PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apakah terdapat korelasi net profit margin dengan nilai perusahaan pada perusahaan otomotif dan komponen di bursa efek indonesia tahun 2019-2021. Apakah ada pengaruh net profit margin terhadap nilai perusahaan perusahaan otomotif dan komponen di bursa efek indonesia i.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Kami berharap perusahaan dapat menjadi masukan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan keuangan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Net Profit Margin (NPM)
- Nilai Perusahaan
- Bursa Efek Indonesia (BEI)
- Akuntansi Syariah
Nilai perusahaan juga terkait dengan harga saham yang dapat diukur dengan melihat perkembangan harga saham di pasar saham. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa nilai perusahaan sangat penting bagi perusahaan dan pemegang saham, karena nilai perusahaan adalah bagaimana investor menilai kinerja suatu perusahaan, jika kinerja perusahaan baik maka nilai perusahaan akan tinggi. Nilai perusahaan merupakan nilai sekarang dari arus kas yang akan diterima oleh pemilik perusahaan di masa yang akan datang.
Nilai perusahaan adalah keadaan tertentu yang telah dicapai perusahaan sebagai gambaran kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. 20Silvia Indrarini, Corporate Value Through Profit Quality (Good Governance and Company Policy) (Surabaya: Scopindo Media Pustaka, 2019), hal. Adanya peluang investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.
Memaksimalkan nilai perusahaan berarti memaksimalkan nilai sekarang dan semua manfaat yang akan diterima pemegang saham dalam jangka panjang di masa depan. Bisnis membutuhkan aset seperti mesin, gedung, kendaraan bermotor, persediaan bahan baku, dll. Untuk menjalankan aktivitasnya, sangat penting bagi bisnis untuk memaksimalkan nilai bisnis. Pasalnya, dengan memaksimalkan nilai perusahaan seringkali mengabaikan kepentingan pengelola keuangan yang sudah berusaha mencapai tujuannya.
Bagi perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal, harga saham yang diperdagangkan di bursa merupakan indikator nilai perusahaan.
Kerangka pikir
Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah badan usaha yang didirikan oleh perusahaan efek dengan status anggota bursa. Margin laba bersih (NPM) adalah ukuran laba dengan membandingkan laba setelah bunga dan pajak dan membandingkannya dengan penjualan. Laba setelah pajak adalah penghasilan bersih yang diperoleh perusahaan baik dari penghasilan usaha bersih (usaha utama) maupun penghasilan bukan usaha (selain usaha utama) perusahaan selama suatu periode setelah dikurangi pajak penghasilan.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Teknik pengumpulan dan pengelolaan data
- Devinisi operasional variabel
- Instrument penelitian
- Teknik analisis data
Net Profit Margin (NPM) memberikan nilai rata-rata 7,0987 dengan nilai minimum 0,03 dan nilai maksimum 16,00 data untuk lima perusahaan yaitu nama perusahaan Astra International Tbk (ASII), Indo Kordsa Tbk (BRAM), Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), Indospring Tbk (GDYR), Indospring TSMbk (SEM2SMB0) (SEM20) 021. Sehingga dapat diketahui bahwa Net Profit Margin (N PM) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan price-earnings ratio (PER). Berdasarkan kriteria penilaian perusahaan Astra International Tbk (ASII) tahun 2019-2021 berada pada peringkat 5 tidak baik karena marjin laba bersih (NPM) tahunan sebesar 11% <51% selama 3 tahun berturut-turut dan tidak mengalami kenaikan maupun penurunan, sehingga dapat disimpulkan bahwa net profit margin tidak dalam keadaan baik karena perusahaan pengelola tidak dalam keadaan baik (NPM) yang diukur dengan price-earnings ratio a (PER) dimana price-earning ratio (PER) berfluktuasi yaitu pada Tahun 2019 nilai price-earning ratio (PER) sebesar 12, tahun 2020 nilai price-earning ratio (PER) mengalami peningkatan menjadi nilai 15, dan tahun 2021 nilai price-earning ratio (PER) mengalami penurunan menjadi nilai 11.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Net Profit Margin (NPM) tidak dalam kondisi yang baik karena perusahaan tidak optimal dalam mengelola modal dari investor dan nilai perusahaan diukur dengan price-earnings ratio (PER) dimana price-earnings ratio (PER) dialami. Hubungan antara net profit margin (NPM) dengan nilai perusahaan pada perusahaan otomotif dan komponen di pasar saham Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian Spearman, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yaitu variabel net profit margin (NPM) terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan price-earnings ratio (PER).
Pengaruh net profit margin (NPM) terhadap nilai perusahaan pada perusahaan otomotif dan komponen di pasar modal Indonesia. Dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak sehingga tidak ada pengaruh net profit margin (NPM) terhadap nilai perusahaan. Sedangkan Net Profit Margin (NPM) peneliti tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, uji parsial (t) menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,315.
Berdasarkan kriteria penilaian Net Profit Margin (NPM) untuk perusahaan otomotif dan komponen di Bursa Efek Indonesia tidak baik karena semua nilai Net Profit Margin (NPM) kurang dari 51%.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pengujian Persyaratan Analisis Data
- Analisis Statistik Deskriptif
- Uji Normalitas
- Analisis Regresi Linear Sederhana
Statistik deskriptif pada dasarnya adalah proses mengubah data menjadi bentuk yang lebih mudah dipahami dan diinterpretasikan. Peneliti umumnya menggunakan statistik deskriptif untuk memberikan informasi tentang karakteristik variabel penelitian dan untuk mendukung variabel yang diteliti. Penjelasan pada tabel di atas adalah sebagai berikut: Hasil SPSS untuk statistik deskriptif variabel Net Profit Margin (NPM) menunjukkan sampel (N) sebanyak 15 yang diperoleh dari sampel 5 perusahaan yang sahamnya di BEI terkait dengan penelitian selama 3 tahun.
