PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Standar Nasional Pendidikan belum mementingkan penerapan moralitas luhur secara ketat di sekolah. Kegiatan pendidikan agama di MAN 22 Jakarta serta amalan ibadah untuk menghasilkan akhlak mulia di lingkungan sekolah.
Fokus dan Sub Fokus
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Metodologi Penelitian
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Tekhnik Analisis Data
Hal ini dilakukan karena sejumlah kecil sumber data tidak mampu menyediakan data yang memadai. Sumber data sekunder merupakan sumber data tambahan yang berfungsi untuk melengkapi data yang diperlukan oleh data primer. Kemudian data yang direduksi disajikan dalam bentuk teks naratif dalam laporan penelitian.
Sistematika Penulisan
Bab ketiga pada bab ini fokus membahas tentang metodologi penelitian, meliputi pendekatan dan metode penelitian, tempat dan waktu penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, prosedur analisis data, dan eksplorasi data. Bab keempat, bab ini menguraikan hasil penelitian dan pembahasan yang terdiri dari gambaran umum MAN 22 Jakarta Barat, program pembiasaan amalan ibadah untuk pembentukan akhlak mulia dan nilai-nilai karakter siswa MAN 22 Jakarta.
Diskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian
- Pembiasaan Praktik Ibadah, Akhlak Mulia dan Nilai-nilai Karakter
- Diskursus Seputar Akhlak Mulia
- Tujuan Akhlak Mulia
- Pengertian Nilai-nilai Karakter
- Nilai-nilai Karakter dalam Pendidikan
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter
- Peranan Guru dalam Pembentukan Karakter pada Siswa
- Langkah-langkah Pembiasaan Praktik Ibadah di Sekolah MAN 22
- Keistimewaan Ibadah dalam Membentuk Akhlak Mulia
- Implementasi Praktik Ibadah dalam Menuju Akhlak Mulia di Sekolah
Oleh itu, pengertian akhlak mempunyai ciri-ciri iaitu: Akhlak berdasarkan nilai-nilai ilmu ketuhanan. Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. adalah contoh dan teladan bagi manusia yang banyak mengajar dan menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada umatnya. Akhlak ialah tingkah laku yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang diyakini atau telah tertanam kukuh dalam sikap seseorang.
Individu dan masyarakat yang dikendalikan dan diatur oleh nilai-nilai dan moral yang baik akan menghasilkan individu dan masyarakat yang sejahtera. Demikian pula akan sangat dahsyat dan kacau jika individu dan masyarakat didominasi oleh nilai-nilai dan perilaku buruk. Sebab nilai-nilai tersebut bisa muncul dari dorongan internal yang datang dari dalam diri manusia.
Kedua, perubahan nilai-nilai siswa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial yang diinginkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Kemudian, di mana letak nilai-nilai karakter yang menjadi poin-poin penting akan dilihat pada sub-bab ini. Djumarsih berpendapat bahwa pendidikan adalah usaha manusia untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi bawaan lahiriah dan batiniah, sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan budaya.123.
Penyebab utamanya adalah karena pola pikir siswa yang belum tetap, sehingga pikiran belum terbuka dan belum siap menerima nilai-nilai yang disampaikan. 175Jamil Suprihatiningrum, Pedoman Profesi Guru Kinerja, Kualifikasi dan Kompetensi Guru (Yogyakarta: Ar-ruzz Media. 2014) hal.26. 204Taufik, Tazkiyah al-Nafs: Konsep Pendidikan Tasawuf dalam Upaya Membangun Akhlak, dalam Jurnal Tadris Volume 6 Nomor 2, 2011, hal. 211. . benar sesuai dengan ajaran moral kelangsungan hidup dunia dan akhirat).205.
Hasil Penelitian yang Relevan
Sikap anak terhadap agamanya dibentuk terlebih dahulu oleh orang tuanya, kemudian disempurnakan atau dikoreksi oleh guru di sekolah. Ketiga, Abdul Aziz dengan judul “Manajemen Pembentukan Karakter Anak Dalam Perspektif Al-Qur’an”, disertasi yang ditulis pada tahun 2018 di Lembaga Pendidikan Tinggi Al-Qur’an ini merupakan hasil kajian pustaka, dengan menggali konsep untuk pengembangan karakter anak berdasarkan ayat -ayat Alquran. Antara lain menawarkan wadah sebagai sarana pembentukan karakter yang terbagi menjadi formal, informal, dan nonformal.
“Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Keagamaan di SMAN 15 Takenggon di bawah kepemimpinan Neggeri Antara Aceh”, disertasi yang ditulis pada tahun 2014 ini menyasar generasi sekolah menengah atas, dewasa. Tesis ini fokus melihat budaya keagamaan yang diterapkan di sekolah sebagai sarana pembentukan moral yang baik. Sebab jika hanya terpaku pada materi pendidikan agama islam maka pengaruhnya tidak akan banyak karena dibatasi oleh waktu belajar yang sangat sedikit.
Penelitian Firdaus melihat lingkungan dan pengajaran di SMAN dari sudut budaya dan agama, sehingga semua program terlaksana. Internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam manajemen pendidikan: studi kasus di MAN 3 Malang, “Skripsi yang ditulis pada tahun 2003 ini melihat penerapan nilai-nilai keagamaan yang dikembangkan dalam manajemen pendidikan secara keseluruhan. Dengan demikian, kajian yang lebih terfokus pada penelitian Fatimah menganalisis penerapannya. nilai-nilai keagamaan pada MAN.
Penulis menggunakan persamaan antar objek dalam penelitian ini sebagai dasar untuk mendapatkan gambaran tentang setting sosial siswa kelas menengah atas yang tergolong remaja.
METODOLOGI PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Namun karena penulis mulai belajar di rumah karena meningkatnya pembatasan kerja selama pandemi dan pelajar, maka ia melanjutkan penelitian ini.
Data dan Sumber Data
Penulis menggunakan pengumpulan data melalui dokumentasi ini untuk memperoleh data yang dapat menjelaskan permasalahan penulis terkait MAN 22 Jakarta. Berdasarkan amanah tersebut, MAN 22 Jakarta Barat didorong untuk terus melakukan langkah-langkah baru sebagai semacam program secara keseluruhan. Biasanya di sekolah pada umumnya Muatan Lokal diajarkan di MAN 22 juga untuk memberikan materi pembelajaran yang mendalam.
Literasi yang diterapkan di MAN 22 Jakarta dimulai dengan kegiatan rutin seperti mendengarkan dan membaca, membaca mandiri, serta lomba menulis siswa yang sering diadakan pada saat diadakan acara tertentu. Di MAN 22 Jakarta, upacara bendera merupakan kegiatan rutin yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Di MAN 22 Jakarta, sebelum memasuki kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, siswa diwajibkan membaca Al-Quran.
Biasakan membaca Al-Qur'an dan Doa Rohani agar kegiatan ini menjadi kebiasaan siswa Man 22 Jakarta baik di rumah maupun setelah keluar dari MAN 22 Jakarta. Melalui salat berjamaah ini, para siswa MAN 22 Jakarta diajarkan untuk selalu mempererat hubungan persaudaraan antar siswa. Salah satu hal yang dapat mencegah dikotomisasi adalah MAN 22 Jakarta juga memiliki tradisi bersalaman saat bertemu guru.
Berdasarkan pantauan penulis sebelum pandemi, kekhawatiran siswa MAN 22 Jakarta terhadap petunjuk membuang sampah pada tempatnya sudah tinggi. Menurut penulis, keteladanan yang diberikan guru tentang membuang sampah di MAN 22 Jakarta lebih berpengaruh dibandingkan sekedar memberikan arahan melalui Pedoman Perilaku. Hal ini juga dibuktikan oleh siswa MAN 22 Jakarta yang sudah menjadi kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
Tekhnik Pengumpulan Data
Prosedur Analisa Data
Langkah awalnya adalah data yang diperoleh baik dari dokumen tertulis maupun hasil kuesioner kemudian dikelompokkan secara tematis. Artinya disesuaikan dengan tema yang akan dilihat terkait dengan amalan ibadah, akhlak mulia dan nilai-nilai akhlak. Elaborasi ini juga melibatkan pernyataan para ahli yang berbicara mengenai tema yang diteliti.
Kesimpulan diperlukan untuk menyederhanakan penafsiran para ahli terhadap topik yang diteliti. Dalam hal ini kesimpulan dari hasil karya penulis lebih mendominasi dibandingkan pemahaman pribadi terhadap seluruh data yang diperoleh. Dengan demikian, teknik analisis data ini juga merupakan langkah yang paling menentukan dalam penelitian, karena analisis data berhasil.
