PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Fokus Penelitian
Bagaimana implementasi pengembangan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) siswa melalui kegiatan keagamaan hablum minallah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 03 Jember tahun pelajaran 2017/2018. Bagaimana implementasi pengembangan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) siswa melalui kegiatan keagamaan hablum minannas di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 03 Jember tahun pelajaran 2017/2018.
Tujuan Penelitian
Bagaimana implementasi pengembangan Spiritual Emotional Quotient (ESQ) siswa melalui kegiatan keagamaan hablum minannas di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 03 Jember Tahun Pelajaran 2017/2018. Mendeskripsikan implementasi pengembangan Spiritual Emotional Quotient (ESQ) siswa melalui kegiatan keagamaan hablum minannas di Medresah Ibtidaiyah Negeri 03 Jember tahun ajaran 2017/2018.
Manfaat Penelitian
Bagi lembaga Madrasah Ibtidaiyah Negeri 03 Jember pada umumnya, diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran yang dapat dijadikan rujukan atau acuan dalam pendidikan peserta didik sehingga terbentuk peserta didik yang cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual. Bagi masyarakat pada umumnya, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat bahwa dalam membangun bangsa ini diperlukan generasi penerus yang memiliki kecerdasan IQ, EQ, dan SQ yang seimbang.
Definisi Istilah
Implementasi pengembangan Emotional Spiritual Qoutient (ESQ) melalui kegiatan keagamaan hablum minallah di MIN 03 Jember sangat mendukung dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa. Implementasi pengembangan Emotional Spiritual Qoutient (ESQ) melalui kegiatan keagamaan hablum minannas di MIN 03 Jember sangat bervariasi dan memberikan dampak positif bagi siswa.
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Didik Fermansyah, 2017, Implementasi pendidikan karakter berbasis Emotional Spiritual Qoutient (ESQ) pada Madrasah Riyadlul Qori'in terkemuka Ajung Jember, Disertasi IAIN Jember. 23Didik Fermansyah, “Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Pada Madrasah Unggulan Riyadlul Qori'in Disertasi Ajung Jember Tahun Pelajaran, Lembaga Keagamaan Islam Negeri Jember, Jember, 2013).
Kajian Teori
Guru adalah orang yang mempunyai pengetahuan, wawasan, keterampilan dan bersedia mewariskan apa yang dimilikinya kepada orang lain dengan penuh keikhlasan. Artinya: Ya, orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maha Rahman (Allah SWT) akan mempunyai rasa kasih sayang terhadap sesamanya.
Subyek Penelitian
Peneliti memilih kepala Madrasah sebagai sumber data primer karena kepala Madrasah mempunyai kekuasaan penuh terhadap sekolah sehingga memudahkan peneliti dalam mendalami objek yang diteliti peneliti. Hal ini dikarenakan peneliti mempunyai beberapa pertimbangan seperti hanya mengambil data dari guru kelas yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan ESQ siswa di dalam dan di luar kelas. Selanjutnya peneliti memilih guru yang menjabat sebagai Koordinator Kurikulum berdasarkan kegiatan pengembangan ESQ yang diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah.
Dalam hal ini peneliti juga memilih guru yang bertugas sebagai koordinator keagamaan karena seluruh kegiatan pengembangan ESQ di MIN 03 Jember berhubungan langsung dengan koordinator kurikulum. Kegiatan Membaca dan Menulis Al-Qur'an (BTQ) di Sekolah MIN 03 Jember diajar oleh 5 orang guru, namun peneliti memilih 1 orang guru BTQ karena guru tersebut mempunyai kualitas mengajar yang lebih baik dibandingkan dengan guru BTQ lainnya. Hal ini dikarenakan peneliti mempunyai pertimbangan termasuk siswa yang mempunyai kontribusi besar terhadap kegiatan pengembangan ESQ yang dilakukan di MIN 03 Jember.
