Ibu Ixsir, M.Pd.I selaku Koordinator Program Studi PIAUD Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu yang telah membantu membimbing dan memotivasi penulis. Ibu Deni Febrini, M.Pd selaku pembimbing utama dalam penulisan skripsi ini, yang telah membimbing dan menyampaikan.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan manfaat dalam pengembangan keterampilan kognitif dan sosial emosional anak usia 5-6 tahun melalui permainan tradisional congklak di Desa Air Putih Kabupaten Bengkulu Tengah. Memudahkan guru dalam mengembangkan perkembangan kognitif emosional dan sosial anak dengan menggunakan media tradisional permainan congklak.
KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI
Definisi Anak Usia Dini
- Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral Aspek nilai agama dan moral yang meliputi
- Aspek Perkembangan Sosial dan Emosional
- Aspek Perkembangan Bahasa
- Aspek Perkembangan Kognitif
- Aspek Perkembangan Motorik
- Aspek Seni
Anak usia dini merupakan partisipan aktif yang senantiasa menerima informasi tentang dunia melalui permainan. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa setiap anak kecil mempunyai ciri-ciri yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak sesuai dengan tahapan usianya.
Definisi Kognitif
Tingkat pencapaian perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 dapat dilihat dari tabel di bawah ini: 9. Kemampuan yang berhubungan dengan gerakan tangan halus/motorik halus yang mempengaruhi kognitif perkembangan.
Definisi Sosial Emosional
Pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 4-5 tahun di Desa Bandar Abung Kecamatan Abungsurakarta Kabupaten Lampung Utara. Derajat pencapaian perkembangan sosio-emosional anak usia 5-6 tahun, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 dari tahun 2014 dapat dilihat dari tabel dibawah ini: 17.
Definisi Bermain
Berdasarkan indikator diatas maka peneliti menggunakan teori Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 Tahun 2014 dalam melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengamati dan melatih perkembangan sosial emosional anak usia 5 sampai dengan 6 tahun agar dapat berkembang secara maksimal melalui permainan tradisional congklak. Seperti yang dikatakan Parten dalam buku Fadillah, bermain merupakan kegiatan sebagai sarana sosialisasi dan dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, mengekspresikan emosi, berkreasi dan belajar dengan cara yang menyenangkan. Bermain merupakan suatu kebutuhan bagi anak, melalui bermain anak memperoleh pengetahuan yang dapat mengembangkan kemampuannya.
Menurut Mayesty dalam buku Fadillah, bermain merupakan kegiatan yang dilakukan anak sepanjang hari, karena bagi anak bermain adalah hidup dan hidup adalah bermain. Bermain memegang peranan penting dalam perkembangan anak pada hampir semua bidang perkembangan, baik perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa, moral, sosial emosional, dan seni. Bermain mengembangkan keterampilan kognitif, melalui bermain anak dapat belajar mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi dengan benda-benda disekitarnya.
Saat bermain, anak akan menggunakan bahasa, baik untuk berkomunikasi dengan temannya atau sekedar mengungkapkan pikirannya. Selain kelima aspek perkembangan tersebut, kita dapat mengembangkan perkembangan lain melalui bermain yaitu seni. Dari pernyataan di atas dapat kita simpulkan bahwa selain sebagai hiburan, bermain pada anak usia dini juga dapat bermanfaat bagi perkembangan anak, misalnya saja perkembangan fisik-motorik, kognitif, moral, bahasa, sosial-emosional, dan seni.
Permainan Tradisional
Menurut Ahmad Yunus dalam buku Novi Mulyani, permainan tradisional merupakan produk kebudayaan masyarakat yang berasal dari zaman yang sangat dahulu kala, yang tumbuh dan hidup hingga saat ini dengan masyarakat pendukungnya yang terdiri dari tua dan muda, laki-laki dan perempuan, kaya dan miskin. orang-orang yang mulia, tanpa perbedaan.21. Menurut James Danandjaja dalam buku Keen Achroni, permainan tradisional adalah suatu bentuk permainan anak-anak yang beredar secara lisan di kalangan anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional dan diwariskan secara turun-temurun. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional merupakan permainan warisan nenek moyang yang bersifat wajib dan perlu.
Misalnya: bermain ring, lompat tali, menari bersama atau permainan yang mengharuskan kita bernyanyi bersama dan saling merespon. Perlawanan simetris, misalnya: adu jotos, adu tongkat, saling tendang bola, tembak-menembak dan tangkap kepala dengan misil kecil. Resistensi tidak simetris: mis. membawa bendera atau . roda berputar antar tim, saling berkejaran antara satu tim dengan tim lainnya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Indonesia mempunyai jenis permainan tradisional yang berbeda-beda.
