PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana penanaman nilai-nilai pendidikan karakter oleh guru pada mata pelajaran PAI khususnya pada studi kasus SDN 114 Leppangang.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Konsep Pendidikan Karakter
- Pendidikan Karakter
- Tujuan Pendidikan Karakter
- Fungsi pendidikan Karakter
- Nilai-nilai Karakter
- Menanamkan Nilai-nilai Karakter
Dari konsep pendidikan dan karakter yang telah dijelaskan di atas, maka muncullah konsep pendidikan karakter. Ahmad Amin menyatakan bahwa kemauan dan niat merupakan awal terbentuknya karakter seseorang jika kemauan tersebut diwujudkan dalam bentuk pembiasaan sikap dan perilaku. Mengajarkan nilai kepada siswa. Dan penerapan pendidikan karakter dalam Islam berujung pada karakter pribadi Rasulullah SAW. Nilai-nilai akhlak yang luhur dan luhur tertanam dalam diri Rasulullah. berbagai perilaku anak yang negatif menjadi positif.
Membangun hubungan harmonis dengan keluarga dan masyarakat dalam menjalankan tanggung jawab pendidikan karakter bersama.6. Pendidikan karakter pada hakikatnya bertujuan untuk membentuk bangsa yang tangguh, berdaya saing, berakhlak mulia, bermoral, toleran, kooperatif, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi, yang kesemuanya dijiwai dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. tentang Pancasila. Kementerian Pendidikan Nasional telah merumuskan 18 nilai karakter yang akan ditanamkan pada peserta didik sebagai upaya membangun karakter bangsa.
Dengan demikian, pengajaran kelas dapat dievaluasi, diukur, diuji ulang dalam pengajaran kelas menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mandiri: Sikap dan perilaku yang tidak bergantung pada orang lain dalam melakukan berbagai tugas.
Kerangka Konseptual
Proses pendidikan dilaksanakan siswa secara aktif (active learning) dan menghibur (enjoy full learning). Pembelajaran daring menekankan siswa untuk mengolah informasi yang disajikan oleh guru daring. Dari hasil wawancara guru: dalam proses pembelajaran PAI banyak terdapat nilai-nilai karakter yang berakar pada kepribadian siswa yang tercermin dalam perilaku dan pola pikirnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari hasil wawancara memang banyak nilai-nilai karakter yang guru tanamkan pada diri siswa dalam proses pembelajaran PAI. Dalam hal ini karakter yang tergambar dalam diri siswa selama proses pembelajaran daring adalah sikap religius, jujur, toleransi, dan lain-lain. Selama proses pembelajaran daring pada mata kuliah PAI, terdapat beberapa nilai tanda yang digambarkan oleh mahasiswa.
Penerapan nilai-nilai karakter dapat dimulai dengan memberikan pemahaman kepada siswa bahwa pendidikan agama Islam adalah sebuah proses. Berdasarkan hasil wawancara di atas, nilai-nilai karakter yang digunakan guru dalam proses pembelajaran PAI adalah untuk meningkatkan semangat siswa dan mempunyai semangat kerja yang lebih baik. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan guru kepada siswa dalam proses pembelajaran daring adalah nilai-nilai agama, kejujuran, toleransi, disiplin, kreativitas, kemandirian, demokrasi, rasa ingin tahu, cinta damai, cinta membaca dan tanggung jawab.
Guru SDN 114 Leppagang mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran daring karena guru tidak dapat mengontrol secara langsung dan sebagian siswa tidak memiliki telepon genggam sendiri untuk proses pembelajaran. Siswa perlu meningkatkan implementasi nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan guru dalam kehidupan sehari-hari. Nilai karakter seperti apa yang dipraktikkan siswa selama proses pembelajaran daring?
Apakah pembelajaran daring secara signifikan meningkatkan pemanfaatan nilai-nilai karakter siswa? Segala nilai karakter yang menonjol digunakan siswa selama pembelajaran daring. Apa kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran daring dalam hal penanaman nilai-nilai karakter pada siswa?
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Fokus Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan dan Pengelolaan Data
- Uji Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Dalam hal ini penulis mewawancarai guru SDN 114 Leppangang (yaitu Ibu Dahlia, S.Pd.I) dan beberapa siswa. Kegiatan penilaian dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang menjadi dasar pengukuran tingkat kemajuan, perkembangan, dan kinerja belajar siswa. Bentuk nilai karakter yang diterapkan oleh siswa SDN 114 Leppangang bermacam-macam, hal ini tentunya tidak lepas dari kinerja guru dalam hal memberikan penanaman karakter pada diri siswa.
Berdasarkan penjelasan di atas, sarana dan prasarana yang digunakan pada saat proses pembelajaran daring adalah telepon genggam, namun masih ada sebagian siswa yang tidak mempunyai telepon genggam, sehingga guru menyediakan buku teks dan buku referensi sebagai pedoman bagi siswa dalam proses pembelajaran. Maka dari hasil wawancara diatas, guru mengatakan bahwa sistem pembelajaran online kurang efektif diterapkan karena guru tidak bisa mengontrol siswa secara langsung. Dari hasil wawancara diatas terlihat kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran daring, dimana kelebihan yang dilihat siswa dapat dikontrol langsung oleh guru dan orang tua.
