PENGARUH PENDAPATAN DAN PENGGUNAAN ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI TERHADAP TINGKAT
KONSUMSI
(Studi Kasus: Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya)
JURNAL ILMIAH
Disusun oleh :
Zerlinda Nur Ulima 135020100111041
JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2017
LEMBAR PENGESAHAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL
Artikel Jurnal dengan judul :
PENGARUH PENDAPATAN DAN PENGGUNAAN ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI TERHADAP TINGKAT KONSUMSI.
(Studi Kasus: Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya)
Yang disusun oleh :
Nama : Zerlinda Nur Ulima
NIM : 135020100111041
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Jurusan : S1 Ilmu Ekonomi
Bahwa artikel Jurnal tersebut dibuat sebagai persyaratan ujian skripsi yang dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 23 Januari 2017.
Malang, 23 Januari 2017 Dosen Pembimbing,
Prof. Dr. M. Pudjihardjo, SE., MS
NIP. 19520415 197412 1 001
Pengaruh Pendapatan dan Penggunaan Alat Pembayaran Non Tunai Terhadap Tingkat Konsumsi. Studi Kasus:Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Zerlinda Nur Ulima, M. Pudjihardjo Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Email: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pendapatan dan penggunaan alat pembayaran non tunai terhadap tingkat konsumsi mahasiswa dengan menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang dengan metode survei. Penelitian ini menggunakan responden sebanyak 50 orang mahasiswa dari semua jurusan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya yang menggunakan Mobile Banking, Internet Banking dan Kartu ATM Debit serta tnggal dirumah kost. Penellitian ini menggunakan software SPSS 18 sebagai alat penguji data penelitian. Hasil analisis untuk model ini menunjukkan bahwa pendapatan, penggunaan Mobile Banking, Internet Banking dan Kartu ATM Debit berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi.
Kata kunci: Tingkat Konsumsi, pendapatan, Mobile banking, Internet Banking, Kartu ATM Debit.
A. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi saat ini telah menyentuh berbagai bidang kehidupan manusia seperti bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial. Bidang ekonomi, sebagai salah satu bidang kehidupan manusia yang tersentuh perkembangan teknologi, berjalan semakin cepat dan tanpa batas. Jarak antar negara saat ini bukan lagi hambatan untuk melakukan perdagangan lintas negara. Kemudahan tersebut didukung dengan semakin modernnya sistem pembayaran yang menopang berbagai transaksi keuangan diseluruh dunia. Perkembangan sistem pembayaran ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi dan perkembangan di dunia perbankan yang semakin pesat.
Menurut Bank Indonesia, sistem pembayaran adalah sistem yang terkait pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain melalui media sederhana maupun media dengan sistem yang kompleks. Sistem pembayaran yang ada di Indonesia saat ini tentunya sudah sangat modern jika dibandingkan pada awal mula adanya transaksi yang dilakukan manusia. Dalam perkembangannya, uang dikenal sebagai alat transaksi pembayaran yang sampai saat ini masih digunakan. Semakin berkembangnya teknologi, alat pembayaran pun semakin berkembang. Saat ini, alat pembayaran non tunai berbasis kertas, kartu dan elektronik semakin banyak digunakan.
Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas sistem pembayaran di Indonesia telah melakukan berbagai sosialisasi terkait penggunaan alat pembayaran non tunai di Indonesia mulai dari iklan di media cetak dan media elektronik hingga edukasi di universitas seperti penerapan Less Cash Society di Universitas Indonesia. Penerapan alat pembayaran non tunai tersebut bermaksud membiasakan masyarakat menggunakan alat pembyaran non tunai yang memiliki berbagai kelebihan jika dibandingkan dengan uang tunai.
Kelebihan alat pembayaran non tunai diantaranya adalah transaksi keuangan secara non tunai memiliki banyak manfaat seperti transaksi lebih aman, tercatat dengan jelas, efisien, mengurangi peredaran uang palsu hingga menekan pencucian uang. Semakin gencarnya Bank Indonesia mengkampanyekan alat pembayaran non tunai tentunya diikuti perbaikan dibidang fasilitas dari penggunaan alat pembayaran non tunai itu sendiri.
Salah satu golongan yang menggunakan jasa perbankan dan alat pembayaran non tunai adalah mahasiswa. Hal ini merupakan salah satu alasan Bank Indonesia melakukan edukasi dan sosialisasi serta menerapkan kawasan less cash society di beberapa universitas di Indonesia. Jumah mahasiswa di Indonesia sangat besar, yaitu 4.904.707 mahasiswa (ristekdikti.go.id, 2016). Jumlah tersebut tentunya merupakan jumlah yang potensial, Karena sebagai generasi digital, mahasiswa data dengan mudah diedukasi untuk menggunakan alat pembayaran non tunai.
Dalam pemanfaatannya, mayoritas mahasiswa menggunakan jasa perbankan untuk menerima kiriman uang dari orang tua dan menggunakan alat pembayaran non tunai sebagai alat untuk bertransaksi sehari-hari. Pemanfaatan alat pembayaran non tunai dikalangan mahasiswa memiliki banyak sekali manfaat bagi mahasiswa itu sendiri. Membawa uang fisik dengan jumlah uang yang besar akan menimbulkan resiko keamanan bagi mahasiswa. Selain itu, dengan menggunakan alat pembayaran non tunai seperti kartu ATM Debit, E-Money, Internet Banking dan Mobile Banking akan sangat memudahkan mahasiswa dalam bertransaksi.
Penggunaan alat pembayaran non tunai selain membawa berbagai macam manfaat dan kemudahan juga dapat menyebabkan seseorang yang menggunakan alat pembayaran non tunai sulit untuk mengontrol pengeluaran konsumsinya. Dalam pemanfaatan untuk melakukan transaksi atas aktivitas konsumsi, seorang pengguna alat pembayaran non tunai akan sulit mengatur pengeluarannya Karena uang yang dimiliki tidak berbentuk fisik, namun berbentuk elektronik.
