• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh pemberian konseling terhadap pengguna alat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh pemberian konseling terhadap pengguna alat"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Secara regional, proporsi pasangan usia subur 15-49 tahun yang melaporkan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang mengalami peningkatan setidaknya dalam 6 tahun terakhir sejak tahun 2009 hingga 2015. Dengan demikian, mayoritas masyarakat Indonesia yang menggunakan alat kontrasepsi tidak menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang. - Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) (BKKBN, 2015). Jumlah peserta aktif menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebanyak 516 orang. Alat kontrasepsi yang digunakan antara lain Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD) sebanyak 7 buah, Metode Bedah Wanita (MOW) sebanyak 3 buah, implan sebanyak 32 buah, selebihnya menggunakan KB.

Perumusan Masalah

Berdasarkan survei awal yang dilakukan pada bulan Desember yang dilakukan peneliti di lokasi penelitian, maka hasil pengumpulan data yang diperoleh dari Puskesmas Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi diperoleh dengan menanyakan pada pasangan usia subur yang merupakan peserta KB aktif. di Kecamatan Lembah Sorik Marapi menunjukkan bahwa banyak peserta KB yang mendapat informasi tentang kontrasepsi yang tidak benar akibat berkembangnya mitos dan sumber informasi yang salah, serta pemberian konseling juga sering diabaikan dan tidak dilaksanakan dengan baik oleh tenaga kesehatan. karena petugas tidak mempunyai waktu dan tidak sadar akan pentingnya konseling KB, dari 10 pasangan usia subur yang saya tanyakan langsung, 2 diantaranya diberikan konseling oleh tenaga kesehatan dan 8 diantaranya tidak diberikan keluarga. merencanakan konseling sehingga 4 dari 8 orang drop out dan berhenti menggunakan KB karena tidak mengetahui efek samping setelah menggunakan alat kontrasepsi yang dipilihnya dan cara mengatasinya. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Penyuluhan Pada Pengguna Alat Kontrasepsi MKJP Pada Pasangan Usia Subur Di Puskesmas Maga Kelurahan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018. Adakah Pengaruh Pemberian Konseling Pada Pengguna Alat Kontrasepsi MKJP Pada Tahun 2018? penyuluhan pengguna kontrasepsi MKJP pada pasangan usia subur? di Puskesmas Maga.

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Manfaat Penelitian

Memberikan masukan bagi Kecamatan Lembah Sorik Marapi dalam perumusan kebijakan terkait pelayanan KB dan penggunaan alat kontrasepsi. Penelitian ini semoga bermanfaat dalam menambah pengetahuan tentang perkembangan dan pengetahuan pemberian konseling pada pengguna alat kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur di Puskesmas Maga Kelurahan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian Pemberian Konseling
  • Ketertarikan Pemberian Konseling dengan Penggunaan KB
  • Tujuan Pemberian Konseling
  • Prinsip Pemberian Konseling
  • Tahapan Konseling
  • Konseling Keluarga Berencana
  • Jenis Konseling KB
  • Langkah Konseling KB SATU TUJU
  • Hambatan – hambatan Konseling
  • Metode Kontrasepsi
    • Jenis – jenis MKJP
    • Jenis-jenis Non MKJP
  • Kerangka Konsep
  • Hipotesa Penelitian

Pemberian penyuluhan merupakan suatu pembicaraan yang bertujuan untuk membantu calon peserta KB memahami standar keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS), dengan cara memberikan bimbingan yang jelas, tepat dan benar yang diberikan sesuai dengan kebutuhan klien, setelah mendengar apa yang disampaikan klien. harus kukatakan. Definisi tersebut menunjukkan bahwa peran salah satu pihak (konselor KB) yaitu tenaga kesehatan termasuk bidan yang mendampingi klien dalam melakukan tindakan konseling hendaknya cukup dilaksanakan dan didiskusikan secara interaktif pada saat kunjungan. Dengan memberikan konseling yang efektif maka keberhasilan akan tercapai. . Tugas seorang konselor adalah sebagai berikut: mendampingi, membimbing dan memungkinkan klien mengambil pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhannya, memberikan informasi yang obyektif, lengkap, jujur ​​dan akurat tentang berbagai metode kontrasepsi yang tersedia. Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda, memperbanyak kehamilan, dan menghentikan kesuburan, yang digunakan dalam jangka panjang. Berdasarkan jangka waktu efektifitasnya, alat kontrasepsi dibedakan menjadi dua yaitu metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan non-MKJP yang termasuk dalam kategori KB MKJP adalah jenis implan, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), metode bedah wanita. (MOW), metode bedah pria MOP, sedangkan metode kontrasepsi non-jangka panjang (non-MKJP) yang termasuk dalam kategori ini meliputi kondom, pil, suntikan dan metode lain selain metode yang termasuk dalam MKJP (Rismalinda, 2014) .

