• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan assesmen pembelajaran ipa untuk

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan assesmen pembelajaran ipa untuk"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

Hasil pengembangan penilaian untuk mengukur keterampilan proses sains pada mata pelajaran IPA SMP VIII. diperoleh dari validasi ahli evaluasi 73,3%, ahli materi 89,28%, ahli bahasa 89,28%. Hasil pengembangan penilaian untuk mengukur keterampilan proses sains pada mata pelajaran IPA SMP VIII. diperoleh dari validasi ahli evaluasi 73,3%, ahli materi 89,28%, ahli bahasa 89,28%.

Latar Belakang

8 Maytia Umisyaroh, Identifikasi keterampilan proses sains pada mata pelajaran Biologi melalui self assessment dan peer assessment di kelas XI SMA Negeri 8 Bandar Lampung, Skripsi UIN Raden Intan Lampung, (Maret 2018).h.25. Keterampilan Proses Sains (Science Process Skills) harus dimiliki oleh guru sebelum guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan Keterampilan Proses Sains (Science Process Skills).

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui bentuk kelayakan pengembangan asesmen pembelajaran saintifik untuk mengukur kemampuan proses saintifik siswa kelas VIII SMPN 15 Kota Bengkulu pada materi stres.

Manfaat Penelitian

Untuk Pendidik Pendidik mengakses berbagai penilaian dan metode pembelajaran untuk mengembangkan Keterampilan Proses Sains siswa.

Pengembangan Assesmen 1. Hakikat IPA 1.Hakikat IPA

Pengembangan Assesmen

Keterampilan proses ilmiah IPA dapat diklasifikasikan ke dalam 11 indikator 21, yaitu: (1) observasi/pengamatan; (2) pengelompokan/pemilahan;. Penilaian Keterampilan Proses Ilmiah Keterampilan proses ilmiah dapat diukur melalui tes.

Tabel 2.1 Sub Science Process Skill (Keterampilan  Proses Sains)
Tabel 2.1 Sub Science Process Skill (Keterampilan Proses Sains)

Tekanan Zat Cair

Jika suatu benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda tersebut akan mengalami gaya ke atas sebesar berat zat cair yang mendorong benda tersebut. Suatu benda dapat mengapung atau tenggelam tergantung pada besarnya berat (w) dan gaya apung (Fa. Gaya apung maksimum adalah gaya apung jika seluruh benda berada di bawah permukaan zat cair.

Kapal dapat mengapung karena bila diletakkan secara vertikal di laut, kapal dapat memindahkan air laut dalam jumlah yang cukup besar, sehingga kapal mengalami gaya ke atas yang sama dengan berat kapal (gambar 2.1):27. Tekanan yang diberikan pada fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besaran yang sama.

Gambar 2.1 Struktur Kapal Laut  c.  Hukum Pascal
Gambar 2.1 Struktur Kapal Laut c. Hukum Pascal

Tekanan Gas

Menurut hukum Pascal, tekanan p dipindahkan secara merata ke segala arah, termasuk luas penampang A2. Ketika labu erlenmeyer berisi air panas yang ditutup rapat dengan balon karet dimasukkan ke dalam air dingin, balon karet ditekan ke dalam labu erlenmeyer.

Penelitian Yang Relavan

Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan penerapan model pendekatan Keterampilan Proses Sains (KPS). HAMKA 2020 berjudul “Karakteristik Tes Keterampilan Proses Sains (Science Process Skills): Validitas, Reliabilitas, Tingkat Kesulitan dan Daya Diskriminasi Soal”. Penelitian yang dilakukan oleh Murni dari STKIP Surya pada tahun 2015 berjudul “Profil Keterampilan Proses Sains Siswa dan Rancangan Pembelajaran untuk Melatihnya”.

Penelitian ini dilakukan oleh Sri Wardani dari Universitas Negeri Semarang dengan judul “Pengembangan Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran Kromatografi”. Pengembangan Instrumen Asesmen Pengukuran Keterampilan Proses IPA Siswa SMA” Hasil penelitian adalah sebagai berikut.

Kerangka Bepikir

Penelitian ini dilakukan oleh Friska Octavia Rosa dari Universitas Muhammadiyah Metro dengan judul “Pengembangan Modul Pembelajaran IPA SMP Pada Materi Penekanan Berbasis Keterampilan Proses IPA”. keterampilan proses) siswa. Hasil survei menunjukkan bahwa modul sangat membantu siswa untuk belajar mandiri, membantu dan diperlukan siswa sebagai pedoman belajar yang dilengkapi dengan eksperimen sederhana.

Gambar 2.4. Kerangka Berpikir Permasalahan
Gambar 2.4. Kerangka Berpikir Permasalahan

Jenis Penelitian

METODE PENELITIAN. termasuk satu kelas siswa kelas VIII kelas mana yang akan digunakan untuk penelitian. Dalam penelitian ini waktu digunakan untuk “Mengembangkan asesmen pembelajaran IPA untuk mengukur kemampuan proses sains siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Kota Bengkulu.

