• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh pemberian jus buah mengkudu terhadap

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh pemberian jus buah mengkudu terhadap"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NONI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan jus buah mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang “Pengaruh Pemberian Jus Mengkudu Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Rumusan Masalah 1.2”. Apakah pemberian jus buah mengkudu berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya.

Tujuan Penelitian .1 Tujuan Umum .1 Tujuan Umum

  • Tujuan khusus

Sebagai bahan masukan dan memberikan wawasan ilmiah tentang manfaat mengkonsumsi jus buah mengkudu untuk menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Dapat dijadikan informasi untuk penelitian selanjutnya mengenai pengaruh pemberian jus buah mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Ruang Lingkup

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah arteri. Batas tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Seseorang dinyatakan menderita hipertensi apabila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder, hipertensi disebabkan Berdasarkan beberapa faktor risiko seperti faktor genetik obesitas dan asupan natrium yang berlebihan, diketahui angka prevalensi hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia dan prevalensi ini cenderung meningkat. kehidupan yang lebih tinggi pada manusia. berpendidikan rendah atau tidak bekerja (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2013). Menurut WHO, tekanan darah dikatakan normal jika kurang dari 135/85 mmHg, sedangkan dikatakan hipertensi jika lebih dari 140/90 mmHg dan diantara nilai tersebut dikatakan tinggi normal. Namun bagi masyarakat Indonesia, banyak dokter yang beranggapan bahwa tekanan darah yang ideal adalah sekitar mmHg. Batasan yang berlaku untuk orang dewasa di atas 18 tahun (Adib, 2009).

Tanda dan Gejala Hipertensi

Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah yang menetap dimana tekanan sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan diastolik melebihi 90 mmHg. Begitu penyakit tertular, tekanan darah pasien harus dipantau secara teratur, karena hipertensi adalah kondisi seumur hidup (Gofir, 2012).

Klasifikasi Tekanan Darah Tinggi

The National Heart, Lung, and Blood Institute memperkirakan setengah dari penderita hipertensi tidak menyadari kondisi mereka. Hipertensi terkontrol adalah mereka yang menderita hipertensi dan mereka tahu bahwa mereka sedang dirawat, sebaliknya 50% pasien tidak menyadari dirinya sebagai pasien hipertensi, sehingga cenderung menderita hipertensi yang lebih berat.

Hipertensi Primer atau Essensial

Angka kedua disebut tekanan diastolik, angka yang menunjukkan besarnya tekanan yang dialami oleh dinding pembuluh darah saat darah mengalir kembali ke jantung. Menurut laporan Kementerian Kesehatan (2013), hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, dimana angka kematian mencapai 6,7% dari penduduk yang meninggal pada semua umur, di Indonesia hasil penelitian (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan prevalensi hipertensi di tingkat nasional 25,8% penderita hipertensi di Indonesia diperkirakan mencapai 15 juta jiwa, namun hanya 4% yang hipertensinya terkendali.

Hipertensi sekunder

Hipertensi merupakan kelainan yang sulit dikenali oleh tubuh, satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara rutin. Komplikasi hipertensi yang dapat ditimbulkan antara lain kerusakan pada jantung, pembuluh darah otak, pembuluh darah tepi, ginjal dan retina.Pengontrolan tekanan darah pada hipertensi sangat penting untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi. Kebiasaan merokok dan kondisi sering terpapar asap rokok terbukti berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah, penduduk yang merokok memiliki risiko peningkatan tekanan darah tujuh kali lebih besar dibandingkan penduduk yang tidak merokok atau terpapar asap rokok. peningkatan tekanan darah (Anggara dan Prayitno, 2013).

Mengkonsumsi makanan dengan kandungan garam dan lemak tinggi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tekanan darah Penduduk yang mengkonsumsi makanan dengan kandungan garam dan lemak tinggi memiliki resiko 7,429 lebih tinggi terkena tekanan darah dibandingkan penduduk yang tidak mengkonsumsi makanan dengan kandungan garam dan lemak tinggi , yaitu v. sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara makanan tinggi garam dengan peningkatan tekanan darah (Anggara dan Prayitno, 2013). Selain itu, perubahan gaya hidup juga menjadi penyebab hipertensi dan yang lebih penting kemungkinan terjadinya tekanan darah tinggi akibat bertambahnya usia lebih besar pada orang yang banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi garam (Kenia, 2013).

