1
PENGGUNAAN DIKSI DALAM OPINI PADA KORAN SINGGALANG
EDISI FEBRUARI 2016
ARTIKEL ILMIAH
YOSI NOPITA SARI NPM 12080278
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG
2016
2
3
4
PENGGUNAAN DIKSI DALAM OPINI PADA KORAN SINGGALANG
EDISI FEBRUARI 2016
Oleh
Yosi Nopita Sari1, Upit Yulianti2, Asri Wahyuni Sari3
1) Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat
2)
3)
Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (STKIP) PGRI Sumatera BaratABSTRAK
Yosi Nopita Sari (NPM: 12080278) Penggunaan Diksi dalam Opini pada Koran Singgalang edisi Februari 2016, Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat, Padang, 2016.
Penelitian ini dilatarbelakangi pada banyaknya ditemukan penggunaan diksi yang termasuk pada kata – kata yang bermakna konotatif dalam opini koran Singgalang edisi februari 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dalam opini pada koran Singgalang yang bermakna konotatif.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang bermakna konotatif dalam koran Singgalang edisi februari 2016 yang bertema politik, hukum dan ekonomi. Pengabsahan data dilakukan dengan teknik tringulasi. Data dianalisis dengan analisis kualitatif dan diolah secara deskriptif dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mendeskripsikan data yang berhubungan dengan diksi, (2) menganalisis data yang termasuk dalam kata-kata yang bermakna konotatif, (3) menginventarisasikan data yang diperoleh, (4) menyimpulkan data secara keseluruhan dari hasil penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan diksi yang termasuk dalam kata- kata yang bermakna konotatif banyak ditemukan dalam Opini pada koran Singgalang edisi Februari 2016. Kata-kata yang bermakna konotatif seperti: Menjengkelkan, kehidupan, membunuh, dan lain sebagainya. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan diksi yang termasuk dalam kata-kata yang bermakna konotatif banyak digunakan dalam opini pada koran Singgalang edisi Februari 2016. Hal ini dikarenakan agar pembaca tidak bosan dalam membaca tulisan opini yang ada pada koran Singgalang. Selain itu, kata konotatif dijadikan sebagai gaya bahasa untuk mendorong pembaca dalam membaca opini. Kata konotatif pada buku-buku pelajaran tidak digunakan lain halnya dengan surat kabar, sebab jika digunakan kata-kata konotatif dalam buku- buku pelajaran maka makna yang tersirat tidak jelas, sedangkan dalam surat kabar kata-kata konotatif ini lebih cenderung penulis gunakan.
5 USING DICTION IN OPINION AT SINGGALANG NEWSPAPER,
FEBRUARI 2016 EDITION By
Yosi Nopita Sari1, Upit Yulianti2, Asri Wahyuni Sari3
1) Student of Language and Literature if STKIP PGRI West Sumatra 2) 3) Lecture of language and Literature of STKIP PGRI West Sumatra
ABSTRACT
This research was conducted bused on using diction on the words that has connotative meaning opinion Singgalang Newspapers Februari 2016 edotion. This research purpose to description using diction on opinin at Singggalang Newspapers that has connotative meaning.
Research method that has used in this research was gualitative research the data in this research was the words that has connotative meaning on Singgalang Newspaper Februari 2016 edition themed political, law, and data analyisis with triangulation technigue. With steps as follows : 1) description the data that has relationship with diction, (2) data analysis included on the words that has connotative meaning, (3) classing the data was obtained, (4) summimg up the all data from research.
The result of the rsearch shows that using diction that included on the words that has connotative meaning many are found in the opinion of the February 2016 edition of the Singgalang Newspaper. The words that has connotative meaning like : annoying, live, kill and many others.
It can be conduded that using diction included on the word that has connotative meaning in opinion at singgalang newspaper Februari 2016 edition. It caused that the reader does not get bosed in reading opinion at Singgalang Newspape. In order side, the connotative word it can be majas to encourage the reader in reading opinion. The connotative word in textbooks, then the implied meaning is not clear, while on newspaper the connotative words more likely used from the auther.
