• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh pelaksanaan pembelajaran tematik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh pelaksanaan pembelajaran tematik"

Copied!
176
0
0

Teks penuh

Rumusan dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah pelaksanaan pembelajaran tematik berdampak terhadap motivasi belajar siswa di Madresah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menjelaskan bagaimana penerapan pembelajaran tematik berdampak terhadap motivasi belajar siswa di Madresah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Berdasarkan observasi tersebut terdapat kesulitan yaitu dalam melaksanakan pembelajaran tematik secara maksimal dan kompetensi pedagogik guru rendah, namun motivasi belajar tinggi, berbanding terbalik. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Penerapan Pembelajaran Tematik dan Kompetensi Pedagogis Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran tematik terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi. Untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran tematik dan kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi.

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang Kompetensi Pedagogis Guru yang selanjutnya akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang pembelajaran tematik yang dapat meningkatkan proses pembelajaran, kompetensi pedagogi guru dan motivasi belajar siswa.

Ruang Lingkup Penelitian

  • Variabel Penelelitian
  • Indikator Variabel

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi berubahnya atau munculnya variabel terikat atau menjadi penyebab timbulnya variabel terikat 15. Variabel bebas yang terdapat pada judul penelitian ini adalah variabel yaitu pelaksanaan pembelajaran tematik. dalam variabel tersebut adalah sebagai berikut:

Definisi Oprasional

  • Pelaksanaan Pembelajaran Tematik

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkaitan dengan pemahaman siswa dan pengelolaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis19. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang diperlukan oleh mata pelajaran belajar dapat tercapai.

Asumsi Penelitian

Sistematik Penulisan

Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang memadukan, memadukan atau menyatukan beberapa mata pelajaran menjadi satu tema. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan24, pembelajaran tematik integratif adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik integratif adalah pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam tema.

Menurut Andi Prastowo26, pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menjadikan kegiatan pembelajaran relevan dan bermakna. Berdasarkan materi Diklat Implementasi Kurikulum 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan27, fungsi pembelajaran tematik diintegrasikan untuk memberikan kemudahan bagi siswa. Penyelenggaraan pembelajaran tematik harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang berlaku untuk mencapai pembelajaran yang bermakna dan tuntas.

Menurut Kemendikbud (2013) dalam Bahan Ajar Manajemen Pembelajaran Tematik Terpadu disebutkan prinsip-prinsip pembelajaran tematik. Berdasarkan penjelasan teori di atas dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran tematik integratif terutama ditentukan oleh cara pembelajaran direncanakan dan dikemas sesuai dengan kondisi siswa. Dalam pembelajaran tematik, rajin mengerjakan tugas dapat diartikan keseriusan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pembelajaran Tematik Integratif Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pengajaran yang memadukan berbagai kompetensi dan mata pelajaran yang berbeda dalam satu topik.

Gambar 2.1. Hirarki Kebutuhan maslow
Gambar 2.1. Hirarki Kebutuhan maslow

Kerangka Konseptual

Berdasarkan penjelasan di atas, maka hubungan antara pelaksanaan pembelajaran tematik, kompetensi pedagogik dan motivasi belajar siswa tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan dalam menentukan motivasi belajar siswa. Pengajaran tematik yang baik dan optimal akan menjadikan siswa antusias atau termotivasi dalam belajar, selain itu guru yang berkompeten terutama dalam kompetensi pedagogik mampu memotivasi siswanya untuk belajar melalui program atau kegiatan pengajaran yang telah disiapkan. Kemudian siswa yang mempunyai motivasi belajar yang kuat akan lebih mudah mencapai tujuan belajar yaitu prestasi belajar dibandingkan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah.

Sedangkan pendidikan pada tingkat sekolah dasar menggunakan tema untuk menggabungkan mata pelajaran yang berbeda yang dikenal dengan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik berbeda dengan pembelajaran sebelumnya, dengan pembelajaran tematik siswa dihadapkan pada situasi konkrit sehingga siswa tidak lagi berfantasi untuk memahami pengetahuan. Untuk melaksanakan pembelajaran tematik dengan baik idealnya diperlukan juga kompetensi pedagogik guru yang baik, sehingga pembelajaran tematik menjadi maksimal dan terbentuk siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi dan berpikir holistik, komunikasi antar siswa, komunikasi dengan guru dan komunikasi dengan dapat memperbaiki lingkungan.

Dari uraian kerangka di atas dapat dipahami bahwa Pelaksanaan Pembelajaran Tematik (X1) dan Kompetensi Pedagogis guru (X2) serta motivasi belajar siswa (Y) merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran. .

Gambar 2.3 rx1y
Gambar 2.3 rx1y

Hipotesis

  • Hipotesis Mayor
  • Hipotesis Minor

Ha: terdapat pengaruh pelaksanaan pembelajaran tematik dan kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi. H0 : Penerapan pembelajaran tematik tidak mempunyai pengaruh terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi. Ha : pelaksanaan pembelajaran tematik berdampak terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi.

H0 : Tidak terdapat pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi. Ha: terdapat pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Populasi dan sampel

Metode yang digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan Teknik Stratified Proportional Random Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada setiap elemen populasi untuk menjadi anggota sampel secara proporsional sesuai dengan populasi yang dilakukan. besarnya dengan persentase yang telah ditentukan. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 25% dari total populasi, dengan rincian sebagai berikut. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden, dalam arti laporan tentang hal-hal yang bersifat pribadi atau diketahuinya. 92 Data yang akan diperoleh dari kuesioner ini adalah hasil atau hitungan statistik yang menjadi interpretasi responden. ' jawaban terkait dengan variabel penelitian.

Jumlah item pernyataan dalam penelitian ini sebanyak 92 item pernyataan dengan rincian, 42 item pernyataan terkait pembelajaran tematik (X1), 29 item pernyataan terkait kompetensi pedagogik guru (X2), dan 21 item pernyataan terkait.

Instrument penelitian

Uji Validitas dan Realiabilitas 1. Uji Validitas Instrument

  • Uji Reliabilitas Instrument

Valid Hasil uji validitas Instrumen Pelaksanaan Pembelajaran Tematik pada tabel 3.6 diatas, dengan total 42 pernyataan yang diujikan kepada 50 responden, 36 item telah dinyatakan valid dan dapat dijadikan instrumen penelitian. Sedangkan jumlah item yang dinyatakan tidak valid sebanyak 6 item dan tidak dapat dijadikan instrumen penelitian. Hasil uji validitas instrumen motivasi belajar siswa pada tabel 3.7 diatas, dengan jumlah 29 pernyataan, diujikan pada 17 responden, 22 item dinyatakan valid dan dapat dijadikan instrumen penelitian.

Sedangkan jumlah item yang dinyatakan tidak valid sebanyak 7 item dan tidak dapat dijadikan instrumen penelitian. Hasil uji validitas instrumen motivasi belajar siswa pada Tabel 3.8 diatas dengan total 21 item pernyataan yang diujikan kepada 50 responden, 17 item dinyatakan valid dan dapat dijadikan instrumen penelitian. Sedangkan jumlah item yang dinyatakan tidak valid sebanyak 4 item dan tidak dapat dijadikan instrumen penelitian.

Berdasarkan hasil uji validitas instrumen kompetensi PAI guru dan motivasi belajar siswa pada Tabel 3.6, 3.7 dan 3.8, maka jumlah item pernyataan yang valid dan dapat dijadikan instrumen penelitian adalah 75 item pernyataan, sedangkan item pernyataan yang valid dan dapat dijadikan instrumen penelitian adalah 75 item pernyataan. item yang valid adalah item yang tidak valid dan tidak dapat digunakan sebagai instrumen. Hasil uji reliabilitas instrumen pelaksanaan pembelajaran tematik, kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar siswa disajikan pada tabel berikut.