Nilai perusahaan (Y) menghasilkan nilai rata-rata -104,13 dengan nilai minimum -667 dan nilai maksimum 223 data untuk lima perusahaan yaitu nama perusahaan Astra International Tbk (ASII), Indo Kordsa Tbk (BRAM), Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), Indospring Tbk (INDS.200b) 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan > 0,05 atau 0,243 > 0,05 maka data dapat dikatakan berdistribusi normal dan hasil analisis ini dapat dilanjutkan untuk analisis regresi selanjutnya karena pada pengujian ini nilai sisanya berdistribusi normal.
Uji regresi linier sederhana adalah alat untuk memprediksi permintaan masa depan berdasarkan data masa lalu, atau untuk menentukan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Artinya variabel X mempengaruhi variabel Y, sedangkan jika nilainya signifikan > 0,05 berarti variabel X tidak mempengaruhi variabel Y. Jadi, 7,7% nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh Net Profit Margin (NPM) sedangkan 92,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang diteliti.
Nilai koefisien regresi yang diperoleh sebesar 11,634 yang menunjukkan bahwa dengan penambahan nilai net profit margin (NPM) 1% maka nilai perusahaan yang diukur dengan price earning (PER) akan meningkat sebesar 11,634 berdasarkan hasil nilai signifikan yang diperoleh dari tabel diatas yaitu 0,315 yang berarti 0,315 > 0,05.
Pengujian Hipotesis
- Uji Parsial (T)
- Uji Chi Square
- Uji Nonparametrik Correlation
Uji chi square digunakan untuk menguji apakah data dari suatu sampel mendukung hipotesis bahwa populasi yang dijadikan sampel mengikuti distribusi yang telah ditentukan. Uji chi square digunakan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 26 diperoleh hasil pada tabel rangkuman pengolahan kasus pada kolom valid diperoleh jumlah N data masing-masing sampai dengan 15 dan persentase sebesar 183,3%.
Terlihat dari hasil uji chi square diperoleh nilai p sebesar 0,156, dengan menggunakan alpha sebesar 0,05 maka nilai p atau sig. Uji Spearman digunakan untuk data dengan tipe data ordinal value, yaitu data yang memiliki urutan seperti laporan keuangan yang dihitung setiap tahunnya, misalnya lima tahun, enam tahun dan seterusnya. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 26 diperoleh hasil persamaan. Berdasarkan analisis uji Spearman dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yaitu variabel net profit margin (NPM) terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan price-earnings ratio (PER).
Hal ini dikarenakan nilai signifikan atau Sig. 57 . tailed) > dari 0,05 berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Hasil analisis uji Spearman diperoleh angka kekuatan (proximity) sebesar (0,750), artinya variabel net profit margin (NPM) dan nilai perusahaan yang diukur dengan price-earnings ratio (PER) memiliki tingkat kekuatan hubungan yang kuat. Berdasarkan analisis uji Kendall dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yaitu variabel net profit margin (NPM) terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan price-to-earnings ratio (PER). hal ini disebabkan nilai signifikan atau Sig. 2-tail) diperoleh dengan 0,453, karena nilai Sig, (2-tail) > 0,05, berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel.
Hasil analisis uji Kendall diperoleh kekuatan (proximity) angka (0,453) yang berarti bahwa variabel net profit margin (NPM) dan nilai tetap yang diukur dengan price-to-earnings ratio (PER) memiliki tingkat yang kuat.
Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan analisis uji Kendall dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel yaitu variabel net profit margin (NPM) dan nilai perusahaan yang diukur dengan price-earnings ratio (PER). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara net profit margin (NPM) dengan nilai perusahaan, dimana net profit margin (NPM) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya laba bersih perusahaan dibandingkan dengan penjualannya. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yaitu variabel net profit margin (NPM) dan nilai perusahaan yang diukur dengan menggunakan price-earnings ratio (PER).
Hasil uji korelasi non parametrik berdasarkan analisis uji Kendall dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yaitu variabel Net Profit Margin (NPM) terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan menggunakan Price Earning Ratio (PER). Berdasarkan hasil tersebut maka H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa net profit margin (NPM) tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan atau dapat dikatakan meskipun return on capital meningkat, namun belum tentu nilai perusahaan yang dapat diukur dengan price earning ratio (PER) meningkat karena selain faktor net profit margin mungkin masih banyak faktor lainnya (NPM). Margin laba bersih (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur ukuran laba bersih perusahaan dan membandingkannya dengan penjualannya.
Net profit margin (NPM) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualan yang dilakukan. Sedangkan berdasarkan hasil uji Spearman dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yaitu variabel Net Profit Margin (NPM) terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan Price Earnings Ratio (PER). 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa net profit margin berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.
Investor yang hendak berinvestasi sebaiknya memperhatikan rasio yang akan digunakan jika ingin menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan, karena berdasarkan penelitian ini net profit margin (NPM) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dwi Kemala Yulan Lubis, Pengaruh Kebijakan Dividen, dan Net Profit Margin Terhadap Nilai Perusahaan PT. Matondang Maulida, Pengaruh Perencanaan Pajak dan Net Profit Margin Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di BEI Tahun Skripsi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan.