• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh senam aerobik low impact terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh senam aerobik low impact terhadap"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satunya adalah penelitian Wreksoatmaja (2015) yang menunjukkan bahwa lansia yang melakukan aktivitas kognitif dan aktivitas fisik memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak melakukan aktivitas kognitif. Salah satunya adalah penelitian Wreksoatmaja (2015) yang menunjukkan bahwa lansia yang melakukan aktivitas kognitif dan aktivitas fisik memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak melakukan aktivitas kognitif.

Rumusan Masalah

Di jantung terjadi peningkatan volume jantung yang didistribusikan ke seluruh tubuh dengan denyut nadi yang lebih kecil. Di paru-paru, lebih banyak udara diproses dengan sedikit usaha (Brick, 2015).

Pertanyaan penelitian

Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan secara berkala dapat memberikan dampak positif bagi tubuh khususnya jantung dan paru-paru.

Tujuan Penelitian

  • Tujuan umum
  • Tujuan khusus

Manfaat Penelitian

  • Akademik
  • Bagi Pelayanan Lansia di RS, Klinik, dan Panti Werdha
  • Masyarakat

TINJAUAN PUSTAKA

Lansia

  • Definisi
  • Epidemiologi
  • Klasifikasi lansia
  • Karakterisitik lansia
  • Perubahan yang terjadi pada lansia
  • Kondisi kesehatan lansia di Indonesia

Kesimpulan: Latihan aerobik low impact berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif pada lansia. Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan Selain itu, permasalahan lain yang sebenarnya penting dan dialami setiap lansia, dan terkadang dianggap biasa saja, adalah menurunnya fungsi kognitif pada lansia.

Tabel 2. 1 : Tabel Prevalensi Penyakit Pada Lansia
Tabel 2. 1 : Tabel Prevalensi Penyakit Pada Lansia

Anatomi

  • Otak
  • Bagian-bagian otak
  • Beban Kerja Jantung
  • Mekanisme Rangsangan Gerak Manusia

Hasil jantung tergantung pada hubungan yang terjalin antara dua variabel, yaitu detak jantung dan volume sekuncup. Perubahan dan stabilisasi curah jantung bergantung pada mekanisme yang mengatur detak jantung dan volume sekuncup.

Kognitif

  • Taksonomi bloom kognitif dengan gerak
  • Aspek-aspek kognitif
  • Kognitif pada lansia
  • Karakteristik demografi penurunan kognitif pada lansia

Menurut Lehtonen dkk (2013), fungsi bahasa merupakan kemampuan yang mencakup 4 parameter yaitu kefasihan, pengalaman, pengulangan, dan penamaan. Menurut Lehtonen et, al (2013), memori verbal adalah kemampuan seseorang untuk mengingat informasi yang telah diberikan. Kemampuan seseorang mengingat kembali informasi yang diterimanya beberapa menit atau hari yang lalu 2) Ingatan lama. Hal ini disebabkan adanya peran kadar hormon seks estrogen dalam perubahan fungsi kognitif (Song et al.

Program studi Fisioterapi Universitas Binawan lainnya juga menunjukkan pengaruh merokok terhadap penurunan fungsi kognitif pada perokok jangka panjang (>20 tahun) (Song et al.

General Practitioner Assessment of Cognition (GPCOG)

  • Reabilitas dan Validitas
  • Tujuan
  • Gambaran
  • Lembar Penilaian GPCOG
  • Interpretasi GPCOG

Gaya hidup yang buruk ditambah dengan kualitas tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan gangguan otak di usia tua. Validitas konstruk diuji dengan membandingkan selisih skor 119 lansia, meliputi 63 lansia dari Chiang Mai Neuro Hospital dan 56 lansia sehat dari komunitas. Skor antara orang tua yang sehat dan orang tua dengan masalah neurologis dari rumah sakit saraf berbeda secara signifikan (p<0,01).

Skor GPCOG diberikan berdasarkan jumlah item yang benar, dengan skor yang lebih rendah menunjukkan kinerja yang buruk dan gangguan kognitif yang lebih parah.

Aktivitas aerobik

  • Fisiologi Aerobik
  • Definisi Aerobik Low Impact
  • Senam-senam aerobik untuk lansia

Aerobik berdampak rendah adalah aktivitas yang mengacu pada gerakan yang tidak melibatkan banyak tenaga yang diberikan pada persendian. Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan menjaga kekuatan otot khususnya otot penyangga tubuh sehingga keseimbangan pada lansia meningkat (Komang Pratiwi, 2017). Berdasarkan uraian di atas maka gangguan kognitif pada lansia harus dikaji dan dicari solusinya agar kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas lebih baik dan terkontrol.

Penyampaian program latihan aerobik low impact pasti akan lebih menarik dan bervariasi karena tidak terkesan monoton (Komang Pratiwi, 2017).

Senam Aerobic Low Impact untuk lansia

  • Manfaat
  • Gerakan
  • Prosedur
  • Dosis Senam Aerobik Low Impact Lansia
  • Mekanisme senam aerobic low impact terhadap kognitif

Latihan aerobik low impact yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak positif bagi tubuh, terutama jantung dan paru-paru. Latihan aerobik low impact dapat dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu pemanasan, inti, dan pendinginan. Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan Tahap akhir latihan aerobik low impact memerlukan gerakan-gerakan yang menurunkan denyut nadi agar denyut nadi kembali normal.

Salah satu manfaat latihan aerobik low impact adalah meningkatkan kelenturan gerak di sekitar persendian.

Gambar  2.2 Pemanasan
Gambar 2.2 Pemanasan

Kerangka Teori

KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL, HIPOTESA

Kerangka Konsep

Definisi Operasional

GPCOG merupakan skala terstruktur yang terdiri dari 9 poin yang dikelompokkan dalam lima kategori yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu: orientasi berdasarkan tempat (negara, provinsi, kota, bangunan dan lantai), orientasi berdasarkan waktu (tahun, musim, bulan, hari dan tanggal), registrasi (ulangi 5 kata), perhatian, bahasa dan konsentrasi (Potter, 2011). Jika peserta mendapat skor 9, Normal, tidak ada gangguan kognitif yang signifikan dan tidak diperlukan pengujian lebih lanjut. Latihan aerobik low impact merupakan latihan yang gerakannya menggunakan seluruh otot terutama otot besar sehingga meningkatkan kerja jantung, paru-paru dan gerak tubuh.

Hipotesa

Penelitian ini dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung yang berlokasi di Jl. Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan (H0 ditolak) dan sebaliknya jika P-value > 0,05 maka data berdistribusi normal (H0 diterima). Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan (PSTW) Budi Mulia 1 mengalami gangguan kognitif ringan hingga berat.

Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan setelah memberikan intervensi latihan aerobik low impact akibat Asymp.Sig.

METODOLOGI PENELITIAN

Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, yaitu metode yang mempunyai kelas kontrol, namun tidak dapat sepenuhnya berfungsi mengendalikan variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (Sugiyono, 2012). Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui pengaruh latihan aerobik low impact terhadap peningkatan kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung.

Sumber Data

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel

Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung yang berjumlah 230 lansia. Populasi sasaran penelitian ini adalah lansia berusia antara 60 – 75 tahun yang memiliki permasalahan kemampuan kognitif di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung. Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan Populasi lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 dengan masalah penurunan kognitif berjumlah 22 orang, terdiri dari 12 laki-laki dan 10 perempuan.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa sampel yang akan digunakan untuk penelitian adalah 22 orang lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1.c. Kriteria Inklusi dan Eksklusi, Kriteria Dropout 1) Kriteria Inklusi.

Teknik Pengumpulan Data

Skor yang digunakan sebagai hasil pretest diperoleh dari skor GPCOG (General Practitioner Assessment of Cognitive) yang terdiri dari 9 item. Tujuan dari pretest ini adalah untuk mengetahui status kognitif lansia saat ini. Format tes yang digunakan untuk posttest pada penelitian ini adalah General Practitioner Assessment of Cognitive (GPCOG) yang terdiri dari 9 item.

Tujuan dari post-test adalah untuk mengetahui status kognitif lansia setelah dilakukan intervensi senam aerobik low impact.

Instrumen Pengumpulan Data

  • Instrumen dan peralatan

PSP atau penjelasan sebelum persetujuan dan informed consent berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai kesediaan partisipan untuk menjadi subjek atau responden penelitian ini dari awal sampai akhir. Implementasi intervensi setelah melakukan survei awal pada masing-masing kelompok intervensi didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi di atas. Formulir informed consent berisi pernyataan tentang kesediaan menjadi subjek penelitian atau responden untuk ikut serta dalam penelitian dari awal hingga akhir penelitian.

Variabel Penelitian

Pengolahan Data

Teknik Analisis Data

  • Analisis Univariat
  • Analisis Bivariat

Uji normalitas data pada penelitian ini menggunakan uji Shapiro Wilk, dimana data yang diperoleh <50 sampel data yang akan diuji. Hipotesis yang digunakan adalah, jika nilai P < 0,05 maka data tidak terdistribusi normal (H0 ditolak) dan sebaliknya jika nilai P >. Karena hasil uji normalitas hipotesis < 0,05 maka uji normalitas yang diperoleh adalah data tidak berdistribusi normal, maka akan dilakukan analisis uji Wilcoxon.

Setelah diperoleh hasil hipotesis dari analisis uji maka dapat disimpulkan apakah pemberian intervensi senam aerobik low impact dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia atau tidak.

Uji Validitas dan Reabilitas GPCOG

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2022 di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 1. Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan Pada (Tabel 5.4) Terlihat terdapat 13 sampel (59%) yang memiliki skor kognitif ≤ 4 atau kategori gangguan kognitif berat. Dengan demikian, pemberian intervensi latihan aerobik low impact efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia.

Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan yang akan anda dapatkan jika menyelesaikan penelitian ini berupa souvenir.

Tabel 4. 2 : Hasil Uji Validitas GPCOG
Tabel 4. 2 : Hasil Uji Validitas GPCOG

HASIL PENELITIAN

Deskripsi tempat penelitian

Penelitian ini dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 1 yang beralamat di Jalan Bina Marga No. Panti Jompo Tresna (PSTW) Budi Mulia 1 dibangun pada tahun 1968 dan memiliki luas 9.999 m2. PSTW juga mempunyai sarana dan prasarana seperti sarana umum yaitu mushola, ruang perawat, ruang pertemuan teras beranda, sarana dan kegiatan (kantor, 5 barak, Asrama Aster, Asrama Anggrek, Asrama Mawar, Asrama Melati, 3 Aula, 4 Sarana Olah Raga, 5 poliklinik, 6 dapur umum, 7 musala, 8 kendaraan operasional).

Berdasarkan kriteria inklusi, jumlah responden dalam penelitian ini adalah 21 responden, dan setelah dihitung dengan rumus SLOVIN, dihasilkan 22 responden untuk diuji hingga akhir penelitian dengan jumlah responden tetap.

Analisis Data Penelitian

  • Analisa Univariat
  • Analisa Bivariat

Pada Tabel 5.7 dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon sebelum dan sesudah intervensi latihan aerobik low impact diperoleh hasil Asymp.Sig. Kesimpulan pada penelitian yang berjudul “Pengaruh senam aerobik low impact terhadap peningkatan kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budhi Mulia 1 Cipayung Jakarta Tahun 2022” adalah sebagai berikut. Bagi Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1, diharapkan kegiatan senam aerobik low impact dapat menjadi acuan untuk dilakukan secara rutin setiap minggunya.

Latihan aerobik low impact dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia di Siwa Plaza Kota Denpasar.

Tabel 5 3 : Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Jenis kelamin   di Panti Werdha Budi Mulia 1 Tahun 2022
Tabel 5 3 : Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Jenis kelamin di Panti Werdha Budi Mulia 1 Tahun 2022

PEMBAHASAN

Deskripsi Variabel Penelitian

  • Lansia
  • Kognitif

Data deskriptif lansia di PSTW 1 tahun 2022 menunjukkan jumlah penduduk di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 sebanyak 230 lansia. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa lansia usia 60 -75 tahun yang berada di Panti Jompo (PSTW) Budi Mulia 1 Tresna lebih besar kemungkinannya mengalami gangguan kognitif berat. Keunggulan senam aerobik low impact adalah murah dan mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan yang rumit, dan hampir semua orang dapat melakukannya (Malahayati, 2010).

Latihan aerobik low impact juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah latihan aerobik low impact tidak sepenuhnya lepas dari kemungkinan terjadinya cedera.

Keterbatasan Penelitian

Intensitas detak jantung maksimal 35% – 60% dengan durasi 30 menit terbukti efektif meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia di Panti Sosial TresnaWerdha (PSTW) Budi Mulia 1. Hasil efektivitas Data ini adalah sama dengan penelitian tahun 2020 yang menyatakan bahwa senam aerobik pada lansia mempunyai hasil atau efektivitas yang baik dalam meningkatkan keterampilan kognitif lansia pada frekuensi rendah dengan p-value < 0,01 (Tanzila et al., 2020). Lansia yang rutin berolahraga mempunyai kemampuan kognitif yang lebih baik atau normal dibandingkan lansia yang tidak rutin berolahraga.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Bagi lansia diharapkan program olahraga ini dapat dilanjutkan secara rutin dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan keseimbangan tubuh, menjaga kemampuan kognitif, menjaga kebugaran dan memberikan kenikmatan bagi lansia. Hubungan kondisi lingkungan dan status kesehatan dengan kejadian jatuh pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSSW) Kasih Kasih Ibu Batusangkar Tahun 2015 (Disertasi Doktor, STIKes PERINTIS PADANG). Hubungan Karakteristik, Gaya Hidup dan Asupan Gizi dengan Status Gizi Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Aek Habil Kota Sibolga.

Bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul “ PENGARUH LATIHAN AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP PENINGKATAN KOGNITIF PADA LANJUT DI ORPAGE SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 1 CIPAYUNG. Untuk itu saya mengharapkan kesediaan anda untuk ikut serta dalam penelitian ini sebagai responden dalam penelitian ini, Pengukuran kognitif akan dilakukan dengan menggunakan General Practitioner Assessment of Cognition (GPCOG), selain melakukan pengukuran tersebut, saya juga akan menawarkan bentuk pengobatan yaitu latihan aerobik low impact untuk meningkatkan kognisi pada 22 lansia. Saya juga berjanji akan menjaganya. merahasiakan identitas ayah atau ibu dari pihak yang tidak berkepentingan.

Gambar

Tabel 2. 1 : Tabel Prevalensi Penyakit Pada Lansia
Gambar  2.2 Pemanasan
Gambar  2.3 Pemanasan
Gambar  2.4 Pemanasan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Example: Pride and Prejudice and Hotel Sorrento Little Miss Sunshine and Away Lion and selected poetry by Ali Cobby Eckermann • Cancel any incorrect response by drawing a line