PENGENI}ALIAN HAMA PEI\GGEREK BATANG TEBU DENGAI{ PARASITOID TELUR Trichogramma spp.
KARYA ILNIIAH
Oleh
:IT.
YIISNIAR LUBIS
MP.
131.860.646UNTVERSITAS MEDAN AREA r^II(UTTAS PERTANTAN
MEDAN 2000
\
-.e.f"C.Ttt*
'i': j-{.i-$.}\
;{ ii-j:::;liI
,'.' j
....,;;i';. i)*, '\'
w9
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
segalapuji
dan syukur penulis panjatkanke
hadiratAllah
SWT yang telah memberikan kesehatan dan rahmat-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan karya ilmiahini
dengan baik.Karya
ilmiah ini
berjudul"Pengendalian Hama
PenggerekBatang
Tebu denganParasitoid Telur Trichogramma
spp.", yang bahan-bahan penulisannya diambil dari berbagai literatur atau referensi (studi pustaka). Tulisanini
bertujuanuntuk
mengetahuiarti potensi dan
kemampuan parasitoiddalam
pengendalian hama penggerek batang tebu.Penulis
menyadari masa terdapat berbagai kekurangandalam
penulisankarya ilmiah ini, namun
besar harapanpenulis
semogakarya ilmiah ini
dapat menambah i nformasi bagi p ihak-pihak yang berkepentingan.Medan,
September 2000 Penulis,Ir.
Yusniar LubisDAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
....I. PENDAHULUAN
II HAMA
PENGGEREKBATANG
TEBU1. Macam-macanl Penggerek Batang Tebu ....
2. Tanda-tanda Pengenal...
3
Siklus Hidup4
Akibat-akibat Serangan Penggerek BatangIII.
PARASITTELUR
Trichograntma spp.l.
Sistematika...2. Jenis dan Penyebarannya...
3. Morfologi ...
4 Biologi
5
Ekologi.IV. USAHA
PENGELOLA{{
PARASIT TELUR..V.
PELEPASAN PARASITDI LAPANG..
.l.
Cara Pelepasan.2. Saat Pelepasan
5
7
34 35
1l
1tt4
15
l6 l7 t7
23
29 34 i
ii
3. Jumlah Parasit VI. KESIMP{TLAN...
yang Dilepas di Lapangan dan Hasil Pelepasan 36 39
DAFTAR PUSTAKA
41I. PENDAHULUAN
Tebu
merupakansalah satu
tanaman perkebunanpenting
karena yang menghasilkan salah satu kebutuhan pokolqyaitu gula.
Hingga saatini,
Indonesia masih mengimporgula untuk
memenuhi kebutuhandi
dalam negeri, sedangkan perkebunangula
yang adadi
dalam negeri terus mengalami kemunduran, baik dalam produksi tebu batang maupun dalam produksigula.
Berbagai kendala yang dihadapi dalam perkebunan tebu, yang hampir sama dengan komoditi perkebunanlainny4 yaitu
hama dan penyakittanaman. Dalam katya ilmiah ini,
difokuskan pada hama yang menyerang tanaman tebu.Banyak sekali binatang yang menyerang tanaman tebu, akan tetapi yang umum
memiliki
potensi merusak adalahtikus,
ulat penggerek, nemotoda dan lain sebagainya. Dalamhal ini
yang dibahas adalah hama penggerek batang tebu (ulat penggerek).Hama penggerek batang tebu selalu mendatangkan kerugian yang besar di daerah penghasil tebu gula,
baik di
luar negeri maupundi
Indonesia.Untuk
tidak mendatangkankerugian yang besar, maka perlu diadakan
tindakan-tindakan pemberantasan. Menurut Metcalfe danFlint
(1962) dan Boedrlono (1970a), bahwa padaprisipny4
tindakan-tindakan pemberantasan hama dapat diringkaske
dalam 6 golongan:1.
Pemberantasan melalui teknik bercocok tanam,2.
Pemberantasan secara mekanis,3.
Pemberantasan secara kimiawi,4.
Pemberantasan secara biologi, yaitu dengan menggunakan : a. Parasit dan predatorb. Jasad-jasad patogen
c. Serangga jantan yang mandul.
5.
Pemberantasan dengan penanaman jenis-jenis varietas yang tahan6.
Pemberantasan dengan undang-undangPemberantasan
hama
penggerekbatang tebu yang dibicarakan
disiniadalah pemberantasan secara biologis yaitu penggunaan parasit
telur Trichogramma spp.Parasit-parasit
telur
T'ricltogyammaspp. secara alami
menyerang danmemparasiter telur-telur penggerak yang ada di pertanaman. Oleh
karenapembiakan
di
laboratorium serta penyerangannyadi
lapangantidak sulit
dan adajenis-jenis
Trichograrnma spp yang memparasiterbaik
penggerek pucuk maupunpenggerek batang.
Berdasarkan kenyataantersebut, maka dipandang
perlu mencoba kegunaannya dalam pemberantasan penggerek-penggerek tanaman tebu yang terdapatdi
Indonesia (Soetanto etal,
1914). Parasittelur ini
dapat dipeliharadi
dalamtelur
lebih dari 200 spesies yang tergolong ke dalam 7-8 ordo (Matheson,1 e50).
Trichogramma
spp. dapat menurunkan serangan penggerekpucuk
dan penggerek batangtebu di
lapangan sehinggamempunyai arti penting
dalam pemberantasan secara biologis(Lim,
1973 a.b,Pan danLim,1974).
Jika
tidak
ada gangguan apapun kerapkali keseimbanganbiologis di
alam berada dalam keadaannormal,
sehingga syarat-syarathidup bagi
penggerek itubaik,
maka syarat-syarathidup baik
pulabagi
parasit-parasitnya. Pemberantasan secarabiologis
memberikanhasil yang
memuaskandi
negarayang beriklim
tropis, dimana taflaman tebu terdapat sepanjang tahun (Soetanta et.al, 1974).Di pulau Jawa
cara pemberantasanhama
penggerek batangtebu
yangefektif
dan dapat dipakai secara meluas belum ditemukan (Boedijono(a),
1970).Hama penggerek batang tebu selalu mendatangkan kerugian yang besar
di
negera- negera penghasil gula. Penggerek batang tebu yangpenting di
Indonesia adalah Chitoauricilus
danChilo
sacchariphagus(Han,
1965).Di
Malaysia adalah Chilo sacchaphacus, Sesamia inferens dan Prahmatoecia gumata (Pan danLim,
1974).Sedangkan
di
Kuba dan Lausiana adalahDiatmea
sacchqralis Fabr(Han,
1965).Hama-hama tersebut
di
atas merupakan seranggatropis
yangdikenal
sejak awal pertengahan abad ke 19(Hazelhoff,l929a).
Penggunaan insektisida untuk pemberantasan hama akan memberikan hasil yang memuaskan apabila dilakukan secara
kontinyu (Metcalf
danFlinn,
1962).Hal ini tidak mungkin dilakukan
terutamajika ditinjau dari segi
ekonomis(Boedijoo, l97l).
Penggunaaninsektisida cenderung digunakan
bilamanadiperlukan saj4
misalnyajika terjadi explosi. Oleh karena itu
pemberantasan secarabiologis
merupakan cara yang sederhana denganbiaya murah
danjuga terjadi
keseimbanganbiologis di
alam.Dari
percobaanyang dilakukan
Smith, (1933) tampak serangan hama penggerek batang tebudi
pertanaman yang dilepasiparasit
telur Trichogramma spp adalah sebesar 23o/o, sedangkandi
kebun kontrol sebesar SAo/a, makajelas parasit telur Tricchograma spp dapat
rnenurunkan populasi hama penggerek batang di lapangan.Agar usaha
pemberantasanbiologis berhasil dengan baik,
makapengetahuan tentang
biologi,
taxonomi dan ekologibaik
parasit maupun predator dianggap sangat perlu.4
II. HAMA PENGGEREK BATANG TEBU
Hama
penggerek batangtebu
dapatdibagi dalam dua kelompok
umum yangterdiri Chilo zok
danDiatraea Guild,
yang merupakan generayang
samapenting (Bleszynski, 1969). Mengingat
besarnyakerugian yang
ditimbulkanhama
penggerek batang,maka
sudah sewajarnya apabilapara
pengusaha tebu berusaha memberantasnya (mengardalikannya).Dalam mengendalikan
hamqterlebih
dahulu perlu diketahui jenis-jenis hama yang dihadapi,sifat
penyerangan dan cara hidup hama yang bersangkutan (Boedijono, L970a).l.