6 PENDAHULUAN
Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk berinteraksi dengan sesama manusia.
Dengan berbahasa manusia dapat menyampaikan ide, gagasan dan perasaan kepada orang lain.
Dengan demikian, bahasa menjadikan manusia makhluk yang bermasyarakat atau makhluk sosial.
Oleh karena itu, bahasa harus selalu dibina dan dikembangkan dalam kehidupan manusia.
Bahasa yang digunakan memiliki karakter berbeda-beda. Hal ini terjadi karena tidak semua orang yang menduduki status sosial yang sama. Status sosial mempengaruhi bahasa yang digunakan. Semakin tinggi status sosial mereka, maka bahasa yang digunakan juga bahasa yang berkelas atau bahasa pelajar. Oleh sebab itu,penggunaan bahasa harus diperhatikan ketika berkomunikasi dengan orang lain di dalam lingkungan bermasyarakat.
Dalam kehidupan bermasyarakat sering kita jumpai ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain, tetapi lawan bicara sulit menangkap informasi dari pembicara karena pemilihan kata yang kurang tepat bahkan sering kita jumpai sampai terjadi kesalahpahaman akibat kata yang digunakan tidak tepat. Hal ini disebabkan, karena pilihan kata tidak hanya mempersoalkan ketepatan pemakaian kata, tetapi juga mempersoalkan kata yang dipilih mudah dipahami atau tidak. Sebuah kata yang tepat menyatakan suatu maksud tertentu.
Diksi atau pilihan kata dalam praktik berbahasa sesunggguhnya mempersoalkan kesanggupan sebuah kata, frasa atau kelompok kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengarnya. Pemilihan kata dalam sebuah kalimat atau tuturan akan sangat berpengaruh pada maksud dan tuturan tersebut. Kesalahan dalam menggunakan diksi dapat berakibat pada kesalahpahaman.
Kesalahan dalam penggunaan diksi dapat ditemukan pada proposal, makalah, dan media massa.
Oleh karena itu kesalahan penggunaan diksi perlu dikaji terutama dalam media massa, karena media massa merupakan salah satu sarana untuk membina dan mengembangkan bahasa Indonesia.
Media massa menggunakan bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bahasa yang digunakan baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan dalam media massa cetak harus menggunakan diksi yang tepat. Berbagai informasi disajikan dengan sedemikian rupa menggunakan bahasa yang lugas, menarik dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Hal ini tentu berdampak pada perkembangan bahasa. Pengikut media massa yang tidak lain juga si pemakai bahasa, secara tidak langsung terus mengikuti perkembangan bahasa yang digunakan dalam media massa tersebut. Dengan demikian, secara tidak langsung media massa telah ikut membina dan mengembangkan bahasa Indonesia.
Media massa cetak telah lama dianggap sebagai wadah yang berkontribusi terhadap perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Media cetak mampu membentuk opini publik tentang berbagai masalah aktual, termasuk masalah bahasa. Sebuah kosakata baru yang dipergunakan dalam media cetak, biasanya dengan segera dapat menyebar di tengah-tengah masyarakat.
Dewasa ini banyak bermunculan media massa cetak, baik berskala nasional maupun lokal atau daerah. Sehubungan dengan hal itu, penulis memilih salah satu media massa cetak sebagai sumber data penelitian ini. Media cetak yang penulis gunakan sebagai sumber penelitian ini adalah koran Singgalang.
Koran Singgalang merupakan surat kabar yang bereksistensi di Sumatera Barat. Sebagaimana yang telah disebutkan tersebut, bahwa bahasa itu memiliki karakter yang berbeda-beda, pemakaian bahasa dalam koran Singgalang juga memiliki karakter yang berbeda, salah satunya mengenai opini. Biasanya opini yang ditulis dan diterbitkan pada surat kabar banyak menggunakan kata-kata konotatif sehingga pembaca kurang mengerti dalam memaknai tulisan tersebut.