Morfologi mengkudu

Komponen Buah Mengkudu

Pengaruh Buah Mengkudu Terhadap penurunan Tekanan darah

Perubahan pola hidup sehat memiliki prioritas tinggi selain pemberian obat dalam penatalaksanaan hipertensi, penderita hipertensi membutuhkan obat seumur hidup, obat yang selama ini tersedia adalah obat impor sebagai bahan obat maupun obat siap saji. membuat obat-obatan yang sekarang cukup mahal, Sekarang banyak orang menggunakan obat-obatan tradisional untuk menurunkan tekanan darah Penelitian Djauhariya (2010) membuktikan bahwa Mengkudu dapat dijadikan sebagai obat hipertensi. atau 1 jam setelah makan.

Ekstrak Buah Mengkudu

Perubahan pola hidup sehat sangat diutamakan, selain pemberian obat dalam penatalaksanaan hipertensi, pasien hipertensi memerlukan obat seumur hidup, obat yang telah tersedia selama ini adalah obat impor baik bahan obat maupun obat jadi yang sekarang harganya cukup mahal, sekarang banyak orang menggunakan obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah Penelitian Djauhariya (2010) membuktikan bahwa mengkudu dapat digunakan sebagai antihipertensi Mengkudu dapat dikonsumsi dengan beberapa cara yaitu dengan dibuat jus parut, dihaluskan dan dimasak, mengkudu dapat dikonsumsi sebelum makan atau 1 jam setelah makan. kaleid yang tidak mengandung gula, asam amino atau asam nukleat dengan berat molekul lebih dari 16.000) dalam jumlah banyak. Daun mengkudu mengandung glikosida antrakuinon sebagai anti kanker, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak mengkudu pada penderita hipertensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri.

Desain penelitian

Tempat dan Waktu Penelitian

Data diperoleh dari pendataan secara langsung dengan mengukur tekanan darah penderita hipertensi/responden yang diperoleh dari hasil survey. Berdasarkan data yang diberikan pihak puskesmas, peneliti menemui penderita hipertensi satu per satu secara door to door. C. Sebelum diberikan perlakuan peneliti memberikan penyuluhan agar responden tidak mengkonsumsi garam yang berlebihan dan tidak mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak selama terapi.

E. Peneliti memberikan 150 mL jus buah mengkudu kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setiap hari selama 7 hari. F. Peneliti memantaunya setiap hari Yang diamati adalah apakah responden selalu mengkonsumsi jus buah mengkudu dan tidak mengkonsumsi terapi herbal lainnya.

Teknik Pengolahan Data

Lembar hasil pengukuran tekanan darah terdiri dari data karakteristik pasien (nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lama menderita hipertensi). Daftar pengukuran tekanan darah berisi daftar tekanan darah pasien yang diukur pada pengukuran awal (pre-test). Bahan-bahan tersebut diaduk selama 1 menit hingga berbentuk cairan jus - Kemudian jus dituangkan ke dalam gelas/wadah jus.

Analisis univariat menggambarkan distribusi masing-masing variabel yang diteliti, yaitu tekanan darah sistolik dan diastolik, sebelum dan sesudah konsumsi jus mengkudu. Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi sebelum dan sesudah pemberian jus mengkudu, sebelum uji hipotesis untuk menentukan uji hipotesis yang akan digunakan.

Hipotesis

Kerangka Konsep /Alur Penelitian

  • Gambaran Umum Lokasi Penelitian
  • Gambaran Umum Responden
  • Jenis Kelamin
  • Pendidikan terakhir
  • Pekerjaan

Berdasarkan tabel 4.5 terlihat bahwa pada kelompok perlakuan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum perlakuan dari 10 sampel adalah 152,00 mmHg dengan tekanan darah sistolik tertinggi 160 mmHg dan tekanan sistolik terendah 140, sedangkan rata-rata tekanan darah sistolik setelah . Rata-rata selisih tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan dari 10 sampel adalah 10,50 mmHg dengan selisih tekanan darah sistolik tertinggi 20 mmHg dan selisih tekanan darah sistolik terendah 0 mmHg. Sedangkan tekanan darah diastolik sebelum tes diperoleh p=0,001 (p<0,05) dan untuk tekanan darah diastolik setelah tes diperoleh p=0,004 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal.

