• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan instrumen assessment test

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan instrumen assessment test"

Copied!
186
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kemampuan berpikir kreatif siswa terdiri atas kemampuan berpikir kreatif lancar, luwes, orisinal, luas dan evaluatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan kepada salah satu guru IPA SMP N 18 Kota Bengkulu, alat penilaian tes berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa belum diterapkan. Kebanyakan soal cenderung mengukur aspek memori yang tidak dapat digunakan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa.

Hal inilah yang menjadi ide peneliti untuk mengembangkan instrumen penilaian tes berbasis batang untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Dalam hal ini guru sebagai motivator sangat membutuhkan soal-soal terkini untuk menunjang proses pembelajaran dan melatih kemampuan berpikir kreatif siswa. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik dengan judul “Pengembangan instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.”

Identifikasi Masalah

Hal ini sependapat dengan Jatiningtyas yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir kreatif dianggap penting karena memberikan siswa banyak cara untuk menyelesaikan berbagai masalah dengan persepsi dan konsep yang berbeda.14.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan

Manfaat

Untuk mengetahui kelayakan instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa pada topik interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Dapat memberikan motivasi belajar dan melatih kemampuan berpikir kreatif pada topik interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

TINJUAN PUSTAKA

Kajian Teori

  • Pengertian Assessment
  • Tujuan Dan Fungsi Assessment Pendidikan
  • Tes
  • Pengertian STEM
  • Tujuan Pembelajaran STEM
  • Kemampuan Berpikir Kreatif
  • Indikator Berpikir Kreatif
  • Hubungan Assessment Berbasis STEM Dengan Berpikir Kreatif
  • Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan

Fokus utama penilaian adalah untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa dalam belajar (assessment of learning dan assessment for learning). Fokus utama penilaian adalah untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa dalam belajar (assessment of learning dan assessment for learning). Dengan menggunakan model penilaian yang baik, guru/pendidik mengetahui letak kelemahannya dalam mengajar siswa sehingga dapat memperbaikinya.

Padahal, data dan informasi mengenai penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa terkait pembelajaran yang dilaksanakan dapat digunakan untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan pendidik, memperbaiki cara belajar siswa, dan meningkatkan fasilitas pembelajaran. Bentuk tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan sederhana dan kemampuan menghubungkan dua hal. Siswa diberi kebebasan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, namun arah jawabannya dibatasi sehingga kebebasan tersebut menjadi kebebasan terarah.

Tabel 2.1 definisi literasi STEM
Tabel 2.1 definisi literasi STEM

Kajian Peneliti Terdahulu

Mengembangkan Penilaian Prestasi Berbasis STEM untuk Meningkatkan Soft Skill dan Hard Skill Siswa pada Pembelajaran Fisika SMA. Perbedaan: penelitian ini menggunakan asesmen STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa, sedangkan penelitian sebelumnya bertujuan untuk meningkatkan soft skill dan hard skill siswa pada pembelajaran fisika SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik respon guru dan respon siswa terhadap instrumen penilaian berpikir kreatif.

34; Pengembangan Penilaian Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Materi Asam Basa Arrhenius.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Perbedaan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian alat asesmen STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Sedangkan penelitian sebelumnya untuk mendeskripsikan karakteristik tanggapan guru dan tanggapan siswa terhadap alat penilaian kemampuan berpikir kreatif.

Kerangka Berpikir

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Tempat Dan Waktu Penelitian
    • Tempat Penelitian
    • Waktu Penelitian
  • Prosedur Penelitian Dan Pengembangan
    • Potensi Dan Masalah
    • Pengumpulan Data
    • Pengembangan Produk
    • Validasi ahli
    • Revisi ahli
    • Uji Coba Produk
    • Revisi Produk
    • Produk Akhir
  • Jenis Data
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Angket
    • Wawancara
  • Teknik Analisis Data
    • Teknik Analisis Validasi Instrumen Asesmen
    • Teknik Analisis Respon Guru Dan Peserta Didik
    • Teknik Validitas
    • Teknik Reliabilitas
    • Tingkat Kesukaran
    • Daya Pembeda

Informasi yang diperoleh perlu dikembangkannya tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Menjadikan liputan awal pengembangan produk instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa pada topik interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Proses pengembangan instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif mengenai interaksi makhluk hidup dengan lingkungan diawali dengan potensi dan permasalahan yaitu dengan analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara di sekolah. satu.