Congklak
Peralatan yang digunakan dalam permainan ini terdiri dari dua jenis yaitu papan congklak dan biji congklak. Seluruh biji congklak dimasukkan ke dalam 14 lubang kecil pada papan congklak, sedangkan dua lubang besar dibiarkan kosong. Pemain yang mendapat giliran mengambil biji congklak dari salah satu lubang miliknya.
Biji congklak atau dakon ditaruh satu persatu pada lubang sebelah kanan sampai habis, termasuk lubang lawan. Namun jika melewati lubang besar lawan, pemain tidak boleh memasukkan biji kongklak atau dakon ke dalamnya. Namun jika biji congklak terakhir mendarat di lubang lawan, pemain mengambil biji congklak tersebut di lubang tempat jatuhnya biji terakhir, dan seterusnya.
Apabila benih kongklak terakhir jatuh ke dalam lubang kosong, baik lubang kosong miliknya maupun lubang lawan, maka giliran pemain berakhir dan permainan dilanjutkan dengan lawannya. Apabila biji kongklak terakhir jatuh ke lubang kosong lawan, maka pemain tidak mendapat apa-apa. Anak-anak yang bermain harus hati-hati memasukkan biji kongklak satu persatu sampai habis.
Pengaruh Permainan Tradisional Congklak terhadap Perkembangan Kognitif dan Sosial Emosional Anak Usia Perkembangan Kognitif dan Sosial Emosional Anak Usia
Sedangkan anak-anak yang sedang menunggu giliran bermain harus mengamati dengan cermat lawannya saat memasukkan biji congklak satu per satu secara berurutan sesuai aturan permainan. Pengaruh Permainan Tradisional Congklak Terhadap Perkembangan Kognitif dan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Perkembangan kognitif dan sosial emosional anak yang lebih besar. Salah satu media yang dapat mengembangkan perkembangan kognitif dan sosial emosional anak adalah permainan congklak atau dakon.
Pengaruh permainan tradisional congklak dapat mempengaruhi perkembangan anak, misalnya saja perkembangan fisik-motorik, sosial-emosional, bahasa, seni dan kognitif. Permainan tradisional congklak dapat dijadikan sebagai media pembelajaran untuk menunjang perkembangan anak secara optimal, khususnya perkembangan kognitif anak dalam hal pengenalan bilangan, berhitung dan berhitung 29. Salah satu cara agar tujuan pembelajaran dapat tercapai adalah dengan menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu pedagogi. dalam kegiatan proses pembelajaran di dalam dan di luar kelas.
Penggunaan media secara kreatif akan membuat anak lebih cepat memahami pembelajaran yang disampaikan guru, anak tidak bosan saat belajar dan memberikan pengalaman baru pada anak.
Kerangka Berfikir
Kerangka Berfikir
- Hipotesis Penelitian
- Penelitian Relavan
- Jenis Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Desain Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Intrumen Penelitian
- Teknik Analisis Data
- Hasil Validitas Perkembangan Kognitif dan Sosial Emosional Emosional
- Teknik Pengolahan Data a. Persyaratan Analisis Data
- Uji Normalitas
- Uji Homogenitas
- Hasil Penelitian Perkembangan Kognitif
- Hasil Pengisisan Lembar Observasi Kelas Eksperimen Pretest (kelompok B1)
- Hasil Pengisisan Lembar Observasi Kelas Eksperimen Posttest
- Pengisian Lembar Observasi Kelompok Kontrol Pretest (Kelompok B2)
- Pengisian Lembar Observasi Kelompok Kontrol Posttest (Kelompok B2)
- Hasil Normalitas
- Hasil Homogenitas
- Hasil Analisis Data Kelompok Eksperimen dan Kontrol
- Kelompok Eksperimen Tabel 4.11
- Kelompok Kontrol
- Hasil Penelitian Perkembangan Sosial-Emosional Anak
- Hasil Pengisisan Lembar Observasi Kelas Eksperimen Pretest
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan kognitif dan sosial emosional anak antara yang diberi perlakuan dan yang tidak. Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan kognitif dan sosial emosional anak antara yang diberi perlakuan dengan yang tidak diberikan permainan tradisional kongklak di PAUD Cinta Bunda Desa Air Putih Kabupaten.30. Pengaruh penggunaan permainan tradisional kongklak berdasarkan hasil observasi penggunaan media dan perkembangan kognitif dan sosial emosional anak di kelas.
