ANALISIS PENGARUH PERSEPSIRETURN, PERSEPSI RISIKO DAN PENGETAHUAN INVESTASI TERHADAP MINAT INVESTASI SAHAM PADA
MAHASISWA DI KOTA PONTIANAK Giriati1, Fitri Handayani2
12Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof.
Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124 Email: [email protected]
ABSTRAK
This study aims to determine the effect of perception of return, perception of risk and investment knowledge on stock investment interest of college students in Pontianak City.
The method used in this study uses a quantitative research method with the type of associative research. Population in this research are all college students in Pontianak City who have invested in stock. The sample sizeis 100 respondents who were selected using a purposive sampling technique, with the criteria for the sample respondents being college students from tertiary institutions in Pontianak City and not yet graduated, respondents are stock investors who are still investing in stocks, respondents are investing in stocks that have been listed on the Indonesia Stock Exchange, the respondent is at least18 years old and the respondent has invested in stocks in the capital market for at least 1 year. The result showed that perception of return had a positive and significant effect on the stock investment interest, perception of risk had a positive and significant effect on the stock investment interest and investment knowledge had a positive and significant effect on the stock investment interest.
Keywords: Perception of Return, Perception of Risk, Investment Knowledge, and Stock InvestmentInterest
PENDAHULUAN
Investasi memiliki peranan yang besar dalam meningkatkan perekonomian suatu negara. Banyak individu, pengusaha atau perusahaan yang menjadikan investasi di pasar modal sebagai tempat untuk menabung di masa depan. Covid-19 terkonfirmasi masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020 dan cukup mempengaruhi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di Indonesia. Walaupun Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020, akan tetapi penurunan IHSG sudah terjadi pada bulan sebelumnya, yaitu Bulan Januari 2020 akibat dari salah satu bentuk kekhawatiran yang menjadikan sentimen investor dalam menanggapi adanya wabah Covid-19 di China pada Desember 2019. Covid-19 turut
mempengaruhi perilaku investor, banyak investor yang berpikir tidak rasional sehingga mempengaruhi keputusan investasinya dan menyebabkan pasar menjadi tidak efisien.
Covid-19 turut mempengaruhi minat seseorang (investor/calon investor) untuk ikut berinvestasi. Perasaan takut mengenai risiko yang besar yang akan ditanggung, perasaan takut akan mengalami kerugian (capital loss) dan tidak tidak mendapatkan return sesuai yang diharapkan, serta pengetahuan mengenai investasi yang masih kurang menyebabkan seseorang kehilangan minat untuk berinvestasi sehingga pada akhirnya memtutuskan untuk tidak ikut berinvestasi.
Mahasiswa menjadi perhatian khusus dalam program edukasi pasar modal oleh BEI karena mahasiswa merupakan aset dimasa depan yang akan mengisi industri keuangan di pasar modal. Salah satu upaya yang dilakukan BEI untuk meningkatkan minat investasi pada masyarakat Indonesia adalah dengan melalui program “Yuk Nabung Saham (YNS)”
serta membentuk galeri investasi dan KSPM (Kelompok Studi Pasar Modal) diberbagai perguruan tinggi.
Pada dasarnya, investasi yang dilakukan seseorang pasti dilatarbelakangi karena adanya minat/ ketertarikan terhadap investasi. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat berinvestasi seseorang, salah satu diantaranya yaitu persepsi return, persepsi risiko dan pengetahuan investasi. Menurut Mardiyati (2021) persepsireturnadalah suatu proses dimana seseorang atau investor menginterpretasikan tingkat pengembalian yang diperoleh dari hasil investasi yang dilakukannya. Tujuan utama sesorang berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan (Syahyunan, 2013). Semakin besar return yang ditawarkan maka akan semakin besar pula minat investor untuk ikut berinvestasi, begitupun sebaliknya. Menurut Surip & Fahreza (2018) persepsi risiko adalah sebuah pendapat, pikiran, atau keyakinan diri seseorang terhadap kerugian yang dapat terjadi pada dirinya akibat dari menginvestasikan aset-aset yang dimiliki dengan membeli saham dipasar modal.