Hasil angket respon siswa digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa pada interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Jadi, instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa yang layak digunakan berjumlah 10 soal. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah pengembangan instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa pada topik interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

Tahapan yang digunakan untuk mengembangkan instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa terkait interaksi makhluk hidup dengan lingkungan adalah dengan menggunakan metode Bord. Sekolah juga belum menerapkan instrumen penilaian tes berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa khususnya mengenai interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Pada tahap ini yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan data untuk membuat instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif.

Dengan demikian, instrumen tes asesmen berbasis STEM ini cocok untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian yang dilakukan peneliti bertujuan untuk mengetahui kelayakan instrumen tes asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Kelemahan penelitian instrumen tes asesmen berbasis STEM adalah hanya mengembangkan instrumen tes asesmen untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif.

Sedangkan instrumen tes penilaian sebelumnya sebagian besar hanya mengukur aspek memori, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa.

Gambar 3.2 langkah-langkah pengembangan setelah diadaptasi.
Gambar 3.2 langkah-langkah pengembangan setelah diadaptasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Temuan Masalah

  • Pengumpulan Informasi
  • Validasi Ahli
  • Uji Coba Produk
  • Revisi Produk
  • Produk Akhir

Setelah produk lolos tahap validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli penilaian serta diperbaiki, produk kemudian diujikan dalam kelompok kecil pada siswa kelas VII dengan jumlah sampel 10 siswa, dengan menjawab 15 soal yang dapat dijawab. dapat dilihat pada lampiran. Berdasarkan tabel di atas, hasil validitas 15 soal menunjukkan nilai rhitung > rtabel. Berdasarkan hasil uji reliabilitas di atas, hasil 15 soal diperoleh nilai r11 = 0,926 dengan rtabel = 0,632.

Berdasarkan tabel diatas, hasil tes kesukaran dari 15 soal terbagi menjadi kriteria mudah sebanyak 5 soal dan kriteria sedang sebanyak 10 soal. Berdasarkan hasil uji reliabilitas di atas, hasil dari 15 soal menunjukkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,806. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes asesmen berbasis STEM reliabel dengan reliabilitas sangat tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 9 soal yang mempunyai daya pembeda baik, yaitu no. Soal yang salah adalah nomor 2, 6 dan 10. 5) Survei respon siswa.

Setelah dilakukan pengujian produk akan diperoleh hasil dari apa yang telah dilakukan siswa, sehingga diperoleh instrumen tes penilaian berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa pada topik interaksi makhluk hidup dengan lingkungan, menghasilkan 10 soal dari 15 soal karena berdasarkan uji validitas kelompok Total ada 5 soal yang tidak valid.

Gambar 4.1 kisi-kisi soal  2) Petunjuk pengerjaan soal
Gambar 4.1 kisi-kisi soal 2) Petunjuk pengerjaan soal

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Revisi Ahli
  • Uji Coba Lapangan
  • Kelebihan Dan Kekurangan Instrumen Assessment Test

Pengembangan Asesmen Biologi Berbasis Keterampilan Berpikir Kreatif Pada Materi Animalia Kelas X SMA Negeri I Pangkalan Lampam Oki. Langkah validasi ini merupakan langkah yang menjadi penilaian validator terhadap instrumen tes penilaian berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan yaitu validasi materi, validasi bahasa, dan validasi penilaian. Pada tahap validasi materi diperoleh hasil persentase sebesar 93,75% dengan kategori sangat layak, ahli bahasa hasil persentase sebesar 78% dengan kategori layak, dan ahli penilaian dengan hasil persentase sebesar 78,33% dengan kategori layak. yang artinya instrumen tes penilaian berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa mengenai interaksi makhluk hidup dengan lingkungan layak untuk diuji.

