PENGUATAN KELEMBAGAAN PETANI DAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI dalam
PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN BERBASIS KORPORASI PETANI
BIRO PERENCANAAN
SEKRETARIAT JENDERAL - KEMENTERIAN PERTANIAN 2 0 1 9
1. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan;
2. Undang-Undang No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani 3. Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa;
4. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
5. Permentan No 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani
6. Permentan No 33 tahun 2017 tentang Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Usaha Bersama Petani Muda
7. Permentan no 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan pertanian Berbasis Korporasi petani
8. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian nomor
90/Per/SM.820/J/12/12 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Kelembagaan
Ekonomi Petani.
2. PENGERTIAN
•Lembaga yang ditumbuhkembangkan dari, oleh, dan untuk petani guna memperkuat kerjasama dalam memperjuangkan kepentingan petani (poktan, gapoktan, asosiasi, dewan komoditas nasional)
KELEMBAGAAN PETANI
•Organisasi yang melaksanakan kegiatan usahatani dari hulu sampai hilir yang ditumbuhkembangkan oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum (koperasi atau badan usaha milik petani lainnya)
KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI/BADAN USAHA
MILIK PETANI
KELEMBAGAAN PETANI DAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI (UU No 16 Tahun 2006 tentang SP3K dan UU No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani)
3. PERMASALAHAN dan KONDISI
Rendahnya kualitas dalam
mengelola usahatani secara efisien,
menjalin kerjasama dengan pelaku
agribisnis dan kelembagaan
ekonomi pedesaan lainnya
Lemahnya kapasitas kelembagaan
petani dan kelembagaan
ekonomi petani/belum memiliki kekuatan
hukum
Terbatasnya akses petani terhadap
sumber pembiayaan/
permodalan
Terbatasnya akses petani terhadap IPTEK
dan informasi
Bentuk Kelembagaan Jumlah
Kelompok tani 599.264
Gapoktan 63.619
KEP 12.354
Bentuk Jumlah
Koperasi Pertanian 5.623
PT 13
CV 24
KUB 3.628
LKMA 1.726
Belum teridentifikasi 1.764
BELUM TERINTEGRASINYA RANTAI NILAI PERTANIAN DAN PENANGANANNYA
4. ARAH PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PETANI DAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI
KELEMBAGAAN PETANI
Lembaga yang ditumbuhkembangkan
dari, oleh, dan untuk petani guna memperkuat kerjasama dalam memperjuangkan kepentingan petani (poktan, gapoktan, asosiasi, dewan komoditas nasional)
KELEMBAGAAN EKONOMI/BUMP
Organisasi yang melaksanakan kegiatan usahatani dari
hulu sampai hilir yang ditumbuhkembangkan oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak
berbadan hukum (koperasi atau badan
usaha milik petani lainnya)
KORPORASI PETANI Percepatan
Adopsi Modernisasi Pertanian oleh
Petani
Usaha (Bisnis) Ber skala Ekonomi BerorientasiPasar dan Kawasan (Sinergi Manajemen Sistem Hulu-
hilir)
Fasilitasi Pengembangan Agro- industri dalam rangka
peningkatan nilai tambah dan daya saing
A. PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN PETANI DAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI
Mengembangkan Pola Pengawalan dan Pendampingan yang Efektif dan
Berorientasi Pasar
PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BERKELOMPOK
BERBASIS KEUNGGULAN
WILAYAH
PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN BERBASIS
KORPORASI PETANI (CLUSTER)
Teknologi Inovatif Adaptif sesuai
rekomendasi Pembelajaran
Partisipatif
Berorientasi Pasar
PASAR
PENUMBUHAN, PENGEMBANGAN
DAN PENATAAN KELEMBAGAAN
PETANI
PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN
KEP SASARAN
PENGEMBANGAN
KOMODITAS PRIORITAS
B.PENGERTIAN DAN TUJUAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN BERBASIS KORPORASI PETANI
(PERMENTAN NO 18 TAHUN 2018)
Kawasan Pertanian
Gabungan sentra-sentra pertanian yang memenuhi batas minimal skala ekonomi pengusahaan dan efektivitas
manajemen pembangunan wilayah secara berkelanjutanserta terkait secara fungsional dalam hal potensi sumber daya alam, kondisi sosial budaya, faktor produksi dan keberadaan infrastruktur penunjang.