Sedangkan yang kurang dalam proses pembelajaran daring lagi-lagi kurangnya sarana atau fasilitas seperti telepon genggam yang harus dimiliki siswa. Berdasarkan hasil wawancara di atas sangat jelas harapan seorang pendidik mengenai penerapan nilai-nilai karakter pada siswa di SDN 114 Leppagang agar memiliki moral dan etika yang lebih baik. Dalam proses pembelajaran online mata pelajaran PAI terdapat berbagai nilai karakter yang ditanamkan oleh pendidik pada siswa di SDN 114 Leppangang, nilai karakter tersebut antara lain nilai agama, kejujuran, toleransi, disiplin, kreativitas, kemandirian, demokrasi, rasa kebersamaan. keinginan untuk mengetahui, cinta damai, seperti membaca dan tanggung jawab.
Menanamkan nilai-nilai karakter pada diri siswa tentunya sangat penting untuk menjadikan siswa sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan berkarakter baik. Meskipun sistem pembelajaran daring kurang efektif untuk diterapkan, namun guru tetap berusaha menerapkan nilai-nilai karakter kepada siswa dengan selalu menyampaikan dan mengingatkan mereka akan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter, misalnya selalu mengingatkan mereka untuk beribadah, jujur, toleransi dan lain sebagainya. pada. pada. . Setelah dilakukan evaluasi pembelajaran daring pada mata pelajaran PAI, hasil yang terlihat pada siswa yang menerapkan nilai-nilai karakter adalah sebagian besar siswa sudah menerapkan atau menerapkan nilai-nilai karakter dengan baik dan sebagian kecil masih belum menerapkan nilai-nilai karakter yang telah diajarkan. .
Namun pendidik tetap berupaya untuk membagikan buku pelajaran atau buku penunjang kepada siswa sebagai pedoman dalam proses pembelajaran. Pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa pada Program Studi Pendidikan Matematika (IAIM NU) Metro Santi. Apa harapan Anda untuk penerapan nilai-nilai karakter di masa depan, khususnya bagi siswa itu sendiri?
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data
Peneliti melakukan observasi pada tanggal 18 Februari 2021 dengan melakukan wawancara kepada guru pendidikan agama Islam dan beberapa siswa. Topik utama pembahasan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter. Dalam penelitian ini yang menjadi sasaran atau objek penelitian adalah guru dan siswa pendidikan agama Islam kelas IV dan V SDN 114 Leppangang.
Pembahasan dan Analisis
- Proses Pendidikan Karakter
- Penanaman Nilai Karakter
- Urgensi Pembelajaran Nilai Karakter
- Evaluasi Dalam Pembelajaran Online
- Pembahasan Hasil Penelitian
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring berdampak pada kurangnya pengawasan terhadap siswa karena tidak adanya interaksi langsung, dan pembelajaran luring memudahkan transfer ilmu kepada siswa. Oleh karena itu, siswa tidak berkomunikasi langsung dengan teman dan guru, serta tidak menyerahkan tugasnya secara langsung. Mengajar adalah suatu bentuk kegiatan yang terjalin dalam proses belajar mengajar antara tenaga pengajar dan peserta didik untuk mengembangkan tingkah laku sesuai dengan tujuan pendidikan.
Berdasarkan hasil wawancara di atas terlihat upaya dosen dalam menindak lanjuti mahasiswa yang hasil penilaiannya tidak mencapai standar yang telah ditentukan. Dengan menggunakan sistem pembelajaran daring, pendidik mempunyai tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran karena tidak dapat mengontrol peserta didik secara langsung, berbeda dengan proses pembelajaran yang dilakukan secara langsung atau tatap muka, apalagi jika peserta didik tidak memiliki telepon seluler dan kurangnya fasilitas seperti jaringan internet. Dampak Model Quantum Learning Tipe TANDUR Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas X Universitas Negeri Malang, Jurnal Pendidikan, Vol.
PENUTUP
Saran
Untuk menciptakan suasana yang baik dan meningkatkan motivasi belajar siswa, hendaknya pendidik lebih kreatif dalam mengelola forum kelas meskipun dalam proses pembelajaran online. GURU KELAS 1 GURU KELAS II GURU KELAS III GURU KELAS IV GURU KELAS V GURU KELAS VI. Apakah pembelajaran daring masih efektif dan relevan dengan materi penanaman nilai-nilai karakter pada mata pelajaran PAI?
Apakah nilai-nilai karakter yang diajarkan guru sudah sesuai dengan ajaran agama Islam? Implikasi apa yang anda peroleh setelah menerapkan nilai-nilai karakter yang diberikan guru dalam kehidupan sehari-hari? Apa bedanya sebelum dan sesudah menerapkan nilai-nilai karakter yang diberikan guru?
Apakah jam mengajar yang diterima pada proses pembelajaran daring tetap sama dengan jam mengajar pada proses pembelajaran luring?