• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Trend Penjualan Rumah Sederhana Tipe 36

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengaruh Trend Penjualan Rumah Sederhana Tipe 36"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH TREND PENJUALAN RUMAH SEDERHANA TIPE 36 PADA PERUM PERUMNAS REGIONAL VII DI MAKASSAR

Cici Dwi Oritza1, Rahmawati Umar2, Sukardi3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

This research aimed to find out the house sale condition of type 36 of Perum Perumnas Regional VII Makassar in period 2015-2019. In addition it also aimed to find the house sale trend of type 36 by Perum Perumnas Regional VII Makassar in 2020-2024. The method of the research was quantitative research.

The data was collected through documents. The data was analyzed using multiple linear regression analysis (Least square method) to find out the house sale trend of type 36 of Perumnas Regional VII Makassar in 2020-2024. The result of the research indicated that the house sale of type 36 in five years (2015-2019) had fluctuated tendency. While the predictive sale in 2020-204 increases in several units.

This occurs due to tight competition in property business. Private sectors get involved in property business in Makassar.

Keywords: Keywords: Sale, Sale Trend, Simple House, House Type.

PENDAHULUAN

Dengan banyaknya pilihan produk rumah sederhana yang telah dibangun para pengusaha pengembang perumahan swasta, memaksa perusahaan harus lebih banyak memperhatikan dan menganalisis trend penjualan yang mempengaruhi keputusan dalam membangun rumah sederhana. Oleh karena itu, perusahaan harus mencermati berbagai faktor yang dapat mempengaruhi trend pembelian sebuah rumah sederhana, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal diantaranya adalah mutu produk rumah, harga yang pantas, lokasi yang baik, dan promosi yang efektif. Sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.

Fenomena yang terlihat dewasa ini bahwa penyediaan sarana perumahan yang terjangkau murah, layak huni dan sederhana bukan hanya dimonopoli oleh Perum Perumnas Regional VII di Makassar saja tetapi juga terbuka dan bersaing dengan perusahaan pengembang perumahan lainnya yang sudah banyak, khususnya di Kota Makassar.

Perumahan nasional adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk perusahaan umum yang harus mampu bersaing dengan perusahaan pengembang lainnya.

Perumahan nasional di dirikan sebaga solusi pemerintah dalam menyediakan perumahan yang layak huni bagi masyarakat menengah ke bawah. Adapun rumah yang di bangun yaitu tipe 36 ukurannya tidak terlalu kecil dan harganya masih terjangkau Rp.180.000.000 keatas per unit. Di bangun di atas tanah seluas 72 meter persegi, dengan ukuran 6 meter x 6 meter. Memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, ruang makan, serta dapur.

Tabel 1. Data Penjualan Rumah Tahun Jumlah Stok

Rumah

Penjualan Rumah

2015 1.746 1.546

2016 2.225 1.140

2017 2.436 966

2018 2.499 1.004

2019 2.438 1.654

Sumber: Perum Perumnas Regional VII Makassar

Dari data perusahaan yang di peroleh menunjukkan penjualan rumah paling rendah pada tahun 2017 sebanyak 966 unit, dan paling tinggi pada tahun 2019 sebanyak 1.654 unit.

Untuk dapat meningkatkan volume penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas dimasa yang akan datang

(2)

berdasarkan analisis trend. Analisis trend merupakan gambaran suatu yang mampu diraih perusahaan pada masa yang akan datang. Analisis trend merupakan suatu metode analisis statistika yang ditujukan untuk melakukan suatu peramalan pada masa yang akan datang. Dengan menganalisis trend penjualan, dapat diramalkan volume penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 di masa yang akan datang.

Berdasarkan latar belakang, penulis dalam penelitian ini tertarik melakukan penelitian tersebut dengan judul: Pengaruh Trend Penjualan Rumah Sederhana Tipe 36.

Rumusan masalah peneliti yaitu

“Apakah trend penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan atau penurunan?”

Tujuan Penelitian yang dicapai dari hasil penelitian ini adalah untuk menganalisis trend penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan atau penurunan.

TINJAUAN LITERATUR

Mulyadi (2016) didefenisikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh penjual dalam menjual suatu barang dan jasa dengan impian akan mendapatkan laba dari setiap transaksitransaksi tersebut dan dapat mengalihkan atau memindahkan hak kepemilikan atas barang atau jasa dari pihak penjual ke pembeli.

