• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Strategi Rantai Nilai Panas Bumi PT Geo Dipa Energi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengembangan Strategi Rantai Nilai Panas Bumi PT Geo Dipa Energi"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

RINGKASAN

MAHARANI AYUNINGTYAS. Pengembangan Strategi pada Aktivitas Rantai Nilai Panas Bumi PT Geo Dipa Energi (Persero). Dibimbing oleh HARIANTO dan ARIEF SAFARI.

Sebagai BUMN yang mendapat penugasan dari pemerintah, PT Geo Dipa Energi (Persero) dituntut untuk mencapai target yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam pengembangan panas bumi di Indonesia. Melalui ”Road Map Pengelolaan Energi Nasional” pemerintah menetapkan rencana peningkatan pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia secara bertahap hingga 9 500 MW pada tahun 2025, yaitu 5% dari bauran energi tahun 2025. Sementara pada tahun 2019 bauran panas bumi pada energi baru terbarukan (EBT) baru mencapai 21%

dari target yang ditentukan (Dewan Energi Nasional 2019). Selain itu, sebagai BUMN tentunya PT Geo Dipa Energi (Persero) juga dituntut untuk menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga harus efektif dan efisien dalam melakukan proses bisnisnya.

Dengan investasi dan risiko yang cukup tinggi, serta jangka waktu yang terbilang lama membuat para penanam modal tidak banyak berinvestasi di sektor energi ini. Terlebih dengan adanya single buyer, dalam hal ini PT PLN (Persero).

Permen ESDM No. 50 Tahun 2017 menyatakan bahwa harga jual listrik panas bumi adalah sebesar harga biaya pokok penyediaan pembangkitan (BPP Pembangkitan) nasional. Dalam hal BPP pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat di atas rata-rata BPP pembangkitan nasional, harga pembelian tenaga listrik dari PLTP paling tinggi adalah sebesar BPP pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat. Di sisi lain, apabila BPP pembangkitan di sistem ketenagalistrikan sama atau di bawah rata-rata BPP pembangkitan nasional, harga pembelian tenaga listrik dari PLTP ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak.

Saat ini kondisi BPP Pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat lapangan eksisiting PT Geo Dipa Energi (Persero) berada di bawah rata-rata BPP Pembangkitan nasional, sehingga harga pembelian tenaga listrik untuk penambahan kapasitas ataupun menambah area pengembangan baru akan ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak. PT Geo Dipa Energi (Persero) telah melakukan negosiasi dengan PT PLN (Persero) dalam kurun waktu 2 (dua) tahun sejak Permen ESDM No. 50 Tahun 2017 diterbitkan. Namun hingga saat ini belum mencapai kesepakatan karena dari hasil negosiasi, PT PLN (Persero) hanya mau membeli tenaga listrik dari PTLP milik perusahaan seharga BPP Pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat, dimana harga tersebut berada di bawah harga beli listrik eksisting. Hal ini menyebabkan PT Geo Dipa Energi (Persero) belum berani melaksanakan rencana pengembangan karena harga beli listrik yang ditetapkan oleh PT PLN (Persero) dianggap tidak memenuhi aspek keekonomian.

Kondisi ini membuat tantangan bisnis perusahaan bukan hanya sekedar mengenai ketersediaan sumber dayanya, tetapi bagaimana perusahaan dapat menciptakan BPP Pembangkitan yang optimum sehingga perusahaan tetap dapat memperoleh margin sebesar-besarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sebuah strategi agar PT Geo Dipa Energi (Persero) dapat melanjutkan ke tahapan pengembangan sebelum dilakukan spending investasi yang besar.

(2)

Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisa rantai nilai pada PT Geo Dipa Energi (Persero), (2) menganalisa kondisi eksternal dan internal PT Geo Dipa Energi (Persero) yang dapat mempengaruhi terciptanya biaya pokok penyediaan pembangkitan yang optimum (3) menganalisa posisi strategis PT Geo Dipa Energi (Persero) dalam industri panas bumi Indonesia, (4) merumuskan alternatif strategi yang dapat dilakukan PT Geo Dipa Energi (Persero) dalam menghasilkan biaya pokok penyediaan pembangkitan yang optimum, dan (5) memutuskan prioritas strategi yang tepat digunakan oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) dalam menghasilkan biaya pokok penyediaan pembangkitan yang optimum.