Di antara beberapa wali siswa yang ada, peneliti memilih 2 orang wali siswa dengan alasan bahwa wali siswa tersebut berfungsi sebagai salah satu anggota komite sekolah, sehingga memahami dengan baik kegiatan yang ada di MIN 03 Jember.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam observasi ini peneliti tidak ikut serta dalam apa yang dilakukan sumber data dalam kehidupan sehari-hari, melainkan hanya mengamati pelaksanaan kegiatan pengembangan Emotional Spiritual Qoutient (ESQ) di Madrasah Ibtidiayah Negeri 03 Jember. Observasi non partisipan yang digunakan peneliti memberikan data berupa gambaran kondisi fisik MIN 03 Jember serta mengetahui aktivitas guru dan siswa MIN 03 Jember selama kegiatan keagamaan yang dikembangkan seperti hablum minallah kegiatan yang terdiri dari kegiatan sehari-hari seperti melaksanakan shalat Dhuha berjamaah, menghafal Asmaul Husna, pembiasaan membaca shalat, shalat Dzuhur berjamaah dan kegiatan mingguan berupa zakat Jum'at. Esterberg (2002) mengemukakan beberapa jenis wawancara, yaitu wawancara terstruktur, semi terstruktur, dan tidak terstruktur.95 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara semi terstruktur.
Sebab penggunaan teknik wawancara ini memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian mendalam mengenai pengembangan emosional spiritual quotient (ESQ) melalui kegiatan keagamaan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 03 Jember. Melalui wawancara dengan tokoh antar ras, peneliti memperoleh data berupa proses terbentuknya berbagai kegiatan pengembangan ESQ melalui kegiatan keagamaan. Kegiatan wawancara dengan dewan pengajar memungkinkan peneliti memperoleh banyak data penting seperti bagaimana implementasi pengembangan ESQ siswa melalui kegiatan keagamaan hablum minallah dan hablum minannas.
95Sugiono, Teknik Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan Litbang..., 319. . yang kemudian peneliti perkuat dengan melakukan wawancara bersama dengan orang tua siswa.
Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sebelum terjun ke lapangan, saat berada di lapangan, dan setelah berada di lapangan. 99 Analisis data menjadi panduan untuk penelitian lebih lanjut sampai, jika mungkin, grounded theory.” Pada kenyataannya, analisis data kualitatif terjadi selama proses pengumpulan data, bukan setelah pengumpulan data selesai. Miles dan Huberman (1984) menyatakan bahwa kegiatan dalam kualitatif analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai, sehingga data menjadi jenuh. Kegiatan dalam analisis data deskriptif dibagi menjadi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Jumlah data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga harus dicatat secara cermat dan rinci. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk deskripsi singkat, peta hubungan antar kategori, dan sejenisnya. Kesimpulan awal yang diambil masih bersifat tentatif, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya.
Namun jika kesimpulan yang diambil pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten ketika peneliti kembali, maka kesimpulan tersebut didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten ketika peneliti kembali.
Keabsahan Data
Dengan menarik kesimpulan, peneliti akan membuat penemuan-penemuan baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Tahap-tahap Penelitian
Tak hanya itu, MIN 03 Jember juga berupaya mengembangkan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) agar siswa dapat mencapai potensi maksimalnya. Pembiasaan membaca doa tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan perkembangan spiritual peserta didik, tetapi juga dapat meningkatkan kedisiplinan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pengembangan emosional spiritual quotient (ESQ) melalui kegiatan keagamaan hablum minallah di MIN 03 Jember sangat mendukung dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa.
Disampaikan Nanang Setiawan, MIN 03 Jember juga memiliki sejumlah kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar siswa (hablum minallah). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pengembangan Spiritual Emotional Quotient (ESQ) melalui kegiatan keagamaan hablum minannas di MIN 03 Jember sangat mendukung dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Dari segi etika sosial, hal ini tercermin dari keikhlasan siswa dalam menjalankan kegiatan keagamaan di MIN 03 Jember.
Sejalan dengan penjelasan di atas, MIN 03 Jember melaksanakan Hafalan Asmaul Husna bagi seluruh siswanya. Implementasi pengembangan ESQ melalui kegiatan keagamaan hablum minallah di MIN 03 Jember juga tercermin pada kegiatan amal Jumat yang dilakukan oleh seluruh siswa. Dari hasil temuan disimpulkan bahwa implementasi pengembangan Spiritual Emotional Quotient (ESQ) melalui kegiatan hablum minannas keagamaan di MIN 03 Jember sangat mendukung dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa.