Korporasi Petani
Kelembagaan Ekonomi Petani berskala ekonomi layak
berbadan hukum berbentuk koperasi atau badanhukum lain dengan sebagian besar kepemilikan modal
dimiliki olehpetani.Kawasan Pertanian yang dikembangkan dengan strategi memberdayakan
petani dan
mengkorporasikanpetani
Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani
Tujuan :
1. Memadukan program, kegiatan dan anggaran pembangunan pertanian;
2. Efisiensi dan efektivitas anggaran di lapangan;
3. Pengutuhan sistem usaha tani/ agribisnis;
4. Efisiensi sistem budidaya, pengolahan, distribusi dan pemasaran;
5. Peningkatan posisi tawar dan kesejahteraan petani;
6. Penguatan kontribusi sektor pertanian dalam
perekonomian wilayah.
C. DINAMIKA KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN BERBASIS KORPORASI PETANI
2018
• Permentan 18/2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional Berbasis Korporasi Petani
• Kepmentan 472/2018 tentang Lokasi Kawasan Pertanian Nasional
2012-2016
• Permentan 50/2012 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional
• Kepmentan 03, 43, 45 dan 46/2015 tentang Lokasi Kawasan Pertanian Nasional
1
2
3
2016-2018
• Permentan 56/2016 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional
• Kepmentan 830/2016 tentang Lokasi Kawasan Pertanian Nasional
•
D. PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN BERBASIS KORPORASI PETANI
Fokus Lokasi (sesuai arah pengembangan wilayah dan memperhatikan
agro-ecological zone) Fokus Komoditas
(mencakup komoditas prioritas nasional dan komoditas
andalan daerah)
Prinsip Pengembangan
Kawasan
Pengutuhan Sistem Agribisnis
(mencakup seluruh subsistem hulu, on-farm, hilir dan
penunjang)
Korporasi Petani (pemberdayaan petani dalam
proses bisnis)
E. LIMA ELEMEN UTAMA KORPORASI PETANI
Aksesibilitas
Aksesibilitas terhadap Permodalan usaha
Terintegrasi
Terintegrasi dengan fasilitas dan infrastruktur publik
Konektivitas Kemitraan
Konektivitasdengan mitra industri pengolahan dan perdagangan modern
Modernisasi Pertanian
Penerapan dan pemanfaatan sarana pertanian modernKonsolidasi petani
Konsolidasi petani dalam suatu kelembagaan usaha ekonomi modern
TUJUAN OPERASIONAL PENGEMBANGAN KAWASAN BERBASIS KORPORASI PETANI
Perubahan Paradigma Agribisnis
Konsolidasi Kelembagaan
Adopsi Inovasi Teknologi
Kemudahan Akses Pembiayaan
Pelibatan Off taker
Penerapan IT
• Dari lahan kecil menjadi konsolidasi lahan (skala ekonomi yang efisien) yang dikelola
dengancorporate farming
• Dari bisnis budidaya menjadi bisnis integrasi hulu–hilir (value chain)
• Dari tanaman padi menjadimixed farming
• Pengelola kelompok sebagai organi- sasi bisnis
• Penguatan/kohesi kelembagaan petani
• Edukasi petani menjadientrepreneur