Hartono (2016) mengatakan bahwa return dan risiko adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, kedua hal ini memiliki hubungan yang berbanding lurus, artinya semakin besar risiko yang ditanggung, maka semakin besar return yang akan didapatkan.
Menurut Mastura dkk (2020) pengetahuan investasi adalah rangkuman teori-teori yang telah dipelajari dan dipahami terkait investasi, risiko dan return investasi serta keuntungan- keuntungan investasi lainnya. Pengetahuan yang memadai sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kerugian saat berinvestasi di pasar modal, seperti pada instrument investasi saham.
Variabel yang mempengaruhi minat investasi menurut Victor (2022) menyatakan bahwa persepsireturndan persepsi risiko berpengaruh signifikan terhadap minat investasi.
Wicaksono dkk (2019) menyatakan bahwa persepsi return tidak berpengaruh signifikan terhadap minat investasi. Penelitian yang dilakukan Mastura dkk (2020) dan Sujana, dkk (2018)) menyatakan bahwa pengetahuan investasi berpengaruh signifikan terhadap minat investasi. Sedangkan Junaidi dkk (2019) menyatakan bahwa pengetahuan investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap minat investasi.
Behavioral Finance
Behavioral finance, menurut Shefrin (2000) adalah studi yang mempelajari bagaimana fenomena psikologi mempengaruhi tingkah laku keuangannya. Menurut Sewel (2007)behavioral financeadalah studi tentang pengaruh faktor psikologis terhadap perilaku pelaku keuangan dan dampaknya terhadap pasar. Nofsinger (2001) menjelaskan bahwa behavioral financemempelajari bagaimana manusia secara aktual berperilaku dalam sebuah penentuan keuangan. Bodie, dkk (2016) mengatakan bahwabehavioral financemerupakan sebuah model pasar keuangan yang menekankan potensi implikasi faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku investor.
Minat Investasi
Kusmawati (2017) menyatakan bahwa minat investasi merupakan keinginan untuk mencari tahu mengenai jenis investasi seperti keuntungan, kinerja investasi, kelemahan, dan lain sebagainya. Minat lain yang dapat dilihat yaitu seseorang akan berusaha meluangkan waktunya untuk mempelajari mengenai investasi lebih jauh atau langsung mencoba jenis investasi tersebut. Sedangkan menurut Pajar & Pustikaningsih (2017) minat investasi merupakan suatu keinginan yang terdapat dalam diri seseorang untuk mulai mempelajari hal yang berhubungan dengan investasi hingga pada tahap melakukan praktiknya.
PersepsiReturn
Returnadalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan, individu dan insitusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya (Fahmi, 2016). Menurut Susilowati (2017) persepsireturnmerupakan asumsi calon investor mengenai tingkat pengembalian yang akan diperoleh dari investasi. Junaidi dkk (2021) mengatakan bahwa persepsi return adalah anggapan dari calon investor akan keuntungan yang akan didapat. Tujuan utama investor berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan.Returnmenjadi salah satu faktor yang dapat memberi pengaruh terhadap besarnya minat seseorang untuk ikut berinvestasi.
Persepsi Risiko
Risiko adalah sesuatu yang mengarah pada ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa selama selang waktu tertentu yang mana peristiwa tersebut menyebabkan suatu kerugian baik itu kerugian kecil yang tidak begitu berate maupun kerugian besar yang berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup dari suatu perusahaan (Lokobal dkk (2014).
Menurut Surip & Fahreza (2018) persepsi risiko adalah sebuah pendapat, pikiran, atau keyakinan diri seseorang atau investor terhadap kerugian yang dapat terjadi pada dirinya akibat dari menginvestasikan aset-aset yang dimiliki dengan membeli saham dipasar modal.
Pengetahuan Investasi
Menurut Baihaqi (2016) pengetahuan adalah suatu informasi yang didapat oleh
seseorang dari suatu pembelajaran yang telah diterima dan telah diorganisasikan didalam memori manusia. Surip dan Fahreza (2018) mengatakan bahwa pengetahuan investasi adalah tingkat pengetahuan sesorang atau individu mengenai investasi, mulai dari pengetahuan keuangan dasar seperti perhitungan dasar bunga dan nilai waktu uang, hingga pengetahuan spesifik tentang produk-produk investasi saham seperti mekanisme jual-beli saham dan perbedaan investasi saham dengan investasi lainnya yang hampir memiliki kesamaan dengan investasi lainnya.