Abdullah & Tantri (2016) bahwa penjualan adalah suatu kegiatan bertemunya seorang pembeli dan penjual yang melakukan transaksi, saling mempengaruhi dan mempertimbangkan pertukaran antara barang atau jasa dengan uang.

Analisis penjualan memperlihatkan data berupa trend penjualan perusahaan dalam durasi tertentu, bentuk dasar dari laporan analisis penjualan dapat menunjukkan adanya peningkatan atau penurunan angka penjualan.

Manfaat Penjualan: mendapatkan keuntungan dari penjualan yang di lakukan, memperoleh volume penjualan, dan untuk menumbuhkan bisnis agar berkembang lebih besar.

Analisis trend merupakan suatu metode analisis yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan masa yang akan

datang serta mengetahui kecenderungan data tersebut naik atau turun. Melakukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan berbagai macam informasi atau data yang banyak dan diamati dalam periode waktu yang relatif cukup panjang, sehingga dari hasil analisis tersebut dapat diketahui sampai beberapa besar fluktuasi yang terjadi dan faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi terhadap perubahan tersebut.1) Faktor Internal: yaitu data, informasi, dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa: a) Penjualan tahun- tahun yang lalu meliputi kualitas, kuantitas, harga, waktu maupun tempat (daerah) penjualannya. b) Kebijaksanaan perusahaan misalnya pemilihan media-media promosi, dan penetapan harga jual. c) Kapasitas produksi yang dimiliki oleh perusahaan, serta kemungkinan perluasannya di waktu yang akan datang. d) Tenaga kerja yang tersedia, baik jumlahnya (kuantitatif) maupun keterampilan dan keahliannya (kualitatif). e) Modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan. 2) Faktor Eksternal: yaitu data, informasi, dan pengalaman yang didapat dari luar perusahaan, tetapi mempunyai pengaruh terhadap analisis penjualan. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa: a) Keadaan persaingan pasar. b) Posisi perusahaan dalam persaingan. c)Tingkat pertumbuhan penduduk. d) Tingkat penghasilan masyarakat. e) Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan perusahaan.

Suwita (2018) Garis trend pada dasarnya garis regresi dan variabel bebas (x) merupakan variabel waktu. Trend garis lurus (linier) adalah suatu trend yang diramalkan naik atau turun secara garis lurus. Variabel waktu sebagai variabel bebas dapat menggunakan waktu tahunan, semesteran, bulanan, atau mingguan. Analisis trend garis lurus (linier) terdiri atas metode kuadrat kecil atau (least square) dan moment.

Indrawati (2017) Ramalan pendapatan (penjualan) merupakan faktor penting dalam perencanaan perusahaan karena dalam ramalan pendapatan akan menentukan kepemilikan modal, anggaran laba rugi, anggaran atas posisi keuangan.

Trend adalah suatu gerakan (kecenderungan) naik atau turun dalam jangka panjang, yang diperoleh dari rata–rata perubahan dari waktu ke waktu. Rata-rata perubahan tersebut bisa bertambah bisa

(3)

berkurang. Jika rata- rata perubahan bertambah disebut trend positif atau trend mempunyai kecenderungan naik. Sebaliknya, jika rata–rata perubahan berkurang disebut trend negatif atau trend yang mempunyai kecenderungan menurun. Manfaat analisis trend (analisis berkala) untuk mengetahui kondisi masa mendatang atau meramalkan kondisi mendatang. Analisis Trend dapat disajikan dalam bentuk persamaan trend dan persamaan umum regresi linear sederhana.

Komarudin (2016) Perumahan (real estate) adalah sama dengan properti, yang berarti barang milik tetap, atau barang tak bergerak.

Dalam perkembangannya, perusahaan pengembang (real estate) sekarang didefinisikan sebagai suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan suatu kawasan perumahan dan pemukiman suatu lokasi tertentu.

Komarudin (2016) Kriteria Rumah Sederhana: 1) Luas bangunan tidak melebihi 36 meter persegi. 2) Harga jual didasarkan pada tahun yang berkesesuain. 3) Merupakan rumah pertama yang dimiliki oleh orang pribadi yang termasuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, dan tidak dapat dipindahtangankan dalam jangka waktu 4 (empat) tahun sejak di miliki. 4) Luas tanah tidak kurang dari 60 meter persegi. 5) Perolehannya secara tunai atau kredit (bersubsidi maupun tidak bersubsidi).

