PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Memberikan pengalaman langsung melalui pemanfaatan internet terhadap perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar dalam melihat, merasakan dan mengalami. Sebagai masukan bagi sekolah dalam memberikan tutor kepada anak tentang pemanfaatan internet terhadap perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.
LANDASAN TEORI
Pengertian Internet
Anak Usia Sekolah Dasar
Setelah diketahui, seberapa besar pengaruh internet terhadap anak usia sekolah dasar di Desa Panca Mukti. Terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan internet terhadap perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar di Desa Panca Mukti Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan internet terhadap perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar di Desa Panca Mukti Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah.
Tempat penelitian dalam penelitian ini adalah Desa Panca Mukti Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar usia 7-12 tahun di desa Panca Mukti yang berjumlah 200 anak. Angket atau angket dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap anak usia sekolah dasar di desa Panca Mukti.
Dokumentasi dilakukan dalam kegiatan observasi dan wawancara terhadap anak usia sekolah dasar di Desa Panca Mukti. Pendapatan masyarakat Desa Panca Mukti yang cukup besar disumbangkan melalui ladang kelapa sawit, karet, beras. Berikut data penghidupan masyarakat Desa Panca Mukti, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Tingkat pendidikan warga Desa Panca Mukti bervariasi, mulai dari tamat SD hingga perguruan tinggi. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data perkembangan kognitif di desa Panca Mukti dengan menyebarkan kuesioner perkembangan kognitif. Dari uraian di atas terlihat bahwa perkembangan kognitif di Desa Panca Mukti berada pada kategori sedang yang terlihat dari angka 80.
Langkah selanjutnya adalah mengetahui pengaruh penggunaan internet siswa terhadap perkembangan kognitif di Desa Panca Mukti. Untuk mengetahui apakah penggunaan internet berpengaruh terhadap perkembangan kognitif di Desa Panca Mukti diuji dengan menggunakan product moment. Data variabel X dan Y diperoleh dari hasil angket terhadap siswa usia 7 sampai 12 tahun di Desa Panca Mukti.
Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan internet terhadap perkembangan kognitif Desa Panca Mukti. Dengan demikian penggunaan internet mempunyai korelasi yang signifikan dengan perkembangan kognitif di Desa Panca Mukti.
Konsep Perkembangan Kognitif Anak
Kajian Hasil Penelitian Terdahulu
Kerangka Fikir
Hipotesis
Hipotesis berasal dari dua kata yaitu “hypo” yang berarti “di bawah” dan “thesa” yang berarti “benar”. Dalam merancang dan membangun hipotesis, peneliti memerlukan sumber inspirasi yang dapat membantu dan mewarnai hipotesis yang dibangunnya.
METODE PENELITIAN
Setting Penelitian
Populasi dan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Observasi adalah suatu pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap suatu obyek yang diteliti secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data. Dalam penelitian kualitatif, observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati objek secara langsung untuk mencari informasi dalam upaya mengumpulkan data penelitian. Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab oleh responden.
Kuesioner merupakan pengumpulan data yang efisien ketika peneliti mengetahui secara pasti variabel apa yang diukur dan apa yang diharapkan dari responden.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Sedangkan instrumen yang reliabel adalah instrumen yang akan menghasilkan data yang sama bila digunakan berulang kali untuk mengukur objek yang sama. Pengukuran berulang atau pengukuran berulang, yaitu seseorang akan ditanyai pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda, kemudian dilihat apakah konsisten dengan jawabannya. One Shot atau pengukuran satu kali, yaitu pengukuran yang dilakukan hanya satu kali kemudian hasilnya dibandingkan dengan soal lain atau mengukur korelasi antar jawaban soal SPSS.
Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan pengukuran reliabilitas dengan cara yang kedua yaitu One Shot dengan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Hasil uji statistik akan menentukan apakah instrumen yang digunakan dalam penelitian ini reliabel atau tidak.
Teknik Analisis Data
Desa Panca Mukti merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Desa Panca Mukti terletak pada ketinggian 150,00 mdpl, sedangkan bagian timurnya berbukit-bukit dengan ketinggian rata-rata 500-600 mdpl yang umumnya tertutup hutan dan tanah subur. Dari segi iklim, Desa Panca Mukti mempunyai iklim tropis, dimana jumlah hari hujan yang terjadi rata-rata 2.915,00 MM per tahun dan rata-rata 5,00 per bulan.
