• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP AHKLAK REMAJA DI DESA DONDONG KECAMATAN KESUGIHAN TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP AHKLAK REMAJA DI DESA DONDONG KECAMATAN KESUGIHAN TAHUN 2021"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

Skripsi

PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP AHKLAK REMAJA DI DESA DONDONG KECAMATAN KESUGIHAN TAHUN 2021

Disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Nahdlatum Ulama Al-Ghazali Cilacap

Oleh:

Nama : Umi Salamah NIM : 1423211044

Program Studi : Pendidikan Agama Islam

FAKULTAS KEAGAMAAN ISLAM

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA AL-GHAZALI (UNUGHA) CILACAP

2021

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

(7)

vii ABSTRAK

UMI SALAMAH, 1423211044, 2021. Skripsi Judul “Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Akhlak Remaja di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan Tahun 2021”. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Imam Ghazali (IAIIG) Cilacap.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone terhadap akhlak remaja di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan. Jenis penelitian dari skripsi ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yang menekankan analisisnya pada data-data numeral (angka) yang diolah dengan metode statistik.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone berpengaruh terhadap akhlak remaja di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan tahun 2021. Hal ini berdasarkan dari hasil output tabel SPSS, dimana tingkat signifikansi P- value (0.000) < Sig (0.05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berati

“berpengaruh”, maksudnya penggunaan smartphone berpengaruh terhadap akhlak remaja.

Kata Kunci: Smartphone, Akhlak Remaja.

(8)

viii MOTTO

“Man jadda wa jada”

(9)

ix

PERSEMBAHAN Skripsi ini penulis persembahkan untuk:

1. Kedua orang tuaku, Bapak Imam Muslih dan Ibu Siti Khotijah (Almh.), yang telah mendukung dan mendoakan setiap langkah ku hingga saat ini. Kalian lah motivasi terbesar dalam hidupku.

2. Kedua mertuaku, Bapak Nasocha Afandi dan Ibu Siti Maesaroh, orang tua keduaku yang telah menerimaku dikeluarga baru ini, dan membimbingku layaknya anak kandung kalian.

3. Paman dan Bibiku, Bapak Sudirwan S.Ag. dan Ibu Siti Maemunah, yang sudah kuanggap seperti orang tuaku sendiri, karena kalianlah yang merawat dan menjagaku selama kuliah di Institut Agama Islam Imam Al-Ghazali (IAIIG) ini.

4. Suamiku, Mamas Ilyas Murtadlo, S.H., orang yang selalu mendukung serta berjuang untuk kebahagiaanku saat ini setelah para orang tuaku dan salah satu lelaki terhebatku.

5. Para saudara dan saudariku, yang jauh di pulau Sumatra sana. Namun, meskipun jauh di mata tetap dekat di Do’a.

(10)

x

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang atas segala rahmat, hidayah, dan inayahnya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini tanpa suatu halangan apapun.

Shalawat dan salam selalu penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, serta pengikut setianya.

Atas berkat dan rahmat Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan kekuatan bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP AKHLAK REMAJA DI DESA DONDONG KECAMATAN KESUGIHAN TAHUN 2021”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Imam Ghozali Cilacap.

Penulis menyadari bahwa terwujudnya skripsi ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, sudah sepatutnya penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Drs. KH. Nasrulloh, M. H., selaku Rektor Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap.

2. Khulaimata Zalfa, M. Pd., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap.

(11)

xi

3. A. Adibudin Al Halim, M. Pd.I., selaku Ketua Prodi PAI Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap.

4. Wida Nurul Azizah, M. Pd., selaku Dosen Pembimbing I, terimakasih telah memberikan bimbingan, dukungan, motivasi, saran, nasihat, arahan, dan meluangkan waktunya untuk penulis sehingga skripsi ini dapat tersusun dan terselesaikan.

5. Inayatul Lathifah, M. Pd., selaku Dosen Pembimbing II, terimakasih atas nasihat, motivasi, serta bimbingan yang tak ternilai harganya, terimakasih juga telah meluangkan waktu dan tenaga ditengah kesibukannya.

6. Seluruh dosen Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap, yang telah memberikan bekal ilmu yang bermanfaat bagi peneliti.

7. Semua teman-teman dan sahabatku, Ambar Kuswati, Siti Kholisoh (Beki), Annisa Nur Setiasih (Sally), dan Nurul Komariah yang selalu ada dan rela kurepotkan dengan permohonan-permohohnanku saat menyelesaikan skripsi ini.

Meskipun hal kecil, namun sangat berharga bagi peneliti.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih kurang sempurna, namun ini adalah bentuk usaha yang maksimal dalam penyelesaian skripsi ini, sehingga apabila terdapat kekeliruan dan kekurangan. Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan oleh peneliti demi perbaikan karya di masa mendatang. Semoga

(12)

xii

(13)

xiii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... ii

KETERANGANBEBASPLAGIASI ...iii

HALAMANPENGESAHAN ... iv

HALAMANPERSETUJUAN ... v

NOTAKONSULTAN ... vi

ABSTRAK ... vii

MOTTO ... viii

PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ...x

DAFTAR ISI ... xiii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Pembatasan Masalah ... 4

D. Rumusan Masalah ... 4

E. Tujuan Penelitian ... 5

F. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II ... 6

KAJIAN PUSTAKA ... 6

A. Kajian Teori ... 6

1. Smartphone ... 6

1. Akhlak ... 15

2. Remaja... 23

B. Kajian Penelitian yang Relevan ... 27

(14)

xiv

C. Hipotesis Penelitian ... 29

METODE PENELITIAN ... 30

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 30

B. Waktu dan Tempat Penelitian ... 30

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 31

D. Variabel atau Obyek Penelitian ... 32

E. Metode Pengumpulan Data ... 33

F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen ... 34

G. Teknik Analisis Data ... 36

BAB IV ... 37

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 37

A. Deskripsi Hasil Penelitian ... 37

B. Penyajian Data ... 45

C. Pembahasan ... 55

BAB V ... 57

KESIMPULAN ... 57

A. Kesimpulan ... 57

B. Saran ... 57

C. Penutup ... 58

DAFTAR PUSTAKA ... 59

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 61

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Era global menimbulkan perubahan penting dalam berbagai aspek kehidupan; ekonomi, politik, sosial, teknologi, pendidikan, dan lain-lain.

Berbagai kemajuan penting dalam teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi telah mempercepat proses globalisasi tersebut. Hasilnya, informasi instan dapat diterima dan diikuti masyarakat diberbagai penjuru dunia. Dalam waktu tidak terlalu lama, perubahan pada tingkat global memengaruhi masyarakat-masyarakat tersebut (Azra, 2012: 51).

Salah satu perubahan yang terjadi sebagai dampak globalisasi adalah dibidang teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi ini sangat mempermudah dalam banyak bidang kehidupan karena siapa saja dapat dengan mudah mengakses informasi terkini (up to date). Tidak hanya informasi, bahkan untuk memenuhi kebutuhan harian pun orang-orang tidak perlu lagi pergi keluar rumah untuk mencarinya, cukup dengan memesannya melalui media online dan mereka sudah bisa mendapatkannya. Media online tersebut dapat diperoleh atau dapat diakses melalui gadget. Gadget sendiri dapat berupa komputer atau laptop, tablet PC, dan juga smartphone (telepon pintar).

Salah satu jenis gadget yang hampir semua orang sekarang memilikinya adalah telepon pintar atau lebih tren dengan istilah smartphone. Smartphone adalah telepon pintar yang dilengkapi fitur yang mutakhir dan berkemampuan

(16)

2

tinggi layaknya komputer. Beberapa fitur tersebut antara lain telepon, sms, internet, Ebook viewer, aplikasi game dan masih banyak lainnya.

Pada masa sekarang ini, smartphone bukan lagi merupakan barang mewah karena semua kalangan sudah bahkan sangat mampu untuk memilikinya. Tidak jarang setiap anggota keluarga memiliki smartphone pribadi, termasuk anak yang mulai memasuki masa remaja. Hal ini yang perlu diperhatikan oleh orang tua, apakah lebih banyak dampak positif atau malah dampak negatif terhadap anak tersebut mengingat masa remaja masih sangat rentan terhadap pengaruh dari luar dalam pertumbuhan dan perkembangannya baik itu secara fisik maupun psikis.