Penggunaan alat pembayaran non tunai pada transaksi konsumsi menyebabkan seorang individu berkonsumsi lebih banyak jika dibandingkan individu tersebut bertransaksi menggunakan uang tunai. Hal tersebut tentunya dapat menciptakan masyarakat yang konsumtif dan tidak produktif. Menurut Setianto (2016), perilaku konsumtif adalah membeli sesuatu yang nilainya pasti turun dengan tujuan menjadikan dirinya terlihat lebih kaya dan gaya. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Hal tersebut menjadikan Indonesia menjadi salah satu target penjualan barang konsumsi terbesar di dunia (Setianto,2016).
Mahasiswa sebagai generasi muda yang lebih sadar teknologi akan mudah beradaptasi dengan penggunaan alat pembayaran non tunai yang kini telah menyajikan bebagai kemudahan. Hal ini memungkinkan tingginya volume penggunaan alat pembayaran non tunai dalam transaksi sehari-hari oleh mahasiswa. Fenomena tersebut menarik untuk meneliti dengan menambahkan faktor pendapatan dan penggunaan alat pembayaran non tunai serta melihat pengaruhnya pada tingkat konsumsi mahasiswa itu sendiri.
Penelitian ini akan dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya telah menerapkan Less Cash Society sejak tahun 2014 dan aplikasikan dengan adanya sistem pembayaran menggunakan alat pembayaran non tunai di kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya yang bekerjasama dengan Bank BRI. Selain itu, pada kartu mahasiswa Universitas Brawijaya juga terdapat Brizzi, yang memungkinkan mahasiswa bertransaksi menggunakan kartu mahasiswa yang terhubung pada rekening bank mereka.
Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti akan meneliti pengaruh pendapatan dan penggunaan alat pembayaran non tunai di kalangan mahasiswa pada tingkat konsumsi mereka dengan judul penelitian “Pengaruh Pendapatan dan Pengaruh Penggunaan Alat Pembayaran Non Tunai pada Tingkat Konsumsi Mahasiswa. Studi Kasus Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya”.
B. KAJIAN PUSTAKA Teori Konsumsi Keynes
Menurut Mankiw (2006), teori konsumsi Keynes dikenal dengan Hipotesis Pendapatan Absolut (Absolute Income Hypothesis) yang menyatakan bahwa tingkat konsumsi individu secara absolut ditentukan tingkat pendapatannya.
Faktor lain yang mempengaruhi tingkat konsumsi selain tingkat pendapatan dianggap tidak berpengaruh secara signifikan. Dalam teori ini, terdapat tiga point penting diantaranya:
a. Berdasarkan hukum psikologis fundamental, tingkat konsumsi akan bertambah seiring dengan bertambahnya tingkat pendapatan. Namun bertambahnya tingkat konsumsi tidak akan sebesar penambahan tingkat pendapatan.
Oleh karena itu terdapat batasan dari Keynes dengan kecenderungan mengkonsumsi marginal yang dirumuskan sebagai berikut:
𝑀𝑃𝐶 (𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑝𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑦 𝑡𝑜 𝐶𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑒) = ∆𝐶
∆𝑌 (1)
Besarnya nilai MPC adalah antara nol sampai dengan satu dengan perubahan konsumsi selalu diatas 50% dari besarnya perubahan pendapatan. Artinya, perubahan konsumsi di atas 50% tetapi tidak mencapai 100% (0,5 >
MPC < 1).
b. Terdapat rata-rata kecenderungan konsumsi yang dirumuskan dengan 𝐴𝑃𝐶 (𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑃𝑟𝑜𝑝𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑦 𝑡𝑜 𝐶𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑒) = 𝐶
𝑌 (2)
APC sendiri menjelaskan bahwa konsumsi akan turun saat pendapatan meningkat dengan alasan peningkatan pendapatan selalu besar dari tingkat konsumsi. Peningkatan konsumsi yang lebih kecil dari peningkatan pendapatan akan berdampak pada peningkatan jumlah tabungan. Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan pendapatan akan berdampak pada peningkatan rata-rata kecenderungan menabung.
c. Pendapatan merupakan faktor utama dari konsumsi dimana faktor lain tidak berdampak signifikan.
Presepsi, Preferensi dan Perilaku Konsumen
Preferensi dan presepsi seseorang akan menentukan prilaku seseorang dalam melakukan aktivitas konsumsi barang dan jasa sehari-hari. Menurut Hartoyo et al (2006), preferensi merupakan sebuah pilihan mengenai apa yang disuka dan tidak disuka seorang individu terhadap barang dan jasa yang ia konsumsi. Preferensi konsumen sendiri dapat diketahui melalui tingkat kegunaan dan nilai relatif dari atribut suatu barang dan jasa. Menurut Kotler (2002) dalam Hartoyo et al (2006), atribut merupakan ciri mutu, model produk, pilihan gaya, penampilan, pengemasan, merek serta jenis dari suatu produk. Penilaian seseorang terhadap suatu barang dan jasa menggambarkan sikapnya pada barang dan jasa tersebut serta menggambarkan perilakunya (perilaku konsumen) dalam mengkonsumsinya. Sedangkan presepsi merupakan sebuah respon spontan dan instingtif seseorang terhadap sebuah pernyataan tentang sesuatu (Hartoyo et al, 2006).
