• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengelolaan koperasi dalam pembentukan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengelolaan koperasi dalam pembentukan"

Copied!
133
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana pengelolaan koperasi dalam membentuk mental kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko. 25 Secara teoritis, kelebihan penelitian dalam skripsi ini adalah dapat menjadi tambahan tulisan atau referensi dan tambahan informasi bagi pembaca mengenai manajemen koperasi syariah. Bagi asrama Islam, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber data tambahan bagi siswa dan guru di asrama Islam Darul Amal Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko dalam memperluas informasi pengelolaan koperasi syariah.

Bagi peneliti selanjutnya, kami berharap hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya yang ingin mengkaji permasalahan serupa.

Penelitian Terdahulu

Pengorganisasian mempunyai pengaruh langsung dan signifikan terhadap pembentukan jiwa kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember. Aktualisasi mempunyai dampak langsung dan signifikan terhadap pembentukan jiwa kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember. Pengendalian mempunyai dampak langsung dan signifikan terhadap pembentukan jiwa kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember.

11 Ravida Mawadatur Rohmah, “Dampak Fungsi Manajemen Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) dan Etos Kerja Islami Terhadap Terbentuknya Jiwa Wirausaha Santri” (Tesis Magister Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jember Universitas, 2020). 12 Faizal Amri, “Manajemen Kewirausahaan di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin 28 Purwosari Kota Metro” (Skripsi Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, 2020). Penguatan Kompetensi Pengurus Koperasi Pengurus Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Barat Pada Masa Pandemi Covid-19.

Metode Penelitian

  • Jenis Dan Pendekatan Penelitian
  • Waktu Dan Lokasi Penelitian
  • Informasi Penelitian
  • Sumber Data Dan Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Kekurangan dan Kelebihan Pelaksanaan fungsi kepengurusan Koperasi Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa di Kabupaten Sidrap secara umum masih belum sesuai dengan peraturan koperasi. Periode penelitian berlangsung dari bulan Januari sampai bulan Mei. Penelitian ini bertempat di Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko. Disinilah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko.

Penelitian ini memilih informan antara lain Pimpinan Pondok Pesantren, 5 (lima) orang santri dan Ketua/Ibu Kantin Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko. Tujuannya untuk menemukan permasalahan secara lebih transparan, dimana pihak-pihak yang diundang untuk wawancara yaitu pimpinan ponpes, santri dan ibu-ibu pegawai/kantin Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko. dimintai pendapat dan idenya untuk menemukan permasalahan yang ingin diteliti bagaimana manajemen koperasi dalam membentuk mental kewirausahaan santri Pondok Pesantren Darul. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, mengikuti konsep yang diberikan oleh Miles dan Huberman.

Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORI

Pengertian Koperasi

Koperasi asrama Islam merupakan kumpulan santri yang bekerja sama untuk kepentingannya sendiri dan kepentingan warga disekitarnya. Jadi, dapat diartikan bahwa koperasi perumahan syariah mempunyai prinsip; dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. Pengurusan koperasi ini dikelola oleh mahasiswa sendiri, dipimpin oleh salah seorang pimpinan dan dibawah pengawasan sipir asrama.

Pengurus koperasi pesantren yang baik hendaknya berusaha dan mampu memberikan pembelajaran yang membentuk jiwa kewirausahaan dan fungsi sosial koperasi yang dipimpin di bawah bendera pengurus pesantren dan dikelola oleh suatu manajemen yang seluruh santrinya berada dalam kondisi yang baik. dan berimbang koperasi pesantren hendaknya memperhatikan pendidikan anggotanya 23. 22 Ali Rofiq, “Pengaruh Pengurus Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) Terhadap Terbentuknya Jiwa Wirausaha Santri”, Semarang: Walisongo Keislaman Negeri Institute, Fakultas Syariah, 2012. 23 Wendi Agung Nugraha, “Analisis Pengaruh Manajemen Koperasi Pondok Pesantren Terhadap Pembentukan Mental Kewirausahaan Santri Dalam Perspektif Ekonomi Islam”, Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, 2018, hal 24.

Manajemen Koperasi

Bahwa untuk merencanakan suatu usaha maka usaha yang bersangkutan harus ditentukan terlebih dahulu, karena jika tidak maka setiap kegiatan dapat berkembang secara mandiri. Setelah tujuan ditentukan, kebijakan, strategi, dan taktik harus diuraikan untuk merencanakan tujuan tersebut. Sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan atau direncanakan, maka untuk mencapainya diperlukan struktur organisasi yang sesuai dengan jenis kegiatan dan unsur manajemen yang bekerja pada kegiatan tersebut.