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa di mana pada masa ini mereka akan melakukan eksplorasi terhadap dirinya atau menacari jati diri sebenarnya. Para remaja sangat menyukai sesuatu hal yang baru dan menarik, maka tak heran jika di usia-usia ini para remaja sangat menggandrungi smartphone karena banyak fitur yang tersedia di dalamnya yang memang dirancang sangat kekinian. Adapun fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam smartphone tidak hanya terbatas pada fungsi telepon dan sms saja, smartphone bisa digunakan sebagai sarana menjangkau dunia yang lebih luas.

Hal ini sangat sesuai dengan kepribadian remaja yang telah disebutkan di atas.

Kehadiran dari smartphone ini memang mampu memberi berbagai manfaat dan kemudahan bagi penggunanya. Ada yang menggunakan smartphone untuk hal yang positif yakni dengan banyaknya fasilitas pendukung di dalamnya serta mampu terkoneksi dengan jaringan internet, para remaja merasa perlu untuk

(17)

3

memiliki smartphone dan menggunakannya untuk mencari pengetahuan- pengetahuan baru atau sekedar untuk hiburan. Tak jarang pula ada anak yang kemudian berprestasi berkat kedekatannya dengan smartphone.

Namun ada juga yang menggunakannya secara negatif, dimana ketika seseorang sudah semakin terikat dengan smartphone diduga bahwa tingkat komunikasi dengan lingkungan sekitar secara tatap muka akan menurun bahkan remaja secara perlahan dan tanpa sadar akan meninggalkan rasa hormat kepada seseorang yang sebaya dengannya maupun orang yang lebih tua.

Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai fenomena dilingkungan yang diamati oleh penulis bahwa ada beberapa anak yang sangat gelisah dan tak nyaman ketika tidak memegang smartphone miliknya. Namun saat sedang dengan smartphone ada ditangannya, seseorang akan menjadi sangat sibuk dan seolah tak ada waktu untuk hanya sekedar menyapa seseorang yang berlalu didepannya. Selain itu juga terkadang ada beberapa remaja yang sengaja membuat jadwal berkumpul, dengan dalih “main” namun pada kenyataannya para remaja ini hanya sibuk menatap layar smartphone mereka masing-masing.

Adapula para orang tua yang mengeluh dengan anaknya karena semenjak mereka mengenal smartphone, anak-anak semakin tidak menggubris ketika orang tua hendak meminta bantuan pada si anak.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Smartphone terhadap Akhlak Remaja di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan tahun 2021”. Melalui penelitian

(18)

4

ini penulis berharap akan dapat menemukan hasil yang maksimal, khususnya hubungan antara keduanya.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka identifikasi masalahnya adalah sebagai berikut:

1. Perkembangan teknologi yang pesat sekarang ini banyak mempengaruhi kehidupan secara global.

2. Teknologi yang semakin canggih turut membangun serta mempengaruhi perkembangan anak dan remaja.

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian lebih fokus dan pembahasannya tidak meluas maka penulis membatasi penelitian pada akhak remaja usia 15-18 tahun di Desa Dondong yang menjadi pengguna Smartphone.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijabarkan maka rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah ada pengaruh penggunaan smartphone terhadap Akhlak remaja di desa Dondong?

(19)

5 E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjabarkan pengaruh dari penggunaan Smartphone terhadap akhlak remaja di Desa dondong.

F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Untuk menambah khasanah keilmuan pendidikan khususnya pemanfaatan dan pengawasan terhadap penggunaan Smartphone pada anak-anak dan remaja.

2. Manfaat Praktis

a. Untuk memberikan masukan bagi para orang tua akan pentingnya memberikan pengawasan terhadap anak yang menggunakan smartphone karena dapat salah arah jika anak dibiarkan begitu saja.

b. Untuk menambah pengetahuan peneliti pribadi maupun para praktisi pendidikan akan dampak yang ditimbulkan oleh media teknologi, khusunya yang dapat diakses melalui Smartphone.

(20)

6 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori

1. Smartphone

a. Pengertian Smartphone

Smartphone merupakan telepon genggam yang memiliki keahlian dengan pengunaan serta guna yang menyamai pc. Belum terdapat standar pabrik yang memastikan makna smartphone. Untuk sebagian orang, smartphone ialah telepon yang bekerja memakai segala fitur lunak sistem pembedahan yang sediakan ikatan standar serta mendasar untuk pengembang aplikasi. Untuk yang yang lain, smartphone cumalah ialah suatu telepon yang menyajikan fitur mutahir semacam surel (pesan elektronik), internet serta keahlian membaca novel elektronik (e- book) ataupun ada papan ketik (baik sebagaimana jadi ataupun dihubung keluar).

Dengan kata lain, smartphone ialah pc kecil yang memiliki keahlian suatu telepon. Perkembangan permintaan hendak perlengkapan mutahir yang gampang dibawa ke mana- mana membuat kemajuan besar dalam pemroses, pengingatan, layar serta sistem pembedahan yang di luar dari jalan telepon genggam semenjak sebagian tahun ini (Daeng, Mewengkang, dan Kalesaran, 2017: 5).

Mayoritas perlengkapan yang dikategorikan selaku smartphone memakai sistem pembedahan yang berbeda. Dalam perihal fitur, mayoritas smartphone menunjang seluruhnya sarana surel dengan guna pengatur personal yang lengkap.

(21)

7

Guna yang lain bisa menyertakan miniature papan ketik QWERTY, layar sentuh ataupun D-pad, kamera, pengaturan catatan nama, penghitung kecepatan, navigasi piranti lunak serta keras, keahlian membaca dokumen bisnis, pemutar musik, penjelajah gambar serta memandang klip video, penjelajah internet, ataupun cuma hanya akses nyaman buat membuka surel industri, semacam yang ditawarkan oleh BlackBerry. Fitur yang sangat kerap ditemui dalam smartphone merupakan kemampuannya menaruh catatan nama sebanyak bisa jadi, tidak semacam telepon genggam biasa yang memiliki batas maksimum penyimpanan catatan nama.(Daeng, Mewengkang, dan Kalesaran, 2017: 5)

Smartphone bisa pula dimaksud selaku suatu telepon genggam yang bekerja dengan memakai fitur lunak sistem pembedahan (OS) yang sediakan ikatan standar serta mendasar untuk pengembang aplikasi. Berikut definisi smarthphone bagi sebagian pakar:

1) David Wood

Bagi David Wood, smartphone merupakan hp pintar yang mempunyai kelebihan dibandingkan perlengkapan telekomunikasi yang lain. Kelebihannya nampak dari proses pembuatannya serta proses penggunaannya.

2) Williams serta Sawyer

Bagi Williams serta Sawyer definisi smartphone merupakan telepon selular yang mengenakan sebagian layanan semacam layar, mikroprosesor, memori, serta modem bawaan. Dengan begitu, smartphone mempunyai fitur yang lebih lengkap dibandingkan handphone biasa.

(22)

8 3) RidiFerdiana

Bagi Ridi Ferdiana penafsiran smartphone merupakan perangkan telepon seluler yang dilengkapi dengan bermacam fitur. Dengan begitu, tidak hanya selaku perlengkapan telekomunikasi, smartphone pula bisa digunakan buat keperluan bisnis oleh pengusaha serta warga universal.

Bagi Istiyanto, pemakaian smartphone mempunyai pengaruh positif tidak hanya buat suatu perlengkapan komunikasi semacam halnya menolong kita buat dapat senantiasa tersambung dengan baik kepada sahabat dan saudara dekat serta keluarga kita, hendak namun smartphone pula dapat mempunyai pengaruh yang negatif apabila salah digunakan terlebih lagi dengan fitur yang mutahir.