Macam-macam Penggerek Batang TebuPenggerek batang tebu termasuk dalam ordo Lepidoptera yang merupakan ordo terbesar,
memiliki
sifat perusak dan mempunyaiarti
ekonomis yang penting.Berikut ini disajikan daftar
macam-macampenggerek batang tebu
serta penyebarannya.6
Tabel 1. Macam-macarn Penggerek Batang Tebu dan Penyebarannya
No. Macam Penggerak Familia Penyebaran
1 Chilo
auricilius
Dudgeon:
Chiloauriciallia
(Penggerek batang berkital)
Pyralidea
Jaw4
Thailand,Philipina
Formosa, Ceylon,Birm4
Borneo, Sanghai 2. Chilo sacchariphagus
Bojer
:
Proceras sacchariphagusBojer
:
Chilo mauriciellus Walker:
Diantrasaatriatalis
Snellen (Penggerek batang bergaris)Pyralidae Jawa
Mauritis,
Reunion Madagaskar, Texas LouisianaJ. C hi la infirs cacateilzs Snellen
:
Chiloteraea infusvatella
(P enggerak batang kuning)
Pyralidea Jawa
Formosa,
Malaysi4 Indi4
Afganistan,Philipina Louisian4
Texas.
4.
Chilo
venosatusWalker
:
Diantaraea venosatus Hapson:
Procerqs venosatus KapurPyralidae Jawa
Philipina
Singapur4 Borneo, Farmos4 CinaBorneo, Formosa, Cina
5. Eucoema schistaceana
:
Grapho litlti s tas e ana sne I I e n (Penggerek batang abu-abu)Tortricidae Jawa
Taiwan,
India Philipina
6. Se samia inferens
Walker
:
Sesamia nonagriades Lef. Var.A I b i cia liata .s ne I len (Penggerek batang jabon)
:
Sesamia vttteria Stol.Agrotidae (Noctuidae)
Jawa Jepang
Taiwan, India,
Philipina
7 P hragmatoe c i a castane ae (penggerek batang raksasa)
Cassiedae Sumatera
Utara
Sumatera Barat
8. Phragmatoecia gumata Cassidae Malaysia Sumber : Ramli, Zuraida dan Zainal
Abidin,
I 986.2.
Tanda-tanda
PengenalPenggerek-penggrek batang tebu yang umum terdapat
di
perkebunan tebudi
Indonesiaterdiri dari lima
species, akan tetapi yang paling penting dari kelima spesies tersebut adalah penggerek batang bergarisChilo
sacchariphagus darrpenggerek batang berkilat Chilo auricilius (Handoko, 1976). Telur,
ulat, kepompongdan imago dari tiap jenis
penggerek batang tersebut mempunyai tanda-tanda pengenal tersendiri (Boedij ono, I 97 0a).2.1.
Telur
Telur-telur
penggerek pada umumnya berwarnaputih
kuningjerami
dan berbentuk bulat lonjong. Imago meletakan telur secara berkelompok (Metcalf danBrenierg
1989) kecuali penggerek abu-abu tidak mempunyai kebiasaan melaakantelur dalam kumpulan-kumpulan (Boedijono, 1970a). Tiap-tiap
kelompok biasanyaterdiri
daritujuh
sampai tiga puluh butir telur atau lebih. Kumpulan telur biasanya tersusun seperti susunan genteng yang jumlahnya bervariasi yaitu:l.
Dalam dua sampaitiga baris (Sesamiu inferens danChilo socchariaphagn).2.
Dalam tiga sampai lima baris (Chilo infiiscatellasdanChilo
auricilius).Tempat meletakkan telur dari tiap jenis panggerek juga berlainan yaitu:
Di
atas helaian daun.
Chilo sacchariplrugusDi
sebelah bawah pelepahdaun
'. Chiloauricilius
a.
b.
c. Di
sebelah dalam pelepahdaun :
Sesamia inferens7
d. Di
sebelah luar pelepah daune. Di
pangkal daunLama stadium telur antara4-5 hari.
Eucosma schistanceana
Chilo
infircatellus.2.2.
Ulat
Pada umumnya
ordo
Lepidopteramemiliki
bentukyang
sempurna baikkepal4
thora<(3
ruas) dan abdomen(10 ruas). Kerapkali
penggerek bergarisdisangka sebagai penggerek berkilat atau kuning, begitu pula
sebaliknya.Kekeliruan ini
disebabkan karena ketigajenis ulat
penggerekitu
sangat mirip.Kalau ketiga jenis ulat
penggerekbatang ini diamati
denganteliti,
tampak perbedaan yangjelas. Akan
tetapi tanda yangpaling
mudahuntuk
membedakan ketigajenis
ulat tersebut adalah gambar bergaris. Garis membujur pada dada ulat (Boedijono, 1970a).Ulat-ulat
penggerekberkilat dan
penggerekkuning
masing-masing adalima garis membujur
pada badanny4 hanya saja pada mesothorax
penggerekkuning
terdapat perisai bercincin berwarnake
abu-abuan. Garis-garis membujuryang melalui
tengah-tengah badan tanpajelas pada
penggerekberkilat.
Padapenggerek bergaris hanya ada empat garis membujur, karena
garis-garis membujurmelalui
tengah-tengah badannyatidak
ada. Pada penggerek abu-abu dan penggerekjembon tidak
terdapat garis-garis membujur. Penggerek abu-abuberwarna
kuning
kelambu dan penggerekjambon
berwarnajambon
atau merah jambu.Lama stadium
ulat
antara 13-42hari,
dan panjangulat
umumrrya2,5
cm.Ulat
penggerek bergaris mengalami pergantiankulit
sebanyak6 kali,
sedangkan penggerekkilat
mengalarni pergantiankulit
sebanyak 5-9kali,
akan tetapi pada umumnya menjadi pupa setelah pergantiankuliut
ketujuh (Handojo, 1976).2.3.
Kepompong
Kempompong penggerek
lebih
samayaitu kuning
jerami (Metcalf danFlinf,
1962).batang
tebu bertipe
obtecta, warnanya kurang kecoklatan. Masa kepompong antara5-11
hariKepompong dari setiap
jenis
penggerek mempunyai tanda-tanda tersendiri.Perbedaan
kepompong dari kelima jenis
penggerektersebut adalah
sebagai berikut:Garis-garis membujur yang terdapat
di
punggungulat
masihjelas
kelihatanpada kepompong
penggerekberkilat dan
penggerekkuning.
Penggerekberkilat
mempunyai deretangerigi-gerigi kecil
yang mengarahke
belakang dan pada bagian kepala kepompong ada duatonjolan
seperti tanduk. Pada punggung bagian atas ruas pupa penggerek bergaris terdapat suatu daerahberbintik-bintik
halus seperti pasir.Di
atas daerah tersebut terdapat tonjolan-tonjolan garis membujur yang pendek dan
berwarna suram. Kepompong9
10
penggerek abu-abu, pada bagian pungguttg ruas-ruas
di
bagian belakang terdapat suatupita
melingkari ruasdi bagian
atas, pitatersebut pada bagianbelakangnya dibatasi oleh garis-garis pendek dan kuat.
