• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BUKIT PANGONAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BUKIT PANGONAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT "

Copied!
96
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Penelitian Relevan

Penelitian oleh Novie Istoria Hidayah, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta tentang pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masalah yang dikaji dalam penelitian yang relevan di atas adalah Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Kota Wisata Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

LANDASAN TEORI

Usaha Mikro

Usaha Kecil

Usaha Menengah

49 Business Interview Pengembangan Objek Wisata Bukit Pangonan di Desa Pajaresuk Pringsewu Lampung dengan Wijonarko, Manager Bukit Pangonan, Rabu, 11 September 2019. Hasil Penelitian Pengembangan Objek Wisata Bukit Pangonan dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Suatu Perspektif Ekonomi Islam di Desa Pajaresuk Pringsewu, Lampung.

Objek Wisata

  • Pengertian Objek Wisata
  • Peran Objek Wisata
  • Jenis-jenis Objek Wisata
  • Pengembangan Objek Wisata

Pendapatan Masyarakat

  • Pengertian Pendapatan Masyarakat
  • Jenis-jenis Pendapatan
  • Sumber Pendapatan

Menurut Gregori Mankiw, pendapatan masyarakat adalah pendapatan pribadi, yaitu pendapatan yang diterima oleh rumah tangga dan usaha ekonomi non sosial. Dalam Islam, pendapatan masyarakat adalah perolehan barang atau uang yang diterima atau dihasilkan oleh masyarakat berdasarkan aturan yang berasal dari hukum Islam.Pemerataan pendapatan masyarakat sebagai tujuan merupakan masalah yang sulit dicapai, namun berkurangnya ketimpangan merupakan salah satu kriteria untuk pembangunan yang berhasil 23. Berdasarkan uraian di atas, pendapatan masyarakat berupa sejumlah uang yang diterima seseorang atau beberapa anggota keluarga melalui kerja kerasnya. Secara umum, pendapatan diartikan sebagai input yang diperoleh masyarakat atau negara dari semua aktivitas yang dilakukannya, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan aktivitas.

Misalnya penghasilan dari upah atau gaji atau penghasilan tetap bisa juga disebut penghasilan yang berasal dari . semua faktor yang menentukan kekayaan. Penghasilan yang diperoleh tanpa mengabdikan tenaga kerja, dan ini merupakan penghasilan sampingan, termasuk penghasilan dari menyewakan aset yang dimiliki, bunga uang, sumbangan dari pihak lain, penghasilan pensiun dll. Pendapatan sementara yaitu pendapatan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, yang termasuk dalam kategori pendapatan ini adalah sumbangan, wakaf dan lain-lain yang sejenis.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa ada dua jenis pendapatan, yang pertama adalah pendapatan permanen, yaitu pendapatan yang selalu diterima dalam periode tertentu dan dapat diperkirakan sebelumnya, seperti: upah dan gaji, pendapatan dari usaha sendiri. dan pendapatan dari bisnis orang lain. Pendapatan lain yang direalisasikan oleh Keynes dalam fungsi konsumsinya adalah pendapatan yang terjadi (Current Income), yaitu bukan pendapatan yang diperoleh sebelumnya, maupun pendapatan yang diharapkan terjadi di masa depan (ekspektasi).

Tinjauan Umum Tentang Ekonomi Islam

  • Pengertian Ekonomi Islam
  • Ciri-ciri Ekonomi Islam

Tidak mengherankan jika masyarakat dengan pendapatan yang lebih tinggi juga menikmati taraf hidup yang lebih tinggi, mulai dari perumahan yang lebih bagus, kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik, mobil yang lebih bagus, perjalanan yang lebih sering ke berbagai tempat, dan sebagainya. Ekonomi Islam merupakan ilmu sosial yang tentunya tidak lepas dari nilai-nilai moral. Nilai moral merupakan aspek normatif yang harus dimasukkan dalam analisis fenomena ekonomi maupun dalam pengambilan keputusan berbingkai syariah.

Kepemilikan ini, meskipun relatif, membawa kewajiban yang harus dipenuhi ketika mencapai batas tertentu untuk membayar zakat. “Small Business Service” dilakukan oleh beberapa perusahaan besar yang diwajibkan menggunakan 5% dari keuntungannya untuk membantu mereka. Allah menghendaki agar seseorang menghabiskan tenaga dan waktunya untuk beribadah dalam arti sempit, tetapi ia juga harus bekerja untuk hidupnya di dunia ini.

Dalam mengejar kehidupan di dunia, tidak boleh berlebih-lebihan, tetapi tidak juga kedekut. Seseorang tidak boleh terlalu gembira dengan harta bendanya, tetapi juga tidak boleh terlalu sedih jika dia kekurangan suzeki.

METODE PENELITIAN

Sumber Data

Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dan informasi dari membaca dan mengutip berbagai sumber. Sumber data primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada peneliti untuk keperluan penelitian.35 Maka dalam mencari sumber data primer harus sangat berhati-hati karena akan dijadikan objek penelitian. Pada sumber data primer diperoleh dari teknik pengambilan sampel Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel untuk sumber data dengan pertimbangan tertentu.36 Perkembangan khusus ini misalnya orang yang dianggap tahu tentang apa yang kita harapkan atau mungkin dia penguasa sehingga akan mewujudkannya. memudahkan peneliti untuk mengeksplorasi objek atau situasi yang diteliti.

Oleh karena itu, penentuan sampel dalam penelitian kualitatif berlangsung pada saat peneliti memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung. Metodenya adalah peneliti memilih orang-orang tertentu yang dianggap dapat memberikan data yang diperlukan, kemudian berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dari sampel sebelumnya dapat ditentukan sampel lain yang dianggap dapat memberikan data yang lebih lengkap menjadi 3 orang. Sumber data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui penelitian secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan direkam oleh orang lain).

Sumber sekunder adalah sumber yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen. Perspektif dan Pengembangan Pariwisata Syariah, buku karya Okta A Yoeti berjudul Pengantar Ilmu Pariwisata dan buku karya Lia Amalia berjudul Ekonomi Pembangunan.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam teknik pengumpulan data, untuk memperoleh informasi kualitatif, penulis menggunakan wawancara dan dokumentasi. Wawancara adalah teknik untuk memperoleh data melalui tanya jawab yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian, dan dalam arti lain teknik wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang yang melibatkan seseorang yang ingin mendapatkan informasi dari orang lain dengan mengajukan pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu. .38 Jenis-jenis wawancara yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data ketika peneliti atau pengumpul data mengetahui dengan pasti informasi apa yang mereka peroleh.

Dalam arti peneliti atau pengumpul data menyiapkan instrumennya berupa pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan oleh peneliti. Pada penelitian ini dilakukan wawancara mendalam kepada 3 orang anggota yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan 7 orang dari masyarakat sekitar Desa Pajaresuk. Teknik dokumentasi adalah metode yang menggunakan data dari sumber karya atau warisan, baik yang tercetak maupun yang tidak tercetak.

Menurut pengertian lain, Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian sosial, pada dasarnya metode yang digunakan untuk melacak data historis.40. Peneliti mendapatkan data dokumentasi dari buku-buku terkait dan khususnya buku-buku edaran atau edisi yang menceritakan.

Teknik Analisis Data

44 Wawancara bisnis pengembangan sarana wisata Bukit Pangonan di Desa Pajaresuk Prinsewu Lampung dengan Suratmin, Ketua Kelompok Wisata Bukit Pangonan, Rabu, 11 September 2019. 45 Wawancara bisnis pengembangan Sarana Wisata Bukit Pangonan di Desa Pajaresuk Pringsewu Lampung bersama Deni Setiawan, Dept. Pengembangan Usaha Bukit Pangonan Rabu 11 September 2019 Upaya pengembangan fasilitas wisata di Bukit Pangonan telah dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata baik dari segi pengelolaan lahan maupun penempatan tempat-tempat menarik.

50 Wawancara Bisnis Pengembangan Obyek Wisata Bukit Pangonan di Desa Pajaresuk Pringsewu Lampung dengan Manajemen Bukit Pangonan Slamet diatas, Rabu 11 September 2019. Pengaruh pengembangan usaha terhadap Obyek Wisata Bukit Pangonan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat menurut perspektif meningkatkan Pendapatan masyarakat menurut perspektif ekonomi Islam. 51 Wawancara Bisnis Pengembangan Objek Wisata Bukit Pangonan di Desa Pajaresuk Pringsewu, Lampung dengan Suratmin, Ketua Kelompok Bukit Pangonan, Rabu, 11 September 2019.

Berdasarkan pemaparan di atas dapat dipahami bahwa Obyek Wisata Bukit Pangonan di Desa Pajaresuk memberikan dampak positif bagi masyarakat untuk berwirausaha. Hal ini dibuktikan dengan adanya masyarakat desa Pajaresuk yang menjadi tenaga kerja sebagai pengelola dan karyawan di objek wisata Bukit Pangonan.