• Pendampingan dan kemitraan
• Kebaruan input produksi
• Kebaruan praktik budidaya
• Kebaruan teknologi pasca panen
• Kebaruanpackaging (kemasan)
• Pemetaan lahan dan pelaku usaha
• Sistem informasi pertanian terintegrasi
pada petani
• Penjamin hasil produksi sekaligus sebagai avalis
• Mendukung melalui pendampingan
• Usahatani (input produksi, alsintan)
• Pasca panen,dryer, penggilingan padi dan gudang
• Pengolahan produk turunan padi
• Asuransi pertanian
Sinergi
• Visi bersama
• Implementasi kegiatan secara terpadu diantara pelaku dan pendukung
Tidak hanya berbicara pertanian saja tetapi ini adalah transformasi pertanian yang melibatkan pengembangan industri dan jasa (pembiayaan, logistik, pemasaran, dll)→ Agribisnis secara utuh
Tujuan : Produktivitas Skala ekonomi Pendapatan Petani
• Sistem logistik yang efisien
• Pemasaran online
Dukungan Logistik
5. RENCANA AKSI PENGUATAN KELEMBAGAAN PETANI DAN KEP
POKTAN
1. Peningkatan kelas kemampuan poktan 2. Identifikasi
kebutuhan layanan pengembangan usaha 3. Penguatan
manajemen usaha poktan
GAPOKTAN
1. Identifikasi kebutuhan layanan pengembangan agroindustri
2. Inventarisasi aset dan sumberdaya 3. Penguatan manajemen
usaha gapoktan 4. Pengembangan kapasitas
usaha gapoktan 5. Sinergi dengan
kelembagaan petani lain dan pelaku
usaha/kemitraan usaha
KORPORASI PETANI
1. Identifikasi kebutuhan layanan pengembangan agroindustri dalam satuan kawasan pengembangan agribisnis 2. Inventarisasi aset dan sumberdaya 3. Penguatan manajemen usaha 4. Pengembangan unit usaha/diversifikasi
usaha
5. Pengembangan kapasitas korporasi petani 6. Sinergi dengan kelembagaan petani lain 7. Pengembangan jejaring dan kemitraan
usaha
Pelatihan penyuluh, pengurus gapoktan
Bimbingan Teknis Pengawasan Mutu dan Standar dari Perguruan Tinggi/ STPP/BPTP/Dinas/BBPP
Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh
PENETAPAN GAPOKTAN YANG AKAN
DITINGKATKAN KAPASITASNYA PENGEMBANGAN KAPASITAS USAHA
KORPORASI PETANI BERBASIS AGROINDUSTRI
A. PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN PETANI
PENUMBUHAN POKTAN:
1. Identifikasi petani potensial calon anggota poktan 2. Revitalisasi poktan non aktif 3. Penataan poktan non aktif
(merger/prunning ) 4. Pembinaan organisasi dan
manajemen poktan
PENGEMBANGAN POKTAN:
1. Peningkatan kelas poktan 2. Penumbuhan gapoktan 3. Pengembangan unit-unit kegiatan
bersama poktan/gapoktan 4. Pengembangan jejaring dan
kemitraan usaha
KEP/BUMP
RUMAH TANGGA PETANI
PETANI
PETANI
petani PETANI
PETANI PETANI PETANI
POKTAN GAPOKTAN
PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN KEP 1.Pengembangan kemitraan usaha
