• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh penggunaan media mabal (magic ball)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh penggunaan media mabal (magic ball)"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi : Pengaruh Penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas I SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Pengaruh Penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 1 SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Kami menganalisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan diperoleh rata-rata (mean) sebesar 65,65 dan termasuk dalam kategori rendah sebesar 43,48%, sedangkan rata-rata posttest sebesar 89,78 termasuk dalam kategori sangat tinggi yaitu 65,2%. nilai rata-rata. -Nilai rata-rata posttest lebih tinggi dari nilai rata-rata pretest dan analisis statistik inferensial dengan menggunakan rumus uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 14,598 dengan (df) 23-1=22. , pada taraf signifikansi 5% maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yaitu terdapat pengaruh penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 SDN 53 Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Tiada daya dan tenaga kecuali dengan bimbingan-Nya sehingga skripsi yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas I SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng” dapat terselesaikan .

Gambar                                               Judul                                            Halaman  2.1  Bagan Kerangka Pikir  .....................................................................
Gambar Judul Halaman 2.1 Bagan Kerangka Pikir .....................................................................

Rumusan Masalah

Penggunaan MABAL (Bola Ajaib) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa khususnya dalam hal operasi perhitungan matematis. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, penulis melakukan penelitian tentang “Pengaruh penggunaan media MABAL (Bola Ajaib) terhadap hasil belajar Matematika siswa Kelas 1 SD Negeri 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng”.

Tujuan Penelitian

Pengertian Belajar

Menurut Zainiyati, belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk mencapai perubahan tingkah laku. Arsyad dalam Zainiyati mengatakan bahwa tanda seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku orang tersebut yang dapat disebabkan oleh perubahan tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikapnya. Usman dalam Zainiyati, belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu, individu dengan lingkungannya sehingga lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.

Dari pengertian belajar menurut beberapa ahli dapat kita simpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang.

Pengertian Hasil Belajar

Pengertian Hasil Belajar Matematika

Astuti (Jurnal Formatif: 106), hasil belajar matematika merupakan hasil yang diperoleh siswa dari proses pembelajaran matematika yang meliputi proses perubahan tingkah laku yang mengakibatkan perubahan pengetahuan khususnya penguasaan materi pembelajaran matematika. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika adalah setiap hasil yang diperoleh siswa ketika telah mengikuti proses pembelajaran matematika, yang dapat berupa perubahan pengetahuan, perilaku atau perubahan keterampilan siswa.

Hakikat Matematika

  • Pengertian Matematika
  • Pengertian Alat Peraga
  • Kelebihan Media Mabal (Magic Ball) sebagai alat peraga
  • Kelemahan Media Mabal (Magic Ball)
  • Fungsi Media Mabal (Magic Ball)

Ali (1989:7) dalam Nurmi Nudin (2017), alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan guna merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Dalam proses pembelajaran, penggunaan media dan alat peraga terbukti membantu siswa dalam memahami konsep matematika. Dengan adanya alat peraga diharapkan siswa memperoleh pengalaman baru dan menyenangkan, sehingga dapat menghubungkannya dengan matematika abstrak.

Berdasarkan kelebihan di atas, diharapkan dengan menggunakan Media Mabal (Bola Ajaib) sebagai alat bantu mengajar dalam pembelajaran, permasalahan dapat dibuat lebih menarik bagi anak dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

Langkah-langkah Media pembelajaran Mabal (Magic Ball)

Penelitian yang Relevan

Peningkatan Kemampuan Kreativitas Anak Melalui Media Permainan Bounch Magic Ball Pada Kelompok A Di RA Al – Fathin Kecamatan Medan Belawan Gambaran Kondisi Awal (Siklus Latihan) Hasil Belajar Anak Pada Kegiatan Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Media Permainan Lego (Siklus Latihan) Sebelumnya Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) masih jauh dari apa yang diharapkan peneliti. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengembangan kemampuan kreatif anak melalui permainan Bounch. Sebelum diberikan tindakan atau prasiklus sebesar 14%, pada siklus I sebesar 29%, pada siklus 2 kreativitas anak meningkat menjadi 50% dan pada siklus 3 kreativitas anak meningkat sangat baik menjadi 86%.

Dengan demikian dapat dikatakan PTK yang dilakukan dapat meningkatkan kemampuan kreatif anak di RA Al-Fathin Belawan.

Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan

Pembelajaran matematika mengenai operasi perhitungan penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas 1 SD terkadang menjadi materi yang kurang diminati oleh sebagian siswa. Padahal, materi operasi penjumlahan dan pengurangan aritmatika sangat-sangat mudah dikaitkan dengan kejadian-kejadian yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan memaksa siswa untuk terus belajar berhitung meskipun pikiran siswa tidak terfokus pada apa yang diajarkan guru.