Dalam UU No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan, sedangkan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan penghidupan. Perumahan merupakan sarana kehidupan bermasyarakat yang perlu dilengkapi dengan prasarana dan sarana sehingga terbentuk permukiman yang harmonis secara sosial dan lingkungan.

Rumah dan lingkungan permukimannya dengan demikian mempunyai fungsi dan peran yang penting dalam kehidupan manusia dan masyarakat. Keadaan perumahan mencerminkan kualitas hidup, tingkat kesejahteraan, peradaban dan tingkat sosial

manusia dan masyarakat. Dalam skala nasional, kualitas perumahan merupakan gambaran peradaban bangsa.

Pasal 25 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kualitas hidup yang memadai bagi kesehatan dan kesejahteraan diri maupun keluarganya, termasuk sandang pangan, perumahan, dan kesehatan. Selanjutnya, Pasal 11 Kovenan Internasional Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mengakui hak semua orang atas perumahan yang memadai. Habitat II menegaskan bahwa perumahan yang memadai adalah hak asasi paling mendasar, dan bahwa pemerintah mempunyai kewajiban memberi fasilitas bagi akses kepada perumahan.

Laporan yang dibuat oleh PBB pada tahun 1992 menurut Wahid tersebut mengemukakan bahwa hak atas perumahan yang memadai tidak mengharuskan negara membangun perumahan cuma-cuma bagi seluruh penduduk. Tetapi, pemerintah (pusat dan daerah) tidak bisa lepas dari tanggung jawab, dalam pengertian mereka harus membuat kebijakan pertanahan atau tata kota yang tidak menganaktirikan warga miskin kota. Bahkan, bila mungkin memberi mereka kemudahan untuk memenuhi hak atas perumahan memadai.

Pengertian Rumah Sederhana mengacu

pada Keputusan Menkeu

No.393/KMK.04/1996 beserta perubahan- perubahannya. Keputusan Menteri itu ditetapkan untuk menentukan kriteria rumah yang mendapat fasilitas subsidi bunga dan uang muka dari pemerintah. Dalam Kepmenkeu tersebut, Rumah Sederhana adalah rumah tidak susun dengan luas lantai bangunan tidak lebih dari 72m2 yang dibangun diatas tanah dengan luas kaveling dari 54m2 sampai dengan 200m2. Batas atas nilai jual Rumah Sederhana ini kemudian dinaikkan oleh pemerintah sesuai dengan tingkat perkembangan harga-harga. Penentuan harga jual Rumah Sederhana ini terkait dengan anggaran pemerintah yang perlu disediakan sebagai subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Indrawati (2017) sesuai dengan tujuan yang hendak di capai, digunakan Metode Trend Kuadrat Terkecil. Garis trend dalam metode ini diperoleh dengan cara menentukan persamaan garis yang mempunyai jumlah terkecil dari kuadrat selisih data asli dengan data pada garis trend.

(4)

Terdapat beberapa metode untuk perhitungan analisis menggunakan trend:

a) Metode Garis Trend Secara Bebas (Free Hand Method) Menggambarkan trend dengan metode bebas ini sangat mudah dan sederhana. Hanya dengan mengamati sebaran data bisa diketahui kecenderungan garis trend dari pola data tersebut. Metode ini sangat mudah dan sederhana membuatnya.

b) Metode Trend dengan Metode Setengah Rata-Rata (Semi Average Method) Metode ini adalah dengan membuat trend garis dengan cara mencari rata-rata kelompok.

Cara ini untuk menghilangkan subyektivitas seperti pada metode bebas.

Pertama, Kelompokkan data menjadi dua kelompok yang sama apabila data ganjil, maka data yang berada ditengah di asumsikan menjadi dua atau diduplikasi dan dihitung dalam kelompok satu maupun kelompok dua atau data dihilangkan. Kedua, hitung rata–rata kelompok pertama dan rata-rata kelompok kedua. Letakkan pada tahun pertengahan dari kelompok yang pertama dan pada pertengahan tahun kelompok kedua.