HASIL PENELITIAN

Usaha Pengembangan Objek Wisata Bukit Pangonan

Setelah itu, upaya masyarakat lain membuka area spot dimana wisatawan bisa berfoto atau mengabadikan momen saat datang ke objek wisata Bukit Pangonan. Keberadaan tempat wisata bukit Pangonan di Desa Pajaresuk secara tidak langsung membuka peluang pendapatan masyarakat sekitar untuk berwirausaha dan dapat menciptakan lapangan kerja khususnya bagi masyarakat yang berada di sekitar bukit Pangonan yang belum memiliki pekerjaan. Upaya yang telah dilakukan terus dilakukan dengan memperbaharui situs-situs yang ada di Bukit Pangonan dan berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada Rabu 11 September 2019 dengan Wijonarko selaku Pengelola Bukit Pangonan. Mengenai upaya pengembangan sarana wisata, khususnya: “Dilihat dari pengunjung yang datang, dana yang terkumpul digunakan untuk menambah tempat spot foto yang menarik sambil terus mengembangkan pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, Facebook dan web. 49. Slamet selaku pengelola Bukit Pangonan mengatakan dalam wawancara pada Rabu 11 September 2019 bahwa berkembangnya usaha Bukit Pangonan tentunya tidak lepas dari kendala yang menyertai seperti jalan raya yang sulit dilalui kendaraan roda empat sehingga membawa alat atau bahan dari mereka menjadi sangat sulit.kesulitan yang hanya bisa dibawa oleh kendaraan bermotor atau tenaga manusia.

Suratmin dalam wawancara pada Rabu, 11 September 2019 tentang usaha pengembangan objek wisata Bukit Pangonan salah satunya dengan memberikan inovasi menambah wahana yang menarik, baik berupa promosi maupun melalui website. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dimaklumi bahwa pengembangan objek wisata Bukit Pangonan masih terus dilakukan dengan menambah wahana yang menarik, selalu mengevaluasi spot foto yang dinikmati pengunjung, meskipun masih ada kendala seperti jalan yang masih sulit untuk dilalui. kendaraan roda empat melintas.

Pengaruh Usaha Pengembangan Objek Wisata Bukit Pangonan

Selain itu dapat meningkatkan pendapatan para pedagang yang sebelumnya sebelum ikut berdagang di fasilitas wisata Bukit Pangonan senilai Rp. Seperti yang telah disampaikan pada bab sebelumnya bahwa kegiatan wisata di Bukit Pangonan memberikan dampak yang sangat positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat sekitar, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya masyarakat lokal yang bekerja di objek wisata Bukit Pangonan, artinya dengan adanya Bukit Pangonan telah memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar berupa lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat. Selain memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, keberadaan wisata Bukit Pangonan juga ternyata melibatkan masyarakat sekitar untuk berperan aktif dan berinovasi menciptakan usaha kecil untuk memenuhi kebutuhan tambahan wisatawan yang tidak disediakan oleh Bukit Pangonan. Artinya, masyarakat sekitar akan mendapat tambahan penghasilan dari usaha yang mereka jalankan.

Keberadaan objek wisata Bukit Pangonan memberikan peluang bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau miskin yang sangat perlu diberdayakan agar perekonomian keluarga menjadi lebih baik. Karena dengan mengembangkan industri pariwisata dapat menarik pengunjung untuk berkunjung dan menikmati keindahan panorama Bukit Pangonan. Perubahan yang terjadi pada masyarakat Desa Pajaresuk akibat munculnya Obyek Wisata Bukit Pangonan memberikan dampak positif bagi masyarakat, dengan adanya obyek wisata ini mereka dapat melihat peluang dan peluang yang dimanfaatkan seperti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan .

Keberadaan tempat wisata Bukit Pangonan secara tidak langsung memberikan peluang bagi masyarakat sekitar untuk berwirausaha, serta dapat menciptakan lapangan kerja, terutama bagi masyarakat sekitar Bukit Pangonan yang belum memiliki pekerjaan. Pemerintah daerah khususnya Dinas Pariwisata mengoptimalkan penyediaan fasilitas dalam pengembangan wisata untuk menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara, sehingga Wisata Bukit Pangonan tidak hanya ramai dikunjungi pada hari libur, tetapi juga pada hari biasa.

PENUTUP

Saran

Sebaiknya pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Pangonan mengelola wisata dengan baik dengan mencari inovasi spot foto yang lebih indah dan mengembangkannya dengan baik agar keasliannya tidak hilang.

Referensi

Dokumen terkait

Persimpangan antara Jl.Raya Tlogomas dengan Akses kelur-masuk Terminal Landungsari merupakan persimpangan dengan 3 lengan, dimana jalan Raya Tlogomas adalah jalan raya yang