Kepompong penggerek jambon dilapisi oleh serbu berwarna biru muda.2.4.lmrgo (Kupu-kupu)
Imago (kupu-kupu)
penggerek batang pada umumnya berwarna kuningjerami.
Panjang sayap depan dibentangkankira-kira
satuinchi,
dengan tanda yangkhas yaitu
adanya noda-nodahitam, karena itu
sayapdepan di pakai
untukmembedakan kel i ma j eni s kupu-kupu penggerek batang.
Warna
sayap penggerek bergaris adalahkelabu dan
pada bagian tengah sayap ada noda-noda hitam. Pada sayap penggerak bergarisjuga
demikian, hanyasaja pada noda tersebut ada bintik-bintik emas dan
sayapnyajuga
berkilat.Penggerak kuning warna sayapnya coklat suftrm dan
tidak
ada gambar pada noda- noda.Pada penggerek berkilat dan penggerek kuning mempunyai
ocelli, sedangkan pada penggerek abu-abu sayapnyaberwarna
kelabu dengan gambar kuning coklat dan kelabu hitam, Penggerek jambon wanur sayapnya kuning jerami dengan gambar berupa sisik berwarna coklat tua(Boedijono,
1970a).i1
3. Siklus
Hidup
Banyaknya generasi yang
terjadi
dalam satutahun
antaralain
tergantungdari
panjang siklus hidup penggerek-penggerek. Pada umumnya ada 4-5 generasidalam
setahun.Berikut dikemukakan lamanya masa
pertumbuhantelur
dankepompong dari kelima penggerek batang tebu tersebut.
Tabel 2. Masa Pertumbuhan Penggerek-penggerek Batang Tebu
4. Akibat-akibat
Serangan PenggerekBatang
Hama penggerek batang tebu,
baik
penggerekpucuk
maupun penggerekbatang merupakan hama penting yang selalu
mendatangkankerugian
besar sepanjangtahun, baik di
Indonesiamaupun di
negara-negara penghasil gulaJenis Penggerek Masa Pertumbuhan (hari)
Telur Ulat Kepompong Jumlah 1. Penggerek batang bergaris
( P ro c e ras s ac c ha ri p ha gus\
+8
37-40 t2
57-60
2. Penggerek batang berkilat (Chilo
auricillus)
5-6 2l
41 5*7 3l -54
3. Penggerek batang kuning
(C hi lo tra e a infits cate I la)
7*8 38-42 7-8
52 584. Penggerek batang jambon (Sesamia inferens)
4-7 +21 9-
l1 34-39
5. Penggerek batang abu-abu (Euc osma s c his tac e ana)
3-5 l3
18 7-to
24 JJSumber : Boedijono (1970)
t2
lainnya. Kerusakan yang
terjadi
pada tanaman tebu disebabkan karena seranganulat-ulat
penggerek.Ulat
instar pertama berkeliaran dalamwaktu yang
pendek pada daun-daun tebu, kemudian membuat lubang masukke
dalam batang tebu.Lubang
gerekyang
dibuat menujuke
atas ataumenuju ke
bawah kadang kala mencapai menembus ke luar dan kemudian membuat lubang gerekdi
tempat lain.Ulat-ulat
ini
menyerang pada tanaman yang masih muda maupun yang sudah tua.Apabila yang digerek itu
internodiayang masih terlau muda
tanamanmungkin
akanmati
atau kalau masihhidup,
bentukpucuk
akantumbuh
seperti kerusakan karena penggerek pucuk (Hazelhoff, 1929a).Kerugian
karena hama penggerektebu, baik
penggerekpucuk
maupun penggerek batang, rata-rata9,6
oh(tahun
1_93A-1933)dan
rata-rata 8,9 a/o pada tahun 1957 (Soetanto atal,l974),
dan kerugian karena serangan penggerek batangsaja
ratatata 3,2
o/o padatahun
1957.Kerugian
sebesar3,2
o/orni lebih
kurang sama dengan 26.50Aton
gula yang hilang. Penentuan kerugian karena serangan hama penggerek batang tebudi Amerik4
menyebabkan menurunnyahasil
gula sebesar+
15 yo dengannilai
rata-ratal0 juta
dollarUS.
Sedangkandi
Jawa 26 % + 2Yo.Lorong-lorong gerek
pada tanamantebu
sebagaiakibat
serangan hama penggerek batangtebu
menyebabkan berattebu
menurun sehingga mengurangi produksigula.
Selainitu
lorong-lorong gerek dapat mempengaruhi pertumbuhan13
ruas-ruas
di
sebelahatasny4
sehinggatidak tumbuh
dengannormal.
Lorong- lorong gerekini
dapat pula sebagai sumber infeksi penyakit daniuga
merangsang tumbuhnya tunas-tunasbaru yang
menghasilkan segolon-segolan dengan kadar gula yang rendah.Akibat
lainnya menyebabkan rebahnya tanaman atau patahnya bagian tanaman.III. PARASIT TELUR Trichogramrnt
spp,Familia
Trichogrammatidaeyang termasuk ordo Hymenoptera
dalamSuper Fanilia
Chaloidae, adalah suatu golongan dengansedikit
genera yangbertindak sebagai parasit telur.
Beberapa spesiesdari familia ini
bersifatkosmopolit. Trichogramma
spp. termasukfamili ini dan
perLamakali
diamati menyerang telur-telur penggerek batang tebu sebelum tahun1900 (Inggran
et.al, 1950). Parasitini juga
menyerang telur-telur lebih dari 200 spesies dari ordo-ordoLepidoptera, Hymenopter4 Neuropter4 Liptera dan Hemiptera (Metcalf
danFlin{
1962). Juga dapat dipelihara dan dibiakkan dalamjumlah yang
besar di laboratorium (Metcalf dan Breniere, 1969).Anggota dari famili
Scelionidae(Hymenopter4
Proctatrupoidae)juga merupakan serangga yang bertindak sebagai parasit telur terhadap
hama penggerek batang tebu, akan tetapi tidak umum digunakanuntuk
pemberantasan secara biologis (Metcalf dan Breniere, 1969).Banyak
parasityang
efisien hanya kalaujumlah yang
dilepas berlimbah- limpah. Faktor yang mempengaruhi efisiensi parasit antaralain
ialah kemampuanparasit untuk
menemukaninang yang
dipengaruhioleh mobilitas parasit
itusendiri.
Sedangkanfaktor luar yang
besar pengaruhnya adalahiklim
setempat (Soetantoet.al,
1974). Jika tidak ada gangguan apapun, keseimbangan biologis di15
alam dalam
keadaannormal, jadi
apabilapopulasi telur inang
dipertahankantinggi,
makanilai
parasitismejuga
bertambahtinggi.
Halini
disebabkan cepatnya penyerangandan
penyebaran berdasarkanatas siklus hidupnya yang
pendek.Telur-telur
penggerektelah mulai di jumpai
pada pertanamantebu yang
telahberumur dua sampai tiga bulan dan ternyata banyak di parasiter
olehTricho gramma (Boedijona, I 97 2).
l.
SistematikaBerhubung banyak parasit telur yang
menyerang penggerek-penggerek batang tebu pada khususnya dan serangga-serangga perusaklain
pada umuinny4maka
pengetahuantentang
sistematika sangatdiperlukan untuk
membedakan parasit-parasit telur, baik spesies, genus, maupun familia.Adapun sistematika parasit telur
ini
adalah sebagai berikut:Ordo :
HymenopteraSub
Ordo :
Apoorita (Clistogastr4 Petiolata) Superfamilia :
ChalcidoideaFamilia Genus Species
:
Trichogrammatidae:
Trichogramma:
Trichogramma spp.16
2. Jenis dan Penyebarannya
Banyak
jenis
speciesTichogrammta
yang terdapatdi
alam.Berikut
akan dikemukakan mac€rm-mactlm spesies Tricho gramma dan penyebarannya.Tabel 3. Distribusi Trichogramma spp yang Menyerang Penggerek di Pertanaman
Spesies Penyebaran
Tri cho gramma aus
tralicum
Gir .Tri cho gramma
j
apancam Ash.T ri c ho grammq manum (Zehnt) . Tri cho gramma fas ciatum P erk.