H3
Gambar 1. Kerangka Penelitian
Hipotesis 1 : Persepsi Return berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi Hipotesis 2 : Persepsi Risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi Hipotesis 3 : Pengetahuan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat
Investasi
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Menurut Sugiyono (2018) metode penelitian kuantitatif adalah metode berlandaskan populasi atau sampel tertentu yang dilakukan ,dengan cara mengumpulkan data , menggunakan beberapa instrumen penelitian, dan analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, serta bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dengan populasi yang tidak diketahui, maka sampel ditentukan senanyak 100 mahasiswa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuesioner, maka dapat diketahui karakteristik responden dalam penelitian ini berupa nama perguruan tinggi, tahun angkatan, jenis kelamin, usia, dan lama investasi. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, diperoleh
Pengetahuan Investasi (X3)
informasi bahwa responden dalam penelitian ini didominasi oleh: 1) Responden yang berasal dari Universitas Tanjungpura yaitu berjumlah sebanyak 25 orang atau 25%
responden. 2) Responden yang berasal dari tahun angkatan 2018 yaitu sebanyak 56 orang atau 56%. 3) Responden yang berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 60 orang atau 60%. 4) Responden yang berasal dari usia antara 21-23 tahun yaitu sebanyak 90 orang atau 90%. 5) Responden yang telah berinvestasi saham selama 1 tahun yaitu sebanyak 56 orang atau 56%.
Data yang disajikan pada tabel dibawah ini diperoleh dari hasil pengolahan kuesioner dengan
menggunakan program SPSSStatistics17,0 dengan melihat frekuensi jawaban yang telah diberikanoleh responden.
Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Penelitian Indikat
or r
hitung r
tabel Keterang an Persepsi Return
X1.1 0.702 0.196 Valid
X1.2 0.713 0.196 Valid
X1.3 0.687 0.196 Valid
X1.4 0.657 0.196 Valid
X1.5 0.789 0.196 Valid
Persepsi Risiko
X2.1 0.647 0.196 Valid
X2.2 0.782 0.196 Valid
X2.3 0.698 0.196 Valid
X2.4 0.724 0.196 Valid
X2.5 0.631 0.196 Valid
Pengetahuan Investasi
X3.1 0.647 0.196 Valid
X3.2 0.782 0.196 Valid
X3.3 0.698 0.196 Valid
X3.4 0.724 0.196 Valid
X3.5 0.631 0.196 Valid
Minat Investasi
Y1 0.781 0.196 Valid
Y2 0.765 0.196 Valid
Y3 0.672 0.196 Valid
Y4 0.651 0.196 Valid
Y5 0.712 0.196 Valid
Berdasarkan data hasil uji validitas diketahui bahwa seluruh item pernyataan pada semua variabel dalam penelitian ini memiliki item total correlation > 0,196. Dengan demikian, setiap pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner dapat digunakan seluruhnya
dan dapat dianalisis lebih lanjut.
Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbac
h’sAlpha
iNila Alpha
Keterang an Persepsi Return 0.74
7 0.6
0 Reliabel
Persepsi Risiko 0.74
7 0.6
0 Reliabel
Pengetahuan
Investasi 0.75
7 0.6
0 Reliabel
Minat Investasi 0.75
8 0.6
0 Reliabel
Uji reliabilitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji statistik Cronbach’s Alpha.Suatu variabel dikatakan reliable jika memiliki nilaiCronbach’s Alpha
> 0,60 (Ghozali, 2013). Berdasarkan data hasil uji reliabilitas diketahui bahwa semua variabel dalam penelitian ini memiliki nilaiCronbach’s Alpha> 0,6. Data ini menunjukkan bahwa keseluruhan jawaban responden terhadap pertanyaan dapat konsisten dan kuesioner dalam penelitian ini adalah kuesioner yang baik.
