• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Koleksi Perpustakaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengembangan Koleksi Perpustakaan"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

Proses pengembangan koleksi terdiri dari proses analisis komunitas, kebijakan pemilihan koleksi, seleksi, akuisisi, deseleksi dan evaluasi. Kelompok pengguna perpustakaan sekolah dapat mencakup guru dan tenaga kependidikan seperti guru, pegawai, dan siswa. Bentuk buku atau monografi yang ada di perpustakaan sekolah dapat berupa buku pelajaran, buku ajar, buku pendamping, laporan penelitian dan lain-lain.

Banyaknya bentuk koleksi perpustakaan membuat petugas perpustakaan sekolah harus selektif dalam mengembangkan koleksi, memperhatikan visi dan misi sekolah serta mengembangkan koleksi yang menunjang program sekolah, baik kurikuler maupun ekstrakurikuler. Buku pelajaran tambahan atau pelajaran tambahan berperan sebagai alat bantu dalam pembelajaran atau sebagai buku pelajaran pembantu di perpustakaan sekolah. Banyaknya bentuk koleksi perpustakaan membuat petugas perpustakaan sekolah harus selektif dalam mengembangkan koleksi, memperhatikan visi dan misi sekolah serta mengembangkan koleksi yang menunjang program sekolah, baik kurikuler maupun ekstrakurikuler.

Bidang kegiatan pengembangan koleksi di perpustakaan tidak hanya terbatas pada penyediaan koleksi, tetapi juga pelaksanaan kegiatan.

Gambar 8. Proses Pengembangan Koleksi
Gambar 8. Proses Pengembangan Koleksi

Analisis Pengguna Perpustakaan (Community Analysis)

Dari berbagai metode yang telah dijelaskan di atas, survei merupakan salah satu metode formal yang sering digunakan perpustakaan pada tahap ini. Survei pada tahap ini idealnya dilakukan oleh individu yang mempunyai pemahaman dan pengetahuan dalam melakukan penelitian. Proses survei dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak terbatas pada petugas perpustakaan, namun dapat melibatkan pihak luar lembaga atau kerjasama antar mereka.

Berikut istilah-istilah terkait kelebihan dan kekurangan melakukan penelitian oleh pelanggan internal perpustakaan menurut Winoto dkk., (2018). a) Keuntungan. Kesediaan untuk menerima dan menggunakan hasil penelitian akan lebih besar karena mereka sendiri yang mengimplementasikan hasil penelitian tersebut.

Kebijakan Pengembangan Koleksi

Kesimpulan dari penelitian ini akan menghasilkan gambaran terkait perpustakaan untuk suksesi perpustakaan dalam kegiatan pengembangan koleksi. Dengan kata lain, kebijakan pengembangan koleksi merupakan pernyataan tertulis yang menjadi pedoman dalam pemilihan bahan pustaka, termasuk kriteria seleksi dan penyiangan yang meliputi peminatan, kesukaran, bahasa, format, keseimbangan, dan lain-lain. serta kebijakan mengenai hadiah dan pertukaran. koleksi. Dokumen ini akan mempermudah proses pengembangan koleksi di masa depan jika terjadi pergantian staf perpustakaan, namun kegiatan pengembangan koleksi yang dilakukan tetap konsisten.

Selain itu, Winoto dkk., (2018) menjelaskan ada beberapa prinsip dalam pengembangan koleksi di perpustakaan yaitu. Koleksi yang dikembangkan oleh perpustakaan hendaknya koheren dan relevan dengan tujuan lembaga induk, termasuk para pemustaka yang akan memanfaatkan perpustakaan tersebut. Pada hakikatnya pengembangan koleksi difokuskan pada perpustakaan. Oleh karena itu, segala keputusan yang diambil dalam mengembangkan koleksi harus bersumber dari kebutuhan perpustakaan.

Perpustakaan dalam mengembangkan koleksi harus memperhatikan komponen-komponen koleksinya, baik berdasarkan subjek maupun jenis koleksinya. Perpustakaan yang ideal akan menyediakan koleksi yang beragam bagi pengunjungnya, baik dari segi pokok bahasan maupun jenis koleksinya. Oleh karena itu pengembangan koleksi di perpustakaan harus memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar koleksi benar-benar dapat dimanfaatkan.

Artinya, dokumen ini mengatur rencana perpustakaan dalam menentukan prioritas pengalokasian dana perpustakaan. Fitur ini berfungsi bagi penyeleksi perpustakaan saat mengambil keputusan dalam proses pengembangan koleksi. Kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan menguraikan secara garis besar visi dan misi perpustakaan, tujuan yang ingin dicapai, uraian singkat masyarakat yang dilayani (pemakai), dan beberapa informasi sebagai berikut.