Tricho gramma perkins
i Gir.
Tri c ho gramma mi ni tum Riley Tri cho gramma nana Zehnt.
Tri c ho gramma evan e as c ens m inutum Rilev
Jaw4 Formos4 Madagaskar,
Mauritius,
Philipina (Introduksi) China (Tricho gra mma evanes cene Westw.)Jaw4 Philipina (Introduksi), Formosa Jaw4 Formos4
Indi4 Malay4
Philipina
MauritiusKepulauan
Karibia
Amerika Utar4
Amerika Tengah, Amerika Selatan Colombia
Jaw4
Indi4 Lousian4
MaJaya,Philiphin4
Taiwan MalaysiaMysore,India
Sumber : Soetanto et.al (1974)Tingkat
kolonisasi parasit dan penyebarannyadi
lapangan sangatlahpasif
dimana arahdan luas
sebarnyadi
pengaruhioleh angin. Dari
percobaan yang pernahdilakukan di Taiwan,
Trichogrammaaustralicam
menyebar sejauh 20 meter selama2a
jam.Di Pin L*g,
parasit rnenyebar sejauh42 m
selama4 hari
pada musim rontok dan 36 m pada musim semi (Su, 1973). Di
Lousiana77
menyebar
di
bawah pengaruh angin sejauh 166 meter dari pusat pelepasan selamatigaminggu,2S
meter selama24
jamdan 33 meter selama 48 jam.Apabila
populasi penggerekdi
pertanamanitu
rendahnilai
parasitisme Trichogramma jugarendah (Metcalf dan Breniere, 1969).3.
Morfologi
Morfologi famili
Trichograrnmatideapada urnumnya sebagai
berikut:serangga
dewasa berukuran sangat kecil,
panjangnyaantara 0,37-100
mm.Tarsinya
adatiga
segmen. Sayap depanlebih
besardari
sayap belakang. Pada masing-masing sayap ditumbuhi rambut yang berususun rapi dalam barisan. Pada bagian tersebut ada gambaran berupabintik-bintik
yang membentuk garis lekuk.Itrlatanya berwarna merah, antenanya
bertipe
geniculate.Antena
pada seranggabetina tidak tumbuh rambut, bentuk kepala agak
pendek,wama
badan hitamkegelap-gelapan dan merupakan sifat yng karakteristik dari
speciesTrichogramma (Metcalfe dab breniere, 1969).
4.
Biologi
Perkembangan
hidup dari
semua speciesTrichogramma
adalah sama.Telur
dengan ukuran panjanglebih kurang 0,1 mm diinjeksikan ke
dalam telur inangnya dan selanjutnya melekatkandiri
sebelumtelur
parsititu
menetas. Adatiga
stadia dalam pertumbuhan larva yang keseluruhannya berkembangdi
dalam18
inang. Dalam
waktu
yang berlangsung lambat,embrio
inang akan pecah karenaproses penguraian dan keluarlah
parasit-parasittersebut. Dengan
demikian perkembangan parasit telur Trichogramma mulai dari telur sampai menjadi imago berlangsung di dalam telur inang (Anonimus, 1970).Sejak
larva instar ke tig4 telur-telur
inang yang terparasit pada seluruhlapisan chorionnya berwarna hitam. Dan tanda ini merupakan sifat
yangkarakteristik dari
semuatelur-telur inang yang
terparasiteroleh
Trichogyamma spp (Boedijono, 1971).4.1. Sex Rasio
Mengenai sex rasio walaupun bervariasi, akan tetapi pada umumnya selalu
mengikuti
urutan2 : I
dimanajumlah
betinalebih
banyak dibandingkan denganjumlah jantan.
Sexrasio dari
parasittelur
Trichogramma spp yang dipelihara padatelur-telur Circyra cephalonica rat*rata adalah I : 1,9;
sedangkan yangdipelihara pada telur Eucosma isogramma rata-rata adalah
| .
2,5(Lim
dan Pan,1974). Jadi
perbandingan antara seranggajantan dan
betina pada parasit telurTrichogramma
spp selalulebih
banyakyang
betina. Temperatur mempengaruhisex rasio
secarapositif, yaitu terhadap tenaga hidup (vitalitas) dari
sperma (Metcalfe dan Breniere, 1969).19
4.2. Fecundity
Fecundity spesies Trichogyamma spp. bervariasi antara 20
-
30 butir telurper induk.
Faktor-faktor yang mempengaruhi fecundityini
menurutLim (i973)
adalah :Spesies parasit, Inang.
Umur dari parasit, yang tergantung kepada .
1)
Suplay bahan makanan (gula dan air)2)
Tersedianya telur inang3)
Temperatur dan kelembaban4)
Aktivitas induk.Mengenai supplay bahan
makanan,maka
tersedianya sucrosedan air
akan memperpajang umur induk parasit (Anonimus,lg7).
Sebelum membuat lubang
telur
dan peletakantelur itu
berlangsung induk parasitterlebih
dahulu mendekatitelur
inanguntuk
mengetahui belum tidaknyatelur inang
tersebut diparasiteroleh induk
parasitlain.
Pekerjaanini
dilakukan oleh kantungtelur
antenanya. Sedangkanjumlah telur-telur
parasit pada tiap-tiaptelur inang
adalah bervariasi,akan tetapi dalam suatu telur inang
umumnya terdapat satutelur
parasit dan jumlahnya akan bertambah menurut besarnya telur inang(Lim,
1973a).a.
b.
2A
a.
b.
c.
d.
Banyaknya
telur parasit dalam setiap butir telur inang adalah
sebagai berikut:Satu butir parasit di dalam telur Sitotroga cerealella.
Dua butir telur parasit dalam telur Corcyra cephalonica.
Dua sampai tiga butir parasit di dalam telur Diatreaea saccharalis.
Tiga sampai empat butir telur parasit di dalam telur Chilo sacchariphapys.
Delapan sampai sepuluh butir telur parasit
di
dalam telurPapilio
tlemodoctts.Mengenai
waktu
peletal<antelur di
dalamtelur-telur
inang ada perbedaan pendapat.Menurut Metcalfe dan Breniere (1969)
parasit-parasitpada
waktu peletakantelur
langsung membuat lubang rnasuk kedalamchorion
dengan tidak mengindahkan masa pertumbuhanatau
perkembangantelur inang,
akan tetapi menurut boedijono, (1971)telur-telur inang yang
sudah nerumur duahari
atau lebih kurang disukai parasit.Mengenai rata-rata parasit yang menetas
dari telur-telur
inang (emergingrate) tergantung dari telur-telur inang yang diparasiter, yaitu
untukTrichogrammatoidea mana Gir., yang diperlihara dalam telur
Eucosma isoEyamrna adalah 8A o/o. Sedangkanyang dipelihara
dalamtelur-telur
Corcyra cephalonica adalah90 % (Lim,
1973a). Perkawinan parasit berlangsung secaracepat dan
parasit-parasittelur Trichogramma ini mempunyai sifx facultatif
parthenogenesis.
2l
a.
b
Pada suhu 30 oC dan
kelembaban80 oA, fecundity
'Trichogrommaaustralium
adalah43 butir,
Trichogrammajaponicum adalah 67 butir
dan Trichogramma minitum 76 butir (Metcalfe dan Breniere, 1969).4.3. Siklus
Hidup
Siklus hidup species Trichogramma amatlah pendek dan bervariasi. Waktu yang diperlukan
untuk
menyelesaikan satu siklus hidupnyalebih
kurang depalan hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus hidupnya antaralain
:Temperatur
Kelembaban
relatif
yang berpengaruh terhadap rala-rata parasit yang menetas dari telur inang (emerging rate).c.