Adapun tanggapan responden terhadap masing-masing variabel penelitian sebagai berikut:
Tabel 3. Tanggapan Responden terhadap Variabel Penelitian Variabel Rata-Rata (Mean) Kategori
Persepsi Return 4.33 Sangat
Tinggi
Persepsi Risiko 4.35 Sangat
Tinggi
Pengetahuan Investasi 4.36 Sangat
Tinggi
Minat Investasi 4.36 Sangat
Tinggi
Berdasarkan nilai rata-rata (mean) pada masing-masing variabel penelitian diketahui bahwa responden memberikan tanggapan yang positif terhadap keseluruhan item variabel dan semuanya berada dalam kategori sangat tinggi.
Tabel 4. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Variabel B Keteranga
n
(Constant) 0.024 -
PersepsiReturn 0.558 Positif
Persepsi Risiko 0,218 Positif
Pengetahuan Investasi 0,229 Positif
Analisis regresi berganda akan dilakukan jika jumlah dari variabel bebasnya minimal 2. Dalam penelitian ini, persamaan regresi yang digunakan adalah (Sugiyono, 2017):
Y = ɑ + b1X1 + b2X2 + b3 X3 Keterangan:
Y = Minat Investasi
ɑ = Konstanta
b1b2b3 = Koefisien Regresi Variabel Independen X1 = Variabel PersepsiReturn
X2 = Variabel Persepsi Risiko X3 = Variabel Pengetahuan Investasi
ɛ = Standard eror
Adapun persamaan regresi dalam penelitian adalah:
Y = 0,24 + 0,558X1 + 0,218X2 + 0,229X3 + ɛ
Berdasarkan persamaan regresi tersebut, dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut:
1. Nilai konstanta (a) adalah 0,24, artinya jika variabel Persepsi Return, Persepsi Risiko dan Pengetahuan Investasi tidak mengalami perubahan atau sama dengan nol, maka minat investasi mahasiswa di Kota Pontianak akan sebesar 0,24.
2. Nilai koefisien regresi variabel PersepsiReturn(X1) sebesar 0,558 dan mempunyai nilai koefisien yang positif.
3. Nilai koefisien regresi variabel Persepsi Risiko (X2) sebesar 0,218 dan mempunyai nilai koefisien yang positif.
4. Nilai koefisien regresi variabel Pengetahuan Investasi (X3) sebesar 0,229 dan mempunyai nilai koefisien yang positif.
Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model R Square
Berdasarkan data hasil uji koefisien determinasi diketahui bahwa besarnya R Square (R²) adalah 0,765 atau 76,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa 76,5% menunjukkan bahwa
persentase smbangan atau kontribusi pengaruh variabel Persepsi Return (X1), Persepsi Risiko (X2) dan Pengetahuan Investasi (X3) terhadap Minat Investasi (Y)adalah sebesar 76,5%. Sedangkan sisanya sebesar 23,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Tabel 6. Hasil Uji Kelayakan Model
Model f hitung f
tabel 1 Regression 104.269 2.70
Variabel independen dikatakan memiliki pengaruh terhadap variabel dependen apabila nilai f hitung > f tabel atau nilai probabilitas signifikansinya lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya persepsireturn, persepsi risiko, dan pengetahuan investasi berpengaruh terhadap minat investasi (Ghozali, 2013). Berdasarkan data hasil uji kelayakan model diketahui bahwa nilai f hitung > f tabel yaitu 104,269 > 2,70. Maka dapat disimpulkan bahwa Persepsi Return, Persepsi Risiko dan Pengetahuan Investasi secara bersama-sama atau secara simultan berpengaruh terhadap Minat Investasi saham pada mahasiswa di Kota Pontianak.
Tabel 7. Hasil Uji Parsial
Variabel Sig
(<0.05) t
hitung t tabel
Persepsi Return 0.000 6.207 1.984
Persepsi Risiko 0.032 2.174 1.984
Pengetahuan
Investasi 0.005 2.848 1.984
Pengujian setiap koefisien regresi variabel independen dikatakan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen apabila nilai t hitung > t tabel atau nilai probabilitas signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya persepsireturn, persepsi risiko, dan pengetahuan investasi berpengaruh terhadap minat investasi (Ghozali, 2013). Hasil pengujian hipotesis PersepsiReturn,Persepsi Risiko dan Pengetahuan Investasi terhadap Minat Investasi adalah sebagai berikut:
H1 : Berdasarkan hasil Uji t, pada variabel PersepsiReturndiperoleh bahwa nilai t hitung >
t tabel yaitu 6,207 > 1,984 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000 < 0,05. Maka hal ini berarti bahwa variabel Persepsi Return berpengaruh signifikan terhadap variabel Minat Investasi.
