Skripsi oleh : Miftahul Jannah, NIM berjudul “Penggunaan Bahasa Daerah Dalam Pembelajaran Matematika di Kelas I MI Thoriqul Hidayah Leong Tanjung Lombok Utara” telah memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus uji coba. Judul : Penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas I MI Thoriqul Hidayah Leong Tanjung Lombok Utara.
Latar Belakang Masalah
Apa kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong. Bagaimana solusi guru untuk mengatasi kendala yang muncul dalam penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1 MI Thoriqul Hidayah.
Ruang Lingkup dan Setting penelitian 1. Ruang lingkup penelitian
Dalam hal ini peneliti bertempat di MI Tohriqul Hidayah Leong Tanjung Lombok Utara. Peneliti memilih lokasi tersebut karena berdasarkan observasi awal di sekolah ini guru matematika mulai menggunakan bahasa daerah untuk menjelaskan materi sehingga peneliti tertarik untuk meneliti di MI Thoriqul Hidayah tentang penggunaan bahasa daerah pada penelitian hari kelas 1 ini.
Telaah Pustaka
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Astuti Rahman di atas menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah itu sendiri sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Maryam Nurlaili dengan judul penelitian “Pengaruh Bahasa Daerah (Cia-cia) Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia Anak Usia 6 Tahun Di Desa Holimombo Jaya” Hasil penelitian.
Kerangka Teoretis
- Penggunaan bahasa daerah
- Pembelajaran Matematika Pada Sekolah Dasar a. Pengertian Pembelajaran
- Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Matematika Kelas 1 SD/MI
- Kendala-kendala dalam pembelajaran matematika
Anak-anak yang terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, . bahasanya akan dipengaruhi oleh bahasa daerah yang diperolehnya dari teman sebayanya. Penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar bagi siswa hendaknya dapat memudahkan siswa dalam memahami apa yang disampaikan oleh guru, sehingga siswa dengan adanya bahasa daerah tersebut dapat memahami apa yang disampaikan oleh guru.
Metode Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Lokasi Penelitian
- Sumber Data
- Prosedur Pengumpulan Data
- Keabsahan Data
Melakukan observasi selama kegiatan pembelajaran untuk melihat penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1, kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika kelas 1, serta solusi guru mengatasi kendala yang dihadapi dalam penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong. Melakukan wawancara tatap muka dengan guru kelas 1, siswa kelas 1 dan kepala sekolah MI Thoriqul Hidayah Leong tentang penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di MI Thoriqul Hidayah Leong kelas 1. Untuk penelitian ini akan dilakukan wawancara dengan berbagai subyek penelitian antara lain: guru kelas 1, siswa kelas 1 dan kepala sekolah MI Thoriqul Hidayah Leong untuk mendapatkan data penggunaan bahasa daerah.
39 Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2014),.p.. 186. . pembelajaran matematika di kelas 1, keterbatasan penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1, serta solusi guru mengatasi kendala yang muncul dalam penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong. Dengan demikian peneliti melakukan observasi lebih lanjut yang lebih luas tentang penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong.
Sistematika Pembahasan
Pada BAB III peneliti membahas tentang hasil penelitian terkait penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1, kendala yang dihadapi guru dalam penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1, solusi guru untuk mengatasi kendala yang muncul dalam penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1 MI. Pada bab ini peneliti menyimpulkan apa saja ruang lingkup atau fokus yang menjadi perhatian utama dalam penelitian ini, kemudian setelah kesimpulan peneliti menyampaikan beberapa saran yang merupakan hasil pemikiran peneliti, saran mengenai hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh semua pihak untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan oleh peneliti.
Profil MI Thoriqul Hidayah Leong
- Sejarah Berdirinya MI Thoriqul Hidayah Leong
- Letak Geografis MI Thoriqul Hidayah Leong
- Visi dan Misi a. Visi
- Sarana dan Prasarana
- Keadaan Siswa
Ada 10 guru di MI Thoriqul Hidayah Leong. Berikut adalah guru yang mengajar di MI Thoriqul Hidayah Leong. 54. Dari hasil penelitian terhadap data guru, peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada 10 orang guru, hanya guru di MI Thoriqul Hidayah Leong yang paling banyak berlatar belakang mengajar sampai S1, namun proses belajar mengajar tetap berjalan lancar dan guru di Mi Thoriqul Hidayah Leong sangat sabar dan bersemangat untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Dari hasil penelitian mengenai kondisi siswa di MI Thoriqul Hidayah Leong, peneliti dapat menyimpulkan bahwa jumlah siswa perempuan dari kelas I sampai VI lebih banyak.