2.Fasilitasi pengembangan kawasan sentra 3.Fasilitasi perencanaan dan pengelolaan bisnis 4.Fasilitasi pembentukan KEP/BUMP legal formal PENDAMPINGAN PENYULUH PNS/THL-TBPP, PENYULUH SWADAYA
B. PENUMBUHAN KOPERASI PERTANIAN
PENUMBUHAN KOPERASI PERTANIAN
WK - BP3K 1600-5000 ha
PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN
(CLUSTER) GAPOKTAN
1 DESA 1-3 GAPOKTAN 1 BP3K 5-10 DESA
• UNIT USAHATANI
• UNIT PSP
• UNIT PEMASARAN
• UNIT
PEMBIAYAAN/LKMA
PENGAWALAN DAN PENDAMPINGAN
• ORGANISASI DAN MANAJEMEN
• GAP
• PACKAGING/GHP
• PENINGKATAN NILAI TAMBAH DAN DIVERSIFIKASI
PENDAMPINGAN PETUGAS TEKNIS KOPERASI
• LEGALITAS DAN ADVOKASI
• PENYUSUNAN BUSINESS PLAN
• MANAJEMEN USAHA
• KEMITRAAN USAHA
C. PENGEMBANGAN KORPORASI PETANI BERBASIS AGROINDUSTRI
Poktan
Gapoktan/UPJA/
KUB/LKM-A
BPP
PERBANKAN/
ASURANSI
BULOG/RESI GUDANG KORPORASI
PETANI/KEP KOPTAN/
BUMP
BUM-DES
usaha Pelaku
usaha
Pelayanan jasa sarana
produksi/alsin/permodalan/pemasaran dan pengolahan hasil
Pendampingan teknis/intoduksi teknologi unggulan
Pendampingan teknis dan manajemen Scaling up usaha
berskala ekonomi berbasis kawasan
Sinergi kegiatan dan
pemanfaatan pemupukan modal
Kemitraan usaha dan pembiayaan
Off
taker/Pembiayaan /pengendalian mutu standar
DINAS TEKNIS
LINGKUP PERTANIAN PERG.
TINGGI/STPP/BPTP/
BBPP
1 1
3 3 2
2
Pembiayaan (KUR/skim pembiayaan lain)
16 KAWASAN PERTANIAN
Manfaat konsolidasi petani:
1. Meningkatkan posisi tawar petani 2. Jaminan pasar 3. Jaminan
ketersediaan input
Ga
Kelompok Usaha Perdagangan atau Kelompok Usaha
Industri
•Dividen/SHU
•Fasilitasi input (benih, pupuk, obat2an)
•Penyewaan Jasa alsintan
•Fasilitasi Pinjaman
•Penanggungan Bunga Pinjaman
•Fasilitasi Asuransi
•Penanggungan premi asuransi
•Fas. Pengolahan dari Gabah menjadi Beras
•Fasilitasi input
•Pergudangan (gabah/beras)
•Akses Pasar
IJK dan IJKNB Industri Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan Non Bank
•Bantuan peningkatan produksi komoditas
•Bantuan alsin prapanen, pasca panen &
pengolahan
•Pengawalan dan pendampingan penyuluh
1
2
KONSEP PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN BERBASIS KORPORASI PETANIAN (ALT MODEL 1)
POLA KEMITRAAN TERPADU
3
AKSES PASAR
KEMENTAN
7
Rp Rp
Rp Kelembagaan Ekonomi Petani (Koperasi/Badan Usaha Lainnya)
Asuransi Bantuan
Modal Penjualan hasil produksi
4 Poktan/Gapoktan/
Asosiasi Petani
Unit Pembibitan Unit Jasa
Saprotan Unit Pengolahan Unit
Pemasaran Unit Perbengkelan
PEMDA & K/L TERKAIT 3
• Pendampingan administrasi dan Manajemen Lembaga Usaha Ekonomi Petani
• Fasilitasi prasarana dan sarana
• Bimbingan teknis
6 5
PENYERTAAN MODAL/
SIMPANAN KORPORASI PETANI
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pertanian www.setjen.pertanian.go.id
17 PT. “Mitra Gapoktan”
Perusahaan swasta/
BUMN/
BUMD/ Bumdes dll.