Sedangkan tekanan darah diastolik pre test adalah p=0,004 (p>0,05) dan tekanan darah diastolik post test adalah p=0,005 (p>0,05), dapat disimpulkan bahwa distribusinya normal, sehingga uji T berpasangan yang digunakan untuk Sampel. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik kelompok perlakuan sebelum pemberian jus mengkudu dan tekanan darah sistolik setelah pemberian jus mengkudu yaitu dengan uji T sampel berpasangan diperoleh p = 0,000 (p < 0,05), yaitu berarti terjadi penurunan yang signifikan. tekanan darah sistolik setelah mengkonsumsi jus mengkudu.

Tabel 4.2                                                                                                             Frekuensi Responden Berdasarkan Usia di Wilayah kerja Puskesmas Lubuk
Tabel 4.2 Frekuensi Responden Berdasarkan Usia di Wilayah kerja Puskesmas Lubuk

Uji Paired Simple T Test Tekanan darah responden sebelum dan sesudah perlakuan

Gambaran karakteristik penderita hipertensi pada kelompok perlakuan dan kontrol di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota

  • Perbedaan tekanan darah diastolik kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas
  • Perbedaan selisih tekanan darah sistolik kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas

Melihat penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok perlakuan pada akhir pengobatan, sudah terlihat adanya penurunan tekanan darah. Penurunan tekanan darah sistolik tertinggi pada kelompok perlakuan dan kontrol sebesar 25 mm Hg, sedangkan penurunan tekanan darah diastolik sebesar 20 mm Hg. Sedangkan tekanan darah diastolik pada kelompok perlakuan sebelum pemberian jus mengkudu dan tekanan darah diastolik setelah pemberian jus mengkudu.

Pada Paired Sample T-test didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terjadi penurunan tekanan darah diastolik yang signifikan setelah pemberian mengkudu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang pengaruh pemberian jus buah mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang tahun 2019 dapat disimpulkan bahwa.

Saran

Bagi penderita hipertensi

Bagi tenaga kesehatan

Jamaludin et al (2015) pemberian mengkudu untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Dukuk Susukan Desa Samirejo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Jurnal Proksi Keperawatan 117-231. Salauden, A, G, dkk. 2014, "Pengetahuan dan Prevalensi Faktor Risiko untuk Hipertensi Arteri dan Pola Tekanan Darah di antara Bankir dan Pengawas Lalu Lintas di Ilorin, Nigeria di," Ilmu Kesehatan Afrika" Volume 14(3).pp. 593-599 diakses melalui https://doi .org/ 10.4314/ahs.v14i3.14 Widyaanita, H., 2006, Daya antibakteri buah mengkudu (morinda citrifolia L.) yang diekstrak dengan air terhadap aeromonas hydrophila in vitro, abstrak, Jiptunair.

Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah mahasiswa Jurusan Gizi STIKES PERINTIS PADANG Semester VI. Akan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pemberian Jus Mengkudu Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Tahun 2019” Penelitian ini tidak akan merugikan Anda karena kerahasiaan, semua informasi yang diberikan akan disimpan. Jika anda setuju, saya mohon kesediaan anda untuk menandatangani formulir persetujuan dan melakukan hal-hal yang terkait dengan kegiatan penelitian.

Setelah menjelaskan tujuan penelitian, saya setuju untuk menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan oleh Suster Utari Angelia Putri mahasiswi peminatan gizi Stikes Padang Perintis Semester VI yang berjudul “Pengaruh Pemberian Jus Mengkudu Terhadap Penurunan Tekanan Darah Hipertensi pasien di wilayah kerja Puskesmas Buaya Lubuk tahun 2019”.

Gambar

Tabel 4.2                                                                                                             Frekuensi Responden Berdasarkan Usia di Wilayah kerja Puskesmas Lubuk
Tabel 4.3                                                                                                           Frekuensi pendidikan terakhir di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya
Tabel 4.4                                                                                                            Frekuensi berdasarkan jenis pekerjaan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk
Tabel 4.5                                                                                                               Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tekanan Darah  Pada Kelompok
+3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul pengaruh konsumsi jus mentimun dengan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di desa Way Ngison tahun 2018

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 18 orang responden rata-rata tekanan darah sistolik pasien hipertensi sebelum diberikan intervensi jus belimbing di