Model Pengembangan dan Prosedur Pengembangan 1. Model Pengembangan

Prosedur Pengembangan

Analisis guru dilakukan untuk memperoleh informasi tentang metode penilaian dan instrumen penilaian yang digunakan oleh guru. Dalam penilaian tertulis akan mempertimbangkan aspek material, konstruksi dan . bahasa yang digunakan agar penggunaan instrumen ini mudah dipahami dan disesuaikan untuk memberikan penilaian. Skala evaluasi yang digunakan dalam pengembangan evaluasi ini berupa skala 1 sampai dengan 4. 5) Penetapan Sistem Evaluasi dan Pedoman Evaluasi.

Sistem penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perolehan skor yang mengacu pada skala yang digunakan yaitu skala dari 1 sampai dengan 4 berdasarkan tampilan pilihan observasi yang tersedia untuk setiap item yang diberikan oleh observasi. Pakar ini akan mengkaji dan memberikan masukan terkait pencantuman indikator dalam item instrumen yang telah disusun.

Gambar 3.1 Bagan Prosedur Pengembangan  Assesmen Analisis Kebutuhan Siswa
Gambar 3.1 Bagan Prosedur Pengembangan Assesmen Analisis Kebutuhan Siswa

Teknik Pengumpulan Data

Angket Tanggapan Peserta Didik

Kuesioner yang diberikan kepada siswa diisi pada saat melakukan uji coba kelompok kecil yang akan mengevaluasi kelayakan implementasi dan pengembangan bahan ajar. Kuesioner tanggapan guru diisi selama tes kelompok kecil yang akan mengevaluasi kelayakan penilaian untuk materi. 35 Yunni Astutik, 2015 Pengembangan E-Modul Pada Mata Pelajaran Dasar Pengendalian Mutu Hasil Pertanian dan Perikanan Kelas X Tphp di SMKN 1 Cidaun.

Dokumentasi

Teknik Analisis Data

Angket Analisis Hasil Validasi Assessmen

Kuesioner ini dinilai dengan menggunakan rating scale, yaitu instrumen pengukuran nontes yang menggunakan prosedur terukur untuk memperoleh informasi tentang sesuatu yang sedang dipelajari. Pengaruh Respon Siswa Tentang Proses Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Ekonomi SMA Negeri 1 Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Pengembangan IPA Berbasis Konstruktivisme Modul 5E Model Learning Cycle Materi energi dalam sistem kehidupan untuk siswa kelas VI.

Tabel 3.7 Kriteria Kelayakan
Tabel 3.7 Kriteria Kelayakan

Reliabilitas

Tingkat Kesukaran

Bentuk Pengembangan Assesmen

Hasil Pengembangan Produk Awal

Untuk mencapai tujuan itu sendiri, tahap pengembangan dilakukan sesuai dengan model R&D yang akan digunakan dalam analisis 4D oleh Thiagarajan et al. Kemudian, setelah memvalidasi pertanyaan, dimungkinkan untuk mencoba dan mendapatkan persentase rata-rata 75% dalam kategori yang benar untuk digunakan. Kemudian, setelah memvalidasi pertanyaan, dimungkinkan untuk mencoba dan mendapatkan persentase rata-rata 75% dalam kategori yang benar untuk digunakan.

Kemudian setelah dilakukan validasi soal-soal tersebut konsisten dengan materi tekanan benda padat dan sudah mengarah pada keterampilan proses ilmiah serta layak untuk diujicobakan dan mencapai persentase 89,28% dalam kategori sangat layak. Ahli validasi bahasa memenuhi kaidah EYD dan layak untuk diujicobakan tanpa revisi mencapai persentase 87,5% pada kategori sangat mungkin. D).

Tabel 4.1 Draf Indikator
Tabel 4.1 Draf Indikator

Validasi konstruksi

Data yang diperoleh dari hasil uji coba siswa kemudian diubah menjadi skala 4. Berdasarkan hasil angket responsive, dengan 7 peserta yang diisi oleh 15 siswa dengan jumlah memilih kategori “sangat baik” adalah 61, yaitu “ kategori baik" adalah 44 yang memilih. kemudian dari hasil kriteria tes pada siswa diperoleh hasil kriteria “sangat baik”, sehingga soal yang diajukan siswa pada umumnya memahaminya. F). Pengujian validitas item-item tersebut sangat penting untuk dilakukan dalam perhitungan karena untuk mengetahui seberapa banyak item yang dapat menyebabkan item itu sendiri menjadi buruk yaitu memiliki nilai validitas yang rendah. Setelah siswa menyelesaikan soal, hasilnya diolah dan diberikan skor serta nilai validitas setiap nomor soal divalidasi oleh pakar menggunakan aplikasi perangkat lunak IBM SPSS Statics versi 26.

Pada hasil yang dilakukan dari 30 soal yang dikembangkan, terdapat 20 soal yang valid dan 10 soal yang tidak valid. Nilai validitas setiap item dilihat dengan membandingkan nilai korelasi Pearson pada total item dengan tabel r product moment menggunakan nilai α = 5% dan n (jumlah sampel = 15, dikatakan valid jika nilai korelasi Pearson di pos total lebih dari 0,514.