Berdasarkan presepsi dan preferensinya, seorang individu dapat menentukan perilakunya sebagai seorang konsumen. menurut Engel et al (1994) dalam Hartoyo et al (2006), perilaku konsumen merupakan tindakan yang terlibat langsung dalam hal mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan barang atau jasa serta proses pengambilan keputusan dalam mengkonsumsi. Engel et al (1994) dalam Hartoyo et al (2006) menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen diantaranya:
a. Faktor Lingkungan
Perilaku konsumen dalam sebuah lingkungan dipengaruhi faktor-faktor lingkungan seperti budaya, kelas sosial dan pengaruh pribadi.
b. Perbedaan Individu.
Perbedaan individu mempengaruhi perilaku konsumen melalui faktor-faktor sumberdaya konsumen, motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, kepribadian, gaya hidup, demografi dan sikap.
Menurut Arsyad (2008), teori perilaku konsumen merupakan teori yang menjelaskan dan meramalkan barang dan jasa apa yang akan dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu dan tingkat pendapatan tertentu. Gilarso (2003) menyatakan bahwa terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis perilaku konsumen yaitu pendekatan utilitasdanteori indiferens. Sebelumnya, Gilarso (2003) juga memaparkan bahwa dalam menganalisis perilaku konsumen terdapat beberapa asumsi yaitu:
a. Konsumen mengetahui apa yang dibutuhkan.
b. Konsumen mampu mengatur dan membuat skala prioritas dari seluruh kebutuhannya.
c. Konsumen akan berkonsumsi dengan maksimal dan optimal.
d. Terdapat barang substitusi yang dapat menggantikan satu barang dengan barang lainnya.
Dari asumsi diatas maka dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan konsumsi, seorang individu akan bertindak dengan rasional walaupun pada kenyataannya tidak semua individu bertindak rasional saat melakukan konsumsi.
Bertindak rasional dapat diartikan sebagai seorang individu mampu mempertimbangkan dan memutuskan barang mana yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhannya dengan anggaran yang terbatas.
Perilaku konsumen ini dapat dilihat melalui pendekatan utilitas yang berfokus pada kepuasan individu dalam berkonsumsi dan pendekatan indiferens yang mengurutkan kesukaan konsummen kemudian digambarkan dengan kurva indiferens.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Alat Pembayaran Non Tunai
Simarmata (2015) menyebutkan bahwa teori Technology Acceptance Model (TAM) dikenalkan pertama kali oleh Davis pada tahun 1986 melalui disertasinnya. Teori Technology Acceptance Model (TAM) merupakan sebuah pengembangan dari teori Tindakan Berasalan (Theory of Reasoned Action) yang dikemukakan Ajzen dan Fishbein pada tahun 1975 (Devi dan Suartana, 2014).
TAM (Technology Accetance Model) merupakan teori yang menjelaskan minat berperilaku menggunakan teknologi. TAM (Technology Acceptance Model) dikembangkan untuk menjelaskan perilaku penggunaan dan penerimaan sistem teknologi informasi. Model TAM (Technology Acceptance Model) merupakan salah satu model yang paling banyak digunakan dalam penelitian teknologi informasi karena model penelitian ini sederhana dan mudah penerapannya.
TAM (Technoogy Acceptance Model) sebenarnya berbasis pada TRA (Theory of Reasoned Action) yang dikembangkan oleh Ajzen dan Fishbein pada 1975 (Devi dan Suartana, 2014). TAM (Technology Acceptance Model) lebih baik dalam menjelaskan keinginan untuk menerika teknologi dibandingkan dengan TRA (Theory of Reasoned Action). Teori Technology Acceptance Model (TAM) dapat menjelaskan tentang perilaku individu terhadap penerapan teknologi. Teori ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor penting dari perilaku pengguna teknologi informasi terhadap penerimaa teknologi. TAM (Technology Acceptance Model) menjelaskan dan memprediksi penerimaan pengguna terhadap suatu sistem teknologi informasi berdasarkan pengaruh dua faktor, yaitu persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan pengguna (perceived ease of use).
Sistem Pembayaran
Menurut Bank Indonesia, sistem pembayaran adalah sistem yang berhubungan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lainnya. Pemindahan sejumlah nilai uang tersebut dapat melalui berbagai media yang sangat beragam mulai dari alat pembayaran sederhana hingga alat pembayaran kompleks yang melibatkan berbagai pihak. Lembaga yang memiliki kewenangan mengatur dan menjaga sistem pembayaran di Indonesia adalah Bank Indonesia.
Sistem Pembayaran Non Tunai
Sri Hartoyo et al (2006) menyatakan terdapat tiga instrument pembayaran non tunai yaitu:
a. Instrumen Pembayaran Non Tunai Berbasis Warkat
Instrumen jenis ini berbentuk cek, bilyet giro, nota debet serta nota kredit. Instrumen berbasis warkat ini telah lama digunakan dalam aktivitas perbankan.
b. Instrumen Pembayaran Non Tunai Berbasis Kartu
Instrumen jenis ini dapat bersifat kredit seperti kartu kredit dan private label cards, bersifat debit seperti kartu debit dan kartu ATM serta smart card atau chip card yang berupa sebuah kartu yang disematkan chip elektronik.
c. Instrumen Pembayaran Non Tunai Berbasis Elektronik
Instrumen jenis ini dapat melakukan transaksi keuangan melalui perangkat elektronik seperti computer dan smartphone. Bentuk dari instrument ini diantaranya Internet Banking dan Mobile Banking.
Model Penelitian
Gambar 1: Kerangka Pikir
Sumber: Ilustrasi penulis
C. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian
Tulisan ini memuat jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Hamdi dan Bahruddin (2014), dalam penelitian kuantitatif fenomena objektif dikaji secara kuantitatif, yaitu, dengan menggunakan data berupa angka, pengolahan statistic, struktur dan percobaan terkontrol. Menurut Sanstoso (2016), dalam sebuah penelitian kuantitatif, statistik parametrik dan nonparametrik memiliki peran penting. Instrumen dalam penelitian kuantitatif dapat berupa kuisioner melalui survei dan data sekunder melalui dokumentasi.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang pada tahun ajaran semester ganjil 2016/2017.