Komunikasi digital nirkabel telah sangat diperlukan pada bermacam bidang, semacam bimbingan, bisnis, hiburan, kesehatan ataupun keamanan; Ketersediaan fitur mobile yang bisa menunjang kegiatan pengguna di bermacam area dengan fleksibilitas besar, fitur yang lebih instan serta gampang dalam pemakaian.

Kebutuhan yang sangat besar serta kemudahan akses ialah perihal utama menimbulkan pengaruh kokoh buat memakai smartphone. Bersamaan berjalannya globalisasi, dapat dibilang sebagian besar seluruh golongan memakai smartphone. Mereka memperoleh banyak khasiat, bisa menghubungi sahabat lebih gampang, mengakses akun jejaring sosial ataupun web mereka langsung di tangan mereka sendiri, serta mencari bahan pelajaran dari situs- situs di internet tanpa wajib merasa kurang aman. Sampai dikala ini, smartphone masih jadi trend

(23)

9

dari seluruh golongan di Indonesia, tidak terkecuali di area dekat kita. (Istiyanto, 2013)

b. Sejarah Smartphone

Smartphone saat ini jadi benda yang inklusif serta dipunyai banyak orang.

Tetapi demikian, tidak semacam tv ataupun perlengkapan elektronik yang lain, ponsel pintar hadapi pertumbuhan yang signifikan dari masa ke masa.

Smartphone ini telah jadi perlengkapan yang tidak hanya buat komunikasi saja, namu pula urusan perbankan, perdagangan, pembelajaran serta sebagian yang lain.

Kita seluruh dapat memakai smartphone buat apa saja. Tetapi sesungguhnya semenjak kapan smartphone mulai timbul serta kita pakai. Berarti dikenal tadinya, definisi novel bacaan yang solid berasal dari kamus Oxford, yang mendeskripsikan ponsel pintar selaku" ponsel yang melaksanakan banyak guna pc, umumnya mempunyai antarmuka layar sentuh, akses internet, serta sistem pembedahan yang sanggup melaksanakan aplikasi yang diunduh". (Mardatila, 2021)

Berikut selengkapnya sejarah perkembangan smartphone dari masa ke masa:

1) Smartphone pertama pada tahun 1992

IBM sudah membayangkan ilham buat telepon bergaya pc semenjak tahun 1970- an, namun baru pada tahun 1992 industri tersebut meluncurkan prototipe di pameran dagang pc serta teknologi COMDEX di Las Vegas. Smartphone

(24)

10

prototipe ini diketahui selaku Simon Personal Computer, namun tidak hendak hingga ke konsumen hingga tahun 1994.

Tidak hanya melaksanakan serta menerima panggilan, prototipe Simon pula bisa mengirim faksimili, email, serta taman seluler. Apalagi mempunyai layar sentuh yang bagus untuk melakukan panggilan

Fitur bonus tercantum aplikasi buat kalender, novel alamat, kalkulator, penjadwal, serta notepad. IBM pula mendemonstrasikan kalau ponsel ini sanggup menunjukkan peta, saham, kabar, serta aplikasi pihak ketiga yang lain, dengan modifikasi tertentu.

2) Tahun 1996 hingga 2000-an, Beragam Merk Mulai Menyusul

Mirip dengan Simon Personal Communicator dari IBM, Nokia 9000 Communicator dirilis pada tahun 1996 serta dikira mutahir pada masanya. Dia tiba dalam desain kulit kerang yang lumayan besar serta dilengkapi keyboard qwerty, bersama dengan tombol navigasi.

Fitur ini merupakan salah satu ponsel awal dengan internet yang merambah pasar, dengan keahlian penjelajahan website ditambahkan ke guna bisnis yang lain.

Perihal yang sangat menarik merupakan Ericsson GS88 setahun setelah itu, yang secara formal diketahui selaku" smartphone" awal dengan nama. Demikian pula, Blackberry 850 pada tahun 1999 diketahui selaku pc genggam nirkabel awal yang merambah pasar. (Mardatila, 2021)

(25)

11 3) 2001- Ponsel Bertemu Internet

Blackberry merupakan nama berarti dalam teknologi telepon seluler serta telepon pintar sepanjang dini tahun 2000- an. Fitur awal mereka yang menunjang email serta penjelajahan website diluncurkan pada 1999.

Baru pada tahun 2000 smarthphone tersambung dengan jaringan 3g yang sesungguhnya. Dengan kata lain, standar komunikasi seluler terbuat buat membolehkan fitur elektronik portabel mengakses Internet tanpa kabel.

Inilah mula dari fitur yang dapat kita nikmati sampai saat ini semacam konferensi video serta pengiriman lampiran email yang lumayan besar.

Pada 2004, blackberry sudah diperluas buat menunjukkan tampilan bercorak serta penjelajahan website lengkap. Dikala model- model yang lebih baru diciptakan, Blackberry jadi pemimpin pasar dalam smartphone

sebagian dengan sediakan teknologi serta aplikasinya kepada para handal bisnis.

Sayangnya, Blackberry hendak mengawali tren penyusutan tidak lama sehabis debut salah satu temuan sangat inovatif Apple- iPhone.

4) 2007- Steve Jobs Menguasai Pasar

Salah satu tahun sangat mempengaruhi untuk pertumbuhan smartphone merupakan tahun 2007. Itu merupakan tahun Steve Jobs serta regu di Macworld meluncurkan iPhone awal. Tidak cuma ini fitur layar sentuh sangat ramping yang merambah pasar, itu pula ialah fitur awal yang menawarkan tipe internet yang

(26)

12

lengkap serta tidak disederhanakan.. (Daeng, Mewengkang, dan Kalesaran, 2017:

5-6)

IPhone awal berikan konsumen keahlian buat menjelajahi website semacam yang mereka jalani di pc desktop. Fitur ini ditawarkan pada tingkat 4GB($ 499) serta 8GB ($ 599). Ini membanggakan dengan masa gunakan baterai sampai 8 jam. Keyboard QWERTY tradisional dilepas buat sediakan ruang untuk antarmuka layar sentuh penuh yang memakai sensor multi- sentuh. (Daeng, Mewengkang, dan Kalesaran, 2017: 6)

c. Fungsi dan Manfaat Smartphone

Smartphone yang dahulu mempunyai berat yang menggapai 500 gr dengan bermacam fitur selaku pelengkapnya. Walaupun demikian, smartphone yang saat ini jauh lebih ringan serta dengan tampilan yang lebih menarik buat digunakan.

Selaku salah satu perlengkapan komunikasi yang diandalkan dikala ini, ponsel pintar mempunyai banyak sekali guna. Ada pula bermacam- macam guna dari smartphone antara lain merupakan selaku berikut:

1) Chatting

Dengan terdapatnya ponsel pintar, kita dapat melaksanakan chat memakai media sosial mulai dari facebook, Instagram, ataupun apalagi lewat Twitter.

Walaupun demikian, aplikasi tersebut wajib diunduh dari lewat toko aplikasi.

Sebaliknya buat melaksanakan chat tanpa aplikasi, Kamu dapat mengarah ke SMS.

(27)

13 2) Menggunakan E-Mail

Kita pula dapat mengirim bermacam dokumen berarti memakai e- mail.

Smartphone dilengkapi dengan aplikasi e- mail yang membuat penggunanya terus menjadi terbantu buat berikirm berkas- berkas berarti baik buat keperluan pekerjaan ataupun pembelajaran.

3) Membuka Kalender

Kita pula dapat mengenali bertepatan pada dengan gampang serta instan melaui smartphone alias ponsel pintar. Tidak cuma itu, kita pula dapat mengendalikan ponsel buat menunjukkan temperatur sampai cuaca setiap hari.

Smartphone dapat diibaratkan seperti pc mini. Penggunaannya dapat digunakan cocok dengan kebutuhan.(Sukma, 2020)

Kemudian setelah manfaat smartphone di atas, terdapat pula sebagian manfaat smartphone yang dapat mendukung akifitas setiap hari menjadi lebih mudah serta paktis. Berikut sebagian manfaat dari smartphone yang dapat kita nikmati, antara lain:

1) Komunikasi menjadi lebih mudah dan lancar

Khasiat yang awal merupakan selaku perlengkapan komunikasi.