Teori ini sangat sejalan dengan apa yang dilakukan MIN 03 Jember untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ) siswa. Perkembangan ESQ juga tercermin dari kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh guru dan siswa MIN 03 Jember.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Penyajian Data dan Analisis
Namun kegiatan shalat Dhuha tidak bisa kita hilangkan karena kegiatan ini penting bagi santri. Dengan diadakannya kegiatan menghafal Asmaul Husna setelah salat Dzuhur dan salat Dzuhur berjamaah diharapkan dapat menambah keimanan dan mampu dimiliki para santri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-Quran, seperti pada.
Seperti yang dituturkan Nanang Setiawan kepada peneliti, kegiatan amal Jumat memberikan dampak positif bagi pelajar. Kegiatan ini merupakan kegiatan tausiyah yang dilakukan guru untuk mengembangkan kecerdasan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) siswa. Menjalin hubungan baik akan memberikan dampak positif, demikian disampaikan Hanifa, salah satu orang tua siswa kelas IB.
Seorang guru melakukan ta'ziyah ketika salah satu anggota keluarga muridnya meninggal dunia.
Pembahasan Temuan
Oleh karena itu, MIN 03 Jember memberikan waktu “istirahat” untuk menenangkan pikiran siswa. Pemahaman dan makna Asmaul Husna dilakukan secara menyeluruh agar peserta didik mampu mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual secara terpadu. Tidak hanya itu, mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual juga membentuk karakter siswa menjadi lebih beradab.
Melalui rangkaian kegiatan pengembangan ESQ melalui kegiatan keagamaan, siswa diajarkan untuk mampu memahami orang lain. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi pengembangan ESQ melalui kegiatan keagamaan hablum minannas di MIN 03 Jember sangat beragam dan memberikan dampak positif bagi siswa. Evaluasi guru dilakukan dengan mengisi jurnal siswa setiap hari dengan menekankan aspek emosional dan spiritual dilihat dari kedisiplinan siswa dalam melaksanakan rangkaian kegiatan keagamaan hablum minallah yang rutin dilaksanakan di MIN 03 Jember.
Setiap bulan 1:1 juga ada aktiviti tausiyah yang dijalankan untuk membangunkan ESQ pelajar.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran-saran
Perkembangan spiritual dan emosional peserta didik diharapkan dapat menjadikan peserta didik menjadi individu yang berilmu dan berbudi luhur.” 1. Dengan diadakannya kegiatan keagamaan ini, kami berharap anak-anak dapat menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia. Contohnya ha1i Saya anak-anak menghafalkan doa dan memohon keselamatan, setelah menghafal biasanya saya bertanya apa maksud dari doa tersebut.
Oleh karena itu, katakanlah:,~,namouan menulis dan membacakan anak-anak.”10 Kegiatan membaca dan menulis Algur'an diadakan untuk para rnen. Tanpa diawasi oleh wali kelas, mereka lebih rutin berwudhu menggunakan mukena dan lebih banyak lagi setelah menerima. berdzikir di musala menunggu imam I. salat, anak-anak bertanya dulu berapa uang yang ada di sakunya, mereka hanya punya uang :> Kasihan kalau yang mau tanya kadang, saya tinggalkan tanpa beramal. contohnya Sar, anak-anak mau rr, kasih uang ke Arnal, nanti aku bilang aku. "Bilanglah bismillah dulu, kami akan memberimu sedekah seribu untuk memberimu makanan agar masuk surga.".
1. “Untuk kegiatan pengembangan ESQ ini, anak-anak berkumpul di sebuah ruangan, I Alfiah, S.Pd. Sebelum guru memberikan tausiyah khususnya dt 1. Ketua Koordinator Kurikulum) tentang perjuangan ibu, atau video penjelasan :. Pelajarannya, I selalu memberikan perhatian yang ikhlas kepada anak, saya selalu menguji anak dan berusaha mendengarkan serta berusaha memahami perasaan anak. Mengajak anak memberikan pengalaman spiritual dan pengalaman emosional :,.'l ; Saya menyala;.