Ketiga, Hitung selisih dari kedua rata-rata tersebut dengan mengurangi rata-rata dari kelompok kedua dengan rata-rata dari kelompok pertama. Jika hasilnya positif berarti trendnya naik, jika negatif trendnya menurun.

c) Metode Trend Kuadrat Terkecil (Least Square Method) Garis trend dalam metode ini diperoleh dengan cara menentukan persamaan garis yang mempunyai jumlah terkecil dari kuadrat selisih data asli dengan data pada garis trend. Metode kuadrat terkecil ini yang paling banyak digunakan dalam analisis deret berskala untuk peramalan bisnis.

d) Trend Metode Moment, Menggunakan perhitungan statistika dan matematika tertentu untuk mengetahui fungsi garis lurus sebagai pengganti garis patah-patah dibentuk oleh data historis perusahaan.

Untuk menganalisis trend penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 dalam suatu periode tertentu atau untuk beberapa periode di gunakan Metode Trend Kuadrat Terkecil (Least Square Method). Menganalisis deret waktu dengan Metode Kuadrat Terkecil dilakukan pembagian data menjadi dua kelompok yaitu:

1.Data ganjil, maka skor nilai t nya:

…,-3,-2,-1, 0 + 1,2,3,…

2.Data genap, maka skor nilai t nya:

…,-5,-3,-1,+ 1,3,5,…

Persamaan garis trend: Y = a + bX Σy a =

b = Σxy ΣX²

Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti menngunakan metode penelitian kuantitatif artinya data yang dikumpulkan berupa angka, yang berasal dari catatan historus perusahaan. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif untuk mengukur penjualan dengan perhitungan analisis trend pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar tahun 2015-2019.

METODE PENELITIAN

Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, yang bertujuan agar peneliti dapat menggambarkan realita empiris di balik fenomena yang terjadi terkait dengan peran Perum Perumnas dalam mengembangkan penyediaan rumah sederhana Tipe 36.

Berdasarkan permasalahan yang telah di ajukan, metode yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method) karena dengan menggunakan metode ini dapat menganalisis regresi untuk memperkirakan jumlah penjualan di masa yang akan datang.

Lokasi yang dijadikan objek penelitian adalah Perum Perumnas Regional VII di Makassar yang berlokasi di Jalan Letjend Hertasning Blok 1 No.1.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Diketahui penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 Tahun 2015-2019 Dengan data yang di peroleh dari perusahaan:

Tabel 2. Data Penjualan Rumah Sederhana

Tahun Pemb.

Rmh

Stok dahulu

Stok Rmh

Target Real . Jual

(5)

2015 1.174 572 1.746 1.500 1.54 6 2016 2.025 200 2.225 1.664 1.14

0 2017 1.351 1.085 2.436 1.435 966 2018 1.029 1.470 2.499 1.492 1.00

4 2019 943 1.495 2.438 1.820 1.65

4 Sumber: Perumnas Regional VII Makassar

(2020).

Pada tabel 2 menunjukkan pada tahun 2015-2019 jumlah pembangunan rumah ditambah dengan stok tahun sebelumnya sehingga diperoleh jumlah stok rumah sebanyak 1.746 unit, target penjualan 1.500 unit, dan penjualan rumah sebanyak 1.546 unit. Menunjukkan bahwa pada tahun 2015 mengalami penjualan lebih dari target sebanyak 46 unit, peningkatan penjualan disebabkan karena bagusnya strategi promosi yang digunakan bagian pemasaran. Pada tahun 2016 jumlah stok rumah sebanyak 2.225 unit, target penjualan 1.664 unit, penjualan sebanyak 1.140 unit, pejualan menurun sebanyak 406 unit dan tidak capai target, ini disebabkan berkembangnya perusahaan swasta pembangun rumah sederhana dengan tipe yang sama. Pada tahun 2017 jumlah stok rumah sebanyak 2.436 unit, target penjualan 1.435 unit, penjualan sebanyak 966 unit, mengalami penurunan sebanyak 174 unit dan tidak capai target, ini disebabkan kurangnya permintaan masyarakat terhadap rumah sederhana. Pada tahun 2018 jumlah stok rumah sebanyak 2.499, target penjualan 1.492, penjualan sebanyak 1.004, meningkat sebanyak 38 unit namun belum capai target, menunjukkan peningkatan penjualan yang disebabkan oleh bahan bangunan yang digunakan kokoh dan tahan lama. Pada tahun 2019 jumlah stok rumah sebanyak 2.438 unit, target penjualan 1.820 unit, penjualan sebanyak 1.654 unit, meningkat sebanyak 650 unit namun belum capai target, ini disebabkan bagusnya desain rumah sederhana yang digunakan perumnas.

