PENGEMBANGAN MEDIA MOBILE LEARNING (M-LEARNING) BERBASIS ANDROID DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
PADA MATERI TEKS EKSPOSISI DI KELAS X SMA KOLOMBO YOGYAKARTA TAHUN 2018/2019
Oleh Fajar Purnomo
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPY
ABSTRAK
Selama ini untuk pembelajaran pada materi teks eksposisi hanya menggunakan beberapa media saja seperti LCD proyektor dan laptop.
Pembelajaran mobile learning belum pernah digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Peserta didik menggunakan smartphone hanya sebatas mencari referensi untuk bahan diskusi atau mencari artikel tentang hikayat atau cerpen.
Salah satu alternatif media mobile learning (m-learning) berbasis android dalam pembelajaran bahasa indonesia pada materi teks eksposisi di kelas x SMA.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan media pembelajaran media m-learning berbasis android pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks eksposisi di kelas X SMA Kolombo Sleman. (2) Mengetahui kualitas produk media pembelajaran M-learning berbasis Android pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks eksposisi di kelas X SMA Kolombo Sleman sehingga layak digunakan dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and Development (R&D) dengan menggunakan prosedur yang dikemukakan sugiyono. Instrumen yang digunakan berupa skala penilaian untuk mengetauhi kelayakan m-learning berbasis android dan untuk mengetahui respon guru dan peserta didik yaitu menggunakan skala Likert dengan empat penilaian disusun dalam bentuk checklist. Analisis data yang dilakukan yaitu mengumpulkan data kualitatif dari ahli materi, ahli bahasa, ahli media, guru bahasa indonesia dan peserta didik SMA. Hasil data kualitatif tersebut diubah menjadi data kuantitatif dengan teori yang dikemukakan oleh Eko Putro Widoyoko (2016:111)
Hasil penelitian ini berupa : (1) Pengembangan m-learning berbasis android pada materi teks eksposisi. (2) kualitas media bantu pembelajaran m- learning berbasos android pada materi teks eksposisi adalah layak dengan presentase 92,5% berdasarkan penilaian ahli materi, dan sangat layak dengan presentase 85% oleh ahli bahasa dan 90% oleh ahli media dengan kriteria sangat layak. (3) Respon guru bahasa indonesia dengan presentase 92,5% dengan kriteria sangat layak. Respon peserta didik kelas X SMA dalam kriteria sangat menarik dengan presentase 77,5%. Di SMA Kolombo Depok. Jadi dapat disimpulkan m- learning berbasis android sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia.
Kata kunci : Research and Development (R&D)
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi saat ini memang sudah merambah semua sisi kehidupan tidak terkecuali pada dunia pendidikan. Teknologi informasi yang berkembang dengan pesat memberikan peluang pula untuk kemudahan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia dengan tatanan kehidupan sesuai dengan amanat Proklamasi Negara Kesatuan Republik IndonesiaMeskipun teknologi sudah berkembang dan mudah dalam pemanfaatannya namun masih sangat kurang penerapannya dalam proses pembelajaran padahal karakteristik peserta didik pun ikut berubah sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Pakar pendidikan Mark Prensky (2001) mengemukakan ada dua generasi yaitu Digital Native dan Digital Immigrants. Digital Native merapakan generasi yang lahir pada era digital, sedangkan Digital Immigrants adalah generasi yang lahir sebelum era digital tetapi kemudian tertarik, lalu mengadopsi hal baru dari teknologi tersebut. Rata-rata generasi Digital Native lahir ketika sudah berada dalam lingkungan teknologi digital (Riana, vol 11: p 5).
Penelitian dan pengembangan ini adalah tentang pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kolombo. Hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah ditujukan untuk menumbuhkan kepedulian siswa, guru, tata usaha, dan kepala sekolah terhadap keberadaan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan sebagai alat pemersatu bangsa. Kepedulian itu pada giliranya diharapkan akan meningkatkan sikap positif kita terhadap Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas dan kebanggaan bangsa, persatuan dan kesatuan bangsa, pembangkit rasa solidaritas kemanusiaan maupun sebagai sarana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa (Muslimin, 2011:p 2). Sehingga dengan hakikat pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia ini mampu memberikan dasar untuk tujuan mengapa pembelajaran Bahasa Indonesia ini harus mempunyai media yang inovatif dalam pelaksanaan pembelajaranya.