Saran perbaikan ini digunakan agar alat penilaian tes yang digunakan valid dan dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Saran dari validator digunakan sebagai perbaikan agar instrumen tes yang digunakan valid dan dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa pada pokok bahasan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Uji coba produk ini merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian pengembangan, karena bertujuan untuk mengetahui keterbacaan dan kesesuaian alat asesmen berbasis STEM untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa.

Hasil respon siswa terhadap pengembangan instrumen tes asesmen berbasis STEM mencapai persentase sebesar 83,45% dengan kategori sangat layak. Pada angket respon guru terhadap alat tes asesmen berbasis STEM diperoleh hasil persentase sebesar 82% dengan kategori sangat sesuai, sedangkan hasil angket respon siswa terhadap alat tes asesmen berbasis STEM diperoleh hasil persentase sebesar 81,72 . % pada kategori sangat aplikatif. Dari perbandingan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keunggulan penelitian instrumen tes asesmen berbasis STEM ini adalah pada teknik analisis datanya yaitu uji validitas, reliabilitas, kesukaran dan, diskriminasi, sedangkan penelitian sebelumnya hanya menguji analisis. tahap kesulitan.

Instrumen tes penilaian ini berbeda dengan instrumen tes penilaian sebelumnya, yaitu instrumen tes penilaian berbasis STEM ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil kelayakan pengembangan instrumen tes asesmen berbasis STEM pada interaksi makhluk hidup dengan lingkungan terindikasi sangat layak untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa, dengan hasil validasi diperoleh ahli materi, ahli bahasa, ahli asesmen, angket jawaban guru dan siswa, dengan kategori umum sangat layak. Saran bagi penelitian selanjutnya diharapkan memungkinkan pengembangan instrumen tes asesmen berbasis STEM ini dengan materi yang berbeda.

Mengembangkan Asesmen Biologi Berbasis Keterampilan Berpikir Kreatif pada Materi Animalia Kelas X di SMA Negeri I Pangkalan Lampam Oki (Disertasi PhD, UIN Raden Fatah Palembang).

Gambar 4.7 Diagram hasil validasi ahli
Gambar 4.7 Diagram hasil validasi ahli

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Analisis kesukaran dan daya pembeda soal tes pemeriksaan radiografi level 1. Efektivitas Pembelajaran STEM (Science Technology Engineering and Mathematics) tentang sikap ilmiah dan pemahaman konsep siswa (Disertasi Doktor, UIN Raden Intan Lampung). Pengembangan Alat Penilaian Hots (Higher Order Thinking Skill) Mata Pelajaran IPS Nilai Pengembangan Karakter Terpadu Kelas V SD/MI Bandar Lampung (Tesis Doktor, UIN Raden Intan Lampung).

Analisis Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Dilihat Dari Gaya Belajar Pembelajaran Pengembangan Penilaian Portofolio Untuk Menilai Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Banjar Bali Kabupaten Buleleng, Akademik tahun 2018/2019. Pengembangan buku herbarium tumbuhan paku sebagai bahan media pengajaran ilmu klasifikasi makhluk hidup bagi siswa kelas VII (Disertasi Doktor, IAIN Bengkulu).

Analisis daya beda soal, kesukaran, validitas soal tes, interpretasi hasil tes dan validitas prediksi dalam evaluasi pendidikan. Pengembangan penilaian kinerja berbasis regangan untuk meningkatkan soft skill dan hard skill siswa pada pembelajaran fisika SMA. Validitas dan Reliabilitas Soal Tengah Semester Sebelas Kaitannya dengan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIIIA SMP Negeri 2 Banyudono Tahun Ajaran Disertasi Doktor Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Gambar

Tabel 2.1 definisi literasi STEM
Tabel 2.3 indikator kemampuan berpikir kreatif  Aspek
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Permasalahan
Gambar 3. 1  Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan (R&D). 32
+7

Referensi

Dokumen terkait

Instrument penilaian praktis digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir sistem siswa ditinjau dari keterlaksanaan pembelajaran dengan rata-rata persentase nilai sebesar 90,42%