sbg off taker
PENYERTAAN MODAL
51% PENYERTAANMODAL 49%
•Dividen/SHU
•Fasilitasi input (benih, pupuk, obat2an)
•Penyewaan Jasa alsintan
•Fasilitasi Pinjaman
•Penanggungan Bunga Pinjaman
•Fasilitasi Asuransi
•Penanggungan premi asuransi
•Fas. Pengolahan dari Gabah menjadi Beras
•Fasilitasi input
•Pergudangan (gabah/beras)
•Kepastian Pasar
•Bimbingan dan pembinaan
Industri Jasa Keuangan Bank dan Non Bank
•Dividen/SHU
•Bantuan peningkatan produksi komoditas
•Bantuan alsin prapanen, pasca panen & pengolahan
•Pengawalan dan pendampingan penyuluh
1
2
6
5
8 3
PASAR
KEMENTAN
7 Unit
Pembibitan Unit Jasa Saprotan Unit
Perbengkelan Unit
Pengolahan Unit Pemasaran Unit
Pembibitan Unit Jasa Saprotan Unit
Perbengkelan Unit
Pengolahan Unit Pemasaran
Asuransi Bantuan
Modal Kelembagaan Ekonomi
Petani (Koperasi/ PT)
•Penjualan hasil
•Penyertaan alsintan
•Tenaga kerja 4 Manfaat bagi petani:
1. Jaminan pasar 2. Bantuan modal kerja dan sarana
produksi 3. Jaminan ketersediaan input 4. Bebas premi asuransi 5. Bebas bunga pinjaman
Konsolidasi usaha tani KONSEP PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN BERBASIS KORPORASI PETANI (ALT MODEL 2)
POLA JOINT VENTURE
Penjualan produk akhir
•Penyertaan modal awal
•Alih teknologi
•Manajemen PEMDA & K/L TERKAIT
•Pendampingan administrasi dan Manajemen Lembaga Usaha Ekonomi Petani
•Fasilitasi prasarana dan sarana
•Bimbingan teknis KAWASAN PERTANIAN Poktan/
Gapoktan
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pertanian www.setjen.pertanian.go.id
C. SINERGI KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI DENGAN BUMDES
farmers
farmers farmers POKTAN
GAPOKTAN
KUB
KOPERASI Badan Usaha
BUMP
BUMDES
1. Dikelola dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong 2. Menjalankan usaha di
bidang ekonomi dan atau pelayanan
PENGEMBANGAN
“ AGRICULTURE ESTATE”
(KAWASAN PERTANIAN)
BUSINESS PROCESS KLASTER PADI KABUPATEN KARANG ANYAR- JAWA TENGAH
TERIMA KASIH
KOPTAN BINA USAHA DESA PENDEM, KEC. JANAPRIA KABUPATEN LOMBOK TENGAH – NTB
No Jenis Usaha Mitra Usaha
1. Simpan pinjam BRI, BPR
2. Pengadaan benih padi PT. Pertani, PT. SHS 3. Pengadaan pupuk dan obat-
obatan
PT. Pertani 4. Pengadaan daging sapi UD. Alka 5. Jual beli gabah PT. Pertani, BULOG,
Gapoktan
6. Pengadaan sembako UD. ALKA
7. Peternakan ayam pedaging Gapoktan 8. Penetasan Bibit dan peternakan
itik pedaging
Gapoktan, UD. Tonika 9. Konveksi dan sablon percetakan UD. INK. KOM
10. Pengadaan LPG Pertamina
Jumlah anggota: 2.234 orang Omset Koperasi :
Rp. 13.633.245.726 Aset : Rp. 4.663.245.726 SHU 2016 : Rp. 739.078.000
Kegiatan dan Produk Koptan BINA USAHA
Unit Pelayanan UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan)
ALSINTAN YANG DIMILIKI RPP
• 2 unit Hand Traktor
• 1 unit Threser akecil
• 1 unit Power Threser
• 1 unit Combine Harvester
• 1 unit Mesin potong padi
• 5 unit Pompa air
• 2 unit Transplanter
• 4 unit unit Power Weeder
• 1 set perbengkelan
• 1 unit mobil
RPP “Sari Rejeki”
Desa Pulosari, Kec. Kebak Kramat, Kab. Karang Anyar Jawa Tengah
Gapoktan SARI REJEKI berdiri pada tanggal 28 Desember 1998, Badan Hukum Koperasi Nomor : 071 / BH / KWK.11 / 028 / XII / 1998
dikukuhkan oleh Bupati Kabupaten Karanganyar pada tanggal : 27 September 2007, dan pada tanggal 4 Mei 2014 dicanangkan menjadi
RPP“SARI REJEKI”
KEGIATAN RPP 1. Penyediaan Saprotan dan Jasa Alsintan 2. Melaksanakan Agribisnis terpadu, termasuk
sistem informasi
3. Bimbingan dan pelatihan kepada petani 4. Klinik tanaman
5. Pengolahan hasil 6. Pemanfaatan Biomasa 7. Penggunaan pupuk organik 8. Promosi dan jaminan pasar
Peningkatan Kapasitas Organisasi Petani BUMP. PT. Tanjung Mulia Agronusa, Kab.