H2 : Berdasarkan hasil Uji t pada tabel 4.20, pada variabel Persepsi Risiko diperoleh bahwa nilai t hitung > t tabel yaitu 2,174 > 1,984 dan nilai signifikansinya yaitu 0,032 <
0,05. Maka hal ini berarti bahwa variabel Persepsi Risiko berpengaruh signifikan terhadap variabel Minat Investasi.
H3 : Berdasarkan hasil Uji t pada tabel 4.20, pada variabel Pengetahuan Investasi diperoleh bahwa nilai t hitung > t tabel yaitu 2,848 > 1,984 dan nilai signifikansinya yaitu 0,005
< 0,05. Maka hal ini berarti bahwa variabel Pengetahuan Investasi berpengaruh signifikan terhadap variabel Minat Investasi.
KESIMPULAN
Persepsi Return berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi saham pada mahasiswa di Kota Pontianak. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai singnifikansinya sebesar 0,000 kurang dari 0,05 atau 0,000 < 0,05. Artinya, Persepsi Return mempengaruhi Minat Investasi saham pada mahasiswa di Kota Pontianak. Sementara Persepsi Risiko memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi saham pada mahasiswa di Kota Pontianak. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai singnifikansinya sebesar 0,032 kurang dari 0,05 atau 0,032 < 0,05. Artinya, Persepsi Risiko mempengaruhi Minat Investasi saham pada mahasiswa di Kota Pontianak.
Pengetahuan Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi saham pada mahasiswa di Kota Pontianak. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai singnifikansinya sebesar 0,005 kurang dari 0,05 atau 0,005 < 0,05. Artinya, Pengetahuan
Investasi mempengaruhi Minat Investasi saham pada mahasiswa di Kota Pontianak. Untuk kajian selanjutnya bisa menggunakan variabel literasi keuangan dan pendidikan keuangan keluarga untuk memperkaya hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
.Afriani, D., & Halmawati. (2019). Pengaruh Cognitive Dissonance Bias, Overconfidance Bias dan herding Bias Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi (Studi Empiris Pada Mahasiswa Fakultas ekonomi Universitas Negeri Padang yang Melakukan Investasi di Bursa Efek Indonesia).Jurnal Eksplorasi Akuntansi. 1(4), 1650-1665.
Aini, N., Maslichah., & Junaidi. (2019). Pengaruh Pengetahuan dan PemahamanInvestasi, Modal Minimum Investasi, Return, Risiko dan Motivasi Investasi terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi di Pasar Modal (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Kota Malang).E-Jurnal Riset Akuntansi. 8(5), 38-52.
Fahmi, I. (2016).Pengantar Manajemen Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLSRegresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25.
Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Halim, A. (2005).Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Empat.
Halim, A. (2015). Aset Keuangan dan Aset Rii (Dalam Analisis Investasi dan Aplikasinya).
Jakarta: Salemba Empat.
Hartono, J. (2016).Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE.
Hati, W. S., & Harefa, S. W. (2019). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Berinvestasi di Pasar Modal Bago Generasi Milenial (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Batam). Journal of Business Administration. 3(2),281-295.
Junaidi, Diana, N., & Taufiqoh, E. (2019). Pengaruh Norma Subjektif, MotivasiInvestasi, Pengetahuan Investasi, Persepsi Return dan Literasi Keuangan Terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi Saham di Pasar Modal (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi FEB UNISMA dan UNIBRAW di Malang). E-Jurnal Akuntansi. 8(5),9- Kusmawati. (2017). Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Berinvestasi di Pasar Modal dengan19.
Pemahaman Investasi dan Usia Sebagai Variabel Moderat. Jurnal Ekonomi dan Informasi Akuntansi (Jenius). 1(2).