Dengan memakai smartphone, kita dapat dengan gampang melaksanakan panggilan baik itu panggilan suara ataupun panggilan video. Tidak hanya itu kita pula dapat silih berkirim pesan pendek, pesan suara tanpa melaksanakan panggilan serta ataupun pesan broadcast ke banyak sahabat, ataupun tipe ikatan yang yang lain dengan sahabat sampai rekan kerja. Kita pula dapat

(28)

14

memakai media sosial buat dapat tersambung dengan sahabat di bermacam penjuru dunia, baik yang telah kita tahu ataupun buat mencari kenalan baru.

2) Berbagai macam hiburan yang tersedia

Kita juga bisa menggunakan smartphone sebagai media hiburan. Ada game, musik, dan lain sebagainya untuk membuat kegiatan harian semakin seru dan meng-asikkan. Kita juga bisa memanfaatkan berbagai aplikasi menarik lainnya yang bisa ditemukan di toko aplikasi atau biasa disebut play store.

3) Mencari informasi terkini

Manfaat dari smarphone yang selanjutnya adalah untuk menambah pengetahuan. Menggunakan ponsel pintar, kita bisa berselancar di dunia maya untuk mencari tahu informasi terkini, atau bahkan ilmu pengetahuan yang membuat kita semakin tahu hal-hal baru. Selain itu, di media sosial yang bisa kita akses dari telepon pintar juga banyak dibeberkan kejadian- kejadian disekeliling kita. Jadi bukan hal sulit lagi jika kita ingin mencari informasi terkait suatu hal.

4) Menyimpan berbagai macam data

Manfaat dari ponsel pintar yag selanjutnya adalah untuk melakukan penyimpanan data. Anda bisa menyimpan data yang berupa file dokumen, musik, atau bahkan dalam bentuk video, foto dan yang lain. Anda juga bisa menambahkan memori tambahan yang berguna untuk memperbesar ruang penyimpanan.

(29)

15 5) Sebagai penunjuk arah

Manfaat yang selanjutnya adalah sebagai petunjuk arah. Saat berada di jalan dan kita bingung harus memilih jalan yang mana, kita bisa segera membuka ponsel mencari cari jalan mana yang tepat dan bisa dipilih agar bisa segera sampai di tujuan. Jadi bukan masalah besar jika kita ingin mengunjungi suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya, karena semua jalur sudah tersedia dalam genggaman kita dan tanpa khawatir tersesat(Sukma, 2020).

1. Akhlak

a. Pengertian Akhlak

Akhlak dalam bahasa Arab ialah jama’ dari khuluq yang memiliki beberaba makna, antara lain ialah: tabiat, adat, serta sifat (Mukmin, 2006: 15). Tidak hanya itu kata Akhlak juga berasal dari kata khalaqa yang berarti mencipta, membuat atau menjadikan. Akhlak secara kebahasan dapat baik ataupun kurang baik bergantung tata nilai yang berlaku di lingkungan, sedangkan secara sosiologis di Indonesia kata akhlak sendiri di artikan baik. Sehingga orang yang dikatakan berakhlak berarti adalah orang yang memiliki akhlak yang baik (Ali, 2007: 29).

Berikutnya Quraish Shihab (2007: 336) menyebutkan bahwa meskipun kata Akhlak berasal dari bahasa Arab (yang biasa diartikan tabiat, perangai, kebiasan bahkan agama), kata semacam itu tidak ditemukan dalam Al-Quran, melainkan hanya bentuk tunggal dari kata tersebut yaituk huluq yang tercantum

(30)

16

dalam Al-Quran surat Al-Qalam ayat 4. (Shihab, 2007: 336) Kata Akhlak banyak ditemukan di dalam hadis-hadis Nabi SAW., dan salah satunya yaitu,

َه َنِّوَتُ ِلِ ُتْثِعُبَاَّوِنا ِق َلَْخ َ ْلْا َمِراَك

– كلاه هاور

Artinya: “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.

Setelah itu Quraish Shihab mengungkapkan bahwa akhlak atau kelakuan manusia sangat bermacam-macam, dan salah satu firmanNya dapat menjadi argument dari keanekaragaman tersebut.

عَس َّىِإ نُكَي ىَّتَشَل ٤

Artinya: “Sesungguhnya usaha kamu (hai manusia) pasti amat beragam”. (Qs.

Al-Lail: 4) (Departemen Agama RI, 2007: 596)

Keanekaragaman tersebut dapat ditinjau dari berbagai sudut, antara lain nilai kelakuan yang berkaitan dengan baik dan kurang baik, serta dari objeknya, yakni kepada siapa kelakuan ini diperuntukkan. (Shihab, 2007: 337)

Tidak hanya makna di atas, kata Akhlak juga memiliki kesesuaian dengan kata khalqun yang berarti kejadian, juga erat kaitannya dengan khaliq berarti pencipta dan makhluk yang berarti diciptakan. Ini berarti akhlak muncul sebagai mediator antara khaliq (pencipta) dan makhluk (yang diciptakan) secara timbal balik, yang disebut dengan hablumminallah. Dari pola hubungan yang vertikal (hablumminallah) ini, menghasilkan pola hubungan horizontal antara sesama manusia (hablumminannas). (Bachtiar, 2013: 76)

(31)

17

Riwayat lain yang menerangkan bahwa Akhlak merupakan suatu istilah agama yang digunakan untuk menilai perbuatan manusia apakah itu baik, atau kurang baik. Seperti halnya yang telah di jelaskan di atas, sehingga seseorang yang dianggap berakhlak berarti merupakan seseorang yang memiliki Akhlak yang baik. Sedangkan ilmu akhlak adalah suatu ilmu pengetahuan agama Islam yang berguna untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada manusia, bagaimana cara berbuat kebaikan dan menghindarkan keburukan. Dalam hal ini dapat dijelaskan contohnya: a) Perbuatan baik termasuk akhlak, karena membicarakan nilai atau kriteria suatu perbuatan. b) Perbuatan itu sesuai dengan petunjuk Ilmu Akhlak; ini termasuk ilmunya, karena membicarakan ilmu yang telah dipelajari oleh manusia untuk melakukan suatu perbuatan. (Sastra, 2016: 63)

Secara epistemologi atau istilah akhlak bisa diartikan berbagai perspektif sesuai dengan para ahli tasawuf diantaranya:

1) Imam Al-Ghazali

Mengemukakan bahwa Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang darinya muncul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak membutuhkan pertimbangan pikiran (lebih dahulu). (Zulkifli dan Jamaluddin, 2018: 3)

2) Ibnu Maskawaih

Mengatakan bahwa akhlak adalah keadaan jiwa yang mendorong atau mengajak untuk melakukan suatu perbuatan tanpa melalui proses berpikir, dan pertimbangan terlebih dahulu.

(32)

18 3) Prof. Dr. Ahmad Amin

Sedangkan akhlak menurut Prof. Dr. Ahmad Amin adalah suatu ilmu yang menerangkan baik dan buruk, menjelaskan yang harus dilakukan, mengungkapkan tujuan yang harus dicapai dan menunjukkan apa yang harus diperbuat. (Sastra, 2016: 64)

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah sesuatu yang menjadi ciri hati dari seseorang yang muncul atau timbul melalui perilaku-perilaku. Sedangkan Akhlak mulia merupakan cerminan dari seorang muslim, yang mencerminkan kesucian hati dan fikirannya, sedangkan akhlak buruk mencerminkaan seseorang yang telah gelap hatinya hingga seseorang tidak bisa memutuskan mana yang baik dan buruk baginya sebab keburukan itu telah menyatu dalam dirinya. (Sastra, 2016: 64)

b. Landasan Berakhlak Mulia

Akhlak bersumber dari agama wahyu. Dalam pembahasan ini menuju pada konseptual akhlak islami dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits Nabawi dikomparasikan dengan materi-materi yang sudah berkembang.