Menurut Thahar (2008: 144) opini artinya pendapat. Dalam bahasa Inggris disebut opinion yang artinya menurut kamus Thesaurus yang diterbitkan oleh Harper Collins, 1992 diartikan sebagai pendapat, pandangan, keyakinan, dan bujukan (persuasion). Dengan kata lain, sebuah opini ditulis berdasarkan pendapat atau teori seseorang yang tentu saja bebas untuk dibantah oleh siapa pun kalau memang perlu dan harus dibantah. Dalam sebuah tulisan opini terdapat bermacam-macam makna kata yang tersirat didalamnya. Salah satu makna kata yang terdapat dalam opini adalah makna kata konotatif.
Kata-kata yang bermakna konotatif banyak ditemukan pada opini dalam media massa cetak terutama pada koran. Penggunaan kata-kata yang bermakna konotatif dapat menyebabkan arti atau makna dari kata itu akan rancu atau ambigu. Biasanya opini yang ditulis pada koran sering menggunakan kata-kata konotatif sehingga pembaca kesulitan dalam memahami maksud
7 dari tulisan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dalam opini pada koran Singgalang edisi Februari 2016 dilihat dari kata-kata yang bermakna konotatif.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Moleong (2001: 3) mendefinisikan penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau prilaku yang diamati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Ratna (2004:53), metode deskriptif merupakan suatu cara mendeskripsikan fakta-fakta kemudian disusul dengan analisis, pemahaman, dan penjelasan secukupnya. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Dalam hal ini, digambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat tentang analisis penggunaan diksi dalam opini pada koran Singgalang. Pengumpulan data dilakukan dengan langkah-langkah berikut: (1) mengumpulkan rubrik opini pada koran Singgalang edisi Februari 2016, (2) mengidentifikasi data, yaitu dengan membaca rubrik Opini dan menandai bagian-bagian teks yang termasuk diksi, (3) menginventarisasikan data dengan menggunakan format inventarisasi data.
Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan langkah-langkah berikut.
Pertama, mengklasifikasikan data yang diperoleh. Kedua, mendeskripsikan data yang berhubungan dengan diksi. Ketiga, menganalisis data yang berkaitan dengan kata –kata yang bermakna konotatif. Keempat, menginterpretasikan data yang diperoleh. Kelima, menyimpulkan data secara keseluruhan dari hasil penelitia
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa penggunaan diksi yang termasuk pada kata yang bermakna konotatif dalam opini pada koran Singgalang edisi Februari 2016 ditemukan 85 kata konotatif. Kata konotatif tersebut seperti, mengamini, rahim, kiblat, bergairah, bersandar, sarangnya, mengadu dan lain sebagainya. Kata konotatif ini banyak digunakan untuk menulis atau menerbitkan sebuah tulisan. Hal ini dikarenakan bahwa kata yang bermakna konotatif lebih operasional digunakan oleh penulis, agar pembaca tidak bosan dalam membaca tulisan-tulisan yang diterbitkan penulis. Penggunaan diksi yang terdapat dalam opini di Koran Singgalang sangat dominan menggunakan kata-kata yang bermakna konotatif. Hal ini terbukti dari temuan penelitian ini.
PEMBAHASAN
Pada pembahasan ini, ada tiga teori yang membahas tentang makna konotatif dan makna denotatif. Pertama teori menurut Amran dan Arifin makna knotatif adalah makna dalam alam wajar secara ekspilist, sedangan makna konotatif adaalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribaddi, dan criteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kedua teori menurut Widjono Hs, makna konotatif adalah makna kias, makna yang tidak sebenarnya sedangkan makna dnotatif adalah makna konseptual yaitu, makna yang sesuai dengan hasil observasi (pengamatan) atau pengalaman yang berhubungan dengan informasi faktul dan objektif. Ketiga teori menurut Akhadiah dkk makna konotatif adalah nilai rasaa atau gambaran tambahan yang ada di samping denotasi, sedangkan makna denotasi adalah konsep dasar yang didukung oleh suatu kata makna konseptual atau referen. Berdasarkan pembahasan teori diatas, maka dalam pembahasan ini teori yang akan dipakai adalah teori menurut Amran dan Arifin.