Media pembelajaran yang relevan dan masih dalam jangkauan peserta didik tentunya menjadi minat yang utama bagi ketertarikan peserta didik dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran saat ini sangat variatif dalam pengembanganya, tidak hanya menggunakan buku, LCD proyektor, ataupun
laptop. Penggunaan buku dalam pembelajaran bukanlah tidak efektif, namun dalam tingkatan SMA buku pegangan bukanlah buku yang kecil, hampir semua mata pelajaran berhalaman tebal dan berat tentunya. Dengan pemanfaatan android sebagai media pembelajaran siswa mampu meringkas beban dan lebih mudah dalam penggunaan serta perawatanya sehingga media yang berbasis android akan lebih diminati dibanding dengan buku berkaitan dengan peserta didik yang pada saat ini adalah generasi digital native.
Tantangan perkembangan zaman seperti ini yang harus membuat tenaga pendidik selalu inovatif dan kreatif menghadapi problematika yang timbul dari globalisasi informasi dan tidak terbendungnya arus informasi dari manapun yang pasti mempunyai dampak negatif apabila tidak ada pengawasan dalam pemanfaatan media berbasis android dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Dengan siapnya tenaga pendidik dalam mengaplikasikan media berbasis android dengan pengawasan yang baik serta sumber belajar mobile learning yang sudah sebelumnya diverifikasi oleh guru bahasa indonesia diharapkan mampu memberikan siswa minat dalam belajar dan meningkatkan minat baca.
M-learning di SMA Kolombo Sleman adalah suatu pemanfaat media pembelajaran berbasis android untuk memberikan kemudahan dan ketertarikan minat belajar siswa kelas X SMA Kolombo pada materi teks eksposisi. Media pembelajaran berbasis android ini adalah berupa perangkat aplikasi yang nantinya akan mudah diakses dan menjadi modul sekaligus catatan proses serta materi pembelajaran pada materi teks eksposisi yang diharapkan proses tatap muka tidak dihabiskan hanya dengan mencatat materi ataupun sibuk merangkum karena semua sudah tersedia sehingga pemanfaatan waktu tatap muka mampu efektif digunakan untuk diskusi pembahasan hal-hal yang perlu dipahami untuk pencapaian materi teks eksposisi di kelas X SMA Kolombo Sleman ini.
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan pengembangan media m-learning berbasis android adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan media pembelajaran media m-learning berbasis android pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks eksposisi di kelas X SMA Kolombo Sleman.
2. Mengetahui kualitas produk media pembelajaran M-learning berbasis Android pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks eksposisi di kelas X SMA Kolombo Sleman sehingga layak digunakan dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
3. Mengetahui respon siswa terhadap aplikasi m-learning berbasis android mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas x pada materi teks eksposisi di SMA Kolombo Sleman.
MANFAAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Pada penelitian dan pengembangan media pembelajaran m-learning berbasis Android untuk siswa kelas X SMA Kolombo Sleman ini diharapkan dapat memberi manfaat yaitu:
1. Teoretis
Pengembangan media m-learning berbasis Android untuk siswa kelas X SMA Kolombo Sleman memberikan informasi mengenai materi teks eksposisi.
2. Praktis
Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia baik bagi siswa, guru, penulis maupun lembaga.
a. Siswa
Memberikan sumber belajar yang menyenangkan karena dapat dibuka dan digunakan kapan saja sesuai keadaan siswa sehingga memberikan keleluasaan karena tidak terikat oleh ruang dan fasilitas tertentu.
b. Guru
Memberikan motivasi bagi guru untuk selalu inovatif dalam mengembangkan dan menciptakan media pembelajaran serta mempunyai alternatif memberikan informasi ketika berhalangan hadir ketika tatap muka di kelas.
c. Sekolah
Pengembangan dan penelitian ini tentunya akan menghasilkan media pembelajaran yang sangat presisi dengan perkembangan
teknologi saat ini sehingga sekolah mendapat keuntungan dengan mempunyai media pembelajaran yang mampu diakses 24 jam, sehingga akan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran disekolah maupun pembelajaran secara mandiri oleh siswa.
METODE PENGEMBANGAN
Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Research an Devolopment). Menurut Sugiyono (2013:297) Penelitian dan pengembangan adalah suatu jenis penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan suatu produk dan memvalidasi produk yang dihasilkan.