Populasi dan Penentuan Sampel
Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang yang aktif pada semester ganjil 2016/2017. Mengingat jumlah populasi yang cukup banyak, maka dilakukan sampling.
Dalam penelitian ini, sampel penelitian diambil dengan metode pengambilan sampel nonprobability sampling dengan metode acidental sampling. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Roscoe. Menurut rumus Roscoe (Sekaran, 2006 dalam Ika, 2015), jumlah sampel sepuluh kali dari jumlah variabel yang diteliti. Sehingga dalam penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan adalah sepuluh dikalikan dengan lima variabel sehingga jumlah sampel dari penelitian ini adalah lima puluh sampel.
Data dan Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan sumber data suatu penelitian yang didapat langsung dari sumber aslinya. Data primer dapat berbentuk data subyek seperti opini, hasil observasi terhadap sesuatu maupun hasil pengujian (Santoso, 2016).Data primer berkaitan dengan variable independen, yang mencakup penggunaan alat pembayaran non tunai oleh mahasiswa.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan survei menggunakan alat kuisioner dan kepustakaan dengan cara mempelajari dan membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan permasalahan yang menjadi obyek penelitian serta melakukan survei dengan kuisioner untuk mendapatkan data mengenai variable kepercayaan dan kualitas informasi.Data primer yang didapat akan diolah menggunakan skala likert 5 point (5-point likert scale) agar dapat diukur dengan metode kuantitatif.
Metode Analisa Data
Penelitian ini menggunakan analisis liniear berganda dengan alat bantu yang digunakan untuk mecari keterikatan diantara variabel adalah SPSS 18. Analisis regresi digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, dan untuk menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.Adapun bentuk persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
𝑌 = 𝑎 + 𝑏1𝑥1 + 𝑏2𝑥2 + 𝑏3𝑥3 + 𝑏4𝑥4 + 𝑒 (3)
Dimana
a = konstanta
b1-b4 = koefisiensi regresi
Y = Tingkat Konsumsi Mahasiswa Universitas Brawijayaa X1 = Pendapatan
X2 = Penggunaan Internet Banking X3 = Penggunaan Mobile Banking X4 = Penggunaan kartu ATM debit e = eror
D. Hasil dan Pembahasan Perkembangan Alat Pembayaran di Indonesia
Perkembangan alat pembayaran dari hari ke hari kian berkembang pesat. Kemajuan teknologi yang cepat, menciptakan alat pembayaran modern yang lebih efektif dan efisien dibandingkan uang tunai. Jika dahulu transaksi pembayaran hanya dapat dilakukan dengan barter ataupun menggunakan uang tunai, saat ini, pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai macam media non tunai seperti melalui media kartu maupun media elektronik. Alat pembayaran non tunai pada dasarnya mempermudah transaksi sehari-hari. Dengan menggunakkan alat pembayaran non tunai, transaksi menjadi lebih cepat, mudah, aman dan tercatat. Perkembangan alat pembayaran sendiri tidak terlepas dari pertumbuhan teknologi informasi yang semakin cepat. Faktor inovasi dan perkembangan terknologi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan dunia keuangan.
Gambaran Umum Responden
Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa jumlah responden terbanyak adalah perempuan yang berjumlah 54% dari jumlah responden. Responden paling banyak berasal dari usia 20-22tahun yang berjumlah 50% dari jumlah responden.responden paling banyak berasal dari semester 7 yang berjumlah 36% dari responden. Sebanyak 50%
responden memiliki IPK 3,00 samapai 3,50. Responden paling banyak berasal dari jurusan Ilmu Ekonomi dengan jumlah 40% dari jumlah responden. Sebanyak 48% responden telah menggunakan alat pembayaran non tunai dalam jangka waktu 1-3tahun. Dari sisi pendapatan, 44% responden memiliki pendapatan Rp 1.000.000,00 sampai Rp 2.000.000,00. Sedangkan dari sisi pengeluaran, 42% responden memiliki pengeluaran Rp 1.000.000,00 sampai Rp 2.000.000,00.
Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas instrument, uji reabilitas instrumen, koefisien determinasi (R2), uji simultan/ uji F, uji parsial/ uji T dan uji asumsi klasik yang mencakup uji autokorelasi, uji
multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji normalitas. Dalam penelitian ini, instrument telah memenuhi uji validitas dan uji realibilitas.
Koefisien Determinasi (R2)
Pada uji R-Square, apabila nilai R2 semakin besar maka semakin besar pula kemampuan model dalam menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, nilai R-Square menunjukkan angka 0.864 atau 86,4 %. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel dependen (tingkat konsumsi) dijelaskan oleh variabel independen (pendapatan, penggunaan Mobile Banking, Internet Banking, Kartu ATM Debit) sebesar 86,4 %, dan sebesar 13,6% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model.
Uji Simultan/ Uji F
Nilai f-statistik dalam penelitian ini sebesar 71,656. Sedangkan F tabel untuk penelitian ini dimana k adalah 4 dan n adalah 50 (k, n-k) didapatkan nilai F tabel sebesar 2,57. Dalam hal ini, F hitung > F tabel atau 71,656 lebih besar dari 2,57. Berdasarkan hasil output tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Pendapatan (X1), Penggunaan Mobile Banking (X2), Penggunaan Internet Banking (X3), Penggunaan Kartu ATM Debit (X4) secara simultan berpengaruh terhadap Tingkat Konsumsi (Y).