Kecepataninduk
dalam mendapatkan inang(host.ftnding)
dantidak
adanya hal-hal yang mempengaruhi dalam kelangsungan hidupnya (survivat).d.
Cahayae.
Kecepatan adaptasi, terutama terhadap lingkungan hidupnya.f.
Typeiklim
(Matcalfe dan Breniere, 1969)Pada temperatur 28 oC dan kelembaban 52,8 % siklus
hidupTrichogrammatoidea mana yang dipelihara pada
telur-telur Corcyra
cephalonica selesaidalam waktu 5-8 hari.
Pada temperatur28 - 30 oC, siklus
hidupnyadiselesaikan dalam waktu 6-8 hari. Siklus hidup Trichogramma dari
waktu22
peletakan
telur ke
dalam telur inang sampai tumbuh menjadi dewasa pada musim panen adalah 9-15 hari.Pada
suasananormal di Indonesia satu siklus hidup
Trichogramma diselesaikandalam waktu tujuh hari
(SoetantoeLal, 1974). Perincian
waktu yangdibutuhkanuntuk
pertumbuhan Trichoglammaaustralicum Gir.
dalam telur inangBracmia modicella di
bawah temperatur26 "C
dengan kelembaban 80 % dalah sebagai berikut:Tabel 4.
LamaWaktu
Setiap Stadium pada Suhu26'C
Stadium Lama waktu
Telur Larva
I Larvall
Larva
III
Prepupa Pupa
25 1am 27 larn 23 jarn
53 1am
28 1am
5%jarn
Dengan demikian siklus hidupnya diselaikan dalam waktu 8 hari 6
jam(Anonimus,
1972), sedangkan percobaandi
Laboratorium dengan menggunakan inangLorcyra
cephalonica (Stn) pada temperatur 28 "C adalah sebagai berikut:23
Tabel 5.
LamaWaktu
Setiap Stadium pada Suhu28"C
Stadium Lama waktu
Telur
Lawa
seluruhnya PrepupaPupa
24 jam
96
jam
24 jam 48jam
Total 192 jam (8 hari)
Dengan demikian maka dalam satu tahun lebih kurang ada 52
generasiTrichogramma
(Lim
dan Pan 1974).Apabila Trichogramma dewasa diberi perlakuan
macam-macam konsentrasi dari makanan madu, sukrosa danfruktos4
maka cenderung hidupnya lebih panjang dari pada tanpa diberi perlakuan (Anonimus,1972).Sedangkan kepadatan
atau
kerapatanyang tinggi dari
Trichogrammaaustralicum dipengaruhi oleh keadaan musim sebelumnya misalnya
faktor jatuhnya hujan (Su, I 973).5. Ekologi
Dalam
pelaksanaan pemberantasanhama penggerek batang
dengan menggunakan Trichogramma agar berhasil denganbaik dan
memuaskan, maka pengetahuantentang ekologi yang
mendalam sangatdibutuhkan baik
terhadap24
subyek
maupun
obyeknya.Dalam
suasanaalam maka aktivitas parasit
untuk mendapatkaninangnya tidak
hanya tergantungkepada lingkungan
hidupny4 tetapijuga faktor ekologi secara umum, yaitu:1.
Cahaya2.
Temperatur3.
Kelembaban4.
Superparasit5.
Pengaruh bahan kimia.5.1.
CahayaKeadaan gelap menyebabkan masa reproduksi
lebih
paryang, sedangkan cahayaterus menerus tidak
adahentinya
memperpendekmasa
kehidupan serangga. Tampaknya Trichogrammadewxa di
alam bersifat fototaxispositif
dan reaksiini
tampaklebih kuat
ataulebih
besar pada parasit yang baru saja keluardari
satutelur
inang, akan tetapi keadaan cahayatidak
mempengaruhi peletakan telur(Guerra
1974).Dalam
suasana laboratorium,maka
cahay1 temperaturdan
kelembabanmerupakan faktor yang
mernpengaruhiterhadap kesuburan serangga.
Pada temperatur 300C
dengan kelembaban 90% ternyata rata-rata kesuburannya lebihtinggi
pada masa penyiraman setengahjam
daripadadi
bawah pengaruh cahaya yangterus
menerus.Aktivitas
parasit akan bertambah dengan intensitas cahaya25
yang lebih
tinggi
dan reaksiini
penting dalam hal mendapatkan inangnya daripadadi
ternpat teduh. Beberapa species Trichogramma leblh senang berkembang biak pada keadaanyang seluruhnya gelap, akan tetapi peletakan telur yang maximum terjadidi
bawah pengaruh hari terang atau cerah(Guerr4
1974).5.2. Temperatur
Ada
batasanyang
rryataakibat
pengaruh temperatur terhadap tingkatparasit dan responnya bervariasi menurut species. Temperatur
mempunyai pengaruh terhadapsex rasio dan
berakibat langsung terhadapvitalitas
sperma.Aktivitas
serangga dewasadan
fecunditynyajuga
bertambah dengan naiknyatemperatur. Pada temperatur 32 oC memerlukan waktu enam hari
untuk menyelesaikan satu siklushidup
dan 80 hari untuk menyelesaikan satu siklus dan80 hari
pada temperaturl0
0C(Guerr4 1974):
delapan hari pada temperatur 28 oCdan
enarnhari
pada temperatur30
0C. Penyimpanan dalaminkubator
pada suhv22
oC dengan kelernbaban 76-81%
siklus hidupnya memerlukanwaktu
14 hari (Anominus, 1972).Percobaan penyimpanan pupa parasit telur Trichogramma
pmtiosum
Rileydi Laboratoriurn
padatemperatur 16,7 oC
dapattahan
sampat44 hari
tanpa adanya efek yang merugikan pada perkembangan selanjutnya.Apabila
pada hari ke enam dari penyimpanan temperaturnya diturunkan sampail5
"C.26
5.3. Kelembaban
pada hakek atnya Trichogramma dewasa amat terpengaru'h
oleh
keadaan kering. Kelembaban yang optimum untuk pertumbuhannya adalah 80-100 o/o dansedikit
bervariasi tergantung kepada speciesnya. Kelembabanini
mempengaruhisiklus hidupnya. Siklus hidup parasit telur
Trichogrammatodeamona
Zehbt.selasai dalam waktu tujuh hari pada temperatur 28 "Cdengan kelernbaban 58,2
o
.
Demikian pula yang tampak antara temperatur 25 oC dan 30 oC
dengan kelembaban relatif antara49,3 Yodan71,2oh
(Lima dan Pan 1974).5.4. Superparasit
Adanya superparasit ini berpengaruh terhadap
pertumbuhan Trichogranrma,baik
dalam pemeliharaandi
Laboratorium maupun pelepasannyadi lapangan.
Superparasityang terdapat
bersama-samadengan parasit
telurTrichogramma di dalam telur inang yang sama mengakibatkan
terjadinya persaingan makanandi
tengah-tengah pertumbuhan larva. Sedangkan superparasit yang temah mempunyai peranari puladi
dalam pertumbuhan parasit, akan tetapi pengaruhnyakecil. Akibat
adanya superpar:tsityang ringan atau
lernah, maka induk yang tumbuh menjadilebih kecil,
fecunditynya lebih rendah dan kecepatan regenerasinyamenurun.
Superparasityang ekstrim
menyebabkan pertumbuhantidak
sempuma. Superparasitme adalah bahwa satuindividu
host diparasiter oleh beberapa parasit dari saru individu.27
Untuk mengindari
adanya serangga-serangga perusakanlainny4
maka salah satu usaha yang harus dilakukan adalah terhadap makanan yang diberikan kepada inangnya perlu dibebaskan hama terlebih dahulu. Misalnya penyemprotan CO2 penyemburanapi
dengan pemyemprotanflit.
Pemyemburan ditujukan pada kotak pemeliharaan ulat-ulat inang.Penyemprotan dengan Sevin
0,5 o
sebanyak 100cc
per30
buah kotak(ukuran
kotak 139
32x10 cm) dapat dilakukan setiap minggu sekali. Dosis Sevin yang diperlukan tidak boleh terlalu besar, karena dapat membunuh ulat-ulat inang.5.5.
Pengaruh BahanKimia
Pengaruh bahan
kimia
terhadap speciesTrichogramma
masib terdapatbanyak pertentangan dan
keraguan-raguan.Dari percobaan yang
pernahdilakukan,
pengaruh garam-garamamino 2,4-D tidak
menurunkan parasitisme Trichologramma terhadaptelur-telur
penggerekdi
lapang. Penggunaan senyawasulfur, D.D.T, parathion dan chlordane mempunyai efek jelek
terhadap parasitisme Trichogramma,
sedarrgkan dusting denganoryolit
ataupun Ryania 40%tidak
memberikan efekjelek
terhadap parasitisme species ini.Hasil
pengujian penggunaan herbisida terhadap efektivitas'parasit-parasit telurdi
pertanaman telah dilakukan oleh Comejos(1g67).Di
pertanaman tersebut telah dilepas parasit telur Trichogramma minutumRil.
sebanyak 120.000 ekor per akre. Bahan yang digunakan untuk memberantas gulma adalah 2,4-D yang dipakai28
sebelum perkecambahan
dan 2,4,5-T
digunakan setelah perkecambahan gulma.Ternyata herbisida-herbisida tersebut tidak mempunyai pengaruh
terhadap aktivitas parasit. Hasil yang dicapai dengan perlakuan herbisida-herbisida tersebutadalah 74-79 %.
Selanjutnyakerugian
sebagaiakibat
sampingandari
adanya insektisida dan herbisida terhadap species Trichogramma dapatdihindari
dengan kebijaksanaan dalammemilih jenis
bahankimia dan formulasi
penggunaannya (Metcalfe dan Breniere, 1969).Selain
pengaruhtersebut diatas maka pengaruh panas
sebagai akibat pembakaran sisa-sisatanaman tebu sehabis
penebanganakan
menyebabkan kematian serangga,baik
terhadapparasit
maupun terhadap penggerek, karena pada umumnyapabrik gula
melakukan pembakaran sehabis penebangan. Secara lambat, rekolonisasi akan terjadi dari daerah-daerah yang tidak terbakar.IV. USAHA PENGELOLAAN PARASIT TELUR
Seperti yang sudah diuraikan terdahulu bahwa parasit telur Tfichogrqmma spp. dapat dipelihara dalam telur-telur inang lebih dari 200 species yang termasuk dalam 7-8 ordo.
Percobaan
pembiakan Trichogramma di Pasuruan dan Taiwan
telahdilakukan sejak tahun 1948 dan
di
Phlipina sejaktahun
1956.Teknik
pembiakanmeliputi
pembiakan serangga inang danparasit. Dari
sekian banyak parasit yangterdapat pada
pertanamantebu di Taiwan yang berhasil dibiakkan
secaralaboratorium adalah parasit telur Trichogramma australicam yang
dianggappaling
bergunauntuk
pemberantasan secarabiologis.
Sebagian inangnya adalah Branchomia mocellayang
dianggaplebih
efesien daripadaSilotraga
cerealella yang sebelumnya banyak digunakan.Gqlleria mellonella (L)
merupakan species yang amat subur yang dapat memproduksitelur lebih dari
2000butir
per induk.Sifat yang khas ini
sangat menguntungkanuntuk
perbanyakan secara massalparasit telur Trichogramma (Guerr4 1974). Untuk mengetahui tingkat
dan keadaan parasit yang masih adadi
dalamtelur-telur
inang, maka telur-telur inangdiperiksa dengan teliti dalam larutan acetoarmine di bawah
microskop(Anonimus, 1972).
Dalam
pemeliharaansering dijumpai dimana pada suatu saat
terjadikekurangan atau kelebihan Trichogramma yang diperlukan untuk
tujuanIJmur prasit pada inokulasi (hari0 I 2 J 4 5 6 Menetasnya parasit hingga (Minggu ke) 12 9 9 6 4 2
30
pemberantasan.
Untuk mengatasi kesulitan ini, Boedijono (1972)
telahmengadakan percobaan manahan menetasnya
parasit
selama beberapa waktu.Dalam
percobaan tersebut,telur-telur inang
yang terparasitdari
berbagai umur disimpan dalam ruangan dingin pada suhutlO
0C.Tabel
6.
Penundaan Menetesnya ParasitTelur
Trichogramma spp. pada Perlakuan dengan Suhul0
oCSumber : Boedijono (1972).
Ternyata
makin muda terjadinya inokulasi, makin lama telur parasit
dapat di simpan.Dari
penelitianBoldt
dan Marston (1974) untuk mengetahui perbandingan banyaknyainduk
parasit yang diproduksidalam telur
inangGalleria
mellonelladan Sitotraga cerealella dari parasit
telur
Trichogramma evenescetv Westw. danTrichogramma minutum Riley., ternyata Trichogramma pretiosum
danTrichogramrna
evenescens yangdipelihara dalam kedua inang
tersebut tidakmenujukkan
bedanyata.
SedangkanTrichogmmma rni'nittm yang
dipeliharadalam inang Silotraga ceralella
menghasilkaninduk dua kali lebih
banyak daripadayang dipelihara dalam inang Calleria mellonella. Akan tetapi
siklushidup Trichogramma minitum yafig dipelihara
dalam.telur Caleria
mellonella lebih panjang 6,1 sampai I1,6jam
daripada yang dipelihara dalam telur Sitotroga31
cerealela. Trichogramatoide nana yang dipelihara dalam telur
Cercyracephalonicamenghasilkan induk yang lebih besar dengan warna yang lebih hitam
dibandingkan
denganyang dipelihara dalam telur-telur
Eucosme isogramma.Trichogramma australicum yang diproduksi secara massal pada
telur-telurBrachnia modicella
hasilnya sanngat memuaskan,yaitu dapat dilepas 2.500'
10.000ekor
parasit per hektartiap minggu
selama empat bulan(Su
dan Cheng, 1e72)Dari
percobaandi laboratorium mengenai cara hidup, fencudity
dankecakapan memilih host (searching ability) dari parasit telur
Trichograma pretionsum Riley yang dipelihara dalam:a.
Telur Sitotroga cereolella(Al).
b. Telur
Sitotroga cerealla kernudian disimpan dibawah temperatur 16,7 selama 4:6:8 dan 10 jam.c. Heliothis
virescns (F).Ternyata parasit
telur
yang pada perlakuan(b)
umumnyamemiliki siklus
hiduplebih
panjang, sedangkan pada perlakuan(c) memiliki tingkat
kesuburan lebih besardan
kecakapan mendapatinang
(hostfinding) Iebih baik
(Steinner ar.a/, te74).Untuk
mendapatkan parasitdi
lapangan pada dasarnya merupakan suatupekerjaan yang sederhan4 akan tetapi untuk tujuan ini pada
prinsipnyadibutuhkan penelitian populasi
telur
penggerekdi
lapangan pada saatitu.
Antara32
penggerek dan parasit terdapat keseimbangan dimana penggerek primer
aktif
dan parasit-parasit dapat menyusaikandiri
pada derajat penyerangan pengggrek(Lim,
1973a).