Lokobal, A., Sumajouw, J.D.M., & Sompie, F.B. (2014). Manajemen Risiko Pada Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi d1i Provinsi Papua (Studi Kasus di Kabupaten
Mastura, A., Nuringwahyu, S., & Zunaida, D. (2020). Pengaruh Motivasi Investasi, Pengetahuan Investasi dan Teknologi Informasi Terhadap Minat Berinvestasi di PasarModal.JIAGABI. 9(1), 64-75.
Merawati, K.L.., & Putra, S.J.M.P.I (2015). Kemampuan Pelatihan Pasar Modal Memoderasi Pengaruh Pengetahuan Investasi dan Penghasilan pada Minat BerinvestasiMahasiswa.Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis. 10(2).
Nofsinger, J.R. (2001). Investment Madness: How Psychology Affects Your Investing and What to Do About it.New Jersey: Prentice Hall.
Notoatmodjo, S. (2014).Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Oktary, F.B., Ramashar, W., & Suci, G.R. (2021). Faktor yang Mempengaruhi Minat Berinvestasi di Pasar Modal Melalui Galeri Investasi di Pekanbaru. Prosiding SeminarNasional Ekonomi Bisnis & Akuntansi. 1,39-52.
Pajar, R.C., & Pustikaningsih, A. (2017). Pengaruh Motivasi Investasi dan Pengetahuan Investasi di Pasar Modal pada Mahasiswa FE UNY.Jurnal Profita. 1(2),1-16.
Ricciardi, V., & Simon, H.K. (2000).What is Behavioral Finance. Business, Educationand Technology Journal Fall,1-9.
Rosyidah, M. S., & Lestari, W. (2013). Religiusitas dan Persepsi Risiko dalam Pengambilan Keputusan Investasi pada Perspektif Gender. Journal of Bussines and Banking.
3(2), 189-200
Sarmi).Jurnal Ilmiah Media Engineering. 4(2),109-118.
Sewell, M. (2007). Behavioural Finance.Jurnal pada University College London.
Shefrin, H. (2000).Beyond Greed and Fear: Understanding Behavioral Finance and Psychology of Investing. Boston: Harvard Business School Press.
Sugiyono. (2017).Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2018).Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:Alfabeta.
Sujana, E., Kurniawan, S.P., & Witakusuma, E.G. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Mahasiswa dalam Berinvestasi di Pasar Modal (Sebuah Tinjauan Empiris Pada Investor Pemula). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi (JIMAT). 9(1),2614-1930.
Sujarweni, V.W. (2015). Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta:
Pustaka Baru Press.
Surip, N., & Fahreza, M. (2018). Pengaruh Pengetahuan Investasi, Persepsi Risiko &
Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Minat Investasi Saham. Jurnal SWOT. 8(2), 346- 361.
Susilowati, Y. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Syariah Untuk Berinvestasi di Pasar Modal Syariah. Skripsi. IAIN Surakarta, Indonesia.
Syahyunan. (2013).Manajemen Keuangan I. Medan: USU Press.
Victor, S.Y. (2022). Pengaruh Persepsi Return dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Mahasiswa dalam Berinvestasi Saham (Studi Empiris Pada Mahasiswa Program StudiAkuntansi Universitas Bosowa).Economic Bosowa Journal. 8(2), 55-68.
Wawan, A., & Dewi, M. (2011). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
Wibowo, A., & Purwohandoko. (2019). Pengaruh Pengetahuan Investasi, Kebijakan Modal Minimal Investasi dan Pelatihan Pasar Modal Terhadap Minat Investasi (Studi Kasus Mahasiswa FE Unesa yang Terdaftar di Galeri Investasi FE Unesa). Jurnal IlmuManajemen. 7(1), 192-201.
Wicaksono, T., Zulfikar, R., & Purboyo. (2019). Pengaruh Aktifitas Galeri Investasi, Modal Minimal Investasi, Persepsi Risiko dan Persepsi Return Terhadap Minat Investasi Saham Syariah (Studi Kasus Pada Mahasiswa Uniska MAB Banjarmasin). Jurnal Wawasan Manajemen. 7(2).137-150.