• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK, SOSIALISASI PAJAK, SANKSI PAJAK, DAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI E-SAMSAT TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

N/A
N/A
Tita Aristina

Academic year: 2024

Membagikan "PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK, SOSIALISASI PAJAK, SANKSI PAJAK, DAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI E-SAMSAT TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Assalamualikum wr.wb Kepada yang terhormat :

Bapak R.Muchammad Noch.Drs.,M.,Ak.,Ak.,C.A selaku dosen pembimbing saya dan Ibu Dr.Hj.Taty Sariwulan.S.E.,M.Si.,Ak.,C.A juga Bapak Dadan Soekardan.,S.E.,M.Si.,Ak.,C.A selaku dosen penguji saya,

izinkan saya pada kesempatan ini untuk menyampaikan proposal usulan penelitian saya yang berjudul PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK, SOSIALISASI PAJAK, SANKSI PAJAK,DAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI E-SAMSAT TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

PERTAMA, LATAR BELAKANG

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yaitu jenis Pajak Provinsi yang merupakan bagian dari Pajak Daerah.

Menurut UU No. 28 Tahun 2009 Pasal 1 angka 12 dan 13,

“Pajak Kendaraan Bermotor adalah pajak atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor.”

Pajak Kendaraan Bermotor merupakan salah satu pajak Provinsi yang memiliki potensi cukup besar dalam pembiayaan Pembangunan Daerah. Karena di Indonesia, tingkat mobilitas masyarakat dalam menggunakan alat transportasi cukup tinggi. (Pemerintah Indonesia, 2009)

Seperti yang terlihat dari tabel di atas, dilihat dari jumlah target menerimaan pajak yang terdaftar, potensi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang diterima oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat seharusnya bisa lebih besar.

Untuk menjaga agar Wajib Pajak tetap patuh terhadap peraturan perpajakan, maka diantisipasi dengan melakukan pemeriksaan terhadap Wajib Pajak yang memenuhi kriteria untuk diperiksa. Dengan adanya pemeriksaan diharapkan tingkat kepatuhan Wajib Pajak dapat meningkat, sehingga akan berdampak juga pada meningkatnya penerimaan pajak.

Dalam hal tersebut sosialisasi pajak menjadi hal yang sangat penting dalam memaksimalkan kepatuhan wajih pajak baik secara manual ataupun memanfaatkan teknologi informasi e-SAMSAT tersebut.

Adapun sosialisasi pajak menjadi salah satu usaha dalam memberi pengertian, pembinaan dan informasi kepada seluruh masyarakat tentang apa saja yang berkaitan dengan perundang-undangan dan perpajakan.

Adanya penerapan sanksi pajak dianggap sebagai salah satu bentuk usaha untuk memaksimalkan wajib pajak dlam memahami berbagai hal dasar tentang pajak, mulai dari prosedur pembayaran, fungsi hingga manfaat dari pembayaran pajak. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat dapat mempersulit mereka dalam mendaftar, pengisian formulir, pembayaran hingga pada pelaporan untuk wajib pajak.

Pada era digital yang semakin berkembang ini, penerapan teknologi informasi di berbagai sektor menjadi suatu hal yang tidak dapat dihindari. Salah satu sektor yang juga terpengaruh adalah sektor pelayanan publik, khususnya dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor. Di Provinsi Jawa Barat, penerapan e SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) pada layanan pajak kendaraan bermotor telah diimplementasikan sejak beberapa tahun lalu.

KEDUA, FENOMENA

Berdasarkan fenomena diatas Adapun realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor seringkali tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan penerimaan dari sektor perpajakan masih

(2)

belum optimal. Mengingat akan pentingnya penerimaan pajak terhadap pembangunan negara maka perlu adanya upaya dari pemerintah guna meningkatkan penerimaan dari sektor perpajakan.

Maka dari itu, berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK, SOSIALISASI PAJAK, SANKSI PAJAK DAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI E-SAMSAT TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR “

SELANJUTNYA, IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan pengamatan yang didapatkan ditemukan beberapa factor masalah yaitu :

1. Masih banyak wajib pajak yang belum patuh untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak khususnya pajak kendaraan bemotor.

2. Waijb pajak tidak memenuhi kewajibannya karena perlunya pemeriksaan pajak secara menyeluruh serta kurangnya sosialisasi perpajakan, kurang tegasnya sanki yang diberikan dan kurangnya pengetahuan tentang teknologi infomasi e-samsat.

3. Target penerimaan pajak yang tidak terpenuhi akibat kurangnya kepatuhan wajib pajak.

SELANJUTNYA, RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1.

Bagaimana pemeriksaan pajak pada Kantor Samsat.