Dari penelitian, temyata telur-telur penggerek yang
terparasit Trichogramma pada pertanaman tebu Lousiana setiap bulannyatidak
selalu tetap akan tetapi berubah-ubah yaitu:5 % sebelum akhir bulan Juni
l0
o/o pada akhir bulan Agustus10
-90
o/o pada akhir bulan September.Sedangkan
di
Puerto Rico, tampak 77 % massa telur yang terparasiter oleh Trichogrammqmiruilttm,20 %
oleh Propanusrus alecte dan hanya 3%
dari telur penggerek yang menetas menjadi larva muda (Martoler dan Gaud, 1965).Dari telur-telur
penggerek yang dikumpulkandari
suatu areal pertanaman tebudi Mexico
tampak 70 o/o masa telur terparasit oleh Trichogmmma miruilumRiley.,
sedangkan pada areallain lebih dari 50
0/o massalarva
terparasiter oleh Apanteles diatraea.Pekerjaan
pengumpulantelur-telur penggerek dilakukan oleh
seorang pekerja harian yang khusus untuk tujuanitu
berumur2-3
bulan, dimana serangga penggerek padaumur itu mulai
kelihatan(Boedijono,
1972). Setelah telur-telur penggerek tadi didapat dan dikumpulkan, kemudian dibawa ke laboratorium untuk dipelihara danditeliti.
Selanjutnya dapat ditentukan :JJ
1.
Persentase parasit dalam telur-telur inang2.
Persentase parasit yang tumbuh dan keluar dari telur inang3.
Rata-rata kecepatan tumbuh4.
Sex-ratio5.
Siklus hidup (.Lim, 1973a\.34
V. PELEPASAN PARASIT DI LAPANG
Mengenai
pelepasanparasit agaf tidak mengalami kegagalan,
makaterlebih dahulu perlu dilakukan
penelitian tentangsituasi
setempatdan
tingkat penyerangan penggerek batangdi
pertanaman(Metcalfe dan Whervin,
1967)Untuk
peletakantelur,
penggerek-penggereklebih menyukai
pertanaman tebuyang masih mud4 yaitu
masa pembentukancrops.
Penggerek-penggerek ini berasaldari
pertanalnantebu yang
sudahtu4 yang
berpindahnya dipengaruhi keadaan cuaca setempat. Keefektifan pelepasan parasitdi
lapangan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :a.
waktu pelepasanb.
populasi telur-telur penggerek yang adadi
lapangan umur tanaman tebukeadaan angin
kondisi cuaca dan lain sebagainya.
1.
Cara
PelepasanPelaksanaan pelepasafl parasit
yang tepat adalah
padahari yang
cerah (Soetantoet.al,1974).
Metode pelepasan menurut dikenal dua cara yaitu:c.
d.
35
l. Accretitive, yaitu
pelepasan parasityang bersifat
menambahjumlah
piassetiap saat apabila
pelepasanyang terdahulu
diperkirakan kurang banyakInundative, yaitu
pelepasan parasityang bersifat
mengenangiatau
dalamjumlah yang berlebihan. Periode pelepasan parasit
secaraberselang seling atau berganti-ganti (secara berskala)
daribeberapa minggu sampai terbanyak pada tahap
mendekati tebangIbu
tulang daun bagian bawah disobek sedikit, kemudian pias yang berisitelur-telur terinfeksi barumur
enam-tujuhhari
dimasukkan sampai batas telur- telurnya, agar piastadi tidak
lepas dapat dipakaija.r*
sebagaipenahan.
Waktu pelepasan parasit disesuaiakan dengan beratnya serangan penggerek pada saat itu, sedangkan pelaksanaannya harus meratadi
seluruh areal(Boedijono, l97l).
2.
Saat PelepasanDari
pengalaman menunjukan bahwa pelepasan parasit yang paling baikdi
lapangankira-kira
setelah tanaman berumurtiga bulan.
Pada saatitu
tanaman telah mencapat3-4 kaki. Di
Jawa pelepasan parasit pada tanaman tebu dimulai setelah tanaman berumur dua bulan dan dihentikan pada saat mendekati tebang (Soetantoetal,1974).
36
Saat pelepasan parasit
di Taiwan
dilakukanbila
cuaca panasdan
cerah,karena sinar matahari
membantuaktivitas
parasit. Pelepasannyadimulai
pada tanaman berumur satu bulan (Boedijono,l97l)-
3. Jumlah Parasit
yang DilepasDi Lapangan
danHasil
PelepasanUntuk
memperolehhasil yang baik dalam
pelaksanaan pemberantasan penggerek dilapangan, pelepasanparasit
rata-ratapaling sedikit
5.000ekor
per akre. Pelepasan parasitini
dapat menekan serangan penggerek sampai 65 oA.Di
Malaysia pelepasan parasit sebanyak20
juta pada seluas 1.500 akre pertanamantebu
selamatahun
1970-1977 dapat menekan serangan penggerek sampai70
oA kerusakanbatang
dan75 %
kerusakan ruas, daripadadi kebun kontrol (Lim
1973a).
Di Taiwan,
pelepasan 40.000 ekor parasit per hektardi
pertanaman tebu dapat menurunkan kerusakan batang rala-rata 15,26 o/o dan kerusakan ruas sebesar2 %. Di Indi4
pelepasan parasit bisa menaikkan persentase parasitisme dari0
o/omenjadi 62 o dan dari
13,5 oA menjadi90 %.
Pelepasan parasit selama tigabulan
dari
saat pelepasannya sudah bisa menekan serangan penggerek sampai 67 o/o, sedangkandi
kebun kontrol baru mencapu 9,6 o/o. Pelepasan parasit sebanyak60.000 ekor
setiaphektar
serangan hama penggerek batangtebu
hanya 8,84-
10,37 % (Soetanto et.al,1974).
)t
Tabel
7
Intensitas Serangan Penggerek BatangPerlakuan Tahun 1971-1972
(%)
Tahun 1972-1973 (%)
'l'richogramma spp.
'l'richogramnta spp. dan Rogasan Itogasan
8,84 12,55 13,10
10,37 9,80 14.41 Sumlrt:r : Soetanto
el.al,I974.
Bahwir perlakuan Trichogramma saja belum dapat menurunkan
serangan pengp,crekbatang secara nyat4 demikian juga dengan
penggerek Rogesan.Walrrrrpun
demikian, perlakuan dengan Trichogramnra
sudahdapat
menekan serar rt4iin Penggerek batang.Yang dimaksud dengan istilah
kerusakanruas
adalah kerusakan yang disehrrbkan karena serangan hama penggerek batang pada ruas-ruas.tebu dengan tand;r-tanda kerusakan yang tampak dari luar.Disini
batang tebu dipotong menjaditiga
hagian, yaitu bagian bawah atau pangkalterdiri
dari 4-5 ruas, kadang kala 7-8ruas,
bagiantengah
adalah bagianyang
terpanjangyang terdiri dari 4-5
ruasmeru;rakan bagian yang masih muda dan berwama hrjau. Kerusakan
ruas dinyrrtakan dalam persen dan ditetapkan sebagai berikut:No.
1.
2
3
38
Jumlah ruas yang rusak
Kerusakan ruas
: xi00%
Jumlah ruas yang diamati
Penentuan kerusakan batang hanya
dilakukan keseluruhannya,jadi batang tidak dipotong menjadi
tigat970a).
terhadap
batangbagian
(Boedijono,I
YI. KESIMPULAN
Hama penggerek batang tebu merupakan hama penting
di
daerah-daerah atau negara-negarapenghasil gulq termasuk di Indonesia. Kerusakan
yangditimbulkan
mengakibatkan kerugianyang
besar karena menyebabkan hasil tanaman tebu berkurang dan kadar gula dalam batang tebu semakin rendah.Untuk
menyelamatkanhasil tanaman dari
kerusakanyang berarti
akibat seranganhama
penggerek batangtebu maka perlu diambil
kebijaksanaan pencegahan, antaralain
adalah dengan mengendalikan hama-hama penggerek tebudi
lapangan.Penggunaan
insektisida untuk
pemberantasanhama dipandang dari
segi ekonomis kurang menguntungkan, oleh karenaitu
pada umumnya insektisida cenderung digunakanbila
manaperlu
saja misalnya dalam suasana terjadi eksplosi.Pemanfaatan musuh alami dalam pengendalian hama secara
bilogis merupakansalah satu alternatif yang
sangatbaik dari segi ekologi
danekonomis.