Pada penelitian ini dikembangan m-learning berbasis android. M-learning berbasis android ini dikembangkan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks ekposisi. Produk yang dihasilkan adalah media pembelajaran berupa aplikasi android pada pembelajaran teks eksposisi untuk siswa kelas x SMA Kolombo.
Menurut Sugiyono (2015:298) ada sepuluh tahap penelitian dan pengembangan, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, produk masal. Prosedur penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Sugiyono membutuhkan waktu yang relatif lama. Karena adanya keterbatasan kemampuan peneliti dan biaya, maka penelitian ini hanya dilakukan pada tahap persiapan dan pengembangan bahan ajar, serta uji coba terbatas. Tahap persiapan dan pengembangan bahan ajar digunakan dalam penelitian awal untuk mengetahui potensi dan masalah, kemudian mengumpulkan berbagai informasi data untuk perencanaan produk media pembelajaran berbasis android yang akan dikembangkan, serta uji coba terbatas untuk menentukan kelayakan media pembelajaran berbasis android yang sedang dikembangkan.
X =
∑×𝑛 TEKNIK ANALISIS DATA
Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pengolahan data dari lembar validasi oleh guru dan dosen
Hasil penilaian Aplikasi oleh dosen dan guru berupa huruf diubah menjadi nilai kuantitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif menurut Eko Putro Widoyoko (2016:111).
Tabel 3.3 Konversi Nilai Huruf Keterangan Skor
Sangat Setuju 4
Setuju 3
Kurang Setuju 2
Tidak Setuju 1
b. Menghitung skor rata-rata setiap komponen yang dinilai menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
X = Skor rata-rata
∑ = Jumlah skor n = Jumlah penilai
Dalam penelitian ini menggunakan dua orang penilai yang terdiri dosen Bahasa Indonesia dan guru Bahasa Indonesia di SMA Kolombo Yogyakarta. Setelah menghitung skor rata-rata, kemudian mencari jarak interval. Dalam penelitian ini, menggunakan rumus interval menurut Eko Putro Widoyoko, (2016:110).
i =
i =
= 0,75
c. Mengubah skor rata-rata menjadi nilai kualitatif. Kriteria pengubahan skor rata-rata menurut Eko Putro Widoyoko (2016:115) sebagai berikut:
Tabel 3.4 Konversi nilai kuantitatif ke kualitatif skor validator Rata-rata skor Klasifikasi Katagori
3,25 ̅ Sangat Baik
2,50 ̅ Baik
1,75 ̅ 2,50 Kurang Baik
1,00 ̅ 1,75 Tidak Baik
2. Pengolahan angket respon siswa a. Memberikan skor
Pemberian skor pada jawaban setiap item dilakukan dengan menggunakan skala likert. Adapun penilaian berdasarkan skala likert terdapat pada tabel 3.4 berikut:
Tabel 3.5 Penilaian skala likert
No Jawaban Item Lembar Penilaian Skor
1 Sangat Setuju 4
2 Setuju 3
3 Kurang Setuju 2
4 Tidak Setuju 1
b. Mengolah skor
Pengolahan skor lembar penilaian guru dilakukan dengan mengikuti tahapan-tahapan yang dikemukakan Eko Putro Widoyoko, (2016:110) sebagai berikut:
1) Menjumlahkan skor seluruh responden pada setiap komponen yang dianalisis. Pada penelitian ini jumlah responden (siswa) sebanyak 34 orang.
2) Menghitung skor rata-rata setiap komponen yang dinilai.
3) Setelah menghitung skor rata-rata, kemudian mencari jarak interval
4) Mengubah skor rata-rata menjadi nilai kualitatif seperti yang ditunjukan pada tabel 3.4.
HASIL PENELITIAN
Validasi produk dilakukan oleh beberapa ahli untuk menilai aplikasi pembelajaran yang telah dibuat oleh peneliti. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Data hasil validasi oleh ahli disajikan pada data berikut;
Validasi oleh dosen bahasa Indonesia Ibu Fitri Jamilah, M.Pd dan guru bahasa Indonesia SMA Kolombo Depok yaitu Ibu Ika Arissandayani, S.Sn.