Personalia atau personalia merupakan salah satu fungsi manajemen yang berkaitan dengan perolehan atau rekrutmen, penempatan, pelatihan dan pengembangan pegawai. Jika setiap individu yang melakukan aktivitas yang sesuai untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diberi motivasi dan diberi petunjuk atau perintah dalam pelaksanaannya, maka upaya selanjutnya adalah menjadikan individu tersebut vertikal terhadap tujuan organisasi. Koordinasi pada hakekatnya berarti hubungan kerja yang harmonis, melakukan beberapa kali pertemuan tatap muka dengan oknum-oknum terkait di koperasi, namun bila jumlahnya mencapai ratusan ribu maka pertemuan tatap muka tidak bisa lagi dilakukan.

Setiap individu yang diangkat untuk menduduki fungsi dan jabatan yang menjalankan kegiatan organisasi belum tentu berkinerja sesuai dengan yang diharapkan. Pada hakikatnya manajemen adalah suatu usaha komunikasi yang menjadikan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan koperasi dapat berfungsi sesuai rencana. Perencanaan merupakan suatu rumusan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sesuai dengan sumber daya yang tersedia dan dapat digunakan.

Dalam praktiknya, tidak semua yang telah dilaksanakan dapat terlaksana sepenuhnya karena munculnya berbagai kendala yang tidak diperkirakan sebelumnya. Untuk mencegah terjadinya penyimpangan, baik disengaja maupun tidak, sehingga dapat segera diambil langkah-langkah yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya kerugian, serta untuk mulai memperbaiki rencana yang telah dibuat, maka langkah pengelolaan selanjutnya adalah melaksanakan pengawasan atau pengendalian.

Peran Koperasi

Pengelolaan Koperasi

50 pengaturan kepengurusan yang berbeda dengan badan usaha non koperasi, perbedaan tersebut bermula dari prinsip koperasi yang bersifat demokratis dan kekeluargaan, dimana pengurusnya dari, oleh dan untuk anggota. Oleh karena itu, struktur kepengurusan koperasi dikenal dengan sebutan rapat anggota, pengurus, badan pemeriksa, dan pengelola. Koperasi adalah kumpulan orang-orang atau badan hukum koperasi yang dimiliki oleh para anggota, dikelola oleh para anggota dan berfungsi untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat.

Rapat anggota merupakan tempat berkumpulnya suara anggota dan dilaksanakan hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Seorang anggota berhak ikut serta dalam rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota, serta menyampaikan pendapat dan usul kepada pengurus baik di luar maupun di dalam rapat. Pengurus koperasi adalah orang-orang yang bekerja di garda depan, merekalah yang menjadi otak pergerakan koperasi dan merupakan salah satu faktor penentu berhasil tidaknya suatu koperasi.

Tugas dan tugas pengurus koperasi adalah mengurus organisasi dan usaha koperasi serta mewakilinya di hadapan pengadilan dan di luar pengadilan sesuai dengan keputusan majelis anggota. Peran seorang manajer adalah merencanakan masa depan sesuai ruang lingkup dan kewenangannya untuk mengelola sumber daya secara efektif, memberi perintah, memimpin dan mampu melaksanakannya.

Wirausaha

  • Pengertian Wirausaha
  • Sikap Dan Perilaku Wirausaha
  • Indikator Wiraiusaha
  • Keuntungan Santri Dalam Berwirausaha
  • Jiwa Wirausaha Terdapat Pada Setiap Insan
  • Teori Mental Wirausaha Santri

53 Secara sederhana, yang dimaksud dengan wirausaha adalah orang yang berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Kesuksesan sebagian besar bergantung pada seberapa baik kita menavigasi hubungan sehari-hari dengan orang lain. Orang yang pandai bernegosiasi adalah orang yang paham seni menjual atau bisa mempengaruhi orang lain.

Pola pikir wirausaha berarti kecenderungan atau semangat pribadi seseorang yang menimbulkan tindakan atau perilaku, baik sebagai wirausaha maupun calon wirausaha.37. Berbagai alternatif pendekatan dalam melatih dan mengembangkan jiwa kewirausahaan pada hakikatnya dapat dicapai dalam jangka pendek dan jangka panjang. Kusuma, Tatang Permana, “Karakteristik Sikap Mental Wirausaha Mahasiswa Bidang Otomotif, Jurnal Pendidikan Insinyur Mesin”, Vol.3, No.1, Juni 2016, hal.