Pengendalianbiologi dalam
pertanamantebu adalah
melalui penggunrum parasit-parasit, yang bianya lebih murah dari pengendalian secarakimia.
Penggunaan parasittelw
Trichogramma telah memberikan hasil yang memuaskan baik di Indonesia maupundi
luar negeri.2.
-
J.4.
40
Parasit telur Trichogramma dapd menurunkan
seranganl*u
penggerekbatang
tebu di
pertanaman secara nyata dibandingkan dengan parasit-parasitlain yaitu parasit larva maupun parasit pup4 maka parasit telur
yang digunakan dalam pernberantasan secara bioogis hasilnya sangat memuaskan.DATTAR PUSTAKA
Anoniumus.
1972.The Ecologi of
Trichogmmmaaustralicurn Giro.
SugarcaneInseci
Pest.Annual Report
1970-1971-l972.TaiuranExpriment
Station Republic of China :21-22.Bleszybsky,
S.
1969.The
Ta<onomyof
CrambineMoth Borers of
Sugarcane.P.1l-27.lnPeats
of Sugar Cane. Elaevier Publ.Co. Amsterdam-Boedijono.W.A.
1974.An Attempt to Control
Sugarcane Stemborerswith
the Dipterous Parasite Diatraeophagusstriatalis
(Towns). Proc. ISSCT. 15(I);
393-396
DTAa
Hama Tebu. HimpunanDiklat
Khusus TanamanBPSG.
171-I 97 0b. Pembiakan Tri cho gramma .
Laporut
Tahunan. BPSF. 39'49 . 1971. LaporanKunjungan ke Taiwan, Hawai dan Philipina
dalamParasit-parasit Penggerek. Pertemuan
Teknis
Tengah Rangka PenelitianTahunan BP3G.I.
Boedijono, W.A.
dan Soehartawan. 1974. Pembiakan Massal Penggerek Batang Tebu Chiloauricilius.
Pertemuan Teknis Tengah Tahun BP3G.LBolt, P.E.
andN. Marston.
1974. Eggsof the
Greater Wa:<Moth
as a Hostfor
Trichograrnma.Fiev. Appl. Ent. Series A/63(10).
1095.Breniere, J. 1965. Trichogramma Parasiter of Proceras
Sacchariphagus a Sugarcane Borer in Madagascar. Rev.Appl.
Ent. SeriesN54:
558.Borror, D.J. and
D.M
Delong. 1954.An
Introduction to the Studyof
Insects. Helt, Rinshart and Winstene, NewYork.
1030 pp.Carpentier,
D.J.
andR.
Mathes. 1967. Trichogramma minutum Riley Parasitisof
Sugarcane Borer Eggs inficds Treated
with 2.4-D for with
Control. Proc.ISSCT. 13: ISSCT.13: 1456-1468.
Cornejos,
R.
1967.Effect of
the Herbicides2,4-D
and 2,4,5-T on Parasitisof
theEggs
SugarcaneBorer (Diantrae saccharalis Fabr.) by
Trichogramma minutum. Rev. Appl. Ent. Series A/56:5l t.
221
42
Guerr4 M.de S.
1974.Method
and Recommendationsfor
Mass-rearingo; ::e Natural
Anemiesof
SugarcaneBorer (Diatrae saccharalis Fabr)
SenesA/56:511.
Hadimidjono, S., Poernomo dan H. Handojo. 1969. Laporan Perjalanan ke Jepang, Hawai, Taiwan dan Philipina. Malalah Perusahaan Gula PB3G.
(ll2) l-15.
Handojo,
H.
1976. Catatan-catatan Mengenai Beberapa Penyakit dan Penggerek Tebu. Majalah Gula IndonesiaI (2). ll-20
Han, Lioe Hong.
1965. Penggerek PucukPutih
Scirpophagaomriflua
eell.Var.intacta Sn. Warta Bulanan
BP3B
8.275-298.Hezelhoff, E.H.
1929a. Determiningthe
Damagedo
Sugarcanein
Javaby
the White Top Borer and the Atriped a Talk Borer. Prac. ISSCT.3:
168 I 71).Imms,
A.D.
1957.A
General TextBook of
Entomology.ELBS and
Methuen&
Ce.
Ltd.
London :886 ppIngram, Y.W. et.al.
1950.Bilogical Control of
SugarcaneBorer in
Continenial United StatesProc ISSCI T
345-360.Lim, G.T.
1973a.The Bilogical Control of
SugarcaneBorer in Gula
PerakPlantation. Annual Research Report. Sugar Experiment
Station.Malaysia.l0l-104.
1973b.
Notes
Trichogrammatiodeanona Gir. an Egg Parasit of
Sugarcane
Moth
Borers. Annual Reserch Report. Sugar Expriment Station Malaysia. 115-126.Lim,
G.T. andY.C.
Pan. 1974. Notes and Trichgramatoidea nano (Zehnt). an Egg Parasiteof
Sugarcane Moth Borers. Proc.ISSCT.I5 (I):
4A7-409Martorel, L.P. and S.M. Gaud. 1965. Notes on Parasistism
of
the Sugarcane Moth Borer, Diataraea sacchamlis (Fabrcius)in
Puerto Rican Strgarcane Field.Proc.ISSCT. 8: I 295-1302.
Metcalfe, J.r. and J. Breniere. 1969. Egg Parasite
Moth
Borer. P.83-108.In
Pestof
Sugarcane. Elselvier Publ. Co.Asterdam.
Metcalfe, J.R and Flint.
1962. Destructiveand Usefull
Insects.Mc.Graw-Hill
Book Co. Inc. NewYork :1077
pp.43
Metcalfe, J.R. dan L.W.V. Whervin.
1967.Studies on Mass Liberation
and Natural Population of in Barbados. Proc- ISSCT.lP:
1420:1434.Orphanides,
G.M.
andJ.
Gonzales.lgT4.Importance of Light in
theBiologi of
Trichogramma pretiestrn. Rv. App;. Ent. Series
N59:
459.Ro4 8.S., M.
Puttarupbriahand K.S.S. Sastri. 1956. Biological Control of
Sugarcane Stemborer in Mysore;
A Brief
Reviewof Work
Donein
Regardto the Production and Liberation of Trichogramma
evonescenmirudum Riley in Mynore. Proc. ISSCt. 9: 810-814.Simmonds,
F.J.
1969.Biological Control
Sugarcane Pests:A
General Survey. P462-477.In
Pests or Sugarcane. Elevier Publ.Co. Amsterdam.Smyth, E.G.
1938. Trichogramma Provesit Self in
SugarcaneBorer
Control.Proc. ISSCT. 6. 367 -377.
Soetanto,
S.
Sarjono danW.A. Boedijono. 1974.
Evaluasidi
Lapang Pelepasan Trichogrammaspp
selamaTahun
1,971- 1972
dan 1972-
1972di
PGSumberharjo. Pertemuan Teknis Tengah Tahunan BP3G
I :
1-11.Stenniere,
R.E.R.I. Riiway and R.e. Kinzer (1974).
Sterags,Manipulation of
Emergence and Estimation
of
Numberof
Trichogramma pretionsum.Rev.Appl.Ent. Series A/63 (8):824.
Su,T.H.
1973. The Dispersionof
Trichogramma australicamin
Sugarcane Field.Annual Report 1973-1974. Sugarcane Reasearch Institute, Taiwan.
Su, T.H. and W.Y. Cheng.
1972. Lrberationof
Trichogrammaaustraliatm for
Controlof
Sugarcane. Reasearh Intitute.Tuwan.20-26.
Swezey,