PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE THE LEARNING CELL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP
MATEMATIS SISWA KELAS VII SMPN 4 BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN
JURNAL
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1)
IDA RATNA SARI NPM: 12050006
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG
2017
1 PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF
TIPE THE LEARNING CELL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII SMPN 4 BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Ida Ratna Sari*, Rahmi**, Hafizah Delyana**
*) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat
**) Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRAK
The background of this research was the students less learning pear and student understanding concept still relative low. The purpose of this research was to know that students understanding mathematic concept by using strategy active learning type The Learning Cell more better than understanding mathematic concept by conventional learning students class VII SMPN 1 Batang Anai academic year 2016/2017. This research was experimental research, class VII.1 was chosen as experimental class and VII.3 as control class. Instrumentation of this research was post test in essay form. The result of hypothesis test was thitung = 2,124 and ttabel = 1,69 with , therefore this hypothesis in this research acceptable. It can be conclude that student understanding mathematic concept by using strategy active learning type The Learning Cell more better than students understanding mathematic concept by using conventional learning students class VII SMPN 4 Batang Anai.
Keywords: Mathematic concept understanding, The Learning Cell.
PENDAHULUAN
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam pendidikan.
Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang dikaji di dunia pendidikan sangat dominan akan konsep-konsep yang harus dipahami dan dimengerti. Pemahaman konsep matematis siswa sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan- permasalahan matematis. Oleh karena itu, pemahaman konsep matematis sangat penting dimiliki siswa karena
merupakan dasar untuk belajar matematika.
Mengingat penting peranan matematika sudah seharusnya kualitas pembelajaran ditingkatkan. Kualitas pembelajaran matematika akan meningkat jika siswa menguasai berbagai kemampuan matematis.
Depdiknas dalam shadiq (2009; 13) menyatakan “tiga aspek kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam mempelajari matematika yaitu kemampuan pemahaman konsep, kemampuan penalaran dan
2 komunikasi serta kemampuan
pemecahan masalah”.
Pemahaman konsep siswa yang rendah memberikan pengaruh terhadap hasil belajar matematis siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar matematika siswa yang masih rendah yang terus dihadapi oleh pihak sekolah.
Berdasarkan observasi tanggal 8 -12 Agustus 2016 di SMPN 4 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, proses pembelajaran cenderung terpusat pada guru, siswa hanya menerima dan mencatat informasi dari guru. Siswa sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti melukis gambar, mengirim pesan lewat kertas, dan mengerjakan tugas mata pelajaran yang lain. Siswa kurang aktif dan kurang berinisiatif untuk mempelajari sendiri pelajaran yang akan dipelajari, seperti belajar berkelompok secara berpasangan dengan teman sebangku. Akibat dari kegiatan siswa tersebut, pada saat guru memberikan latihan banyak siswa yang tidak mampu mengerjakan soal latihan.
Banyak usaha yang telah dilakukan oleh guru untuk meningkatkan pemahaman konsep
siswa, seperti mengadakan remedial, dan selama proses pembelajaran berlangsung guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab, tetapi siswa yang bertanya dan menjawab pertanyaan pada setiap pembelajaran cenderung orang yang sama. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar yang diperoleh siswa relatif rendah.
Melihat kondisi yang demikian diperlukan suatu strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa belajar. Salah satunya adalah Strategi Pembelajaran Aktif Tipe The Learning Cell.
Menurut Zaini (2008:86) The Learning Cell merupakan salah satu dari beberapa sistem terbaik untuk membantu pasangan peserta didik belajar dengan lebih efektif dimana peserta didik bertanya dan menjawab pertanyaan secara bergantian berdasarkan pada materi bacaan yang sama. Jadi, dalam pembelajaran ini siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman konsep matematis siswa dari materi yang dipelajari. Diharapkan dengan kegiatan ini pelajaran matematika menyenangkan dan siswa dapat
3 memahami konsep matematika yang
diajarkan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe The Learning Cell lebih baik dari pada pemahaman konsep matematis siswa dengan pembelajaran konvensional di kelas VII SMPN 4 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman.
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah Penelitian yang dilakukan oleh Neti Nur Maya (2014) dengan judul “pengaruh strategi pembelajaran aktif Tipe The Learning Cell disertai Handout terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMPN 1 Koto Salak tahun pelajaran 2014/2015”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi The Learning Cell disertai Handout lebih dari hasil belajar matematika yang menggunakan pembelajaran konvensional.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen dan
kelas kontrol. Kelas eksperimen
merupakan kelas yang
pembelajarannnya menggunakan teknik The Learning Cell dan kelas kontrol merupakan kelas dengan pembelajaran konvensional. Akhir penelitian ini masing-masing kelas sampel diberi tes akhir. Model rancangan penelitian ini adalah Random Terhadap subjek. Sampel yang terpilih kelas VII1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII3 sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan adalah tes akhir.