Analisis data

  • Analisis Deskriptif Variabel Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
  • Analisis Deskriptif Variabel Kompetensi Pedagogik Guru
  • Uji Persyaratan Analisis a. Uji Normalitas Data

Dengan membandingkan thitung dengan ttabel maka dapat diketahui ada tidaknya pengaruh Penerapan Pembelajaran Tematik (X1) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y), Kompetensi Pedagogi Guru (X2) dan Motivasi Belajar Siswa (Y). Analisis deskriptif ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai mean, modus, standar deviasi, range, varians, nilai maksimum dan nilai minimum pada masing-masing variabel penelitian. Dari tabel diatas diketahui frekuensi terendah terdapat pada kelas interval skor 92-99 yaitu 6,00% atau 3 responden.

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel kompetensi pedagogik guru mempunyai nilai maksimum sebesar 88, nilai minimum sebesar 62, rentang sebesar 26, mean sebesar 76,4706, standar deviasi sebesar 5,72405, dan varians sebesar 32,765. . Berdasarkan tabel diatas diketahui frekuensi terendah berada pada rentang poin kelas 62-66 dan 67-71 masing-masing sebesar 5,88% atau 1 responden. Analisis deskriptif ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai mean, modus, standar deviasi, range, varians, nilai maksimum dan nilai minimum.

Dari tabel diatas diketahui frekuensi terendah terdapat pada kelas interval skor 35-38 yaitu 8,00% atau 4 responden. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier antara variabel kompetensi guru-pedagogis (X2) dengan variabel motivasi belajar siswa (Y).

Tabel 4.7  Hasil Uji Normalitas
Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas

Hasil Analisis Model Regresi

  • Analisis Model Persamaan Garis Regresi
  • Analisis Varian Garis Regresi
  • Uji Hipotesis Penelitian
  • Koefisien Determinasi

Dengan menganalisis varian garis regresi, kita dapat mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yang terdiri dari pelaksanaan pembelajaran tematik dan kompetensi pedagogik guru terhadap variabel terikat yaitu motivasi belajar siswa. Jadi dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini juga menunjukkan adanya pengaruh positif pembelajaran tematik (X1). Oleh karena itu, dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini juga menunjukkan bahwa Implementasi pembelajaran tematik (X1) dan Kompetensi Pedagogis guru (X2) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar (Y.

Pengaruh penerapan pembelajaran tematik terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi. Penerapan pembelajaran tematik berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa, artinya semakin baik pelaksanaan pembelajaran tematik maka semakin besar pula motivasi belajar siswa. Jadi dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti pelaksanaan pembelajaran tematik (X1) mempunyai pengaruh positif sebesar 0,201 terhadap motivasi belajar siswa (Y.

Sedangkan koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 23,025% berarti pelaksanaan pembelajaran tematik mempunyai pengaruh positif sebesar 23,025% terhadap motivasi belajar siswa. Pengaruh penerapan pembelajaran tematik dan kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Wongsorejo Banyuwangi.

Kesimpulan

Saran

Pengaruh motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai Bank BTN Cabang Malang. Tanya jawab tentang ITI (pengajaran tematik terpadu). Pengaruh penerapan pembelajaran tematik integratif pada kurikulum 2013 terhadap motivasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta. Hubungan motivasi belajar dan persepsi siswa terhadap kinerja guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMPN 1 Pacitan.

Pengaruh Kompetensi Profesional dan Pedagogi Guru Ekonomi Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Sekolah Menengah Pertama Di Kota Pekanbaru.

DAFTAR LAMPIRAN

30 Saya mendapat kesempatan belajar dari internet 31 Saya belajar dari lingkungan (misalnya di kelas, di halaman sekolah). 36 Guru menggunakan kata-kata yang mudah saya pahami saat menjelaskan. 37 Di akhir pelajaran, saya dan guru melakukannya Adi Nasrullah : Saya sangat menikmati sekolah dan belajar bersama, saya lebih suka belajar topik menarik dari guru daripada harus belajar banyak mata pelajaran dan saya senang karena guru selalu mengajari kami dengan gambar-gambar menarik dari laptop guru, sehingga saya bersemangat belajar. .

Referensi

Dokumen terkait