PENGAYAAN ATSB SOSIOLOGI Nama : Safa Fauziah
Kelas : X-3 Absen : 29
A. Soal Pilihan Ganda
1. B. Paradigma definisi social
2. A. Tindakan rasionalitas instrumental
3. C. Lembaga ekonomi dan Lembaga Pendidikan 4. D. Metode campuran
5. C. Diferensisasi sosial B. Soal Esai
1. Revolusi Perancis dan Revolusi Industri merupakan dua peristiwa penting yang mendorong lahirnya sosiologi. Kedua revolusi tersebut yang terjadi pada akhir abad ke-17 hingga abad ke-18, telah mengubah banyak tatanan dalam masyarakat Eropa. Selain di wilayah Eropa, hal tersebut juga berdampak di berbagai wilayah dii belahan dunia, termasuk Nusantara (Indonesia). Salah satu pelopor sosiologi adalah Aguste Comte yang hidup di masa Revolusi Prancis dan periode Napoleon. Saat itu, kehidupan sosial yang stabil, ilmu pengetahuan dan teknologi modern, serta Revolusi Industri mulai menyebabkan transformasi di tengah warga Eropa.
Sebelum Revolusi Prancis, sistem pemerintahan teokrasi dengan kaisar sebagai wakil tuhan dan tidak tercela membuat kesewenang-wenangan dialami rakyat Prancis. Penjara Bastile yang merupakan simbol kekejaman pemerintahan lalu dijebol seiring rakyat menuju pencerahan dan berpikir secara rasional untuk meraih kesejahteraan bersama.
Kendati pemerintahan tirani runtuh setelah Revolusi Prancis, orang-orang Eropa yang saat itu sudah mengalami konflik kekerasan menurut Comte masih ragu dalam menetapkan perasan, pikiran, dan tindakan apa yang harus dilakukan.
Sementara itu, Revolusi Industri di Inggris membuat orang di sekitar daerah industri mengalami peningkatan ekonomi, sementara orang daerah berkekurangan. Comte berpikir bagaimana kesenjangan tersebut dapat diperkecil dan ditiadakan.
Pergantian tenaga manusia tergantikan oleh mesin menyebabkkan pengangguran, ketimpangan sosial, dan kemiskinan. Berbagai masalah-masalah sosial tersebut menyebabkan maupun sejarawan melakukan penilitian, sehingga lahirlah sosiolohgi.
Auguste Comte yang menjadi salah satu pelopor sosiologi saat itu melakukan pendekatan positivisme.
Pada dasarnya perubahan sosial yang begitu cepat mengubah banyak hal dan terdapat banyaknya masalah sosial merupakan konteks kelahiran sosiologi.
2. Orang yang ahli dalam sosiologi disebut sosiolog. Sosiolog merupakan salah satu ilmuwan yang juga melakukan penelitian. Sosiolog perlu melakukan penelitian untuk mengembangkan teori, menguji teori dalam konteks yang berbeda, mendapatkan temuan/data baru dari empiris, dan hasil penelitian ini nantinya akan dijadikan solusi menjawab permasalahan sosial yang dialami masyarakat.
Pada intinya penelitian sosial dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi dan untuk kebaikan manusia serta masyarakat.
3. Lembaga sosial dapat berfungsi apabila lembaga sosial tersebut masih diketahui, diinginkan, dipahami, dan dihargai dalam berbagai bidang kehidupan seperti bidang ekeonomi, politik, sosial, dan budaya. Teori fungsionalisme struktural yang menekankan pengendalian sosial untuk memastikan terdapat tertib sosial. Pengendalian sosial dapat berfungsi apabila penegendalian sosial itu terlembagakan. Jika pengendalian sosial tidak terlembagakan dengan baik akan terjadi disfungsi. Selain teori fungsionalisme terdapat teori konflik yang memiliki penjelasan serta perspektif yang berbeda, di mana selama distribusi belum merata, konflik/pertentangan akan terus terjadi yang berdampak pada berfungsi atau disfungsinya suatu lembaga sosial. Selain itu lembaga sosial dapat menjadi disfungsi apabila Lembaga sosial itu tidak dibutuhkan lagi oleh masyarakat sehingga lembaga tersebut tidak digunakan.
Contoh: siswa membolos. Disfungsi lembaga sekolah ini bisa terjadi karena kontrol sosial lembaga sekolah lemah (teori fungsionalisme struktural) atau siswa enggan belajar di sekolah (teori konflik).
4. Secara sosiologis, heterogenitas sosial terjadi karena keragaman identitas individu, identitas sosial, terdapatnya pelapisan sosial, sistem lapisan sosial dan diferensiasi sosial.
5. Menurut saya manfaat mempelajari sosiologi yaitu, mengetahui sifat sosial manusia, meningkatkan tindakan sosial, mengetahui sifat sosial masyarakat, dapat memecahkan masalah sosial, serta memahami dan merencanakan masyarakat.
Contoh gejala sosial yang terdapat di sekitar saya yaitu persamaan gender, yang dikarenakan adanya pengakuan kedudukan yang sama anatara laki-laki dan perempuan. Di mana baik perempuan atau laki-laki berhak mendapatkan status mereka dan meningkatkan status baik itu di bidang apa saja.