Seleksi Bahan Pustaka

Jenis-jenis bahan pustaka, serta definisi masing-masing jenis dan kategorinya, informasi tentang mana yang sebaiknya dibeli, mana yang tidak boleh dibeli, dan pentingnya bahan pustaka tersebut bagi pemustaka. Kriterianya adalah tujuan, ruang lingkup dan jumlah pembaca; kesulitan memperoleh bahan pustaka; kewibawaan, kejujuran, kredibilitas penulis dan penerbit; bidang studi prioritas; perbandingan; faktor waktu (kedaluwarsa); format fisik; harga; mendukung kurikulum dan keinginan. Di perpustakaan sekolah, pengembangan koleksi dapat melibatkan guru, tenaga kependidikan, perwakilan orang tua siswa, dan siswa itu sendiri, yang meninjau dan memilih bahan perpustakaan yang akan dibeli.

Perpustakaan sekolah juga harus memiliki alat seleksi agar proses pemilihan bahan pustaka dapat terlaksana secara maksimal, selain memenuhi standar instrumen akreditasi perpustakaan. Alat bantu seleksi dapat mencakup bibliografi, tinjauan pustaka, daftar buku beranotasi, indeks, ringkasan, dan lain-lain. Kedua bentuk alat ini akan menyajikan informasi terkait publikasi yang sedang direview dan perbandingannya dengan publikasi serupa, beberapa di antaranya akan disertai dengan kritik terhadap publikasi tersebut, serta rekomendasi bagi pembaca yang sesuai dengan publikasi tersebut.

Indeks adalah alat yang menyajikan daftar buku tentang suatu mata pelajaran tertentu yang disusun secara sistematis. Sumber orang atau informan, yaitu alat seleksi berupa orang atau ahli yang dapat dimintai pendapat atau rekomendasinya. Di perpustakaan sekolah, guru mata pelajaran dapat berperan sebagai narasumber untuk memberikan rekomendasi bahan perpustakaan tertentu.

Penanganan atau penyajiannya hendaknya diperhatikan secara matang oleh petugas perpustakaan yang bertugas untuk mengetahui apakah penyajian informasi dalam buku tersebut dapat dengan mudah diterima oleh calon pengguna. Memiliki edisi dan cetakan terbaru berarti ada beberapa perubahan kecil atau besar pada koleksinya, sehingga sebaiknya perpustakaan memutuskan untuk memilih edisi dan cetakan terbaru. Staf juga harus mengevaluasi dan memperhatikan aspek umum buku fisik seperti kualitas kertas, sampul buku, penjilidan, jenis huruf, ukuran font dan lain-lain.

Latihan

Aspek ini dapat mencakup kredibilitas penulis, kesesuaian bidang ilmu atau keahlian dengan buku yang ditulis, khususnya buku nonfiksi, rekam jejak penulis dan lain-lain. Anda harus memperhatikan ilustrasi pendukung sebuah buku, daftar bibliografi, informasi riwayat penulis, indeks dan lain-lain.

Rangkuman

Tes Formatif

Pertama, proses perolehan dan penerimaan bahan perpustakaan baik secara fisik maupun mengakses sumber daya digital/online. Winoto et al., (2018) menjelaskan bahwa akuisisi atau pemerolehan adalah serangkaian proses pengembangan koleksi berupa perolehan dan penerimaan bahan perpustakaan baik secara fisik maupun digital dengan mengaksesnya. Oleh karena itu, perolehan bahan pustaka merupakan kegiatan yang berkaitan langsung dengan bagaimana bahan pustaka yang dipilih oleh perpustakaan diperoleh melalui strategi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Petugas perpustakaan yang telah melakukan seleksi harus membuat daftar bahan pustaka yang akan dipesan atau disimpan untuk diproses lebih lanjut. Perpustakaan boleh memilih salah satu atau beberapa cara di atas sebagai strategi pemesanan bahan pustaka. Laporan tersebut dibuat sebagai bukti dan arsip bagi induk perpustakaan bahwa perpustakaan telah memesan bahan pustaka.

Selain melaporkan daftar bahan pustaka yang dipesan dan cara pemesanannya, perpustakaan juga wajib melaporkan pengeluaran anggaran yang dikeluarkan untuk pembelian bahan pustaka. Tujuan dari proses pencatatan administrasi adalah untuk mencatat data yang berkaitan dengan bahan pustaka yang diterima dalam satu periode pengadaan. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian antara bahan pustaka yang dipesan dan diterima dari penerbit atau pemasok.

Apabila bahan pustaka ditemukan rusak atau cacat, perpustakaan dapat meminta penggantinya kepada penerbit atau vendor. Terdapat tata cara kegiatan mulai dari pendaftaran bahan pustaka yang akan ditukar; mengirimkan penawaran ke perpustakaan lain yang dianggap memiliki koleksi yang sesuai; menerima dan mempelajari tawaran yang diterima beserta persyaratannya, dan membandingkannya dengan kebutuhan dan kebijakan perpustakaan; memilih bahan menurut beratnya dan menyusunnya dalam bentuk daftar dan mengirimkannya kepada pihak yang bekerja sama; Metode penitipan akan melalui proses kerjasama antara pihak perpustakaan dengan pihak yang menitipkan bahan perpustakaan.