Pada fase ini peneliti menganalisis dan mengolah data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan metode yang telah ditentukan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pembiasaan akhlak mulia di sekolah. Penguji mengajukan soal berdasarkan rencana yang telah dibuat, untuk menjaga kemungkinan ada soal ujian yang tidak sesuai dengan ujian atau rusak.
Gambaran Umum Obyek Penelitian
- Letak Geografis MAN 22 Jakarta Barat
- Sejarah Berdirinya MAN 22 Jakarta Barat
- Visi Misi
- Data Kelas dan Pengajar
- Prestasi Sekolah
- Program Unggulan
Sedangkan di bawah MAN 22 Jakarta, visi dan misi juga digunakan untuk menjawab perkembangan dan tantangan masa depan seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang sangat cepat, era informasi, dan lain-lain. Menjalin kemitraan dan kerjasama dengan instansi lain mengenai input, proses, output dan pemanfaatan lulusan MAN 22 Jakarta Barat. MAN 22 Jakarta menerapkan ketentuan tersebut dalam membimbing siswanya mencapai prestasi.
Demikian prestasi yang diraih siswa dan siswi MAN 22 Jakarta selama periode 2015-2017 dan didokumentasikan dalam bentuk file. Isi kurikulum mencakup sejumlah mata pelajaran yang luas dan dalamnya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pembelajaran. Komponen beban lokal di MAN 22 adalah Tahfiz untuk semua tingkatan baik kelas X, XI dan XII.
Sesuai dengan pengertian tersebut, pengembangan diri di MAN 22 Jakarta juga difasilitasi dan dibimbing oleh para pendidik atau tenaga kependidikan, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk bimbingan dan/atau kegiatan ekstrakurikuler. Yakni layanan yang membantu siswa dalam alokasi dan distribusi yang tepat di kelas, kelompok belajar,. Melatih siswa untuk karya penelitian ilmiah Kegiatan ini lebih ditujukan pada kelas X dan kelas
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan siswa menjadi tutor sebaya di kelasnya masing-masing.
Hasil Penelitian
- Upacara Bendera
- Tadarus dan Shalat Duha
- ABQ
- Senam Bersama
- Shalat Zuhur dan Ashar Berjamaah
- Mengucapkan Salam
- Senyum dan Sapa
- Membuang Sampah pada Tempatnya
- Kegiatan Spontan
Maka untuk mengatasi fenomena tersebut MAN 22 Jakarta selalu menjadikan kegiatan Upacara Bendera sebagai sarana untuk menguatkan semangat patriotisme dan nasionalisme dalam jiwa siswa. Selain salat Dhuha, merupakan upaya untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah (swt). Jika di negara lain, penulis menemukan bahwa tugas-tugas berikut diberikan kepada siswa sebagai hukuman hanya ketika siswa tidak menyelesaikan tugas tersebut, maka di MAN 22 Jakarta, sebagian besar siswa memahami pentingnya kegiatan tersebut untuk menunjang akademiknya.288.
Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani maka dilaksanakan kegiatan senam bersama yang diikuti seluruh siswa MAN 22 Jakarta bergantian dengan kegiatan ABQ. Mengucapkan salam yang dijadikan program orientasi di MAN 22 Jakarta merupakan salah satu langkah untuk mengajarkan perilaku yang baik kepada siswa.294 Dalam Islam, salam juga diajarkan dalam bentuk Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh yang artinya sapaan. perdamaian. , rahmat Allah dan berkah-Nya atasmu. Penulis berpendapat bahwa mendidik siswa dalam pengelolaan sampah dapat dimulai sejak mereka belajar dan mengajarkan mereka untuk membuang sampah pada tempatnya.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, guru berperan besar dalam memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, dimulai dengan membuang sampah. 304Purnomo, Herawati & Amri, Penggunaan tempat sampah bermotif terhadap perilaku pembuangan sampah di lingkungan sekolah dasar negeri di Kawasan Argomulyo, Sedayu, Bantul. Hal lain adalah jika Anda terbiasa hidup bersih, maka kesadaran Anda untuk membiasakan hidup bersih juga akan besar.307 Seperti yang diterapkan di MAN 22 Jakarta, menciptakan kehidupan bersih merupakan anjuran wajib yang harus dilakukan. dipatuhi oleh siswa dan guru.
Selain faktor tersebut, terdapat juga fasilitas sekolah yang mendukung perilaku siswa untuk membuang sampah pada tempatnya.
Pembahasan atas Hasil Penelitian
PENUTUP
Saran