam pengolahan dan analisis data meliputi data reduction, data display, conclusion drawing/verification. Langkah- langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Data Collecting (Pengumpulan Data)
Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.
Instrumen pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instumen sebagai alat bantu dalam menggunakan metode pengumpulan data merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda, misalnya angket, perangkat tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, skala dan sebagainya.
Instrumen penelitian merupakan sesuatu yang amat penting dan strategi kedudukannya didalam keseluruhan kegiatan penelitian. Dengan instrument akan diperoleh data yang merupakan bahan penting untuk menjawab permasalahan, mencari sesuatu yang akan digunakan untuk
25
mencapai tujuan. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.
2. Data Reduction (Merangkum Data)
Melakukan reduksi data dapat diartikan sebagai upaya merangkum dan memilih hal-hal pokok serta memfokuskan diri pada data yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Pada kenyataannya, data temuan di lapangan biasanya sangat beragam dan heterogen, sehingga perlu dilakukan pemilahan dan penyusunan secara sistematis agar diperoleh data yang dibutuhkan.
3. Data Display (Penyajian Data)
Setelah data di reduksi, tahap berikutnya adalah melakukan display atau penyajian data sehingga temuan dapat digambarkan secara utuh, menyeluruh, sehingga bagian-bagian pokoknya terlihat jelas untuk memudahkan pemaknaan. penelitian kualitatif dapat dilakukan melalui uraian singkat, bagian, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya.
4. Conclusion
Tahapan berikutnya dari analisis data adalah penarikan kesimpulan (konklusi). Berdasarkan reduksi dan display data temuan penelitian, peneliti dapat menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif, pada dasarnya masih bersifat sementara, karena data hasil temuan harus diverifikasi dan dicek keabsahannya melalui berbagai teknik..
DAFTAR PUSTAKA
Kingslei Burghart. 1984. Fuel Engine Diesel. Nautech Maanen,P.Van. 1983. Motor Diesel Kapal Jilid 1. Nautech
Malik abdul. 2012. Distilate Oil Heavy Oil., dari situs http://distilate-oil-heavy-oil.
Diakses pada tanggal 14 Mei 2015.
Maritimeworld 2011. Pengertian Dan Cara Kerja Purifier.
http://www.maritimeworld.web.id/pengertian-dan-cara-kerja- purifier.
Diakses pada tanggal 11 April 2015.
Moelong. 2007. Metodologi Kualitatif. Remaja Rosdakarya Bandung.
Ruhyat Hayat. 2013. Metode Penelitian Pendidikan, Alfabeta Bandung.
Sarwono Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Graha Ilmu Yogyakarta
Thomas P.Morton Lisc Jackson. 1987. General Engineering Knowledge For Marine Engineers,Volume 8,35/37. London : Lock Line.
Wahyuddin Muhamad. 2010. Sistem Bahan Bakar Kapal Heavy Fuel Oil.
http://www.marinediesels.info/purifiers.htm/sistem-bahan- bakar-kapal-heavy-fuel-oil.
Diakses pada tanggal 23 Mei 2015.
Yudhistira Akbar. 2009. Transportasi Laut. Java Books Indonesia BP3IP. (2008), Permesinan Bantu, Jakarta: BP3IP.
Instruction Manual, (1997), Alfa Laval Separation MPOX-205 Separator Manual, Tumba Swedan.
Tim Penyusun. 2015. Mesin-Mesin Kapal. Surabaya : Balai Pendidikan Dan Latihan Pelayaran Dasar Surabaya.
Tim Penyusun. 2010. Auxilary Engine. Semarang : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.