TENTANG PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS III MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MI ISLAHUL MUTA'ALLIM KARANG TILLES MATARAM. Bagaimana pengaruh pemberian tes tiap mata pelajaran terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran SKI kelas III MI Islahul Muta'allim Karang Genteng Pagutan Mataram.
KAJIAN TEORI
Evaluasi Formatif
Tes ini merupakan alat evaluasi yang paling sederhana, baik dari segi susunan soal maupun dari segi cara menjawabnya. Sering mendapatkan dua jawaban (dari empat atau lima alternatif) yang identik atau sangat mirip, sehingga terkesan kurang diskriminatif; .. c) Seringkali ada satu jawaban yang sangat benar sehingga jawaban lainnya terlalu mudah untuk dilewatkan.
Prestasi Belajar 1. Pengertian
Ketiga, hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku, meskipun tidak semua perubahan tingkah laku merupakan hasil belajar, kegiatan belajar umumnya dikaitkan dengan perubahan tingkah laku. 30 Menurut Djamarah, belajar pada hakekatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang setelah berakhirnya kegiatan belajar. Pengenalan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar sangat penting untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar umumnya meningkat ketika motivasi belajar meningkat.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah, “kemampuan kognitif” juga mempengaruhi aspek psikologis/spiritual dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Kondisi gedung sekolah dan ruang kelas yang tertata rapi, perpustakaan sekolah yang tertata rapi, tersedianya fasilitas ruang kelas dan laboratorium, tersedianya buku pelajaran, media/alat pembelajaran merupakan komponen penting yang dapat menunjang tercapainya kegiatan belajar siswa. Sedangkan dari dimensi siswa, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran berpengaruh terhadap terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif, sehingga memudahkan siswa memperoleh informasi dan sumber belajar, yang pada gilirannya dapat merangsang berkembangnya motivasi untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. .
Keputusan hasil belajar merupakan puncak harapan siswa secara psikologis, siswa dipengaruhi atau digenggam oleh hasil belajarnya. Oleh karena itu, sekolah dan guru diminta untuk bertindak secara arif dan bijaksana dalam mengkomunikasikan keputusan tentang hasil belajar siswa. Artinya kinerja siswa tidak dapat diketahui tanpa penilaian atau hasil kegiatan belajar siswa.
Hipotesis
Pengelompokan siswa ke dalam sekolah-sekolah tersebut mengingat terbatasnya fasilitas pendidikan yang tersedia dan indikasi kemajuan siswa di masa yang akan datang. Rancangan penelitian adalah rencana dan struktur penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga kita dapat memperoleh jawaban atas masalah penelitian. Dalam praktik kehidupan sehari-hari, kita bekerja berdasarkan rencana yang telah kita buat sebelumnya, karena pekerjaan yang tidak kita rencanakan sebelumnya membuat kita sulit untuk menentukan seberapa sukses pekerjaan itu nantinya.
Selanjutnya kita akan bekerja dalam kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang menuntut kerja kita teliti dan menyeluruh, sistematis dan objektif. Kegiatan ilmiah ini memerlukan desain dan struktur yang mapan.50 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui pengaruh tes sebagai variabel terhadap prestasi belajar sebagai variabel terikat.
Populasi dan Sampel
Dalam batas kemampuan peneliti untuk melakukan analisis, sebaiknya penelitian dilakukan dengan melibatkan subjek sebanyak-banyaknya, karena penelitian pada akhirnya mengenai kesimpulan atau generalisasi. penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III semester II MI Islahul Muta'allim Karang Genteng Pagutan Mataram Tahun Pelajaran yang berjumlah 35 siswa. Mengingat populasinya kecil yaitu hanya 35 siswa maka peneliti menggunakan teknik purposive sampling.
Instumen Peneltian
Instrumen penelitian adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur fenomena alam dan sosial yang diamati 54 Pada prinsipnya penelitian adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Kuesioner atau angket adalah teknik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya dan menjawab pertanyaan dengan responden). Instrumen atau alat pengumpul data disebut juga angket yang berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau ditanggapi oleh responden.
Butir pertanyaan harus dirumuskan dengan jelas menggunakan kata-kata yang umum digunakan (populer), kalimat tidak terlalu panjang dan tidak berbelit-belit. Selain itu juga untuk mendapatkan data tentang kondisi lokasi penelitian seperti jumlah guru, siswa, sarana dan prasarana di MI Islahul Muta'allim Karang Genteng Pagutan Mataram. Teknik dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui catatan tertulis, seperti arsip dan termasuk buku-buku tentang pendapat, teori, pernyataan atau hukum dan lain-lain.
Dalam penelitian kuantitatif, teknik ini berfungsi untuk mengumpulkan secara selektif bahan-bahan yang digunakan dalam kerangka teori atau landasan dan penyusunan hipotesis.56.
Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Angket atau Kuesioner
Teknik Analisis Data
Bab ini membahas tentang pemaparan dan analisis data penelitian yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi, angket atau angket sebagai berikut:
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Pada tahun 1996, dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. SK WKF/62/1996 tanggal 26 Juni 1996 dengan Nomor Statistik Madrasah (NSM) sebagai bukti resmi keberadaan Yayasan Perguruan Tinggi Islhahul Muta'allim yang berlokasi di lingkungan Karang Genteng Mataram. Selain itu MI Islahul Muta' allim telah dipimpin oleh enam kepala madrasah dari tahun 1963 sampai sekarang dengan rincian periode sebagai berikut.Menurut status guru di MI Islahul Muta'allim Pagutan kota Mataram menggambarkan bahwa sebagian besar guru disana adalah guru berstatus tidak tetap (GTT) yang berjumlah 15 orang dan memiliki guru berstatus PNS sebanyak 2 orang.