Sikap dan perilaku akhlak islami yang sempurna itu harus berpegang pada tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Orang yang paling mengerti tentang pengamalan Al-Qur’an adalah Nabi sendiri. Allah SWT menyebutkan dalam QS. Al-Qalam ayat 4:

َكَّنِاَو

لَعَل

قُلُخ ى

نْيِظَع

٤

(33)

19

Artinya: “Dan sesungguhnya kami benar-benar berbudi pekerti yang luhur”.

(Qs.Al-Qalam: 4) (Deparemen Agama RI, 2007: 565)

Bersumber pada ayat tersebut para sufi menyebut Nabi Muhammad sebagai al-Insan al-Kamil, prototipe manusia sempurna sejak Nabi Adam AS, hingga manusia akhir zaman. (Badrudin, 2015: 12)

c. Ruang Lingkup Akhlak

1) Akhlak terhadap Allah SWT.

Allah SAW menciptakan manusia bukan untuk meramaikan serta menghiasi dunia saja, lebih dari itu Allah menciptakan manusia selaku makhluk dan hambanya. Allah SWT adalah Al-Khaliq (Maha pencipta) dan manusia adalah makhluk (yang diciptakan). Manusia harus tunduk kepada peraturan Allah. Hal ini menunjukkan kepada sifat manusia selaku hamba (Badrudin, 2015:

37). Akhlak terhadap Allah dapat dimaknai sebagai sikap atau perbuatan yang sepatutnya oleh manusia selaku makhluk, kepada Tuhan selaku khalik. Sikap atau perbuatan tersebut mempunyai ciri-ciri perbuatan khalik sebagaimana telah disebut diatas.(Abudin, 2015: 127)

Beberapa akhlak yang memang menjadi keharusan bagi kita sebagai makhluk kepada sang penciptanya, antara lain:

a) Beribadah kepada Allah SWT, yaitu melakukan perintah Allah SWT untuk menyembah-Nya sesuai dengan perintah-Nya. Seorang muslim beribadah membuktikan ketundukkan terhadap perintah Allah SWT.

(34)

20

b) Berzikir kepada Allah SWT, yakni mengingat Allah SWT di dalam bermacam situasi dan kondisi, baik yang diucapkan dengan mulut ataupun dalam hati. Berzikir kepada Allah SWT menciptakan ketenangan dan ketentraman hati.

c) Berdo’a kepada Allah SWT, yakni memohon apapun kepada Allah SWT.

Do’a adalah inti dari sebuah ibadah, karena do’a merupakan pernyataan akan keterbatasan dan penerapan akhlak dalam Kehidupan.

d) Tawakkal kepada Allah SWT, yakni berserah diri seluruhnya kepada Allah SWT dan menanti hasil pekerjaan atau menunggu akibat dari suatu kondisi.

e) Thawadu’ kepada Allah SWT, yakni rendah hati di hadapan Allah SWT.

Mengakui bahwa dirinya rendah serta hina di hadapan Allah SWT yang maha kuasa. Oleh karena itu, tidak layak jika hidup dengan angkuh dan sombong, tidak mau memaafkan orang lain, dan pamrih dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT. (Zulkifli dan Jamaluddin, 2018: 7)

2) Akhlak kepada makhluk

Akhlak terhadap makhluk terbagi menjadi beberapa bagian:

a) Akhlak terhdap diri sendiri

Manusia yang bertanggung jawab adalah seseorang yang sanggup bertanggung jawab kepada diri sendiri, bertanggung jawab atas tugas serta kewajiban yang dipikul di atas pundaknya, kewajibannya- kewajibannya, tanggung jawab terhadap kesehatannya, pakaiannya,

(35)

21

minuman dan makanannya, atau apapun yang menjadi kepunyaannya.

(Badrudin, 2015: 38)

Adapun kewajiban-kewajiban terhadap diri sendiri menurut Zulkifli dan Jamaluddin (2018: 9) dari segi Akhlak bisa kita jabarkan sebagai berikut:

Sabar, yaitu prilaku seseorang terhadap dirinya sendiri selaku hasil dari pengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Sabar diwujudkan ketika melaksanakan perintah, menjauhi larangan, serta ketika ditimpa bencana.

Syukur, yaitu sikap berterima kasih atas pemberian nikmat Allah SWT yang tidak terhitung jumlahnya. Syukur diwujudkan berupa ucapan dan perbuatan. Syukur dengan ucapan yaitu memuji Allah SWT dengan bacaan Alhamdulillah, sedangkan syukur dengan perbuatan dilakukan dengan menggunakan dan memanfaatkan nikmat Allah SWT sesuai dengan aturan Allah SWT.

Thawadu‟, yaitu rendah hati, selalu menghargai siapapun yang dihadapi, orang tua, muda, kaya ataaupun orang yang tak punya. Sikap thawadu‟ menciptakan ketenangan jiwa, menjauhkan dari sifat iri dan dengki yang menyiksa diri sendiri dan tidak menyenangkan orang lain.

(Zulkifli dan Jamaluddin, 2018: 9)

(36)

22 b) Akhlak terhadap keluarga

Akhlak terhadap keluarga adalah mengembangkan kasih sayang diantara anggota keluarga yang diungkapkan dalam bentuk komunikasi.

Akhlak kepada ibu bapak adalah berbuat baik kepada keduanya dengan ucapan dan perbuatan. Berbuat baik kepada ibu bapak dibuktikan dalam bentuk-bentuk perbuatan antara lain: menyayangi dan mencintai ibu bapak sebagai ungkapan terima kasih dengan cara bertutur kata sopan dan lemah lembut, mentaati perintah, meringankan beban, serta menyantuni mereka ketika sudah tua dan tidak mampu lagi berusaha (Zulkifli dan Jamaluddin, 2018: 9). Selain itu seorang muslim wajib memberi penghormatan kepada ayah dan ibunya. Memelihara mereka di hari tuanya, mencintai mereka dengan kasih sayang yang tulus serta mendo’akan setelah mereka tiada. (Badrudin, 2015: 39)

Komunikasi yang didorong oleh rasa kasih sayang yang tulus akan dirasakan oleh seluruh anggota keluarga. Apabila kasih sayang telah mendasari komunikasi orang tua dengan anak, maka akan lahir wibawa pada orang tua, demikian sebaliknya. Melalui komunikasi seperti itu pula dilakukan pendidikan dalam keluarga, yaitu menanamkan nilai- nilai moral kepada anak-anak sebagai landasan bagi pendidikan yang akan mereka terima pada masa-masa selanjutnya. (Zulkifli dan Jamaluddin, 2018:10)

(37)

23

c) Akhlak terhadap masyarakat atau lingkungan sosial

Akhlak kepada masarakat adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dilakukan secara otomatis tanpa pertimbangan terlebih dahulu dalam lingkungan atau kehidupaan. Kita harus memperhatikan saudara dan tetangga kita. Tetangga yang selalu ada ketika kita membutuhkan bantuan.

Kehidupan di masyarakat pasti akan menjumpai kegiatan silaturahim. Orang berkhlak baik biasanya akan menyenangi untuk bertamu dan bersilaturrahim kepada kerabat maupun tetangganya, karena ini dapat menguatkan hubungan sesama muslim. (Hasbi, 2020:

93)

2. Remaja

a. Pengertian Remaja

Kata remaja berasal dari bahasa latin yaitu adolescene yang berarti to grow maturity. Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja, seperti DeBrum mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak menuju dewasa. Sedangkan menurut Papalia dan Olds, masa remaja adalah masa kanak-kanak dan dewasa yang pada umumnya dimulai pada saat usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal usia puluhan tahun. (Jahja, 2011: 220)

(38)

24

Remaja adalah masa saat terbentuknya perubahan-perubahan yang kilat, termasuk perubahan mendasar dalam aspek fisik, kognitif, emosi, sosial dan pencapaian. Remaja sebagian besar sanggup menghadapi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa mengalami keterpurukan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial sehingga memunculkan permasalahan bagi remaja seperti munculnya perilaku anti sosial pada remaja, konflik dengan orang tua, penyalahgunaan napza, merokok, minum-minuman beralkohol dan seks bebas.