Penduduk desa Panca Mukti terdiri dari berbagai suku diantaranya Rejang, Melayu, Minang, Jawa dll. Berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan pemerintah Desa Panca Mukti Kecamatan Pondok Kelapa pada tahun 2020, Desa Panca Mukti mempunyai jumlah penduduk sebanyak 1.344 jiwa dengan rincian sebagai berikut. Kehidupan beragama masyarakat Desa Panca Mukti dapat dikatakan taat dalam menjalankan ritual keagamaan dan ibadahnya.
Data yang diperoleh ditabulasikan, kemudian harus menjawab permasalahan penelitian yaitu pengaruh penggunaan internet terhadap perkembangan kognitif di SDN 24 Kota Bengkulu. Dari pengolahan data diatas terlihat bahwa penggunaan internet siswa di Desa Panca Mukti berada pada kategori sedang, hal ini terlihat dari sebanyak 55% dari 20 responden yang berada pada kategori sedang. Walaupun nilai pengaruh penggunaan internet terhadap perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar pada penelitian ini tidak menunjukkan nilai signifikan yang terlalu tinggi.
Ada beberapa saran yang ingin penulis sampaikan kepada beberapa pihak sehubungan dengan peningkatan mutu pendidikan khususnya di Desa Panca Mukti, yaitu sebagai berikut:
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penyajian Hasil Penelitian
Pembahasan
Pengertian pembangunan mengacu pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak dapat diulang begitu saja. Dalam pertumbuhan, para psikolog tidak membedakan antara perkembangan dan pertumbuhan, bahkan ada yang lebih mengutamakan pertumbuhan. Jadi, pembangunan manusia dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengacu pada perubahan-perubahan tertentu yang terjadi selama siklus hidup manusia, mulai dari saat pembuahan hingga kematian, tidak dapat terulang kembali, tidak dapat terjadi.
Perubahan yang bersifat kuantitatif seperti perubahan tinggi badan, penguasaan kosa kata angka, perubahan berat badan, dan lain-lain. Sedangkan perubahan kualitatif, seperti perubahan struktur dan organisasi kemampuan mental, perubahan kemampuan koordinasi gerak motorik kasar dan halus, perubahan pengendalian emosi, perubahan keterampilan sosial, dan sebagainya. Pada saat yang sama, pakar menambahkan bahwa Internet juga merupakan salah satu bentuk pendidikan baru, dan hal ini sangat mengkhawatirkan, karena selain manfaat positif yang didapat anak-anak ketika berselancar di Internet, ada juga dampak negatifnya, yaitu salah satunya kelemahan Internet. .
Jika pengguna internet sudah dewasa dan bijaksana, hal ini tentu tidak perlu dikhawatirkan. 66 Puspita Adiyani Candra, berjudul Penggunaan Internet pada Anak Sekolah Usia 6-12 Tahun di Surabaya, (Jurnal unair.co.id, 2016), hal. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan internet merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.
67 Mariana Kristiyanti, Internet sebagai media pembelajaran yang efektif, (Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI, 2014), hal. Berdasarkan pemaparan dan pembahasan data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Penggunaan internet mempunyai korelasi positif yang signifikan terhadap Perkembangan Kognitif. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis korelasi skor “r” sebesar 0,610 lebih besar dari “r” tabel baik pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,468 maupun taraf signifikansi 1% sebesar 0,590.
Nilai korelasi ini terlihat dari hasil interpretasi nilai rxy sebesar 0,610 yaitu antara 0,60 hingga 0,799 dengan interpretasi korelasi yang kuat. Baik perilaku anak di rumah maupun di lingkungan luar, karena pola asuh orang tualah yang paling besar pengaruhnya terhadap pola pikir dan perilaku anak. Siswa diharapkan lebih meningkatkan perilaku atau akhlaknya baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat. bersemangat dalam belajar, tekun dan disiplin dalam mengikuti proses belajar mengajar di lingkungan sekolah hingga mencapai tujuan yang diinginkan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran