• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh tethering terhadap unjuk kerja cpu, ram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh tethering terhadap unjuk kerja cpu, ram"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

Judul skripsi kami adalah : “PENGARUH TETHERING TERHADAP KINERJA CPU, RAM DAN BATERAI PADA SMARTPON ANDROID”. Perkembangan teknologi saat ini memaksa kita untuk menggunakan peralatan digital, salah satunya adalah smartphone Android. Perangkat smartphone mempunyai fitur yang dapat digunakan untuk berbagi koneksi internet yang disebut dengan Wi-Fi Tethering.

Oleh karena itu, penulis meneliti untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja CPU, RAM dan baterai pada smartphone Android saat dijalankan. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk Wi-Fi tethering, sistem operasi yang baik digunakan adalah sistem operasi yang sesuai dengan spesifikasi smartphone Android yang digunakan. Semakin banyak pengguna yang mengakses Wi-Fi Tethering, maka semakin sulit pula kinerja smartphone Android dibandingkan W-LAN.

Create your smartphone's operating system via WiFi connection to connect to your Android smartphone. So, it can be concluded that for Wi-Fi connection, a good operating system to use is the operating system compatible with the specifications of the Android Smartphone used. More and more users are accessible with Wi-Fi Tethering, then the performance of Android smartphone as W-LAN becomes more difficult.

Each operating system has a different performance while passing Tethering WiFi despite using the same Android Smartphone device.

PENDAHULUAN

Namun kenyataannya masih banyak pengguna perangkat seluler seperti smartphone, siapa yang belum tahu tentang fitur berbagi koneksi di dalamnya yang disebut Wi-Fi Tethering dan para pengguna ini hanya menggunakan Internet secara pribadi. Bahkan, dengan smartphone Android yang dimilikinya, pengguna bahkan bisa mengakses Internet dari PC atau Netbook dengan fitur Wi-Fi Tethering. Selain itu, di forum-forum smartphone Android juga banyak muncul pertanyaan seputar koneksi Wi-Fi, antara lain jumlah pengguna yang bisa login, kecepatan akses Internet saat pengguna yang terhubung mencapai level pengguna maksimal, kecepatan copy saat dibagikan, menggunakan koneksi Wi-Fi untuk bermain game. online, sistem operasi terbaik untuk koneksi wifi, sistem operasi tercepat untuk masalah koneksi, sistem operasi termudah dan terbaik untuk masalah koneksi, kecepatan unduh dan unggah per pengguna atau jumlah maksimum pengguna yang dapat melakukan ini, baik berfungsi dengan lancar atau tidak browsing jika Pengguna menggunakan lebih dari satu pengguna atau maksimal pengguna, bahkan muncul pertanyaan apakah sistem operasi mempengaruhi kecepatan internet atau kinerja smartphone Android saat menggunakan koneksi ini.

Pembahasan penulis lebih fokus menganalisis 5 pengguna yang akan terhubung dengan fungsi Wi-Fi Tethering dan mengamati kinerja CPU, RAM dan baterai Smartphone Android saat melakukan Wi-Fi Tethering. Untuk berbagai aspek lainnya baik itu kecepatan download, kecepatan upload, penggunaan tethering saat bermain game online atau untuk akses internet. Sebab, pertanyaan mengenai kecepatan akses internet seperti download, upload, game online bisa terjawab tanpa harus melakukan riset apapun.

Semakin cepat jaringan internet dan semakin besar kuota internet, maka semakin cepat pula pengguna mengakses internet saat melakukan tethering. Apa pun sistem operasi atau smartphone Android yang Anda gunakan, jika jaringan internet lambat maka akses internet juga akan lambat. Sedangkan jumlah pengguna yang bisa terhubung saat melakukan Wi-Fi Tethering erat kaitannya dengan smartphone Android yang digunakan.

Jika prosesornya lebih bagus, kapasitas RAM-nya lebih besar, dan daya baterainya lebih besar, maka dukungan tethering bisa lebih baik sehingga pengguna bisa terhubung lebih banyak. Mengenai sistem operasinya, penulis belum mengetahui apakah berpengaruh atau tidak. Di beberapa forum mengenai smartphone Android, ada yang bilang berpengaruh dan ada pula yang bilang tidak berpengaruh. Oleh karena itu penulis juga ingin meneliti pengaruh sistem operasi terhadap Wi-Fi Tethering untuk membuktikan mana yang benar.Untuk sistem operasi yang digunakan, penulis hanya akan menggunakan 2 sistem operasi yaitu Android Lollipop (versi 5.0), dan Android Lollipop (versi 5.0.1).

Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, batasan masalah, dan sistematika penulisan. Pada bab ini kita akan membahas landasan teori dan pengertian konektivitas, smartphone Android, LAN nirkabel. Bab ini merangkum apa yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya dan memberikan saran-saran untuk penulisan tugas akhir ini.

LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI

Teknologi internet berbasis Wi-Fi diciptakan dan dikembangkan di Amerika Serikat oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) berdasarkan seperangkat standar perangkat teknis bernomor IEEE 802.11. Keunggulan standar 802.11a adalah memiliki kapasitas yang cukup tinggi hingga 12 channel dan mendukung aplikasi yang membutuhkan performa tinggi. Berikutnya kekurangan perangkat 802.11b adalah dapat mengalami interferensi dari pengguna nirkabel lain, seperti telepon nirkabel, oven microwave, dan perangkat lain yang menggunakan pita yang sama yaitu 2,4 GHz.

Standar 802.11g dibuat karena kebutuhan bandwidth yang lebih tinggi dan ditambahkan bahwa standar 802.11a tidak kompatibel dengan 802.11b. Standar 802.11g dirancang dengan kemampuan transfer data yang tinggi dan kompatibel dengan standar 802.11b. 802.11g kompatibel dengan standar 802.11b karena sama-sama menggunakan frekuensi 2,4 GHz untuk mengirimkan data melalui gelombang udara, sehingga standar 802.11g mampu berkomunikasi dengan 802.11. Berbeda dengan RAM pada komputer, RAM pada smartphone Android tidak bisa diperbesar, ditambah, atau diganti.

Prosesor jenis ini. Jarang ditemukan pada perangkat pintar masa kini karena sudah tergantikan oleh prosesor terbaru. Metode penelitian ini membutuhkan 2 buah smartphone Android dengan versi berbeda sesuai di atas. Dalam penelitian ini kami menggunakan konsep Tethering/Portable Wi-Fi yang dapat mengubah smartphone Android menjadi Wi-Fi atau Gateway untuk menggunakan koneksi Internet, dan pengguna yang digunakan disini juga merupakan smartphone Android.

Pada Gambar 3.1 dijelaskan bahwa ketika penelitian dimulai, Android Diagnostics pada smartphone Android akan memantau kinerja CPU, kinerja RAM, dan perubahan baterai yang terjadi. Setelah proses instalasi berhasil, maka dilakukan beberapa konfigurasi pada aplikasi diagnostik di perangkat smartphone Android masing-masing. Beberapa konfigurasi harus dilakukan pada setiap aplikasi diagnostik agar dapat mencatat hasil kinerja perangkat Smartphone Android sesuai yang diharapkan.

Pada konfigurasi aplikasi diagnostik yang digunakan dibuat sama untuk mempermudah proses konfigurasi, langkah-langkah konfigurasinya adalah sebagai berikut. Setelah proses koneksi data WiFi selesai, aplikasi diagnostik dimatikan dan data disimpan, setelah itu data ditransfer dalam bentuk tabel. Terlihat dari grafik CPU bahwa Android 5.0.1 menggunakan CPU paling banyak dibandingkan Android 5.0.

Hal ini dikarenakan Android 5.0.1 tidak sesuai dengan spesifikasi smartphone Android yang digunakan, meskipun masih bisa diinstal namun performa penggunaan CPU akan sangat besar dan meningkat. Dari grafik RAM terlihat Android 5.0.1 menggunakan RAM lebih banyak dibandingkan Android 5.0. Hal ini dikarenakan Android 5.0.1 menggunakan lebih banyak RAM dibandingkan Android 5.0 karena aplikasi bawaan Android 5.0.1 lebih banyak dibandingkan Android 5.0.

Android 5.0.1 menggunakan lebih banyak daya baterai dibandingkan Android 5.0 karena terdapat lebih banyak aplikasi bawaan untuk Android 5.0.1 dibandingkan Android 5.0.

Gambar 2.1 Tampilan Android Diagnosa
Gambar 2.1 Tampilan Android Diagnosa

PENUTUP

Gambar

Gambar 2.1 Tampilan Android Diagnosa
Gambar 3.1  Flowchart
Tabel 4.1 Hasil Percobaan pada Android versi 5.0
Tabel 4.2 Hasil percobaan pada Android versi 5.0.1
+4

Referensi

Dokumen terkait

0.48 I was asking for help from my caregivers during pain 0.46 Labor pain becomes more intense 0.46 The severity of my labor pain was less than I had heard 0.45 I had enough

Our line of products including an exciting range of Mayonnaise, available in flavors Classic, Garlic and Naga; and a soulful line of frozen Broth in flavors Beef Bone Broth, Chicken