(Muflih, Hamzah, dan Puniawan, 2017: 13)

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) memberikan batasan mengenai siapa remaja secara konseptual. Dikemukakann oleh WHO ada tiga kriteria yang digunakan; biologis, psikologis, dan sosial ekonomi, yakni: (1) individu yang berkembang saat kali pertama menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya hingga saat mencapai kematangan seksual, (2) individu yang mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi dewasa, dan (3) terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan yang lebih mandiri. (Putro, 2017)

Berdasarkan beberapa pengertian remaja yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa kesamaan yaitu bahwa remaja adalah masa pertumbuhan seorang individu dari kanak-kanak menuju dewasa dengan ditandai berbagai macam perubahan-perubahan yang muncul baik itu secara fisik maupun psikis pada individu tersebut. Selain itu juga, terjadi perubahan pola hubungan sosial sebagai

(39)

25

dampak dari perkembangan psikis seorang individu yang meninginjak usia remaja.

b. Rentang Usia Remaja

Masa remaja secara umum dianggap mulai pada saat anak secara seksual menjadi matang dan berakhir saat mencapai usia matang secara hukum. Namun penelitian tentang perubahan perilaku, dan nilai-nilai selama masa remaja tidak hanya menunjukan bahwa setiap perubahan terjadi lebih cepat pada awal masa remaja daripada akhir masa remaja, tetapi juga menunjukkan bahwa perilaku, sikap, dan nilai-nilai pada awal masa rermaja berbeda dengan pada akhir masa remaja. Dengan demikian, secara umum masa remaja dibagi menjadi dua bagian, yaitu awal dan akhir masa remaja (Jahja, 2011: 221), garis pemisah antara awal dan akhir masa remaja terletak kira-kira di sekitar usia 17 tahun; usia di mana rata-rata setiap remaja memasuki sekolah menengah tingkat atas. Dan melanjutkan pendidikan tinggi, mendorong sebagian besar remaja untuk berperilaku lebih matang.

c. Perkembangan Jiwa Remaja

Masa remaja seringkali diistilahkan dengan masa mencari “jati diri” oleh Erikson dalam Muhamad Ali (2014) disebut dengan identitas ego (ego identity).

Hal ini terjadi karena remaja adalah masa peralihan dari kehidupan anak-anak menuju masa kehidupan orang dewasa. Ditinjau dari segi fisiknya, mereka sudah bukan anak-anak lagi melainkan sudah selayaknya orang dewasa, namun apabila mereka diperlakukan sebagai orang dewasa, ternyata belum sanggup

(40)

26

menunjukkan sikap selayaknya orang dewasa. Sikap-sikap yang seringakli ditunjukkan oleh remaja antara lain: (1) kegelisahan; (2) pertentangan; (3) menghayal; (4) aktivitas berkelompok; (5) keinginan mencoba segala sesuatu (Laela, 2017: 136)

Seperti yang telah dijelaskan di atas, masa remaja yang merupakan masa peralihan dari kanak-kanak menuju usia dewasa. Pada masa ini nyaris selalu merupakan masa-masa tidak mudah bagi remaja ataaupun orang tua. Ada beberapa alasan untuk ini:

1. Remaja mulai menyampaikan kebebasan serta haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Tidak terhindarkan, ini dapat menimbulkan ketegangan dan perselisihan, dan dapat merenggangkan hubungan antara remaja dan keluarganya.

2. Remaja lebih mudah dipengaruhi teman-temannya daripada ketika masih anak- anak. Ini berarti pengaruh orang tua pun melemah. Anak remaja berperilaku serta memiliki kegemaran yang tidak sama bahkan bertolak belakang dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-contoh yang umum yaitu cara berpakaian, gaya rambut atau musik, yang semuanya harus mutakhir.

3. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhan maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul dapat menakutkan, membingungkan, dan menjadi sumber perasaan salah dan frustrasi

(41)

27

4. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersamaan dengan emosinya yang umumnya menjadi ebih tinggi, membuat remaja sulit menerima nasihat orang tua (Jahja, 2011: 225-226)

B. Kajian Penelitian yang Relevan

Untuk menghindari terjadi pengulangan hasil penelitian yang membahas masalah yang sama dalam penelitiannya, maka penulis akan memaparkan beberapa penelitian yang sudah ada, sebagai bandingan dalam mengupas permasalahan tersebut sehingga diharapkan akan muncul penemuan baru.

Beberapa penelitian itu antara lain sebagai berikut:

Beauty manumpil, dkk. Dalam jurnal hubungan Penggunaan Gadget Dengan Tingkat Prestasi Siswa di SMA Negeri 9 Manado, Gadget merupakan suatu alat teknologi yang saat ini berkembang pesat yang memiliki fungsi khusus diantarana yaitu smartphone, Iphone dan Blackberry. Gadget dengan berbagai aplikasi dapat menyajikan berbagai media sosial, sehingga seringkali disalahgunakan oleh siswa yang dapat berdampak bururk bagi nilai akademik atau tingkat prestasi mereka.

Tesis berjudul Pengaruh Penggunaan Teknologi Handphone Terhadap Moral Siswa Mi Muhammadiyah Gondang Mungkid Magelang yang disusun oleh Muhari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknologi handphone terhadap moral siswa MI Muhammadiyah Gondang Mungkid Magelang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat

(42)

28

disimpulkan bahwa penggunaan teknologi handphone berpengaruh terhadap moral Siswa MI Muhammadiyah Gondang, Magelang.

Skripsi oleh Denak Sintia Rahmawati yang berjudul Analisis Penggunaan Gadget Terhadap Akhlak Anak (Studi Kasus di SD N 01 Kebonharjo, Klaten).

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pengaruh yang ditimbulkan gadget terhadap kepribadian atau akhlak anak dan bagaimana cara orang tua menghadapi tekhnologi yang semakin pesat ini. Dalam penelitian ditemukan adanya pengaruh-pengaruh negative dan positif gadget dalam pembentukan karakter anak yang dapat dilihat dari cara orang tua mendidik, mengajari dan berkomunikasi dengan anaknya.

Skripsi berjudul “Pengaruh Penggunaan Smartphone Pada Anak Usia 7-9 Tahun Terhadap Keberfungsian Sosial di Srunggan Karang Tengah Imogiri Bantul” yang dilakukan oleh Umi Khasanah. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh smartphone terhadap perkembangan anak pada keberfungsiannya sangatlah tidak baik. Karena manfaat smartphone bagi anak belum begitu penting, sehingga seharusnya anak-anak usia 7-9 tahun mereka mampu menjalankan peran mereka sebagaimana anak dengan baik, akan tetapi karena adanya smartphone mereka cenderung lebih asyik bermain dengan smartphone mereka daripada bermain dan berkumpul dengan teman-teman mereka.

(43)

29

Skripsi oleh Irma Fauziyah yang membahas tentang “Hubungan Antara Penggunaan Internet Dengan Akhlak Remaja di Desa Planjan Kesugihan Cilacap Tahun 2017”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akhlak remaja di desa Planjan baik. Dan tidak ada hubungan antara penggunaan internet dengan akhlak remaja di desa Planjan kecamatan Kesugihan. Yang menjadi variable atau objek penelitian dalam penelitian ini adalah tingkat penggunaan Internet dan akhlak remaja, sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah remaja di desa Planjan kecamatan Kesugihan.

C. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara. Artinya, hipotesis adalah dugaan jawaban atas hasil penelitian yang akan dilakukan. Hipotesis juga bisa dimaknai sebagai pernyataan yang diharapkan antara dua variable atau lebih. (Zulfa, 2010:

82)

Hipotesis dalam penelitian ini adalah: hipotesis kerja (Ha): “Ada pengaruh penggunaan smartphone terhadap akhlak remaja di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan”. Adapun sebagai pembanding diajukan pula hipotesis nihil (Ho):

“Tidak ada pengaruh penggunaan smartphone terhadap akhlak remaja di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan”.

(44)

30 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi dan lapangan. Disebut penelitian korelasi karena teknik analisis yang digunakan adalah teknik korelasional yang berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel satu dengan variabel lainnya (Zulfa, 2011: 8). Penelitian ini termasuk penelitian lapangan atau kancah (Field research) adalah jenis penelitian yang dilakukan di lapangan dalam dunia nyata (Zulfa, 2011: 12)

2. Pendekatan Penelitian

Adapun pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, di mana data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2010: 13)

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Dalam penelitian ini penulis akan melaksanakan penelitian dimulai dari Bulan Agustus sampai dengan Bulan September 2021. Sebagai tempat penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah Desa Dondong, salah satu desa di kecamatan Kesugihan.

(45)

31 C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010: 117). Dalam penelitian ini subjek penelitian adalah remaja yang rentang usia 15 tahun sampai dengan 18 tahun sebanyak 380 remaja di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap.

2. Sampel Penelitian

Sugiyono mengatakan, sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebagian dari jumlah remaja di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Dari populasi remaja diatas untuk pengambilan sampel maka diambil 10% dari jumlah remaja sehingga jumlah sampel yang diperoleh adalah 10% x 380 = 38 Remaja. Berdasarkan sampel, jika populasi penelitian berjumlah 380 remaja, maka sampel yang terambil adalah 38 responden.

Untuk mengukur variabel penggunaan smartphone dan variabel akhlak remaja. Peneliti menggunakan instrumen penelitian terdiri dari 4 jawaban alternatif yang sudah tersedia yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS).

(46)

32 Tabel 3.1

Scoring Favoriabel dan Unfavoriabel Angket

No. Kriteria Pernyataan Favorabel Unfavorabel

1 Sangat Setuju 4 1

2 Setuju 3 2

3 Tidak Setuju 2 3

4 Sangat Tidak Setuju 1 4

D. Variabel atau Obyek Penelitian

Variabel atau obyek penelitian adalah gejala yang bervariasi seperti laki- laki dan perempuan, tinggi rendah dan sebagainya (Zulfa, 2011: 46). Dalam konteks penelitian ini memiliki dua variabel, yaitu:

1. Variabel bebas (Independent)

Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau variabel yang menjadi penyebab atas munculnya suatu akibat. Variabel ini biasanya disimbolkan dengan huruf X (Zulfa, 2011: 47). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel X adalah “penggunaan Smartphone”.

2. Variabel terikat (dependen)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang mendapatkan pengaruh atau akibat. Variabel ini disimbolkan dengan huruf Y (Zulfa, 2011: 47). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel Y adalah

“akhlak remaja di Desa Dondong kecamatan Kesugihan”.

(47)

33 E. Metode Pengumpulan Data

Beberapa metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi adalah cara pengumpulan data dengan jalan melihat secara langsung suatu aktivitas, kejadian atau benda yang diperkirakan bisa memberikan informasi atau data penelitian. Observasi akan sangat bagus digunakan jika obyek penelitiannya bersifat perilaku dan tindakan manusia, fenomena alam, proses kerja dan penggunaan responden kecil. (Zulfa, 2011:

68)

2. Metode Angket (Questioner)

Quistioner adalah metode penelitian yang dilakukan dengan tanya jawab secara tertulis dari peneliti kepada subyek penelitian (Zulfa, 2011: 47).

Metode angket digunakan dalam penelitian ini diberikan kepada remaja di Desa Dondong yang menjadi sampel penelitian untuk memperoleh data mengenai penggunaan Smartphone.

3. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan menggali informasi pada dokumen-dokumen, baik itu berupa kertas, video, benda dan lainnya (Zulfa, 2010: 171). Penggunaan metode ini diharapkan dapat memperoleh data tentang lokasi penelitian yakni Desa Dondong Kecamatan Kesugihan.

(48)

34 Tabel 3.2

Kisi-Kisi Angket Penelitian

No. Variabel Sub Indikator Indikator

1. Penggunaan smartphone

Intensitas 1. Lama penggunaan smartphone

2. Kebiasaan menggunakan smartphone

Alasan 1. Sebagai alat komunikasi 2. Untuk menunjang

pendidikan

3. Sarana mencari informasi 4. Sebagai hiburan

2. Akhlak remaja Akhlak kepada Allah SWT

1. Menauhidkan Allah SWT 2. Menjalankan kewjiban

sebagai orang Islam Akhlak kepada

keluarga

1. Hormat kepada yang lebih tua

2. Berbakti kepada orang tua 3. Menyayangi sesama

keluarga Akhlak kepada

makhluk

1. Berbuat baik kepada diri sendiri

2. Berbuat baik kepada tetangga

3. Menolong orang lain 4. Menyayangi tumbuhan 5. Menyayangi hewan 6. Memelihara lingkungan

F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk memastikan seberapa baik suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur konsep yang seharusnya diukur. Untuk menguji validitas konstruk dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan skor totalnya (Sugiyono, 2010: 125). dengan menggunakan rumus CORREL dengan bantuan Microsoft Office excel 2007. Selanjutnya,

(49)

35

dikategorikan berdasarkan panduan dari US Department of labor, Employment Training and Administration, r-hitung dan r-tabel.

Rumus untuk mencarai r-hitung:

Keterangan:

ri = Poduct Moment (r-hitung)

Xi = Nilai data ke-i kelompok variabel X Yi = Nilai data ke-i kelompok varaiabel Y n = Jumlah responden

Rumus menghitung r-tabel:

(df = n – 2) Keterangan:

df = Degree of freedom (derajat bebas) n = Jumlah responden

Untuk menentukan taraf kesalahan signifikan, maka tentukan berapa persen (%) dari nilai signifikan yang dicari.

(50)

36 2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas diartikan sebagai konsisten atau keakuratan hasil ukur.

Seberapa konsistensi skor yang dihasilkan tersebut apabila diukur pada kurun waktu yang berbeda (Periantalo, 2016: 128). Reliabilitas merupakan kesamaan kata dalam waktu yang berbeda, instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunkan beberapakali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2010: 121). Kuesioner dikatan reliabel jika dapat memberikan hasil relatif sama pada saat dilakukan pengukuran kembali pada obyekyang berlainan pada waktu yang berbeda atau memberikan hasil yang tetap.

G. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan mana yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain. (Sugiyono, 2010: 244)

(51)

37 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian

Pada deskripsi data ini, akan diuraikan paparan data berupa kondisi umum objek penelitian yang telah didapat saat penelitian di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Berikut ialah paparan data mengenai objek penelitian:

1. Profil Desa

a. Nama Desa/Kelurahan : Dondong

b. Kecamatan : Kesugihan

c. Kabupaten/Kota : Cilacap

d. Provinsi : Jawa Tengah

e. Tahun Pembentukan : 1830 f. Dasar Hukum Pembentukan : g. Peta Resmi Wilayah : Ada

h. Koordinat : 109.0446 LS/LU-7.616202 BT/BB

i. Batas wilayah :

1. Sebelah utara : Mandala

2. Sebelah Selatan : Jangrana 3. Sebelah Timur : Planjan 4. Sebelah Barat : Sumingkir

(52)

38 2. Data Umum

a. Tipologo Desa/Kelurahan : Persawahan

b. Klasifikasi Desa/Kelurahan : Swadaya

c. Kategori Desa/Kelurahan : Madya

d. Komoditas Unggulan Berdasarkan Luas Tanam : Padi Sawah e. Komoditas Unggulan Berdasarkan Nilai Ekonomi : Padi Sawah

f. Luas Wilayah : 1.616,71 Ha

1. Lahan Sawah : 418 Ha

2. Lahan Ladang : 0 Ha

3. Lahan Perkebunan : 0 Ha

4. Hutan : 0 Ha

5. Waduk/Danau/Situ : 0 Ha

6. Lahan Lainnya : 1.199 Ha

g. Luas Tanah Kas Desa : 6 Ha

h. Orbitrasi (Jarak dari Pusat Pemerintahan)

1. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 8 Km 2. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kota : 35 Km 3. Jarak dari Pusat Pemerintahan Provinsi : 195 Km

i. Jumlah Kepala Keluarga : 2.760 KK

1. Keluarga Pra Sejahtera : 0 KK

2. Keluarga Sejahtera : 0 KK

3. Keluarga Sejahtera III Plus : 0 KK

(53)