Strategi pengembangan yang ditujukan untuk menciptakan wirausahawan yang tangguh (baik wirausaha baru maupun wirausaha yang sudah ada) tidak dapat dilakukan hanya dengan kajian dan pertimbangan yang matang. Penciptaan wirausaha baru yang tangguh dapat dilakukan pada tataran penciptaan iklim yang mampu membentuk budaya wirausaha, dan pada tataran operasional dengan pola (salah satunya). 38 Sunarso, “Sikap Mental Wirausaha Dalam Menghadapi Perkembangan Saat Ini”, Universitas Selamet Riyadi Surakarta, Vol.10, No.2, Oktober 2010, hal.

Orang yang bermental wirausaha adalah orang yang menyerahkan segala urusan kepada Allah, beriman kepada-Nya. 39 Sunarso, “Sikap Mental Wirausaha Dalam Menghadapi Perkembangan Saat Ini”, Universitas Selamet Riyadi Surakarta, Vol.10, No.2, Oktober 2010, hal. Sedangkan wirausaha sosial ala kyai adalah sosok yang mampu menularkan jiwa kewirausahaan kepada santri dan masyarakat sekitar, sehingga mempunyai keinginan untuk menjadi wirausaha.

42 Hikmah Muhaimin, “Membangun Mental Wirausaha Santri di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Mojokerto”, Jurnal Dialektika, vol.

GAMBARAN UMUM

3 Tommy Cipta Nugraha, “Dinamika Pondok Islam Darul Amal Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko”. Wazir Dahlan mengenai perencanaan pengelolaan koperasi dalam membentuk mental kewirausahaan santri di asrama Islam Darul Amal Desa Tunggang merupakan tanggung jawab khusus yang diberikan kepada pengelola koperasi. Menurut peneliti, perencanaan dalam pengelolaan koperasi untuk membentuk mental kewirausahaan santri di asrama Islam Darul Amal Desa Tunggang merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

Selain itu peneliti juga menanyakan tentang organisasi pengelolaan koperasi dalam pembentukan pola pikir kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Darul Amal desa Tunggang. 52 Wawancara Ustazah Lailatul Hasanah, Pengurus Koperasi Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang, Selasa 24 Mei 2020. 53 Wawancara Sera Saputri Santri Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang, Rabu 25 Mei 2020.

Selanjutnya peneliti melanjutkan penelitian dengan menanyakan bagaimana cara mengkoordinasikan pengelolaan koperasi dalam membentuk mental kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang. 54 Wawancara dengan Ustazah Lailatul Hasanah Ketua Koperasi Pondok Pesantren Darul Amal di Desa Tunggang pada hari Selasa tanggal 24 Mei 2020. 56 Wawancara dengan Retno Juwita Santri dari Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2020.

57 Interview met Ustazah Lailatul Hasanah, Manager van de Darul Amal Islamic Boarding School Cooperative, Tunggang Village op dinsdag 24 mei 2020. 58 Interview met Widiyati Zalda Santri, Darul Amal Islamic Boarding School Cooperative, Tunggang Village op vrijdag 27 mei 2020. 60 Interview met Ustazah Lailatul Hasanah, coöperatiemanager Darul Amal Islamic Boarding School in Tunggang Village op dinsdag 24 mei 2020.

62 Wawancara Widiyati Zalda Santri di Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang pada hari Jumat tanggal 27 Mei 2020. 86 Koperasi dalam membentuk pola pikir wirausaha santri di Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang dilakukan oleh pihak manajemen dalam kesehariannya dasar. Struktur Koperasi Pondok Pesantren Darul Amal Desa Tunggang sebelum adanya perubahan kepengurusan koperasi pada tahun 2021.

Sehubungan dengan hal tersebut dapat dikatakan bahwa perencanaan pengelolaan koperasi dalam membentuk mental kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Darul Amal desa Tunggang masih kurang. 99 bahwa arah manajemen koperasi dalam membentuk mental kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Darul Amal desa Tunggang merupakan upaya dari pengelola itu sendiri.

FOTO BERSAMA PIMPINAN
FOTO BERSAMA PIMPINAN

Gambar

FOTO BERSAMA PIMPINAN
FOTO BERSAMA PENGELOLA
FOTO BERSAMA SANTRI
FOTO BIDANG USAHA PETERNAKAN
+5

Referensi

Dokumen terkait

CONCLUSION Based on the results of data analysis, it can be concluded that learning using cooperative learning model of Numbered Heads Together NHT type can improve students'

1.A The relative effect of ele- vatedCaon N fixation, calculated as mean elevatedCa– mean ambient Ca/mean ambient Ca⫻100%, for each year of the experiment, showing the consistent decline