Penyiangan Koleksi

Sedangkan perpustakaan sekolah menerbitkan karya ilmiah guru atau siswa, atau karya lainnya. Dengan melakukan penyiangan koleksi maka perpustakaan akan memperoleh manfaat yaitu diperolehnya tambahan ruang koleksi baru (sparing space); meningkatkan akses terhadap koleksi dan koleksi yang disediakan akurat, relevan, terkini dan menarik; memudahkan pengguna dalam menggunakan koleksi; menghemat dana; dan memungkinkan staf untuk mengelola koleksi secara efektif dan efisien. Staf perpustakaan harus memahami aspek kurikulum dan pengendalian gulma agar koleksi perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka.

Bedanya, kegiatan ini merupakan kegiatan memantau atau mengumpulkan kembali data tentang koleksi yang dimiliki perpustakaan. Tujuannya untuk mengetahui jumlah koleksi, jumlah judul, jumlah koleksi yang rusak dan hilang, serta koleksi yang sering dan jarang dipinjamkan. Penghitungan koleksi dilakukan dengan cara membandingkan koleksi yang ada di rak koleksi dengan daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan, seperti inventarisasi.

Evaluasi Koleksi

Kedua, kriteria isi yang menjawab isi bahan pustaka yang sudah tidak mutakhir; isinya bertentangan dengan kebijakan pemerintah, agama atau moral; dan kontennya tidak cocok atau cocok untuk pengguna. Tujuan evaluasi koleksi di atas adalah untuk membantu menentukan apakah sumber informasi yang disediakan perpustakaan efektif atau tidak; efektivitas strategi pengembangan koleksi yang dilaksanakan dan bentuk tanggung jawab untuk memastikan koleksi yang dilaksanakan. Metode evaluasi dibedakan menjadi dua, yaitu berbasis koleksi dan berbasis penggunaan dan pengguna.

Di Amerika Serikat, beberapa database tersedia dari jaringan perpustakaan yang membuat bibliografi khusus yang digunakan sebagai sarana mengevaluasi koleksi. Cara ini dapat dilakukan dengan membandingkan jumlah koleksi, pertumbuhan koleksi, anggaran koleksi dengan standar ukuran ideal untuk jenis perpustakaan yang tepat. Koleksi perpustakaan diharapkan merupakan koleksi yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.

Perolehan bahan pustaka merupakan kegiatan yang berkaitan langsung dengan cara perolehan bahan pustaka yang dipilih oleh perpustakaan melalui strategi yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk pembelian bahan pustaka, ada beberapa jenis pengadaan yang dapat dilakukan oleh perpustakaan, antara lain perpustakaan sekolah, yaitu pembelian, sumbangan atau hadiah, penukaran, titipan, dan penerbitan sendiri. Dengan mengeluarkan koleksi, perpustakaan memperoleh keuntungan, yaitu memperoleh tambahan ruang koleksi baru (menghemat ruang); meningkatkan akses terhadap koleksi dan koleksi yang ditawarkan.

Tujuan evaluasi koleksi di atas adalah untuk membantu menentukan apakah sumber informasi yang disediakan perpustakaan efektif atau tidak; efektivitas strategi pengembangan koleksi yang dilakukan serta sebagai bentuk akuntabilitas penyediaan koleksi yang dilakukan. Penyewaan digunakan untuk bentuk bahan perpustakaan seperti sumber informasi elektronik berupa database berkala, buku digital dan lain-lain yang disebutkan pula. Berikut ini yang merupakan istilah lain dari ringkasan kumpulan. 2018), perpustakaan perlu melakukan penyiangan karena koleksinya perlu dilakukan.

Gambar

Gambar 8. Proses Pengembangan Koleksi

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

The other policies and procedures that relate to the rare collections such as Digitalized Library Collection Guideline, Regulation of Conservation Library Sources, Regulation

Key words: Community analysis, English for Specific Purposes, type of users, users’ needs, materials selection.. The rise of ESP which is a part of English

World Encyclopedia of Library and Information Services (Chicago: American Library Association, 1993), hlm. 207 membagi istilah klasifikasi ke dalam tiga pengertian tetapi

Based on the impression test result, it is obtained an overview of the Cari Rumah software potential in meeting the needs of users / potential consumers and the feasibility for digital

PA GE 20 83 IPRC 2022/BOR A- Psychometry 04 Psychometric Investigation of Individual Work Performance Questionnaires IWPQ Using the Rasch Measurement Model Dian Din Astuti Mulia

During conducted the training courses, all of the factors such as training needs assessment, appropriate identification of training objectives, team trainer, selection of support tools,

The method used by the Diponegoro University Libraries in helping to meet the information needs of users is by updating library collec- tions by procuring new library collections,

approach on user needs; effectively reach more library users with only a few information librarians; develop new coverage of topics for library training; confirm the positive impact of