Dan jumlah siswa di MI Thoriqul Hidayah kurang dari 100 siswa yaitu 75 siswa, meskipun jumlah siswanya tidak banyak namun tidak menjadi kendala dalam melaksanakan proses belajar mengajar di MI Thoriqul Hidayah Leong. Menggunakan Bahasa Daerah dalam Pembelajaran Matematika Kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong MI Thoriqul Hidayah Leong.
Penggunaan Bahasa DaerahDalam Pembelajaran Matematika di Kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong MI Thoriqul Hidayah Leong
Hal ini menunjukkan bahwa bahasa daerah (Sasak) sangat membantu saya dalam menjelaskan materi pelajaran khususnya matematika64. Kemudian peneliti mewawancarai salah satu siswa terkait penggunaan bahasa daerah dalam hal penyampaian materi di kelas sebagai berikut, menurut Naila Jazila siswa kelas 1 mengatakan “Saya suka pelajaran matematika, guru senang memukul rombok dait gooi bah itangerti”. Seperti salah satu siswa di MI Thoriqul Hidayah yang lambat menerima materi pelajaran.
Salah satu cara yang digunakan oleh para guru MI Thoriqul Hidayah untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan bahasa daerah dalam memberikan instruksi khusus kepada siswa. Kendala yang Dihadapi Guru dalam Penggunaan Bahasa Daerah dalam Pembelajaran Matematika di Kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong dalam Pembelajaran Matematika di Kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong.
Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam penggunaan bahasa daerah pada pembelajaran matematika di kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong pada pembelajaran matematika di kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong
Dengan bahasa buku yang tidak mudah diterima oleh siswa, saya mencoba menjelaskan dengan menggunakan bahasa daerah dengan cara memahami materi, kemudian langsung memberikan contoh, disinilah letak kesulitan saya dalam menjelaskan bentuk bidang dan bangun ruang kepada anak dengan menggunakan bahasa daerah, yang tidak mudah karena tidak semua mata pelajaran dapat dijelaskan dengan bahasa daerah. Untuk kendala atau kendala disini lebih kepada guru yang mengajar di kelasnya masing-masing, karena saya juga mengajar di kelas, kendala yang sering saya temui adalah sulitnya menjelaskan beberapa materi dalam bahasa daerah jika anak kesulitan memahami bahasa indonesia. Kendala yang saya hadapi juga terkait dengan media pendukung yang harus disediakan pihak sekolah lebih untuk sarana dan prasarananya, sudah saya sampaikan sebelumnya, untuk beberapa materi yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa daerah, setidaknya ada media pendukung yang disediakan di madrasah.
Ada kendala lain yang lebih berkaitan dengan sarana prasarana di sekolah, selain penggunaan bahasa daerah yang mempermudah. Menurut saya media diperlukan untuk membantu guru memahami materi yang diajarkan terlebih dahulu. Solusi guru mengatasi hambatan penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika kelas 1.
Solusi Guru untuk Mengatasi Kendala-Kendala yang Muncul dalam Penggunaan Bahasa Daerah pada Pembelajaran Matematika di Kelas 1
Peneliti melihat bahwa di MI Thoriqul Hidayah Leong masih terdapat kekurangan sarana dan prasarana sekolah sehingga guru hanya menggunakan sarana dan prasarana yang ada dalam proses pembelajaran, dan tentunya hal ini akan mempengaruhi siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kemudian yang kedua menurut saya madrasah ini harus menambah sarana dan prasarana terutama alat peraga dan media pembelajaran, karena saya sangat membutuhkannya saat proses pembelajaran berlangsung. Namun keterbatasan sarana dan prasarana di madrasah ini tidak menyurutkan semangat saya untuk mengajar.
Saya akui berkaitan dengan sarana dan prasarana di sekolah ini masih banyak kekurangan, apalagi setelah gempa kemarin, bukan hanya sarana dan prasarana sekolah yang rusak, banyak dokumen dan alat belajar lainnya yang hilang dan rusak, oleh karena itu tugas saya sebagai kepala madrasah kedepannya agar sarana dan prasarana di sekolah ini diperbaiki dan diperlengkapi kembali. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar di kelas.
PEMBAHASAN
Penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika di kelas 1 Penggunaan bahasa yang digunakan ketika menjelaskan materi di
Mengingat pentingnya kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran awal, maka guru diharapkan mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran awal dengan baik, salah satu caranya adalah guru menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan pembelajaran awal. Salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk menjelaskan materi di kelas adalah dengan menggunakan bahasa daerah. Bahasa daerah berperan sebagai penghubung ketika guru menjelaskan materi menggunakan bahasa Indonesia, ketika siswa kurang memahami materi yang diajarkan, disinilah peran bahasa daerah digunakan untuk memperjelas dan memudahkan siswa dalam memahami materi sehingga proses kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. 83.