Dan sebagian besar guru merasa senang ketika siswanya tidak mengerti atau sering tersesat saat melakukan operasi penghitungan tersebut.

Kerangka Pikir

Hipotesis Penelitian

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan tertentu terhadap perlakuan lain dalam kondisi terkendali. Desain penelitian ini menggunakan penelitian desain pre-eksperimental yang akan menguji “pengaruh penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) terhadap hasil belajar matematika siswa di SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng”.

Desain Penelitian

Lokasi dan waktu Penelitian

Sampel

Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili keseluruhan populasi. Media pembelajaran Mabal (Bola Ajaib) termasuk jenis media visual karena media tersebut hanya dapat dilihat dan tidak mengandung unsur suara yang berfungsi sebagai alat peraga dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan.

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Deskripsi Hasil Pretest Siswa

Berdasarkan tabel 4.2 dapat digambarkan bahwa 23 siswa pada pretest secara umum mempunyai hasil belajar pada kategori sangat rendah dengan frekuensi 3 siswa atau 13,04%, kategori rendah dengan frekuensi 10 siswa atau 43,48%, rata-rata . kategori dengan frekuensi 5 siswa atau 21,74%, dan kategori tinggi dengan frekuensi 4 siswa atau 21,74% dan kategori sangat tinggi dengan frekuensi 0 siswa atau 0%. Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 dapat digambarkan bahwa dari 23 siswa kelas 1 SDN 53 Banyorang Kecamatan Topobulu Kabupaten Bantaeng yang menjadi sampel pada umumnya mempunyai. Jika tabel 4.3 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar siswa yang ditentukan oleh guru yaitu jika jumlah siswa mencapai atau melebihi 70 KKM maka dapat disimpulkan bahwa penjumlahan dan pengurangan menggunakan Media Mabal ( Magic Ball) pada siswa kelas I SDN 53 Banyorang belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar klasikal karena hanya siswa yang tuntas.

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Persentase Skor Hasil pretest Siswa
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Persentase Skor Hasil pretest Siswa

Deskripsi Hasil Posttest Siswa

Berdasarkan tabel 4.5 dapat digambarkan bahwa 23 siswa secara umum mempunyai tingkat hasil belajar pada kategori rendah dengan frekuensi 1 siswa atau 4,3%, kategori sedang dengan frekuensi 2 siswa atau 8,7%, kategori tinggi. dengan frekuensi 5 orang atau 21,7%, dan kategori sangat tinggi dengan frekuensi 15 siswa atau 65,2%. Berdasarkan Tabel 4.4 dan Tabel 4.5 dapat digambarkan bahwa dari 23 siswa kelas I SDN 53 Banyorang Kecamatan Topobulu Kabupaten Bantaeng yang dijadikan sampel, secara keseluruhan hasil belajarnya berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata. Jika tabel 4.6 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar siswa yang ditentukan peneliti yaitu jika jumlah siswa mencapai atau melebihi KKM 70 maka dapat disimpulkan penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan Media Mabal (Bola Ajaib) untuk siswa Kelas I SDN 53 Banyorang telah memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar klasikal karena siswa yang tuntas.

Berdasarkan tabel 4.7 diatas terlihat aktivitas siswa selama 3 kali pertemuan menunjukkan persentase aktivitas positif siswa ketika menggunakan media pembelajaran Mabal (Bola Ajaib) sebesar 87%. Dengan demikian dikatakan aktivitas siswa dengan menggunakan Media Mabal (Bola Ajaib) berpengaruh karena memenuhi kriteria klasik aktivitas siswa yaitu ≥ 75%. Data pretest dan posttest siswa kemudian dihitung dengan menggunakan normalized gain. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas 1 SDN 53 Banyorang setelah menggunakan media pembelajaran Mabal (Bola Ajaib).

Berdasarkan tabel 4.8 di atas, peningkatan kemampuan siswa setelah penerapan media pembelajaran Mabal (Bola Ajaib) berada pada kategori Tinggi dengan rata-rata gain ternormalisasi sebesar 0,75141.

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Persentase Skor Hasil posttest Siswa  No  Skor  Kategori  Frekuensi  Persentase
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Persentase Skor Hasil posttest Siswa No Skor Kategori Frekuensi Persentase

Hasil Analisis Statistik Inferensial

Uji hipotesis dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk mengetahui apakah Media Mabal (Bola Ajaib) berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas I SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Artinya terdapat pengaruh penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas I SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng.