2. Bagaimana sosilaisasi perpajak pada Kantor Samsat.

3. Bagaimana sanksi pajak pada Kantor Samsat.

4. Bagaimana penerapan teknologi informasi E-Samsat pada Kantor Samsat.

5. Bagaimana kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat.

6. Seberapa besar pengaruh pemeriksaan pajak pada kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor.

7. Seberapa besar pengaruh sosialisasi perpajakan pada kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor.

8. Seberapa besar pengaruh sanksi pajak pada kepatuhan wajihb pajak kendaraan bermotor.

9. Seberapa besar pengaruh penerapan teknologi informasi E-Samsat pada kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor.

DI BAB 2 INI ADA KAJIAN PUSTAKA TEORI YANG DIAMBIL YAITU

1. PEMERIKSAAN PAJAK MENURUT Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 173 Tahun 1997 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pajak Daerah

2. SOSIALISASI PAJAK MENURUT Soemarso (2016:86) 3. SANKSI PAJAK MENURUT Mardiasmo (2018:57)

4. PENERAPAN TEKNOLOGI E SAMSAT MENURUT BAPENDA

5. DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR MENURUT Mardiasmo (2018:28)

SELANJUTNYA, KERANGKA PEMIKIRAN

(3)

SELANJUTNYA, MODEL PENELITIAN

Model penelitian adalah suatu rencana atau struktur yang digunakan oleh peneliti untuk merencanakan dan melaksanakan penelitian. Hal tersebut sesuai dengan judul skripsi yang peneliti kemukakan yaitu

“Pengaruh Pemeriksaan Pajak, Sosialisasi Pajak, Sanksi Pajak, Penerapan Teknologi Informasi e- Samsat terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor”.

SELANJUTNYA, HIPOTESIS

Berdasarkan identifikasi permasalahan yang telah diuraikan, maka penelitian ini mengajukan hipotesis sebagai berikut: (Sugiyono., 2017)

H1 : Terdapat pengaruh positif pemeriksaan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor pada Kantor SAMSAT

H2 : Terdapat pengaruh positif sosialisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor pada Kantor SAMSAT

H3 : Terdapat pengaruh positif sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor pada Kantor SAMSAT

H4 : Terdapat Pengaruh Positif Penerapan Teknologi Informasi E-SAMSAT Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

SELANJUTNYA DI BAB 3 ADA METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif untuk membahas rumusan masalah. Faktanya, penelitian ini akan menguji hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas untuk memberikan gambaran yang terorganisir dan akurat.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan verifikatif yang bertujuan untuk menguji apakah pemeriksaan pajak, sosialisasi pajak, sanksi pajak dan penerapan teknologi informasi e-Samsat berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak wajib pajak kendaraan bermotor secara parsial.

SELANJUTNYA ADA OPERASIONAL VARIABEL SELANJUTNYA, POPULASI DAN SAMPEL

Dalam penelitian ini populasi penelitiannya adalah subjek yang berhubungan dengan Pemeriksaan Pajak, Sosialisasi Pajak, Sanski Pajak dan Penerapan Teknologi Informasi e-Samsat terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. Berdasarkan penelitian ini, populasi penelitiannya adalah Kantor Samsat Kota Cimahi, Kota Bandung, Kab.Bandung Barat. Pengamatan pada penelitian ini adalah pegawai Kantor Samsat.

Peneliti menggunakan teknik sampling jenuh ini dikarenakan populasi yang digunakan pada penelitian ini relatif kecil. Maka peneliti mengambil 100% jumlah populasi yang ada pada Kantor Samsat Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat yaitu sebanyak 35 orang responden. Dengan demikian penggunaan seluruh populasi tanpa harus menarik sampel penelitian sebagai unit observasi disebut sebagai teknik sensus.

(4)

SELANJUTNYA, TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Penelitian Lapangan (Field Research) yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung ke lapangan untuk memperoleh data menyangkut permasalahan yang menjadi objek penelitian dengan melakukan teknik-teknik sebagai berikut seperti wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuisioner

Adapun Studi Kepustakaan (Library Research) adalah studi kepustakaan dapat diartikan sebagai sesuatu langkah untuk memperoleh informasi dari penelitian terdahulu yang harus dikerjakan, tanpa memperdulikan apakah sebuah penelitian menggunakan data primer atau data sekunder seperti analisis komparasi dan historis

SELANJUTNYA, METODE ANALISIS DATA

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan fenomena atau variabel tertentu secara sistematis dan terinci, dengan mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif. Dalam metode ini, peneliti fokus pada pengukuran dan analisis numerik untuk menggambarkan karakteristik atau hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai faktafakta, sifat-sifat serta hubungan mengenai indikator-indikator dalam variabel yang ada pada penelitian

SELANJUTNYA UJI INSTRUMEN

Instrumen yang digunakan dalam penelitian perlu diuji validitas dan reliabilitas. Pengujian ini dilakukan agar pada saat penyebaran kuesioner instrumen-instrumen penelitian tersebut sudah valid dan reliabel, yang artinya alat ukur untuk mendapatkan data sudah dapat digunakan.seperti uji validitas dan reabilitas SELANJUTNYA, Transformasi Data Ordinal Menjadi Data Interval

Data yang dihasilkan kuesioner penelitian memiliki skala pengukuran ordinal. Untuk memenuhi persyaratan data dan untuk keperluan analisis regresi yang mengharuskan skala pengukuran data minimal skala interval, maka data yang berskala ordinal tersebut harus ditransformasikan terlebih dahulu ke dalam skala interval dengan menggunakan Method of Successive Interval (MSI).

SELANJUTNYA ANALISIS VERIFIKATIF

Analisis Ini menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda ,Menurut Sugiyono (2017:275) analisis regresi linier berganda digunakan oleh peneliti apabila peneliti meramalkan bagaimana naik turunnya keadaan variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai factor prediktor dinaik turunkan nilainya (dimanipulasi). Analisis regresi berganda akan dilakukan apabila jumlah dari variabel independennya minimal 2. Analisis regresi linier berganda dapat dirumuskan sebagai berikut : Analisis kolerasi , Sugiyono (2017:216) menyatakan bahwa analisis korelasi parsial ini digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara korelasi kedua variabel dimana variabel lainnya yang dianggap berpengaruh dikendalikan atau dibuat tetap (sebagai variabel kontrol). Karena variabel yang diteliti adalah data interval maka teknik statistic yang digunakan adalah Pearson Correlation Product Moment.

Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan besar atau kecil, maka dapat disimpulkan pada ketentuan-ketentuan untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi diantaranya yang dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :

(5)

Uji Hipotesis ,Hipotesis adalah pernyataan yang menggambarkan hubungan antara dua variabel yang berkaitan dengan suatu kasus tertentu dan merupakan asumsi tentatif yang harus diuji benar atau salahnya mengenai klaim penelitian dan berguna bagi proses penelitian agar efektif dan efisien.

Jika hipotesisnya khusus tentang suatu populasi, biasanya nilai-nilai parameter populasi, maka hipotesis tersebut disebut hipotesis statistik.

Uji Statistik t Pengujian yang dilakukan adalah uji signifikansi nonparametrik (uji statistik t) untuk mengetahui peranan variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Peranan variabel independen terhadap variabel dependen diuji dengan uji-t 1 (satu) dengan taraf kepercayaan 95%. Adapun langkah dalam melakukan uji statistik t adalah sebagai berikut:

Menentukan modal keputusan dengan menggunakan uji statistik t, dengan melihat asumsi sebagai berikut, dan Membandingkan thitung dengan ttabel

Analisis Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X (Pemeriksaan Pajak, Sosialisasi Pajak, Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor dan Penerapan Teknologi Informasi e-Samsat) terhadap variabel Y (Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor). Koefisien Determinasi (KD) merupakan kuadrat dari koefisien korelasi sebagai ukuran untuk mengetahui kemmapuan dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian. Nilai KD yang kecil berarti kemampuan variabelvariabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas. Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel independen yaitu Pemeriksaan Pajak, Sosialisasi Pajak, Sanksi Pajak dan Penerapan Teknologi Informasi e-Samsat terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor dinyatakan dalam persentase.

Akhir kata saya ucapkan mohon maaf apabila ada kesalah baik sengaja ataupun tidak, baik lisan atau tulisan,, terimakasih atas perhatian dan waktunya,

Wasalamualaikum wr.wb

Referensi

Dokumen terkait

WAJIB PAJAK, PENGETAHUAN PAJAK, SANKSI PERPAJAKAN DAN AKUNTABILITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR & BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR DI

Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Sanksi Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi Empiris pada

Untuk mengetahui pengaruh sanksi pajak terhadap kemauan membayar pajak dimoderasi oleh sosialisasi perpajakan wajib pajak orang pribadi kendaraan bermotor di

Penelitian berjudul “PENGARUH SOSIALISASI PAJAK, KUALITAS PELAYANAN DAN KONDISI KEUANGAN TERHADAP KEPATUHAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DENGAN SANKSI PAJAK SEBAGAI

1) Tarif pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Samsat Karanganyar. 2) Kesadaran wajib pajak berpengaruh signifikan

Saran Berdasarkan hasil penelitian tentang sosialisasi pajak, pengetahuan pajak, kualitas pelayanan, sanksi pajak, dan kewajiban moral terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan

i PENGARUH SANKSI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN PELAKSANAAN SISTEM SAMSAT DRIVE THRU TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR Studi Kasus Pada Kantor SAMSAT Cabang

iii PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, SANKSI PAJAK DAN AKUNTABILITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR STUDI EMPERIS PADA KANTOR SAMSAT SURABAYA