Ketika siswa kesulitan memahami apa yang dijelaskan oleh guru, mereka menggunakan bahasa Indonesia, terkadang guru juga dapat menggunakan bahasa lain yang mudah dipahami dan dicerna oleh siswa, seperti bahasa daerah. Dalam proses pembelajaran terkadang guru dalam menjelaskan materi pelajaran tidak semua siswa dapat memahami sepenuhnya materi yang disampaikan, ada beberapa siswa yang memang ketika dijelaskan secara berulang-ulang hanya bisa mengerti, menyikapi keadaan ini salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan memberikan instruksi khusus kepada siswa tersebut agar dapat menyusul siswa lainnya.
Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran matematika dikelas I
Berdasarkan teori di atas menjelaskan bahwa bahasa yang digunakan untuk menjelaskan mata pelajaran di kelas sangat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap mata pelajaran tersebut, sebagai seorang guru pada saat mengajar di kelas sebaiknya tidak menggunakan bahasa yang sulit yang tidak dimengerti oleh siswa. Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu pembelajaran, yang turut mempengaruhi keadaan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, selain itu keberadaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan semangat dan motivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran.
Seperti yang diungkapkan oleh Nana Sujana dan Ahmad Rivai mengatakan bahwa manfaat media pembelajaran adalah. Berdasarkan teori di atas menjelaskan bahwa media pembelajaran merupakan komponen pembelajaran yang memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan media seharusnya menjadi bagian yang harus mendapat perhatian guru dalam setiap kegiatan pembelajaran, namun pada kenyataannya media pembelajaran masih sering diabaikan dengan berbagai alasan, seperti sulitnya mencari media yang tepat, tidak terjangkaunya biaya dan lain sebagainya.
Solusi guru untuk mengatasi kendala-kendala yang muncul dalam penggunaan bahasa daerah pada pemebelajaran matematika di kelas 1 penggunaan bahasa daerah pada pemebelajaran matematika di kelas 1
Dengan persiapan ini maka guru akan lebih mudah menyampaikan materi pelajaran dan siswa yang menerima pelajaran akan mudah memahaminya. Dari teori di atas menjelaskan bahwa sebelum memulai proses belajar mengajar banyak hal yang harus dipersiapkan oleh seorang guru, persiapan materi yang akan diajarkan, persiapan media, melihat keadaan siswa dan lain sebagainya. Ketika sarana dan prasarana sekolah kurang maka guru akan kurang optimal dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas sehingga dampaknya akan dirasakan oleh siswa.
Oleh karena itu melengkapi sarana dan prasarana sekolah seperti alat peraga, buku, perpustakaan dan fasilitas lainnya. Secara umum hasil belajar siswa dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor internal siswa, faktor eksternal dan faktor pendekatan pembelajaran. Sedangkan faktor eksternal meliputi kondisi lingkungan sekitar peserta didik baik di lingkungan sosial yang meliputi guru, tenaga administrasi, teman sekelas, dan masyarakat, maupun di lingkungan non sosial yang meliputi gedung sekolah, perpustakaan, alat praktikum, serta sarana dan prasarana lainnya.
Kesimpulan
Saran
Sitohang Muston, "Penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar di kelas bawah sekolah dasar di kota Palangka Raya", Pusat Bahasa Kalimantan Tengah, Vol. Ya saya tahu, tidak hanya di kelas 1, di kelas yang lebih tinggi, kami juga menggunakan bahasa daerah jika perlu, dan itu masih berlanjut sampai sekarang'' Bagaimana penggunaan bahasa daerah di sekolah ini pak, terutama di kelas 1 ketika menjelaskan di kelas.
Kendala apa yang kamu ketahui ketika guru kelas 1 SD menggunakan bahasa daerah saat mengajar matematika di kelas. Sejak mulai mengajar di kelas 1, saya memang sudah mulai menggunakan bahasa daerah/Sasak untuk menjelaskan materi di kelas. Ini menunjukkan bahwa bahasa daerah (Sasak) sangat membantu saya dalam menjelaskan materi pelajaran, khususnya matematika.
Berdasarkan hasil observasi, kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan bahasa daerah di kelas 1 MI Thoriqul Hidayah Leong adalah sebagai berikut: ada materi tertentu yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa daerah, ketersediaan media pendukung terbatas, selama proses belajar mengajar guru menjelaskan materi tentang mengenal bangun datar dan bentuk geometri.