Uji Parsial/ Uji T
Tabel 1: Hasil Output Uji T
Sumber: Data primer yang diolah menggunakan SPSS
Berdasarkan tabel 1, nilai koefisien regresi variabel Pendapatan (X1) adalah 0,232 yang menunjukan bahwa Pendapatan (X1) berpengaruh positif terhadap Tingkat konsumsi (Y). Nilai koefisien regresi dari variabel Penggunaan Mobile Banking adalah 0,215 yang menunjukkan bahwa Penggunaan Mobile Banking (X2) berpengaruh secara positif pada Tingkat Konsumsi (Y). Nilai koefisien regresi dari variabel Penggunaan Internet Banking adalah 0,246 yang menunjukkan bahwa Penggunaan Internet Banking (X3) berpengaruh secara positif pada Tingkat Konsumsi (Y).
Sedangkan Nilai koefisien regresi dari variabel Penggunaan Kartu ATM Debit adalah 0,201 yang menunjukkan bahwa Penggunaan Kartu ATM Debit (X4) berpengaruh secara positif pada Tingkat Konsumsi (Y).
Dalam Uji Parsial/ Uji T, jika nilai t hitung lebih besar dari t tabel, maka variabel independen berpengaruh secara parsial terhadap variabel depeden dan sebaliknya. Jika nilai signifikan kurang dari 0,050, maka variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen dan sebaliknya. Dalam penelitian ini, seluruh nilai t hitung lebih besar dari t tabel yang bernilai 2,01410 dan seluruh nilai sig dari penelitian ini kurang dari 0,050. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti seluruh variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen.
Pembahasan
Variabel pendapatan dalam penelitian menyatakan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi pendapatan mahasiswa maka kecenderungan
mahasiswa untuk meningkatkan konsumsinya akan semakin tinggi pula. Setiap kenaikan pendapatan sebesar Rp 1000,00 maka tingkat konsumsinya akan naik sebesar Rp 232,00.
Hal tersebut sesuai dengan teori konsumsi Keynes yang dikenal dengan Hipotesis Pendapatan Absolut (Absolute Income Hypothesis). Teori tersebut menyatakan bahwa tingkat konsumsi individu ditentukan oleh pendapatannya.
Berdasarkan hukum psikologis fundamental, tingkat konsumsi dalam teori ini akan bertambah seiring dengan bertambahnya tingkat pendapatan. Namun bertambahnya tingkat konsumsi tidak akan sebesar penambahan tingkat pendapatan.
Variabel penggunaan Mobile Banking (X2) dalam penelitian menyatakan bahwa penggunaan Mobile Banking berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi. Nilai penggunaan Mobile Banking adalah 4,048 yang berarti responden setuju bahwa penggunaan Mobile Banking mempengaruhi tingkat konsumsi mereka. Semakin tinggi tingkat presepsi terhadap penggunaan Mobile Banking maka tingkat konsumsinya akan meningkat sebesar Rp 215,00.
Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi penggunaan Mobile Banking oleh mahasiswa maka kecenderungan mahasiswa untuk meningkatkan tingkat konsumsinya akan semakin tinggi pula.
Merujuk pada hasil kuisioner, Mobile Banking merupakan alat pembayaran non tunai yang paling sering digunakan oleh mahasiswa. Berdasarkan teori TAM (Technology Accetance Model), yang menjelaskan minat berperilaku menggunakan teknologi, Mobile Banking memenuhi presepsi kemanfaatan yang menjelaskan tentang sejauh mana individu percaya bahwa dengan menggunakan teknologi, kinerja pekerjaannya akan meningkat. Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa individu akan menggunakan suatu teknologi jika teknologi tersebut bermanfaat bagi dirinya.
Variabel penggunaan Internet Banking (X3) dalam penelitian menyatakan bahwa penggunaan Internetg Banking berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi. Nilai penggunaan Internet Banking adalah 4,144 yang berarti responden setuju bahwa penggunaan Internet Banking mempengaruhi tingkat konsumsi mereka. Semakin tinggi tingkat presepsi terhadap penggunaan Internet Banking maka tingkat konsumsinya akan meningkat sebesar Rp 246,00. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi penggunaan Internet Banking oleh mahasiswa maka kecenderungan mahasiswa untuk meningkatkan tingkat konsumsinya akan semakin tinggi pula.
Berdasarkan teori TAM (Technology Accetance Model), yang menjelaskan minat berperilaku menggunakan teknologi, Internet Banking memenuhi presepsi kemanfaatan yang menjelaskan tentang sejauh mana individu percaya bahwa dengan menggunakan teknologi, kinerja pekerjaannya akan meningkat. Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa individu akan menggunakan suatu teknologi jika teknologi tersebut bermanfaat bagi dirinya.
Variabel penggunaan Kartu ATM Debit (X4) dalam penelitian menyatakan bahwa penggunaan Kartu ATM Debit berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi. Nilai penggunaan Kartu ATM Debit adalah 4,316 yang berarti responden setuju bahwa penggunaan Kartu ATM Debit mempengaruhi tingkat konsumsi mereka. Semakin tinggi tingkat presepsi terhadap penggunaan Kartu ATM Debit maka tingkat konsumsinya akan meningkat sebesar Rp 201,00. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi penggunaan Kartu ATM Debit oleh mahasiswa maka kecenderungan mahasiswa untuk meningkatkan tingkat konsumsinya akan semakin tinggi pula.
Berdasarkan teori TAM (Technology Accetance Model), yang menjelaskan minat berperilaku menggunakan teknologi, penggunaan Kartu ATM Debit memenuhi presepsi kemanfaatan yang menjelaskan tentang sejauh mana individu percaya bahwa dengan menggunakan teknologi, kinerja pekerjaannya akan meningkat. Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa individu akan menggunakan suatu teknologi jika teknologi tersebut bermanfaat bagi dirinya.