IUD (Intra Uterin Device) adalah suatu alat berukuran kecil yang terdiri dari bahan plastik fleksibel yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan dalam jangka waktu tertentu.Kelebihan IUD (Intra Uterin Device) IUD dapat efektif segera setelah pemasangan. Metode jangka panjang (perlindungan 10 tahun, harus diganti, tidak mempengaruhi hubungan seksual. Namun, seperti metode kontrasepsi lainnya, suntik KB memiliki beberapa kelemahan dan tidak dianjurkan bagi wanita yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. kelebihan dan kekurangan metode ini adalah Kelebihan KB suntik Sangat efektif Memberikan perlindungan jangka panjang selama 3 bulan Bila digunakan bersama pil KB dapat mengurangi resiko akibat lupa minum pil KB Tidak mengganggu hubungan intim Dapat diberikan melalui melatih tenaga non medis untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh estrogen akibat kelemahan KB suntik, penambahan berat badan, siklus menstruasi kadang terganggu, pemulihan kesuburan kadang tertunda (BKKBN, 2013).

Kerangka konseptual yang akan dikaji dibawah ini adalah dampak pemberian konseling pada pengguna alat kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur di Puskesmas Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018. Kerangka Konseptual Dampak pemberian konseling pada pengguna metode kontrasepsi jangka panjang. Panjang umur pada pasangan usia subur di Puskesmas Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018. Ha : Terdapat pengaruh antara pemberian penyuluhan pada pengguna alat kontrasepsi, jangka panjang alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di Puskesmas Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal, 2018.

H0 : Tidak terdapat pengaruh antara pemberian konseling terhadap peningkatan pengguna alat kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur di Puskesmas Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Desain dan Metode Penelitian
  • Waktu dan Tempat Penelitian
    • Waktu Penelitian
    • Tempat Penelitian
  • Populasi dan Sampel
    • Populasi Penelitian
    • Sampel Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Uji Validitas
    • Uji Realibilitas
  • Defenisi Operasional
  • Pengolahan Data dan Analisa Data
    • Pengolahan Data
    • Analisa data

Berdasarkan kriteria inklusi di atas, peneliti menetapkan bahwa sampel dalam penelitian ini terdiri dari pasangan usia subur yang belum menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang, sehingga dapat diketahui apakah terdapat pengaruh pemberian konseling terhadap peningkatan jumlah tersebut. pengguna alat kontrasepsi MKJP. . Kuesioner penelitian ini diadaptasi dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Siti Maryam dari Universitas Sumatera Utara “Pengaruh pemberian nasehat terhadap pengetahuan ibu dalam memilih alat kontrasepsi jangka panjang di wilayah kerja Puskesmas Desa Lama Kab. If berdasarkan hipotesis yang α < 0,05 atau 0,002 < 0,05 maka H0 ditolak, Ha diterima sehingga terdapat pengaruh antara pemberian nasehat pada pengguna metode kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur.

Dimana hipotesis yang didasarkan pada α < 0,05 atau 0,002 < 0,05, maka H0 ditolak. Ha diterima sehingga terdapat pengaruh antara pemberian nasehat pada pengguna metode kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur dengan uji statistik menggunakan uji McNemar. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih jauh tentang konseling bagi pengguna metode kontrasepsi jangka panjang. 2014) Pengaruh pemberian konseling KB terhadap pemilihan alat kontrasepsi berdasarkan tingkat pengetahuan akseptor KB. Diakses pada 29 Juli 2018 dari http://jurnal SKM metode kontrasepsi konseling.ac.id/. 2013) Pemilihan jenis alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur.

Pengaruh pemberian penyuluhan terhadap pengetahuan ibu dalam pemilihan alat kontrasepsi jangka panjang di wilayah kerja Puskesmas Desa Lama Kabupaten Langkat 2015: Jurnal Sarjana Kesehatan Masyarakat Langkat. Dengan ini saya menyatakan bahwa saya akan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pemberian Konseling Terhadap Peningkatan Pengguna Alat Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Pasangan Usia Subur di Puskesmas Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017". Setelah menjelaskan tujuan penelitian, saya bersedia menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan oleh Suster Futri Khadijah, mahasiswa STIKes Aufa Royhan Padangsidimpuan yang sedang melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pemberian Konseling Terhadap Peningkatan Pengguna Alat Kontrasepsi Jangka Panjang” pada pasangan usia subur di Puskesmas Maga, Kecamatan Lembah Sorik, Marapi, Kabupaten Mandailing, Natal 2017'.

Pengaruh pemberian penyuluhan pada pengguna metode kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur di Puskesmas Maga.

Tabel I. Rencana Waktu Penelitian
Tabel I. Rencana Waktu Penelitian

HASIL PENELITIAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Puskesmas Maga merupakan salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Mandailing Natal Kecamatan Lembah Sorik Marapi yang terdiri dari 9 desa dengan kondisi geografis yang berbukit-bukit.

Analisa Univariat

  • Karakteristik Responden

Mengenai pendidikan, mayoritas responden berpendidikan SMA sebanyak 8 responden (53,3%) dan sebagian kecil responden berpendidikan perguruan tinggi sebanyak 2 responden (53,3%) dan tidak ada satupun responden yang berpendidikan SD tidak. Mengenai paritas, responden paritas terbanyak adalah multipara sebanyak 10 responden (66,7%) dan responden paritas minoritas grande multipara sebanyak 1 responden (6,7%).

Analisa Bivariat

  • Uji Normalitas Pengaruh Pemberian Konseling Terhadap

Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji Mcnemar, rata-rata hasil konseling sebelum intervensi sebesar 0,000 dengan standar deviasi sebesar 0,000. Dengan memberikan konseling yang efektif maka keberhasilan dan keberlangsungan penggunaan kontrasepsi akan lebih bermakna dan memuaskan (Sulistywati A, 2013). Dari hasil tersebut diketahui skor X2 > X2 tabel df = 1 sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik konseling KB berhubungan positif dan signifikan terhadap pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang.

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Endah Rahayu (2015), tentang pengaruh konseling KB terhadap tingkat pengetahuan dan minat menjadi akseptor KB di Puskesmas Melati Yogyakarta. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya oleh Kindi Mei Astrina (2014) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian konseling terhadap peningkatan tingkat pengetahuan. Pengetahuan yang semakin luas akan mendorong responden untuk lebih selektif dalam menggunakan alat kontrasepsi, seperti yang ditunjukkan dalam Jurnal Media Bina Ilmiah karya Chandradewi dkk (2013).

Melakukan berbagai kegiatan sosialisasi tentang pentingnya keluarga berencana dan memberikan penyuluhan terlebih dahulu kepada pengguna alat kontrasepsi yang ingin menggunakannya. Pengaruh pemberian konseling kontrasepsi terencana (CB) terhadap pengetahuan dan sikap pasangan usia subur terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang di Desa Suka Maju Kec. Deli Serdang 2016. Diakses pada 29 Februari 2018 dari http://jurnal SKM penyedia skripsi konseling.ac.id/. BPS, BKKBN, Kementerian Kesehatan dan ICF Internasional. Tingkat pengetahuan dan minat menjadi akseptor KB di Puskesmas. Diakses pada 29 Juli 2018 dari http://jurnal SKM skripsi metode antikonsepsi konseling.ac.id/. Pedoman Penyelenggaraan Keluarga Berencana.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang di Puskesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang.