Penelitian dilaksanakan pada April 2018 hingga Mei 2019. Pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan teknik judgement sampling. Tahapan pertama yang dilakukan adalah menghimpun informasi mengenai kondisi umum PT Geo Dipa Energi (Persero) dan stakeholdernya, kemudian dilakukan analisis deskriptif terhadap rantai nilai perusahaan. Tahapan selanjutnya adalah menganalisis lingkungan eksternal dan internal perusahaan. Hasil dari analisis eksternal dan internal disajikan dalam matriks EFE dan IFE. Dengan nilai yang dihasilkan pada matriks EFE dan IFE, kemudian dilakukan analisis matriks IE untuk mengetahui posisi strategis perusahaan dalam industri panas bumi Indonesia.

Selanjutnya dilakukan penetapan dan penyelarasan sasaran dengan misi perusahaan.

Proses selanjutnya adalah melakukan analisis TOWS untuk memberikan beberapa alternatif strategi yang dapat dipilih oleh perusahaan dengan mempertimbangkan posisi strategis perusahaan yang dihasilkan dari analisis matriks IE. Setelah itu dilakukan pemilihan prioritas strategi menggunakan AHP. Hirearki dalam AHP terdiri atas fokus, aktor, faktor, kriteria, dan alternatif strategi.

Dari hasil pengolahan data, alternatif strategi yang menjadi prioritas pertama untuk mencapai fokus optimalisasi biaya pokok penyediaan pembangkitan di PT Geo Dipa Energi (Persero) mengacu pada posisi strategis perusahaan yang tumbuh dan berkembang adalah melakukan koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) dalam negosiasi rencana pengembangan (0.24); strategi prioritas kedua adalah meningkatkan keunggulan pengelolaan SDM, khususnya kebutuhan core di bidang pengeboran (0.20); strategi prioritas ketiga adalah menggunakan status BUMN sebagai akses untuk mempermudah mendapatkan pendanaan dan hibah dalam rencana pengembangan area prospek baru (0.14;) strategi prioritas keempat adalah mencari mitra yang kompetitif sebagai subkontraktor pengeboran (0.12); strategi prioritas kelima adalah melakukan kerjasama dengan mitra kompeten (lokal dan asing) untuk pengembangan teknologi dan keahlian yang lebih handal dan efisien (0.09); strategi prioritas keenam adalah menerapkan lean manufacturing untuk peningkatan efisiensi dan mutu kegiatan operasional perusahaan (0.07); strategi prioritas ketujuh adalah bekerja sama dengan Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) untuk menyiapkan masukan dan usulan kepada Pemerintah terkait kejelasan regulasi (0.06); strategi prioritas kedelapan adalah menerapkan dan mensertifikasi sistem manajemen terintegrasi mencakup ISO 9000, 31000, dan 55000 (0.05);

strategi prioritas kesembilan adalah menerapkan sekuritisasi aset dalam pengajuan pinjaman pendanaan untuk tahapan eksploitasi (0.04).

Kata kunci: industri panas bumi, panas bumi, pengembangan strategi, rantai nilai

Referensi

Dokumen terkait

(Studi Analisis : Optimalisasi Pemanfaatan Panas Bumi sebagai Alternatif Energi Baru dan Terbarukan di Sumatera Utara).. Arini Hafsari

Islandia merupakan salah satu negara maju yang terdapat di belahan bumi utara yang telah sangat efektif menggunakan energi alternatif panas bumi dalam memenuhi kebutuhan

Pada dasarnya proses hulu adalah proses dimana uap panas di ambil dari dalam tanah dan kemudian di lakukan treatment pada uap dan air atau brine hingga uap panas tersebut

Pemodelan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui parameter apa yang paling berpengaruh terhadap proses pembentukan scaling silika di jalur injeksi brine, terkait dengan

Pemodelan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui parameter apa yang paling berpengaruh terhadap proses pembentukan scaling silika di jalur injeksi brine , terkait dengan

Panas bumi sebagai energi dengan tingkat emisi yang rendah, mempunyai potensi sumberdaya yang besar dan terbarukan sangat berpeluang menjadi sumber energi alternatif