Dari pengamatan diatas akan terlihat ada pengaruh penggunaan media permainan tradisional kongklak terhadap perkembangan kognitif dan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di PAUD Cinta Bunda Desa Air Putih Kabupaten Bengkulu Tengah. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa media permainan tradisional kongklak dapat mengembangkan perkembangan kognitif dan sosial emosional anak. Setelah melakukan beberapa kali validasi mengenai lembar observasi perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun melalui permainan tradisional kongklak.
Jika nilai sig ˂ 0,05 atau t hitung ˃ t tabel, maka terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media permainan tradisional congklak terhadap perkembangan kognitif dan sosial emosional anak. Jika nilai sig ˃ 0,05 atau t hitung ˂ t tabel, maka tidak terdapat pengaruh penggunaan media permainan tradisional congklak terhadap perkembangan kognitif dan sosial emosional anak. Setelah melakukan penelitian tentang perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di PAUD Cinta Bunda Desa Air Putih Kabupaten Bengkulu Tengah.
Rata-rata 60 Berkembang Sangat Baik Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di PAUD Cinta Bunda setelah pembelajaran dengan bantuan media permainan tradisional congklak berkembang sangat baik atau 100 % . Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan tradisional congklak terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di PAUD Cinta Bunda Desa Air Putih Kabupaten Bengkulu Tengah dengan arti 0,000 < nilai yaitu 0,05.
- Hasil Pengisisan Lembar Observasi Kelas Eksperimen Posttest
- Pengisian Lembar Observasi Kelompok Kontrol Pretest (Kelompok B2)
- Pengisian Lembar Observasi Kelompok Kontrol Posttest (Kelompok B2)
- Hasil Analisis Data Kelompok Eksperimen dan Kontrol 1) Kelompok Eksperimen
- Pembahasan
- Perkembangan kognitif
- Perkembangan Sosial Emosional Anak
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosial emosional anak setelah pembelajaran dengan bantuan media congklak berkembang sangat baik. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pada perkembangan sosial emosional anak kelas kontrol terdapat 5 anak yang memperoleh skor 46-47 atau 55,55% dan 4 anak memperoleh skor 50-54 atau 44,45%. Berdasarkan data di atas, perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di PAUD Cinta Bunda Desa Air Putih Kabupaten Bengkulu Tengah dapat dikategorikan seperti terlihat pada tabel di bawah ini:.
Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan tradisional kongklak terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di PAUD Cinta Bunda Desa Air Putih Kabupaten Bengkulu Tengah dengan signifikansi 0,000 < nilai α yaitu 0,05 . Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan tradisional kongklak terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di PAUD Cinta Bunda Desa Air Putih Kabupaten Bengkulu Tengah dengan signifikansi 0,000 < nilai α yaitu 0,05 . Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penggunaan media permainan congklak tradisional berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di PAUD Cinta Bunda Desa Air Putih Kabupaten Bengkulu Tengah.
Nilai rata-rata perkembangan sosial emosional anak pada pretest kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata sebesar 39, sedangkan pretest pada kelompok kontrol memperoleh rata-rata 38. Hasil uji Paired Sample T-test perkembangan sosial emosional dengan Rata-rata perkembangan sosial emosional anak antara pretest dan posttest pada kelas eksperimen sebesar -17,667 dengan standar deviasi sebesar 3,677 dan t sebesar -14,425. Berdasarkan pembahasan di atas maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh permainan tradisional congklak terhadap perkembangan sosial emosional anak di PAUD Cinta Desa Air Putih Kabupaten Bunda Bengkulu Tengah.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Meningkatkan Keterampilan Berhitung Anak Usia Dini melalui Permainan Saku Tongkat Berhitung Kelompok A di TK Islam Terpadu Mutiara Hati Simpang III Sipin Kecamatan Kota Baru Kota Jambi” 1–109. 34; Permainan congklak dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun. "Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains dan Ilmu Sosial Humaniora (SINTESA). Peran Orang Tua Dalam Menstimulasi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini." Aṭfāluna: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Islam 1, no.
Permainan Congkak: Nilai dan Potensinya Bagi Perkembangan Kognitif Anak." Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya 2, No. Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Media Gambar Buah Pada Kelompok B di TK Peripabri Kota Bengkulu." Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini melalui Permainan Saku Papan Berhitung Kelompok A di TK Islam Terpadu Mutiara Hati Simpang III Sipin Kecamatan Kota Baru.
34; Efektivitas Penggunaan Media Ejaan Kongklak Tradisional Untuk Meningkatkan Keterampilan Berhitung Pada Siswa Sekolah Dasar." Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan 3.2. Tentang Kemampuan Interaksi Sosial Pada Anak Usia Dini." Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no.