Tabel 4.8 Hasil Statistik Inferensial
Tabel 4.8 Hasil Statistik Inferensial

Pembahasan Hasil Penelitian

Sedangkan nilai post-test pembelajaran matematika siswa yang belajar dengan Media Mabal (Bola Ajaib) berada pada kategori rendah dengan frekuensi 1 siswa atau 4,3%, kategori sedang dengan frekuensi 2 siswa atau 8,7%, kategori tinggi kategori dengan frekuensi 5 atau 21,7% dan kategori sangat tinggi dengan frekuensi 15 siswa atau 65,2% dan nilai rata-rata 89,78. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas I SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas I SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu pada pembelajaran menggunakan Media Mabal (Bola Ajaib) pada materi penjumlahan dan pengurangan telah memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar.

Hal ini dikarenakan pembelajaran dengan Media Mabal (Bola Ajaib) merupakan sesuatu yang unik dan baru bagi siswa, sehingga dapat menarik perhatian dan meningkatkan semangat siswa untuk lebih memperhatikan penjelasan dan pembelajaran yang diberikan oleh guru, sehingga akan lebih bermanfaat bagi siswa. pasti akan nyata membantu guru untuk mengajarkan materi dan memberikan pemahaman kepada siswa sehingga siswa akan lebih mudah memahami materi. Dari sini dapat disimpulkan bahwa siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran matematika menggunakan Media Mabal. Berdasarkan nilai statistik deskriptif dan inferensial serta hasil observasi yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Bantaeng Daerah.

Penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) dalam pembelajaran matematika kaitannya dengan materi penjumlahan dan pengurangan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas 1 SDN 53 Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Keadaan tersebut terlihat dari hasil tes yang menunjukkan bahwa posttest yang diberi perlakuan melalui Media Mabal (Magic Top) memperoleh nilai rata-rata yang lebih tinggi yaitu 89,78 dibandingkan dengan pretest yang tidak mendapat perlakuan melalui Media Pembelajaran Mabal (Magic Top). masing-masing 65. 65. Jadi berdasarkan tes tersebut penggunaan Media Mabal (Bola Ajaib) berpengaruh bila diterapkan dalam proses pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan di kelas 1 SDN 53 Banyorang Kecamatan Topobulu Kabupaten Bantaeng .

Hasil observasi aktivitas siswa selama 3 pertemuan menunjukkan persentase aktivitas positif dengan menggunakan Media Mabal (Bola Ajaib). Jadi aktivitas siswa dengan menggunakan Media Mabal (Bola Ajaib) dikatakan berpengaruh karena memenuhi kriteria klasik aktivitas siswa yaitu ≥ 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Saran

Pengaruh Media Blok Dienes Terhadap Penambahan Mata Pelajaran Matematika Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SD Negeri Barrang Lompo. Sumberdaya.ristekdikti.go.id.UU-NO-14-Tahun-2005-ttg-guru-dan-dosen.pdf Tim Penyusun MKDP.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) B. DAFTAR HADIR SISWA KELAS I

KISI-KISI INSTRUMEN PRETEST DAN POSTTEST B. KUNCI JAWABAN PRETEST DAN POSTTEST

KISI – KISI SOAL UJI COBA INSTRUMEN PRETEST DAN POSTTEST

Budi membeli 1 pensil di sekolah, setelah pulang ke rumah ternyata ibu Budi juga membelikan 2 pensil untuk Budi. Rani membeli 2 pensil di sekolah, setelah pulang ke rumah ternyata ibu Rani juga membelikan 2 pensil untuk Rani.

KUNCI JAWABAN PRETEST DAN POSTTEST

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA

HASIL DESKRIPTIF SPSS VERSI 21

HASIL INFERENSIAL (UJI NORMALITAS, UJI HIPOTESIS, UJI GAIN)

HASIL ANALISIS DESKRIPTIF

HASIL ANALISIS INFRENSIAL 1. Uji Normalitas

GAMBAR MEDIA B. DOKUMENTASI

DOKUMENTASI

PERSURATAN

Penulis Mengalami pendidikan anak usia dini pada usia 5 tahun dan pendidikan dasar di SD Negeri 53 Banyorang dari tahun 2004-2010. Kemudian saya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Makassar yaitu Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) pada tahun 2016, dan masuk Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Alhamdulillah. , Saya berhasil menyelesaikan seluruh mata kuliah perkuliahan yang terprogram dan semua itu dilakukan dengan semangat dan usaha yang tinggi untuk mendapatkannya.

Gambar

Gambar                                               Judul                                            Halaman  2.1  Bagan Kerangka Pikir  .....................................................................
Gambar 2.1. Kerangka Pikir  Pembelajaran Matematika SDN
Tabel 3.2 Deskripsi Keadaan Populasi.
Table 3.3 Deskripsi Keadaan Sampel.
+7

Referensi