Tabel  4.4  Pengaruh  Pemberian  Konseling  Terhadap  Pengguna  Alat  Kontrasepsi  Metode  Kontrasepsi  Jangka  Panjang  Pada  Pasangan Usia Subur
Tabel 4.4 Pengaruh Pemberian Konseling Terhadap Pengguna Alat Kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Pasangan Usia Subur

PEMBAHASAN

Gambaran Pemberian informasi

Dari hasil penelitian dengan jumlah responden sebanyak 15 orang, diketahui bahwa mayoritas usia responden berada pada rentang usia 21-32 tahun yaitu sebanyak 12 responden (80%), dan sebagian kecil responden berada pada rentang usia 39-44 tahun. tahun adalah 1. e yang disurvei (6,7%). Dari segi pekerjaan, mayoritas pekerjaan responden adalah petani sebanyak 6 responden (40%) dan sebagian kecil pekerjaan responden adalah pedagang sebanyak 4 responden (26,7%).

Pengaruh pemberian konseling terhadap pengguna alat kontrasepsi

Konseling yang baik juga akan membantu klien untuk menggunakan kontrasepsi lebih lama dan meningkatkan efektivitas program dalam pelayanan KB (Atikah, 2013). Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Diah Trikusama (2014), hubungan teknik konseling KB dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang di Puskesmas Mergansa Yogyakarta, dengan sampel sebanyak 30 responden. terlihat bahwa responden menyatakan sebanyak 25 orang (83,3%) menyatakan bahwa teknik konseling KB yang dilakukan oleh petugas kesehatan sudah lengkap, dimana 22 orang (73,3%) memilih MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang) dan responden yang menyatakan teknik konseling keluarga berencana tidak lengkap sebanyak 5 orang (16,7%) dan 2 orang (6,7%). Teknik konseling yang baik serta informasi yang lengkap dan memadai akan memberikan kebebasan pada klien dalam menentukan alat kontrasepsi (informed choice) mana yang akan digunakan (Saipuddin, 2012).

Hasil uji statistik dengan uji t berpasangan menunjukkan nilai p-value sebesar 0,0003 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan hipotesis diterima yang berarti terdapat pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan dan minat menjadi akseptor KB di Puskesmas Melati Yogyakarta.Perubahan yang terjadi pada responden sebelum dan sesudah penyuluhan. untuk keluarga berencana. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Tumini (2015), Pengaruh pemberian konseling terhadap pengetahuan KB dan stabilitas pemilihan alat kontrasepsi pada calon akseptor KB di Puskesmas Ngunut Kabupaten Tulungagung.) Sangat nyata bahwa kedua kelompok mempunyai rata-rata skor pengetahuan yang berbeda yaitu kelompok yang tidak mendapat konseling sebesar 16, sedangkan kelompok yang mendapat konseling sebesar 23,13.

Kesimpulan

Saran

Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah mahasiswa STIK Aufa Royhan Padangsidimpuan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Gambar

Tabel I. Rencana Waktu Penelitian
Tabel 3.2 Defenisi Operasional
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur, Pendidikan   Pekerjaan dan Peritas Di Wilayah Puskesmas Maga Tahun 2018
Tabel  4.4  Pengaruh  Pemberian  Konseling  Terhadap  Pengguna  Alat  Kontrasepsi  Metode  Kontrasepsi  Jangka  Panjang  Pada  Pasangan Usia Subur

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2014 sampai bulan Desember 2014 digunakan untuk pengumpulan data mengenai sumber- sumber tertulis yang diperoleh dari

Data tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan selama penelitian berlangsung, pada bulan desember-januari... 91

Hasil survei pendahuluan yang dilakukan peneliti pada bulan Mei tahun 2012 terhadap 10 orang akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah tersebut, menunjukkan

Berdasarkan pengamatan awal di Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat yang dilakukan pada bulan April 2020 dalam melakukan penyemprotan

Berdasarkan survei awal yang telah dilakukan peneliti di wilayah kerja Puskesmas Sambi Rejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, dari 7 orang ibu hamil status tindakan

Pada bulan Januari sampai Juni 2015 di Puskesmas Pundong ditemukan jumlah ibu hamil yang berisiko dalam kehamilannya sebanyak 149 orang, Tujuan dari penelitian ini

METODE Lokasi penelitian dilakukan di Subak Sengempel Desa Bongkasa, kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.Penelitian ini berlangsung dari bulan Desember 2017 sampai dengan bulan

Menurut Irawan, penelitian menggunakan metode survei adalah penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data, serta harus memiliki responden dalam jumlah yang