39 j. Jumlah Penduduk

1. Laki-laki : 4.564 Jiwa

2. Perempuan : 4.372 Jiwa

3. Usia 0-17 : 594 Jiwa

4. Usia 18-55 : 0 Jiwa

5. Usia 55 ke Atas : 0 Jiwa

k. Pekerjaan/Mata pencaharian 1. Karyawan

a) Pegawai Negeri Sipil : 32 Orang

b) TNI/Polri : 0 Orang

c) Swasta/BUMN : 322 Orang

2. Wiraswasta/Pedagang : 141 Orang

3. Petani : 852 Orang

4. Buruh Tani : 521 Orang

5. Nelayan : 13 Orang

6. Peternak : 0 Orang

7. Jasa : 0 Orang

8. Pengrajin : 0 Orang

9. Pekerja Seni : 0 Orang

10. Pensiunan : 32 Orang

11. Lainnya : 4.494 Orang

12. Tidak Bekerja/Pengangguran : 0 Orang

(54)

40 l. Rasio Pendidikan dan Kesehatan

1. Rasio Murid dan Guru

a) Taman Kanak-kanak : 0:20

b) Sekolah Dasar/Sederajat : 0:0

c) SMP/Sederajat : 0:0

d) SMA/Sederajat : 0:0

e) Perguruan Tinggi : 0:0

2. Tenaga Kesehatan

a) Dokter Umum : 0

b) Dokter Spesialis : 0

c) Bidan/Dukn Bayi Terlatih :12

d) Mantri Kesehatan : 2

e) Perawat : 0

m. Tingkat Pendidikan Masyarakat 1. Lulusan Pendidikan Umum

a) Taman Kanak-kanak : 27 Orang

b) Sekolah Dasar/Sederajat : 530 Orang

c) SMP/Sederajat : 892 Orang

d) SMA/Sederajat : 153 Orang

e) Akademi/D1-D3 : 15 Orang

f) Sarjana S1 : 70 Orang

g) Sarjana S2 : 0 Orang

(55)

41

h) Sarjana S3 : 0 Orang

2. Tidak Lulus dan Tidak Sekolah

a) Tidak Lulus : 805 Orang

b) Tidak Sekolah : 384 Orang

n. Sarana dan Prasarana 1. Kantor Desa

2. Prasarana Kesehatan

a) Puskesmas : 0 Buah

b) Puskesmas Pembantu : 0 Buah

c) Poliklinik : 0 Buah

d) Posyandu dan Polindes : 0 Buah 3. Prasaran Pendidikan

a) Perpustakaan Desa : 0 Buah

b) Gedung Sekolah PAUD : 0 Buah

c) Gedung Sekolah TK : 1 Buah

d) Gedung Sekolah SD : 6 Buah

e) Gedung Sekolah SMP : 0 Buah

f) Gedung Sekolah SMA : 0 Buah

g) Gedung Sekolah Perguruan Tinggi : 0 Buah 4. Prasarana Ibadah

a) Mesjid : 6 Buah

b) Mushola : 36 Buah

(56)

42

c) Gereja : 0 Buah

d) Pura : 0 Buah

e) Vihara : 0 Buah

f) Klenteng : 0 Buah

5. Prasarana Transportasi

a) Jalan Desa (Aspal/Beton) : 8.001 Km b) Jalan Kabupaten (Aspal/Beton) : 0 Km c) Jalan Provinsi (Aspal/Beton) : 0 Km

d) Jalan Nasional : 0 Km

e) Tambatan Perahu : 0 Buah

f) Perahu Motor : 0 Buah

g) Lapangan Terbang : 0 Buah

h) Jembatan Besi : 8 Buah

6. Prasaran Air Bersih

a) Hidran Umum : 0 Buah

b) Penampung Air Hujan : 0 Buah

c) Mata Air : 3 Buah

d) Pengolahan Air Bersih : 1 Buah

e) Sumur Gali : 700 Buah

f) Sumur Pompa : 25 Buah

g) Tangki Air Bersih : 0 Buah

7. Prasarana Sanitasi dan Irigasi

(57)

43

a) MCK Umum : 5 Buah

b) Jamban Keluarga : 5 Buah

c) Saluran Drainase : Ada

d) Pintu Air : 3 Buah

e) Saluran Irigasi : 242 Meter

3. Kelembagaan

a. LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) atau Sebutan Lain

1. Jumlah Pengurus : 18 Orang

2. Jumlah Lingkup Kegiatan : 0 Jenis b. Lembaga Adat

1. Pemangku Adat : Tidak Ada

2. Kepegurusan Adat : Tidak Ada

3. Simbol Adat :

4. Kegiatan Adat :

- Musyawarah - Sanksi Adat

- Upacara Adat Perkawinan - Upacara Adat Kematian - Upacara Adat Kelahiran

- Upacara Adat dalam Bercocok Tanam - Upacara Adat dalam Pembangunan Rumah c. TP PKK

(58)

44

1. Jumlah Pengurus : 21 Orang

2. Jumlah Lingkup Kegiatan : 12 Jenis d. BUMDES

1. Jumlah BUMDES : 1

2. Jumlah Pengurus BUMDES : 10 Orang

3. Jenis Kegiatan : 1 Jenis

e. Karang Taruna

1. Jenis Kegiatan : 5 Jeni

2. Jumlah Pengurus : 26 Orang

f. RT/RW

1. Jumlah RW : 7 RW

2. Jumlah RT : 49 RT

4. Keamanan dan Ketertiban

a. Jumlah Anggota Linmas/Hansip : 29 Orang

b. Jumlah Pos Kamling : 30 Buah

c. Pencurian dan Perampokan :2 Kasus

d. Perkosaan : 0 Kasus

e. Pembunuhan : 0 Kasus

f. Penipuan : 0 Kasus

g. Perkelahian Massal : 2 Kasus

h. Narkotika dan Obat Terlarang : 0 Kasus

(59)

45 B. Penyajian Data

Dalam penyajian data ini, penulis akan mepaparkan tentang hasil penelitian yang dilaksanakan di Desa Dondong. Adapaun hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut:

1. Hasil Uji Validitas Instrumen

a. Uji validitas variabel independen, biasa dilambangkan dengan huruf (X), yaitu angket penggunaan smartphone dengan jumlah responden 38 dengan masing- masing pernyataan berjumlah 20 pernyataan maka dapat di uji validitas dengan hasil sebagai berikut:

Gambar

Tabel 4.3  Koefisien Korelasi
Tabel 4.4  Reability Statistic X  Cronbach's Alpha  N of Items
Tabel 4.5  Reliability Statistics Y  Cronbach's Alpha  N of Items
Tabel 4.7  Model Summary
+2

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya dari hasil perhitungan menggunakan SPSS maka dapat diketahui persamaan regresi linier sederhana antara variabel Motivasi terhadap Disiplin pegawai adalah

Sumber:Data diolah dari output SPSS 21, 2016 Berdasarkan hasil analisis model persamaan regresi linier berganda dengan uji signifikansi simultan (Uji statistik F)

signifikan. Dengan menggunakan program SPSS versi 16 for windows, maka peneliti dapat merangkum hasil perhitungan uji t berupa tingkat signifikansi dan kontribusi

Analisis regresi linear berganda diolah dengan program SPSS for Windows dengan hasil yang dapat dilihat pada Tabel 7 (untuk variabel dependen Y 1 ). 1) Nilai konstanta

Dependent Variable: Keputusan Menggunakan Fitur 0 Sumber: Data diolah penulis dari SPSS versi 26.0 2023 Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda

HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil perhitungan Pengaruh penggunaan smartphone terhadap kecerdasan sosial remajadi Jorong tigo surau Kecamatan Baso.diperoleh hasildari 55 orang

Dependent Variable: BM Sumber: SPSS 16, data diolah peneliti 2022 Hasil persaamaan analisis regresi linear sederhana pada tabel di atas didapatkan hasil sebagai berikut: Y = 282,084

Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 3 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Sumber : Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa besarnya nilai R square