Pada pembahasan ini, menurut Amran dan Tasai ada beberapa jenis-jenis diksi salah satunya mengenai kata-kata yang bermakna konotatif. Makna konotatif adalah makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Dengan kata lain, kata konotatif disebut juga dengan makna kias atau makna yang tidak sebenarnya. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kata-kata yang bermakna konotatif dalam opini pada koran Singgalang edisi Februari 2016.
8 Guru perlu memiliki kejernihan pengetahuannya (Opini3, P8, K2)
Data tersebut merupakan jenis diksi yang bermakna konotatif. Hal ini dikarenakan kata kejernihan dalam KBBI online adalah keadaan jernih. Jika dilihat dari pengertian kata konotatif menurut Amran dan Tasai, maka kata kejernihan memiliki makna yang tidak sebenarnya atau makna asosiatif, makna yang timbul akibat dari sikap sosial, pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Jika dilihat makna dari konseptual kata kejernihan mengandung makna keadaan jernih, akan tetapi kata kejernihan timbul akibat dari kriteria tambahan yang dikenakan pada konseptual yang mengandung arti luas.
Guru hendaklah mampu melakukan kreasi dan modifikasi yang berguna bagi kelancaran dan peningkatan kualitas pembelajaran, tidak hanya adopsi.
(Opini3, p13, K2)
Data tersebut merupakan jenis diksi yang bermakna konotatif. Hal ini dikarenakan kata adopsi dalam KBBI online adalah pengangkatan anak orang lain menjadi anak kita sendiri. Jika dilihat pengertian kata konotatif menurut Arifin dan Tasai, maka kata kejernihan memiliki makna yang tidak sebenarnya atau makna asosiatif, makna yang timbul akibat dari sikap sosial, pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Jika dilihat dari makna konseptual kata adopsi mengandung makna pengangkatan anak orang menjadi anak kita sendiri, akan tetapi kata adopsi timbul akibat dari kriteria tambahan yang dikenakan pada makna konseptual yang mengandung arti mengambil yang sudah ada.
Maka itu akan sedikit memberi peluang menko yang satu ini untuk mundur secara betina lalu berpindah menjadi bos di gedungnya. (Opini6, P 17, K3).
Data 88 merupakan diksi yang bermakna konotatif. Hal ini dikarenakan kata betina dalam KBBI online adalah perempuan. Jika dilihat dari pengertian kata konotatif menurut Arifin dan Tasai maka kata betina memiliki makna yang tidak sebenarnya atau makna asosiatif, makna yang timbul akibat dari sikap sosial, pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Jika dilihat makna konseptual dari kata betina mengandung makna perempuan, akan tetapi kata betina timbul akibat dari kriteria tambahan yang dikenakan pada makna konseptual yang mengandung arti baik-baik.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan diksi yang termasuk pada kata yang bermakna konotatif dalam opini pada koran Singgalang edisi Februari 2016 ditemukan 85 kata konotatif. Kata konotatif tersebut seperti, mengamini, rahim, kiblat, bergairah, bersandar, sarangnya, mengadu dan lain sebagainya. Kata konotatif ini banyak digunakan untuk menulis atau menerbitkan sebuah tulisan. Hal ini dikarenakan bahwa kata yang bermakna konotatif lebih operasional digunakan oleh penulis, agar pembaca tidak bosan dalam membaca tulisan- tulisan yang diterbitkan penulis. Penggunaan diksi yang terdapat dalam opini di Koran Singgalang sangat dominan menggunakan kata-kata yang bermakna konotatif. Hal ini terbukti dari temuan penelitian ini.
SARAN
Adapun saran yang dapat penulis berikan sehubungan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, bagi penulis opini agar menggunakan kata-kata yang bermakna konotatif untuk menunjang atau memicu pembaca untuk membaca. Kedua, bagi peneliti lain, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian yang sejenis. Ketiga,bagi mahasiswa dapat menigkatkan kemampuan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar khususnya pada diksi atau pilihan kata.
DAFTAR PUSTAKA
Tahar, Harris Efendi. 2008. MenulisKreaktifPanduangBagiPemula. Padang: UNP Press