Gambar 1. Line Chart

Berdasarkan gambar 1 menunjukkan bahwa pada tahun 2015-2019 penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar mengalami fluktuasi. Data ini menunjukkan Perum Perumnas Regional VII Makassar hendaknya menjaga dan meningkatkan strategi-strategi pemasarannya agar kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin sekaligus dapat memperbesar peningkatan penjualannya.

Gambar 2. Grafik Batang

Berdasarkan gambar diatas, jumlah pembangunan rumah, stok tahun sebelumnya, jumlah stok rumah, target dan realisasi penjualan pada tahun 2015-2019 dan menunjukkan bahwa penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar Tahun 2015-2019

0 500 1000 1500 2000 2500 3000

2015 2016 2017 2018 2019 Pembangunan Rumah

Stok Tahun Sebelumnya Jumlah Stok Rumah Target

Realisasi Penjualan

0 500 1000 1500 2000 2500 3000

2015 2016 2017 2018 2019

Pembangunan Rumah Stok Tahun Sebelumnya Jumlah Stok Rumah Target

Realisasi Penjualan

(6)

terlihat bahwa tingkat penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 paling tinggi Tahun 2019, dan paling rendah di Tahun 2017. Dari gambar tersebut memperlihatkan pembangunan dan realisasi penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Penyebabnya karena ketatnya persaingan pasar dan kurangnya strategi pemasaran perumnas.

Tabel 3. Hasil Perhitungan Analisis Trend Penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 Pada

Perum Perumnas Reguonal VII Makassar Tahun 2020-2024

Tahun Ramalan Volume

Penjualan

2020 1.278

2021 1.286

2022 1.294

2023 1.302

2024 1.310

Sumber: data diolah (2020).

Dengan persamaan pangkat dua terkecil (fungsi linear) Y = a + bx, diramalkan besarnya penjualan tahun 2020-2024 sebagai berikut, Tahun dasar 2019:

Y = a + bx

6.310 a =

= 1.262

5

80

b = = 8

10

Y2020 = 1.262 + (8)(2)

= 1.262 + 16

= 1.278

Y2021 = 1.262 + (8)(3)

= 1.262 + 24

= 1.286

Y2022 = 1.262 + (8)(4)

= 1.262 + 32

= 1.294

Y2023 = 1.262 + (8)(5)

= 1.262 + 40

= 1.302

Y2024 = 1.262 + (8)(6)

= 1.262 + 48

= 1.310

Hasil perhitungan menunjukkan jumlah penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 mengalami peningkatan, pada tahun 2020 sebanyak 1.278 unit, tahun 2021 sebanyak 1.286 unit, tahun 2022 sebanyak 1.294 unit, pada tahun 2023 sebanyak 1.302 unit, dan pada tahun 2024 sebanyak 1.310 unit. Jadi total penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar yang di ramalkan tahun 2020-2024 sebanyak 6.470 unit.

Gambar 3. Line Chart

Berdasarkan gambar 3 menunjukkan peningkatan trend volume penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar di masa yang akan datang, sesuai dengan analisis trend yang di ramalkan menggunakan model analisis trend melalui model regresi linear sederhana (Least Square Method).

Berdasarkan hasil analisis trend penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII Makassar pada tahun 2020-2024 menunjukkan bahwa terdapat peluang pertumbuhan penjualan Rumah Sederhana tipe 36 meskipun tidak terlalu besar. Penyebab terjadinya hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, faktor-faktor tersebut diantaranya persaingan antar para pengembang perumahan swasta yang semakin bertambah di Kota Makassar dan kendala yang dialami bagian pemasaran karena pada tahun 2020 bagian pemasaran Work From Home dan kesulitan untuk berkomunikasi dengan calon pembeli Rumah Sederhana Tipe 36. Akses yang dipunya saat ini hanya melalui WhatsApp dan telepon. Dan hingga saat ini pemasaran dan iklan Rumah Sederhana Tipe 36 sangat berusaha dioptimalkan melalui media sosial, seperti facebook dan instagram.

Penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar pada tahun 2015-2019 mengalami

26 , 1

27 , 1 1,28 1,29 , 13

31 , 1

32 , 1

20202021 202220232024

(7)

fluktuasi, kadang naik dan kadang turun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, faktor- faktor tersebut diantaranya tingginya tingkat kebutuhan dan permintaan terhadap Rumah Sederhana Tipe 36 menyebabkan berkembangnya perusahaanperusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan perumahan.

Serta kurangnya strategi pemasaran yang dilakukan oleh Perum Perumnas dalam menjalankan usahanya ditengah persaingan.

Oleh karena itu, Perum Perumnas perlu merumuskan kembali strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan Rumah Sederhana Tipe 36.

PENUTUP

Berdasarkan uraian hasil penelitian tentang analisis trend penjualan rumah sederhana tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makasssar, maka kesimpulan yang diambil adalah: Trend penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada tahun 2015-2019 mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Trend penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada tahun 2020-2024 di estimasi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun peningkatannya agak sedikit. Hal ini di sebabkan ketatnya persaingan di bidang penjualan Rumah Sederhana dan berkembangnya perusahaan swasta pembangun Rumah Sederhana dengan Tipe yang sama di Kota Makassar. Total penjualan Rumah Sederhana Tipe 36 pada Perum Perumnas Regional VII di Makassar tahun 2020-2024 sebanyak 6.470 unit.

Adapun saran-saran yang diajukan penulis sebagai berikut: Melihat perkembangan lingkungan dunia usaha terutama yang menyangkut selera dan keinginan konsumen dalam pembelian Rumah Sederhana Tipe 36, perusahaan harus menerapkan strategi penjualan yang lebih tepat. Dan untuk meningkatkan volume penjualan, bukan hanya dengan melaksanakan periklanan, tetapi perlu menggunakan jasa public relations sebelum melaksanakan periklanan.

Untuk mempertahankan konsumen lama dan meraih konsumen potensial, maka perlu ditingkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia khususnya penguasaan dalam bidang pemasaran, dan ini tidak lepas dari usaha untuk memuaskan konsumen harus diperhatikan.

DAFTAR PUSTAKA

Adisa P. (2017). Penerapan Metode Analisis Trend Pada CV. Arsilashalza Banjarmasin. Banjarmasin: Jurnal Universitas Lampung Mangkurat.

Bambang R. (2015). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta:

BPFE.

Brigham, E. F. (2016). Managerial Finance.

Jakarta: Erlangga.

Firdaos A. (2017). Permintaan dan Penawaran Perumahan Valuestate.

Jakarta.

Freddy R. (2015). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Indrawati A. (2017). Analisis Trend Kinerja Keuangan Bank Kaltim. Samarinda:

Research Journal of Accounting and Business Management. (RJABM).

Karsidi. (2017). Analisis

Permintaan Dan Penawaran Rumah Sederhana Di Kota Semarang.Semarang: Universitas Diponegoro.

Kasmir. (2016). Analisis Laporan Keuangan.

Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Komarudin. (2016). Menelusuri Pembangunan Perumahan dan Pemukiman. Yayasan

Real Estate Indonesia, Jakarta.

Kuncoro M. (2016). Metode Kuantitatif Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Subagyo P. (2016). Forecasting Konsep dan Aplikasi.Yogyakarta: BPEE.

Dwi P. (2015). Manajemen Keuangan.

Jakarta: Salemba Empat.

Martini, E. Hardianti Y. (2016). Analisis Laporan Strategi 4P dan STP di PT.Cipta Master Perkasa.Bandung.

Murti D. (2019). Analisis Trend Pada Harga Garam Yang Dipengaruhi Oleh Curah Hujan Di Kabupaten Jeneponto.

Skripsi Thesis, UIN Mulyadi. (2016).

Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono. (2018). Statistika untuk Penelitian.

Bandung: Alfabeta.

Supranto J. (2015). Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga.

(8)

Thamrin A, F. Tantri. (2016). Manajemen Pemasaran. Depok: PT.Raja Grafindo Persada

Virona R, M. (2018). Manajemen Operasi.

Jakarta: Salemba Empat.

Weston, J. Fred. (2015). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta:

Erlangga.

Referensi

Dokumen terkait

*Correspondence School of Management, University of the Philippines Mindanao, Mintal, Tugbok District, Davao City 8022, Philippines T +63 82 295 2188 E [email protected] Keywords