Kesimpulan
Merujuk pada hasil analisis dan hasil pembahasan penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh pendapatan, penggunaan Mobile Banking, penggunaan Internet Banking, penggunaan Kartu ATM Debit terhadap tingkat konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Mobile Banking merupakan alat pembayaran yang paling sering digunakan mahasiswa dalam bertransaksi non tunai. Hal tersebut dikarenakan penggunaan yang hanya memerlukan sms untuk bertransaksi. Selanjutnya Kartu ATM Debit merupakan alat pembayaran non tunai kedua yang paling banyak digunakan. Hal tersebut dikarenakan dengan menggunakan Kartu ATM Debit, responden dapat melakukan transaksi di merchant- merchant yang telah bekerjasama den gan penerbit kartu dan dengan bertransaksi menggunakan Kartu ATM Debit akan mendapatkan resi sebagai bukti fisik transaksi. Internet Banking merupakan alat pembayaran non tunai yang paling jarang digunakan jika dibandingkan kedua alat pembayaran non tunai diatas. Hal tersebut dikarenakan transaksi menggunakan Internet Banking cukup rumit.
2. Semakin tinggi pendapatan seorang mahasiswa, maka kecenderungan mahasiswa untuk meningkatkan tingkat konsumsinya akan semakin tinggi. Ketika mahasiswa mempunyai pendapatan yang semakin besar, maka akan semakin besar pula konsumsi yang dikeluarkan dan gaya hidup yang meningkat,
3. Semakin tinggi penggunaan Mobile Banking, maka kecenderungN Mahasiswa untuk meningkatkan tingkat konsumsinya akan semakin tinggi. Hal tersebut dikarenakan pemanfaatannya yang mudah, efisien, efektif dan fleksibel. Pemanfaatan alat pembayaran non tunai untuk transaksi sehari-hari menjadikan mahasiswa sulit mengontrol pengeluarannya serta membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Hal tersebut dikarenakan saat bertransaksi menggunakan alat pembayaran non tunai, uang yang mereka belanjakan tidak berbentuk fisik sehingga akan sulit mengontrol jumlah yang telah mereka keluarkan.
4. Semakin tinggi penggunaan Internet Banking, maka kecenderungan mahasiswa untuk meningkatkan tingkat konsumsinya akan semakin tinggi. Hal tersebut dikarenakan pemanfaatannya yang mudah, efisien, efektif dan fleksibel. Pemanfaatan alat pembayaran non tunai untuk transaksi sehari-hari menjadikan mahasiswa sulit mengontrol pengeluarannya serta membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Hal tersebut dikarenakan saat bertransaksi menggunakan alat pembayaran non tunai, uang yang mereka belanjakan tidak berbentuk fisik sehingga akan sulit mengontrol jumlah yang telah mereka keluarkan.
5. Semakin tinggi penggunaan Kartu ATM Debit, maka tingkat konsumsinya akan semakin tinggi. Hal tersebut dikarenakan pemanfaatannya yang mudah, efisien, efektif dan fleksibel. Pemanfaatan alat pembayaran non tunai untuk transaksi sehari-hari menjadikan mahasiswa sulit mengontrol pengeluarannya serta membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Hal tersebut dikarenakan saat bertransaksi menggunakan alat pembayaran non tunai, uang yang mereka belanjakan tidak berbentuk fisik sehingga akan sulit mengontrol jumlah yang telah mereka keluarkan.
Saran
Sebagai tindak lanjut atas kesimpulan penelitian diatas , maka penulis mengajukan saran antara lain sebagai berikut:
1. Mahasiswa sebagai pengguna Mobile Banking harus dapat menggunakan Mobile Banking dengan bijak.
Sebaiknya mahasiswa mencatat setiap transaksi yang dilakukan dan rutin melakukan pengecekan saldo rekening agar dapat mengontrol pengeluaran mereka. Selain itu, mahasiswa juga perlu membatasi diri berbelanja online dan berbelanja barang yang tidak mereka perlukan.
2. Mahasiswa sebagai pengguna Internet Banking harus dapat menggunakan Internet Banking dengan bijak.
Sebaiknya mahasiswa mencatat setiap transaksi yang dilakukan dan rutin melakukan pengecekan saldo rekening agar dapat mengontrol pengeluaran mereka. Selain itu, mahasiswa juga perlu membatasi diri berbelanja online dan berbelanja barang yang tidak mereka perlukan.
3. Mahasiswa sebagai pengguna Kartu ATM Debit harus dapat menggunakan Kartu ATM Debit dengan bijak.
Sebaiknya mahasiswa mencatat setiap transaksi yang dilakukan dan rutin melakukan pengecekan saldo rekening agar dapat mengontrol pengeluaran mereka. Selain itu, mahasiswa juga perlu membatasi diri berbelanja online dan berbelanja barang yang tidak mereka perlukan.
4. Pemerintah dan Bank Indonesia perlu melakukan sosialisasi dan edukasi secara menyeluruh agar penerapan dan penggunaan alat pembayaran non tunai tetap pada tujuan awal dan tidak menghasilkan generasi yang konsumtif.
5. Penelitian ini hanya menggunakan sampel dengan mengambil sudut pandang dunia akademisi yaitu mahasiswa Universitas Brawijaya tanpa melihat sudut pandang lainnya seperti perbankan secara umum. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan waktu, tempat dan materi. Menurut peneliti, hal ini belum mewakili keseluruhan pengguna alat pembayaran non tunai secara luas. Karena apabila dilihat dari sudut pandang perbankan, nasabah bank selain mahasiswa, umumnya memiliki jumlah transaksi yang lebih tinggi dibanding mahasiswa. Oleh karena itu, pada peneliti berikutnya sebaiknya lebih memfokuskan penelitian pada sudut pandang secara umum.
E. DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Imamul. 2007. Membuka Cakrawala Ekonomi. Cetakan satu. Bandung: PT Setia Purna Inves.
Arsyad, Lincolin. 2008. Ekonomi Manajerial. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE-UGM
Atmoko, Citro. 2015. Bank Indonesia Gelar Festival “Cinta Non Tunai, Cinta Rupiah”.
http://www.antaranews.com/berita/530289/bi-gelar-festival-cinta-nontunai-cinta-rupiah diakses pada 6 Oktober 2016.
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. 2016. Data Kebutuhan Hidup Minimum/ Layak (Khnm/ Khl) Selama Sebulan (Rupiah) Menurut Provinsi 2005-2015. https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1212.
Diakses tanggal 5 Oktober 2016
Badan Pusat Statistik Kota Malang. 2014. Malang dalam Angka. Malang: Badan Pusat Statistik Kota Malang Badan Pusat Statistik Kota Malang. 2015. Malang dalam Angka. Malang: Badan Pusat Statistik Kota Malang Badan Pusat Statistik Kota Malang. 2016. Malang dalam Angka. Malang: Badan Pusat Statistik Kota Malang
Bank Indonesia. 2002. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.
https://www.google.co.id/search?rlz=1C1AVNE_enID712ID714&q=INTERNET+BANKING+DI+INDO NESIA+Oleh+:+Direktorat+Penelitian+dan+Pengaturan+Perbankan+Bank+Indonesia+Abstraksi&spell=1
&sa=X&ved=0ahUKEwjFoJHGj6vRAhUHQ48KHdWcBloQvwUIGCgA&biw=1366&bih=700 diakses pada 6 Oktober 2016.
Bhilawa, Loggar. 2010. Analisis Penerimaan Mobile Banking (M-Banking) dengan Pengalaman (Experience) Sebagai Variabel Eksternal Dengan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas MaretSurakarta.
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=193498&val=6507&title=Analisis%20Penerimaan%2 0Nasabah%20Terhadap%20Layanan%20Mobile%20Banking%20dengan%20Menggunakan%20Pendekata n%20Technology%20Acceptance%20Model%20%20dan%20Theory%20of%20Reasoned%20Action diakses pada 7 Oktober 2016
Budiardjo, EK. & Arpillovi, Dewi. 2009. Mobile Banking: A Customer Relationship Management (CRM) Channel.
Jurnal Universitas Indonesia. http://repository.upnyk.ac.id/16/1/E-27_Semnasif_2009_- _Mobile_Banking_sebagai_CRM_Channel_[Eko_K._Budiardjo].pdf diakses pada 8 Oktober 2016
Cheung, C.S. 2001. Understanding Adoptions and Continual Usage Behavior Towards Ineternet Banking Service in Hongkong. Thesis. Hongkong: Lingnan University
Danil, Mahyu. 2013. Pengaruh Pendapatan Terhadap Tingkat Konsumsi Pada Pegawai Negeri Sipil di Kantor Bupati Kabupaten Bireuen. Jurnal Ekonometrika Universitas Almuslim Bireuen. Vol. IV No 7 https://www.scribd.com/doc/140412594/Jurnal-PENGARUH-PENDAPATAN-TERHADAP-TINGKAT- KONSUMSI-PADA-PEGAWAI-NEGERI-SIPIL-DI-KANTOR-BUPATI-KABUPATEN-BIREUEN diakses pada 1 Januari 2017.
Deliarnov. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi. Jakarta: Erlangga
Devi, NLNS & Suartana IW. 2014. Analsis Technology Acceptance Model (TAM) Terhadap Penggunaan Sistem Informasi di Nusa Dua Beach Hotel & Spa. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.1 (2014): 167-184.
http://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/7797 diakses pada 10 Oktober 2016 Djuanda, Gustian & Lubis, Irwansyah. 2001.Pelaporan Pajak Penghasilan. Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia
Evannaza, N.M. 2016. Analisis Pengaruh Trust dan Mutu Sistem Terhadap Minat Nasabah untuk Bertransaksi Online dan Dampaknya pada Keputusan Nasabah dalam Bertransasksi Online. http://eprints.undip.ac.id/48335/
diakses pada 7 Oktober 2016.
Fatmasari, Dewi & Wulandari, Sri. 2016. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Dalam Penggunaan APMK. IAIN Syekh Nurjati, Vol 4, (No1). http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/al- mustashfa/article/view/756 diakses pada 6 Oktober 2016
Gerakkan Nasional Non Tunai. 2015. Pengertian Gerakan Nasional Non Tunai.
http://www.gerakannasionalnontunai.com/pengertiangnnt.php diakses pada tanggal 3 Oktober 2016 Gerakan Nasional Non Tunai. 2015. Jenis-Jenis Gerkan Nasional Non Tunai.
http://www.gerakannasionalnontunai.com/jenisgnnt.php diakses pada 3 Oktober 2016
Gerakan Nasional Non Tunai. 2015. Tujuan Gerakan Nasional Non Tunai.