Validasi bertujuan untuk mendapatkan informasi, kritik dan saran tentang LKS yang dikembangkan supaya layak untuk digunakan di sekolah. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh kedua validator diperoleh rata-rata skor tiap indikator adalah sebagai berikut:
Tabel Hasil validasi oleh ahli
No Validator I Validator II Jumlah Skor Rata-rata
skor Kriteria
1 4 4 8 4 SB
2 4 4 8 4 SB
3 4 4 8 4 SB
4 4 4 8 4 SB
5 4 3 7 3,5 SB
6 4 3 7 3,5 SB
7 4 4 8 4 SB
8 4 3 7 3,5 SB
9 4 3 7 3,5 SB
10 4 3 7 3,5 SB
11 4 3 7 3,5 SB
12 4 4 8 4 SB
13 4 4 8 4 SB
14 4 3 7 3,5 SB
15 4 3 7 3,5 SB
16 3 3 6 3 SB
17 3 3 6 3 SB
18 3 3 6 3 SB
Ʃ 69 61 130 3,62 SB
Hasil analisis data validasi oleh dosen dan guru Bahasa Indonesia menunjukkan bawa rata-rata skor yang diberikan oleh kedua validator adalah 3.62 dan masuk dalam kategori Sangat Baik .
Setelah melalukukan revisi yang disarankan oleh ahli media, dapat diperoleh data dari angket penilaian oleh ahli media sebagai berikut;
Tabel Hasil Konversi validasi ahli media
NO Komponen Nomor
pernyataan Jumlah Skor Kriteria 1
Kualitas media
A 4 SB
2 B 4 SB
3 C 4 SB
4
Tampilan dan kegrafikan
A 4 SB
5 B 3 B
6 C 4 SB
7 D 4 SB
8 Aspek penyajian A 4 SB
9 B 3 B
10 Aspek Bahasa A 4 SB
11 B 4 SB
12 Aspek kesesuaian A 3 B
13 B 3 B
∑ 3,69 SB
hasil analisis tersebut dan setiap aspek yang dinilai masuk dalam kategori sangat baik. Dari hasil validasi oleh ahli media dapat disimpulkan bahwa media m-learning berbasis android telah sesuai dengan yang diharapkan dari hasil revisi dan layak untuk diujicobakan.
Respon siswa
Respon siswa terhadap media m-learning bahasa Indonesia dengan menggunakan angket respon siswa yang terdiri atas tiga komponen penilaian dan sepuluh indikator. Dari angket yang diberikan kepada 6 siswa di SMA Kolombo Depok diperoleh data kualitatif yang kemudian dikonversikan menjadi nilai kuantitatif berupa angka. Hasil tersebut dikelompokkan menjadi tiga komponen dan empat belas indikator yaitu komponen materi dan media, motivasi, dan komponen kebahasaan.
Berdasarkan hasil dari angket respon siswa diperoleh rerata skor tiap komponen adalah sebagai berikut:
Tabel Hasil angket respon siswa No Komponen Penilaian Rerata tiap
indikator Kriteria 1. Komponen Materi dan media 3,52 Sangat baik
2. Komponen Motivasi 3,12 Baik
3 Komponen Kebahasaan 2,75 Baik
Rata-rata 3,13 Baik
Berdasarkan tabel diatas menunjukan rata-rata skor angket respon siswa terhadap media m-learning masuk dalam kategori baik (B).
Respon Guru
Selain respon siswa, setelah diujicobakan kepada siswa peneliti juga memberikan angket respon guru kepada guru Bahasa Indonesia SMA Kolombo.
Angket Respon guru terdiri atas tiga komponen penilaian dan empat belas indikator. Dari angket yang diberikan kepada guru bahasa Indonesia di SMA Kolombo Depok diperoleh data kualitatif yang kemudian dikonversikan menjadi nilai kuantitatif berupa angka. Hasil tersebut dikelompokkan menjadi tiga komponen dan empat belas indikator yaitu komponen materi dan media, motivasi, dan komponen kebahasaan.
hasil dari angket respon siswa diperoleh rerata skor tiap komponen adalah sebagai berikut:
Tabel 4.5 Hasil angket respon guru No Komponen Penilaian Rerata tiap
indikator Kriteria 1. Komponen Materi dan media 3,44 Sangat baik
2. Komponen Motivasi 4 Baik
3 Komponen Kebahasaan 3,6 Sangat Baik
Rata-rata 3,7 Sangat Baik
PEMBAHASAN HASIL
Penelitian dan pengembangan media m-learning berbasis android yang dilakukan oleh peneliti mengadopsi model pengembangan menurut Sugiyono.