HASIL PENELITIAN
Hasil analisis data yang dilakukan pada kelas sampel diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil analisis data tes akhir kelas sampel
Kelas Sampel
S
Eksperimen 69,75 16,49 97 46 Kontrol 58,13 16,14 91 26
Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen yaitu 69,75 lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 58,125 dan simpangan baku siswa pada kelas eksperimen 16,49 tidak jauh berdeda daripada simpangan baku kelas kontrol 16,14. Dengan jumlah nilai tertinggi pada kelas eksperimen 97 dan pada kelas kontrol
4 91. Dan jumlah terendah pada kelas
eksperimen 46 dan kelas kontrol 26.
Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran data pada kedua kelas tidak jauh berbeda.
Hasil pengujian hipotesis
diperoleh dan =
dengan α = 0,05, karena maka tolak H0. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe The Learning Cell lebih baik dari pada pembelajaran konvensional siswa kelas VII SMPN 4 Batang Anai
PEMBAHASAN
Strategi pembelajaran aktif tipe The Learning Cell adalah suatu strategi yang dapat membuat siswa belajar dengan lebih efektif. Dimana siswa bertanya dan menjawab pertanyaan secara bergantian berdasarkan ringkasan materi yang telah dipelajari. Selain itu, pada kegiatan strategi pembelajaran aktif tipe The Learning Cell, bukan hanya berbagi pengetahuan dengan pasangan belajar tetapi juga menciptakan suasana interaksi yang positif.
Berdasarkan pengamatan selama penelitian, siswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari materi yang ada pada ringkasan materi dan siswa juga dapat mengajukan pertanyaan yang mereka pahami terhadap pasangan belajar. Selain itu, siswa dapat mendiskusikan hasil jawaban dari pasangan belajar sehingga dalam proses pembelajaran siswa saling membantu dan saling bertukar pikiran mengenai materi yang dipelajari, dan siswa juga menuliskan pertanyaan dan jawaban yang diajukan kepada pasangan belajar di lembar jawaban yang ada pada ringkasan materi seperti pada Gambar 1.
Gambar 1. Lembar pertanyaan dan jawaban siswa
Berdasarkan Gambar 1, terlihat dimana siswa bertanya dan menjawab pertanyaan dengan pasangannya secara bergantian. Siswa A memberikan pertannyaan yang dijawab siswa B, kemudian siswa B
5 memberikan pertanyaan dan dijawab
oleh siswa A.
Berdasarkan hasil tes akhir pemahaman konsep matematis pada akhir penilitian dikedua kelas sampel terlihat bahwa pemahaman konsep matematis siswa pada kelas eksperimen yang menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe The Learning Cell lebih baik dari pada pemahaman konsep matematis pada kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Tes akhir dilaksanakan di kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Siswa yang mengikuti tes akhir sebanyak 20 orang pada kelas eksperimen dan 16 orang pada kelas kontrol. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan rata-rata siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada rata-rata kelas kontrol.
Untuk lebih jelasnya jawaban tes akhir siswa pada kelas eksperimen dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2.Contoh lembar jawaban tes akhir kelas eksperimen
Berdasarkan Gambar 2, terlihat bahwa siswa pada kelas eksperimen sudah mampu memahami soal untuk indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah dengan benar sesuai dengan perintah soal. Siswa mampu menentukan sebuah himpunan bagian dengan benar, Sehingga dapat disimpulkan pemahaman konsep siswa terhadap materi sudah baik, Sedangkan untuk kelas kontrol dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 3. Contoh lembar jawaban tes akhir kelas kontrol
Berdasarkan Gambar 3, terlihat bahwa untuk indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma kepemecahan masalah terlihat siswa kelas kontrol mampu menyatakan anggota himpunan namun kurang mampu dalam menyelesaikan masalah dalam soal dengan baik. Ini terlihat dari jawaban siswa yang masih kurang tepat dalam menyatakan notasi pembentuk himpunan.
6 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe The Learning Cell lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran Konvensional pada siswa kelas VII SMPN 4 Batang Anai.
DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, Suharsimi. (2010). Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara.
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Depdiknas. (2001). Penyusunan Butir Soal dan Instrumen Penelitian. Jakarta:
Depdiknas.
Muliyardi. (2002). Strategi Pembelajaran
Matematika. Padang:
Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Padang.
Zaini, Hisyam. (2008). Strategi Pembelajaran Aktif.
Yogyakarta : Pustaka Intan Madani.
7