Magelang Jawa Tengah
POKTAN POKTAN
GAPOKTAN GAPOKTAN
ASOSIASI ASOSIASI BUMP BUMP
2011
• Pembelajaran Agribisnis Padi Organik
• Pembelajaran Agribisnis Kambing
2012
• Pembelajaran Manajemen Pengelolaan Usaha Padi Organik Hulu Hilir
• Pembuatan akta notaris BUMP dalam bentuk Peruahaan Terbatas (PT)
• SIUP, TDP, NPWP, NIK
2013
• Peningkatan Kualitas SDM Pengelola dan Penguatan Lembaga Ekonomi Petani BUMP
• Penerbitan SK Menteri Hukum dan HAM sebagai
2014- sekarang
• Diversifikasi usaha dan perluasan pasar
• Mengembangkan
“DEARICE” (Beras
dengan glycemic
index rendah)
PENGEMBANGAN AGRICULTURE ESTATE
25 NO TAHAPAN INPUT KEBUTUHAN STAKEHOLDERSTERKAIT
I.
Tahap Perencanaan dan Pengembangan SDM.
• Pemetaan potensi produk unggulan kawasan,
• Penentuan lokasi,
• Penentuan komoditas,
• Kelayakan pembangunan,
• PenyusunanRoad Map/Grand Design (sinergi BUMDesa dan KUD);
• Pelatihan (Pengolahan Hasil Produksi Pertanian dan Pelatihan Kewirausahaan dll).
•Kementerian PPN/Bappenas;
•Kementerian Agraria &
Tata Ruang;
•Badan Informasi Geospasial/BIG
•Kementerian Pertanian
•Kementerian Desa, PDTT
II.
Tahap Produksi dan Pengembangan
• Penyediaan dan penyiapan lahan
• Benih dan bibit unggul
• Pestisida dan pupuk
• Balai pengembangan bibit dan benih
• Alat pertanian dan mesin pertanian (alsintan)
• Bengkel perbaikan dan perawatan alsintan
• Irigasi pertanian dan embung
• Pasar kawasan
• Jalan usaha tani dan jembatan
• Koperasi kelompok tani
• Penyuluh pertanian
• Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa)
• Kementerian Desa, PDTT
• Kementerian Pertanian
• Kementerian LHK
• Kementerian PU dan PR
• Kementerian KUKM
• Pemda
• Masyarakat
III. Tahap Pemasaran
• Penerapan Standar Produk (SNI)
• Fasilitasi jaringan pemasaran melalui e-commerce
• Profil investasi
• Kerjasama dan kemitraan.
• Kementerian Desa, PDTT
• Kementerian Perdagangan
• Kementerian Perindustrian
• Kementerian Kominfo
• BPOM
• BUMN, BUMD dan Perusahaan Swasta
• Beberapa desa dalam satu kawasan bekerjasamamengembangkan satu produk unggulan yang sama. Bertujuan untuk membentuk skala ekonomi yang lebih besar dan menguntungkan dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, sehingga dapat menarik investasi swasta.
Misalnya pengembangan kebun jagung.;
• Perlu dilakukan konsolidasi dan koordinasi kebutuhan pengembangan dari berbagai pihak baik Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah maupun swasta.