Pengembangan ini terdiri dari Potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan produk akhir.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data mengenai proses pengembangan Produk media m-learning dan data hasil validasi serta respon siswa pada media m-learning bahasa Indonesia dengan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran teks eksposisi.
1. Pengembangan media m-learning berbasis android.
Pengembangan media m-learning berbasis android pada tahap awal peneliti melakukan analisis kebutuhan media m-learning dengan cara observasi dan wawancara untuk mengetahui potensi dan masalah yang ada di sekolah. Untuk mengetahui potensi dan masalah yang ada di sekolah peneliti melakukan observasi terhadap fasilitas dan ketersediaan sarana prasana penunjang m-learning seperti tersedianya jaringan wi-fi. Dari observasi dan wawancara yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa sarana dan prasana di SMA Kolombo Depok sudah tersedia namun belum maksimal penggunaannya karena guru hanya menggunakan buku paket yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari hasil potensi dan masalah yang diperoleh peneliti mengumpulkan informasi sesuai dengan potensi dan masalah yang ada di sekolah. Data yang diperoleh pada saat mengumpulkan informasi adalah bagaimana mengembangakan media m-learning yang sesuai dengan keadaan serta kurikulum yang berlaku. Dalam pembuatan desain media m-learning berbasis android, peneliti memaksimalkan penggunaan aplikasi android untuk media m-learning. Media m-learning berbasis android ini terdiri atas halaman mulai, kuis, daftar urutan pembelajaran, pendahuluan (KD, Indikator dan tujuan), Diskusi, tugas, refleksi, rangkuman materi dan daftar pustaka.
Setelah media m-learning selesai didesain dan dibimbing oleh satu dosen bahasa Indonesia dan satu guru bahasa Indonesia di SMA Kolombo Depok dengan saran dan masukan yang diberikan oleh kedua validator adalah:
a. Perbaikan desain dan sampul halaman depan aplikasi.
b. Desain bentuk awal media m-learning tidak berisi tentang petunjuk mengerjakan dan penarikan kesimpulan dari tugas yang diberikan.
c. Perbaikan langkah perintah pada media m-learning menjadi mendiskusikan “kuis Tebak Kata”
Berdasarkan saran dan masukan yang diberikan oleh kedua validator, peneliti memperbaiki media m-learning sesuai dengan saran yang disampaikan oleh kedua validator dan di uji cobakan secara terbatas yang dilakukan di SMA Kolombo Depok dengan jumlah siswa 6 orang untuk mengetahui respon siswa terhadap media m-learning yang dikembangkan.
2. Kelayakan Media M-learning Hasil Validasi
Berdasarkan hasil validasi dari kedua validator, dapat dikatakan bahwa media m-learning berbasis android yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil validasi yang diperoleh dari kedua validator yang menunjukkn rata-rata skor dari kedua validator 3.59. Sesuai dengan tabel 3.4 rata-rata skor yang diperoleh masuk dalam interval kategori Sangat Baik (SB) dan atau layak untuk digunakan.
3. Hasil Angket Respon Siswa
Berdasarkan hasil analisis dari angket respon siswa diperoleh skor rata-rata dari ketiga komponen penilaian yang diperoleh dari hasil olahan angket respon siswa diperoleh nilai 3,12. Berdasarkan analisis data hasil validasi diperoleh kategor Baik (B) dan respon siswa rata-rata Setuju (S), sehingga media m-learning berbasis android pada pembelajaran teks eksposisi layak untuk digunakan sebagai salah satu bahan ajar.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Pengembangan aplikasi m-learning berbasis android pada materi teks eksposisi kelas X SMA telah berhasil disusun dengan menggunakan metode prosedural research and develepoment atau R&D yang
dimodifikasi dengan tujuh tahapan yaitu : Potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk.
2. Kelayakan media m-learning berbasis android pada pembelajaran teks eksposisi di ukur menggunakan instrumen validasi oleh kedua validator ahli Bahasa Indonesia yang terdiri atas satu dosen bahasa Indonesia dan satu guru SMA dengan skor rerata 3,62 yang masuk dalam katagori sangat baik (SB).
3. Respon siswa terhadap media m-learning berbasis android yang dikembangkan masuk dalam kategori sangat baik dengan skor rerata 3.12, dengan jumlah responden sebanyak 6 peserta didik.
A. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, dapat disampaikan saran demi kelancaran dan perbaikan kegiatan pengembangan bahan ajar selanjutnya, adapun saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut:
1. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan ini, peneliti batasi sampai pada uji kelayakan media m-learning berbasis android dengan menggunakan angket validasi dan respon dari siswa. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menguji efektivitas media m-learning berbasis android dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
2. media m-learning berbasis android yang dikembangkan oleh peneliti masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penelitian dan pengembangan ini dapat dilakukan lagi dengan menggunakan metode pembelajaran lain.
3. Untuk peneliti lain yang ingin mengambangkan media m-learning berbasis android, sebaiknya mempelajari minat siswa dalam penggunaan gadget dan memberikan penyajian desain yang lebih menarik. Agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan aplikasi belajar yang lain sehingga media m-learning berbasis android yang dikembangkan lebih menarik siswa untuk menggunakannya.
DAFTAR PUSTAKA
Arissandayani, Ika. 2018. “Penggunaan Media Mobile Learning Di SMA KOLOMBO”. Wawancara dengan guru SMA KOLOMBO Yogyakarta.
28 juni. Pukul 10.15 WIB.
Cahyani, Isah. 2012. Modul pembelajaran Bahasa Indonesia. Kementerian Agama RI. Jakarta.
Darmawan. 2014. “Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan dengan Menggunakan Media Gambar Kelas 1 di MIN Buol”. 4, 2014, Jurnal Kreatif Tadulako Online , Vol. 5.
Indah, Hesti. 2017. “Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X”.
Sidoarjo : PT Masmedia Buana Pustaka. 2017.
Kristiyana, Samuel dan Gatot. 2011. “Perancangan Layanan Streaming Multimedia Pada M-Learning”. Jurnal Informatika vol.5 no.1 hal. 459.
Kurniawan, Henry dan Tri Shandika Jaya. 2016. “Desain Dan Implementasi Mobile Kuliah Di Politeknik Negeri Lampung Berbasis Teknologi Android”. Jurnal Ilmiah esai. vol 10. No 1, h. 49.
Mardina, Riana. 2011. “Potensi Digital Native Dalam Representasi Literasi Informasi Multimedia Berbasis Web Di Perguruan Tinggi”. Jurnal Pustakawan Indonesia. Vol. 11 no. 1 h. 5.
Muslimin. 2011. “Perlunya Inovasi Dalam Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia (Solusi Mengatasi Problem Klasik Pengarajan Bahasa dan Sastra di sekolah)” . Jurnal Bahasa, Sastra, dan budaya | Issn 2088-6020 | vol 1. no 1 | . hal 1 – 2.
Nurasiyah, Fitri. 2017. “Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Dalam Pebelajaran Teks Deskripsi Dengan Menggunakan Pendekatan Kontesktual Pada Siswa Kelas VII Smp Negeri 10 Yogyakarta”. Skripsi.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta.
Rahmelina , liranti. 2017. Perancangan Mobile Learning Berbasis Andorid Pada Mata Kuliah Sistem Oprasi di STIMIK Indonesia Padang.
Jurnal Informatika vol. 11.
Susana, Tjipto. 2012. “Kesetiaan Pada Panggilan Di Era Digital”. Jurnal Orientasi Baru. Vol. 21. No 1, h 56-57.
Samuel Kristiyana & Gatot Santoso.Perancangan Layanan Streaming Multimedia Pada M-Learning 2011. Jurnal informatika vol 5, no 1, hal. 459.
Sanaky, Hujair AH. 2013. Media Pembelajaran Interaktif dan Inovatif.
Yogyakarta : Kaukaba Dipantara, 2013.
Sudjana, Nana. 2013. Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2013.
Sundayana, Rostina. 2016. Media dan Alat Peraga dalam Matematika. Bandung : Alfabeta, 2016.
Rohamtul, Maulana. 2017. “Pengembangan Media Mobile Learning (M-Learning) Berbasis Android Dalam Pembelajaran Biologi Pada Materi Struktur Dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Tumbuhan Dan Hewan Kelas XI SMA/MA”. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Sugiyono.2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Watara, Dwiary P. 2016. “Peningkatan Menulis Teks Eksposisi Menggunakan Strategi Think-Thalk-Write Pada Siswa Kelas X-MIPA 1 SMA Negeri 1 Temanggung”. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Yogyakarta.
Widoyoko, Eko P. 2016. Teknik Penyusunan Instrumen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.