Adapun kelengkapan administrasi yang dimiliki guru sudah cukup lengkap, maka soal pembagian tugas masing-masing guru dibagi menjadi dua bagian yaitu guru kelas I sampai kelas III masing-masing sebagai guru kelas dan dari kelas IV sampai kelas VI sebagai bidang tugas. belajar . Dari hasil dokumentasi yang kami peroleh, jumlah siswa MI Islahul Muta'allim Pagutan Kota Mataram tahun ajaran 2010/2011 berjumlah 245 siswa. Sarana dan prasarana yang dimiliki madrasah cukup memadai untuk mendukung proses pembelajaran, seperti: ruang perpustakaan, kelengkapan buku penunjang guru dan siswa.
Selain itu fasilitas yang cukup mendukung juga administrasi pembelajaran yang dimiliki guru, seperti: silabus, RPP, daftar nilai, dan sebagainya.
Penyajian dan Analisis Data 1. Penyajian Data
Setelah peneliti mengetahui nilai-nilai siswa yang telah didokumentasikan oleh guru SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) kelas III MI Islahul Muta’allim Karang Genteng, selanjutnya melakukan analisis terhadap hasil evaluasi formatif tersebut. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah daftar nilai yang diperoleh siswa setelah mengikuti evaluasi formatif sebanyak tiga kali pada SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) Kelas III MI Islahul Muta'alim Semester II tahun pelajaran 2010/2011. Rata-rata nilai prestasi belajar siswa kelas III MI Islahul Muta'allim Karang Genteng Pagutan Mataram adalah rata-rata 7,3.
Hipotesis yang diajukan pada Bab I merupakan hipotesis alternatif yang berbunyi: “Ada pengaruh pemberian tes pada setiap mata pelajaran terhadap prestasi belajar siswa SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) kelas III MI Islahul Muta’allim yarang Genteng Pagutan Mataram. Untuk mengetahuinya jika ada pengaruh antara evaluasi formatif terhadap prestasi siswa di SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) kelas III MI Islahul Muta'allim Karang Genteng Pagutan Mataram, maka dapat diartikan bahwa pemberian tes pada setiap mata pelajaran 'berpengaruh positif pada siswa prestasi mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) kelas III.
Sehingga hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada pengaruh pemberian tes pada setiap mata pelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas III mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) MI Islahul Muta’allim Karang Genteng Pagutan Mataram” dapat diterima.
Pembahasan
Selain itu, guru mencatat atau mengacu pada tujuan evaluasi yaitu untuk mengetahui tingkat kemajuan yang dicapai siswa, untuk mengetahui posisi siswa dalam kelompok kelas, untuk mengetahui tingkat upaya yang dilakukan oleh siswa. siswa dalam belajar, dan untuk mengetahui sejauh mana siswa menggunakan kemampuan kognitifnya (kecerdasan) untuk belajar, serta untuk mengetahui keefektifan metode yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar. Prestasi siswa mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) MI Islahul Muta'allim kelas III Tahun Pelajaran 2010/2011. Prestasi siswa pada mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) kelas III MI mata pelajaran Islahul Muta'allim dapat dicapai dengan nilai tertinggi 9 dan nilai terendah 7.
Dengan demikian para siswa telah berhasil dalam usahanya memperoleh ilmu sehingga dapat tumbuh dan berkembang dalam tingkah laku berkat pengalaman yang diperolehnya setelah melalui proses belajar mengajar pada mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) di MI Islahul Muta' semua berjalan dapat dikategorikan cukup. Pengaruh Evaluasi Formatif terhadap Prestasi Siswa SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) Kelas III MI Islahul Muta'allim Karang Genteng Pagutan Mataram. Dari analisis data di atas menunjukkan adanya hubungan atau korelasi positif yang signifikan yaitu evaluasi formatif berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas III SKI (Siswa Sejarah Budaya) MI Islahul Muta'allim Karang Genteng Pagutan Mataram Tahun Ajaran disebabkan karena tes formatif tidak hanya dilakukan satu kali oleh guru, tetapi berulang-ulang sampai tiga kali, bahkan jika guru melakukan evaluasi formatif lebih sering atau lebih dari tiga kali, akan lebih mudah bagi seorang guru untuk melakukannya. menemukan segalanya. kekurangan-kekurangan yang ada dalam proses pembelajaran, baik yang berkaitan dengan kelemahan guru sebagai pengajar, profesionalitas tugas seorang pendidik seperti kesiapan perangkat.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil ulangan harian atau formatif berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa, hal ini sejalan dengan teori yang dituliskan oleh Zainal Arifin yang mengatakan: “Dalam ulangan formatif dapat bermanfaat untuk menimbulkan minat, membentuk hubungan yang baik, positif dan membantu pemahaman siswa dalam pembelajaran yang lebih baik dan membantu siswa untuk memilih metode pembelajaran yang lebih baik dan benar 61.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran – saran
Kepada ketua MI Islahul Muta'allim, saya berharap kebijakan, dukungan dan partisipasi yang telah dilaksanakan dapat ditingkatkan sehingga proses pembelajaran yang berlangsung dapat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Pengawas hendaknya selalu memberikan saran kepada ketua MI Islahul Muta'allim, khususnya untuk mengecek guru-guru MI yang dipimpinnya untuk selalu melakukan evaluasi formatif/ulangan harian agar siswa dapat mencapai prestasi yang lebih baik.