http://www.gerakannasionalnontunai.com/tujuangnnt.php diakses pada tanggal 3 Oktober 2016
Gianie. 2015 Menjadi Masyarakat Non Tunai. http://print.kompas.com/baca/2015/11/25/Menjadi-Masyarakat- Nontunai diakses pada 7 Oktober 2016
Gilarso,T. 2003. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta: Kanisius
Gujarati, Damodar N. & Porter, Dawn C. 2010. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Salemba Empat
Hamdi, Asep Saepul & Bahruddin, E. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi Dalam Pendidikan. Yogyakarta:
CV Budi Utama
Harianti, Asni, Veronica, Sienly, Nur, Setiawan, Santy & Iskandar, Dini. 2012. Statistika II. Yogyakarta: CV Andi Offset
Harinaldi. 2005. Prinsip-Prinsip Statistika untuk Teknik dan Sains. Jakarta: Erlangga
Hartoyo, S. Azam, NA. Oktaviani, R. Sumedi, Anggreini, T. Muyati, H. Hidayat, SP., Rukmitasari, D. Sigalingging, H. Bimantoro, S. 2006. Presepsi, Preferensi dan Perilaku Masyarakar dan Lembaga Penyedia Jasa Terhadap Sistem Pembayaran Non Tunai. Kerjasama Bank Indonesia dan Institute Pertanian Bogor. Bank Indonesia.
http://www.bi.go.id/id/publikasi/sistem-
pembayaran/riset/Documents/fa20823cd42a4737945ca423701dbdd4SurveyLCS.pdf diakses pada 7 Oktober 2016
Ika, AA. 2015. Pengaruh Pendapatan, Manfaat, Kemudahan Penggunaan, Daya Tarik Promosi, dan Kepercayaan Terhadap Minat Menggunakan E-Money. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Jati, W. R. 2015. Less Cash Society: Menakar Mode Konsumerisme Baru Kelas Menengah Indonesia. Jurnal Pusat Penelitian Politik – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( P2P LIPI) Vol 14, (No2).
http://journals.itb.ac.id/index.php/sostek/article/view/1512 diakses pada 4 Oktober 2016
Kementerian Riset, Tekonologi dan Pendidikan Tinggi. Grafik Jumlah Mahasiswa Aktif Berdasarkan Jenis Kelamin.
http://forlap.ristekdikti.go.id/mahasiswa/homegraphjk diakses pada 8 Oktober 2016
Kurniawan, David, Semuel, Hatane, Japaranto, Edwin. 2013. Analisis Penerimaan Nasabah Terhadap Layanan Mobile Banking Dengan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model dan Theory of Reasoned Action.
Jurnal Universtas Kristen Petra Vol 1, (No.1).
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=193498&val=6507&title=Analisis%20Penerimaan%2 0Nasabah%20Terhadap%20Layanan%20Mobile%20Banking%20dengan%20Menggunakan%20Pendekata n%20Technology%20Acceptance%20Model%20%20dan%20Theory%20of%20Reasoned%20Action diakses pada 4 Oktober 2016
Muninjaya, A. A. Gde. 2003. Langkah-Langkah Prakits Penyusunan Proposal dan Publikasi Ilmiah. Jakarta:
Kedokteran EGC
Mankiw, N.G. 2006. Makroekonomi. Edisi keenam. Jakarta: Erlangga.
Pohan, Aulia. 2008. Potret Kebijakan Moneter Indonesia. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Pramono, B. Yanuarti, T. Purusitawati, PD. Tyas, YEDK. 2006. Dampak Pembayaran Non Tunai Terhadap Perekonomian dan Kebijakan Moneter. Bank Indonesia. http://www.bi.go.id/id/publikasi/sistem- pembayaran/riset/Pages/Kajian_Makro.aspx diakses pada 7 Oktober 2016
Putong, Iskandar. 2010. Pengantar Ekonomi Makro Buku Ajar Untuk Mahasiswa. Jakarta: Mitra Wacana Media Putong, Ikandar. 2013. Economics Pengantar Mikro dan Makro. Edisi kelima. Jakarta: Mitra Wacana Media Runnermark, Emma, Hedman, Jonas, Xiao, Xiao. 2015. Do Connsumers Pay More Using Debt Cards Than Cash?.
Department of IT Management Copenhagen Business School, 285-291.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1567422315000149 diakses pada 3 Oktober 2016 Sahabat, Imauddin. 2009. Pengaruh Inovasi Sistem Pembayaran Terhadap Permintaan Uang di Indonesia. Thesis
Pascasarjana Universitas Indonesia
Santoso. 2016. Statistika Hospitalitas. Yogyakarta: CV Budi Utama
Setianto, Buddy. 2016. Mengungkap Strategi Invenstor Institusi. Jakarta: Bumisaka Kurnia
Serfianto,R, Hariyani, Iswi, Serfiani, Cita Yustisia. 2012. Untuk dengan Kartu Kredit, Kartu ATM-Debit dan Uang Elektronik. Jakarta: Visimedia
SharingVision. 2014. Survey Indonesia e-Channel Map 2014 & e-Money.
https://drive.google.com/file/d/0B2jUG5duXp-0UmZIcjQtRHg0WW8/view diakses pada 8 Oktober 2016 Simarmata, M. T. A. 2015. Model Penerimaan Teknologi (Technology Acceptance Model). Universitas HKBP
Nommensen Medan.
http://perpustakaan.uhn.ac.id/adminarea/dataskripsi/KaryaIlmiah_MelissaSimarmata_ModelPenerimaanTe knologi.pdf diakses pada 4 Oktober 2016
Umar, Husein. 2003. Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Universitas Indonesia, 2013. Bank Indonesia Gandeng UI Sosialisasikan “Less Cash Society”.
http://www.ui.ac.id/berita/bank-indonesia-gandeng-ui-sosialisasikan-less-cash-society.html diakses pda 7 Oktober 2016.
Yusnaini. 2010. Pengaruh Kualitas Pelayanan Internet Banking Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen pada Bank Swasta. Jurnal Dinamika Akuntansi Universitas IBA Palembang, Vol 2, (No.1) 2-9.
http://journal.unnes.ac.id/artikel_nju/jda/1922 diakses pada 5 Oktober 2016
Zulfikar & Budiantara, I Nyoman. 2014. Manajemen Riset dengan Pendekatan Komputasi Statistika. Yogyakarta: CV Budi Utama