Tabel 4.7 Angket Respon Siswa
Tabel 4.7 Angket Respon Siswa

Uji Kelompok Besar

Reliabilitas Soal

Setelah itu, klik menu OK. Nilai alpha Cronbach adalah 0,775 yang menunjukkan bahwa 30 cukup reliabel.

Tabel 4.8  Kriteria Uji Reliabelitas  Uji Reliabel  Kriteria  0,80 < r xy  ≤ = 1,00  Sangat tinggi
Tabel 4.8 Kriteria Uji Reliabelitas Uji Reliabel Kriteria 0,80 < r xy ≤ = 1,00 Sangat tinggi

Daya Pembeda Soal

Langkah terakhir adalah melihat tingkat daya pembeda pada bagian statistik total pada bagian korelasi total item terkoreksi. Dalam mengukur daya beda tes, artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah soal-soal yang telah dikembangkan dapat membedakan siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan rendah atau tidak. Pengujian tingkat kesukaran dalam penelitian ini berupa soal ganda yang telah dikembangkan untuk menemukan kriteria soal tersebut.

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa dari 30 artikel yang telah dikembangkan, terdapat 9 artikel yang dapat dinilai baik karena memiliki kriteria sedang.

Tabel 4.11 Hasil Uji Daya Pembeda Soal   Nomor
Tabel 4.11 Hasil Uji Daya Pembeda Soal Nomor

Pembahasan

Bentuk Pengembangan Assesmen

Bentuk pengembangan asesmen pembelajaran IPA ini yaitu hasil produk berupa soal pilihan ganda untuk mengukur KPS, konsep materi percetakan kain pada siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Kota Bengkulu, sebanyak 30 butir soal. tersusun dari 10 indikator terpilih setelah memilih indikator-indikator yang telah dirumuskan. 10 indikator yang dimaksud meliputi: mengamati, menginterpretasikan pengamatan, mengklasifikasikan, mengukur, mengkomunikasikan, mengajukan hipotesis, menerapkan konsep, merencanakan percobaan, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis. Pada tahap penyusunan rencana pengujian, yang direncanakan pertama kali adalah konstruksi (kisi penilaian pembelajaran IPA) yang dilakukan terlebih dahulu sebelum bahan cetak kain dijadikan acuan sebagai uji keterampilan proses sains.

Langkah selanjutnya adalah menganalisis silabus IPA 2013 yang terdiri dari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Analisis ini dilakukan untuk mengetahui posisi, keluasan, dan kedalaman materi stres mata pelajaran pada kurikulum 2013 yang dijadikan acuan dalam menyusun indikator keterampilan proses sains.

Tabel 4.14 Kisi-Kisi Assesmen IPA Berbasis Science Process Skill  Kompete
Tabel 4.14 Kisi-Kisi Assesmen IPA Berbasis Science Process Skill Kompete

Cara Mengembangkan Assesmen Pembelajaran IPA Untuk Mengukur Science Process Skill. Mengukur Science Process Skill

Penilaian sains untuk mengukur keterampilan proses sains yang dikembangkan sesuai dengan prosedur penyusunan soal. Kelayakan penilaian pembelajaran IPA untuk mengukur keterampilan proses sains dapat dilihat dari hasil uji validitas ahli. Pada hasil uji validitas, uji skala kecil terdapat 20 butir soal valid dan 10 butir soal tidak valid.

Bentuk pengembangan penilaian pembelajaran IPA ini yaitu hasil produk berupa soal pilihan ganda untuk mengukur KPS pada konsep materi percetakan kain untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Kota Bengkulu, sebanyak 30 butir soal yang disusun. dari 10 indikator. Uji validitas menunjukkan terdapat 20 soal yang valid dan 10 soal yang tidak valid.

Saran

Karakteristik Tes Keterampilan Proses Sains (Science Process Skills): Validitas, Reliabilitas, Tingkat Kesukaran, dan Daya Diskriminatif Soal. Pengembangan instrumen tes untuk mengukur keterampilan proses ilmiah (scientific process skills) siswa SMA pada materi gerak. Mengidentifikasi Keterampilan Proses Sains (Science Process Skills) pada Mata Pelajaran Biologi Melalui Self Assessment dan Peer Assessment di Kelas Xi SMA Negeri 8 Bandar Lampung.

Mengembangkan keterampilan proses ilmiah (Scientific Process Skills) dalam pengajaran kromatografi lapis tipis melalui praktikum skala kecil. Penerapan Pembelajaran Sains Berbasis Proses Sains (Science Process Skills) untuk Meningkatkan Literasi Sains di.

Gambar

Tabel 2.1 Sub Science Process Skill (Keterampilan  Proses Sains)
Gambar 2.4. Kerangka Berpikir Permasalahan
Gambar 3.1 Bagan Prosedur Pengembangan  Assesmen Analisis Kebutuhan Siswa
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Kelayakan  Pengembangan Assessmen
+7

Referensi

Dokumen terkait

Date & Day Time Section A+B+E Section C+D+E Personal Meeting ID PMI Agriculture